You are on page 1of 10

Prepared By: A2G1

Name :

1. Agustin Adhitya H (01)


2. Andhita Kharisma D (02)
3. Aromah Nurul F (05)
4. Trimas Ayu P (28)
5. Wiga Priastiwi (31)
6. Windi Safitri (32)

SMA NEGERI 2 WONOGIRI


PERIOD 2012/2013
Practice Physical Activity Report
Determining the Earth's Gravitational Acceleration
Laporan Kegiatan Praktek Fisika
Menentukan Percepatan Gravitasi Bumi

I. Destination
Conducted an experiment to determine the acceleration of gravity using a
pendulum swing
1) Tujuan
Melakukan percobaan untuk menentukan percepatan gravitasi bumi menggunakan ayunan bandul

II. Tool

iron pendulum
Rope (thread)
Stop watch
Stative

2) Alat
Bandul besi
Tali benang
Stop watch
Statif

III. The foundation of the theory


3) Landasan Teori

Simple Harmonic Motion (GHS) is a periodic motion trajectory taken is always the
same (fixed). Simple Harmonic Motion have the equations of motion in the form of
sinusoidal and used to analyze a certain periodic motion. Periodic motion is repetitive
or oscillatory motion through a point of equilibrium in a fixed time interval. Simple
Harmonic Motion can be divided into two parts, namely:
Simple Harmonic Motion (GHS) Linear, for example, the vacuum in the gas
cylinder, the oscillation motion of the mercury / water in the pipe U, motion
horizontal / vertical springs, and so on.
Simple Harmonic Motion (GHS) Angular, eg pendulum movement / physical
pendulum, oscillating swing torque, and so on.

Gerak Harmonik Sederhana (GHS) adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap).
Gerak Harmonik Sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusoidal dan digunakan untuk
menganalisis suatu gerak periodik tertentu. Gerak periodik adalah gerak berulang atau berosilasi melalui titik
setimbang dalam interval waktu tetap. Gerak Harmonik Sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Linier, misalnya penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air raksa / air
dalam pipa U, gerak horizontal / vertikal dari pegas, dan sebagainya.

Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Angular, misalnya gerak bandul/ bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.

Some Examples of Harmonic Motion


harmonic motion on the pendulum: A pendulum is a mass (m) that hung at one end
of the rope with a length l and make a junction with a small angle. The force causes
the pendulum to its equilibrium position is called the restoring force and the arc length
is Equilibria style. If the vibration amplitude is not small, but not simple harmonic
thus become dependent on the period stated in the amplitude and amplitude angle
harmonic motion on a spring: spring system is a spring with a spring constant (k)
and the masses at the ends and junctions that form a harmonic motion. The force
effect on the Hooke spring system is style.
Simple Harmonic Motion Acceleration Equation
Acceleration equation obtained from the first derivative of the velocity equation of a
harmonic motion.

Beberapa Contoh Gerak Harmonik

Gerak harmonik pada bandul: Sebuah bandul adalah massa (m) yang digantungkan pada salah satu ujung tali
dengan panjang l dan membuat simpangan dengan sudut kecil. Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi
kesetimbangan dinamakan gaya pemulih yaitu dan panjang busur adalah Kesetimbangan gayanya. Bila amplitudo
getaran tidak kecil namun tidak harmonik sederhana sehingga periode mengalami ketergantungan pada amplitudo
dan dinyatakan dalam amplitudo sudut

Gerak harmonik pada pegas: Sistem pegas adalah sebuah pegas dengan konstanta pegas (k) dan diberi massa pada
ujungnya dan diberi simpangan sehingga membentuk gerak harmonik. Gaya yang berpengaruh pada sistem pegas
adalah gaya Hooke.

Persamaan Percepatan Gerak Harmonik Sederhana

Persamaan percepatan didapat dari turunan pertama persamaan kecepatan dari suatu gerak harmonik.

ay = dy / dt = - (42) / T2 A sin (2 / T) t, without initial position


= - (42) / T2 A sin (2 / T) t + 0), with the initial position 0
The equation can also be simplified into
w = (-2 / T) y = - y
Minus sign (-) states the direction opposite to the direction of the acceleration
deviation, the above two equations (equations velocity and acceleration) are not we
down here.
Energy in simple harmonic motion consists of potential energy and energykinetik.
Thus the total energy of a simple harmonic motion is the sum of potential energy and
kinetic energy.
Ep = 1/2 y2 k with k = (42 m) / T2 and y = A sin
Ek = 1/2 mvy2dengan vy = 2 / T A cos
ET = Ep + Ek
ET = 1/2 k A2

ay=dy/dt =-(42)/T2 A sin (2/T) t,tanpa posisi awal

=- (42)/T2 A sin ( 2/T) t+ 0),dengan posisi awal 0

Persamaan tersebut dapat pula disederhanakan menjadi

ay= (-2/T)y= y

Tanda minus ( ) menyatakan arah dari percepatan berlawanan dengan arah simpangan, Kedua persamaan diatas
(persamaan kecepatan dan percepatan) tidak kita turunkan disini.

Energy pada gerak harmonic sederhana terdiri atas energy potensial dan energykinetik. Dengan demikian energi
total dari gerak harmonik sederhana merupakan jumlah dari energi potensial dan energy kinetiknya.
Ep = 1/2 k y2 dengan k= (42 m)/T2 dan y=A sin

Ek = 1/2 mvy2dengan vy= 2/T A cos

ET =Ep+Ek

ET = 1/2 k A2

'Description:
A = amplitude (m)
T = Period (s)
K = spring constant (N / m)
Harmonic motion is the motion of a particle or object, the motion of the position of
the particle as a function of time in the form of sinusoidal (can be expressed in the
form of a sine or cosines). Examples of such motion harmonic motion on a spring, or
a pendulum motion in ayunaan simple and circular motion.
Harmonic motion is a periodic motion, the motion back - back periodically through
the balance point.
Spring fed so far y deviation from its equilibrium position will move back and forth -
forth through the balance point when it is released. This movement is caused by the
restoring force acting on the spring. Restoring force is trying to return the object to its
equilibrium position.
Big restoring force is proportional to the deviation and direction to the direction of
deviation berlaanan. Mathematically the restoring force in the spring can be written as
follows:
F=-ky
Description:
K = spring constant (N / m)
y = deviation (m)
F = restoring force (N)
(Minus sign stating that the direction opposite to the direction of the restoring force
deviation)
The size is also important in the harmonic motion is the period and frequency.

Keterangan:

A = amplitude (m)

T = Periode (s)

K = konstanta pegas (N/m)

Gerak harmonik merupakan gerak suatu partikel atau benda, dengan gerak posisi partikel sebagai fungsi waktu
berupa sinusoidal(dapat dinyatakan dalam bentuk sinus atau cosines). Contoh gerak harmonic diantaranya gerak
pada pegas,gerak pada bandul atau ayunaan sederhana dan gerak melingkar.

Gerak harmonic merupakan gerak periodic, yaitu gerak bolak balik secara periodic melalui titik keseimbangan.

Pegas yang diberi simpangan sejauh y dari posisi keseimbangannya akan bergerak bolak balik melalui titik
keseimbangan tersebut ketika dilepaskan. Gerakan ini disebabkan oleh gaya pemulih yang bekerja pada pegas.
Gaya pemulih ini berusaha untuk mengembalikan posisi benda ke posisi keseimbangannya.

Besar gaya pemulih berbanding lurus dengan besar simpangan dan arahnya berlaanan dengan arah simpangan.
Secara matematis besar gaya pemulih pada pegas dapat ditulis sebagai berikut:
F=ky

Keterangan:

K = tetapan pegas (N/m)

y = simpangan (m)

F = gaya pemulih (N)

(tanda minus menyatakan bahwa arah gaya pemulih berlawanan dengan arah simpangan)

Besaran lain yang juga penting dalam gerak harmonic adalah periode dan frekuensi.

Period of a spring vibrates expressed by the following relationship:


T = 2 (m / k)
Description:
M = period of the object (kg)
= 3.14
k = spring constant (N / m)
T = period (s)
Frequency is the inverse of the period so that we can reduce the equation period.
If a body of mass m hanging on a rope length l. then the object is given a deviation so
that things move back and forth - forth also the restoring force. But the style
pemulihnya can be expressed through the following relationship:
F =- sin
by:
= weight of pendulum (N)
= angle deviation of the pendulum to the vertical axis
F = restoring force (N)

Periode dari suatu pegas yang bergetar dinyatakan melalui hubungan berikut:

T = 2(m/k)

Keterangan:

M = masa benda (kg)

= 3,14

k = tetapan pegas (N/m)

T = periode (s)

Frekuensi merupakan kebalikan dari periode sehingga kita dapat menurunkan persamaan periodenya.

Jika sebuah benda bermassa m di gantungkan pada seutas tali yang panjangnya l. kemudian benda tersebut diberi
simpangan sehingga benda bergerak bolak balik juga merupakan gaya pemulih. Namun besar gaya pemulihnya
dapat dinyatakan melalui hubungan berikut:

F= - sin
Dengan:

= berat bandul (N)

= sudut simpangan bandul terhadap sumbu vertical

F = gaya pemulih (N)

In this case, the minus sign (-) also pointed to the restoring force in the opposite
direction to the direction of deviation.
The period of the pendulum movement expressed through the following relationship:
T = 2 (l / g)
By:
l = length of pendulum (m)
g = acceleration due to gravity (m/s2)
= 3.14
T = period of swing (s)
The opposite of the period is the frequency. You can find it in the same way as above.
Another example of simple harmonic motion is a circular motion. Deviation of simple
harmonic motion can be considered as a projection of circular motion on a circle.
The image below shows a particle moving along a circular trajectory fingers - fingers
A with angular velocity w. missalkan early - first particle is in P1. After some time (t),
the particle is in P2. So far the path taken by the particle from point P1 to P2 is:
The position deviation of P at a given moment in a circular motion
y = A sin or y = A sin 2 / T t
If the object first - first in the position deviation 0 the formulation above can be
written as follows:
y = A sin ( + 0 or y = A sin (2 / T t + 0)

Dalam hal ini, tanda minus (-) juga menunukkan arah gaya pemulih yang berlawanan dengan arah simpangan.

Periode dari gerakan bandul dinyatakan melalui hubungan berikut:

T= 2(l/g)

Dengan:

l = panjang bandul (m)

g = percepatan gravitasi (m/s2)

= 3,14

T = periode ayunan (s)

Kebalikan dari periode adalah frekuensi. Kamu dapat mencarinya dengan cara yang sama seperti diatas.

Contoh lain dari gerak harmonik sederhana adalah gerak melingkar. Simpangan gerak harmonic sederhana dapat
dianggap sebagai proyeksi gerak melingkar pada suatu lingkaran.

Gambar dibawah ini menunjukkan sebuah partikel yang bergerak sepanjang lintasan lingkaran yang berjari jari A
dengan kecepatan sudut w. missalkan mula mula partikel berada di P1. Setelah beberapa saat (t), partikel tersebut
berada di P2. Maka jauhnya lintasan yang ditempuh oleh partikel tersebut dari titik P1 ke P2 adalah:

Posisi simpangan P pada suatu saat tertentu dalam gerak melingkar


y = A sin atau y = A sin 2/T t

Jika benda mula mula berada pada posisi 0 maka perumusan simpangan diatas dapat dituliskan sebagai berikut:

y = A sin ( + 0 atau y = A sin ( 2/T t + 0)

or
y = A sin (0 + 2ft)
Hooke's law on the composition of spring
For example, we review the springs are mounted horizontally, where the end of the
spring is attached a body of mass m. We ignore the mass of the object, as well as the
frictional force, so that the object sliding on a horizontal surface without a hitch. We
first define the positive direction to the right and to the left negative direction. Each
spring has a natural length, if the spring is not given style. In this kedaan, objects
related to the end of the spring is in equilibrium position to further facilitate the
understanding of yourself, you should be too experimental.
If the object is pulled to the right as far as + x (stretched spring), the spring will
provide the restoring force in the direction the object is to the left so that the object
back into position setimbangnya.
Conversely, if the object is pulled to the left as far as the x, spring also provides the
restoring force to return the object to the right so that the object back to the
equilibrium position.
Great apparently restoring force F is proportional to the deviation of x from the spring
stretched or pressed from the equilibrium position (the equilibrium position when x =
0). Mathematically written:
This equation is commonly known as the equation of spring and is the Hooke's law.
This law was initiated by his uncle Robert Hooke (1635-1703). k is a constant and x is
the deviation. The negative sign indicates that the restoring force F has the alias
opposite direction deviation x. When we pull the spring to the right then x is positive,
but the direction of F to the left (opposite direction to the turn-x). Conversely, if the
spring is pressed, x directed to the left (negative), while the work force F to the right.
So the force F is always opposite to the direction bekeja deviation x. k is the spring
constant. Related to the elasticity of the spring constant of a spring. The larger the
spring constant (the stiffness of a spring), the greater the force required to compress or
stretch the spring.

atau

y = A sin (2ft + 0)

Hukum Hooke pada Susunan Pegas

Misalnya kita tinjau pegas yang dipasang horisontal, di mana pada ujung pegas tersebut dikaitkan sebuah benda
bermassa m. Massa benda kita abaikan, demikian juga dengan gaya gesekan, sehingga benda meluncur pada
permukaan horisontal tanpa hambatan. Terlebih dahulu kita tetapkan arah positif ke kanan dan arah negatif ke kiri.
Setiap pegas memiliki panjang alami, jika pada pegas tersebut tidak diberikan gaya. Pada kedaan ini, benda yang
dikaitkan pada ujung pegas berada dalam posisi setimbang Untuk semakin memudahkan pemahaman
dirimu,sebaiknya dilakukan juga percobaan.

Apabila benda ditarik ke kanan sejauh +x (pegas diregangkan), pegas akan memberikan gaya pemulih pada benda
tersebut yang arahnya ke kiri sehingga benda kembali ke posisi setimbangnya .
Sebaliknya, jika benda ditarik ke kiri sejauh -x, pegas juga memberikan gaya pemulih untuk mengembalikan benda
tersebut ke kanan sehingga benda kembali ke posisi setimbang .

Besar gaya pemulih F ternyata berbanding lurus dengan simpangan x dari pegas yang direntangkan atau ditekan
dari posisi setimbang (posisi setimbang ketika x = 0). Secara matematis ditulis :

Persamaan ini sering dikenal sebagai persamaan pegas dan merupakan hukum hooke. Hukum ini dicetuskan oleh
paman Robert Hooke (1635-1703). k adalah konstanta dan x adalah simpangan. Tanda negatif menunjukkan bahwa
gaya pemulih alias F mempunyai arah berlawanan dengan simpangan x. Ketika kita menarik pegas ke kanan maka
x bernilai positif, tetapi arah F ke kiri (berlawanan arah dengan simpangan x). Sebaliknya jika pegas ditekan, x
berarah ke kiri (negatif), sedangkan gaya F bekerja ke kanan. Jadi gaya F selalu bekeja berlawanan arah dengan
arah simpangan x. k adalah konstanta pegas. Konstanta pegas berkaitan dengan elastisitas sebuah pegas. Semakin
besar konstanta pegas (semakin kaku sebuah pegas), semakin besar gaya yang diperlukan untuk menekan atau
meregangkan pegas.

Conversely the elastic a spring (spring constant gets smaller), the smaller the force
required to stretch the spring. To stretch the spring as far as x, we will provide the
external force on the spring, which is the same as that F = + kx

Sebaliknya semakin elastis sebuah pegas (semakin kecil konstanta pegas), semakin kecil gaya yang diperlukan
untuk meregangkan pegas. Untuk meregangkan pegas sejauh x, kita akan memberikan gaya luar pada pegas, yang
besarnya sama dengan F = +kx

IV. Procedure

Tying threads on pendulum


Determine the length of the pendulum string pad
Define when the pendulum swings
Swinging pendulum with a small deviation
Count the number of swings for t second account after reaching a steady state
Record the results of an experiment
For better results, do the experiment several times with different length of rope
4) Prosedur
Mengikat benang pada bandul
Menentukan panjang tali pad bandul
Menentukan waktu ayunan bandul
Ayun bandul dengan simpangan kecil
Hitung jumlah ayunan selama t sekon stelah mencapai keadaan stabil
Catat hasil percobaan
Untuk hasil lebih baik, lakukan percobaan selama beberapa kali dengan panjang tali yang berbeda
V. Data
5) Data
Experiment 1
n = 14
l=40 cm
t = 20 s
t 2 l

T= n g=4 T2

20 0.4
4 (3.14 )2
= 14 = ( 1.42 )2
0.4
= 1.42 = 39.44 2.01

= 7.49
Experiment 2
n = 16
l=32 cm
t = 20 s
t l
2
T= n g=4 T
2

20 0.32
4 (3.14 )2
= 16 = ( 1.25 )2
0.32
= 1.25 = 39.44 1.56

= 7.88

Experiment 3
n = 21
l=44 cm
t = 30 s
t l
2
T= n g=4 T
2

30 2 0.44
4 (3.14 )
= 21 = ( 1.42 )2
0.44
= 1.42 = 39.44 2.01

= 8.28
Experiment 4
n = 18
l=44 cm
t = 25 s
t l
2
T= n g=4 T
2

25 2 0.44
4 (3.14 )
= 18 = ( 1.38 )2
0.44
= 1.38 = 39.44 1.9
= 9.07
VI. Analysis of data
From the results of experiments can be that with the length of rope
and a greater burden and a large deviation angle it will affect the
value of a swing, period, frequency, and acceleration of gravity is
also greater value
6) Analisis data
Dari hasil percobaan di dapat bahwa dengan semakin panjang tali serta beban yang semakin besar dan
sudut simpangan yang besar maka akan berpengaruh pada nilai waktu ayunan, periode, frekuensi, dan
percepatan gravitasi yang nilainya juga semakin besar.
VII. Conclusion
The acceleration of Earth's gravity using a pendulum swing. And of the activities
that have been performed obtained a conclusion that based on the data
that has been done after the gravity averaged only 8:18 m / s and it is
very far from the formula that is 9.8 m / s .
7) Kesimpulan
menentukan percepatan gravitasi bumi menggunakan ayunan bandul. Dan dari kegiatan yang telah dilakukan
diperoleh sebuah kesimpulan bahwa berdasarkan data yang yang telah dilakukan gaya gravitasi setelah dirata-rata

hanya 8.18 m/s dan itu sangat jauh dari rumus yakni
9,8 m/s .

VIII. Suggestion
In the experiments we have done so many errors. Experiments should be done
at least 3 times in order to get accurate results. And in doing these
experiments must be thorough and meticulous in observing time
and calculate the vibe going. Because it will affect the resulting
period. If an error occurs in the calculation of the period it will affect
the magnitude of the acceleration of gravity.
8) Dalam percobaan yang telah kami lakukan banyak sekali kesalahan. Sebaiknya percobaan dilakukan minimal
sebanyak 3 kali supaya mendapatkan hasil yang akurat. Dan dalam melakukan percobaan tersebut
harus teliti dan cermat dalam mengamati waktu dan menghitung getaran yang terjadi.
Karena akan mempengaruhi periode yang dihasilkan. Jika dalam perhitungan periode
terjadi kesalahan maka akan berpengaruh pada besarnya percepatan gravitasinya.