You are on page 1of 5

ANALISIS DATA GEOFISIKA MONITORING GUNUNGAPI BERDASAR

PENGEMBANGAN PEMODELAN ANALITIK DAN DISKRIT

HENDRA GUNAWAN

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Sari

Seiring dengan penerapan metoda pengukuran geofisika yang lebih baik dari waktu ke waktu
dalam pemantauan aktivitas gunungapi di Indonesia oleh PVG, hal ini juga menuntut kebutuhan akan
pengembangan analisis data geofisika. Di dalam tulisan ini akan dijelaskan secara singkat parameter-
parameter beberapa metoda geofisika dan kaitannya dengan intepretasi data pemantauan aktivitas
gunungapi. Adanya pemahaman yang lebih baik terhadap hubungan antara data pemantauan dan
parameter geofisika diharapkan dapat merupakan salah satu solusi efisien mitigasi bencana gunungapi.
Untuk ilustrasi dilakukan analisis parameter deformasi permukaan, medan magnet dan seismik.
Analisis ini mencakup implementasi ide-ide yang sudah ada maupun pengembangannya baik dengan
solusi analitik maupun diskrit. Khusus untuk solusi pada analisis medan magnet dilakukan dengan
modifikasi dan adaptasi pada open source program.

Pendahuluan magnetik dan seismik. Dalam praktek analisis


Tujuan dilakukannya pemantauan aktivitas akan dilakukan pencarian solusi (baik analitik
gunungapi adalah untuk mengetahui tingkat maupun diskrit) dari persamaan elastostatik
aktivitas suatu gunungapi. Untuk mendapat (parameter deformasi permukaan), perhitungan
informasi tingkat aktivitas tersebut dapat transformasi wavelet kontinyu (parameter
dilakukan dengan cara langsung melihat data, magnetik) dan persamaan elastodinamik
misal : variasi jumlah kegempaan dari waktu ke (parameter sumber gempa seismik). Bila semua
waktu, variasi deformasi dan lain sebagainya. data di atas sudah dianalisis secara terpada
Interpretasi data tersebut akan lebih akurat bila maka diharapkan perolehan gambaran tingkat
data tersebut diproses lagi dengan suatu metoda aktivitas suatu gunungapi menjadi lebih utuh.
analisis tertentu atau dengan simulasi. Di sisi
lain tingkat aktivitas gunungapi dapat juga Parameter Deformasi Permukaan
diketahui dari adanya suatu struktur batuan Metoda Mogi adalah metoda yang umum
tertentu di bawah gunungapi, misal intrusi dan cepat dalam analisis data deformasi
batuan beku, dalam hal ini metoda survei permukaan tubuh gunungapi yang diakibatkan
geofisika seperti metoda magnetik dan oleh adanya suatu sumber tekanan di bawah
gayaberat dapat diterapkan. Pada sub bab kawah puncak gunungapi. Solusi alternatif lain
berikut di bawah ini akan diilustrasikan dapat juga dikembangkan dengan pencarian
beberapa hasil analisis data deformasi, solusi persamaan elastodinamik berikut :

Hal-72-
2u
= ( + 2
) (.u) ( xxu) + F ........ (1) (a)
t 2

Untuk keadaan statik maka 2 u / t 2 = 0 (u =


vektor displacement, F = gaya pembangkit
displacement). Bila F berupa titik gaya pada
titik (0,0), yaitu titik asal maka ( : vektor (b)
satuan arah gaya F, r : jarak sumber gaya F ke
permukaan ) :

F=F a (r)=-F 2 a F a
= .
a
xx.
(2) (c)
4
r 4r 4r

dan adalah konstanta Lame. Maka


gabungan persamaan (1) dan (2)
-F a a (.3)
. 4r xx . 4r = ( + 2 )(.u) + xxu

Dengan merubah u dalam bentuk u =

(.A p ) xxA s dimana 2 A p = (.A p ) dan Gambar-1. (a) Gaya vertikal arah sumbu x1 (garis
putus-putus = displacement radial ur). (b) Konversi
2 A s .= curl curl As. Solusi persamaan system koordinat x1-x2-x3 menjadi ur-u-u. (c)
Displacement radial hasil perhitungan.
elastostatik jadinya merupakan pencarian solusi
persamaan berikut : Beberapa parameter yang dipakai dalam
pemodelan di atas : F = 1015 dyne, = = 1011
F dan r (jarak sumber gaya vertikal ke
2 A p = (4)
4 ( + 2 )r permukaan) = 5 km.

F Parameter Analisis Data Survei Magnetik


2 As = (5)
4r Pemodelan data magnetik 2-D dengan cara
coba-coba atau forward modeling biasa dipakai
Solusi analitik (Lay dan Wallace, 1995) untuk intepretasi struktur batuan bawah
memungkinkan memasukan parameter arah permukaan gunungapi. Sebuah pengembangan
sumber gaya dan parameter momen gaya dalam baru interpretasi data magnetik, yaitu dengan
solusi (Gambar-1a ,b dan c). inversi kontinyu atau analytic modeling
inversion, diimplementasikan dengan

Hal -73-
transformasi wavelet kontinyu (Saillhac, 2000). harga dilasi. Sedangkan geometri benda
Analisis cara transformasi wavelet ini anomali ditentukan dari orde pangkat antara
menggunakan prinsip konvolusi antara data hubungan koefisien wavelet dan harga dilasi
magnetik dan dilasi wavelet Cauchy (dilasi (scalling law). Untuk mudahnya diberikan
dalam hal ini memiliki satuan jarak) serta juga contoh hasil inversi kontinyu dengan
turunan dilasi wavelet Cauchy (baik arah transformasi wavelet (Gambar-3) dari anomali
horisontal maupun vertikal). Koefisien magnetik yang disebabkan oleh benda anomali
transformasi wavelet untuk setiap harga dilasi berbentuk prisma pada kedalaman 1 meter (efek
diplot seperti dilustrasikan pada Gambar-2. anomali dihitung secara forward modeling).

d b
W 0 (b, a) = ( ) 0 ( ) . (6)
a a

Di mana : a = dilasi (meter) , z = kedalaman


(meter)
() = wavelet

0 (x) = data penampang total anomali


magnetik (nano Tesla)

Gambar-3. Penampang anomali magnetik (atas),


tranformasi wavelet untuk beberapa harga a (kiri
bawah) dan kurva bawah-kanan menunjukkan hasil
inversi kontinyu kedalaman model (=zo)dengan
transformasi wavelet.

Parameter Sumber Gempa


Dinamika aktivitas gunungapi salah satunya
dapat dipandang sebagai variasi pada parameter
sumber gempa gunungapi. Dilain pihak
Gambar-2. Penampang anomali magnetik dari
seismogram merupakan rekaman perjalaran
benda anomali berbentuk prisma. Kedalaman benda
anomali ditentukan dari perpotongan garis koefisien sumber gelombang ke permukaan pada suatu
transformasi wavelet maksimal.
tempat. Secara prinsip dapat dikatakan

Kedalaman benda anomali magnetik merupakan seismogram itu merupakan konvolusi fungsi

kelurusan dari harga maksimal koefisien sumber gelombang dengan fungsi Green

transformasi wavelet untuk masing-masing persamaan elastodinamik. Dengan mengetahui

Hal-74-
fungsi Green dan seismogram (data) maka lokasi tertentu adalah identik dengan
karakteristik sumber gempa dapat ditentukan. seismogram.
Secara umum parameter kegempaan ini dapat
ditentukan dengan pencarian solusi persamaan Tabel -1. Solusi finite-difference 1-D.
elastodinamik adalah solusi persamaan (1) atau i (indeks ruang) 0 1 2 3 4
m (indeks waktu)
setelah diuraikan dapat dinyatakan dalam 0 0 0.5 1 0.5 0
persamaan : 1 0 0.5 0.5 0.5 0
2 0 0 0 0 0
F (t ) 1 Ap 3 0 -0.5 -0.5 -0.5 0
2 Ap = + 2 2 2 ..... (7) 4 0 -0.5 -1 -0.5 0
4 ( + 2 )r t Dst

Solusi persamaan diskrit 1-D ini dapat


F (t ) 1 2 As
2 As = + 2 ............... (8) diadaptasikan dengan permasalahan dengan
4r t 2
analisis data seismik gunungapi yaitu dengan
modifikasi kondisi batas persamaan di atas
Dimana = kecepatan gelombang P =
menjadi :
( + 2 ) / dan = kecepatan gelombang

S= / 2u 2u
= F (t ), 0<x<1, 0<t (12)
x 2 t 2
Untuk pengembangan awal solusi persamaan u(0,t) = sin (t), u(1,t) = 0 <t (13)
elastodinamik dibatasi pada solusi persamaan u(x,0) = 0, u ( x,0) = 0 0<x<1. (14)
t
diskrit 1-D berikut :

2u 2u
= , 0 < x <1 0<t .............. (9) Fungsi F(t) dapat disesuaikan dengan bentuk
x 2 t 2
sinyal-sinyal sumber gunungapi. Perhitungan
u (0,t) = 0, u (1,t) = 0 0<t ............. (10)
solusi persamaan di atas dan
u (x,0) = f (x), u 0 < x , 1 0<x<1
(x,0) = g(x)
t pengembangannya, yaitu solusi persamaan
(11) diskrit-2D, masih sedang dalam pengerjaan.
Dapat dikatakan secara umum rise time fungsi
Dimana u adalah displacement pada titik F(t) menentukan bentuk seismogram dan bila
sepanjang sumbu x pada waktu t, dan c adalah hal ini sudah disimulasikan maka pekerjaan
kecepatan rambat medium. Aproksimasi finite- selanjutnya adalah mencermati fungsi F(t)
difference bersama kondisi batasnya. Solusi dikaitkan variasi tingkat aktivitas gunungapi.
displacement yang didapat (Tabel-1) pada

Hal -75-
Kesimpulan Daftar Pustaka
1. Penerapan solusi pada pemantauan aktivitas Lay, T dan Wallace, T.C., Modern Global
gunungapi dengan analisis data deformasi Seismology, Academic Press, 1995,
harus dilakukan untuk validasi solusi 521 pp.
analitik persamaan elastostatik, misal Powers, D.L., Boundary Value Problems,
dengan merubah besar harga gaya dan Harcourt-Academic Press,
kedalaman gaya terhadap waktu. 1999,528 pp.
2. Dalam kaitannya dengan pemantauan Sailhac, P. dkk., Identification of Sources of
aktivitas gunungapi maka analisis data Potential Fields with the
magnetik (hal yang sama dapat dilakukan Continuous Wavelet Transform :
untuk data gayaberat) cara transformasi Complex Wavelets and Application
wavelet dapat mendukung pemantauan to Aeromagnetic Profiles in French
dalam pemberian informasi perubahan Guiana, J. Geophys. Res., vol. 105,
kenaikan magma (dalam hal ini data No. B8, 2000, 19,455-19,475.
gayaberat lebih cocok)/batuan terobosan ke
permukaan gunungapi secara akurat dan
presisi.
3. Melalui simulasi perjalaran gelombang
dengan solusi persamaan diskrit finite
differenece 1-D diharapkan pengembangan
solusi persamaan diskrit 2-D diterapkan
untuk simulasi variasi fungsi sumber gempa.
Kedepannya solusi di atas dapat mendukung
analisis spektral seismogram dengan
kaitannya dengan dimensi geometri sumber
gempa serta tekanan sumber gempa.

Hal-76-