You are on page 1of 2

ASUMSI-ASUMSI

1. Permohonan take over atas fasilitas kredit modal kerja berasal dari Bank Alfa, Bank Beta,
Bank Omega senilai Rp 7.400.000.000.
2. Permohonan kredit yang diajukan oleh calon debitur selain untuk mengajukan
pembiayaan mesin, juga untuk kebutuhan modal kerja. Dengan asumsi maksimum
kebijakan bank untuk pembiayaan modal kerja sebesar 70%. Dengan perincian sebagai
berikut :
Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar 30% dari pembiayaan bank atas fasilitas
modal kerja yang diberikan
Pinjaman Berulang (PB) sebesar 70% dari pembiayaan bank atas fasilitas modal
kerja yang diberikan. Fasilitas ini juga digunakan untuk men-take over pinjaman
calon debitur di bank lain.
3. Cost of fund sebesar 9%, yang diperhitungkan dari bunga deposito (7%) dan biaya
operasional bank (2%).
4. Tidak ada perubahan proporsi dari kegiatan usaha calon debitur, kecuali peningkatan
untuk produksi sendiri sebesar 25%.
5. Kolektibilitas calon debitur adalah lancar, yang dilihat dari nilai NOPAT/Financing
Payment pada tahun 2010 yang menunjukkan angka 5,01x, Times Interest Earning (TIE)
pada tahun 2010 yang menunjukkan angka 7,16x, dan Debt Service Ratio (DSR) pada
tahun 2010 yang menunjukkan angka 5,52x.
6. Jumlah plafond yang diberikan bank lain sebesar Rp 15.000.000.000, yang diambil dari
WI neraca pada tahun 2010 sebesar Rp 21.000.000.000. Sehingga maksimum
pembiayaan bank tersebut adalah 70% dari WI, yakni sebesar Rp 15.000.000.000
7. Calon debitur menggunakan fasilitas secara fluktuatif.
8. Pada tahun 2009 terjadi penurunan sales yang dikarenakan adanya hantaman dari produk
luar terutama dari pasar ASEAN. Ketidaksiapan industri farmasi pada umumnya,
khususnya INTI FARMA PT terhadap pasar terbuka ASEAN. Sedangkan pada tahun
2010, perusahaan sudah siap menghadapi pasar persaingan. Hal ini diperlihatkan dengan
kondisi ekonomi yang stabil dan permintaan terhadap produk meningkat.
9. Pada tahun 2009 dan 2010 terjadi peningkatan nilai kurs mata uang rupiah terhadap mata
uang lain.
10. Pada tahun 2009 dan 2010 terjadi penurunan biaya Research and Development dan biaya
promosi dikarenakan tidak adanya produk baru yang harus diiklankan.
11. Pada tahun 2009 terjadi kenaikan suku bunga pinjaman bank dari 6% menjadi 9%,
sedangkan pada tahun 2010 terjadi kenaikan suku bunga pinjaman bank dari 9% menjadi
13%
12. Pada tahun 2009 dilakukan pembelian mesin baru senilai Rp 1.500.000.000
13. Pada tahun 2010 lebih banyak penjualan tunai dibandingkan dengan penjualan secara
kredit.
14. Pada tahun 2009 perusahaan menambah pinjaman jangka pendek untuk melunasi
pinjaman jangka panjang.
15. Kenaikan sales sebesar 15% dikarenakan perusahaan memiliki kontrak kerja yang
nilainya cukup besar serta adanya peningkatan uang muka pelanggan. Dengan adanya
kontrak kerja dan kenaikan uang muka pelanggan maka bank tidak memberikan pinjaman
sebesar maksimum pembiayaan bank yaitu Rp 32.480.000.000, melainkan hanya sebesar
Rp 20.000.000.000
16. Fasilitas FX-MDDR telah diberikan oleh bank lain.
17. Perusahaan diasumsikan tidak mampu melunasi fasilitas Sight L/C secara langsung
sehingga bank memberikan fasilitas Trust Receipts (TR) dengan jangka waktu 12 bulan.
18. Tender terbesar tahun 2011 yang diperoleh INTI FARMA PT adalah Rp 8.000.000.000
19. Maksimum claim untuk Tender Bond sebesar 5%, sedangkan maksimum claim untuk
Performance Bond sebesar 10%. Sebagian tender berlangsung selama 12 bulan.
20. Nilai likuidasi atas jaminan yang diberikan adalah sebagai berikut :
Tanah dan bangunan untuk kantor adalah 95%
Tanah dan bangunan untuk pabrik adalah 85%
Mesin dan mobil adalah 70%
Persediaan (barang jadi dan alat kesehatan) adalah 70%
Piutang dagang adalah 80% (bonafiditas pelanggan dianggap tinggi)
21. Usia Bapak Afgan sebagai key person adalah 48 tahun
22. Kenaikan sales sebesar 15% selain dikarenakan adanya peningkatan advance payment
from buyer juga adanya inflasi dan pertumbuhan penduduk yang akan meningkatkan
harga dan volume permintaan barang.
23. Karena pengembangan R&D perusahaan, perusahaan mampu melakukan efisiensi
sehingga COGS perusahaan menjadi 70%
24. Adanya rencana pengembangan SDM dan R&D perusahaan, serta promosi di negara-
negara luar menyebabkan SGA perusahaan menjadi 26%
25. Suku bunga pinjaman bank : Tahun 2011 sebesar 12%
Tahun 2012 sebesar 13%
Tahun 2013 hingga 2020 sebesar 14%
Diasumsikan tidak ada peristiwa yang meningkatkan persentase suku bunga.
26. Tax Rate sebesar 25% sesuai UU no 36 tahun 2008 diasumsikan tidak terjadi perubahan
hingga tahun 2020.
27. AR DOH tetap 60 hari sesuai rerata kebijakan perusahaan tahun 2010.
28. Inventory DOH tetap 60 hari sesuai rerata kebijakan perusahaan tahun 2010.
29. AP DOH tetap 45 hari sesuai rerata kebijakan perusahaan tahun 2010.
30. AE DOH tetap 7 hari sesuai rerata kebijakan perusahaan tahun 2010.