Sie sind auf Seite 1von 73

Undergraduate Class Standings

A student's class standing is determined by the total number of transfer credits


awarded by the UW, not by the number of years of college study or completion of
an associate degree.
The following table lists the required credits for each class:
Freshman

= 0- 44

Credits

Sophomore

= 45- 89

Credits

Junior

= 90-134

Credits

Senior

Credits or more

135

How can I determine my classification or class standing?


The following section provides information regarding classification for L&S
undergraduate students.
Undergraduate students at the University of Wisconsin-Madison are classified by year according
to the number of credits and grade points they have earned. An L&S undergraduate student
can determine his/her classification by referring to the following:

Freshman (first year): a student has fewer than 24 degree credits and a minimum of 0
grade points earned

Sophomore (second year): a student has at least 24 degree credits and a minimum of 48
grade points earned

Junior (third year): a student has a minimum of 54 degree credits and a minimum of 108
grade points earned

Senior (fourth year): a student has a minimum of 86 degree credits and a minimum of
172 grade points earned

For more information, see class standing.

Pasca-Sarjana
Program Studi & Konsentrasi Saat ini PPS UPI memiliki 19 Program Studi dengan 50 konsentrasi di
S2 dan 9 Program Studi dengan 36 konsentrasi di S3. Untuk Program S3, bidang konsentrasi
sesungguhnya lebih fleksibel dan tergantung minat mahasiswa yang ditempuh melalui kajian mandiri
dan penulisan disertasi dalam bidang konsentrasi yang bersangkutan. Rincian program studi dan
konsentrasi tersebut adalah sebagai berikut:
Program Magister Pendidikan (S2)
A. Administrasi Pendidikan dengan konsentrasi:
1. Perencanaan Pendidikan
2. Manajemen Persekolahan
3. Supervisi Pendidikan
B. Bimbingan dan Penyuluhan dengan konsentrasi:
1. Pendidikan Konselor
2. Pendidikan Anak Berbakat
3. Pendidikan Anak Usia Dini
4. Tes dan Pengukuran
C. Pendidikan Kebutuhan Khusus/PLB
D. Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
E. Pengembangan Kurikulum dengan konsentrasi:
1. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Dasar
2. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Menengah
3. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi

4. Pengembangan Kurikulum Pendidikan


5. Teknologi Pendidikan
6. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Guru
F. Pendidikan Seni
G. Pendidikan Luar Sekolah dengan konsentrasi:
1. Pelatihan dan Pengembangan SDM
2. Penyuluhan Masyarakat
3. Pendidikan Kehidupan Keluarga
4. Pendidikan Jarak Jauh
H. Pendidikan IPS dengan konsentrasi:
1. Pendidikan IPS SD
2. Pendidikan Sejarah
3. Pendidikan Geograf
4. Pendidikan Ekonomi
5. Pendidikan Bisnis
I.

Pendidikan Kewarganegaraan

J. Pendidikan IPA dengan konsentrasi:


1. Pendidikan IPA SD
2. Pendidikan Fisika Sekolah Lanjutan
3. Pendidikan Kimia Sekolah Lanjutan
4. Pendidikan Biologi Sekolah Lanjutan
5. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

6. Pendidikan Lingkungan
K. Pendidikan Matematika dengan konsentrasi:
1. Pendidikan Matematika SD
2. Pendidikan Matematika Sekolah Menengah
L. Pendidikan Bahasa Indonesia dengan konsentrasi:
1. Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing
M. Pendidikan Bahasa Inggris
N. Pendidikan Bahasa Jepang
O. Linguistik
P. Pendidikan Umum/Pendidikan Nilai dengan konsentrasi:
1. Pendidikan Nilai Moral
2. Pendidikan Keagamaan
3. Filsafat dan Teori Pendidikan
Q. Pendidikan Olahraga
R. Magister Manajemen Bisnis
S. Pendidikan Teknologi Kejuruan
Program Doktor Pendidikan (S3)
A. Administrasi Pendidikan dengan konsentrasi:
1. Manajemen Pendidikan
2. Pengawasan Pendidikan
3. Kebijakan Pendidikan
4. Pembiayaan Pendidikan

5. Manajemen Sistem Informasi Pendidikan


B. Bimbingan dan Penyuluhan dengan konsentrasi:
1. Konseling Sekolah
2. Konseling Perguruan Tinggi
3. Konseling Keluarga dan Setting Kemasyarakatan
4. Konseling Karier
5. Konseling Lintas-Budaya
6. Tes dan Pengukuran dalam Konseling
7. Pendidikan Luar Biasa
C. Pengembangan Kurikulum dengan konsentrasi:
1. Kurikulum Sekolah
2. Kurikulum Pendidikan Tenaga Kependidikan
3. Teknologi Informasi dalam Pendidikan
D. Pendidikan Luar Sekolah dengan konsentrasi:
1. Pendidikan Orang Dewasa
2. Pelatihan dan Pengembangan SDM
3. Pendidikan Jarak Jauh
E. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dengan konsentrasi:
1. Pendidikan Kewarganegaraan
2. Pendidikan Sejarah
3. Pendidikan Geograf
4. Pendidikan Ekonomi

F. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam


G. Pendidikan Matematika
H. Pendidikan Bahasa Indonesia
I.

Pendidikan Bahasa Inggris

J. Pendidikan Umum/Pendidikan Nilai dengan konsentrasi:


1. Filsafat dan Teori Pendidikan
2. Sosiologi Pendidikan
3. Antropologi Pendidikan
K. Pendidikan Olahraga
STATUS AKREDITASI
Berdasarkan hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan SK
nomor 2000-025 dan SK nomor 2000-032 pada tahun 2000, serta SK nomor 2002-061 tahun 2002,
sebelas Program Studi S2 telah diakreditasi dan mendapatkan status akreditasi A (Unggulan).
Kesebelas program studi tersebut adalah: Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan Penyuluhan,
Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Bahasa, Pendidikan IPA, Pendidikan IPS, Pengembangan
Kurikulum, Pendidikan Umum, Pendidikan Olahraga, dan Pendidikan Matematika.
Pada tahun 2002, berdasarkan SK nomor 2002-001, delapan Program Studi S3 telah diakreditasi
dan mendapatkan status akreditasi A untuk Program Studi Administrasi Pendidikan, Bimbingan dan
Penyuluhan, Pendidikan Bahasa, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Luar Sekolah,
Pendidikan Umum, dan Pengembangan Kurikulum. Sedangkan satu Program Studi S3 yakni
Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial memperoleh status akreditasi B

Program Studi
Pascasarjana UM memiliki Program Studi
Magister (S2) dan Doktor (S3)
MAGISTER(S2):
1.
Teknologi Pembelajaran
2.
Manajemen Pendidikan
3.
Bimbingan dan Konseling

4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.

Pendidikan Luar Sekolah


Pendidikan Bhs Indonesia
Pendidikan Bhs Inggris
Pendidikan Biologi
Pendidikan Matematika
Pendidikan Kimia
Pendidikan Geograf
Pendidikan Kejuruan
Pendidikan Ekonomi
Pendidikan Dasar
Pendidikan Fisika
Pendidikan Bisnis dan Manajemen
Manajemen
Pendidikan Olah Raga
Keguruan Bahasa
Keguruan Bahasa Arab
Keguruan Seni Rupa
Akuntansi
Ilmu Ekonomi
Pendidikan Sejarah

DOKTOR (S3):
1.
Teknologi Pembelajaran
2.
Manajemen Pendidikan
3.
Bimbingan dan Konseling
4.
Psikologi Pendidikan
5.
Pendidikan Bhs Indonesia
6.
Pendidikan Bhs Inggris
7.
Pendidikan Biologi
8.
Pendidikan Ekonomi
9.
Pendidikan Matematika
10.
Pendidikan Geograf
11.
Pendidikan Kejuruan
12.
Pendidikan Kimia
13.
Pendidikan Luar Sekolah

Blended learning
From Wikipedia, the free encyclopedia

Blended learning is a formal education program in which a student learns at least in part through
delivery of content and instruction via digital and online media with some element of student control
over time, place, path, or pace.[1][2][3] While still attending a brick-and-mortar school structure, faceto-face classroom methods are combined with computer-mediated activities.[4] A lack of consensus
on a definition of blended learning has led to difficulties in research about its effectiveness in the
classroom.[5]
Proponents of blended learning cite the opportunity for data collection and customization of
instruction and assessment as two major benefits of this approach.[6] Schools with blended learning
programs may also choose to reallocate resources to boost student achievement outcomes. [7]
Contents
[hide]

1 Terminology

2 History

3 Models

4 Advantages

5 Disadvantages

6 Community

7 Digital Natives

8 21st Century Literacies

9 See also

10 References

Terminology[edit]
The terms "blended," "hybrid," "technology-mediated instruction," "web-enhanced instruction," and
"mixed-mode instruction" are often used interchangeably in research literature. [8] The concept of
blended learning has been around for a long time, but its terminology was not firmly established until
about the start of 21st century. One of the earliest references to the term appears in a press release
in 1999, when the Interactive Learning Centers, an Atlanta-based education business, announced its
change of name to EPIC learning. The article mentions that The Company currently operates 220
on-line courses, but will begin offering its Internet courseware using the company's Blended
Learning methodology.[9] The meaning of blended learning widely diverged to encompass a wide
variety of synthesis in learning methods until 2006, when the first Handbook of Blended Learning by
Bonk and Graham was published. Graham challenged the breadth and ambiguity of the term's
definition, and defined 'blended learning systems' as learning systems that "combine face-to-face

instruction with computer mediated instruction."[10] Currently, use of the term blended learning mostly
involves "combining Internet and digital media with established classroom forms that require the
physical co-presence of teacher and students."[1]

History[edit]
Technology-based training emerged as an alternative to instructor-led training in the 1960s on
mainframes and mini-computers. The major advantage that blended learning offers is scale,
whereas one instructor can only teach so many people.[11] One example is PLATO (Programmed
Logic for Automatic Teaching Operations), a system developed by the University of Illinois and
Control Data. PLATO in particular had a long history of innovations and offered coursework from
elementary to the college level.[12] Mainframe-based training had a number of interface limitations that
gave way to satellite-based live video in the 1970s. The advantage here was serving people who
were not as computer literate. The major challenge was the expense required to make this work. In
the early 1990s, CD-ROMs emerged as a dominant form of providing technology-based learning as
bandwidth through 56k modems werent able to support very high quality sound and video. The
limitation to CD-ROMs was tracking completion of coursework, so learning management
systems emerged as a way to facilitate progress tracking. The aviation industry used this heavily to
track how well one did on courses, how much time was spent, and where someone left off.
AICC, Aviation Industry Computer-Based Training Committee, was formed in 1988 and companies
such as Boeing used CD-ROMs to provide training for personnel. Modern blended learning is
delivered online, although CD-ROMs could feasibly still be used if a learning management system
meets an institutions standards. Some examples of channels through which online blending learning
can be delivered include webcasting (synchronous and asynchronous) and online video (live and
recorded). Solutions such as Khan Academy have been used in classrooms to serve as platforms for
blended learning.[13]

Models[edit]
Although there is little consensus on the definition of blended learning and some academic studies
have suggested it is a redundant term,[14] there are distinct blended learning models that have been
suggested by some researchers and educational think tanks.
Blended Learning can generally be classified into six models: [15]

Face to face driver where the teacher drives the instruction and
augments with digital tools.[16]

Rotation students cycle through a schedule of independent online


study and face-to-face classroom time.[17][18]

Flex Most of the curriculum is delivered via a digital platform and


teachers are available for face-to-face consultation and support.[19]

Labs All of the curriculum is delivered via a digital platform but in a


consistent physical location. Students usually take traditional
classes in this model as well.[20]

Self-Blend Students choose to augment their traditional learning


with online course work.[21]

Online Driver All curriculum and teaching is delivered via a digital


platform and face-to-face meetings are scheduled or made
available if necessary.[22]

Advantages[edit]
Blended instruction is reportedly more effective than purely face-to-face or purely online classes.
[23]
Proponents of blended learning argue that incorporating the "asynchronous Internet
communication technology" into higher education courses serves to "facilitate a simultaneous
independent and collaborative learning experience." [24] This incorporation is a major contributor to
student satisfaction and success in such courses. The use of information and communication
technologieshave been found to improve student attitudes towards learning.[25] By
incorporating information technology into class projects, communication between lecturers and parttime students has improved, and students were able to better evaluate their understanding of course
material via the use of "computer-based qualitative and quantitative assessment
modules."[26]Students with special talents or interests outside of the available curricula
use educational technology to advance their skills or exceed grade restrictions. [27] Some online
institutions connect students with instructors via web conference technology to form a digital
classroom. These institutions borrow many of the technologies that have popularized online courses
at the university level.
Some advantages of blended learning, particularly at a Kindergarten to grade 12 level of education,
can be found under the general concept of educational technology . It is also one of the most
effective ways for Personalized learning at scale.

Disadvantages[edit]
Blended learning has a strong dependence on the technical resources or tools with which the
blended learning experience is delivered. These tools need to be reliable, easy to use, and up to
date, for them to have a meaningful impact on the learning experience.[24] IT literacy can serve as a
significant barrier for students attempting to get access to the course materials, making the
availability of high-quality technical support paramount. [25]
Reportedly the use of lecture recording technologies can result in students falling behind on the
materials. In a study performed across four different universities, it was found that only half of the
students watched the lecture videos on a regular basis, and nearly 40% of students watched several
weeks' worth of videos in one sitting.[28]

Community[edit]
A learning management system helps develop a better feel for an online community where
discussions can be held to better aid students.[29] This Virtual Learning Environment helps connect
professors with students without physically being present, thus making this a 'Virtual Cafe'. Many
schools use this online tool for online classes, classwork, question & answer forums, and other
school related work.[30] Blended learning yielded positive results from the online community. Such
results were compared and showed similar results from that of Alcoholics Anonymous and Weight
Watchers.[29]

Digital Natives[edit]
Students who were born in the last twenty years in first world countries are usually known as Digital
Natives. Because of the integration of technology into their lives, Digital Natives are thought to be
adept users of technology.[31]

Use of mobile technologies including tablets and cellphones allow digital natives to access
information quickly, so that it is feasible for blended learning to become part of the digital natives
learning process.

21st Century Literacies[edit]


The term "21st Century Literacies" was coined by The National Council of Teachers of English to
describe the social nature of learning that is supported by the ability to collaborate using digital
technologies in learning. Tools that support collaborative and blended learning
include Facebook, Twitter and Wikis.[32]

See also[edit]
Wikiversity has learning
materials about Blended
learning
Library resources about
Blended learning

Res
ources in your library

Res
ources in other libraries

M-learning

Educational technology

Personalized learning

Flip teaching

Media psychology

Networked learning

Virtual education

Virtual university

References[edit]
1.

^ Jump up to:a b Friesen, Norm (2012). "Report:Defining Blended


Learning"

2.

Jump up^ "Blended Learning: A Disruptive Innovation". Knewton.

3.

Jump up^ "Blended Learning (Staker / Horn May 2012)" (PDF).


Retrieved 2013-10-24.

4.

Jump up^ Strauss, Valerie (22 September 2012). Three fears about
blended learning, The Washington Post

5.

Jump up^ Oliver M., Trigwell, K (2005) "Can 'Blended Learning' Be


redeemed", E-Learning, Volume 2, Number 1

6.

Jump up^ Harel Caperton, Idit (2012). "Learning to Make Games for
Impact". The Journal of Media Literacy 59 (1): 2838.

7.

Jump up^ Jacob, Anna M (2011). "Benefits and Barriers to the


Hybridization of Schools" (PDF). Journal of Education Policy, Planning
and Administration 1 (1): 6182.

8.

Jump up^ Martyn, Margie (2003). "The hybrid online model: Good
practice.". Educause Quarterly: 1823.

9.

Jump up^ Interactive Learning Centers Announces Name Change to


EPIC Learning. (1999, March 5). The Free Library. (1999). Retrieved
October 18, 2013
fromhttp://www.thefreelibrary.com/Interactive+Learning+Centers+Anno
unces+Name+Change+to+EPIC+Learning.-a054024665

10. Jump up^ Bonk, C.J., & Graham, C.R. (2006). The handbook of
blended learning environments: Global perspectives, local designs.
San Francisco: JosseyBass/Pfeiffer. p.5
11. Jump
up^ http://media.wiley.com/product_data/excerpt/67/07879729/078797
2967.pdf
12. Jump up^ "Plato Rising". Atarimagazines.com. Retrieved 2013-10-24.
13. Jump up^ Coach resources (2012-10-11). "in the real world | Coach
resources". Khan Academy. Retrieved 2013-10-24.
14. Jump up^ Oliver M, Trigwell K (2005) "Can 'Blended Learning' Be
Redeemed?'" E-Learning, Volume 2, Number1 [1]
15. Jump up^ Friesen (2012) "Report: Defining Blended Learning"
16. Jump up^ "6 Models of Blended Learning". DreamBox.
Retrieved 2014-11-25.

17. Jump up^ DeNisco, Alison. "Different Faces of Blended Learning".


District Administration. Retrieved 2014-11-25.
18. Jump up^ Anthony Kim. "Rotational models work for any classroom".
Education Elements. Retrieved 2014-06-05.
19. Jump up^ "The Four Important Models of Blended Learning Teachers
Should Know About". Educational Technology and Mobile Learning.
Retrieved 2014-11-25.
20. Jump up^ "Blended Learning: How Brick-and-Mortar Schools are
Taking Advantage of Online Learning Options" (PDF). Connections
Learning. Retrieved 2014-11-25.
21. Jump up^ "Blended Learning 101" (PDF). Aspire Public Schools.
Retrieved 2014-11-25.
22. Jump up^ "6 Models of Blended Learning" (PDF). Idaho Digital
Learning. Retrieved 2014-11-25.
23. Jump up^ "Top 5 Benefits of a Blended Learning Platform".
Retrieved 2015-07-04.
24. ^ Jump up to:a b Garrison, D. R.; Kanuka, H. (2004). "Blended learning:
Uncovering its transformative potential in higher education". The
Internet and Higher Education 7: 95
105. doi:10.1016/j.iheduc.2004.02.001.
25. ^ Jump up to:a b S. Alexander, Flexible Learning in Higher Education,
In: Editors-in-Chief: Penelope Peterson, Eva Baker and Barry McGaw,
Editor(s)-in-Chief, International Encyclopedia of Education (Third
Edition), Elsevier, Oxford, 2010, Pages 441-447, ISBN
9780080448947, doi 10.1016/B978-0-08-044894-7.00868-X.
26. Jump up^ Alexander, S., & McKenzie, J. (1998). An Evaluation of
Information Technology Projects for University Learning.Canberra,
Australia: Committee for University Teaching and Staff Development
and the Department of Employment, Education, Training and Youth
Affairs
27. Jump up^ publications. "For Frustrated Gifted Kids, A World of Online
Opportunities". KQED. Retrieved 2014-05-24.
28. Jump up^ M. Gosper, D. Green, M. McNeill, R.A. Phillips, G. Preston,
K. Woo, Final Report: The Impact of Web-Based Lecture Technologies
on Current and Future Practices in Learning and Teaching, Australian
Learning and Teaching Council, Sydney (2008)
<http://mq.edu.au/ltc/altc/wblt/docs/report/ce6-22_final2.pdf>.
29. ^ Jump up to:a b http://jite.org/documents/Vol5/v5p235249Heinze156.pdf
30. Jump up^ http://uupinfo.org/research/working/bradford.pdf

31. Jump up^ "'Digital Natives, Digital Immigrants'," Marc Prensky,


accessed March 1, 2015,http://www.marcprensky.com/writing/Prensky
%20-%20Digital%20Natives,%20Digital%20Immigrants%20%20Part1.pdf.
32. Jump up^ Clifton, DeCosta, Roen. 2010. "Collaboration and Social
Interaction in English
Classrooms."http://www.jstor.org/stable/27807184.

Categories:

Pedagogy

Educational technology

Navigation menu

Create account

Log in

Read
Edit
View history
Go

Main page

Contents

Featured content

Current events

Random article

Donate to Wikipedia

Wikipedia store
Interaction

Help

About Wikipedia

Community portal

Recent changes

Contact page
Tools

What links here

Related changes

Upload file

Special pages

Permanent link

Page information

Wikidata item

Cite this page


Print/export

Create a book

Download as PDF

Article
Talk


Printable version
Languages

Catal

etina

Dansk

Deutsch

Espaol

Bahasa Indonesia

Italiano

Nederlands

Norsk bokml

Polski

Portugus

Romn

Slovenina

Slovenina

/ srpski

Suomi

Svenska

Trke

Edit links

This page was last modified on 2 September 2015, at 15:22.

Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License; additional


terms may apply. By using this site, you agree to the Terms of Use andPrivacy Policy.
Wikipedia is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit
organization.

Privacy policy

About Wikipedia

Disclaimers

Contact Wikipedia

Developers

Mobile view

This is the html version of the file http://eprints.uns.ac.id/13623/1/1401-3119-1-SM.pdf.


Google automatically generates html versions of documents as we crawl the web.
Page 1

PendidikanBiologi
Volume4,Nomor1
Januari2012
Halaman1522

THEIMPLEMENTATIONOFBLENDEDLEARNINGTOWARDSHIGH
SCHOOL
STUDENTOFTHEXIGRADEOFASSALAMISLAMICBOARDING
SCHOOL
FORTHEIMPROVEMENTOFTHEIRCRITICALTHINGKINGSKILL
INLEARNINGBIOLOGY
FerryDwiCahyadi

1)

,Suciati

2)

PENERAPANBLENDEDLEARNINGDALAM
PEMBELAJARAN
BIOLOGIUNTUKMENINGKATKANKEMAMPUAN
BERPIKIR
KRITISSISWAKELASXIIPA4PUTRASMARSBIPONDOK
PESANTRENMODERNISLAMASSALAAMSUKOHARJO
TAHUNPELAJARAN2011/2012

,RiezkyMayaProbosari

3)
1)

PendidikanBiologiFKIPUNS,Email:ferydwicahyadi@gmail.com

2)

PendidikanBiologiFKIPUNS,Email:suciatisudarisman@yahoo.co.id

3)

PendidikanBiologiFKIPUNS,Email:riezwan@gmail.com
ABSTRACTItalreadybeenknownthatbiologyasabranchofsciencewill
emphasizeson
howtothinkcriticallytogainmostofitsbasicconcepts.Hence,theweaknessesof
mastering
thiskindofskillwillbefollowedbytheunsuccessfulmasteringofitsconcepts
respectively.

FactualphenomenonobservedtowardshighschoolstudentofthegradeofXIof
Assalam
IslamicBoardingSchoolinacademicyear2011/2012showedthatstudentperforminga
teachercenteredclassicallearning.Studenthasneverinducedandmotivatedtobeareal
learner.This,makesstudentareunabletoperformgoodcriticalthinkingskill.Thisis
real
probleminthisclassthatneedstobesolvedtroughparticularstrategy.Blendedlearning
is
expectedtobeaneffectivestrategysinceitfacilitatesboth,studentcenteredlearning
and
optimizingtheuseofICTbasedlearning.Thisresearchisaimedtoascertain1)blended
learningimplementationinbiologicallearningprocess,2)blendedlearning
implementation
inbiologicallearningprocess.Thisresearchbelongstoclassroomactionresearch
consistof
fourcycleandeachhavefourphases,namelyplanning,actuating,observingand
reflecting.
ThesubjectoftheresearchisXIIPA4PutrastudentsatSMARSBIPondokPesantren
ModernIslamAssalaamSukoharjoinacademicyear2011/2012.Thedatawascollected
by
testandnontesttechnique,itwascarriedoutbyusingessaytest,observationsheet,
questionnaire,andinterview.Theobtaineddatawereanalyzedusingdescriptive
approach
andvalidatedthroughtriangulationmethod.Theresultsshowedthattheaverage
percentage
ofcriticalthinkingaspectfromessaytest,suchasthe1stcycle56,82%,the2ndcycle
61,93%,the3rdcycle68,94%andthe4thcycle75,75%.Therefore,itcanbeconcluded
that
1)blendedlearningcouldbeappliedinbiologicallearningprocess,2)blendedlearning
could
beusedtoimprovecriticalthinking.
Keywords:blendedlearning,criticalthinking,biologylearningprocess
PENDAHULUAN
Abadke21merupakanera
globalisasidimanateknologiinformasidan
komunikasi(TIK)berkembangsangat
pesat.Perkembanganeraglobalisasi
menuntutsektorpendidikanuntukmampu
menciptakansumberdayamanusiayang
kritisdanadaptifterhadapsetiap
perubahandanperkembanganyangterjadi.
Pembelajarandisekolahmerupakan


Page 2

16PendidikanBiologiVol.4,No.1,hal1522
bagianyangtakterpisahkandarisistem
pendidikan.Pembelajaransainsmerupakan
salahsatupendorongkemajuanteknologi
informasidankomunikasiyangditerapkan
disekolah.Pembelajaransainsharus
diajarkansesuaidenganhakikat
pembelajaransainsyangmencakupranah
kognitif(mindson),afektif(heartson)dan
psikomotor(handson)(Rustaman,2011).
MenurutNationalScienceTeachers
Association(2006),tuntutanpembelajaran
sainspadaabadke21adalah
mempersiapkanpesertadidikdengan
berbagaiketerampilandankecakapan
sepertiberpikirkreatif,inovatif,kritis,
pemecahan
masalah,
komunikasi,
kolaborasi,ICTLiteracydanke
pemimpinan.Kemampuanberpikirkritis
danketerampilanmenggunakanTIK
merupakansalahsatumodaldasaryang
harusdimilikiolehpesertadidikuntuk
menghadapipersaingandieraglobalisasi.
PemerintahIndonesiamenyikapi
eraglobalisasiinidenganmenye
lenggarakan
pendidikan
bertaraf
internasionalatauRSBI(RintisanSekolah
Bertaraf
Internasional).
RSBI
diselenggarakanuntukdapatmencetak
lulusanyangberdayasaingglobal.
PembelajaransainsdiRSBIkhususnya
biologiharusuptodatedengan

perkembanganzamantanpameninggalkan
hakikatpembelajaransains.Pembelajaran
biologiharusmampumengajaksiswa
untukmenginterpretasi,menganalisis,
mengevaluasi,menyimpulkan,menjelas
kandanmengaturdiriataskumpulan
kumpulanfaktadankonsepbiologi.
SMAPondokPesantrenModern
Islam(PPMI)AssalaamSukoharjo
merupakansalahsatuSMApenyelenggara
programRSBI(RintisanSekolahBertaraf
Internasional)diSukoharjo.Hasil
observasiterhadapprosespembelajaran
biologikelasXIIPA4PutraSMAPPMI
AssalaamSukoharjotahunajaran
2011/2012menunjukkanbahwapersentase
siswabertanyamengenaimateriyang
diajarkansebesar14,28%,siswamenjawab
pertanyaandarigurudenganditunjukoleh
gurusebelumnyasebesar9,52%,siswa
menggunakansumberbelajaryangterbatas
berupabukupaketselamaKBMsebesar
85,71%dansiswakurangmemperhatikan
saatKBMberlangsungsebesar19,04%.
Siswabelumoptimaldilibatkandalam
kegiatanpembelajaransepertikegiatan
berdiskusi,menganalisapermasalahan,
menyimpulkankegiatanbelajardan
cenderungberpusatpadagurusehingga
pembelajaranlebihkearahtransferof
knowledge.Pembelajaranjugakurang
mengoptimalkanfasilitassaranadan
prasarana(TIK)yangadadiSMAPPMI
AssalaamSukoharjosebagaisalahsatu
SMAbertarafinternasional.

Page 3

FerryDwiCahyadiPenerapanBlendedLearningDalamPembelajaran
Biologi
17

Solusi
untuk
mengatasi
permasalahan
adalah
menerapkan
pembelajaranbiologiyangmampu
mengembangkankemampuanberpikir
kritisdanmengakomodasisiswauntuk
mengoptimalkanpenggunaanteknologi
informasikomunikasi.Blendedlearning
adalahstrategipembelajaranyang
mengintegrasikanantarapembelajaran
tatapmukadenganpembelajaranberbasis
web(Dzakiria,2006).Pembelajaran
blendedlearningdalampenelitianini
dilakukandenganmenerapkandelapan
tahapansesuaiWoodall&Hovis(2010)
yaitu1)prepareme:gurumengkondisikan
siswauntuksiapmengikutipembelajaran
yangakandilakukansertamembagi
siswadalambeberapakelompoksecara
heterogen.2)tellme:Gurumembimbing
siswauntukmemahamitopikyang
diberikan
kepada
masingmasing
kelompok.3)showme:guru
membimbingsiswauntukmelakukan
observasi,sehinggasiswadapat
menjelaskantopikyangdibahas.4)let
me:gurumembimbingsiswauntuk
melakukanpengelompokan(peng
klasifikasian)materiyangdibahas,serta
melengkapilembarkerjasiswa
(LKS/WorkSheet)denganmenggunakan
berbagaisumberbelajaryangdiperoleh
daribukuatauinternet.5)coachme:guru
membimbingsiswauntukberdiskusi
dalamkelompokkecildanmembawanya
dalamdiskusisecaraonline.6)connect

me:gurumembimbingsiswauntuk
mengkomunikasikanhasildiskusi
kelompokkecildidepankelas.Guru
membimbingsiswauntukmenyimpulkan
hasilkegiatanpembelajaranyangtelah
dilakukan.7)supportme:guru
memberikankonfirmasikepadasiswa
agartidakterjadisalahkonsep.Guru
membimbingsiswajikadidalamdiskusi
ataupunpencariansumberbelajarterjadi
kekurangan.8)checkme:guru
memberikanevaluasiberupatespada
masingmasingsiswauntukmengetahui
sejauhmanapenguasaankonsepmateri
yangdiperolehsiswa.Gurumemberikan
penugasankepadasiswauntuk
mengkaitkanpengetahuansiswaterhadap
pembelajaranyangakandilakukanpada
pertemuanselanjutnya.
Penelitianinibertujuanuntuk
mengetahui1)Penerapanblendedlearning
dalampembelajaranbiologi2)Penerapan
blendedlearningdalampembelajaran
biologiuntukmeningkatkankemampuan
berpikirkritissiswa.
METODEPENELITIAN
PenelitianinimerupakanPenelitian
TindakanKelas(PTK)yangditerapkandi
kelasXIIPA4PutraSMARSBIPPMI

Page 4

18PendidikanBiologiVol.4,No.1,hal1522
AssalaamSukoharjoTahunPelajaran
2011/2012.Penelitianinidilaksanakan
padasemesterganjil.Teknikpengumpulan
datameliputitekniktesdantekniknontes.
Tekniktesberupatesuraian,digunakan
untukmengukurkemampuanberpikir
kritissiswa.Tesdikembangkan
menggunakanaspekkemampuanberpikir

kritisdariFacione(2011)yaitu
interpretation,analyze,evaluation,
inference,explanation,selfregulation.
Tekniknontesmeliputiobservasi,
wawancaradanangket.Observasipada
siswadialkukanuntukmengetahui
perilakusiswayangmengembangkan
aspekkemampuanberpikirkritis.
Obervasiterhadapgurudifokuskanpada
keterlaksanaantahapanblendedlearning
dikelas.Validitasdatadalampenelitianini
menggunakantriangulasiteknik.Analisis
datamenggunakanmodelanalisisMiles
danHuberman.Targetpenelitian
ditentukanolehpenelitisebesar75%.
Prosedurdanlangkahlangkahdalam
penelitiantindakankelasinimengikuti
modelKemmisdanMc.Taggartyang
berupamodelspiralyaitudalamsatu
siklusterdiridaritahapperencanaan,
tindakan,observasidanrefleksi.
HASILDANPEMBAHASAN
Penerapanblendedlearningdi
kelasXIIPA4Putradilakukanmelalui
pengintegrasianpembelajarantatapmuka
(facetofacelearning)yangberupa
kegiatanpemecahanmasalahpadalembar
kerjasiswa(LKS)dalamdiskusikelompok
danpengamatandilaboratoriumbiologi
denganpembelajaranberbasisinternet
(online
atau
textbased
asynchronouslearning)
melalui
penggunaanperangkatlunakMoodle
sebagaisaranaforumdiskusionlineserta
penggunaaninternetuntukmencarisumber
informasiataureferensipendukung
argumennya.
Hasilobservasipengimplemen

tasianblendedlearningmenunjukkan
siswamenjadilebihaktifdalammencari
sumberinformasiuntukbelajardan
mampumengkategorisasikaninformasi
yangdiperolehnya.Haliniterjadikarena
kegiatandiskusisiswabaiksecara
langsung(synchronous)maupuntidak
langsung(asynchronous)menjadilebih
interaktifdanmendalam,siswadapat
salingmemberikananalisadengan
argumenyangdiperolehnyadarisumber
yangbervariasi.Interaksiyangterjadiini
membantumengembangkankemampuan
berpikirkritissiswa.Siswajuga
dioptimalkandalampenggunaanteknologi
informasidankomunikasi(TIK)melalui
perangkatlunakMoodledaninternet.Guru
jugadapatmengembangkanpembelajaran
aktif,kreatif,efektif,menyenangkandan
kontekstualberbasisTIKsesuaituntutan

Page 5

FerryDwiCahyadiPenerapanBlendedLearningDalamPembelajaran
Biologi
19
prosespembelajarandisekolahRSBI.Hal
inibelumterjadiketikaproses
pembelajarandikelasmasihsatuarahdari
guru.
Berdasarkantesuraianyang
dilakukanuntukmengukurkemampuan
berpikirkritisdarisikluspertamahingga
sikluskeempatdiperolehpeningkatanyang
berbedabedauntuksetiapaspeknya,
sepertipadaGambar1.
Berdasarkangambar1ada
peningkatanyangberbedabedauntuk
setiapaspekkemampuanberpikirkritis
darisikluspertamahinggasikluskeempat.
Aspekdengancapaiantertinggidarisiklus

pertamahinggasikluskeempatadalah
aspekinterpretation.Aspekanalysis
mengalamipenurunanpadasikluskedua
namunmeningkatsecarabertahappada
siklusberikutnya.Secaraumum
kemampuanberpikirkritissiswadari
sikluspertamahinggasikluskeempat
terjadipeningkatan.Nilairataratakelas
untukteskemampuanberpikirkritisjuga
mengalamipeningkatandarisiklus
pertamasampaisikluskeempatseperti
padaGambar2.
Sikluspertama,siswamasihbelum
aktifdalamkegiatandiskusikelompok,
beberapasiswamengerjakanLKSsecara
individu.Pengamatanjenisdanstruktur
tulangyangdilakukansiswadi
laboratorium
biologi
belum
mengoptimalkanpenggunaanmodel
rangkamanusia.Siswabelumterbiasa
denganpenggunaanMoodle,forummasih
didominasisiswasiswatertentudanlebih
banyakmenggunakaninternetuntuk
membukasitussitusjejaringsosialyang
tidakterkaitdenganmaterijenis,struktur
danfungsitulangdansendi.Pengumpulan
tugasdengancaramengunggahkeMoodle
belumterlaksanadenganbaikkarena
beberapasiswakesulitanmendapatkan
akseskekomputerdiluarjamsekolah
sehinggaharusijinkeluardariasrama.

Page 6

20PendidikanBiologiVol.4,No.1,hal1522
Sikluskeduamenunjukkanadanya
perbaikandanpeningkatan.Siswa
melakukanpengamatanvideoproses
osifikasidangambarpenyakittulangpada

manusia.
Siswa
mulai
terbiasa
menggunakanperangkatlunakMoodledan
aktivitasdiskusidiforumMoodleberjalan
lebihbaikdaripadasikluspertama.
Frekuensisiswamembukasitussitusyang
tidakberkaitandengankegiatan
pembelajaranberkurangkarenagurumulai
menerapkansanksibagiyangketahuan
membuka
situs
diluar
materi.
Pengumpulantugasbagisiswayangtidak
memilikikomputerataunotebook
difasilitasidenganijinakseske
laboratoriummultimediadiluarjam
sekolahsampaisore.
Siklusketigaaktivitasdiskusidi
kelompokberjalanlebihbaik,kegiatan
pengamatan
jenisjenis
otot
di
laboratorium
dan
pembahasannya
berlangsunglebihinteraktif.Siswamampu
mengamati,menggambarkanpreparat
awetan,danmembandingkanhasil
pengamatandengansumberbelajarlain
yangdiperolehselainguru.Pemanfaatan
teknologiinformasijugameningkat,
terlihatdariaktivitassiswayangmencari
sumberbelajarmelaluiinternet.
Peningkatandanperbaikankegiatan
pembelajaranterusdilakukanagar
pengimplementasianblendedlearning
dapatberjalanlebihbaik.

Sikluskeempathampirsemua
siswamampumenggunkanMoodle
denganlancar,kegiatandiskusibaikdi
kelompokdandiforumMoodlejuga
menunjukkanpeningkatanaktivitas
berpikirkritis.siswaaktifdalam
mengobservasikasuskasustentang
penyakitototpadamanusiasertamampu
memanfaatkanteknologiinformasiuntuk
menyelesaikanpermasalahandalam
kehidupanseharihari.Siswamembuka
jurnal,artikel,dansumberilmiahlainnya.
Gurumampumengarahkansiswauntuk
aktifberdiskusidalamkelompokkecil
maupunkelas.Gurumemanfaatkan
teknologiinformasidenganbaikserta
mengkonfirmasipengetahuansiswa
tentangkasuskasuspenyakitototyang
seringterjadidalamkehidupanseharihari.
Gurumampumengarahkansiswauntuk
mengembangkanmateriseluasluasnya
melaluimediainternet.Halinisesuai
denganhasilpenelitianArend(2009)
tentangpengembangankemampuan
berpikirkritisdalamdiskusionline
menunjukkanbahwadiskusionline
memberikanwaktudanruangyangcukup
bagisiswauntukopenendedthinking
sehinggakemampuanberpikirkritisbisa
ditingkatkan.Gurumemilikiperananyang
sangatpentingdalamdiskusionline.Guru

Page 7

FerryDwiCahyadiPenerapanBlendedLearningDalamPembelajaran
Biologi
21
dalampengembangankemampuanberpikir
kritisharusmampumerespondan
memberikan
pertanyaan

yang
mengarahkansiswauntukberpikir,
berinteraksidanberefleksipadakegiatan
diskusionline.Ditambahkanpulaoleh
Jacobsen,dkk(2009)bahwakemampuan
berpikirkritissepertiinterpretasidapat
ditingkatkanmelaluidiskusikelompok
yangtertatadandibimbinglangsungoleh
guru.
Wawancarayangdilakukanpada
akhirsikluspadasiswadangurujuga
ditemukanbahwadenganpembelajaran
blendedlearningsiswamerasasenang
dengankegiataninidantermotivasiuntuk
mengikutisetiapaktivitas.Halsenadajuga
dinyatakanBekele(2010)bahwa
pembelajarandalaminternetsupported
learningenvironmentsmembantu
memotivasisiswadalambelajardan
tingkatkepuasansiswamengikuti
pembelajaranjugameningkat.Pemahaman
konseppadamateri,dirasakanlebih
mengenaolehsiswakarenaselamaini
pembelajaranbiologicenderunghafalan
danmencatat.
Penggunaanpermasalahanberupa
pertanyaandalamLKSjugamerupakan
salahsatufaktoryangberpengaruh
terhadappengembangankemampuan
berpikirkritissiswaselainberfungsi
sebagaimediauntukmengaktifkansiswa
dalamkegiatanpencariansumberreferensi
diinternet,diskusikelompok,presentasi
kelasdandiforumMoodle.Pencarian
sumberreferensidiinternetdan
penggunaanMoodleuntukmenunjang
keterampilandanpengetahuanteknologi
informasidankomunikasi(TIK)bagi
siswa.Halsenadajugadisampaikan
Wannapiroon(2008)danenda&
Odabai(2009)dalampenelitiannya

tentangpengembanganmodelproblem
basedblendedlearning(PBBL)untuk
membangunkemampuanberpikirkritis
menunjukkanbahwapenerapanmodel
PBBLyangmengintegrasikanunsur
pemecahanmasalahdalamwebbased
instructiondanfacetofaceinstruction
dapatmembangunkemampuanberpikir
kritisdanmembantusiswadalam
pengembanganketrampilanTIK.
KESIMPULAN
1.Blended
learning
dalam
pembelajaran
biologi
dapat
diterapkanpadasiswakelasXIIPA
4PutraSMARSBIPondok
PesantrenModernIslamAssalaam
Sukoharjo
tahun
pelajaran
2011/2012.
2.Blended
learning
dalam
pembelajaran
biologi
dapat
meningkatkankemampuan

Page 8

22PendidikanBiologiVol.4,No.1,hal1522
berpikirkritissiswakelasXIIPA4
PutraSMARSBIPondok
PesantrenModernIslamAssalaam
Sukoharjotahunpelajaran
2011/2012.
DAFTARPUSTAKA

Arend,B.(2009).EncouragingCritical
ThinkinginOnlineThreaded
Discussion.TheJournalsof
EducatorsOnline,6(1),123.
Arikunto,S.,Suhardjono.,&Supardi.
(2011).PenelitianTindakan
Kelas.Jakarta:BumiAksara.
Bekele,T.A.(2010).Motivationand
SatisfactioninInternetSupported
LearningEnvironments:A
Review.EducationalTechnology
&Society,13(2),116127.
Dzakiria,H.,Mustafa,C.S.,&Bakar,H.
A.(2006).MovingForwardwith
BlendedLearning(BL)asa
PedagogicalAlternativeto
TraditionalClassroomLearning.
MalaysianOnlineJournalof
InstructionalTechnoloyMOJIT,3
(1),1118.
Facione,P.A.(2011).CriticalThinking:
WhatItIsandWhyItCounts.
Millbrae:MeasuredReasonand
TheCaliforniaAcademicPress.
Jacobsen,D.,Eggen,P.,&Kauchak,D.
(2009).MethodsForTeaching:
MetodeMetode
Pengajaran
MeningkatkanBelajarSiswaTK
SMAEdisiBahasaIndonesia.
Yogyakarta:PustakaPelajar.
NationalScienceTeachersAssociation.
(2006).Frameworkfor21st
CenturyLearning.Diperoleh22
Juni
2011,
dari
http://science.nsta.org/ps/Final21s
tCSkillsMapScince.pdf
enda,S.,&Odabai,H.F.(2009).
EffectsofAnOnlineProblem

BasedLearningCourseon
ContentKnowledgeAcquisition
andCriticalThinkingSkills.
Computers&Education,53,132
141.
Sugiyono.(2011).MetodePenelitian
Pendidikan:
Pendekatan
Kuantitatif,KualitatifdanR&D.
Bandung:Alfabeta
Wannapiroon,P.(2008).Developmentof
ProblemBasedBlendedLearning
ModelinUndergraduate
StudentsCriticalThinking.
ThaicyberUniversityEjournals.
Diperoleh1April2012,dari
ejournals.thaicyberu.go.tr/index.p
hp/ictl/article/view/39/39
Woodall,D.,&Hovis,S.(2010).Eight
PhasesofWorkplaceLearning:A
Frameworkfor
Designing
BlendedPrograms.Diperoleh16
Agustus
2011,
dari
http://www.skillsoft.com/news/w
hite_papers.pdf

Skip to mainSkip to footer


U N I V E R S I T Y O F W ATE R L O O
SEARCH
Search

A B O U T W ATE R L O O

F A C U LTI E S & A C A D E M I C S

OFFICES & SERVICES

S U P P O R T W ATE R L O O

SEARCH SCOPE

o
o
o
o

Centre for Teaching Excellence home


About CTE
Upcoming events
Resources
Teaching tips
Blended learning
Integrative learning
Educational technologies
Grants
Awards

Information for

Faculty and staff


Chairs and directors
Postdoctoral fellows
Graduate students

You are here


Centre for Teaching Excellence Resources Teaching tips Learning activities

Developing online learning activities for


blended courses
Active learning in the classroom can increase student

engagement and promote learning. The online environment can also be used to create
active learning opportunities for students that help them engage with challenging concepts
or that provide self-assessment of self-reflection opportunities. Blended courses, those with
online and face-to-face components, provide an opportunity to integrate the learning that is
done online and in the classroom so that students can see clear connections between what
they are doing in both environments. Introducing an online activity in class and then
providing feedback to the activity in class after the activity is completed can help close the

loop of learning for students. The questions outlined below can help you think about the
objectives of an online activity, the most appropriate technology for building it and how
students will receive feedback and be assessed on their learning and work.
Online learning activities include: synchronous and asynchronous online discussions, online
self-assessments, blogs, wikis, virtual field trips, virtual labs, case studies, simulations,
problem solving, concept mapping, and interactive learning objects. Learning objects and
reusable learning activities can be found in online repositories such as Merlot or through the
instructor resources repository in our current learning management system (log
into LEARN and go to the link in the repositories section of your course listing page).
Activities can be relatively straightforward tasks that an individual can complete in a short
amount of time, or more complex activities that can include collaboration between students
and have a longer timeframe. All activities should promote meaningful engagement with
course concepts and not become busy work for the students.

Ask yourself:
What is the objective or intended learning outcome of this activity?
Most course outlines or syllabi have a set of course objectives or intended learning
outcomes for a course; using these same principles, articulate one specific objective or
intended learning outcome for the activity. See the Centre for Teaching Excellence teaching
tip Writing Learning Outcomes.

How long should the learning take?


This will depend on the objective or intended learning outcome of the activity. The
interaction and learning time can be short, for example a 5 minute self assessment for
students to monitor their understanding of a concept, or longer, such as a series of practice
problems that are linked to a java applets or web-based interactive simulations that could
take up to an hour.

Will the activity be individual, collaborative or both?


Although we tend to imagine students working alone at their computers, student often
tackle their online activities in pairs or trios; two or three heads can be better than one!
Peertopeer interactions and dialogue about challenging concepts and problem solving can
increase their engagement and help learning, so it can be helpful to design activities with
this in mind and to encourage students to collaborate on such activities.

Which media and technologies should be used?

Keep it simple. The overwhelming range of tools and media options available can make it
challenging to choose how to best design and deliver an online activity. Use the objective or
intended learning outcome of the activity as a starting point to decide which visual and
audio components will be most effective. Our learning management system provides many
tools that can be the starting point of a learning activity (quizzes, discussion forums, wikis)
and scaffolded learning opportunities can be created that provide access to a sequence of
activities of increasing complexity or difficulty in a controlled timeframe or through a series
of learner actions. Tools and resources that are external to our learning management
system can be used to develop online learning activities, but may not provide opportunities
to back-up student work. If grades are given for the activity or student participation is to be
tracked and reviewed for participation grades, external tools may not have the stability and
longevity that institutional resources provide.

How will the learners get feedback on what they have learned?
Close the loop of learning by providing feedback to the activity. Effective feedback can
direct and guide a student and help them understand if they have achieved understanding.
When providing individual feedback is impractical, model answers or links to helpful
resources can be provided automatically and immediately online and can be based on their
performance in the activity. Effective feedback to activities can also be given to the whole
class during class time where the online activity can be a springboard to deeper in-class
learning or connected to new concepts.

How will the learning be assessed?


We typically provide summative assessment to students by grading them on tasks and their
grade, or mark, reflects how well they have preformed on the task. Formative assessment,
on the other hand, can help students recognize misconceptions and guide them to better
understanding and thus better performance on future assessments. Both formative and
summative assessment can be part of a learning activity depending on the objective or
intended learning outcome of the task.

How will I motivate students to participate in the activity?


If an activity is perceived as valuable to students and properly integrated into a course,
students will be more motivated to do the activity. Participation marks or a small grade
allocation for engaging in an online learning activity can also increase students motivation.
Students are more likely to participate in low stakes activities if they are going to be
integrated into their experiences in the classroom, tutorial or lab. Providing real world,
authentic tasks that are relevant to students lives or future professional lives that are
challenging, but achievable, can also increase motivation.

How will learners communicate with each other and ask the
instructor questions?
Providing opportunities for students to ask questions about the learning activity in class or
through online frequently asked questions discussion boards can help create a supportive
environment for learning to take place.

Ambrose, S.A., Bridges, M.W., DiPietro, M., Lovett, M.C. and Norma, M.K.
(2010) How Learning Works: Seven Research-Based Principles for Smart Teaching. San
Francisco: Jossey-Bass.

Bonwell, C. and Eison, J., (1991). Active learning: Creating excitement in the
classroom.ASHE-ERIC Higher Education Report No. 1.

Chickering, A. and Gamson, S.C., (1996). Implementing the Seven Principles:


Technology as a Lever, AAHE Bulletin, October, pp.3-6.

Fink, L. D. (2003). Creating significant learning experiences: An integrated approach


to designing college courses. San Francisco: Jossey-Bass.

Meyers, C. and Jones, T.B. (1993). Promoting active learning: Strategies for the
college classroom. San Francisco: Jossey-Bass.

Stice, J. E. (1987). Using Kolbs Learning Cycle to Improve Student Learning.


Engineering Education, 77(5), 291-296.

Wiggins, G. and McTighe, G., (2005). Understanding by Design. Alexandrai, VA:


Association for Supervision and Curriculum Development.

Search for tips


Containing all of the words

Containing any of the words

Containing the phrase

Containing none of the words

Search

Teaching tip categories

Educational Technologies

Planning courses and assignments

Assessing students

Creating a positive learning environment

Lecturing and presenting

Learning activities

Professional development

Tips for students

Site feedback

The Centre for Teaching Excellence


Environment 1, Office 325
Phone: 519 888 4567 x 33353
Fax: 519 888 9806
Email: cte@uwaterloo.ca

200 University Avenue West


Waterloo, ON, Canada N2L 3G1
+1 519 888 4567
Contact Waterloo
Maps & Directions
Employment
Media
Accessibility
Feedback

Privacy
Copyright
University of Waterloo social media directory
Log in

MAKALAH KELAS MAYA LENGKAP :v

SIMULASI DIGITAL
KELAS MAYA

OLEH :

1.Achmad Nuur Fadhillah


2.Alherani Junivia Nugraha

(01)
(04)

3.Annisa Priski Liana


4. Ariffani widyaningrum
5.Muchammad Febri Catur Subagyo

(06)
(08)
(19)

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha
Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai
waktu yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas Kelas Maya, salah satu
pelajaran yang kami terima dari guru pembimbing kami.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman materi ini yang
sangat diperlukan dalam pembelajaran kami saat ini. Dan juga yang terpenting yaitu
untuk memenuhi tugas Simulasi digital.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah
membinbing kami dalam penyelesaian makalah ini yaitu, Bapak Firman Ayatullah . Kami
juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman atas kejasamanya.
Kami menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan pada makalah ini.
Oleh karna itu kami mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang
bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini.
Demikian makalah ini kami buat semoga memberikan manfaat.
MALANG, 22 September 2014
PENYUSUN
DAFTAR ISI

Cover
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1 KELAS MAYA
A. Pengertian
B. Tujuan

C.Manfaat
D. Kelebihan dan Kekurangan
E. Pemanfaatan
F. Model
G. Fungsi
H. Komponen
I. Jenis Jenis
BAB II MEMBUAT KELAS MAYA MENGGUNAKAN EDMODO
A. Membuat Akun Gmail
B. Membuat Akun EDMODO
BAB III KESIMPULAN
Daftar Pustaka

BAB I
KELAS MAYA

A. PENGERTIAN
Kelas Maya adalah kelas yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara
pengajar dan yang menerima bahan ajar. Kelas Maya berhubungan langsung dengan internet.
Dimana pengajar menyediakan sebuah forum kepada para penerima bahan ajar dan melakukan
diskusi seperti kegiatan belajar mengajar dikelas.

Yang membedakan kelas maya dengan kelas konvensional yaitu adanya pembatasan
berkomunikasi, karena jelas beda berdiskusi secara langsung dengan berdiskusi secara tidak
langsung.

Dalam kelas maya dapat diketahui kemajuan proses belajar, yang dapat dipantau baik oleh
guru, siswa maupun orang tua. Selain digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh, system
tersebut juga dapat digunakan sebagai penunjang kelas tatap muka.

B. TUJUAN
Tujuan dibentuknya kelas maya adalah berupaya untuk menciptakan pembelajaran
yang dilaksanakan kapan saja dan dimana saja, serta bertujuan untuk menghemat waktu dan
biaya. Dan juga untuk meningkatkan penggunaan teknologi IT Sehingga pembelajaran dapat
dilaksanakan secara efiaien dan kreatif, sehingga dapat menarik minat siswa dalam belajar.

C. MANFAAT
Manfaat kelas maya adalah sebagai berikut :
1) Mendorong siswa untuk meningkatkan ilmu pengtahuan teknologi.
2) Dapat melatih siswa untuk berinteraksi dan memberikan pendapatnya.
3) Mendorong siswa untuk lebih ingin tahu.
4) Melatih pemikiran kreatif dan inovatif sehingga lebih menarik dan berkesan daripada kelas
yang dilakukan secara konvensional.

D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


1) Kelebihan

Menghemat waktu dan biaya

Dapat menjadi pengalaman pribadi yang positif

Terdapat banyak referensi tambahan

Dapat menunjang pembelajaran kelas konveional

Jangkauan lebih luas

Pembelajaran lebih kreatif dan efisien

Menambah pengetahuan tentang IT

2) Kekurangan

Koneksi jaringan kecenderungan terhadap media

Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar

Siswa yang tidak kreatif akan tertinggal

Terlalu banyak sumber

Banyak Penyalahgunaan

Terlalu banyak virus dari sumber

E. PEMANFAATAN
1) Konektivitas
Akses terhadap beraneka ragam informasi tersedia dalam skala global. Selama siswa
memanfaatkan koneksi internet siswa akan mendapatkan informasi apapun yang tersedia dalam
world wide web (www). Dalam mencari informasi, siswa juga tidak akan merasa kesulitan
berkat bantuan search enginee seperti Google atau Bing.

2) Fleksibilitas
Belajar dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja. Dengan cara belajar yang terjadwal
dalam kelas yang siswa laksanakan selama ini (kelas konvensional), guru adalah sumber belajar

utama bagi siswa. Akan tetapi dengan kelas konvensional yang diperkaya dengan TIK, siswa
memiliki kebebasan dalam menentukan waktu yang tepat kapan siswa belajar dan tempat siswa
belajar, selama siswa dapat menggunakan komputer dan mengakses internet.

3) Interaksi
Evaluasi belajar dapat dilaksanakan seketika dan mandiri. Dengan memanfaatkan TIK,
siswa dapat mengerjakan tugas, menjawab pertanyaan, maupun mengerjakan ujian di manapun
dan kapanpun siswa inginkan. Dalam beberapa model ujian, siswa juga dimungkinkan untuk
mendapatkan hasil penilaian maupun umpan balik secara otomatis, sehingga siswa tidak perlu
menunggu lama untuk mengetahui hasil penilaian ujian Anda.

4) Kolaborasi
Penggunaan perangkat diskusi dapat mendukung pembelajaran kolaborasi di luar ruang
kelas. Dengan memanfaatkan internet, siswa telah berada dalam sebuah jaringan yang luas. Oleh
karena itu, dengan memanfaatkan perangkat diskusi melalui internet, siswa dapat berkomunikasi,
berdiskusi, bertukar pendapat, baik mengenai sebuah ide, permasalahan, maupun solusi dengan
rekan atau guru . Dengan perangkat ini siswa juga dapat membuat kelompok belajar. Dalam
kelompok ini siswa akan dapat berbagi ide maupun sumber belajar antar teman.
5) Peluang Pengembangan
Konten digital dapat terus menerus dikembangkan sehingga dapat memperkaya
pembelajaran dalam kelas konvensional. Dalam kelas konvensional, siswa dan guru harus berada
dalam ruangan yang sama. Akan tetapi dengan memanfaatkan TIK, guru dapat memberikan
instruksi dari tempat tertentu dan siswa tetap dapat mengikuti instruksi guru siswa tersebut
walaupun siswa berada di tempat yang berbeda.

6) Motivasi
Multimedia dapat membuat pembelajaran lebih menarik. Dengan TIK, siswa akan
mendapatkan berbagai sumber belajar. Salah satu sumber belajar tersebut adalah video atau
animasi yang menjelaskan konsep atau peristiwa tertentu. Dengan bantuan media ini, siswa akan

mendapatkan ilustrasi/gambaran yang lebih nyata dan dapat meningkatkan minat siswa dalam
belajar.
F. MODEL
1) Model Adjunct
Dalam model ini e-learning digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran tatap muka
di kelas. Model ini dapat dikatakan sebagai model tradisional plus karena keberadaan e-learning
hanya sebagai pengayaan atau tambahan saja.

2) Model Mixed/Blended
Model ini menempatkan e-learning menjadi bagian tidak terpisahkan dari pembelajaran.
Misalnya pembelajaran teori dilaksanakan secara daring, sedangkan pembelajaran praktik
dilaksanakan secara tatap muka. Akan tetapi, Bersin (2004) berpendapat bahwa model blended
learning merupakan gabungan dari model adjunct dan mixed, sehingga sedikit atau banyak porsi
dari elearning, dalam pembelajaran tatap muka, seluruh proses tersebut merupakan blended
learning.

3) Model Daring Penuh/Fully Online


Dalam model ini e-learning digunakan untuk seluruh proses pembelajaran mulai dari
penyampaian bahan belajar, interaksi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran ialah satu contoh
model ini adalah open course ware yang dikelola oleh assachusetts Institut of Technology
(MIT).
.

G. FUNGSI
E-learning dapat berfungsi sebagai :
1) tambahan/pengayaan pembelajaran (supplement)
2) pengganti sebagian pembelajaran (complement)
3) pengganti seluruh pembelajaran (replacement)
H. KOMPONEN

Dalam pembelajaran yang memanfaatkan e-learning dibutuhkan berbagai komponen


pendukung yaitu:
a. Perangkat keras (hardware): komputer, laptop, netbook, maupun tablet.
b. Perangkat lunak (software): Learning Management System(LMS), Learning Content
Management System (LCMS), Social Learning Network (SLN).
c. Infrastruktur: Jaringan intranet maupun internet.
d. Konten pembelajaran.
e. Strategi interaksi/komunikasi pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran.

I.

JENIS JENIS
Dalam rangka mendukung kelas maya dimanfaatkanlah

berbagai perangkat

lunak/aplikasi/sistem yang pada umumnya berbasis web. Secara umum dikenal dua jenis aplikasi
yaitu aplikasi Learning Management System (LMS) dan Learning Content Management System
(LCMS). Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya, seiring meluasnya pemanfaatan Social
Network (SN) khususnya Facebook, muncullah aplikasi Social Learning Network (SLN)
sebagai salah satu alternatif bentuk kelas maya.
a. Learning Management System (LMS)
LMS adalah perngkat lunak untuk perencanaan, pengiriman, dan pengolahan kegiatan
pembelajaran dalam sebuah organisasi, termasuk online, ruang kelas virtual, dan program
instruktur yang terpimpin.

b. Learning Content Management System (LCMS)


LCMS merupakan pengembangan lebih lanjut dari LMS. LCMS adalah perangkat
lunak

untuk

mengelola

konten

pembelajaran

di

berbagai

bidang

pelatihan

pemngembangan.LCMS tidak hanya dapat membuat, mengelola dan memberikan modul-modul


pelatihan saja, tetapi juga mengelola dan mengedit semua bagian yang membentuk sebuah
katalog.
d. Social Learning Network/s (SLN/SLNs)

SLM adalah pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih luas daripada individu
atau kelompok belajar, hingga skala sosial, melalui interaksi sosial anatara rekan-rekan. Ini
mungkin atau mungkin tidak menyebabkan perubahan sikap dan perilaku.

BAB II
MEMBUAT KELAS MAYA MENGGUNKAN EDMODO

A.MEMBUAT AKUN G-MAIL

Sebelum kita membuat akun edmodo, pertama tama kita harus membuat Email terlebih
dahulu. Cara pertama, kita masuk ke www.Gmail.com. Setelah membukawww.Gmail.com, akan
muncul tampilan seperti gambar diatas. Lalu, klik Buat akun untuk membuat akun gmail baru.

Kedua, setelah menekan Buat akun akan muncul tampilan seperti gambar diatas. Dan kita
tinggal mengisi biodata persyaratan membuat gmail tersebut.

Ketiga, setelah mengisi lengkap biodata tersebut, akan muncul tampilan seperti gambar
diatas. Jika muncul tampilan seperti diatas berarti anda berhasil membuat akun gmail. Lalu
kita klik Lanjutkan ke Gmail.

Keempat, lalu kita dibawa ke profil kita. Profil akan muncul setelah loading selesai.
Tunggu beberapa menit.

Yang terakhir, setelah menunggu loading nya. Muncullah profil kita, dan membuat gmail
pun selesai.

B. MEMBUAT AKUN EDMODO

1. MEMBUAT AKUN PENGAJAR ATAU TEACHER


Langkah 1.
Buk

a di tab baru www.edmodo.com

Langkah 2.

1. Username dan Password, ialah sarana untuk masuk ke dalam akun anda yang telah anda buat.
2. Teacher, ialah untuk membuat akun bagi pengajar. Dan jika anda akan membuat akun untuk
pengajar. Maka klik teacher.
3. Beri data diri anda berupa e-mail yang anda punya dan yang belum pernah terdaftar di edmodo
ini.
4. Klik sign up for free untuk masuk ke dalam akun anda.

Langkah 3.

1. Masukkan asal sekolah anda.


2. Klik Next Step untuk melanjutkan ke menu selanjutya.

Langkah 4.

1. Masukkan data diri anda menurut skema yang ada.


2. Klik upload a new photo jika anda akan meambahkan sebuah foto pada akun anda.
3. Klik Next Step jika ingin melanjutkan,
4. Dan klik Back To Step 1 untuk kembali ke langkah sebelumnya.

Langkah 5.

1. Klik Go to My Homepage, Untuk melanjutkan ke menu selanjutnya


2. Klik Back To Step 2, Untuk kembali ke menu sebelumnya

Langkah 6.

1. Untuk membuat sebuah group, klik Create your small group

Langkah 7.

1. Isi data group yang akan anda buat


2. Klik create untuk melanjutkan/ membuatnya

Langkah 8.

1. Group sudah terbuat SImdig_XR4, dan anda bisa mulai mengolah grup yang telah anda buat

Langkah 9.

1. Klik invite untuk mengundang akun sebagai murid anda


2. Kode grup, Semisal zadpva.

Langkah 10.

Ini adalah tampilan group yang telah mempunyai murid

2. MEMBUAT AKUN MURID (TEACHER)


Langkah 1.

Buka homepage www.edmodo.com


2. Klik Students
3. Isi dat diri anda
4. Untuk melanjutkan klikSign Up for Free
Langkah 2.

Anda akan

menjumpai menu seperti ini pada desktop anda,

1. Untuk masuk ke group anda

3. Membuat Quiz di Akun Pengajar

Langkah 1.

1. Buka akun pengajar, dan klik quiz untuk membuat quiz


2. Dan klik assignment untuk memberi tugas kepada pelajar
Langkah 2.

1. Pilih type dari soal yang akan anda buat


2. Poin ialah score dimana jika seorang siswa benar dalam menjawab soal
3. Set waktu dalam pengerjaan soal
4. Klik Remove Question, untuk menghapus soal
5. Masukkan soal yang akan anda buat
6. Masukkan jawaban yang benar dari soal yang telah anda buat
7. Untuk mengakhiri quiz
8. Untuk menambah soal klik gambar +

4. CARA MENJAWAB QUIS DI EDMODO YANG DIBERIKAN OLEH GURU

Langkah 1:

Masuk akun murid yang telah dibuat, lalu tekan Take Quis. Tunggu loading nya..

Langkah 2 :

Lalu tekan Start Quiz

Langkah 3 :

Lalu pilihlah jawaban yang menurut anda benar. Setelah selesai menjawab, tekan Sumbit Quiz
untuk lanjut ke pertanyaan selanjutnya.

Langkah 4 :

Setelah selesai mengerjakan, tekan Sumbit Quiz. Tunggu beberapa menit..


Langkah 5 :

Setelah menekan Sumbit Quiz tadi, lalu akan muncul seperti gambar diatas. Lalu, tekan Submit.

Langkah 6 :

Setelah menekan Sumbit, akan muncul seperti gmbar diatas. Maksud dar gmbar di atas
adalah kita menilai soal yang telah kita kerjakan. Setelah menilainya tekan View Results untuk
melihat jawaban yang salah dan melihat nilai nya.
Langkah 7 :

Setelah selesai mengerjakan, kita akan bisa melihat jawaban mana yang salah dan nilai
kita. Selesai..

5. CARA MEMBERI BADGE PELAJAR

Langkah 1.

Buka profil akun pelajar anda (khususnya pelajar pada group anda)
1. Klik Award Badge, untuk memberi penghargaan bagi pelajar tersebut
Langkah 2.

Merupakan jenis- jenis dari bedge dan pilih dari gambar bedge yang anda akan beri kepada
pelajar anda.
1. Klik, award bedge untuk melanjutkan
Selesai.

BAB III
KESIMPULAN
Dengan diadakannya kelas maya, siswa semakin dimudahkan dalam belajar dan mencari
sumber materi. Cara membuat kelas maya pun mudah dilakukan, seperti yang kami contohkan
yaitu edmodo. Kelas maya juga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, jadi cukup efisien
pelaksanaannya. Jadi dilihat dari Kelebihan dan Kekurangan dari kelas maya kami dapat
menyimpulkan sebagai berikut, yaitu Kelas maya sangat membantu para siswa dalam belajar dan
guru dalam mengajar sehingga pembelajaran dapat dilakukan secara lebih maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
http://zoefar.blogspot.com/2014/05/kelas-maya.html
http://depoknews.com/inilah-manfaat-kelas-maya/
https://www.edmodo.com/
https://www.google.co.id
Modul Simulasi Digital Kelas Kaya 2014

Diposkan oleh ach.aslan 01 di 03.39


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

1 komentar:
1.

Muh. Padil26 Agustus 2015 01.22


KENAPA GAMBARNYA TIDAK MUNCUL
Balas

RTI

ASSESSMENTS

BLENDED LEARNING

BLOG

LOGIN
FREE TRIAL

The Educator's Guide to the


"Blended Learning Lesson Plan"
by: Andrew Howard on Jul 9, 2015 2:30:00 PM
Teaching via a mix of
educational technology and inperson instruction -a blended learning model -- can
help you enhance engagement and progress within the classroom. However, instituting
blended learning simply for the sake of adding technology to the classroom does your
students (and you) a disservice.
Just like any other lesson construct, clear and concise learning goals are an important
key to progress and achievement, especially when new elements (such as educational
technology) are brought into the classroom.
With these set goals in mind, lesson planning remains vitally important in the blended
learning setting. But, what does a Blended Learning Lesson Plan look like?
Read below the break to learn about important elements of a blended learning
lesson plan and to view a sample math lesson plan.

"The Blended Learning Lesson Plan"


To be truthful, a blended learning lesson plan does not differ much from the traditional
lesson plan structure. The key is to be sure to lay out the time and procedure of the
online and offline learning experiences.
With that in mind, let's take a look at how a positive and negative integers number line
lesson may look in a blended learning setting.

Lesson Name/Topic:
"Representing Integers on a Number Line"

Overview:
Students will learn about positive and negative integer values on a number line and the
corresponding absolute value of individual positive and negative integers.

Goals and Objectives:

Students will be able to accurately locate and place negative and positive
integers on a horizontal number line diagram.

Students will be able to assign an absolute value to negative and positive


integers.

Students will be able to explain how positive and negative integers are used to
describe quantities that have opposite values (temperature above/below zero,
elevation above/below sea level, etc.)

Standards Addressed (CCSS):

CCSS.Math.Content.6.NS.C.5

CCSS.Math.Content.6.NS.C.6c

CCSS.Math.Content.6.NS.C.7a

Materials:

Access to a SmartBoard or whiteboard

Digital learning device access

Online number line activities (hint, hint...)

Group work areas (three to five total)

Online discussion board

20-30 blank entry slips

Anticipatory Set:
Ask students to write down the coldest and hottest place they can think of on anentry
slip. Next, have the students (in groups or individually) write down a temperature they
relate to those places.

Once the students have completed their entry slips, ask students to share their hot and
cold locations/temperatures with the rest of the class and plot these temperatures on a
number line drawn on a SmartBoard or whiteboard.
Discuss the differences of the temperatures on the number line in a whole class setting,
having students describe the physical feelings of the temperatures andhow the hot and
cold temperatures relate to their location on the number line and 0 degrees. (5-10
minutes)

Instruction (Online and Offline):


Following the anticipatory activity, the classroom will go over the objectives and goals of
the day and the upcoming activities that will be completed to meet the set goals and
objectives.
Individual Practice:
To begin making the connection between the temperature number line and the overall
goals and objectives of the lesson, the students will transition to an interactive online
lesson explaining the role of positive and negative integers on a number line. Students
will place integers on virtual number lines and identify absolute value.
Those who finish early receive additional enrichment in the form of practice and a
number line-related game. Students who need additional reinforcement will receive
extra help via the online lesson. Additionally, the teacher will walk around assisting
students with any questions and comments. (20 minutes)

Group Learning:
Following completion of the online number line lesson, students will be split into groups
of 4-5. As a group, the students will brainstorm other real-world uses of a number line
(excluding temperature).
As the students begin the group sessions, the teacher will help scaffold a connection
with the basic concept of negative/positive integers and absolute value and its value in
the real world. The group will then designate one student to type their collective threeto-five sentence description of their real-world example as a post on the class online
discussion board (15 minutes).

Exit Slip/Homework:

Near the end of class, the students will assigned the task of reviewing their fellow
classmates discussion posts and to comment on the two posts they like the most as
evening homework. In their comments, the students must explain why they like the
chosen example and how that example may be important to a future career (in 3-5 full
sentences).
To help model this assignment, the teacher will take a look at one of the posts with the
rest of the classroom and create an example comment. This will help students
understand the process as well as provide a reference example for students to look at
when they are completing the task. (5-10 minutes)
As we all know, the lesson plan is simply the framework of instruction. The true essence
and content of a lesson (blended learning or not) is derived from the ability of the
educator (and students) to take what is written in the lesson plan and bring it to life.
That's where you and your blended learning model come in!
Its also important to be aware that this lesson plan is only a simple example. The
beauty of blended learning is that the mix of online and offline learning resources
creates a large amount of flexibility within your lesson structure.

Are you looking for tools to help create a Blended Learning environment in your school?
Join the FREE Wowzers Blended Learning Pilot. Click here for more.
FREE Blended Learning Pilot
Topics: Blended Learning

Subscribe by Email
This Week's Most Viewed Blog Posts:
Response to Intervention (RTI) Planning Guide - Wowzers
4 Response to Intervention (RTI) Strategies for the Math Classroom
RTI Strategy: 5 Tips for an Effective Tiered Instruction Model
Multi-Tiered System of Supports: Is it Just Another RTI Model or Something Different?

The Wowzers Math Resource of the Week


FREE RTI Pilot

Twitter
Facebook

About
Teacher

Administrator

Blog

More
Contact

2014 Wowzers. All Rights Reserved - Terms - Legal - Privacy