You are on page 1of 29

LAPORAN PRAKTIKUM

MATA KULIAH : COMMUNITY NURSING PROGRAM II

SKS : 1 SKS
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA IBU A.S DENGAN HIPERTENSI

Disusun oleh :
Santa Maria Pangaribuan
220110100115

Tutor : 6
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2013
PENGKAJIAN

a. Identitas umum
1. Identitas kepala keluarga
Nama : Tn. A
Umur : 32 tahun
Agama : Islam
Suku : Sunda
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jalan Raya Jatinangor gang Buntu no 28 Hegarmanah, Sumedang
2. Komposisi Keluarga

Jenis Hubungan Status


No Nama Umur Pendidikan KB
Kelamin Keluarga Imunisasi

Kepala 32
1. Tn. A Laki- laki SMA Lengkap -
keluarga tahun

(Pernah
63
2. Ibu A.S Perempuan Ibu SR Lengkap KB
tahun
IUD)

-
31 (pernah
3. Ny. M Perempuan Istri SMEA Lengkap
tahun KB
suntik)

-
4. Anak N Laki- laki Anak 8 tahun SD Lengkap

3. Genogram

Bp. Bp.
W Ibu. A Ibu A
U
Bp. Ibu
Bp. S Ibu N
A
A.S

4. Tipe keluarga
Extended family atau keluarga besar Ny. M
Tn. A
5. Suku bangsa
An. H
a. Latar belakang etnis keluarga atau anggota keluarga
Keluarga ini berasal dari suku sunda
b. Tempat tinggal keluarga
Sebagian besar masyarakatnya ialah etnis sunda, tetapi keluarga ini
menyewakan beberapa rumah / kamar di sebelah rumahnya kepada
mahasiswa yang sebagian besar adalah suku Jawa dan Batak
c. Kegiatan-kegiatan keagamaan, social, budaya, rekreasi, pendidikan
Kegiatan keluarga yang berhubungan dengan keagamaan adalah Ibu A.S
rajin mengikuti pengajian seminggu sekali dan An. A juga mengaji di masjid
dekat rumah.
Keluarga juga masih menjalankan tradisi seperti ketika hamil memakai
peniti dengan bawang yang dipasang pada baju bagian dada .
d. Kebiasaan-kebasaan diet dan berbusana
Kebiasaan berbusana keluarga sudah modern yaitu ibu A.S sering memakai
daster dan Tn A, Ny. M serta An. H sering memakai kaos dan celana panjang
e. Struktur kekuasaan keluarga tradisional atau modern
pengambil keputusan adalah ibu A.S sebagai orang yang dituakan, tetapi
sebelumnya melalui proses musyawarah bersama anggota keluarga yang satu
rumah
f. Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi
Menurut keterangan ibu A.S, jika ada anggota keluarga yang sakit tindakan
pertama yang dilakukan ialah memberikan obat warung, jika belum sembuh
baru dibawa ke dokter jaga 24 jam atau dibawa ke Puskesmas jika perlu
rawat inap
g. Penggunaan bahasa sehari-hari di rumah
Bahasa yang digunakan sehari- hari adalah bahasa Sunda

6. Agama dan kepercayaan yang memengaruhi kesehatan


a. Apakah anggota keluarga berbeda dalam praktik keyakinan beragama
mereka
Tidak, seluruh anggota keluarga menganut agama Islam dan memiliki
pandangan yang sama dalam praktik keyakinan beragama
b. Seberapa aktif keluarga terlibat dalam kegiatan agama atau organisasi
keagamaan lain
Ibu A.s aktif dalam pengajian rutin seminggu sekali dan Anak H juga
mengaji di Masjid dekat rumahnya.
c. Keluarga menganut agama apa
Semua anggota keluarga menganut agama Islam
d. Kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai keagamaan yang dianut
dalam kehidupan keluarga terutama dalam bidang kesehatan
Tidak ada nilai- nilai keyakinan yang bertentangan dengan kesehatan.

7. Status sosial ekonomi keluarga


Ibu A.S dan Tn. A bekerja sama dalam mengelola kontrakan/ kos-kosan yang
mereka sewakan, menurut Ibu A.S pendapatan mereka per tahun 25 juta atau 2
juta / bulan. Selain itu Ny. M juga bekerja sebagai karyawan pabrik dengan
pendapatan 1.100.000 / bulan. Menurut Ibu A.S pendapatan keluarga cukup untuk
membiayai kebutuhan sehari- hari
8. Aktivitas rekreasi keluarga
Biasanya keluarga ini menontok TV bersama setiap malam

b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga dengan anak usia sekolah (6-12 tahun) ditandai dengan An. H sekarang
berusia 8 tahun dan duduk di kelas 2 SD
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap yang belum terpenuhi adalah keluarga dengan anak usia remaja

c. Riwayat kesehatan keluarga


1. Riwayat kesehatan sebelumnya
- Riwayat dari keluarga Tn A: tidak ada riwayat penyakit menurun, hanya saja
Ibu A.S menderita hipertensi yang disebabkan karena pola hidup yang tidak
sehat, bukan dari keturunan
- Riwayat dari keluarga Ny. M : tidak ada riwayat penyakit menurun
2. Riwayat kesehatan masing2 anggota keluarga

Tindakan
N Keadaan Masalah
Nama Usia BB Imunisasi yang telah
o kesehatan Kesehatan
dilakukan

32 68
1. Tn A sehat lengkap - -
tahun kg

(saat Mengupayak
63 69
2. Ibu A.S dikaji : lengkap hipertensi an pola hidup
tahun kg
sehat) sehat
31 52
3. Ny. M sehat lengkap - -
tahun kg

8 25
4. An. H sehat lengkap - -
tahun kg

3. Sumber pelayanan kesehatan yang digunakan


Menurut keterangan ibu A.S, jika ada anggota keluarga yang sakit tindakan
pertama yang dilakukan ialah memberikan obat warung, jika belum sembuh baru
dibawa ke dokter jaga 24 jam atau dibawa ke Puskesmas jika perlu rawat inap

d. Pengkajian lingkungan
1. Karakteristik rumah
1.1 Gambaran tipe tempat tinggal
Status rumah yang sedang ditinggali adalah rumah milik sendiri

1.2 Denah rumah

Dapur
Kamar Kamar Kamar Kamar Kamar Kamar Kamar
Kamar Ruang

Kos KosGambaran
1.3 Kos Kos
kondisi rumah Kos Tidur 1 Tidur
Rumah terdiri dari ruang tamu, 3 kamar tidur , ruang keluarga, kamar
mandi , dapur, dan tepat mencuci baju. Di bagian depan ada teras rumah
yang dilengkapi 2 kursi plastik. Penataan perabotan rapih dan luas,
ventilasi dan pencahayaan cukup, lantai dari keramik selain dapur, tempat
mencuci, dan kamar mandi belakang, tembok permanen, kuat, dan dapat
melindungi dari suhu dingin maupun gangguan keamanan lainnya.
1.4 Di dapur (amati suplai air minum, penggunaan alat2 masak,
pengamanan untuk kebakaran)
Dapur terkesan bersih, sumber air dari PAM, alat masak lengkap dan
bersih karena selalu dicuci setelah selesai dipakai. Tidak ada alat pemadam
kebakaran
1.5 Di kamar mandi (amati sanitasi, air, fasilitas toilet, ada tidaknya
sabun dan handuk)
peralatan mandi disemua kamar mandi lengkap, tidak ada jentik nyamuk,
bak mandi dikuras 2 minggu sekali.
1.6 Kaji pengaturan tidur di dalam rumah
Hunian tempat tidur untuk 1 kamar dihuni maksimal 3 orang, privasi orang
terjamin karena kamar memiliki pintu dan kunci
1.7 Mengkaji keadaan umum kebersihan dan sanitasi rumah
Keluarga ini memiliki 4 ekor kucing yang sering buang air sembarangan.
Saat dikaji tidak ada serangga yang terlihat
1.8 Mengkaji perasaan-perasaan subjektif keluarga terhadap rumah
Keluarga mengatakan bahwa merasa aman dan nyama tinggal dalam
rumah dan dapat melakukan kegiatan dengan leluasa
1.9 Evaluasi pengaturan privasi dan bagaimana keluarga merasakan
privasi mereka memadai
Anggota keluarga mengatakan bahwa mereka dapat melakukan aktivitas
dengan leluasa dan tidak terganggu orang dari luar
1.10 Evaluasi adekuasi pembuangan sampah
Sampah diambil tiap bulan oleh petugas dinas kebersihan. Keluarga
merasa tidak ada masalah dalam pembuangan sampah
1.11 Pengaturan/penataan rumah
Anggota keluarga merasa puas dengan penataan rumah
2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Keluarga ini memiliki tetangga yang baik dan perhatian. Jika anggota keluarga
ada yang sakit tetangga banyak yang menjenguk, begitupun sebaliknya jika ada
tetangga yang sakit keluarga ini juga menjenguk
3. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga ini merupakan penduduk asli daerah ini ( Jatinangor )
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Ibu Ati Sumiati mengikuti pengajian seminggu sekali
5. Sistem pendukung keluarga
Saat dikaji anggota keluarga dalam keadaan sehat dan sampai saat ini anggota
keluarga tidak pernah mengalami sakit dengan biaya yang cukup berat.

e. Struktur keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Pola komunikasi keluarga dilakukan secara terbuka, menggunakan bahasa Sunda,
keluarga tidak mempunyai kesulitan dalam penerimaan pesan, frekuensi
komunikasi setiap hari dilakukan, dan selama ini tidak ada masalah dalam
keluarga mengenai komunikasi
2. Struktur keluarga
Pengendali keluarga adalah ibu A.S sebagai orang yang dituakan. Keputusan juga
diambil olehnya melalui musyawarah dengan seluruh anggot keluarga. Setelah
pengambilan keputusan tidak ada permasalahan dalam anggota keluarga dan
secara umum tidak ada yang mendominasi kekuasaan hanya struktur tertinggi
dipegang oleh ibu Ati sumiati
3. Struktur peran
Ibu A.S bekerja sama dengan putranya Tn A mencari nafkah dengan
mengontrakkan rumah/kamar yang mereka miliki, Ny M juga membantu mencari
nafkah dengan bekerja di pabrik. Pendidikan anak dilakukan bersama. Model
peran yang dianut lebih dominan di Tn A karena ia hanya bekerja mengawasi
kontrakan, jadi lebih sering tinggal dirumah. Selama ini tidak ada konflik peran
keluarga.
4. Nilai atau norma keluarga
Norma keluarga yang berkaitan dengan kesehatan adalah jika ada anggota
keluarga yang sakit, tindakan pertama yang dilakukan ialah memberikan obat
warung, jika belum sembuh baru dibawa ke dokter jaga 24 jam atau dibawa ke
Puskesmas jika perlu rawat inap. Dalam kehidupan setiap hari keluarga ini
menjalani hidup bersama berdasarkan tuntutan agama Islam

f. Fungsi keluarga
1. Fungsi afektif
Sikap dan hubungan antar keluarga baik, menurut ibu A.S keluarga
mengembangkan sikap saling menghargai
2. Fungsi sosialisasi
Interaksi keluarga baik dan disilplin.
3. Fungsi perawatan keluarga
- Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan keluarga
- Keluarga mampu mengambil keputusan apabila ada masalah kesehatan
keluarga dengan cara merundingkan bersama- sama/musyawarah
- Keluarga mampu merawat anggota yang sakit
- Kemampuan keluarga memodivikasi lingkungan yang bersih. Pada saat
kunjungan, rumah dalam keadaan cukup bersih
- Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan. Jika keluarga yang
sakit belum sembuh dengan obat warung, keluarga membawanya ke dokter
jaga 24 jam atau ke puskesmas jika perlu rawat inap

4. Fungsi reproduksi
Jumlah anak 1 orang, laki-laki berusia 7 tahun, bernama Anak H. Dulu Ny M
menggunakan KB suntik tetapi sekarang tidak lagi karena menginginkan
mempunyai 1 anak lagi.
5. Fungsi ekonomi
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan sehari- hari
g. Stress dan koping keluarga
1. Stressor jangka pendek
Ibu A.S dan Ny M mengatakan tidak ada masalah kesehatan yang berat selama ini
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor
Jika ada anggota keluarga yang sakit, tindakan pertama yang dilakukan ialah
memberikan obat warung, jika belum sembuh baru dibawa ke dokter jaga 24 jam
atau dibawa ke Puskesmas jika perlu rawat inap.
3. Strategi koping yang digunakan
Jika ada masalah selalu di musyawarahkan bersama keluarga
h. Pemeriksaan fisik
1. Identitas

Keluhan/ Riwayat
L
No Nama Umur Pendidikan Pekerjaan riwayat penyakit penyakit
/P
saat ini sebelumnya

32
1. Tn. A L SMA Wiraswasta Sehat Sehat
tahun

Ibu 63 Wiraswast (saat dikaji :


2. P SR Hipertensi
A.S tahun a Sehat)

31 Karyawan
3. Ny.M P SMEA Sehat Sehat
tahun Pabrik

8
4. Anak H L SD - Sehat Sehat
tahun

2. Pemeriksaan Fisik

Aspek yang Anggota Keluarga


diperiksa
Tn. A Ibu A.S Ny. M Anak H
Keadaan CM, Baik CM, Baik CM, Baik CM, Baik
Umum :
68 Kg 69 Kg 52 Kg 25 Kg
BB

Tanda tanda TD:120/80mmHg TD:140/80mmHg TD:120/80mmHg TD:130/80mmHg


vital
T : 36,5oC T : 36,8oC T : 36,2oC T : 36,2oC

N : 80x/menit N : 105x/menit N : 80x/menit N : 80x/menit

RR : 16x/menit RR : 19x/menit RR : 15x/menit RR : 19x/menit

Kepala Rambut hitam, Rambut putih Rambut hitam, Rambut hitam,


lesi (-) sebagian, lesi (-) lesi (-)
penyebaran
merata, lesi (-)

Wajah Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak Konjungtiva tidak


anemis, sclera anemis, sclera anemis, sclera anemis, sclera
tidak ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik, tidak ikterik,
pasase +/+, pasase +/+, pasase +/+, pasase +/+,
pendengaran kiri pendengaran kiri pendengaran kiri pendengaran kiri
dan kanan baik, dan kanan baik, dan kanan baik, dan kanan baik,
mulut dan telinga mulut dan telinga mulut dan telinga mulut dan telinga
bersih dan tak ada bersih dan tak ada bersih dan tak ada bersih dan tak ada
lesi lesi lesi lesi

Leher Tak ada Tak ada Tak ada Tak ada


pembesaran KGB pembesaran KGB pembesaran KGB pembesaran KGB
dan tiroid dan tiroid dan tiroid dan tiroid

Dada : Bunyi vesikuler Bunyi vesikuler Bunyi vesikuler Bunyi vesikuler

Pulmo Ronchi (-) Ronchi (-) Ronchi (-) Ronchi (-)

Wheezing (-) Wheezing (-) Wheezing (-) Wheezing (-)


Cardiovaskuler Bunyi jantung S1 Bunyi jantung S1 Bunyi jantung S1 Bunyi jantung S1
dan S2 normal, dan S2 normal, dan S2 normal, dan S2 normal,
S3 dan S4 (-), S3 dan S4 (-), S3 dan S4 (-), S3 dan S4 (-),
mur-mur (-), mur-mur (-), mur-mur (-), mur-mur (-),
retensi cairan (-), retensi cairan (-), retensi cairan (-), retensi cairan (-),
irama reguler irama reguler irama reguler irama reguler

Abdomen : Perut datar, Perut datar, Perut datar, Perut datar,


lembut, tidak ada lembut, tidak ada lembut, tidak ada lembut, tidak ada
Pencernaan
pembesaran lien, pembesaran lien, pembesaran lien, pembesaran lien,
nyeri tekan (-), nyeri tekan (-), nyeri tekan (-), nyeri tekan (-),
bising usus bising usus bising usus bising usus
5x/menit pola 5x/menit pola 5x/menit pola 5x/menit pola
BAB 1x/hari BAB 1x/hari BAB 1x/hari BAB 1x/hari
warna kuning warna kuning warna kuning warna kuning
kecoklatan, kecoklatan, kecoklatan, kecoklatan,
konsistensi konsistensi konsistensi konsistensi
lembek. lembek. lembek. lembek.

Perkemihan Distensi bladder Distensi bladder Distensi bladder Distensi bladder


(-), pola BAK 3- (-), pola BAK 3- (-), pola BAK 3- (-), pola BAK 3-
4x/hari 4x/hari 4x/hari 4x/hari

Ekstremitas : ROM+ 5 5 ROM+ 5 5 ROM+ 5 5 ROM+ 5 5

Kekuatan otot 5 5 Kekuatan otot 5 5 Kekuatan otot 5 5 Kekuatan otot 5 5

i. Harapan keluarga
1. Terhadap masalah kesehatannya
Keluarga mengatakan jika mempunyai masalah kesehatan, mereka ingin segera
sembuh
2. Terhadap petugas kesehatan yang ada
- Pemberian obat bervariasi (tidak yang itu itu aja)
- Dalam memeriksa dan mendiagnosa hendaknya dokter lebih teliti agar
diagnosa tepat
- Puskesmas dapat buka 24 jam atau petugas puskesmas mau menerima pasien
sakit diluar jam kerja
j. Analisa Data

No Data Penyebab Masalah

1. Ds. Ketidakmauan dalam Resiko tinggi


Ibu A.S mengatakan bahwa
melakukan pencegahan kekambuhan penyakit
ia mempunyai penyakit
penyakit hipertensi
hipertensi, dulu tekanan
darahnya pernah mencapai
170/80 mmHg

Do.
TD saat dikaji 140 mmHg

2. Ds. Adanya 4 ekor kucing Resiko terhadap


Keluarga mengatakan
yang sering buang air penularan penyakit
memelihara 4 ekor kucing
sembarangan
yang sering buang air
sembarangan
Do. -

Rumusan Masalah

1. Resiko tinggi kekambuhan penyakit hipertensi pada Ibu A.S keluarga Tn A


berhubungan dengan ketidakmauan Keluarga dalam melakukan pencegahan penyakit
2. Resiko terhadap penularan penyakit berhubungan dengan adanya 4 ekor kucing yang
sering buang air sembarangan

Prioritas Diagnosa Keperawatan

Diagnosa : Resiko tinggi kekambuhan penyakit hipertensi pada Ibu A.S keluarga Tn A
berhubungan dengan ketidakmauan Keluarga dalam melakukan pencegahan
penyakit

No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran


1. Sifat Masalah : 3 1 3/3 x 1 Tekanan darah ibu A.S saat
- (Tidak/Kurang Sehat) dikaji 140/80 mmHg.
- Ancaman Kesehatan =1
- Keadaan Sejahtera
2. Kemungkinan masalah Usia ibu A.S sudah 63 tahun
dapat diubah : dan hanya lulusan SR
2/2 x 2
- Mudah 2 2 memungkinkan mengurangi
- Sebagian =2
daya tangkap dalam menerima
- Tidak dapat
informasi petugas kesehatan
3. Potensi masalah untuk Pemeriksaan kesehatan rutin
dicegah : 3/3 x 1 sangat membantu dalam
3 1
- Tinggi =1 mencegah kekambuhan pada
- Cukup
hipertensi
- Rendah
4. Menonjolnya masalah : Saat ini ibu A.S merasa sehat
- Masalah berat harus meskipun TD nya 140/80
1/2 x 1
segera ditangani 1 1 mmHg
- Ada masalah tetapi tidak = 1/2
perlu segera ditangani
- Masalah tidak dirasakan
Total 4

Diagnosa : Resiko terhadap penularan penyakit berhubungan dengan adanya 4


ekor kucing yang sering buang air sembarangan

No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran


1. Sifat Masalah : 2 1 2/3 x 1 Kucing dapat menyebabkan
- Aktual (Tidak/Kurang = 2/3 penyakit kemandulan dan
Sehat) penyakit lainnya yang
- Ancaman Kesehatan
ditularkan melalui
- Keadaan Sejahtera
bulu/kotorannya. Apalagi
berdasarkan keterangan
keluarga kucing yang mereka
pelihara sering buang air
sembarangan
2. Kemungkinan masalah 2/2 x 2 Masalah dapat mudang dicegah
dapat diubah : =1 dengan merawat kucing dengan
2 2
- Mudah baik dan membersihkan kotoran
- Sebagian
kucing secara rutin
- Tidak dapat
3. Potensi masalah untuk 3/3 x 1 Lingkungan yang bersih akan
dicegah : =1 menciptakan lingkungan yang
3 1
- Tinggi sehat juga
- Cukup
- Rendah
4. Menonjolnya masalah : 0/2 x 1 Keluarga belum pernah sakit
- Masalah berat harus =0 parah akibat alergi atau tertular
segera ditangani 0 1 penyakit dari kucing
- Ada masalah tetapi tidak
perlu segera ditangani
- Masalah tidak dirasakan
Total 22/3

k. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas


1. Resiko tinggi kekambuhan penyakit hipertensi pada Ibu A.S keluarga Tn A
berhubungan dengan ketidakmauan Keluarga dalam melakukan pencegahan penyakit.
(4)
2. Resiko terhadap penularan penyakit berhubungan dengan adanya 4 ekor kucing yang
sering buang air sembarangan. ( 2 2/3 )

l. Rencana Keperawatan
(Terlampir)

m. Tindakan dan Evaluasi

No Tgl. TT
Tindakan Tgl jam Catatan perkembangan TT perawat
dx jam perawat
1. 11 Jan Penyuluhan 11 Jan S : Ibu A.S mengatakan
2013 terhadap keluarga 2013 bahwa sekarang dia
tentang mengerti pentingnya
Pukul pentingnya Pukul memeriksakan diri
15.00 pemeriksaan rutin 17.00 secara rutin ke petugas
ke pelayan kesehatan dan
kesehatan dan menghindari makanan
melakukan yang tidak
tindakan diperbolehkan sebagai
pencegahan tindakan mencegah
untuk mencegah kekambuhan hipertensi
kekambuhan
hipertensi O : Ibu A.S tampak
antusias dan senang
ketika perawat
memberikan
penyuluhan. Ibu A.S
juga beberapa kali
bertanya tentang hal
yang belum ia mengerti
tentang pencegahan
hipertensi
A:
- Klien mampu mengenal
masalah hipertensi
dengan menyebutkan
pengertian, penyebab,
dan tanda gejala
hipertensi
- Klien mampu
mengembil keputusan
untuk menanggulangi
hipertensi dengan
menyebutkan akibat
hipertensi dan
keluarga mengatakan
mau menganggulangi
hipertensi
- Klien dapat
menyebutkan cara
mencegah
kekambuhan
hipertensi
P: -

Daftar Pustaka

Friedman. M, Marilyn. 2002. Keperawatn Keluarga. Edisi 3. Jakarta. EGC

Friedman, M, Marilyn. 2010. Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori & Praktek.
Edisi 5. Jakarta. EGC

Suddarth,Brunner. 2002. Buku ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Edisi 8. Jakarta :EGC

Suprajitno. 2003. Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: EGC

Suprajitno. 2004. Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta: EGC


LAMPIRAN

A. FOTO
I. PERTEMUAN 1 ( Mengadakan Kontrak untuk pertemuan)
Dilakukan tanggal : 04 Januari 2013 Pukul 15.00

II. PERTEMUAN 2 (PENGKAJIAN)


DILAKUKAN TANGGAL : 04 JANUARI 2013 PUKUL 16.OO
III. PERTEMUAN 3 (Penentuan Diagnosa dan Prioritas Masalah bersama
Keluarga) Dilakukan : 05 Januari 2013 pukul 16.00 bersama Tn. A dan Ibu A.S

IV. PERTEMUAN 4 ( INTERVENSI)


Dilakukan : 08 Januari 2013 pukul 13.00
V. PERTEMUAN 5 (IMPLEMETASI)
Dilakukan : 09 Januari 2013 Pukul 19.00

VI. PERTEMUAN VI (EVALUASI)


Dilakukan : 11 Januari 2013 pukul 17.00
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
( SAP)
Menyikapi Hipertensi

Disusun oleh :

SANTA MARIA PANGARIBUAN


220110100115

Fakultas Ilmu Keperawatan


Universitas Padjajaran
2013

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

(SAP)

MATERI : Perawatan Hipertensi


SUBMATERI: Pentingnya Pengetahuan Tentang Hipertensi

JUDUL : Menyikapi Hipertensi!

SASARAN : Keluarga Tn. Agus (Bu Ati Sumiati)

HARI/ TANGGAL : Kamis, 10 Januari 2013

WAKTU : 09.00 09.30 WIB

TEMPAT : Rumah Tn. Agus Jl. Raya Jatinangor

PEMATERI : Santa Maria Pangaribuan

TUJUAN INSTITUSIONAL (TI) :

Terbentuknya Keluarga Tn. Agus Sonjaya yang sehat dan mampu berkembang sesuai dengan
masanya.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) :

Setelah diberikan penyuluhan, sasaran memahami tentang cara perawatan dan pencegahan
penyakit hipertensi.

KARAKTERISTIK PESERTA :

Peserta adalah Keluarga Tn. Agus Sonjaya khususnya ibu Ati Sumiati yang
mengalami Hipertensi akibat pola hidup yang tidak sehat.

ANALISIS TUGAS :

Know

Definisi hipertensi
Faktor penyebab hipertensi
Tanda dan gejala hipertensi
Pencegahan dan perawatan hipertensi

Do

Menunjukkan tanda-tanda Hipertensi


Bertanya jika ada hal yang tidak dimengerti
Menjawab pertanyaan yang diajukan

Show
Memperlihatkan antusiasme ketika diberikan penyuluhan
Menunjukkan rasa keingintahuan tentang materi penyuluhan dengan bertanya

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) :

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini, diharapkan peserta didik :

a. Menyebutkan pengertian hipertensi


b. Menyebutkan 4 dari 8 penyebab hipertensi
c. Menyebutkan 5 dari 10 tanda dan gejala hipertensi
d. Menyebutkan pencegahan dan perawatan hipertensi
e. Menyebutkan jenis makanan untuk hipertensi

POKOK BAHASAN

Menyikapi Hipertensi

SUB POKOK BAHASAN

A. Definisi hipertensi
B. Penyebab hipertensi
C. tanda dan gejala hipertensi
D. Pencegahan dan perawatan hipertensi
E. Komplikasi Hipertensi
F. Jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan

MATERI PENYULUHAN

(Dilampirkan)

ALOKASI WAKTU

Rencana Waktu : 30 menit

a. Apersepsi/Set : 3 menit
b. Brainstorming : 3 menit
c. Uraian Materi : 15 menit
d. Tanya Jawab : 5 menit
e. Penutup (Closure) : 4 menit

STRATEGI INSTRUKSIONAL
Menggunakan media pengajaran untuk memperjelas uraian materi dan mempermudah
pemahaman pada peserta.
Menjelasakan materi-materi pengajaran.
Melakukan brainstorming dengan mengadakan permainan.
Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta (dalam hal ini Keluarga Tn. Agus
Sonjaya)
Megadakan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana pemahaman keluarga

METODE PENGAJARAN

Ceramah
Tanya Jawab atau diskusi

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

TAHAP KEGIATAN KEGIATAN METODE MEDIA


PENDIDIK KELUARGA
PRA -Menyiapkan Flip Chart
sarana dan
perlengkapan
-Set ruangan.

Kegiatan -Memberi Menyimak Ceramah


Membuka salam dan
melakukan
perkenalan. Menyimak
-Menjelaskan
tujuan
pembelajaran. Menyimak
-Menjelaskan
cakupan
materi yang
akan dibahas.
Uraian Brainstorming
Materi ! Flipchart
Menggali
pemahaman Leaflet
Keluarga
tentang
Hipertensi. Menyimak
- Ceramah
Menyimpulkan
pendapat
keluarga Menyimak
tentang Ceramah
Hipertensi
-Menjelaskan
tentang
Hipertensi:
1.Definisi
Hipertensi
2. Penyebab
Hipertensi
3. Tanda dan
gejala
hipertensi
4. Pencegahan
dan
perawatan
hipertensi
5. Jnis
makanan
untuk
hipertensi.
Tanya - Mengundan Bertanya Tanya
Jawab g Jawab
pertanyaan
atau
komentar
keluarga Menyimak
- Menjawab
pertanyaan
atau
komentar
keluarga
dengan
singkat dan
jelas.

MEDIA PENGAJARAN
Lembar Balik Flipchart
Leaflet
Laptop

SARANA

Ruang tamu

EVALUASI

Teknik evaluasi yang digunakan yaitu dengan memberikan pertanyaan secara lisan. Keluarga
harus menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri. Pertanyaan masih berkaitan dengan
materi yang disampaikan.

SUMBER MATERI

Suddarth,Brunner. 2002. Buku ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Edisi 8. Jakarta :EGC


MATERI PENYULUHAN

A. PENGERTIAN
Hipertensi adalah terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik (atas) 140 mmHg atau lebih dan
tekanan diastolik (bawah) 90 mmHg atau lebih.
Disebut hipertensi apabila seseorang yang terkena :
1. Telah berumur 18 tahun atau lebih.
2. Bila 2x kunjungan berbeda tekanan diastolik 90 atau lebih.
3. Beberapa kali pengukuran tekanan sistolik menetap 140 mmHg atau lebih.

B. PENYEBAB
- Stress
- Minum minuman beralkohol secara berlebihan
- Usia
- Keturunan
- Obesitas (berat badan berlebih)
- Kurang aktivitas fisik
- Penyakit lain (ginjal, syaraf)
- Keracunan kehamilan

C. TANDA DAN GEJALA


1. Sakit kepala dan pusing (bagian belakang) terutama bila bangun tidur.
2. Nggliyer (Bhs. Jawa), terasa melayang.
3. Rasa berat ditengkuk atau leher.
4. Kadang mimisan.
5. Emosi yang tidak stabil, mudah tersinggung.
6. Telinga berdenging.
7. Sukar tidur.
8. Mata berkunang-kunang.
9. Rasa mual atau muntah.

.
D Klasifikasi atau Derajat Hipertensi

The Join National Committee on Detection, Evaluation, and Treatment of High Pressure.
(komite deteksi, evaluasi, dan pengobatan hipertensi). Mengklasifikasikan hipertensi dalam
tabel di bawah ini :

Tabel Stadium Hipertensi

Kategori Sistolik (Atas) Diastolik (Bawah)


Normal tinggi (perbatasan ) 130-190 85-89
Stadium I Ringan 140-159 90-99
Stadium 2 Sedang 160-179 100-109
Stadium 3 Berat 180-209 110-119
Stadium 4 Sangat Berat 210 120

E. Komplikasi

Efek pada organ :


1. Otak
Pemekaran pembuluh darah
Perdarahan
Kematian sel otak : stroke
2. Ginjal
Malam banyak kencing
Kerusakan sel ginjal
Gagal ginjal
3. Jantung
Membesar
Sesak nafas (dyspnoe)
Cepat lelah
Gagal jantung

F. PENCEGAHAN DAN PERAWATAN


- Pengobatan dengan obat-obatan penurun darah tinggi sesuai anjuran dokter
- Merubah pola hidup :
1. Usahakan untuk dapat mempertahankan berat badan yang ideal (cegah kegemukan).
2. Batasi pemakaian garam.
3. Mulai kurangi pemakaian garam sejak dini apabila diketahui ada faktor keturunan
hipertensi dalam keluarga.
4. Tidak merokok.
5. Perhatikan keseimbangan gizi, perbanyak buah dan sayuran.
6. Hindari minum kopi yang berlebihan.
7. Batasi makanan.
8. Mempertahankan gizi (diet yang sehat seimbang).
9. Periksa tekanan darah secara teratur, terutama jika usia sudah mencapai 40 tahun.
6. Mengurangi stress :
Latiahan meditasi
Olahraga pernapasan
7. Olahraga teratur :
Aerobik
Jalan kaki
G. JENIS MAKANAN UNTUK HIPERTENSI
GOLONGAN
MAKANAN YANG BOLEH MAKANAN YANG TIDAK
BAHAN
DIBERIKAN BOLEH DIBERIKAN
MAKANAN
Karbohidrat Beras, kentang, singkong, Roti biskuit dan makanan yg
terigu, makanan yg diolah tanpa dimasak dg garam dapur
garam seperti mie, biskuit, kue
kering.
Protein hewani Daging, ikan, telur dan susu Ikan asin, keju, kornet, telur asin,
pindang dendeng, udang
Protein nabati Semua kacang-kacangan yg Kacang tanah dan semua kacang yg
diolah tanpa garam dapur dimasak dg garam dapur
Sayuran Semua sayuran segar dan Sayuran yg diawetkan dg garam
sayuran yang diawetkan tanpa seperti : sayuran kaleng, asinan
garam
Buah-buahan Semua buah-buahan segar dan Durian dan buah-buahan yg
diawetkan tanpa garam dan soda diwetkan dg garam dan soda
Lemak Minyak margarin dan mentega Margarin dan mentega biasa
tanpa garam
Bumbu Semua bumbu segar dan kering Garam dapur, soda, vetsin dan
yg tidak mengandung garam bumbu yg mengandung garam
dapur dapur, kecap asin, tersai, tauco
Minuman Air putih Kopi dan coklat