You are on page 1of 19

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
RS SERVAND (RUMAH SAKIT SERVER ANDALAN) SISTEM
EFEKTIF DALAM PENDOKUMENTASIAN PASIEN DI RUMAH
SAKIT

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GT

Diusulkan oleh :
Rainy Tri Kurnianingtyas

22020113120042

2013

Ferdyta Baskara

22020113120052

2013

Mike SaeliYuliana

22020113140116

2013

Aulia Valensi P

22020113140122

2013

Ilham Habibullah A

24010314120052

2014

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

HALAMAN PENGESAHAN

ii

DAFTAR ISI

iii

RINGKASAN

iv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan

C. Manfaat

BAB II GAGASAN

A. Kondisi Kekinian Pendokumentasian di Rumah Sakit

B. Solusi yang Pernah Ditawarkan

C. RS Servand (Rumah Sakit Server Andalan)

D. Pihak-Pihak yang Terkait

E. Langkah- langkah Strategis

BAB III KESIMPULAN

12

DAFTAR PUSTAKA

13

LAMPIRAN

14

iii

RINGKASAN
Dokumentasi dalam dunia kesehatan sangatlah penting, terutama
dalam dunia keperawatan karena dokumentasi merupakan bukti otentik
yang akurat dan lengkap yang dimiliki tim kesehatan akan semua hal yang
berhubungan dengan pasien. Dokumentasi keperawatan sendiri adalah
sarana komunikasi dari satu profesi ke profesi lain terkait status klien
(Asmadi,
2008).
Tujuan dokumentasi sendiri adalah
untuk
mengidentifikasikan status kesehatan klien dalam rangka mencatat
kebutuhan klien, merencanakan, melaksanakan tindakan, dan mengevaluasi
tindakan. Manfaat dokumentasi dalam keperawatan yaitu mempermudah
komunikasi, memberi fleksibilitas dalam memberi asuhan keperawatan.
(Cornelia, et all 2007)
Dalam pendokumentasian secara manual memiliki kekurangan.
Salah satu kekurangan dalam pendokumentasian secara manual yaitu sering
hilang, pendokumentasian yang berupa lembaran-lembaran kertas maka
dokumentasi asuhan keperawatan sering terselip, selain
itu
pendokumentasian secara tertulis juga memerlukan tempat penyimpanan
dan akan menyulitkan untuk pencarian kembali jika sewaktu-waktu
pendokumentasian tersebut diperlukan. Selain itu, pendokumentasian secara
sistem komputer juga memiliki kelemahan yaitu minimnya sistem teknologi
informasi di rumah sakit Indonesia.Komponen yang ada dalam sistem
informasi yang dibutuhkan dalam keperawatan masih banyak
kelemahannya. (Depkes, 2001)
Dari uraian diatas, solusi yang kami tawarkan adalah pembuatan
sebuah sistem yang digawangi oleh seorang server utama yang bertugas
untuk mengumpulkan semua data pendokumentasian yang telah diperoleh
dari tim kesehatan. Dimana dalam pengumpulan data dilakukan dengan
pendokumentasian secara sistem komputer dengan pemberian sebuah tab
disetiap ruangan rawat di rumah sakit.
Langkah strategis untuk mengimplementasikan program ini adalah
dengan beberapa langkah berikut yaitu pertama pembentukan sebuah
kelompok kecil yang terdiri dari manager rumah sakit, ahli IT, dan beberapa
tim kesehatan lainnya. Setelah itu, manager dan ahli IT bersama dalam
pembuatan sistem serta tim kesehatan sebagai peran pendukung dalam
keberjalanan sistem dimana tim kesehatan setelah mengisi atau menginput
data di tab akan secara otomatis mengirim ke server dan akan langsung
terkelompok di server utama tersebut.
Solusi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja tim kesehatan
terutama perawat, dapat mengefektifkan kerja, dan akan memudahkan
dalam pengelompokan dan penyimpanan hasil dari dokumentasi yang telah
dilakukan. Sistem ini juga diharapkan dapat terwujud di setiap ruamh sakit
dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

iv

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendokumentasian kepada pasien pada saat ini dilakukan dengan
menuliskan di kertas semua hasil kegiatan pelayanan rumah sakit.
Didalamnya terdapat hal- hal yang telah dilakukan oleh pemberi
pelayanan medis/ kesehatan
setelah melakukan tindakan seperti
pemberian infus, pemeriksaan tanda- tanda vital dan sebagainya. Apapun
yang dialakukan harus dituliskan di dalam dokumentasi sebagai bukti
otentik. Dokumentasi ini harus dijaga kerahasiaan karena menyangkut
riwayat kesehatan pasien. Kemudian dokumentasi dari dokter, perawat
dan ahli gizi tersebut disatukan yang disebut rekam medis. Dasar
penyelenggaraan rekam medis adalah menurut Permenkes 749 A tahun
1989 tentang rekam medis, Keputusan Dirjen Yanmed No.78 tahun 1991
mengenai juklak rekam medis dan Undang- undang Praktik kedokteran.
Pada saat ini sudah tersedia rekam medis elektronik, rekam medis
elektronik berdasarkan lembar/ berkas rekam medis yang biasanya
dicatat oleh pemberi pelayanan kesehatan. Berkas hasil kegiatan
pencatatan oleh pasien disatukan kedlam rekam medis elektronik oleh
Unit Rekam Medis. Rekam medis digital saat ini belum bisa diakui
keabsahannya karena dilihat dari sudut pandang hukumnya tidak
dibubuhkan tanda petugas yang melakukan pelayanan sehingga tidak b isa
dipertangungjawabkan.
RS Servand (Rumah Sakit Server Andalan) merupakan inovasi
pendokumentasian yang dilakukan oleh pemberi pelayanan medis. RS
Servand berupa alat seperti tab. RS Servand disediakan disetiap bangsal,
sehingga pemberi pelayanan kesehatan akan langsung bisa memasukkan
data tindakan yang telah dilakukan kepada pasien. Pemberi pelayanan
medis dapat melihat tindakan yang telah dilakukan pemberi pelayanan
medis yang lain sehingga dapat saling mengecek tindakan tindakan
yang telah diberikan. Contoh: ketika dokter telah melakukan pemeriksaan
kepada pasien, perawat dapat melihat hasil pemeriksaan kepada pasien
tersebut dengan melihat data yang telah dimasukkan. Diharapkan dengan
demikian pelayanan kepada pasien dapat maksimal. Data yang telah
dimasukkan langsung trhubung ke server di unit rekam medis. Ketika
login menggunakan sidik jari, sehingga user dapat langsung membaca
pemberi pelayanan secara akurat. Sidik jari digunakan agar keabsahan
data dari pasien dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. RS
5

Servand diaharapkan akan memberi manfaat dalam manajemen rumah


sakit dalam menyimpan dokumentasi kesehatan pasien serta mengurangi
beban kerja dokter, perawat, ahli gizi dan unit rekam medis.
B. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan gagasan adalah untuk memberikan gagasan baru di
rumah sakit dalam hal pendokumentasian pasien yang lebih praktis
dengan memanfaatkan teknologi. Memberikan inovasi untuk
berkoordinasi antar pemberi pelayanan medis secara tidak langsung
namun saling mengikat.
C. Manfaat
Karya tulis ini diharapkan memberi manfaat anatara lain:
1. Inovasi baru dalam pendokumentasian pasien dengan membuat alat
baru
2. Menyumbangkan gagasan baru dalam pendomentasian pasien
3. Mengurangi beban kerja pemberi pelayanan medis sehingga kualitas
pemeberi pelayanan medis meningkat
4. Menjadi terobosan peyelesaian masalah koordinasi antar pemberi
pelayanan medis yang lebih praktis dan terorganisasi
5. Meningkatkan kualitas pemberian pelayanan medis kepada pasien
yang lebih maksimal dan terstruktur diantara pemberi pelayanan medis

BAB II
GAGASAN

A. Kondisi kekinian pendokumentasian di rumah sakit


Dokumentasi proses asuhan keperawatan merupakan tampilan
perilaku atau kinerja perawat pelaksana dalam memberikan proses
asuhan keperawatan kepada pasien selama pasien dirawat di rumah sakit.
Apabila kegiatan keperawatan tidak didokumentasikan dengan akurat dan
lengkap maka sulit untuk membuktikan bahwa tindakan keperawatan
telah dilakukan dengan benar (Hidayat, 2004).System pendokumentasian
di rumah sakit saat ini masih terdapat dua system yaitu secara
konvensional dan modern. Sistem pendokumentasian konvensional
berupa dokumentasi manual dengan menggunakan kertas yang mana hal
tersebut tidak menghemat biaya terhadap pembelian kertas, boros tempat
penyimpanan, sering hilang karena dokumen berupa lembaran- lembaran,
susah dicari karena dokumen terlalu banyak sehingga dapat merugikan
pasien dan perawat. Sedangkan sistem modern yang terbaru saat ini
masih secara umum yaitu Rekam Medis Elektronik yang mencakup
seluruh kegiatan tenaga medis.
B. Solusi yang Pernah Ditawarkan
Sistem pendokumentasian modern khususnya pada perawat yang ada
di rumah sakit besar saat ini yaitu adanya Rekam Medis Elektronik
(RME).Rekam Medis Elektronik (RME) adalah penggunaan metode
elektronik

untuk

pengumpulan,

penyimpanan,

pengolahan

serta

pengaksesan rekam medis pasien di rumah sakit yang telah tersimpan


dalam suatu sistem manajemen basis data multimedia yang menghimpun
berbagai sumber data medis.Namun RME tersebut masih mencakup
tenaga medis yang secara umum.
Keunggulan dari RME yaitu memberikandampak penurunan biaya
operasional dan peningkatan pendapatan di fasilitaspelayanan kesehatan

terutama bagi rumah sakit, penghematan penggunaan kertas dan tempat


penyimpanan pada pendokumentasian manual, dan efisiensi waktu. RME
saat ini dilengkapi dengan pemberian nama terang secara otomatis ketika
tenaga medis login pada data pendokumentasian.
Namun RME tersebut belum memiliki unsur sinkronisasi dari
berbagai tenaga medis seperti khususnya dokumentasi antara perawat dan
dokter maupun ahli gizi.Antar tenagamedis tersebut masih memiliki data
dokumentasi sendiri-sendiri tanpa diketahui satu dengan yang lain, selain
itu pasien juga merasa bosan dengan pertanyaan yang hampir sama dari
tenaga medis. Dilihat dari factor lain RME login dengan menggunakan
user dan password yang dimiliki oleh setiap perawat yang mana ketika
ada kasus terhadap suatu tindakan yang dilakukan oleh perawat dan
diproses dibadan hukum tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak
ada hal valid dan akurat sebagai bukti seperti tanda tangan yang terdapat
di dokumentasi manual.
C. Gagasan Baru
Salah satu upaya yang dilakukan untuk melengkapi fasilitas
pendokumentasian keperawatan RME tersebut yaitu dengan adanya RS
Servand (Rumah Sakit Server Andalan). RS Servand merupakan sebuah
gagasan yang hampir sama dengan RME namun degan inovasi terbaru
khususnya untuk perawat. Inovasi terbaru tersebut yaitu dengan
menerapkan system finger print.
RS Servand (Rumah Sakit Server Andalan) adalah sistem
pendokumentasian keperawatan yang bersifat menyatu yaitu antara
dokumentasi semua tenaga medis (dokter, perawat, dan ahli gizi) menjadi
satu dalam satu server.Servertersebut dapat di login oleh semua perawat
yang sedang shift dengan menggunakan finger print namun perawat tetap
dapat melihat data pendokumentasian dari dokter pada pasien yang telah
dirawatnya. Data pendokumentasian keperawatan tersebut nantinya akan
terkirim menjadi satu ke server utamanya. Inovasi terbaru dari server
tersebut yaitu melengkapi dengan finger print yang berfungsi sebagai

pengganti tanda tangan yang terdapat pada dokumentasi manual, d engan


finger print tersebut diharapkan bisa dijadikan sebagai bukti yang valid
dan akurat ketika ada kasus-kasus mengenai tindakan yang dilakukan
perawat.
Peralatan yang dapat menunjang adanya sistem ini yaitu adanya
penyediaan tab di setiap ruang rawat inap, sehingga ketika perawat
selesai melakukan tindakan bisa langsung melakukan pendokumentasian
dengan menggunakan tab. Selain itu pendokumentasian yang bersifat
menyatu tersebut dapat dilihat oleh masing- masing tenaga kesehatan
sehingga mereka mengetahui tindakan apa saja yang sudah dilakukan dan
ada sinkronisasi tindakan antar tenaga medis terutama pada tindakan
perawat.
D. Pihak Pihak yang Terkait
a. Manajer Rumah Sakit
Mengatur tentang kebijakan sistem RS Servand yang digunakan untuk
dokter, perawat dan ahli gizi.
b. Ahli IT
Membuat server pendukung sistem RS Servand yang dapat mengaitkan
antara dokumentasi perawat dengan dokter dan ahli gizi.
c. Perawat, Dokter, Ahli gizi
Sebagai pihak pendukung dalam penggunaan sistem RS Servand
E. Langkah Strategis
Strategis ini membutuhkan kurang lebih 6 bulan usaha intensive
yang akan melibatkan 4 pemangku kepentingan, diantaranya yaitu:
Manager rumah sakit, ahli IT, perawat , dokter dan ahli gizi.
Langkah pertama adalah melakukan diskusi dengan manager rumah
sakit dalam rencana pengolahan lanjut teknologi RS Servand. Output
dalam diskusi ini adalah kebijakan yang di keluarkan oleh manager
rumah sakit untuk memperbolehkan adanya teknologi RS Servand, selain
itu terdapat upaya untuk mendukung adanya teknologi RS Serva nd
dengan fasilitas yang menunjang terjadinya program ini

Langka kedua adalah membentuk grup untuk membuat grand design


terdiri dari manager RS , ahli IT, dokter, perawat dan ahli gizi.. Dalam
grup ini akan mendapatkan formulasi dan metode yang tepat untuk
pembuatan teknologi RS Servand. Pada penelitian sebelumnya oleh
Mamik Endang Ekawati,dkk (2013) sudah dipertimbangakan adanya RS
Servand, namun karena teknologi tersebut tidak dijamin hukumnya
karena menggunakan PIN atau username dan tidak ada tanda tangan
pihak yang melakukan pemeriksaan,tidak ada rumah sakit yang berani
melakukan teknologi ini. Output dari penelitian ini adalah mencoba
teknologi ini dengan loginnya menggunakan finger print atau sidik
jari,sehingga dapat dipercaya keaslian dan keakuratan datanya.
Langkah ketiga adalah teknologi ini akan di uji cobakan di sebuah
rumah sakit kerjasama.Terutama sebagai peangaksesan dan pembuatan
teknologi RS Servand.
Langkah keempat adalah melakukan evaluasi program berlangsung
sesuai dengan rencana atau tidak.
Tahap 1
Diskusi
Diskusi dengan Manager RS
dengan
Kebijaka
n
Tahap
2
program
RS
Pembuatan Grand Design
Tahap 2

Kebijakan program RS Servand

Kerjasama pembuatan program

Pembuat
an
Tahap
Grand 3
Kerjasa
Uji coba
di sebuah rumah
ma kerjasama
sakit
pembuat
an
Tahap 3
Tahap 4
Uji coba
di
Evaluasi program
apakah
sebuah
berlangsung sesuai rencana
rumah
atau tidak
sakit
kerjasam Gambar.1
a

Kebijakan program RS Servand

Dilakukan perbaikan bila belum


sesuai rencana

Kerangka Visi Strategis

Kebijaka
n
program
RS
Tahap 4
Tahap 1

10

Kerangka Visi Strategis Untuk Program Pembuatan Teknologi RS


Servand
Pemanfaatan kemajuan teknologi informatika untuk mempermudah kerja
perawat dan dokter dalam mendokumentasian setelah melakukan tindakan
kepada pasien.Dengan saat login menggunakan finger printatau sidik jari
agar dapat dipercaya keaslian dan keakuratan datanya.
Realisasi Program Teknologi RS Servand
Strategi ini membutuhkan kurang lebih 6 bulan usaha intensive yang akan
melibatkan 4 pemangku kepentingan, diantaranya yaitu: Manager rumah
sakit ahli IT, perawat, dokter dan ahli gizi
1.

Pembuatan Kebijakan dan Fasilitasi


Kami akan melakukan diskusi dengan manager rumah sakit dalam
rencana pengolahan lanjut teknologi RS Servand. Output dalam diskusi
ini adalah kebijanakn yang di keluarkan oleh Manager rumah sakit
untuk memperbolehkan adanya teknologi RS Servand, selain itu
terdapat upaya untuk mendukung adanya teknologi RS Servand dengan
fasilitas yang menunjang terjadinya program ini.

2.

Pembentukan Grup
Grup grand designyaitu dengan membentuk grup untuk membuat
grand design terdiri dari manager RS, ahli IT, dokter, perawat dan ahli
gizi. Dalam grup ini akan mendapatkan formulasi dan metode yang
tepat untuk pembuatan teknologi RS Servand
Percobaan Program
Program ini akan diuji cobakan di rumah sakit kerjasama

3.

4.

Evaluasi dan Perbaikan Program


Melakukan evaluasi dari hasil uji coba dan memperbaiki kekurangan
agar sesuai dengan yang diharapkan.

11

BAB III
KESIMPULAN
Implementasi program teknologi RS Servand diharapkan mampu
mempermudah kerja dokter, perawat dan ahli gizi dalam melakukan
pendokumentasian setelah melakukan tindakan kepada pasien.Serta dengan
penggunaan finger printkuat di mata hukum dan dibuktikan keaslian serta
keakuratan datanya.

12

DAFTAR PUSTAKA
Cornelia,et all. Effects of a Computer-based Nursing Documentation System
on the quality of Nursing Documentatio,2007
Departemen Kesehatan. 2001. Kebijakan dan strategi Pengembangan
Sistem Informasi Kesehatan Nasional. Depkes. RI. Jakarta
Asmadi.Konsep dasar keperawatan ; Eka Anisa Mardella. Jakarta: EGC
2008
Hidayat. 2004. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika.
Ekawati, M. E., Laksono, I. S., & Sanjaya, G. Y. (n.d.). Rekam Medis
Elektronik Tidak Menjamin Kelengkapan Dokumentasi Kesehatan
Pasien. Kesehatan Masyarakat FK UGM.

13

14

15

16

17

18

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pe mbagian Tugas


No

Nama / NIM

Program
Studi

Rainy Tri Kurnianingtyas


(22020113120042)

S-1 Ilmu
Keperawatan

Ferdyta Baskara
(22020113120052)
Mike Saeli Yuliana
(22020113140116)

S- 1 Ilmu
Keperawatan
S-1 Ilmu
Keperawatan

Aulia Valensi
Pratamaningtyas(22020113140122)

S-1 Ilmu
Keperawatan

5.

Ilham Habibullah A

Ilmu
Komputer

(24010314120052)

Bidang
Ilmu

Alokasi
Uraian Tugas
Waktu
(jam
/minggu)
Kedokteran 12 jam/
Pencarian
minggu
literature
berkaitan dengan
dokumnetasi
medis
Kedokteran 12 jam/
Konseptor system
minggu
RS Servand
Kedokteran 12 jam/
Penanggungjawab
minggu
penulisan karya
tulis
Kedokteran 12 jam/
Penanggungjawab
minggu
konsultasi dengan
pembimbing
Sains dan
12 jam/
Konseptor secara
Matematika minggu
garis besar
pemprograman
RS Servand

19