You are on page 1of 17

LAPORAN PRAKTIKUM

Kecepatan Reaksi

Oleh:
Kelompok : 6 (enam)
1. Everaldo Futwembun
Anggota : 2. Wadini
3. Wahyu Purwono Jati
4. Yanpiter M Borolla

Kelas : Refinery I B

STEM AKAMIGAS
Jln. Gajah Mada No. 38 Cepu 58315, Kab. Blora Jawa Tengah
Telp. (0296) 421897, Fax (0296) 425939
E-mail : stem@akamigas-stem.esdm.go.id

PRAKTIKUM KECEPATAN REAKSI


I. PENDAHULUAN

I.1 Latar belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, baik secara langsung maupun tidak langsung banyak

kegiatan yang bersangkut paut dengan reaksi kimia. Pada dasarnya reaksi kimia

berlangsung dengan kecepatan yang berbeda-beda. Ada reaksi yang terjadi secara

seketika, seperti petasan yang meledak, dan ada juga reaksi yang terjadinya sangat

lambat, seperti perkaratan besi. Kecepatan menyatakan seberapa cepat atau seberapa

lambat suatu proses berlangsung. Kecepatan juga menyatakan besarnya perubahan yang

terjadi dalam satuan waktu.

Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk.

Semakin lamanya waktu reaksi, maka zat pereaksinya akan semakin sedikit, sedangkan

produk yang dihasilkan akan semakin banyak. Setiap pereaksi disertai suatu perubahan

fisis yang diamati, seperti pembentukan endapan, gas atau timbulnya perubahan warna.

Kecepatan reaksi dapat dipelajari dengan mengukur salah atau dari perubahan tersebut.

Bagi reaksi yang disertai perubahan warna, maka kecepatan reaksinya dapat ditentukan

dengan mengukur perubahan intensitas warnanya. Untuk reaksi yang menghasilkan

endapan, maka kecepatan reaksinya dapat ditentukan dengan mengukur waktu yang diperlukan

untuk membentuk sejumlah endapan.

1.2 Tujuan Percobaan

Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat :

1. Mahasiswa dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi

kimia.
2. Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh konsentrasi zat terhadap kecepatan reaksi.
3. Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh temperatur terhadap kecepatan reaksi.
1.3 Keselamatan Kerja
1. Bila bekerja dengan peralatan bertenaga listrik, lihat terlebih dahulu tegangan jaringan

listrik yang ada. Pastikan tangan dalam kondisi kering.


2. Bila sudah selesai di pakai, karena masih panas; hot plat (pemanas) agar diletakkan di

tempat yang aman.


3. Hati-hati bekerja dengan larutan kimia (lihat MSDS).

II. DASAR TEORI

2.1 Pengertian Kecepatan Reaksi

Reaksi kimia berlangsung dengan kecepatan yang berbeda-beda. Ada reaksi yang

berlangsung seketika, seperti petasan yang meledak. Ada juga reaksi yang berlangsung
sangat lambat,seperti perkaratan besi. Selain itu, kecepatan reaksi kimia ternyata

dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti suhu, konsentrasi, dan faktor lainnya.

Reaksi kimia merupakan proses perubahan zat-zat pereaksi menjadi produk. Pada

waktu reaksi berlangsung, jumlah zat pereaksi akan semakin berkurang sedangkan

jumlah produk bertambah. Kecepatan reaksi didefinisi-kan sebagai kecepatan

pengurangan konsentrasi molar salah satu pereaksi atau kecepatan pertambahan

konsentrasi molar salah satu produk dalam satu-satuan waktu.

Kecepatan reaksi dirumuskan sebagai berikut :

Reaksi: R P

V = -[R]
t

atau: V = +[P] t

Dengan: R = Pereaksi (reaktan)

P = Produk

V = Kecepatan Reaksi

t = Waktu Reaksi

[R] = Perubahan Konsentrasi Molar Pereaksi

[P] = Perubahan Konsentrasi Molar Produk

2.2 Menentukan Kecepatan Reaksi

Kecepatan reaksi dapat ditentukan melalui percobaan yaitu dengan mengukur

konsentrasi salah pereaksi atau salah satu produk. Dengan selang waktu tertentu selama

reaksi berlangsung untuk reaksi yang berlangsung lambat, hal itu dapat dilakukan dengan
mengeluarkan sampel dari campuran reaksi lalu menganalisisnya.

Cara yang lebih umum ialah menggunakan suatu alat yang dapat menunjukkan

secara kontinyu salah satu perubahan fisis yang menyertai reaksi, misalnya untuk reaksi

yang membebaskan gas, alat di rancang agar dapat mencatat volume gas yang terbentuk;

untuk reaksi yang diserati perubahan warna, alat dirancang agar dapat mengukur

perubahan intensitas warna, untuk reaksi gas yang disertai perubahan jumlah mol, alat

dirancang agar dapat mengukur perubahan tekanan gas. Seperti penguraian dinitrogen

pentaoksida membentuk nitrogen dioksida dan oksigen.

2N2O5 (g) 4NO2 (g) + O2 (g)

Reaksi itu disertai pertambahan jumlah mol gas, yang menyebabkan pertambahan

tekanan, yang dapat di baca pada manometer. Semakin banyak N 2O5 yang terurai

semakin besar tekanan. Bila reaksi dilangsungkan pada volume dan suhu tetap, maka

pertambahan tekanan dapat dikaitkan dengan pertambahan jumlah mol. Dengan

demikian kecepatan penguraian N2O5 itu dapat ditentukan.

2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi

Kecepatan suatu reaksi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu konsentrasi,

luas permukaan sentuhan, suhu dan katalisator, juga tekanan gas.

2.3.1 Konsentrasi

Jika konsentrasi suatu zat semakin besar maka kecepatan reaksinya semakin besar

pula dan begitu pula sebaliknya. Untuk beberapa reaksi, kecepatan reaksi dapat

dinyatakan dengan persamaan matematika yang di kenal dengan hukum kecepatan reaksi

atau persamaan kecepatan reaksi. Suatu larutan dengan konsentrasi besar (pekat)

mengandung partikel yang lebih rapat jika dibandingkan dengan larutan yang

berkonsentrasi kecil (encer), sehingga lebih mudah dan lebih sering bertumbukan. Itulah
sebab-nya, makin besar konsentrasi suatu larutan makin besar pula kecepatan reaksinya.

2.3.2 Luas Permukaan Sentuh

Reaksi dapat berlangsung jika zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan.

Reaksi kimia dapat berlangsung jika molekul-molekul, atom-atom, atau ion-ion dari zat-

zat yang bereaksi berlebih dahulu bertumbukan. Makin halus suatu zat. Maka makin luas

permukaannya, makin banyak pula kemungkinan bereaksi dan makin cepat reaksi itu

berlangsung. Contoh reaksi yang heterogen adalah reaksi antara pualam dengan larutan

asam klorida. Reaksi serbuk pualam dengan HCl 2M berlangsung lebih cepat daripada

reaksi keping pualam dengan HCl 2M. Hal itu karena partikel bagian dalam kepingan

harus menunggu sebelum bagian luar habis bereaksi, sedangkan partikel serbuk banyak

yang bertumbukan pada waktu yang bersamaan.

2.3.3 Temperatur

Kecepatan reaksi meningkat dengan naiknya suhu. Biasanya kenaikan suhu sebesar

100C akan menyebabkan kenaikan kecepatan reaksi sebesar 2 atau 3 kali. Kenaikan

kecepatan reaksi ini dapat diterangkan dari gerak molekulnya, molekul-molekul dari zat

kimia selalu bergerak, karena itu kemungkinan tabrakan antar molekul selalu ada. Enegi

yang diperlukan untuk menghasilkan tabrakan yang efektif atau untuk menghasilkan

suatu reaksi disebut energi pengaktifan kinetik.

A X+Y

v = K . [A]

2A Y+ Z

v = K . [A]2

A + 3B X+Y+Z

v = K . [A] . [B]3
Hukum-hukum ini dapat ditetapkan bedasarkan teori kinetik yaitu dalam sistem yang

homogen molekul-molekul itu senantiasa bergerak dengan kecepatan tinggi dengan arah

acak sehingga terjadi tumbukkan antara molekul yang satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan data eksperimen, kecepatan reaksi akan menjadi dua kali untuk setiap

kenaikan suhu 10oC.

v = 2 . t/10 . vo

dimana,

v = kecepatan reaksi yang baru

vo = kecepatan reaksi semula

t = kenaikan suhu

2.3.4 Katalis

Adalah zat yang mempercepat reaksi, tetapi dianggap tidak ikut bereaksi. Katalis

mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi pengaktifan (Ea). Contoh :

reaksi reaksi metabolisme dalam tubuh dikatalis oleh berbagai jenis enzim.

2.3.5 Tekanan gas

Jika tekanan gas diperbesar, maka volume gas itu diperkecil, sehingga letak partikel

makin berdekatan dan makin mudah bertumbukkan. Jadi, makin besar tekanan gas maka

makin cepat kecepatan reaksinya.

III. METODELOGI

3.1 Peralatan dan Bahan


A. Peralatan
a) Tabung reaksi (12 buah)
b) Rak tabung reaksi
c) Buret, kapasitas 50 mL (3 buah)
d) Corong (3 buah)
e) Beaker glass (1 ukuran besar dan 3 ukuran kecil)
f) Termometer
g) Stopwatch
h) Penangas Air
i) Botol Pencuci
B. Bahan kimia
a) Larutan Na2S2O3 5 %
b) Larutan HCl5 %
c) Akuades
3.2 Prosedur
Pengaruh konsentrasi zat terhadap kecepatan reaksi
1. Siapkan 6 buah tabung reaksi dan 3 buah buret.

Berilah tanda pada masing-masing tabung reaksi dan buret.

2. Masukan larutan Na2S2O3 ke dalam buret 1 dengan menggunakan beaker glass

hingga buret 1 terisi larutan Na2S2O3 sebesar 50mL.


3. Kemudian, masukan larutan aquades ke dalam buret 2 dengan menggunakan gelas

kimia lain hingga buret 2 terisi oleh Aquades sebanyak 50mL.


4. Ke dalam tabung reaksi masing-masing tambahkan larutan Na2S2O35% dan Aquades

yang berasal dari buret 1 dan 2 sesuai dengan tabel di bawah ini.

Catatan : Kocok tabung yang sudah diisi agar homogen.

Tabel 3.1 Konsentrasi Na2S2O3

Jumlah Penambahan (mL) Konsentrasi Na2S2O3


No
Na2S2O3(a) Aquades (b) a/(a+b)
1 6 0 1
2 5 1 5/6
3 4 2 2/3
4 3 3
5 2 4 1/3
6 1 5 1/6

5. Kemudian siapkan larutan HCl 5% kedalam buret 3 hingga 50 mL. Sete;ah itu,

kedalam 6 tabung reaksi yang lain, isikan masing-masing 1mL larutan HCl 5%.
6. Siapkan stopwatch, percobaan akan dimulai dari tabung reaksi No. 1
7. Tambahkan 1mL HCl yang sudah disiapkan dalam tabung reaksi yang lain ke dalam

tabung reaksi No. 1 tersebut. Segera catat waktu reaksinya sambil dikocok pelan-

pelan.

Catatan : Waktu reaksi dimulai saat kedua larutan dicampurkan hingga saat tepat

terjadi kekeruhan.

8. Selanjutnya lakukan langkah kerja yang sama seperti diatas terhadap tabung reaksi

No. 2 s/d No. 6

Pengaruh tempertur terhadap kecepatan reaksi


1. Siapkan tabung reaksi sejumlah 12 buah
- 6 buah tabung I diberi kode : 1,2,3,4,5 dan 6
- 6 buah tabung II diberi kode : a,b,c,d,e dan f
2. Masukan 5mL larutan Na2S2O35% masing-masing ke dalam tabung reaksi 1 s/d 6
3. Dan masukan 1mL larutan HCl 5% masing-masing ke dalam tabung reaksi a s/d e
4. Ambilah tabung reaksi 1 dan a, masukan ke dalam water bath pada temperatur

32C (dimana saat itu suhu ruangan menunjukan angka 32C) diamkan selama 2

menit.
5. Kemudian angkat kedua tabung dari water bath dan segera tuangkan larutan HCl

ke dalam tabung yang berisi larutan Na2S2O3. Catat waktunya.


6. Setelah itu lakukan percobaan yang sama seperti langkah 4 dan 5 terhadap

pasangan tabung reaksi No.2 dengan b hingga tabung No. 6 dengan f, dengan

setiap interval kenaikan temperatur waterbath sebesar 50C.


IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


4.1.1 Pengaruh Konsentrasi Zat Terhadap Kecepatan Reaksi
Tabel 4.1 Pengaruh Konsentrasi Zat Terhadap Kecepatan Reaksi
1
( )
No Konsentrasi NA2S2O3 Waktu (detik) Laju Reaksi t

1. 1 8.3 0.12
2. 5/6 9.7 0.10
3. 2/3 12.1 0.08
4. 15.2 0.06
5. 1/3 21.4 0.04
6. 1/6 46.2 0.02

4.1.2 Pengaruh Temperatur Terhadap Kecepatan Reaksi


Tabel 4.2 Pengaruh Temperatur Terhadap Kecepatan Reaksi
1
( )
No Temperatur Percobaan (oC) Waktu (detik) Laju Reaksi t

1. 30 8,66 0.10
2. 35 5,52 0.13
3. 40 4,09 0.15
4. 45 4,01 0.20
5. 50 2,08 0.26
6. 55 1,16 0.37

4.2 Analisa data:

Berdasarkan pengamatan pengaruh konsentrasi zat, didapatkan bahwa semakin kecil

konsentrasi larutan Na2S2O3 yang dicampurkan dengan larutan HCl maka akan

menyebabkan penurunan kecepatan reaksi yang semakin besar. Begitu pula

sebaliknya.
Berdasarkan pengamatan pengaruh temperatur zat, didapatkan bahwa semakin tinggi

temperatur kedua larutan (larutan Na2S2O3 5 mL dan HCl 1 mL) maka akan

menyebabkan terjadinya kenaikan kecepatan reaksi yang semakin besar. Berlaku

pula sebaliknya.

V. JAWABAN PERTANYAAN

1. Pertanyaan apa yang terjadi saat terjadinya reaksi.


2. Buatlah grafik dari :
a. Konsentrasi zat (absis) Vs kecepatan reaksi (ordinat).
b. Temperatur (absis) Vs kecepatan reaksi (ordinat).
c. Sebutkan fakto-faktor yang lain yang memengaruhi kecepatan reaksi.
Jawaban

1. Ketika di campur antar HCL dan Na2S2O3 terjadi perubahan dari tidak berwarna menjadi

berwarna menjadi putih keruh.

2. a. Pengaruh Kecepatan Reaksi terhadap Konsentrasi Zat.

Grafik hubungan laju reaksi dengan konsentrasi zat


0.14
0.12
0.1
0.08
Laju Reaksi (1/Detik) 0.06
0.04
0.02
0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 1.1
Konsentrasi

b. Pengaruh Kecepatan Reaksi terhadap Temperatur Zat


Grafik hubungan laju reaksi dengan suhu zat
0.4
0.35
0.3
0.25
0.2
Laju reaksi (1/detik)
0.15
0.1
0.05
0
30 35 40 45 50 55 60
Suhu (oC)

c. Faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan reaksi :

a. Ukuran partikel/zat.

Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi dimulai dari bidang sentuh

(bidang yang saling bersinggungan antar reaktan) dan pada dasarnya terjadi karena

tumbukan antar zat-zat pereaksi. Makin luas bidang sentuh maka makin banyak

tumbukan dan makin cepat pula terjadi reaksi. Luas permukaan bidang sentuh dapat

diperbesar dengan memperkecil ukuran partikelnya. Apa hubungan ukuran partikel

dengan kecepatan reaksi?

Pengaruh luas permukaan ini banyak diterapkan dalam industri maupun dalam

kehidupan sehari-hari, yaitu dengan menghaluskan terlebih dahulu bahan yang berupa

zat padat sebelum direaksikan. Mengunyah makanan juga merupakan upaya dalam

rangka memperluas permukaan sehingga penguraian selanjutnya berlangsung lebih

cepat.

b. Suhu.

Pada umumnya reaksi akan berlangsung lebih cepat bila suhu

dinaikkan. Dengan menaikkan suhu maka energi kinetik molekul-molekul


zat yang bereaksi akan bertambah sehingga akan lebih banyak molekul

yang memiliki energi sama atau lebih besar dari Ea. Dengan demikian

lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan transisi atau dengan

kata lain kecepatan reaksi menjadi lebih besar.Secara matematis hubungan

antara nilai tetapan laju reaksi (k) terhadap suhu dinyatakan oleh formulasi.

c. Katalis.

katalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami

perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat

diperoleh kembali.

Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi aktivasi (Ea).

Katalisis adalah peristiwa peningkatan laju reaksi sebagai akibat penambahan suatu

katalis. Meskipun katalis menurunkan energi aktivasi reaksi, tetapi ia tidak

mempengaruhi perbedaan energi antara produk dan pereaksi. Dengan kata lain,

penggunaan katalis tidak akan mengubah entalpi reaksi.

d. Konsentrasi

Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi zat-zat

yang bereaksi makin cepat reaksinya berlangsung. Makin besar konsentrasi makin banyak zat-zat

yang bereaksi sehingga makinbesar kemungkinan terjadinya tumbukan dengandemikian makin

besar pula kemungkinan terjadinya reaksi.

e. Tekanan

Banyak reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas. Kelajuan dari

reaksi seperti itu dipengaruhi oleh tekanan. Penambahan tekanan dengan memperkecil volume

akanmemperbesar konsentrasi dengan demkian dapat memperbesar laju reaksi.

f. Luas permukaan
Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan bertumbukan. Pada

pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, tumbukan berlangsung

pada bagian permukaan zat. Padatan berbentuk serbuk halus memiliki luas permukaan

bidang sentuh yang lebih besar daripada padatan berbentuk lempeng atau butiran.

Semakin luas permukaan partikel, maka frekuensi tumbukan kemungkinan akan

semakin tinggi sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat.

Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam laju

reaksi, sebab semakin besar luas permukaan bidang sentuh antar partikel, maka

tumbukan yang terjadi semakin banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin

cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka

semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin

kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin

halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi;

sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan

untuk bereaksi.

VI. PENUTUP
6.1 Simpulan

Jadi, faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi yaitu :

1. Konsentrasi Zat

Semakin besar konsentrasi suatu zat dalam suatu reaksi yang sedang berlangsung

maka reaksi tersebut akan berlangsung semakin cepat.

2. Temperatur

Semakin tinggi temperatur suatu reaksi yang sedang berlangsung maka reaksi akan
berlangsung semakin cepat.
3. Katalis

Penambahan katalis akan mempercepat suatu laju reaksi dengan cara menurunkan

energi aktivasi.

4. Luas Permukaan Bidang Sentuh

Semakin besar luas permukaan bidang sentuh antar partikel maka reaksi akan

berlangsung semakin cepat.

5. Tekanan

Dengan menambahkan tekanan akan memperkecil volume sehingga konsentrasi

akan semakin besar, maka laju reaksi akan semakin cepat (khusus pereaksi Gas).

6. Ukuran Partikel

Makin luas bidang sentuh maka makin banyak tumbukan dan makin cepat pula

terjadi reaksi. Luas permukaan bidang sentuh dapat diperbesar dengan memperkecil

ukuran partikelnya.

6.2 Saran

1. Perhatikan dengan baik peralatan apa saja yang digunakan dalam praktik yang akan

dilaksanakan,jangan sampai salah menggunakan alat.


2. Berhati-hatilah dalam menggunakan peralatan yang akan digunakan dalam praktik

karena banyak diantaranya berbahan kaca seperti tabung reaksi,gelas beaker,dll yang

mudah pecah.

3. Berhati-hatilah dalam memakai larutan asam atau basa yang konsentrasi nya tinggi

(pekat) karena dapat menimbulkan iritasi pada anggota tubuh jika terkena.

4. Ikutilah prosedur standar cara kerja yang telah ditetapkan.

5. Pakailah alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dll.