You are on page 1of 6

3.

3 INTERVENSI
Intervensi Keperawatan Mandiri
No

1.

2.

Diagnosa

Tujuan

Kriteria hasil

(Berdasarkan teori Florence yang


terdapat dalam Notes on

Irama, frekuensi dan

Nursing)
Bed and bedding

pernafasan berhubungan

kedalaman pernafasan dalam

Baringkan pasien dalam posisi yang

dengan menurunnya

batas normal, pada

nyaman, dalam posisi duduk, dengan

ekspansi paru sekunder

pemeriksaan sinar X dada

kepala tempat tidur ditinggikan 60-

terhadap penumpukkan

tidak ditemukan adanya

90 derajat.

cairan dalam rongga pleura

akumulasi cairan, bunyi

Rasional : penurunan diafragma

( Susan Martin, dkk, 1998).

nafas terdengar jelas.

memperluas daerah dada sehingga


ekspansi paru bisa maksimal.
1. Taking food and what kinds

Ketidak efektifan pola

Pola nafas efektif.

Gangguan pemenuhan

Kebutuhan nutrisi

Konsumsi lebih 40% jumlah

kebutuhan nutrisi kurang

terpenuhi.

makanan, berat badan

dari kebutuhan tubuh

normal dan hasil

sehubunga dengan

laboratorium dalam batas

peningkatan metabolisme

normal.

tubuh, penurunan nafsu


makan akibat sesak nafas.
(Barbara Engram, 1993).

of food
a. Beri motivasi tentang
pentingnya nutrisi.
Rasional : kebiasaan makan sesorang
dipengaruhi oleh kesukaannya,
kebiasaanya, agama, ekonomi dan
pengetahuannya tentang pentingnya
nutrisi bagi tubuh.
b. Sajikan makanan semenarik

mungkin.
Rasional : penyajian makanan yang
menarik dapat meningkatkan nafsu
makan.
c. Beri makan dalam porsi kecil
tapi sering.
Rasional : makanan dalam porsi keil
tidak membutuhkan energy, banyak
selingan membutuhkan reflex.
d. Kolaborasi dengan tim gizi
dalam pemberian diet TKTP.
Rasional : diet TKTP sangat baik
untuk kebutuhan metabolisme dan
pembentukkan antibody Karen diet
TKTP mnyediakan kalori dan semua
asam amino esensial.
2. Personal cleanliness
Lakukan oral hygiene setiap hari.
Rasional : bau mulut yang kurang
sedap dapat mengurangi nafsu
3.

Gangguan pola tidur dan

Pola tidur normal dan

Pasien tidak sesak nafas,

makan.
1. Ventilation and warming

istirahat sehubungan

kebutuhan istirahat

pasien dapat tidur dengan

Ciptakan ruangan yang terpancar

dengan batuk yang

terpenuhi.

nyaman tanpa mengalami

sinar matahari, udara bersih, dan

menetap dan nyeri pleritik

gangguan, pasien dapat

terhindar dari bau tidak sedap.

(Barbara Engram)

tertidur dengan mudah dalam

2. Health in houses

waktu 30-40 menit dan

Ciptakan ruangan yang bersih dari

pasien beristirahat atau tidur

debu.

dalam waktu 3-8 jam perhari.

3. Noise
ciptakan suasana yang aman, tenang,
damai untuk pasien.
4. Light
Pencahayaan cukup.
5. Bed and bedding
Beri posisi senyaman mungkin bagi
pasien.
Rasional : posisi semi fowler atau
posisi yang menyenangkan akan
memperlancar peredaran O2 dan
CO2.

4.

Cemas atau ketakutan

Pasien mampu memahami

Pasien mampu bernafas

sehubungan dengan adanya

dan menerima keadaannya

secara normal, pasien

ancaman kematian yang

sehingga tidak terjadi

mampu beradaptasi dengan

Chaterring Hopes and Advices


a. Bantu dalam menggala
sumber koping yang ada.

dibayangkan

kecemasan.

keadaannya. Respon non

Rasional : pemanfaatan sumber

(ketidakmampuan untuk

verbal klien tampak lebih

koping yang ada secara konstruktif

bernafas).

rileks dan santai, nafas

sangat bermanfaat dalam mengatasi

teratur dengan frekuensi 16-

stress.

24 kali permenit, nadi 80-90


kali permenit.

b. Pertahankan hubungan saling


percaya antara perawat dan
pasien.
Rasional : hubungan saling percaya
membantu proses terapeutik.
c. Kaji faktor yang
menyebabkan timbulnya rasa
cemas.
Rasional : tindakan yang tepat
diperlukan dalam mengatasi masalah
yang dihadapi pasien dan
membangun kepercayaan dalam
mengurangi kecemasan.

5.

Kurang pengetahuan

Pasien dan keluarga tahu

mengenai kondisi, aturan

mengenai kondisi dan

menyatakan

pengobatan sehubungan

aturan pengobatan.

pemahaman

dengan kurangnya

a. Pasien dan keluarga

penyebab masalah.

Chaterring Hopes and Advices


a. Kaji patologi masalah
individu.
Rasional : informasi menurunkan

informasi.

b. Pasien dan keluarga

takut karena ketidaktahuan.

mampu

Memberikan pengetahuan dasar

mengidentifikasi

untuk pemahaman kondisi dinamik

tanda dan gejala yang

dan pentingnya intervensi terapeutik.

memerlukan evaluasi

b. Identifikasi kemungkinan

medic.
c. Pasien dan keluarga
mengikuti program
pengobatan dan
menunjukkan
perubahan pola hidup
yang perlu untuk
mencegah
terulangnya masalah.

kambuh atau komplikasi


jangka panjang.
Rasional : penyakit paru yang ada
seperti PPOM berat, penyakit paru
infeksi dan keganasan dapat
meningkatkan insiden kambuh.
c. Kaji ulang tanda atau gejala
yang memerlukan evaluasi
medic cepat (contoh : nyeri
dada tiba-tiba, dispeunea.
Distress, pernafasan).

Rasional : berulangnya effuse pleura


memerlukan intervensi medic untuk
mencegah, menurunkan potensial
komplikasi.

d. Kaji ulang praktik kesehatan


yang baik (contoh : nutrisi
baik, istirahat, latihan).
Rasional : mempertahankan
kesehatan umum meningkatkan
penyembuhan dan dapat mencegaah
kekambuhan.