You are on page 1of 14

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

DINAS TATA KOTA, BANGUNAN DAN PEMUKIMAN


KOTA TANGERANG SELATAN

BIDANG : TEKNIK

PEKERJAAN : PENYUSUNAN DOKUMEN


PERENCANAAN GERBANG
BATAS KOTA
TANGERANG SELATAN

TAHUN ANGGARAN 2015


KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PEKERJAAN : PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN GERBANG BATAS
KOTA TANGERANG SELATAN

1. LATAR BELAKANG Bentuk penanda kota, salah satunya adalah pintu


gerbang masuk kota. Suatu kota idealnya memiliki
gerbang sehingga membangun gerbang
kota/wilayah merupakan salah satu hal penting
bagi identitas suatu kota. Identitas itu dapat
berwujud gerbang kota atau gapura yang
mempunyai ciri khusus yang menandakan itu
sebagai gerbang kota/gapura.
Sementara dari sisi identitas kota, gerbang kota
akan menyandang fungsi publik, fungsi rekreatif,
dan fungsi informatif. Hal ini karena letak tapak
gerbang kota akan merupakan titik batas dan
penanda memasuki sebuah kota sehingga
alangkah baiknya, bila dari luasan tapak yang
tersedia sangat memadai, maka letak dari tugu
batas merupakan tempat istirahat (rest area)
terpadu. Ada informasi wisata, ada informasi
investasi, hingga ketataruangan yang dikemas
menarik. City gate atau pintu gerbang kota/daerah
kebanyakan harus dibangun memiliki
keterpaduan dengan fungsi bangunan-bangunan
yang ada di sekitarnya.
Gerbang batas kota sebagai City Gate merupakan
bangunan yang berfungsi sebagai batas wilayah,
bangunan yang harus merepresentasikan
kekhasan kota/daerah itu secara simbolik melalui
tulisan atau sculpture yang berornamen yang
merepresentasikan identitas kota/daerah itu.
Gerbang batas di rencanakan sesuai dengan lokasi
yang telah ditentukan oleh Departemen Dalam
Negeri tentang batas wilayah suatu Kota/
Kabupaten atau yang telah ditetapkan dalam
rencana tata ruang atau penataan bangunan dan
lingkungan.
Gerbang batas di rencanakan dengan
memperhatikan lokasi sekitar dan kearifan lokal
yang akan menjadi disain gerbang batas.
Pada tahun 2014 Dinas Tata Kota telah
membangun gerbang batas pada 5 titik, yaitu
batas Depok-Tangsel, Bogor-Tangsel, Kota
Tangerang-Tangsel, Kab.Tangerang-Tangsel dan
Jakarta-Tangsel. Dari 5 pekerjaan tersebut hanya
gerbang batas Bogor-Tangsel yang dapat
diselesaikan hingga akhir kontrak pada akhir
tahun. Sedangkan 4 pekerjaan lain akan
dilanjutkan pada tahun berikutnya.
Untuk pekerjaan lanjutan pembangunan gerbang
batas ini sebelumnya perlu dilakukan review
dokumen perencanaan terlebih dahulu mengingat
ada wacana untuk menambahkan komponen
videotron pada gerbang batas, baik yang dibangun
pada 2014 atau untuk lokasi gerbang-gerbang
batas yang baru.
Konsultan perencana harus melakukan identifikasi
awal lokasi-lokasi berdasar arahan tata ruang.
Selanjutnya melakukan kajian terhadap lokus yang
diusulkan, yaitu tapak rencana terhadap data
teknis dan administrasinya.
Review terhadap desain dilakukan dengan
memperhatikan daya dukung tanah yang
diperoleh dari hasil sondir tanah.
Lokasi perencanaan yang ada 3 lokus yaitu
perbatasan Kota Tangerang-Tangsel (Kelurahan
Pakujaya), Jakarta-Tangsel (Kel.Cirendeu), Bogor-
Tangsel (Kel.Babakan).

2. MAKSUD DAN TUJUAN Kerangka acuan pekerjaan ( Term of Reference )


penugasan ini dimaksudkan sebagai petunjuk bagi
konsultan perencana yang memuat pedoman dan
kriteria serta proses yang harus dipatuhi atau
diperhatikan dan diinterpretasikan dalam
melaksanakan tugas sehingga diperoleh hasil
rancangan yang optimal. Adapun tujuan dari
proyek ini antara lain :
a. Untuk mendapatkan suatu hasil
PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN
GERBANG BATAS KOTA TANGERANG
SELATAN Kota Tangerang Selatan yang
optimal dari segi fungsi, arsitektural, dan
teknologi.
b. Untuk meningkatkan segi kenyamanan dan
ketenangan civitas dalam beraktivitas
didalamnya.

3. TARGET/SASARAN Pekerjaan PENYUSUNAN DOKUMEN


PERENCANAAN GERBANG BATAS KOTA
TANGERANG SELATAN

4. NAMA ORGANISASI Satuan Kerja : Dinas Tata Kota Bangunan dan


PENGADAAN BARANG/JASA Permukiman Kota Tangerang Selatan
PPK : Kepala Bidang Teknik Dinas Tata Kota,
Bangunan dan Permukiman Kota Tangerang
Selatan
Kegiatan : Perencanaan Pengembangan
Wilayah Strategis Dan Cepat Tumbuh
Pekerjaan : PENYUSUNAN DOKUMEN
PERENCANAAN GERBANG BATAS KOTA
TANGERANG SELATAN

5. SUMBER DANA DAN a. Sumber Dana dari keseluruhan pekerjaan


PERKIRAAN BIAYA perencanaan didapat dari APBD Kota
Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2015.
b. Pelaksanaan kegiatan ini disiapkan nilai pagfu
sebesar Rp. 235.686.000 ( Dua Ratus Tiga Puluh
Lima Juta Enam Ratus Delapan Puluh Enam
Ribu Rupiah ) dan mengikuti pedoman dalam
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :
45/PRT-M/2007 tanggal 27 Desember 2007,
tentang Pedoman Teknis Pembangunan
Bangunan Gedung Negara yaitu :
a. Untuk pekerjaan standar berlaku biaya
maksimum sesuai yang tercantum dalam
table A s.d. tabel D, dan dihitung dengan
sesuai ketentuan yang berlaku.
b. Bila terdapat pekerjaan non standar, maka
dihitung secara orang-bulan dan biaya
langsung yang dapat diganti, sesuai dengan
ketentuan billing rate yang berlaku.
c. Pengaturan komponen pembiayaan pada
butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan
antara bangunan standar, serta dan non
standar dan harus terbaca dalam suatu
rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan
huruf.
d. Besarnya biaya Konsultan merupakan biaya
tetap dan pasti.
e. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut
mengikuti surat perjanjian pekerjaan yang
dibuat oleh PPK dan Konsultan.
f. Biaya pekerjaan dan tata cara pembayaran
diatur secara kontraktual, meliputi
komponen sebagai berikut :
a) Honorarium tenaga ahli dan tenaga
penunjang,
b) Materi dan penggandaan laporan,
c) Pembelian bahan dan ATK,
d) Pajak dan iuran daerah lainnya
g. Pembayaran biaya Konsultan adalah
berdasarkan pada prestasi kemajuan
pekerjaan.

6. RUANG LINGKUP a. Untuk merencanakan PENYUSUNAN


PENGADAAN/LOKASI,DATA
DOKUMEN PERENCANAAN GERBANG
BATAS KOTA TANGERANG SELATAN Kota
DAN FASILITAS
Tangerang Selatan ini, konsultan harus
PENUNJANG
mengikuti proses dan lingkup tugas yang harus
dilaksanakan dengan berpedoman pada
ketentuan yang berlaku, khususnya Pedoman
Teknis Pembangunan Bangunan Gedung, yang
meliputi tugas-tugas perencanaan Gerbang
Batas Kotar, terdiri dari :
1. Persiapan perencanaan seperti
mengumpulkan data dan informasi
lapangan/gedung yang ada termasuk
melakukan pengukuran site plan,
penyelidikan tanah sederhana dan membuat
interpretasi secara garis besar terhadap KAK.
2. Penyusunan Konsepsi disain Gerbang Batas
Kota, termasuk program bangunan dan
lingkungan serta didetilkan ke dalam
Gerbang Batas yang direncanakan.
3. Penyusunan pra-rencana, yang lebih
mendetailkan secara terukur terhadap hal-
hal yang sudah dikonsepsikan.
4. Penyusunan pengembangan rencana, antara
lain membuat :
a) Rencana arsitektur, beserta uraian
konsep & visualisasi dwi dan trimatra
dengan beberapa alternatif rancangan.
b) Rencana struktur, beserta uraian konsep
dan perhitungannya, soil test dan
perencanaan pondasi.
c) Rencana Mekanikal, beserta uraian
konsep dan perhitungannya, meliputi
tata cahaya, listrik, dll.
d) Garis kerja spesifikasi teknis (outline
specification)
e) Penajaman pra-perkiraan biaya yang
sesuai dengan konsep rancangan detail
yang ada.
5. Melakunan peninjauan kembali atau review
terhadap dokumen perencanaan gerbang
batas yang sudah terbangun.
6. Mengadakan pengawasan berkala selama
pelaksanaan konstruksi fisik dan
melaksanakan kegiatan seperti :
a) Melakukan penyesuaian gambar dan
spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada
perubahan.
b) Memberikan penjelasan terhadap
persoalan-persoalan yang timbul selama
masa pelaksanaan konstruksi.
c) Memberikan saran-saran, pertimbangan
dan rekomendasi bilamana terjadi
perubahan penggunaan bahan.

b. Lokasi perencanaan yang ada 3 lokus yaitu


perbatasan Kota Tangerang-Tangsel (Kelurahan
Pakujaya), Jakarta-Tangsel (Kel.Cirendeu),
Bogor-Tangsel (Kel.Babakan). Selain 3 lokasi
tersebut, konsultan melakukan review
perencanaan gerbang batas yang sudah
terbangun.
c. Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan harus
mencari informasi/data yang dibutuhkan selain
dari informasi yang diberikan oleh Dinas Tata
Kota, Bangunan dan Pemukiman Kota
Tangerang Selatan, termasuk melalui Kerangka
Acuan Kerja ini.
d. Konsultan harus memeriksa kebenaran
informasi yang digunakan dalam pelaksanaan
tugasnya, baik yang berasal dari Kepala Dinas
Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman Kota
Tangerang Selatan,

7. PRODUK YANG Laporan Pendahuluan, dibuat sebanyak 5


DIHASILKAN exemplar dengan ukuran kertas A4
Laaporan Antara dibuat sebanyak 5 exemplar
dengan ukuran kertas A4
Laporan Akhir dibuat sebanyak 5 exemplar
dengan ukuran kertas A4
Laporan RAB dibuat sebanyak 5 exemplar
dengan ukuran kertas A4
Laporan RKS dibuat sebanyak 5 exemplar
dengan ukuran kertas A4
Laporan Dok Lelang (BQ) dibuat sebanyak 5
exemplar dengan ukuran kertas A4
Laporan Gambar Kerja dibuat sebanyak 15
exemplar dengan ukuran kertas A3
Laporan Gambar Kerja dibuat sebanyak 15
exemplar dengan ukuran kertas A4
Laporan Gambar 3 D dibuat sebanyak 5
exemplar Berwarna dengan ukuran kertas A3
Carton Art
Laporan Soft Copy Semua dokumen dibuat
sebanyak 5 buah dengan DVD
Laporan Soft Copy Animasi 1 ls dibuat dengan
DVD
Laporan Dokumentasi Kegiatan 1 ls dengan
ukuran kertas A4
(akan di jelaskan lebih detail pada poin 12).
8. WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan ini diperkirakan 60
YANG DIPERLUKAN (Enam Puluh) hari kalender terhitung sejak
dikeluarkannya surat perintah mulai kerja.
Pekerjaan dianggap telah selesai dan dapat
dibuatkan berita acara serah terima pertama
apabila kontraktor telah:
a. Menyerahkan seluruh pekerjaan dan
menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai
dengan Kerangka Acuan Kerja dan Rencana
Anggaran Biaya Konsultansi.
b. Menyerahkan laporan mengenai seluruh
pengetesan yang diaksanakan sesuai petunjuk
direksi.
c. Menyerahkan foto-foto dokumentasi
pelaksanaan Kegiatan.
d. Seluruh Laporan harus sudah disetujui oleh
direksi secara tertulis.

9. TENAGA AHLI YANG Untuk melaksanakan pekerjaan ini,


DIBUTUHKAN Konsultan Perencana harus menyediakan
tenaga yang memenuhi ketentuan, baik ditinjau
dari segi lingkup pekerjaan maupun tingkat
kompleksitas pekerjaan.
Tenaga tenaga yang dibutuhkan dalam
kegiatan perencanaan ini terdiri dari :
A. TENAGA AHLI
1. Ahli Arsitek (Team Leader )
Sebagai ketua tim serta penanggung
jawab kegiatan, tugas utamanya adalah
memimpin/koordinir seluruh kegiatan
tim dalam pelaksanaan pekerjaan
sampai pekerjaan dinyatakan selesai.
Pendidikan : Minimal S2 Teknik
Arsitektur, Pengalaman : min 5 th
Menyampaikan SKA sesuai bidang
keahlian, curriculum vitae, Ijazah, KTP
dan NPWP.
2. Tenaga Ahli Tehnik Bangunan
Gedung
Pendidikan : Minimal S1 Teknik Sipil,
Pengalaman : min 5 th Menyampaikan
SKA sesuai bidang keahlian,
curriculum vitae, Ijazah, KTP dan
NPWP.
3. Tenaga Ahli Tehnik Tenaga Listrik ( 1
orang )
Pendidikan : Minimal S1 Teknik
Elektro, Pengalaman : min 5 th
Menyampaikan SKA sesuai bidang
keahlian, curriculum vitae, Ijazah, KTP
dan NPWP.

B. TENAGA PENDUKUNG
1. Juru Ukur Kuantitas Bangunan Gedung
(3 orang) Pendidikan : Minimal
D3Bangunan/Sipil, Pengalaman: min 3
th
2. Juru Gambar Arsitek (2 orang),
Pendidikan : Minimal D3 Arsitektur,
Pengalaman: min 3 th
3. Juru Gambar Sipil (2 orang),
Pendidikan : Minimal D3 Sipil,
Pengalaman: min 3 th
4. Juru Gambar Elektrikal (1 orang),
Pendidikan : Minimal D3 Elektro,
Pengalaman: min 3 th
5. Juru Hitung Kuantitas Gedung (3
orang), Pendidikan : Minimal D3
Bangunan/Sipil, Pengalaman: min 3 th
6. Operator Komputer (1 orang),
Pendidikan : Minimal D3 Informatika,
Pengalaman : min 3 th

10. PENDEKATAN DAN a. Untuk melaksanakan tugasnya konsultan


METODOLOGI Perencana harusnya mencari informasi yang
dibutuhkan selain dari informasi yang
diberikan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran termasuk melalui KAK ini.
b. Konsultan Perencana harus memeriksa
kebenaran informasi yang digunakan dalam
pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna
Anggaran, maupun yang dicari sendiri.
Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan
sebagai akibat dari kesalahan informasi
menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana.
c. Dalam hal ini infromasi yang diperlukan dan
harus diperoleh untuk bahan perencanaan
diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut :
d. Informasi tentang lahan, meliputi :
i. Kondisi fisik lokasi seperti : luasan, batas-
batas,dan topografi
ii. Kondisi tanah (hasil sondir test)
iii. Koefisien Kebutuhan Lahan
iv. Perincian penggunaan lahan, perkerasan,
penghijauan dan lain-lain.
e. Pemakai :
a) Sistem Kelistrikan
b) Sistem Pencahayaan
c) Kegiatan utama, penunjang, pelengkap
d) Perlengkapan/peralatan khusus, jenis, berat
dan dimensinya.
f. Kebutuhan Gerbang Batas :
a) Estetika dari Gerbang Batas
b) Perhitungan jarak pandang
c) Perhitungan Struktur terhadap bentangan
jalan
g. Utilitas bangunan seperti :
a) Pengaman dari bahaya pencurian dan
perusakan :
i. Sistim yang dipilih
b) Jaringan Komunikasi dan Informasi :
i. Vidio Tron
ii. Sistem pengendalian Operasional
c) Jaringan listrik :
i. Kebutuhan daya
ii. Sumber daya dan spesifikasinya
iii. Cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas,
dan spesifikasi)

11. SPESIFIKASI TEKNIS 1. Konsultan Perencana bertanggung jawab


secara profesional atas jasa perencanaan
yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode
etik profesi yang berlaku.
2. Secara umum tanggung jawab konsultan
adalah minimal sebagai berikut:
a) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan
harus memenuhi persyaratan standar
hasil karya perencanaan yang berlaku;
b) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan
harus telah mengakomodasi batasan-
batasan yang telah diberikan oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
termasuk melalui KAK ini, seperti dari
segi pembiayaan, waktu penyelesaian
pekerjaan dan mutu bangunan yang akan
diwujudkan,
c) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan
harus telah memenuhi peraturan,
standar, dan pedoman teknis bangunan
gedung yang berlaku untuk bangunan
gedung pada umumnya.

12. LAPORAN KEMAJUAN Kemajuan Pekerjaan yang dihasilkan oleh


PEKERJAAN Konsultan Perencana berupa laporan dan
sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai
berikut :

1. Laporan Pendahuluan.
Tahap Konsep Disain/Rencana Teknis, terdiri
dari :
a. Konsep penyiapan rencana teknis,
termasuk konsep organisasi, jumlah dan
kualifikasi tim perencana, metoda
pelaksanaan, dan tanggung jawab waktu
perencanaan.
b. Konsepsi skematik Gerbang Batas Kota
yang direncanakan, konsepsi rencana
teknis setiap. Termasuk konsep pra-
kiraan rencana anggaran biaya
Pembangunannya.
c. Laporan data dan informasi lapangan
yang ada.
d. Konsepsi disain ini dibuat dalam
beberapa alternatif harus mendapat
persetujuan pemberi tugas terlebih
dahulu agar dapat dilanjutkan ke tahapan
pra-rencana Pembangunan.

2. Laporan Antara, meliputi :


a. Tahap Pra-rencana Teknis, terdiri dari :
1) Gambar-gambar pra-rencana, meliputi
Makro Gerbang Batas setiap bangunan
dari aspek arsitektur, struktur, utilitas
bangunan dan lingkungan.
2) Perkiraan biaya pembangunan.
3) Garis besar rencana kerja dan syarat-
syarat (RKS), didalamnya termasuk
metode pekerjaan serta rencana
jadwal pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.
4) Pra-rencana disain ini harus
mendapat persetujuan pemberi tugas
terlebih dahulu agar dapat
dilanjutkan ke tahapan
pengembangan rencana
Pembangunan Gerbang Batas.

b. Tahap Pengembangan Rencana, terdiri


dari :
1) Gambar pengembangan rencana
arsitektur, struktur, dan utilitas
berdasarkan prarencana yang telah
disetujui.
2) Uraian konsep rencana dan
perhitungan-perhitungan yang
diperlukan.
3) Draft rencana anggaran biaya
4) Draft rencana kerja dan syarat-syarat
(RKS), didalamnya termasuk metode
pekerjaan serta rencana jadwal
pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
5) Pengembangan rencana disain ini
harus mendapat persetujuan pemberi
tugas terlebih dahulu agar dapat
dilanjutkan ke tahapan rencana detail
Pembangunan Gedung/Kantor.

3. Laporan Akhir.
Tahap Rencana Detail, terdiri dari :
a. Gambar rencana detail pelaksanaan
arsitektur, struktur, dan utilitas Gerbang
Batas dalam bentuk hard copy dan soft
copy/format dwg.
b. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS),
didalamnya termasuk metode pekerjaan
serta rencana jadwal pelaksanaan
pekerjaan konstruksi.
c. Rincian dan volume pekerjaan (BQ).
d. Rencana anggaran biaya (RAB).
e. Laporan perencanaan arsitektur, struktur,
utilitas, lengkap dengan perhitungan-
perhitungan yang diperlukan.
f. Dokumen rencana teknis berupa:
Rencana teknis arsitektur, struktur,
mekanikal & elektrikal, landscape, tata
ruang dalam bentuk gambar rencana,
gambar detail pelaksanaan dan
perhitungannya;
Rencana kerja dan syarat-syarat
administratif;
Syarat umum dan syarat teknis;
Rencana anggaran biaya pembangunan;
dan
Laporan perencanaan.

13. PENUTUP Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini


diterima, maka konsultan hendaknya
memeriksa semua bahan masukan yang
diterima dan mencari bahan masukan lain
yang dibutuhkan, dan Rencana Anggaran
Belanja Tenaga Konsultan merupakan bagian
tidak terpisahkan dari KAK ini, serta
berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan
agar segera menyusun program kerja untuk
dibahas dengan Pemberi Tugas.

Setu, Agustus 2015


PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
BIDANG BINA TEKNIK

DRS. FUAD, M.PP


NIP. 197401129 199303 1 003