You are on page 1of 24

Program Profesi

Keperawatan Gerontik

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK 1

Oleh :

DIAN ATMA PERTIWI

C12112015

CI. INSTITUSI CI. LAHAN

() ()

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

1.Riwayat Klien / Data Biografis


Nama : Ny. R Suku : Makassar

Tempat /TGL lahir : Jeneponto/12 Maret 1943 Agama : Islam

Jenis kelamin : Perempuan Status pernikahan : Menikah

Pendidikan : Tidak tamat SD Orang yang paling


dekat dihubungi : Suami
Alamat / no.telepon : Hertasning Baru RW5/RT6
Kel. Kassi-Kassi

2. Riwayat Hidup
Pasangan Anak-anak
Hidup : Tn. N Hidup : 2 orang anak
Status kesehatan : Post luka bakar Alamat : Jeneponto
Umur : 72 tahun

Pekerjaan : Buruh Harian Kematian


Kematian Tahun meninggal : -
Tahun meninggal : - Penyebab kematian : -
Penyebab kematian : -

3. Riwayat Pekerjaan
Status pekerjaan saat ini : IRT
Pekerjaan sebelumnya : Petani
Sumber pendapatan saat ini : dari Suami dan anak-anaknya

4. Riwayat Tempat Tinggal


Tipe tempat tinggal : permanen Jumlah tingkat :-
Jumlah kamar :1
Jumlah orang yang Tetangga terdekat : teman kos
tinggal di rumah :2
Derajat privasi : terjaga

DP
RM Keterangan :
RT : Ruang tamu
T RM : Ruang makan
4m T : Tempat tidur
DP : Dapur
RT

2m
5. Riwayat Aktivitas Waktu Luang
Hobbi / minat : Tidak ada yang khusus
Keanggotaan organisasi : Tidak ada
Liburan / perjalanan : Tidak ada

6. Sumber / Sistem Pelayanan Kesehatan Yang Digunakan


Dokter / perawat :-
Rumah sakit / puskesmas : Puskesmas Kassi-kassi
Klinik :-
Pelayanan kesehatan di
Rumah /wisma :-
Lain lain :-

7. Deskripsi Aktivitas selama 24 jam: Ny. R bangun jam 05.00 wita, untuk
menjalankan ibadah shalat subuh. Jam 07.00-10.00 Ny. R membersihkan di dalam
rumahnya, mencuci pakaian, dan mencuci piring. Setelah itu, sholat duhur dan
kadang-kadang tidur siang. Dan pada sore hari ia sholat ashar dan kadang
mengunjungi tetangga. Pada saat waktu magrib Ny. R kembali ke rumah sholat dan
makan bersama suami lalu dilanjutkan dengan menonton TV dan tidur setelah acara
TV kesukaannya selesei. Begitulah kegiatan yang dilakukan sehari-hari oleh Ny.R
8. Riwayat Kesehatan
Keluhan-keluhan utama (metode PQRST) : Ny. R mengeluh nyeri pada Lutut, sakit
tersebut sudah diderita sejak lama dan nyeri secara terus-menerus seperti tertusuk. Nyeri
dengan skala 3.
Pengetahuan mengenai kondisi kesehatan saat ini : Ny. R tidak mengetahui apa yang
menjadi penyebab penyakitnya saat ini. Klien mengatakan kesehatannya terganggu karena
lututnya selalu sakit. Tetapi tidak mengetahui secara pasti kapan waktu timbulnya sakit
dan langsung meminum jamu jika sakit dirasakan. Setelah di lakukan pengukuran tekanan
darah di dapatkan TD 180/100 mmHg. Ny R tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami
hipertensi dan jarang (hanya sesekali) ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya.
Ny. R hanya meminta obat jamu ke bidan.
Pemahaman terhadap proses penuaan : Ny. R memahami bahwa usia beliau sudah
semakin tua, dan semakin gampang terserang penyakit.
Status kesehatan umum sejak 6 bulan terakhir : Ny.R tidak memiliki riwayat penyakit dan
dirawat dirumah sakit. Ny.R pernah memeriksakan diri pada bidan dengan keluhan nyeri
pada lutut
Penyakit masa kanak-kanak : Demam, mual-muntah, dan diare.
Penyakit serius kronik : tidak ada
Trauma :tidak ada
Perawatan di rumah sakit (catat alasan masuk, tanggal, tempat, durasi, dokter) : tidak
pernah
Operasi (catat alasan masuk, tanggal, tempat, durasi, dokter: Tidak pernah
Riwat obstetric : G :- P:2 A :0
Obat Obatan
Nama obat : Asam Urat flu tulang (jamu)
Dosis obat :-
Bagaimana / kapan menggunakannya : Jika sakit pada lutut dirasakan
Dokter yang menginstruksikan : Bidan
Tanggal resep : -

Masalah masalah berkaitan dengan konsumsi obat


Defisit (uraikan jika ada keterbatasan dalam konsumsi obat ) : -

Efek samping yang tidak menyenangkan : tidak ada


Persepsi keefektifan obat : menurut klien jamu tersebut dapat menurunkan rasa sakit
pada lututnya

Kesulitan memperoleh obat : klien mengatakan tidak sulit untuk mendapatkan obat
tersebut karena hanya menghubungi bidan. Kecuali jika tidak ada uang

Riwayat Alergi
Obat obatan :-
Makanan : Udang
Alergen :-
Faktor faktor lingkungan : -

Nutrisi
Uraikan jenis makanan untuk makanan pagi, siang dan malam :
Ny. R biasanya sarapan pagi, makan siang, dan malam makan nasi, sayur, dan ikan
BB saat ini : 86 kg TB saat ini : 155 cm

Riwayat peningkatan / penurunan berat badan : -


Frekuesi makanan : makan 2-3x sehari

Masalah-masalah yang mempengaruhi masukan makanan (mis: pendapatan tidak adekuat,


daya serap lambat, masalah menelan / mengunyah, stress emosional) : -
Kebiasaan sebelum, saat atau setelah makan : Berdoa

9. Riwayat Keluarga
Gambarlah silsilah keluarga (min:3 generasi ,disertai keterangan,)

Tidak diketahui alasan Tidak diketahui alasan


kematian kematian

Keterangan :

: laki-laki : meninggal

: perempuan : klien

: menikah

: tinggal serumah

10. Tinjauan Sistem

Tanda tanda vital :

P : 18 x/m, N : 87 x/m, S : 360c , TD : 180/100 mmHg

Beri tanda cek pada YA atau TIDAK untuk setiap gejala, disertai keterangan jika
Ya.
Hemoptik Ya
Pendarahan memar X
Pembengkakan kelenjar limfe X
Anemia X
Riwayat tranfusi darah X

Kepala Ya
Sakit kepala X
Mata
Perubahan penglihatan
Kaca mata/lensa kontak X
Nyeri X
Air mata berlebihan X
Pruritus X
Bengkak sekitar mata X
Diplopia X
Kabur
Fotopubia X
Riwayat infeksi X
Tanggal pemeriksaan paling akhir X
Tanggal pemeriksaan glukoma paling akhir X
Dampak pada aktivitas sehari-hari Kabur ketika
membaca
Tanggal pemeriksaan glukoma paling akhir X

Telinga
Perubahan pendengaran X
Rabas X
Tinitus X
Vertigo X
Alat bantu X
Riwayat infeksi X
Tanggal pemeriksaan paling akhir X
Frekuensi membersihkan telinga X
Dampak pada aktivitas sehari-hari X

Leher Ya
Kekakuan X
Nyeri/nyeri tekan X
Benjolan / massa X
Keterbatasan gerak X
Trauma berarti pada masa lalu X
Pusing X
Gatak kulit kepala X
Mulut dan Tenggorokan Ya
Sakit tenggorokan X
Lesi/ulkus X
Perubahan suara X
Kesulitan menelan X
Pendarahan gusi X
Jumlah gigi Karies/sudah tanggal X
Gigi palsu
Riwayat infeksi X
Tanggal pemeriksaan gigi terakhir X
Frekuensi menggosok gigi 2x
Masalah dan kebiasaan membersihkan gigi palsu X

Hidung dan Sinus Ya


Rinorea X
Rabas X
Epistaksis X
Obstruksi X
Mendengkur X
Nyeri pada sinus X
Alergi X
Riwayat infeksi X
Penilaian dari kemampuan olfaktori X

Kardiovaskuler Ya
Nyeri/ketidaknyamanan dada X
Palpitasi X
Sesak nafas X
Dispnea pada aktifitas X
Dispnea noktural proksimal X
Murmur X
Edema X
Varises X
Kaki timpang X
Parestesia X
Perubahan warna kaki X

Pernafasan Ya
Batuk X
Sesak nafas X
Hemoptisis X
Sputum X
Mengi X
Asma / alergi pernafasan X
Tanggal dan hasil pemeriksaan sianar X dada terakhir -

Gastrointestinal Ya
Disfagia X
Tidak dapat mencerna X
Nyeri ulu hati X
Mual muntah X
Hematemesis X
Perubahan nafsu makan X
Intoleran makanan X
Ulkus X
Nyeri X
Ikterik X
Benjolan / massa X
Perubahan kebiasaan defekasi X
Diare X
Konstipasi X
Melena X
Hemoroid X
Pendarahan rectum X
Pola defikasi biasanya Setiap 2-3 hari

Perkemihan Ya
Disuria X
Menetes X
Ragu-ragu X
Dorongan X
Hematuria X
Poliuria X
Oliguria X
Nokturia X
Inkontinensia X
Nyeri saat berkemih X
Batu X
Infeksi X

Muskuluskeletal Ya
Nyeri persendian
Kekakuan X
Pembengkakan sendi X
Deformitas X
Spasme X
Kram
Kelemahan otot X
Masalah cara berjalan
Nyeri punggung X
Protesa X
Pola latihan olahraga X
Dampak pada aktifitas sehari-hari Keterbatasan
bergerak
Sistem endokrin Ya
Intoleran terhadap panas X
Intoleran terhadap dingin X
Goiter X
Pigmentasi kulit/tekstur X
Perubahan rambut X
Polifagia X
Polidipsia X
poliuria X

Sistem saraf pusat Ya


Sakit kepala X
Kejang X
Sinkope/serangan jantung X
Paralisis X
Paresis X
Masalah koordinasi X
Tie/tremor/spasme X
Paratesia X
Cedera kepala X
Masalah memori X

Psikososial Ya
Cemas X
Depresi X
Insomnia X
Menangis X
Gugup X
Takut X

Index ADL Katz


Index Kemandirian Dalam Aktivitas Sehari-hari
Index kemandirian dalam aktivitas sehari-hari dibuat berdasarkan evaluasi
kemandirian atau ketergantungan fungsional klien dalam hal mandi, berpakaian, ke
kamar kecil, berpindah, kontinensia, dan makan. Definisi spesifik dari kemandirian atau
ketergantungan fungsional diuraikan di bawah index.
A. Kemandirian dalam hal makan, berpakaian, kontinensia, ke kamar kecil, berpakaian,
dan mandi.
B. Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tersebut.
C. Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi dan satu fungsi tambahan.
D. Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, dan satu fungsi tambahan.
E. Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, dan satu
fungsi tambahan.
F. Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah
dan satu fungsi tambahan
G. Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut.
Lain-lain : Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan
sebagai C, D, E, atau F.
Kemandirian berarti tanpa pengawasan, pengarahan, atau bantuan pribadi aktif,
kecuali seperti secara spesifik diperlihatkan di bawah ini. Seorang klien yang
menolak untuk melakukan suatu fungsi dianggap sebagai tidak melakukan fungsi,
meskipun ia dianggap mampu.

Mandi (spon, pancuran, atau bak)


Mandiri : Bantuan hanya pada satu bagian tubuh (seperti punggung atau
ekstremitas yang cacat) atau mandi sendiri sepenuhnya.
Tergantung : Bantuan lebih dari 1 bagian tubuh, dibantu masuk dan keluar bak, atau
tidak dapat mandi sendiri.
Berpakaian
Mandiri : Mengambil baju dari lemari / laci, berpakaian, melepaskan pakaian,
mengancing pakaian,mengikat dan melepas ikatan sepatu.
Tergantung : Tidak berpakaian sendiri atau dibantu sebagian

Ke kamar kecil
Mandiri : Ke kamar kecil, masuk dan keluar dari kamar kecil, merapikan baju,
membersihkan organ-organ ekskresi, dapat mengatur bedpan sendiri yang
digunakan hanya pada malam hari dan dapat/ tidak dapat menggunakan
alat bantu.
Tergantung : menggunakan bedpan atau pispot atau dibantu saat masuk dan
menggunakan toilet.
Berpindah
Mandiri : Berpindah ke dan dari tempat tidur/ kursi secara mandiri (menggunakan/
tidak menggunakan alat bantu)
Tergantung : Dibantu saat berpindah ke dan dari tempat tidur/ kursi, tidak melakukan
satu atau lebih perpindahan.
Kontinensia
Mandiri : BAB dan BAK seluruhnya dikontrol sendiri.
Tergantung : Inkontinensia total atau parsial pada BAB dan BAK, control total atau
parsial dengan enema, atau penggunaan urinal dan/atau bedpan secara
teratur.
Makan
Mandiri : Mengambil makanan dari piring dan memasukkannya ke mulut,
(memotong-motong daging/ikan, mengolesi roti dengan mentega tidak
dimasukkan dalam evaluasi).
Tergantung : Dibantu saat makan, tidak makan sama sekali, atau makan parenteral.

Hasil :
Klien Ny. R dapat melakukan kegiatan secara mandiri (A : Kemandirian dalam hal
makan, berpakaian, kontinensia, ke kamar kecil, berpakaian, dan mandi).

SKALA DEPRESI GERIATRIK YESAVAGE

1. Apakah anda puas dengan kehidupan anda ? (ya)


2. Apakah anda mengurangi hobi dan aktivitas sehari-hari ?(ya)
3. Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong ?(tidak)
4. Apakah anda sering merasa bosan ? (tidak)
5. Apakah anda selalu bersemangat ?(ya)
6. Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda ?(ya)
7. Apakah anda selalu merasa bahagia ? (ya)
8. Apakah anda sering merasa putus asa ? (tidak)
9. Apakah anda lebih suka tinggal di rumah pada malam hari daripada keluar dan
melakukan sesuatu yang baru ? (ya)
10. Apakah anda merasa mempunyai lebih banyak masalah dengan ingatan
dibanding dengan orang lain ?(tidak)
11. Apakah anda berpikir bahwa hidup ini sangat menyenangkan ?(ya)
12. Apakah anda merasa tak berguna ? (tidak)
13. Apakah anda merasa berenergi ? (ya)
14. Apakah anda berpikir bahwa situasi anda tidak ada harapan ? (tidak)
15. Apakah anda berpikir bahwa banyak orang yang lebih baik daripada anda ?(ya)

Skor 1 poin untuk tiap respon yang sesuai dengan jawaban YA atau TIDAK
setelah pertanyaan.
Skor 5 atau lebih menunjukkan adanya depresi.

Hasil :
Klien Ny.R tidak menunjukkan adanya depresi ( skor 4)

ISAACS WALKEY IMPAIRMENT MEASUREMENT

1. Apa nama tempat ini ?(Benar)


2. Ini hari apa ?(Benar)
3. Ini bulan apa ?(Benar)
4. Tahun berapa sekarang ?(Benar)
5. Berapa umur klien ?(Salah)
6. Tahun berapa klien lahir ?(Salah)
7. Bulan berapa klien lahir ?(Salah)
8. Tanggal berapa klien lahir ?(Salah)

Keterangan :
Kesalahan 0 2 : fungsi intelektual utuh
Kesalahan 3 - 4 : kerusakan intelektual ringan
Kesalahan 5 7 : kerusakan intelektual sedang
Kesalahan 8 9 : kerusakan intelektual berat

Hasil :
Klien Ny R: Fungsi intelektual ringan (kesalahan 4)
ANALISA DATA

Hari/Tgl.: Rabu, 25 Januari 2017 Kasus ke-1/Inisial Klien :Ny. R

No. Data Masalah


1. DS : Domain 12 : Kenyamanan
- Ny. R mengatakan sering merasa nyeri Kelas 1 : Kenyamanan fisik
pada lutut Kode 00132:
- Ny. R mengatakan nyeri yang dirasakan Nyeri kronik
mengakibatkan aktivitas terganggu
- Ny. R mengatakan nyeri seperti tertusuk
- Nyeri skala nyeri 3 NRS
- Klien mengatakan pernah melakukan tes
asam urat dan hasilnya interpretasinya
tinggi tetapi lupa dengan hasil angkanya.
DO:
- Klien tampak selalu memegang dan
mengurut-urut lututnya
2. DS : Domain 1. Promosi Kesehatan
- Jarang memeriksakan kesehatan di Kelas 2. Manajemen Kesehatan
puskesmas, dia hanya langsung membeli Kode: 00099
jamu pada bidan Ketidakefektifan pemeliharaan
- Ny. R mengatakan bahwa dia hanya kesehatan
pernah 1 kali periksa asam urat di
puskesmas dengan hasil yang tinggi
(beberapa tahun lalu), tetapi sekarang dia
tidak pernah memeriksakan kesehatannya.
- Ny. R mengatakan tidak tahu bagaimana
cara mengatasi dan merawat diri jika sakit.
DO:
- Klien bertanya tentang keadaan dan cara
mengatasi keluhan.
3. DS: Domain 5. Persepsi/Kognisi
- Ny.R mengatakan bahwa klien tidak Kelas 4 Kognisi
mengetahui jika tekanan darahnya sangat Kode 00126
tinggi sebelum dilakukan pengukuran Defisiensi pengetahuan
tekanan darah
- Ny. R mengatakan dirinya merasa
khawatir ketika mengetahui TD-nya
- Ny. R mengatakan dirinya merasa baik-
baik saja dan tidak merasa sakit sehingga
tidak perlu ke puskesmas
DO:
TD: 180/100 mmHg
BB= 86 kg TB: 155
IMT: 35,8 kg/m2 (Obesitas)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nyeri kronik berhubungan Gangguan Metabolik


Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan sumber daya tidak
cukup (Pengetahuan)
Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang penyakit
RENCANA KEPERAWATAN

Hari/Tgl.: Rabu, 25 Januari 2017 Kasus ke-1/Inisial Klien :Ny. R


Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Intervensi
Domain 12 : Kenyamanan NOC: Manajemen nyeri
Kelas 1 : Kenyamanan fisik Kode 1605 Kontrol Nyeri 1 Lakukan pengkajian nyeri secara
00132: Nyeri kronik Kriteria Hasil: komprehensif termasuk lokasi,
Berhubungan Gangguan Metabolik - Mengenali kapan nyeri terjadi karakteristik, frekuensi, kualitas dan
- Menggambarkan factor penyebab faktor presipitasi
- Menggunakan tindakan 2 Gali bersama klien maupun keluarga
pencegahan
faktor-faktor yang dapat menurunkan
- Menggunakan tindakan
pengurangan nyeri tanpa analgetik atau memperberat nyeri
- Melaporkan nyeri yang terkontrol 3 Tentukan akibat nyeri terhadap
kualitas hidup (misalnya tidur, nafsu
makan, perasaan, dsb)
4 Ajarkan tentang teknik non
farmakologi: napas dalam, retraksi
5 Berikan informasi mengenai nyeri,
seperti penyebab nyeri, berapa lama
nyeri akan dirasakan, dan antisipasi
dan ketidaknyamanan
Domain 1. Promosi Kesehatan NOC: Pendidikan Kesehatan
Kelas 2. Manajemen Kesehatan Kode 1823. Pengetahuan : Promosi 1. Identifikasi faktor internal atau eksternal
Kode: 00099 kesehatan yang dapat meningkatkan atau
Ketidakefektifan pemeliharaan Kriteria Hasil: mengurangi motivasi berperilaku hidup
- Menunjukkan perilaku yang sehat
kesehatan berhubungan dengan sumber
meningkatkan kesehatan
daya tidak cukup (Pengetahuan) 2. Identifikasi sumber daya yang
- Menerima pemeriksaan kesehatan yang
diperlukan untuk melaksanakan program
direkomendasikan
- Mengetahui sumber informasi
peningkatan kesehatan yang terkemuka
Domain 5. Persepsi/Kognisi NOC: Pengajaran Proses Penyakit
Kelas 4 Kognisi 1837: Pengetahuan :Manajemen Hipertensi - Kaji tingkat pengetahuan klien
Kode 00126 - Mengetahui kisaran normal tekanan tentang proses penyakit hipertensi
Defisiensi pengetahuan berhubungan darah (<140 /90 mmHg) - Jelaskan tanda dan gejala penyakit
- Mengetahui manfaat pengobatan - Jelaskan mengenai proses penyakit
dengan kurang informasi tentang
jangka panjang - Berikan informasi kepada klien
penyakit
- Mengetahui manfaat pemantauan tentang kondisinya
sendiri secara terus-menerus - Berikan informasi tentang
- Manfaat penurunan berat badan pemeriksaan yang penting untuk
- Mengetahui diet yang dianjurkan penyakit
- Manfaat modifikasi gaya hidup - Diskusikan perubahan gaya hidup
yang diperlukanedukasi pasien
tentang tindakan untuk mengontrol
gejala
- Edukasi pasien tentang tanda dan
gejalayang harus dilaporkan ke
petugas kesehatan (puskesmas)
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Kasus ke- 1/ Inisial Klien :Ny. R


Hari/Tgl Rencana Intervensi Implementasi Evaluasi (SOAP)
Sabtu/ 21 Kaji Kesehatan gerontik Mengkaji kesehatan klien (gerontik) S:
Februari 2017 - Ny. R mengatakan sering merasa
nyeri pada lutut seperti tertusuk
yang mengakibatkan aktivitas
terganggu
- Nyeri skala nyeri 3 NRS
- Klien mengatakan pernah melakukan
tes asam urat dan hasilnya
interpretasinya tinggi tetapi lupa
dengan hasil angkanya.
- Ny. R mengatakan jarang
memeriksakan kesehatan di
puskesmas, dia hanya langsung
membeli jamu pada bidan
- Ny. R mengatakan bahwa dia hanya
pernah 1 kali periksa asam urat di
puskesmas dengan hasil yang
tinggi (beberapa tahun lalu), tetapi
sekarang dia tidak pernah
memeriksakan kesehatannya.
- Ny. R mengatakan tidak tahu
bagaimana cara mengatasi dan
merawat diri jika sakit
- Ny.R mengatakan bahwa klien tidak
mengetahui jika tekanan darahnya
sangat tinggi sebelum dilakukan
pengukuran tekanan darah
- Ny. R mengatakan dirinya merasa
khawatir ketika mengetahui TD-
nya
- Ny. R mengatakan dirinya merasa
baik-baik saja dan tidak merasa
sakit sehingga tidak perlu ke
puskesmas
O:
TD: 180/100 mmHg
BB= 86 kg TB: 155
IMT: 35,8 kg/m2 (Obesitas)
Klien tampak selalu memegang dan
mengurut-urut lututnya
A:
Nyeri kronik
Ketidakefektifan
pemeliharaan kesehatan
Defisiensi pengetahuan
P:
1. Lakukan pengkajian nyeri secara
komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, frekuensi, kualitas
dan faktor presipitasi
2. Gali bersama klien maupun
keluarga faktor-faktor yang dapat
menurunkan atau memperberat
nyeri
3. Tentukan akibat nyeri terhadap
kualitas hidup (misalnya tidur,
nafsu makan, perasaan, dsb)
Kamis/ 25 1. Lakukan pengkajian nyeri 1. Melakukan pengkajian nyeri secara S:
Januari 2017 secara komprehensif termasuk komprehensif termasuk lokasi, Klien mengeluh kadang-kadang
lokasi, karakteristik, frekuensi, karakteristik, frekuensi, kualitas dan nyeri lutut dirasakan
O:
kualitas dan faktor presipitasi faktor presipitasi
Klien tampak sering memijat-mijat
2. Gali bersama klien maupun Hasil: lutut yang sakit
keluarga faktor-faktor yang Ny. R mengeluh nyeri pada Lutut, A:
dapat menurunkan atau sakit tersebut sudah diderita sejak Nyeri kronik belum teratasi
memperberat nyeri lama dan nyeri secara terus-menerus P:
3. Tentukan akibat nyeri terhadap seperti tertusuk. Nyeri dengan skala 1. Ajarkan tentang teknik non
kualitas hidup (misalnya tidur, 3 NRS. farmakologi: napas dalam, retraksi
nafsu makan, perasaan, dsb) 2. Menggali bersama klien maupun 2. Berikan informasi mengenai nyeri,
4. Tingkatkan istirahat keluarga faktor-faktor yang dapat seperti penyebab nyeri, berapa
menurunkan atau memperberat nyeri lama nyeri akan dirasakan, dan
Hasil: antisipasi dan ketidaknyamanan
Klien mengatakan nyeri bertambah
jika hanya berdiam tanpa melakukan
aktivitas fisik
3. Menentukan akibat nyeri terhadap
kualitas hidup (misalnya tidur, nafsu
makan, perasaan, dsb)
Hasil:
Klien mengatakan nyeri kadang
mengganggu aktivitas tetapi tidak
mengganggu tidur
Kamis /2 1. Ajarkan tentang teknik non 1. Mengajarkan tentang teknik non S:
Februari 2017 farmakologi: napas dalam, farmakologi: napas dalam, retraksi Klien mengatakan nyeri
retraksi (penggunaan jahe) berkurang saat melakukan bebat
jahe pada lututnya (skala 2 NRS)
2. Berikan informasi mengenai Hasil: Klien mengatakan akan
nyeri, seperti penyebab nyeri, Klien mempraktekkan cara relaksasi menghindari makanan yang
berapa lama nyeri akan napas dalam dan mengatakan akan dapat menambah nyeri asam urat
dirasakan, dan antisipasi dan mencoba menggnakan bebat jahe O: Klien tampak lebih relaks
A: Nyeri Kronis belum teratasi
ketidaknyamanan jika nyeri dirasakan
P: Tetap evaluasi nyeri
2. Memberikan informasi mengenai
nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa
lama nyeri akan dirasakan, dan
antisipasi dan ketidaknyamanan
Hasil:
Klien mulaih mengerti bahwa
nyerinya dapat bertambah jika dia
memakan makanan yang
mengandung purin (kacang-
kacangan) dan akan menghindarinya
Senin/10Februa 1. Kaji tingkat pengetahuan klien 1. Mengkaji tingkat pengetahuan klien S:
ri 2017 tentang proses penyakit tentang proses penyakit hipertensi - Klien mengatakan
hipertensi Hasil: mengetahui manfaat
2. Jelaskan tanda dan gejala klien tidak mengerti tentang proses pengobatan jangka panjang
penyakit penyakit hipertensi, dia hanya tahu dan pemantauan sendiri
3. Jelaskan mengenai proses bahwa hipertensi adalah tekanan secara terus-menerus
penyakit darah yang tinggi - Klien mengatakan
4. Berikan informasi kepada klien 2. Menjelaskan tanda dan gejala mengetahui manfaat
tentang kondisinya penyakit modifikasi gaya hidup
5. Berikan informasi tentang Hasil: O:
pemeriksaan yang penting Klien mengerti tentang tanda dan - Klien mengetahui kisaran
untuk penyakit gejala hipertensi normal tekanan darah (<
6. Diskusikan perubahan gaya 3. Menjelaskan mengenai proses 140/90 mmHg)
hidup yang diperlukan edukasi penyakit - Mengetahui diet yang
pasien tentang tindakan untuk Hasil: dianjurkan
mengontrol gejala Klien telah mengerti bahwa tekanan - Manfaat penurunan berat
7. Edukasi pasien tentang tanda darah tinggi dapat memicu penyakit badan
dan gejala yang harus jantung yang lebih parah terutama -
dilaporkan ke petugas kesehatan jika memiliki badan yang gemuk
(puskesmas) 4. Memberikan informasi kepada klien A: Defisiensi pengetahuan teratasi
8. Monitor tekanan darah tentang kondisinya P: tetap evaluasi TD
Hasil:
Klien baru mengetahui bahwa
dirinya mengalami tekanan darah
tinggi
5. Memberikan informasi tentang
pemeriksaan yang penting untuk
penyakit
Hasil:
Klien menghatakan mengerti bahwa
dia harus memeriksakan diri di
fasilitas kesehatan, tetapi dia tidak
melakukannya karena alasan tidak
dapat menunggu antrian di PKM
6. Mendiskusikan perubahan gaya
hidup yang diperlukan edukasi
pasien tentang tindakan untuk
mengontrol gejala
Hasil:
Klien mengatakan akan mencoba
mengurangi konsumsi garam
7. Monitor Tekanan darah
Hasil: TD: 180/90 mmHg
8. Mengedukasi pasien tentang tanda
dan gejala yang harus dilaporkan ke
petugas kesehatan (puskesmas)
Hasil:
Klien menyebutkan tanda dan gejala
yang harus dilaporkan ke petugas
puskesmas dan menyadari bahwa
kondisinya sekarang harus
dilaporkan segera ke puskesmas
Sabtu, 18 1. Identifikasi faktor internal atau 1. Mengidentifikasi faktor internal atau S:
Februari 2017 eksternal yang dapat eksternal yang dapat meningkatkan Klien mengatakan akan mencoba
meningkatkan atau mengurangi atau mengurangi motivasi melakukan pemeriksaan di posyandu
terdekat
motivasi berperilaku hidup berperilaku hidup sehat
O: adanya keinginan untuk
sehat Hasil: memelihara kesehatan klien
2. Identifikasi sumber daya yang Klien mengatakan bahwa ia tidak ke A: Ketidakefektifan pemeliharaan
diperlukan untuk melaksanakan PKM karena tidak dapat menunggu kesehatan belum teratasi
program antrian P: tetap evaluasi pemeliharaan
2. Membantu klien mengidentifikasi kesehatan klien
sumber daya yang diperlukan untuk
melaksanakan program
Hasil:
Klien mengatakan akan pergi
memeriksakan kesehatannya di
lingkungan rumahnya yaituu
posyandu.
Selasa, 1. Evaluasi akhir Mengevaluasi S:
21 Februari 2. Terminasi - Klien mengatakan nyeri telah
2017 berkurang, karena jika nyeri
klien melakukan bebat jahe
pada lututnya (skala : 2 NRS)

O:
- Klien telah mengetahui tentang
penyakitnya
- Klien sudah ikut serta pada
posyandu lansia yang diadakan
diposyandu
A:
- Nyeri kronis belum teratasi
- Defisiensi pengetahuan
teratasi
- Ketidakefektifan
pemeliharaan kesehatan
teratasi