You are on page 1of 5

ANALISIS KINERJA MAKRO EKONOMI BERBASIS

LKPD DI KABUPATEN SRAGEN

Disusun oleh :
AYASISKA PUTRI UTAMI
F1116008

EKONOMI PEMBANGUNAN (TRANSFER)


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016

Analisis kinerja makro ekonomi berbasis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di
Kabupaten Sragen dilihat dari :
1. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sragen antara tahun 2010-2014 mengalami
fluktuasi yang cenderung menurun. Tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Sragen sebesar 6,09% dan tahun 2014 menjadi sebesar 5,59%. Pertumbuhan ekonomi
di Kabupaten Sragen tahun 2010-2014 selalu berada diatas Jawa Tengah.
2. Inflasi
Inflasi di Kabupaten Sragen bergerak sejalan dengan inflasi Jawa Tengah yang
dipengaruhi kebijakan nasional berkaitan dengan harga BBM. Adanya inflasi tinggi
pada tahun 2014. Tingkat inflasi di Kabupaten Sragen dari tahun 2010-2014 masih
berada dibawah Provinsi Jawa Tengah kecuali 2011.
3. Indeks Pembangunan Manusia
Besarnya nilai IPM menggambarkan tentang kualitas sumberdaya manusia, yaitu
kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. IPM dibangun melalui pendekatan 3
dimensi dasar yaitu mencakup umur panjang dan sehat (kesehatan), rata-rata
lamasekolah dan harapan lama sekolah (pendidikan) dan kehidupan yang layak
(ekonomi). Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka harapan hidup.
Untuk mengukur dimensi pendidikan digunakan gabungan indikator harapan lama
sekolah dan rata-rata lam sekolah. Adapun umtuk mengukur dimensi ekonomi
digunakan pengeluaran perkapita.
Capaian perkembangan IPM Kabupaten Sragen dalam kurun waktu 2010-2014
mengalami kenaikan sebesar 2,85. Tahun 2010 sebesar 67,67 menjadi 70,52 pada
tahun 2014. Nilai IPM Kabupaten Sragen masih berada diatas rata-rata IPM Provinsi
Jawa Tengah.
Kenaikan perkembangan IPM Kabupaten Sragen diatas rata-rata capaian rata-rata
IPM Provinsi Jawa Tengah tahun 2014 sebesar 68,78. Nilai IPM Kabupaten Sragen
dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Jawa Tengah pada tahun 2014 berada di
urutan ke 12.
Berikut dimensi pembentuk Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Sragen :
a. Angka Harapan Hidup
Angka harapan hidup adalah rata-rata tahun hidup yang akandijalani oleh seorang
bayi saat lahir sampai pada tahun tertentu saat meninggal. Data angka harapan
hidup di suatu daerah berguna mengevaluasi kinerja pemerintah dalam

meningkatkan pelayanan kesehatan dan dampaknya pada kesejahteraan


masyarakat. Selama kurun waktu tahun 2010-2014, Angka Harapan Hidup
masyarakat Kabupaten Sragen cenderung meningkat. Tahun 2010 Angka Harapan
Hidup masyarakat Kabupaten Sragen sebesar 75,05 tahun meningkat menjadi
75,31 tahun di tahun 2014. Kenaikan selam 5 tahun terakhir Angka Harapan Hidup
kabupaten Sragen selalu berada diatas rata-rata Angka Harapan Hidup Provinsi
Jawa Tengah. Bahkan jika dibandingkan dengan kabupaten/kota di Jawa Tengah
angka harapan hidup Kabupaten Sragen berada di urutan nomor 15.
b. Harapan Lama Sekolah
Angka harapan lama sekolah adalah lamamnya sekolah (dalam tahun) yang
diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang.
Harapan lama sekolah dapat digunakan untuk mengetahui kondisi pembangunan
sistem pendidikan di berbagai jenjang. Harapan lama sekolah dihitung pada usia 7
tahun ke atas karena mengikuti kebijakan pemerintah yaituprogram wajib belajar.
Untuk mengakomodir penduduk yang tidak tercakup dalamSusenas, dikoreksi
dengan siswa yang bersekolah di pesantren.
Harapan lama sekolah Kabupaten Sragen masih dibawah rata-rata Jawa tengah.
Harapan lama sekolah Kabupaten Sragen mdalam kurun waktu 2010-2014
mengalami peningkatan. Harapan lama sekolah Kabupaten Sragen berada diatas
rata-rata Jawa Tengah. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Jawa Tengah,
Sragen berada di urutan ke 15.
c. Angka Rata-Rata Lama Sekolah
Angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Sragen mengalami peningkatan dalam
kurun waktu 2010-2014. Tahun 2010 angka rata-rata lama sekolah sebesar 6,24
tahun, mengalami peningktan pada tahun 6,85 tahun. Hal ini menunjukan bahwa
tingkat partisipasi pendidikan semakin meningkat, baik pada jenjang pendidikan
yang diikuti maupun pada besaran peserta pendidikannya. Walaupun mengalami
kenaikan selama 5 tahun terakhir tetapi angka rata-rata lama sekolah
Kabupaten Sragen masih berada dibawah angka rata-rata lama sekolah
Provinsi Jawa Tengah. Angka rata-rata lama sekolah Kabupaten Sragen
dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Kabupaten Sragen berada di
urutan ke 18.
d. Pengeluaran Per Kapita/Tahun
Besarnya pengeluaran konsumsi per kapita dapat digunakan sebagai pendekatan
untuk mengetahui tingkat pendapatan masyarakat, dan tingkat kemampuan
ekonomi masyarakat. Pengeluaran rumah tangga ini terdiri dari pengeluaran
makanan dan bukan makanan, dan menggambarkan bagaiman penduduk

mengalokasikan kebutuhan rumah tangganya. Pengeluaran per kapita Kabupaten


Sragen dalam kurun waktu 2010-2014 menunjukan peningkatan, yaitu sebesar Rp
10.164.000,- per kapita pada tahun 2010, meningkat menjadi sebesar Rp
10.876.000,- pada tahun 2014. Pengeluaran per kapita Kabupaten Sragen masih
berada diatas pengeluaran per kapita Provinsi Jawa Tengah. Pengeluaran per kapita
Kabupaten Sragen dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Jawa Tengah berada di
urutan 8 dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.
4. Indeks Gini (Gini Ratio)
Indeks gini adalah untuk menghtung ketimpangan pendapatan antar kelompok.
Perhitungan indeks gini memberikan gambaran apabila nilai indeks gini <0,30 maka
ketimpangan termasuk kategori tinggi dan apabila memiliki nilai >0,31-0,49 maka
ketimpangan tinggi dan >0,50 maka ketimpangan sangat tinggi. Perkembangan indeks
gini Kabupaten Sragen dari tahun 2009-2013 menunjukan ketimpangan pendapatan
yang semakin tinggi. Namun kondisi ini lebih baik daripada indeks gini Provinsi Jawa
Tengah yang menunjukan kecenderungan meningkat dari tahun 2009 sebesar 0,32
menjadi 0,39 pada tahun 2013. Pemerataan hasil-hasil pembangunan di Kabupaten
Sragen perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat merasakan hasil pembangunan
secara merata. Hal ini mengingat ketimpangan sosial ekonomi yang tinggi dalam
masyarakat dapat menimbulkan permasalahan sosial.
5. Pertumbuhan Sektoral
a. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi Kabupaten Sragen memiliki 7
indikator. 2 indikator tidak tercapai dan 4 indikator tercapai. Sementara masih ada
satu indikator yang datanya belum tersedia yaitu Indeks Williamson (Indeks
b.

Ketimpangan Regional).
Fokus Kesejahteraan Sosial
Pada fokus kesejahteraan sosial terdapat 16 indikator sampai dengan perkiraan

tahun 2016 terdapat 3 indikator yang tidak tercapai dan 13 indikator yang tercapai.
c. Fokus Seni Budaya dan Olahraga
Fokus budaya dan olahraga Kabupaten Sragen memiliki 2 indikator dan
seluruhnya telah tercapai.
d. Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
Fokus kemampuan ekonomi daerah memiliki 2 indikator yaitu pengeluaran
konsumsi non pangan per kapita (rupiah) dan nilai tukar petani. Kedua indikator
tersebut telah tercapai.
e. Fokus Infrastruktur

Memiliki 17 indikator, indikator yang tercapai sebanyak 8 indikator, sementara


indikator yang tidak tercapai sebanyak 3 indikator yaitu luas wilayah (ha) dan
jenis dan jumlah bank dan cabang (unit).
f. Fokus Investasi
Memiliki 4 indikator, yang tercapai yaitu jumlah kasus demonstrasi dalam 1 tahun,
rata-rata penyelesaian 1 jenis perijinan dan jumlah Perda yang mendukung iklim
usaha (buah).
(Sumber: Laporan Akhir Penyusunan Evaluasi rencana Pembangunan Jangka
Menengah DaerahKabupaten Sragen Tahun 2011-2016 Badan Perencana
Pembangunan Daerah Kabupaten Sragen)
6. Program Prioritas
Pada tahun 2010-2015, Kabupaten Sragen masa kepemimpinan Bapak Agus Fatchur
Rahman mempunyai program prioritas pada penanganan masyarakat kurang mampu
dengan dibentuknya Unit Pelayanan Terpadu-Penanggulangan Kemiskinan (UPT-PK).
Unit Pelayanan Terpadu-Penanggulangan Kemiskinan (UPT-PK) Kabupaten Sragen
merupakan pertama di Indonesia. Salah satu program kerja UPT-PK adalah bantuan
bedah rumah yang diberikan pada masyarakat kurang mampu yang memiliki rumah
tidak layak huni. Biaya bedah rumah didapat dari mengurangi tunjangan pejabat
pemerintah di Kabupaten Sragen.
Program prioritas pada bidang kesehatan, adanya program Saraswati berupa
asuransi kesehatan yang diberikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sragen.
Selain itu, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Soehadi Prijonegoro yang
menyediakan lebih banyak ruangan untuk pelayanan masyarakat kurang mampu
karena dibangunnya RSUD menjadi lebih luas.
Program prioritas lainnya adalah merenovasi dan membangun lingkungan di
Kabupaten Sragen guna meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Sragen. Pada
kurun waktu 2010-2015, adanya renovasi di Alun-alun Sasono Langen Putro sebagai
pusat hiburan masyarakat Sragen. Membangun Taman Krido Anggo, Taman Bunga
Ganesha, dan juga Hutan Ekowisata.