You are on page 1of 4

1.

Pengertian
A. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S Poerwadarminta.
Istilah kaki lima adalah lantai yang diberi atap sebagai penghubung
rumah dengan rumah, arti yang kedua adalah lantai (tangga) dimuka pintu atau
di tepi jalan. Arti yang kedua ini lebih cenderung diperuntukkan bagi bagian
depan bangunan rumah toko, dimana di jaman silam telah terjadi kesepakatan
antar perencana kota bahwa bagian depan (serambi) dari toko lebarnya harus
sekitar lima kaki dan diwajibkan dijadikan suatu jalur dimana pejalan kaki
dapat melintas. Namun ruang selebar kira-kira lima kaki itu tidak lagi
berfungsi sebagai jalur lintas bagi pejalan kaki, melainkan telah berubah
fungsi menjadi area tempat jualan barang-barang pedagang kecil, maka dari
situlah istilah pedagang kaki lima dimasyarakatkan.
B. Pedagang Kaki Lima menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (1991)
Pedagang kaki lima adalah pedagang yang menjual barang
dagangannya di pinggir jalan atau di dalam usahanya menggunakan sarana dan
perlengkapan yang mudah dibongkar pasang atau dipindahkan serta
memempergunakan bagian jalan atau trotoar, tempat-tempat yang tidak
diperuntukkan bagi tempat untuk berusaha atau tempat lain yang bukan
miliknya.
C. Menurut para ahli,
a. (Rais dalam Umboh, 1990). pedagang dapat diartikan sebagai penyalur
barang dan jasa-jasa perkotaan
b. Manning dan Tadjudin Noer Effendi (1985) menyebutkan bahwa
pedagang kaki lima adalah salah satu pekerjaan yang paling nyata dan
penting dikebanyakan kota di Afrika, Asia, Timur Tengah dan Amerika
Latin.
c. Menurut Breman (1988), pedagang kaki lima merupakan usaha kecil yang
d. dilakukan oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah (gaji harian) dan
e. mempunyai modal yang terbatas. Dalam bidang ekonomi, pedagang kecil
ini
f. dalam sektor informal, di mana merupakan pekerjaan yang tidak tetap
g. dan tidak terampil serta golongan-golongan yang tidak terikat pada aturan
hukum,
h. hidup serba susah dan semi kriminil pada batas-batas tertentu.
i. McGee dan Yeung (1977: 25), PKL mempunyai pengertian yang sama
denganhawkers,

yang

didefinisikan

sebagai

orang-orang

yang

menjajakan barang dan jasa untuk dijual di tempat yang merupakan ruang
untuk kepentingan umum, terutama di pinggir jalan dan trotoar.
2. Karakteristik (menurut perda Kota Bandung No. 4 tahun 2011 pasal 10)

a. Karakteristik PKL
perlengkapan dagang mudah dibongkar pasang atau dipindahkan
mempergunakan bagian jalan, trotoar, dan/atau tempat lain untuk
kepentingan umum yang bukan diperuntukkan bagi tempat berdagang
secara tetap.
b. PKL menggunakan sarana berdagang berupa :
Tenda makanan
Gerobak, atau
Deprokan/lesehan
3. Klasifikasi PKL (menurut perda Kota Bandung No. 4 tahun 2011 pasal 11)
a. PKL yang berdagang berdasarkan jenis dagangan yang dijual, terdiri dari
para penjual :
makanan dan minuman.
Pakaian/tekstil, mainan anak.
Kelontong.
Sayuran dan buah-buahan.
Obat-obatan.
barang cetakan.
Jasa peroranga, dan.
Peralatan bekas.
b. PKL yang berdagang berdasarkan waktu berdagang, terdiri dari :
Yang berdagang pada pagi hingga siang hari.
Pagi hingga sore hari.
Sore hingga malam hari.
Malam hingga pagi hari.
Pagi hingga malam hari, dan.
Sepanjang hari.
c. PKL yang berdagang berdasarkan bangunan tempat berdagang, dapat
diklasifikasikan menjadi :
PKL bergerak/movable/dorongan.
PKL tanpa bangunan seperti PKL deprokan/dasaran/gelaran,
maupun sudah berubah), dan.
PKL dengan bangunan non permanen (bongkar pasang).
4. Barang yang di jual PKL dikawasan Cicadas
PKL dikasawan cicadas menjual rupa-rupa barang maupun jasa pada masing-masing
lapak PKL diantaranya :
a. Makanan yang tidak dan belum diproses, termasuk di dalamnya makanan
mentah :
Sayuran
Buah-buahan
b. Makanan yang siap saji :
Nasi
Lauk-pauk
Minuman

c. Barang bukan makanan :


Pakaian
Boneka
Elektonik
Jam
Persiahan
d. Jasa
Service jam
Sol Sepatu
5. Masalah yang di timbulkan dari PKL dikawasan Cicadas
Banyaknya lapak PKL dikawasan Cicadas menimbulkan beberapa masalah
lingkungan dikawasan ini :
a. Kemacetan
PKL merupakan salah satu penyebab utama dari kemacetan dikawasan
Cicadas karena PKL yang berada dikawasan ini lapaknya memakan bahu
jalan, jelas bahwa bahu jalan bukan merupakan tempat untuk berjualan.
b. Mengganggu aktivitas ekonomi pedagang formal
Karena lokasi PKL cenderung memotong jalur pengunjung yang akan ke
tempat pedagang formal seperti di pinggir jalah bahkan didepan toko.
c. Kriminalitas
Kriminalitas sering terjadi dikawasan Cicadas ini, salah satunya adalah
pencopetan.
d. Alih fungsi trotoar
Selain dibahu jalan PKL ini juga mengambil lahan trotoar yang sudah ada
dikawasan ini, singga pejalan kakioun sangant terganggu.
e. Penurunan kualitas ruang kota
Penurunan kualitas ruang Kota ini ditunjukan oleh semakin tidak
terkendalinya perkembangan PKL sehingga seolah-olah semua lahan
kosong yang strategis maupun tempat-tempat yang strategis merupakan
hak PKL
6. Solusi/penertiban PKL di kawasan Cicadas
a. Pemerintah Kota Bandung dalam waktu empat bulan ke depan bakal
merelokasi 600 pedagang kaki lima (PKL) Cicadas ke lahan eks Matahari
Mall di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung. (Tempo.com)
b. Membagi kawasan PKL Menurut peda Kota Bandung No 4 tahun 2011
Pasal 12
Lokasi PKL dibagi ke dalam 3 (tiga) zona sebagai berikut :
a) Zona merah yaitu lokasi yang tidak boleh terdapat PKL;
b) Zona kuning yaitu lokasi yang bisa tutup buka berdasarkan
c)

waktu dan tempat;


Zona hijau yaitu lokasi yang diperbolehkan berdagang
bagi PKL.

c. Memberikan tanda pengenal kepada setiap PKL, Pasal 17 (1) Setiap PKL
wajib memiliki Tanda Pengenal berjualan yang diterbitkan oleh Walikota