You are on page 1of 33

No.

Dok : 14/MT/LKMT/02
MATERI TARBIYYAH
LEMBAGA MARHALAH Pokok Bahasan : Kisah Nabi Ihrahim
KAJIAN MANHAJ MUAYYID
No.kode materi : 2.1.2.14.048
TARBIYAH _____________________
: MADAH Jumlah Halaman : 26
(LKMT ) Kisah para Nabi

I. Tujuan Umum
Seorang muslim mengenal para Nabi dan Rasul yang tercantum dalam
.Alquran Alkarim agar dijadikan sebagai qudwah dalam jihad, iman dan taqwa

II. . Tujuan Khusus


1. Mampu menjelaskan kebutuhan manusia terhadap Nabi dan Rasul.
2. Mampu menjelaskan tugas Nabi dan Rasul beserta karakteristik dakwah
mereka.
3. Dapat membedakan antara Nabi dan Rasul.
4. Mampu menyebutkan jumlah Nabi dan Rasul yang ada dalam Al Quran
5. Mampu memberikan dalil bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama
yang memakmurkan bumi.
6. Mampu memberikan penjelasan wasiat-wasiat Allah terhadap Nabi
Ibrahim as.
7. Mampu menjelaskan karakteristik dakwah Nabi Ibrahim as.
8. Mampu menjelaskan karakteristik dakwah nabi Ismail as.
9. Mampu menjelaskan beberapa metoda dakwah yang digunakan nabi Ismail
as.
10. Mampu mengambil nilai-nilai positif dari dialog nabi Ibrahim dengan
bapaknya.
11. Mampu memberikan dalil urgensinya akal.
12. Mampu menjelaskan hujjah yang digunakan dalam dialog yang terjadi
antara nabi Ibrahim dan kaumnya.
13. Meyakini bahwa Allah akan menjaga orang yang menjagaNya.
14. Mampu memberikan ringkasan hujjah Ibrahim terhadap Namrud.
15. Mampu mengambil pelajaran berharga dari kisah Ibrahim as.
16. Dapat menjelaskan bahwa Ibrahim adalah Abul Anbiya.
17. Mampu memberikan ringkasan seputar proses mahkamah yang terjadi
pada Ibrahim.
18. Mampu menjelaskan bahwa seharusnya seorang dai itu beristighfar
sebagaimana yang dilakukan Ibrahim terhadap ayahnya.
19. Dapat memberikan dalil bahwa anak sulung Ibrahim adalah Ismail.
20. Dapat menyebutkan ayat-ayat yang menceritakan nabi Ismail.
21. Mampu menjelaskan bahwa Kabah adalah masjid pertama yang dibangun
di bumi.
22. Mampu memberikan dalil urgensi perhatian dan penjagaan terhadap anak-
anak.
23. Ridha terhadap qadha dan taqdir Allah.
24. Mampu mengungkapkan bahwa Alkholil ( Ibrahim as.) dan Ismail adalah
yang membangun Kabah.

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 1
III. Tujuan Kognitif

1. Mengenal silsilah keturunan nabi Ibrahim as secara utuh.


2. Dapat menjelaskan pendapat-pendapat mufassirin seputar nama bapaknya
nabi Ibrahim.
3. Mampu menyebutkan surat-surat Alquran yang menyebut nabi Ibrahim.
4. Mampu menjelaskan hikmah dikaitkannya kisah nabi Ibrahim dengan
kisah luth as.
5. Meringkas sejarah Ibrahim as dari buku fii Dzilaalil Quran.
6. Dapat menjelaskan adab-adab yang harus dimiliki dai dari kisah nabi
Ibrahim.
7. Mampu menjelaskan bentuk ibadah kaum Ibrahim as.
8. Dapat menerangkan sikap Ibrahim as terhadap bapaknya.
9. Mampu menjelaskan peran seorang muslim dalan inkarul munkar.
10. Dapat memberikan dalil bahwa hak Allah itu di atas hak bapak-bapaknya.
11. Mengambil pelajaran berharga dari dialog Ibrahim as dengan bapaknya.
12. Mampu memberikan dalil urgensi akal pikiran.
13. Dapat menjelaskan dialog yang terjadi antara Ibrahim dengan kaumnya.
14. Meyakini bahwa Allah akan menjaga siapa saja yang menjagaNya.
15. Mempercayai bahwa yang paling berhak mendapatkan keamanan adalah
ahlu tauhid yang murni.
16. Memberikan ringkasan hujjah Ibrahim terhadap Namrud.
17. Dapat mengambil pelajaran berharga dari kisah Ibrahim as.
18. Memilih kata yang paling tepat dalam berdakwah.
19. Menguasai keahlian dalam berdakwah.
20. Waspada terhadap pengikut-pengikut syetan.
21. Dapat menjelaskan sikap ayah Ibrahim terhadap dakwah anaknya.
22. Dapat menjelaskan keputusan yang diambil Ibrahim pasca penolakan dari
bapaknya.
23. Dapat menyebutkan dalil birrul walidain Ibrahim.
24. Selalu berlindung kepada Allah dengan doa.
25. Mampu menjelaskan bahwa nabi Ibrahim adalah abul anbiyaa.
26. Dapat menjelaskan karakter masyarakat yang dihadapi Ibrahim.
27. Dapat memberikan dalil bahwa Nabi Ibrahim adalah umat yang satu.
28. Dapat menjelaskan sikap nabi Ibrahim terhadap berhala.
29. Mampu menjelaskan beberapa langkah yang ditempuh Ibrahim dalam
berdakwah terhadap kaumnya.
30. Mampu menjelaskan sikap kaum terhadap dakwahnya Ibrahim.
31. Selalu bersemangat untuk menegakan kebenaran.
32. Dapat menjelaskan sebab penghancuran berhala yang dilakukan Ibrahim.
33. Mampu menjelaskan hikmah dibalik sikap Ibrahim yang membiarkan
berhala terbesar tetap utuh.
34. Dapat memberikan ringkasan proses mahkamah terhadap pada Ibrahim.
35. Mampu menjelaskan sebab-sebab kaum Ibrahim berlindung dengan
kekuatan dan kekuasaan.
36. Dapat menjelaskan sebab hijrahnya Ibrahim menuju Mesir.
37. Menyebutkan hadiah yang diberikan Ibrahim oleh penguasa Mesir.
38. Dapat memberikan dalil penggunaan alat peraga dalam berdakwah.
39. Dapat menjelaskan istighfar yang lakukan Ibrahim terhadap bapaknya.
40. Dapat menjelaskan firman Allah taala, ( )

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 2
41. Mempercayai bahwa iman yang benar akan melahirkan ketaatan.
42. Mendahulukan mahabbatullah terhadap segala sesuatu.
43. Mempercayai bahwa Allah akan menolong orang-orang yang beriman.

IV. Tujuan Afektif dan Psikomotorik .


1. Tunduk secara penuh terhadap perintah Allah dan melaksanakan
kewajiban-kewajiban syariat.
2. Mendahulukan kecintaan pada Allah dari pada keluarga, anak-anak dan
manusia seluruhnya.
3. Kesabaran Ibrahim as, upaya untuk memakmurkan masjid, membangun
Kabah dan menjadikannya sebagai tempat thowaf.
4. Bertawakal kepada Allah dan tunduk terhadap ajaran-ajaran dan
hikmahNya.
5. Memjaga hak dan adab terhadap orang tua sekalipun keduanya sangat
keras serta memuliakan orang lanjut usia.
6. Mengambil qudwah dari nabi Ibrahim dan nabi kita Muhammad saw.
Allah berfirman ( Sungguh dalam diri rasulullah itu ada suri tauladan
yang baik bagi kalian ) Allah juga berfirman, (Sungguh dalam diri
Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya ada suri tauladan yang baik).
7. Apabila aqidah yang benar telah merasuk dalam jiwa dan mengkristal
dalam lubuk hati akan menguasai pemikiran manusia sehingga ringan
untuk berkorban di jalannya. ( baik siksaan, ancaman pembunuhan, dll)
8. Kemarahan Ibrahim terhadap berhala direalisasikan dengan aksi yang
tertata rapi, dan bukan sebatas kata-kata.
9. Ibrahim telah menguras seluruh dayanya untuk menggunakan metoda
dan cara dalam menyebarkan misinya selama dilihatnya tepat.
10. Ibrahim memiliki (hujjah) argument yang kuat untuk dakwahnya dan
untuk mematahkan kebatilan.
11. Ibrahim memiliki hati lembut, peduli terhadap apa yang ada di
sekelilingnya dan merasakan kepedihan yang dirasakan manusia.
12. Iman yang benar melahirkan ketaatan, taat untuk menyembelih anaknya
Ismail, taat untuk meninggalkan keluarganya di tengah ganasnya padang
pasir.
13. Ibrahim adalah seorang sosok yang suka menjamu tamu, demikianlah
sifat seorang mumin yang ingin mengikat hati-hati manusia.
14. Ibrahim mempunyai hati yang ingin selalu tahu, suka membaca rahasia
dan hikmah Allah terhadap segala sesuatu. ( Tuhanku tunjukkan padaku
bagaimana Engkau menghidupkan orang mati)

V. Aktifitas Pendukung

1. Menyiapkan kaset dan kaset video seputar kisah-kisah para nabi.


2. Menyiapkan bagian khusus untuk kisah-kisah para nabi dalam
perpustakaan.
3. Menyediakan peta untuk menjelaskan tempat-tempat bersejarah yang
pernah di lalui para nabi dan rasul.
4. Kliping dari majalah dan koran seputar nabi dan rasul dan perjalanan
dakwahnya.
5. Mengadakan lomba karya tulis ilmiyah tentang sejarah para nabi untuk
kalangan pemuda.

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 3
6. Mengadakan pelatihan-pelatihan seni dialog
7. Menghafal ayat-ayat tertentu yang terkait dengan pembahasan kisah.
8. Merekomendasikan para khatib untuk mengupas pelajaran berharga dari
sejarah para nabi.
9. Mengadakan kajian sejarah nabi mingguan untuk kalangan anak-anak.
10. Menyiapkan ceramah yang bertajuk metoda dakwah para nabi dan rasul.

VI. Sarana-sarana Takwim dan Mutabaah

1. Memberi komentar
2. Evaluasi tulisan dan lisan
3. Diskusi
4. Kuisioner

VII. Tujuan Belajar Mandiri

1. Mengambil peringatan dan hikmah dari kisah-kisah nabi dan rasul.


2. Bersemangat untuk mengikuti (uslub) cara berdakwah para nabi.
3. Banyak beristighfar sebagaimana yang dicontohkan oleh anbiya.
4. Dapat menjelaskan kedudukan Kabah di hati kaum muslimin.
5. Dapat menepis syubhat-syubhat yahudi terrhadap para nabi.
6. Istimewa dalam menjamu tamu.
7. Menjauhi perbuatan keji dan mungkar.
8. Bersemangat untuk memaafkan dan santun.
9. Mendahulukan kecintaan pada Allah dari pada keluarga dan anak-anak.
10. Sabar terhadap ujian dalam semua bentuknya.
11. Dapat memberikan dalil bahwa hak Allah di atas hak orang tua dan anak-
anak.
12. Mengambil pelajaran berharga dari kisah-kisah nabi.
13. Bersemangat untuk selalu menegakan kebenaran.
14. Dapat menunjukan dalil untuk menggunakan alat peraga.
15. Komitmen untuk berdoa disetiap keadaan.
16. Yakin dengan kemenangan Allah kepada muminin.
17. Banyak membaja buku-buku sejarah.
18. Menghargai segala upaya dakwah para nabi dan rasul.

VIII. Referensi.
1. Tafsir Fii Dzilaalil Quran
2. Tafsir Ibnu Katsir.
3. Qososul anbiya linnajjar.
4. Dawatul anbiya limuhammad al adawi.
5. Qososul anbiya Ibnu Katsir.
6. Ruhul maaani fii tafsiril Quran wa sabul matsaanii lil Aluusii.

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 4
X. Muhtawa

Nabi Ibrahim Alaihissalam Ibrahim as.

A. Pengantar

Beliau adalah Ibrahim Kholilullah (kekasih Allah) bin Tarih bin Nahur bin
Saruj bin Ro'u bin Faij bin Syalih bin Arfaqsyad bin Sam bin Nuh as.

Inilah nasab Nabi Ibrahim Alaihissalam yang tertera dalam Taurat dan
dalam sejarah.

Dalam Al Qur'am Allah SWT mengatakan:



.
"Dan tatkala Ibrahim mengatakan kepada bapaknya, Azhar, "Apakah Anda
menjadikan patung-patung itu sebagai tuhan?"

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang nama Bapak dari Nabi Ibrahim
Alaihissalam as. Sebagian mereka mengatakan bahwa kata "Azar" dalam ayat
tersebut, pengganti (badal) dari lafadh "ab" (ayah).
Lafadh "ab" dari "abi".
Sehingga menjadi obyek dari kata Sebagian yang
lain mengatakan bahwa nama ayah Nabi Ibrahim Alaihissalam adalah Taj. Dan
kata "Azar" bermakna celaan dalam bahasa mereka. Yang artinya adalah
pincang. Hal ini dikatakan oleh Assuhaili dalam kitabnya "At-Takmilah".
Sebagian yang lain mengatakan Azar bermakna orang yang salah dan miring
akalnya. Dalam kitab At-Takmilah disebutkan makna Azar adalah wahai orang
yang miring akalnya. Ada juga yang mengatakan maknanya adalah "Ya Syeikh"
atau "Kalimat teguran dari kebathilan". Perlu aku tegaskan disini: Bahwa
sangat jauh bagi seorang nabi seperti Ibrahim as mengatakan suatu perkataan
yang didalamnya punya makna penghinaan atau pencelaan atau gertakan
semacam "pincang", "miring akalnya", "orang yang bersalah" sebab orangtua
Nabi Ibrahim Alaihissalam as ketika mengancam dengan ucapan


"Apakah engkau membenci tuhan-tuhanku wahai Ibrahim?" Bila engkau
tidak menyudahi aku akan merajammu. Dan tinggalkanlah aku dalam waktu
yang lama. Nabi Ibrahim Alaihissalam tidaklah menjawab kata-kata orang
tuanya yang kasar dan ancaman tersebut kecuali dengan kata-kata

.
"Mudah-mudahan keselamatan untukmu wahai ayahku, aku akan meminta
ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku"

Yang lain berpendapat bahwa 'Tarih" adalah nama asli bapaknya dan Azar
adalah sifatnya sebagaimana dikatakan oleh Al-Baidlowi. Kukatakan, bila benar
orangtua Nabi Ibrahim Alaihissalam as memiliki nama asli dan nama julukan,

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 5
maka arti kata Azar adalah orang yang kuat, orang yang memberi pertolongan,
orang yang memberi bantuan. Karena lafadh Azar )) dari kata Al Azar (
) yakni kekuatan, pertolongan atau bantuan. Dan dari kata tersebut diambil kata
al wazir () yang artinya pembantu. Demikian juga dalam bahasa-bahasa
bangsa Syam, dimana dari bahasa tersebutlah bahasa Nabi Ibrahim Alaihissalam
as berasal. Demikian juga kata Azir dan Uzair, dimana Azir berasal dari bahasa
Ibrani. Kata-kata tersebut dalam Bahasa Ibrani mempunyai makna penguatan,
pertolongan dan bantuan sebagaimana halnya dalam Bahasa Arab. Dalam hal
ini firman Allah SWT:
..
". Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya "

Sebagaimana kita ketahui bahwa ain () pada 'Azara (.) dan hamzah (.)
dalam Azar () memiliki kesamaan makna. Diantara nama raja-raja Asyur
"Asarhadun"(). Lafadh Asar dan Azar memiliki kedekatan (makna dan
lafadz). Dan diantara nama raja-raja mereka juga ada "Tukhlad Abal Azar" (
). Demikian juga bagi para ahli filologi dan ahli bahasa Sam
(Smith) khususnya tidak sulit untuk membuktikan hubungan kata-kata tersebut
dalam bahasa Sam/Smith.
Nabi Ibrahim Alaihissalam adalah seorang pemuda yang hidup di masyarakat
"Fadan Aram" ( ) di Iraq. Orangtuanya adalah seorang tukang kayu
yang biasa mengukir patung, lalu menjualnya pada orang-orang yang akan
menyembahnya (sebagaimana disebutkan dalam Injil Barnabas). Sementara
Allah telah menyinari bashirah (mata hati) Nabi Ibrahim Alaihissalam dan
menunjukkannya jalan kebenaran; sehingga mengetahui bahwa patung-patung
itu tidaklah mendengar dan melihat. Tidak mendengar panggilan dan tidak
menjawab seruan. Tidak bisa memberikan manfaat atau madharat/bahaya. Dan
sesungguhnya tidaklah berbeda hakikatnya dengan kayu yang lain. Bahwa
bapaknyalah yang membuatnya.

Terbersitlah pada diri Nabi Ibrahim Alaihissalam niatan buruk kepada


tuhan-tuhan yang mereka bersikukuh untuk menyembahnya dan nasihat pun
sudah tidak bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tidak memiliki bukti-bukti
kebenarannya. Maka ia bersumpah dalam dirinya untuk memperdaya tuhan-
tuhan tersebut. Dengan cara tersebut Nabi Ibrahim Alaihissalam ingin
memahamkan kondisi tuhan-tuhan mereka, serta ingin memberikan bukti nyata
bahwa kalau mereka meninggalkan penyembahannya, patung-patung tersebut
tidaklah membahayakan. Demikian juga, bila mereka menyembahnya juga tidak
akan mendapatkan kebaikan karena bukti nyata telah tertanam dalam diri
mereka sehingga lebih bisa untuk diterima.
Maka berkatalah Nabi kepada dirinya sebagaimana disebutkan dalam Surat An
Anbiya 57-60

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 6
"Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-
berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya."
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali
yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali kepadanya.
Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan
kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim."
Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-
berhala ini yang bernama Ibrahim ".

Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam Al Qur'an


Berikut penjelasan berapa kali kata-kata Ibrahim disebut dalam Al Qur'an

Ayat Surat ke Surat No


124 125 126 130 132 133 135 2 1
136 140 258 260 .
33 35 67 68 84 95 97 . 3 2
54 125 163 . 4 3
74 75 83 151 . 6 4
70 114 . 9 5
69 74 75 76 . 11 6
6 38 . 12 7
36 . 14 8
51 . 15 9
120 123 . 16 10
41 46 58 . 19 11
51 60 62 69 . 21 12
26 43 78 . 22 13
69 . 26 14
16 31 . 29 15
7. 33 16
83 104 109 . 37 17
45 . 38 18
13 . 42 19
26 . 43 20
24 . 51 21
37 . 53 22
26 . 57 23
4. 60 24
19 . 87 25

Ketahuilah bahwa kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam as terkait dengan kisah-


kisah lainnya seperti kisah Nabi Luth as. Karena Nabi Luth as. Hidup pada masa
yang sama. Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim Alaihissalam. Dan Nabi

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 7
Luth telah beriman kepada pamannya Ibrahim as. Sebagaimana dalam firman
Allah:


Maka Luth membenarkan (kenabian)nya. dan berkatalah Ibrahim:
"Sesungguhnya Aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan)
Tuhanku (kepadaku); Sesungguhnya dialah yang Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. (QS al-ankabut 26)

Demikian juga dengan Nabi Ismail as, ia adalah anak yang lahir saat ia berumur
80 tahun. (1)Nabi Ibrahim Alaihissalam hidup selama 175 tahun, sehingga nabi
Ismail hidup bersama Nabi Ibrahim Alaihissalam selama 89 tahun. Demikian
juga Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan Nabi Ishaq, anaknya yang lahir saat ia
berumur 100 tahun. Sehingga dia hidup bersama Ibrahim as selama 75 tahun.

Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam Al Qur'an dimulai dengan firman Allah:





















74. Dan (Ingatlah) di waktu Ibrahim Berkata kepada bapaknya,
Aazar[489], "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala
sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya Aku melihat kamu
dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
75. Dan Demikianlah kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-
tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi

. 16 . (16) () 1

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 8
dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang
yang yakin.
76. Ketika malam Telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu)
dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu
tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang
tenggelam."
77. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata:
"Inilah Tuhanku". tetapi setelah bulan itu terbenam, dia
berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi
petunjuk kepadaku, Pastilah Aku termasuk orang yang
sesat."
78. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata:
"Inilah Tuhanku, Ini yang lebih besar". Maka tatkala
matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku,
Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang kamu
persekutukan.
79. Sesungguhnya Aku menghadapkan diriku kepada Rabb
yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung
kepada agama yang benar, dan Aku bukanlah termasuk
orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
80. Dan dia dibantah oleh kaumnya. dia berkata: "Apakah
kamu hendak membantah tentang Allah, padahal
Sesungguhnya Allah Telah memberi petunjuk kepadaku".
dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-
sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali
di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka)
itu. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka
apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran
(daripadanya) ?"
81. Bagaimana Aku takut kepada sembahan-sembahan yang
kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak
mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan
yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu
untuk mempersekutukanNya. Maka manakah di antara dua
golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan
(dari malapetaka), jika kamu mengetahui?[490]
82. Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan
iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah
yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-
orang yang mendapat petunjuk.
83. Dan Itulah hujjah kami yang kami berikan kepada Ibrahim
untuk menghadapi kaumnya. kami tinggikan siapa yang
kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu
Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Kisah yang digambarkan alquran dalam ayat-ayatnya di atas sungguh


sangat mengagumkan.. Menggambarkan pengingkaran fitrah sejak pertama
kali- pada persepsi masyarakat jahiliyah terhadap berhala-berhala. Pengingkaran
fitrah -setelah khurofat menyebar luas- yang bertolak dari kerinduan yang

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 9
sangat, dalam pencarian Tuhan yang Haq, Tuhan yang ada dalam hati
sanubarinya namun tidak nampak dalam kesadaran dan alam nyata.

Dalam kedalaman lubuk hati Nabi Ibrahim Alaihissalam, diyakini bahwa


di atas yang nampak dalam jagad raya ini, ada Tuhan. Namun begitu ada yang
nampak, ternyata dia bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Tidak ada kesesuaian
antara apa yang diyakini dalam lubuk hatinya dengan hakikat dan kriteria
Tuhan. Kemudian muncullah kesukacitaan ketika dia menemukan Tuhan yang
hakiki yang sesuai dengan apa yang diyakini dalam lubuk hatinya. Dalam
keadaan suka cita itulah, dia mengumumkan apa yang diyakininya sebagai
Tuhan yang haq. Sungguh hal itu merupakan kisah yang mengagumkan dan
itulah yang yang nampak dalam hati Nabi Ibrahim Alaihissalam as. Rangkaian
ayat di atas memaparkan pengalaman besar yang dilalui Nabi Ibrahim
Alaihissalam dalam beberapa ayat pendek. Ayat-ayat tersebut mengisahkan
pergolakan fitrah antara haq dengan bathil. Sebuah kisah aqidah yang
menerangkan ketegasan aqidah seorang mukmin yang tidak takut celaan orang-
orang yang mencela. Seorang yang tidak mau berbasa-basi dalam aqidah meski
berhadapan dengan bapaknya, keluarganya, keluarga besarnya atau bahkan
dengan kaumnya, sebagaimana ditunjukkan oleh sikap Nabi Ibrahim
Alaihissalam terhadap bapak dan kaumnya dalam sebuah sikap yang tegas dan
jelas :

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah


kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku
melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata." (QS Al Anam : 74).

Hal di atas adalah ungkapan fitrah yang diucapkan oleh lisan Nabi Ibrahim
Alaihissalam. Saat itu, Nabi Ibrahim Alaihissalam belum menemukan petunjuk
dalam alam sadarnya, tentang siapa Tuhannya. Akan tetapi, fitrahnya
mengingkari sejak dia melihat berhala-berhala tsb disembah oleh kaumnya
sebagai Tuhan.
Kaum Nabi Ibrahim Alaihissalam dari Kaledonia - sebuah tempat di
daerah Iraq - menyembah berhala-berhala sebagaimana mereka menyembah
bintang dan benda-benda langit. Tuhan yang disembah, kepadaNya semua yang
ada kembali dalam kondisi suka dan duka, Tuhan yang menciptakan manusia
dan segala yang hidup. Tuhan yang ada dalam fitrah Nabi Ibrahim Alaihissalam,
tidak mungkin Tuhan berupa patung, atau berhala dari kayu. Bila patung
berhala tersebut bukan yang menciptakan, memberi rizki, mendengar serta
mengabulkan permintaan, sebagaimana bisa dilihat dengan kasat mata, maka
mengapa mereka disembah, mengapa mereka dijadikan Tuhan meski hanya
sebagai perantara Tuhan yang haq dan hambaNya.

Oleh karenanya, hal tersebut merupakan kesesatan yang nyata yang


disadari oleh fitrah Nabi Ibrahim Alaihissalam sejak pertama kali yang
merupakan contoh yang sempurna terhadap fitrah yang telah diciptakan Allah

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 10
untuk manusia. Dia adalah contoh yang sempurna untuk fitrah saat menghadapi
kesesatan yang nyata, fitrah yang mengingkari dan menolak kesesatan. Allah
Swt ingin menjelaskan kepada kita beberapa hal berikut :

1. Allah menunjukkan kepada kita bahwa Nabi Ibrahim Alaihissalam saat


melihat bapak dan kaumnya menyembah patung berhala, langsung
mengingkarinya. Hubungan anak dan orang tua tidak menghalang-halangi
pengingkaran tersebut. Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa bukan
termasuk adab bila meninggalkan orang tua tetap berada dalam kebatilan.
Meskipun sikap tersebut akan membuat orang tua murka tetapi diridhoi
oleh Allah. Hak Allah di atas hak orang tua. Dari sisi lain bila orang tua
telah berbuat baik pada anaknya dengan mendidik dan memenuhi
kebutuhannya, maka sudah sepantasnya orang tua tersebut dibalas dengan
kebaikan pula. Dan kebaikan terbesar untuk orang tua adalah
mendakwahinya dan mengajaknya untuk sesuatu yang bisa
membahagiakannya dan bisa menyelamatkannya dari azab Allah. Dan
diantara hikmah dakwah Nabi Ibrahim Alaihissalam terhadap bapaknya
adalah agar kaumnya tidak punya alasan lagi untuk mengatakan mengapa
Ibrahim as membiarkan keluarganya dan mendakwahi kami. Tidak
sepantasnyalah dia membedakan antara kerabat dekat dengan orang yang
jauh bila yang diucapkannya itu suatu kebenaran dan agar kaumnya tidak
memiliki alasan lagi, maka Nabi Ibrahim Alaihissalam mengajak orang
tuanya untuk menyembah Allah semata sebagaimana dia mengajak
kaumnya. Nampaknya inilah rahasia mengapa Nabi Muhammad Saw
diperintahkan untuk memberi peringatan keluarga dekatnya sebelum
memberikan peringatan kepada kaumnya dan beliau saw telah bersikap
tegas dalam mendakwahi keluarganya. Diapun mengumpulkan mereka dan
meminta mereka takut kepada Allah dengan menjelaskan bahwa dia tidak
bisa menyelamatkan dari azab Allah bila mereka menyalahi perintah Allah.
Dia mengatakan :

."

2)
"
Wahai Abbas bin Abdul Muthalib, aku tidak bisa menyelamatkanmu di
hadapan Allah. Wahai Shofiyah, bibi Rasulullah, aku tidak bisa
menyelamatkanmu sedikitpun di hadapan Allah. Wahai Fathimah binti
Muhammad, mintalah kepadaku sesukamu dari harta. Tapi aku tidak bisa
menyelamatkanmu sedikitpun dari Allah.

Dari sini kita tahu, bahwa Nabi Ibrahim Alaihissalam orang yang kuat
dalam berpegang dalam kebenaran, tegas terhadap orang-orang yang sesat,
siapapun dia. Bukankan dia mengatakan kepada bapaknya, Azar :


Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang
nyata." (Q.S. Al Anam : 74)

. () 2

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 11
Sebagaimana Allah menunjukkan keburukan menyembah berhala, Allah
juga menunjukkan :


Dan Demikianlah kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-
tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi
dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang
yang yakin. (QS Al Anam:75)

Dan apa yang tersimpan di dalamnya dari berbagai tanda-tanda dan bukti-
bukti kebesaranNya agar Nabi Ibrahim Alaihissalam meyakini keesaan
Allah dan kekuasaanNya dan dengan kebijaksanaanNya, dia melakukan
apa yang ingin Dia lakukan. Allahpun memperlihatkan dengan mata
hatinya betapa Allah Maha Indah dan Maha Agung :

2. Renungkanlah bagaimana Nabi Ibrahim Alaihissalam mampu mendebat


dan mematahkan argumentasi kaumnya dengan cara bertahap, saat gelap
meliputi malam, dia melihat bintang-bintang di langit, maka dia
mengatakan dengan sindiran Ini Tuhanku dan ketika bintang-
bintang tersebut lenyap, dia mengatakan Aku tidak suka
sesuatu yang lenyap , Aku tidak mau menyembah Tuhan yang kadang
muncul dan kadang lenyap,



Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku."
Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika
Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang
yang sesat." (QS. Al Anam : 77).

Bagaimana aku menyembah Tuhan yang kadang bercahaya, kadang redup.


Siapa yang akan memberi petunjuk kepadaku saat dia redup ?

Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku,
ini yang lebih besar." (QS Al Anam : 78), karena cahayanya lebih kuat
dan manfaatnya lebih banyak.




Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai
kaumku, Sesungguhnya Aku berlepas diri dari apa yang
kamu persekutukan. Sesungguhnya Aku menghadapkan
diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi,
dengan cenderung kepada agama yang benar, dan Aku

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 12
bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan
Tuhan. (QS Al Anam : 78-79)

Hal ini merupakan kemahiran Nabi Ibrahim Alaihissalam as. Istidrajnya


kepada kaumnya sehingga dia bisa memberikan hujjah yang menjadikan
tangan mereka menyentuh titik kelemahannya, mengajak mereka
berpindah dari planet yang satu ke planet yang lain. Dia menunjukkan
kepada kaumnya bahwa dia dalam posisi mencari Tuhan sehingga mereka
tidak mendebatnya. Ibrahim as menunjukkan kepada kaumnya bahwa
benda-benda langit dengan kekuatan dan kelemahan yang beragam tidak
ada satupun yang layak disembah karena kadang muncul dan kadang
tenggelam. Setelah Nabi Ibrahim Alaihissalam menyampaikan hujjah
dengan cara yang halus, dia mendiktekan aqidahnya. Dia menunjukkan
bahwa dia terbebas dari perbuatan syirik kepada Allah. Dia hadapkan
wajahnya kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi,
cenderung kepada kebenaran dan bukan termasuk golongan orang
musyrik.

3. Allah menunjukkan kepada kita bahwa kaum Nabi Ibrahim Alaihissalam


as mendebatnya tentang keberadaan Allah dan keesaanNya. Mereka
menakut-nakuti Nabi Ibrahim Alaihissalam akan musibah keburukan yang
akan ditimpakan oleh Tuhan-tuhan mereka. Ibrahimpun menolak
argumen-argumen mereka karena dia telah mendapatkan hidayah dari
Allah, Tuhan yang benar adalah Tuhan yang Esa. Diapun menunjukkan
sikapnya bahwa dia tidak takut akan terjadinya keburukan pada dirinya,
kecuali keburukan itu telah dikehendaki oleh Allah. Maka Allah-lah yang
berhak untuk dditakuti. Maka ilmu Allah meliputi segalanya. Jika mereka
termasuk orang-orang yang sadar, mereka tidak sekali-sekali menakut-
nakuti Ibrahim dengan Tuhan-tuhan mereka. Inrahimpun menunjukkan
bagaimana dia takut kepada Tuhan-tuhan mereka padahal mereka ciptaan
Allah, sementara mereka tidak takut dengan menyekutukan Allah, padahal
mereka tidak mendapatkan ilmu atau bukti apapun. Maka mana yang lebih
berhak untuk merasa aman. Ibrahim yang mentauhidakan Allah, atau
kaumnya yang musyrik. Kemudian Allah menutup hal ini dengan
ucapanNya :

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka


dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan
mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al Anam :
82).

Allah ingin menunjukkan pada mereka bahwa yang paling berhak untuk
merasa aman adalah para penegak panji tauhid, pemilik iman yang benar,
orang-orang yang tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan
kezaliman. Adapun pendukung panji kemusyrikan dan penyembah berhala
tidak berhak untuk merasa aman dari azab Allah.

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 13


..Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia
seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan
angin ke tempat yang jauh. (QS Al Hajj : 31).

4. Allah menganugerahi Nabi Ibrahim Alaihissalam as dengan kemampuan


adu argumentasi dengan kaumnya. Kemampuan argumentasi tsb
pemberian Allah swt. Tanpa hidayah dari Allah untuk bisa mengemukakan
sebuah argumentasi, Nabi Ibrahim Alaihissalampun tidak akan memiliki
kemampuan tersebut. Allah-lah yang memberikan ilmu, hikmah dan
kemampuan berargumentasi. Dia juga yang memberikan manusia
kemampuan untuk mengungkapkan kata hati. Kemampuan besar untuk
berargumen secara spontan tersebut adalah anugerah dari Allah. Yang lebih
mengagumkan lagi adalah kemampuannya berargumentasi sebagaimana
disebutkan dalam surat Al Baqoroh : 258







258. Apakah kamu tidak memperhatikan orang[163] yang mendebat
Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) Karena Allah Telah memberikan kepada
orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan:
"Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata:
"Saya dapat menghidupkan dan mematikan".[164]Ibrahim berkata:
"Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka
terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Dan Nabi Ibrahim Alaihissalam mendebat lawan bicaranya dengan mengatakan



"Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," yang maksudnya adalah
Dialah yang memberikan kehidupan dan mencabutnya, maka berkatalah
lawannya :


Saya dapat menghidupkan dan mematikan." Yang dia maksudkan adalah bila
membiarkan mahluk hidup, maka hiduplah dia. Namun bila dia mencederainya,
maka matilah dia. Dia menduga dengan argumen ini, dia dapat menandingi
Tuhannya Nabi Ibrahim Alaihissalam. Maka Nabi Ibrahim Alaihissalam
meninggalkan cara berdebat seperti itu dan mengambil cara yang lain yang tidak
terbantahkan. Maka dia mengatakan :

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 14

Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia "
",dari barat

Ini adalah argumen yang tidak bisa dibantah dan tidak bisa ditakwilkan, oleh
karenanya orang kafir tersebut terbungkam. Kemampuan Nabi Ibrahim
Alaihissalam tersebut merupakan kemampuan yang besar dan kekuatan yang
jarang dan merupakan karunia Allah bagi hamba-hambaNya yang dikehendaki.
Barangsiapa bersyukur kepada Allah atas nikmat ini dan tidak menggunakannya
untuk melemahkan kebenaran atau menyemarakkan kebatilan dan tidak
menyembunyikannya atau berdiam diri melihat kebatilan yang merajalela,
membiarkan kebenaran teperdaya tanpa ada yang mendukungnya, maka Allah
akan meminta pertanggungjawaban atas anugerah kemampuan untuk
berargumentasi tersebut.


.( )

kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang
kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS At Takatsur : 8)

B. IBRAHIM AS DAN AYAHNYA

Allah berfirman dalam surat Maryam :














41. Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran)
ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan[905]
lagi seorang nabi.
42. Ingatlah ketika ia Berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, Mengapa
kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan
tidak dapat menolong kamu sedikitpun?

. (8) () 3

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 15
43. Wahai bapakku, Sesungguhnya Telah datang kepadaku sebahagian ilmu
pengetahuan yang tidak datang kepadamu, Maka ikutilah aku, niscaya
Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
44. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya
syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah.
45. Wahai bapakku, Sesungguhnya Aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa
azab dari Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu menjadi kawan bagi
syaitan".
46. Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, Hai Ibrahim?
jika kamu tidak berhenti, Maka niscaya kamu akan kurajam, dan
tinggalkanlah Aku buat waktu yang lama".
47. Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, Aku
akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya dia
sangat baik kepadaku.
48. Dan Aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru
selain Allah, dan Aku akan berdoa kepada Tuhanku, Mudah-mudahan Aku
tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku".

Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini.
Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan[905] lagi seorang
Nabi Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa
kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat
menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang
kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka
ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai
bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku
khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka
kamu menjadi kawan bagi syaitan." Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada
tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan
kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama." Berkata Ibrahim:
"Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun
bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku Dan aku
akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku
akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan
berdoa kepada Tuhanku." (QS Maryam : 41-48).

Ungkapan lembut tersebut disampaikan Nabi Ibrahim Alaihissalam kepada


bapaknya. Dia berusaha menunjukkannya kepada kebaikan yang Allah telah
tunjukkan kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam. Diajarkan kebaikan itu kepadanya
dengan ungkapan yang penuh kasih sayang:

Wahai Ayahanda , lalu bertanya :

mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan
tidak dapat menolong kamu sedikitpun?

Ibadah pada dasarnya adalah hanya diperuntukkan oleh manusia kepada yang
lebih tinggi dari manusia, lebih pandai dan lebih kuat. Maka bagaimana dia
mengarahkan kepada sesuatu yang lebih rendah dari manusia bahkan lebih
rendah dari binatang, tidak mendengar, tidak melihat, tidak memiliki manfaat

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 16
dan mudharat dimana bapak dan kaumnya menyembah patung berhala
sebagaimana kondisi orang-orang quraisy saat kehadiran Islam.

Inilah sentuhan pertama yang dengannya Nabi Ibrahim Alaihissalam as memulai


dakwahnya kepada bapaknya. Setelah itu baru dia tunjukkan bahwa apa yang
dia ucapkan bukan berasal dari dirinya tetapi ilmu dari Allah Swt meskipun dia
seorang anak yang lebih muda dari orang tuanya dan lebih sedikit pengalaman
hidupnya. Akan tetapi dengan karunia Ilahi, dia memahami dan mengetahui
kebenaran. Dan diapun menasihati orang tuanya yang belum mendapatkan
kebenaran tersebut agar dia mengikuti jalan yang ia tempuh

Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu


pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan
menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

Tidak ada sesuatu yang aneh jika orangtua mengikuti anaknya. Apalagi sang
anak memiliki hubungan dengan sumber yang lebih tinggi. Hakikatnya orang
tua mengikuti sumber tersebut dan berjalan di atas jalan hidayah.

Setelah mengungkapkan pengingkarannya terhadap penyembahan patung


berhala dan menerangkan sumber dimana Nabi Ibrahim Alaihissalam
menyandarkan diri dalam mendakwahi orangtuanya, dia menjelaskan bahwa
jalan yang ditempuh ayahnya adalah jalan syaitan dan dia ingin menuntunnya
menuju jalan Ar Rahman. Dia khawatir bila Allah murka kepadanya dan
menjadikannya sebagai pengikut syaitan.





Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku
khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka
kamu menjadi kawan bagi syaitan."

Syaitan-lah yang mengiming-imingi manusia untuk menyembah patung berhala


dan bukan menyembah Allah. Maka orang yang menyembah patung berhala
seakan-akan dia menyembah syaitan sementara syaitan itu senantiasa bermaksiat
kepada Allah. Nabi Ibrahim Alaihissalam as memperingatkan orangtuanya
jangan sampai Allah murka kepadanya yang mengakibatkan turun azab dan
menjadikannya wali syaitan dan pengikutnya. Hidayah Allah kepada hambaNya
untuk melakukan ketaatan adalah nikmat dan bila Allah menjadikannya sebagai
wali syaitan itu berarti niqmah (azab) yang menuntunnya kepada azab yang
pedih dan kerugian yang nyata pada hari kiamat.

Akan tetapi ajakan yang penuh kelembutan tersebut dengan kata-kata yang
manis tidak mampu menembus hati orang musyrik yang keras. Maka kita dapati
orang

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 17
tua Nabi Ibrahim Alaihissalam meresponnya dengan pengingkaran dan
ancaman.


(4

Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika


kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku
buat waktu yang lama."

Apakah engkau membenci tuhan-tuhanku wahai Ibrahim, tidak mau


menyembahnya, bahkan menentangnya dan berani-beraninya engkau bersikap
demikian. Ini merupakan peringatan kematian bagimu bila engkau terus
menerus bersikap bodoh seperti ini

Bila engkau tidak menyudahinya, akan aku rajam. Maka enyahlah dari
hadapanku. Pergilah selama-lamanya kalau memang engkau masih ingin hidup
dan selamat

.
dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama."

Kebodohan seperti itulah yang didapatkan dai penyeru kebaikan dan kata-kata
kasar seperti itulah imbalan ucapan seorang yang penuh dengan adab. Itulah
pergolakan antara keimanan dengan kekufuran. Dan seperti itulah pengisi hati
yang telah diasah dengan keimanan dan hati yang telah dihancurkan dengan
kekufuran.

Ibrahim as yang memiliki sifat lembut tidak terpancing kemarahannya. Diapun


tidak merubah kasih sayang dan budi baiknya kepada orangtuanya



Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, Aku akan
memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya dia sangat baik
kepadaku.
Dan Aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain
Allah, dan Aku akan berdoa kepada Tuhanku, Mudah-mudahan Aku tidak
akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku" (Maryam 47-48).

Keselamatan atas anda.., tidak mendebatnya, tidak menyakitinya dan tidak


ditanggapi ancaman tersebut. Aku akan berdoa kepada Allah agar engkau
diampuni dan tidak menghukumimu dengan kesesatan dan menjadi pengikut
syaitan, tetapi mengasihimu dan menuntunmu pada hidayah. Mudah-mudahan
Allah memuliakanku dengan mengabulkan doaku. Bila keberadaanku di sisimu
dan dakwahku kepadamu ini mengganggumu, maka aku akan pergi darimu dan
dari kaummu. Akupun akan pergi meninggalkan Tuhan-tuhan yang engkau

. (46) () 4

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 18
sembah selain Allah. Aku hanya berdoa kepada Allah semata dengan harapan
mudah-mudahan dengan doaku itu Allah tidak menjadikanku orang yang
sengsara.

Yang diharapkan Nabi Ibrahim Alaihissalam as hanyalah agar dia dijauhkan dari
kesengsaraan. Ini merupakan adab dari kondisi sulit yang dia dapatinya. Dia
tidak melihat dirinya memiliki keutamaan sehingga tidak meminta sesuatu
kecuali dijauhkan dari kesengsaraan.

Demikianlah Nabi Ibrahim Alaihissalam as menjauhi orangtua dan kaumnya


serta menjauhi penyembahan tuhan-tuhan mereka. Dia tinggalkan keluarga dan
kampungnya. Allahpun tidak membiarkannya sendirian, maka akhirnya dia
diberi keturunan pengganti yang terbaik.

Lalu kita tengok apa yang diinginkan oleh Alquranul Karim untuk diterangkan
kepada Rasulullah Saw dan orang-orang mukmin.

1. Bahwa Nabi Ibrahim Alaihissalam as sungguh seorang nabi yang siddiq.


Namun demikian, orangtuanya tidak menerima nasihat dan arahannya.
2. Nabi yang siddiq ini menggunakan cara yang lembut, ungkapan yang
hidup dan cara yang penuh ketawadhuan dalam mendakwahi
orangtuanya. Serta menyebutkan hakikat yang nyata bahwa batu,
berhala, bukanlah sesuatu yang berhak untuk disembah dan tidak
mungkin disembah.
3. Pengingatan bahwa hubungan antara anak dan orangtua yang menuntut
adanya kasih sayang dan kelembutan dalam memberikan nasihat adalah
cara yang sangat cocok untuk bisa mendapat kepercayaan, cara agar
nasihat dapat didengar, cara untuk mendapatkan simpati. Hal itu persis
seperti apa yang diucapkan Rasulullah Saw kepada kaumnya :

" "

Demi Allah andaikan aku mengatakan semua manusia itu pendusta,


aku tidak akan mengatakan kalian semua pendusta, dan andaikan aku
mengatakan semua manusia sesat, aku tidak akan mengatakan kalian
sesat

Dengan ungkapan tersebut, Rasulullah berusaha menghilangkan


hambatan psikologis sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ibrahim
Alaihissalam.

4. Apa yang diungkapkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan jelas dan
tegas kepada orangtuanya merupakan ilmu rabbani dan hakikat ilahiyah
untuk semakin memperjelas dalam mengungkapkan kebenaran, tetapi
hati bapaknya masih tersumbat dan sikap kerasnya tidak berubah.
5. Meski nasihat telah disampaikan secara terus-menerus dan penjelasan
diberikan silih berganti, tetapi orangtuanya tambah membangkang.
Namun demikian, Nabi Ibrahim Alaihissalam tetap dalam bingkai
tabiatnya yang agung, kelemahlembutan dan ketawadhuannya dimana
hal itu hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki derajat siddiqin dan

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 19
nubuwah, agar dia menjadi teladan dalam kesabaran dan keteguhan
iman.
6. Ayat-ayat di atas menjelaskan kadar kekerasan dan kekasaran hati serta
ancaman yang diberikan pendukung kemusyrikan. Namun, Nabi Ibrahim
Alaihissalam as menyikapinya dengan .

Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan
ampun bagimu kepada Tuhanku.

Allah berfirman :













Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Dan bacakanlah kepada mereka
kisah IbrahimMereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami
senantiasa tekun menyembahnya. Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu
mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?, atau (dapatkah)
mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?" Mereka
menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami
berbuat demikian." Ibrahim berkata: "Maka apakah kamu telah memperhatikan
apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?
karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali
Tuhan Semesta Alam, (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah
yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum
kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku dan Yang
akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang
amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat." Ibrahim
berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke
dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang
baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk
orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah
bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang
sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 20
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang
.yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS Asy Syuara : 69 89)

Dalam kisah-kisah tentang Nabi Ibrahim Alaihissalam yang ada dalam Alquran
menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim Alaihissalam memiliki sifat yang lemah
lembut, penyabar, kasih sayang, senantiasa berbakti kepada orangtua meski
direspon dengan kasar. Dan ketika orangtuanya menjauhkan dirinya dia
berusaha mendekat dengan cara yang lembut dan berusaha mandakwahinya, dan
menuntunnya dengan kelemahlembutan. Namun itu semua tidak ada yang
bermanfaat karena kesengsaraan telah meliputi orangtuanya. Nabi Ibrahim
Alaihissalampun berusaha menasihati kaumnya dan berkomunikasi dengan
mereka dengan cara yang sama, penuh kelembutan, penuh kasih sayang, penuh
argumentasi, akan tetapi tidak ada diantara mereka yang tertarik karena
kesesatan dan kesengsaraan telah meliputi mereka. Lalu Nabi Ibrahim
Alaihissalam mengumumkan bahwa dia tidak ada hubungan dengan patung
berhala mereka dan sesembahan mereka yang lain, bahkan dia
memproklamirkan diri sebagai musuh bagi patung dan sesembahan tersebut.
Nabi Ibrahim Alaihissalampun bersandar kepada Allah dengan doa agar apa
yang dia inginkan dan harapkan terkabul karena tidak yang mampu
mengabulkannya kecuali Allah Swt.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan

1. Nabi Ibrahim Alaihissalam as dikenal sebagai abu al anbiya (bapak para


nabi). Hal itu dikarenkan dua anaknya, Ismail dan Isahq telah dipilih Allah
untuk menjadi nabi, penerus risalahnya. Dari Nabi Ishaq, lahirlah keturunan
yang menjadi nabi-nabi dari kalangan bani Israil. Adapun Ismail as, dikenal
sebagai bapaknya orang Arab, karena diantara keturunannya lahir seorang
nabi penutup para nabi dan rasul, yaitu Muhammad Saw.


Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya'qub, dan Kami jadikan
kenabian dan Al Kitab pada keturunannya (QS Al Ankabut : 27)







Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk
menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa
derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada
keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh
sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 21
keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang
shaleh. dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan
derajatnya di atas umat (dimasanya)(QS;Al-Anam;83-86)

Dhomir ha dalam dzurriyatahu kembalinya kepada Nabi Ibrahim


Alaihissalam as. Sebagaimana diriwayatkan dalam banyak kitab, Nabi Luth
meskipun dia keponakan, dia juga dimasukkan kedalam dzurriyah
(keturunan). Maka seluruh yang disebutkan dalam surat Al Anbiya di atas
adalah para nabi.

2. Allah telah mempersiapkan Nabi Ibrahim Alaihissalam as untuk mengemban


risalah dalam firmanNya :


Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat


(perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman:
"Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia".
Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah
berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim". (QS Al
Baqoroh : 124).

Sebagaimana telah mempersiapkan Nabi Muhammad Saw dalam ayat


berikut :


bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit


(daripadanya). (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-
lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang
berat. (QS Al Muzammil : 2-5).

Maka bukankah seorang dai harus mempersiapkan diri untuk mengemban


amanah dakwah ?

3. Seperti apa karakter masyarakat yang dihadapi Nabi Ibrahim Alaihissalam


As, paganisme yang menyembah patung berhala dan menyembah bintang-
bintang di langit atau menyembah manusia dan raja-raja ? Masyarakat yang
dihadapi Nabi Ibrahim Alaihissalam memiliki ciri itu semua dan menyembah
mereka semua. Hal ini menunjukkan satu hakikat bahwa Nabi Ibrahim
Alaihissalam adalah satu umat dalam dakwah pada Allah.
4. Apakah orang tua Nabi Ibrahim Alaihissalam membuat patung berhala ?
Apakah Ibrahim dilahirkan di rumah orangtua tersebut ? Bagaimana Nabi

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 22
Ibrahim Alaihissalam bisa menyelamatkan dirinya dari kesesatan itu ? Itu
merupakan karunia dari Allah Swt sebagaimana ayat berikut :

Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu


pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku
akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (QS Maryam : 43).

5. Apakah anda mengetahui sikap Nabi Ibrahim Alaihissalam terhadap


paganisme ? Mengapa Nabi Ibrahim Alaihissalam menghancurkannya ?
Mengapa ia tidak khawatir sesuatu akan terjadi pada dirinya ? Apakah dia
memberikan penjelasan terlebih dahulu dan memberi serta mengajak
orangtuanya terlebih dahulu ?

Adapun langkah kedua yang ditempuh Nabi Ibrahim Alaihissalam adalah


mendakwahi kaumnya dari bangsa Babilonia yang menyembah patung yang
dipahat dari bebatuan. Mereka konsisten dalam menyembahnya. Ini merupakan
puncak kebodohan dan kesesatan. Bagaimana seseorang tunduk pada dirinya
dan mencampakkan akalnya, sujud kepada patung berhala yang tidak
mendatangkan mudharat serta tidak dapat melakukan apa-apa. Maka
demikianlah fitrah ketika dia telah menyimpang, dia akan melakukan apapun
tanpa kesadaran dan pemikiran. Ketika itulah Nabi Ibrahim Alaihissalam datang
membangunkan hati orang-orang di sekitarnya, menggugah akal mereka yang
sudah jumud. Dia datang dan memaparkan dakwahnya dengan sangat jelas serta
mengajak mereka meniti jalan dengan tertib yang tidak ada kerumitan
sedikitpun. Alangkah indahnya jika para daI mau merenungkan hal ini lalu
mengikuti jejaknya dalam berkomunikasi dengan masyarakat :

1. Dia mulai dengan menjelaskan hakikat dakwah yang dia seru kepadanya :

Beribadahlah kepada Allah dan takutlah kepadaNya (QS al Ankabut : 16)

2. Dia berusaha melakukan pendekatan dengan menampilkan kebaikan-


kebaikan yang ada dalam hakikat dakwahnya kalau memang mereka
mengetahui dimana kebaikan itu.

Yang demikian itu lebih baik bagimu kalau engkau mengetahuinya (QS
Al Ankabut : 16).
3. Pada langkah yang ketiga, Nabi Ibrahim Alaihissalam menjelaskan
kerusakan akidah mereka dari berbagai sisi :

a. Mereka menyembah patung berhala selain Allah. Patung berhala tersebut


terbuat dari batu dan kayu. Dan ini merupakan bentuk pengabdian yang
sangat rendah, khususnya apabila karenanya mereka
berpaling dari mengabdi kepada Allah.
b. Dengan bentuk peribadahan seperti itu mereka tidak memiliki bukti
ataupun dalil sedikitpun. Mereka sendirilah yang menciptakan
kebohongan dan kebatilan tanpa dasar.

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 23
c. Patung berhala tersebut tidak bisa mendatangkan manfaat dan tidak bisa
memberikan rizqi

Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu


memberikan rezki kepadamu (QS Al Ankabut : 17)

4. Langkah yang keempat, Nabi Ibrahim Alaihissalam berusaha mengajak


mereka untuk merubah orientasi sehingga hanya menghadap kepada Allah
Swt sejak mereka meminta rizki kepada Allah semata. Sesuatu yang
menyentuh kepentingan dan kebutuhan mereka

maka mintalah rezki itu di sisi Allah (QS Al Ankabut : 17).

Rizqi atau harta benda adalah sesuatu yang selalu dipikirkan mereka
terutama bila keimanan belum mampu menembus hati dan jiwa mereka.
Mencari rizqi kepada Allah semata adalah sebuah hakikat dan bukan sekedar
memberi rangsangan kepada jiwa seseorang. Maka kemudian, Nabi Ibrahim
Alaihissalam menyeru mereka untuk menghadap pemberi rizqi, pemberi
segala kenikmatan untuk menyembah dan mensyukuriNya :

dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya (QS Al Ankabut : 17).


Kemudian Nabi Ibrahim Alaihissalam mengungkap bahwa mereka tidak bisa
lari dari Allah Swt, maka lebih baik mereka bertaubat kepadaNya, beriman,
mengabdikan diri dan mensyukurinya

Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan. (QS Al Ankabut : 17).

5. Pada bagian akhir, Nabi Ibrahim Alaihissalam menjelaskan kepada mereka


andaikan mereka mendustaiNya setelah itu maka mereka tidak akan
memberikan bahaya kepada Allah sedikitpun dan RasulNya, Ibrahim as, juga
tidak akan merugi sedikitpun. Karena sesungguhnya dampak perbuatan
dusta itu akan kembali pada mereka sendiri. Nabi-nabi sebelumnya telah
banyak didustakan. Tugas dan kewajiban seorang rasul hanyalah
menyampaikan risalah.

Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu
juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah
menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya (QS Al Ankabut :
18).

Dan bacalah tentang langkah-langkah di atas dalam firman Allah

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 24







Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: "Sembahlah
olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih
baik bagimu, jika kamu mengetahui. Sesungguhnya apa yang kamu sembah
selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta[1146]. Sesungguhnya
yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki
kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan
bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.
Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu
juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah
menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya." (QS Al
Ankabut : 16-18)

Dengan penuh kelemahlembutan itulah Nabi Ibrahim Alaihissalam


mendakwahi kaumnya. Akan tetapi dia mendapati jiwa-jiwa pembangkang
dan hati yang tersumbat. Kondisi itulah yang membangkitkan ghirahnya
untuk membela kebenaran. Lahirlah semangat dakwahnya sehingga dia
mengatakan


"Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" (QS Al
Anbiya :52)

Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan
berbohong? (QS Ash Shoffat : 86)

Kemudian Nabi Ibrahim Alaihissalam berjanji dalam dirinya untuk


menghancurkan patung berhala tersebut dan akan memperdayanya saat
mereka lengah.

Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-
berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya (QS. Al Anbiya : 57).

Kemudian Nabi Ibrahim Alaihissalam as menghancurkan patung berhala


tersebut dan kaumnya melihat kehancuran tersebut di keesokan hari. Hal ini
seharusnya sudah cukup untuk mengetahui bahwa patung berhala itu adalah
batu yang tidak dapat memberikan manfaat atau mudharat yang kemudian
mereka berpihak kepada kebenaran.

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 25
Saat interogasi, berkatalah Ibrahim as sambil menyindir


Ibrahim menjawab: "Sebenarnya patung yang besar itulah yang
melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat
berbicara." (QS Al Anbiya:63)

Jelas patung-patung itu tidak memahami dan tidak bisa berpikir. Oleh
karenanya sangat mungkin kalau dia dapat dihancurkan. Akan tetapi, kaum
Nabi Ibrahim Alaihissalam terlanjur terperosok dalam kesesatannya, maka
mereka merespon sindiran Nabi Ibrahim Alaihissalam dengan emosi dan
marah :

"Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala
itu tidak dapat berbicara." (QS Al Anbiya : 65)

Nabi Ibrahim Alaihissalampun menimpali seraya mencibir :





.Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak
dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat
kepada kamu?". Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain
Allah. Maka apakah kamu tidak memahami? (QS al Anbiya : 66-67)

Akhirnya kaum Nabi Ibrahim Alaihissalam as tidak lagi merespon


perdebatan dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam as sebab argumen-argumen
Nabi Ibrahim Alaihissalam tak terbantahkan lagi. Lalu mereka menggunakan
kekuatan dan kekuasaan yang penuh kebatilan itu sebagaimana yang
dikatakan oleh Al Mutannabi
#

Pengakuan orang yang kuat sama dengan pengakuan binatang buas. Taring
dan cakar argumentasinya.

Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu
benar-benar hendak bertindak." (QS Al Anbiya : 68)

Akan tetapi saat mereka punya rencana Allah-pun punya rencana yang lain
dan Allahlah pengendali mereka.

Tiba-tiba mereka dikejutkan api yang besar. Satu percikannya saja cukup
untuk membakar kota yang besar. Tetapi Nabi Ibrahim Alaihissalam as
keluar dari dalamnya dengan selamat. Sampai titik inipun mereka belum
juga tersadarkan untuk menerima kebenaran.

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 26
Sebenarnya sangat mungkin hal itu terjadi sebagaimana telah terjadi saat
periode penguasa Yunani Hidubusyi tahun 1596 SM saat mereka
membangun patung besar, patung Budha. Ketika mau usai
pembangunannya, terjadilah gempa yang mengguncang bumi dan
meruntuhkan patung tersebut sehingga rata dengan tanah. Maka Hidubusyi
melemparnya dengan tanah seraya mencibirnya : Aku telah membangunmu
disini dengan biaya yang besar. Tetapi engkau tidak mampu menjaga meski
diri Anda sendiri

6. Mengapa terjadi pengadilan terhadap Nabi Ibrahim Alaihissalam ? Bisakah


Anda membelanya di hadapan pengadilan tersebut ?

7. Terjadi perdebatan antara Ibrahim as dengan raja Namrud yang telah


memperbudak manusia sehingga menyembah dirinya dan yang mengaku
sebagai Tuhan karena Allah telah menjadikannya mampu menguasai
makhluk yang memperdaya mereka sehingga menyembah dirinya. Atau
mungkin juga kekuasaanlah yang membuat Namrud menjadi seperti itu.
Bisakah Anda mendiskusikan itu ? Dan apakah ada yang mirip dengan
Namrud di zaman kita sekarang ini ? Dan apakah pihak yang mirip dengan
Namrud itu mampu menghidupkan dan mematikan dengan tuduhan-tuduhan
atau dengan membuat aturan perundang-undangan atau dengan pengadilan
yang zalim atau dnegan cara-cara yang lainnya ?
8. Bagaimana kesudahan kezaliman tersebut ? Bagaimana akhir dari setiap
orang yang zalim ?
9. Apakah Nabi Ibrahim Alaihissalam menggunakan cara bertahap dalam
mendakwahi kaumnya, dan dalam setiap tahapannya memberikan bukti-
bukti kepada para penyembah bintang, dan para penyembah berhala ?
10. Mengapa Nabi Ibrahim Alaihissalam hijrah ke Mesir ? Apakah di sana ada
orang-orang yang mendengar dakwahnya ? Petunjuk apakah yang dapat
diambil Nabi Ibrahim Alaihissalam saat di Mesir ? Apakah dia Hajar, ibunya
Ismail ?
11. Kisah penyembelihan Ismail .... Apakah Anda mengetahui tentangnya ?
Mengapa Nabi Ibrahim Alaihissalam diperintahkan untuk menyembelih
Ismail ? Apakah hal itu merupakan ujian baginya ? Atau mungkin ada
hikmah yang lain seperti membiasakan Nabi Ibrahim Alaihissalam hatinya
tidak tertambat kecuali hanya kepada Allah agar dapat memurnikan
hubungan dengan Allah ? Kira-kira saat itu berapa umur Nabi Ibrahim
Alaihissalam dan bagaimana Ismail kecil menyikapi tawaran penyembelihan
? Apakah ini ujian bagi Ismail kecil juga ? Sukseskah dia dalam ujian itu ?
Apa buktinya ?


Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah
kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS Ash Shaffat
: 102)

Dan bagaimana hasilnya ?



_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 27
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak
itu dengan seekor sembelihan yang besar (QS Ash shaffat : 106-107)

12. Apakah Nabi Ibrahim Alaihissalam pernah berdusta tiga kali ? Imam
Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa dia mengatakan :


" : " :


" " " : "

Nabi Ibrahim Alaihissalam tidak pernah berdusta kecuali tiga kali. Dua kali
terkait zat Allah yaitu dalam ucapannya ("Sesungguhnya aku sakit."
QS Ash Shaffat : 89) dan ucapannya (Sebenarnya
patung yang besar itulah yang melakukannya), dan satu lagi terkait dengan
Sarah

Ibnu Hajar mengatakan : Dikatakan berdusta atas 3 hal karena bila ucapannya
didengar orang, dia bisa mengatakan Nabi Ibrahim Alaihissalam berdusta. Tetapi
bila diselidiki, sesungguhnya dia tidak berdusta karena dia mengatakan hal
tersebut harus dilihat dari sisi diplomasi yang memang mengandung dua
kemungkinan, maka tidak sepenuhnya dusta

Ibnu Aqil mengatakan : Mustahil bagi para Nabi berdusta. Bila dilihat dari sisi
pendengarnya, seakan dia berdusta.

Imam Nawawi menukil dari Al Manzhiri bahwa 3 dusta tersebut itu apabila
dilihat dari pemahaman orang yang diajak berbicara atau orang yang
mendengarnya. Adapun yang sebenarnya, bukanlah dusta yang tercela karena
dia menggunakan kata diplomasi terkait dengan Sarah ketika dia menyebutnya
Ukhti padahal dia istrinya, maksudnya adalah Ukhti fil Islam. Inilah yang
benar. Yang terkait dengan ucapannya Inni Syaqim sebenarnya dia ingin
mencari alasan untuk tidak keluar bersama bapak dan kaumnya. Hingga
andaikan dia berdusta sekalipun dan bukan diplomasi, tentu itu juga
diperbolehkan untuk menghindari kezaliman orang-orang yang zalim.

13. Apakah Nabi Ibrahim Alaihissalam ragu akan kekuasaan Allah saat
mengatakan


Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan
orang-orang mati." (QS Al Baqoroh : 260). Atau sebenarnya yang diinginkan
oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam adalah bagaimana dia bertambah tenang atau
juga karena dia sangat ingin melihat bagaimana Allah menciptakan sesuatu

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 28
"Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan
orang-orang mati." Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu ?" Ibrahim
menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap
(dengan imanku) (QS Al Baqoroh : 260)

14. Apakah Nabi Ibrahim Alaihissalam diberikan sebuah kitab ? Apa


kitabnya ? Nabi Ibrahim Alaihissalam telah diberikan lembaran-
lembaran yang didalamnya berisi nasihat-nasihat dan ajaran-ajaran
Allah. Cobalah rujuk buku-buku Aqidah bab Keimanan pada Kitab-kitab
Samawiyah.
15. Mengapa Nabi Ibrahim Alaihissalam memintakan ampunan untuk
bapaknya yang kafir ? Lalu mengapa setelah itu dia berlepas diri
darinya ? Adapun ucapan Nabi Ibrahim Alaihissalam


Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan
memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari
kamu (siksaan) Allah." (QS Al Mumtahanah : 4)

Ini adalah pengecualian dari perintah untuk menjadikan Nabi Ibrahim


Alaihissalam sebagai teladan. Maksudnya adalah bahwa tidak seyogyanya
meneladani Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam menjanjikan permintaan ampunan
kepada Allah bagi bapaknya karena Al Quran telah menunjukkan kepada kita
bahwa tidak seyogyanya bagi seorang nabi dan mukmin untuk memintakan
ampunan bagi orang-orang yang musyrik meskipun dia kerabatnya setelah jelas-
jelas dia menjadi ahli neraka. Dan sesungguhnya Nabi Ibrahim Alaihissalam
tidaklah memintakan ampunan untuk bapaknya, Azar, kecuali karena dia telah
menjanjikan hal tersebut setelah jelas bapaknya menjadi musuh Allah dan
bersikukuh untuk tetap dalam kemusyrikan, selalu memerangi tauhid, dia
berlepas diri. Karenanya dalam hal ini Nabi Ibrahim Alaihissalam bukan untuk
dijadikan teladan baik karena Allah telah melarang kita.

16. Nabi Ibrahim Alaihissalam mengatakan



"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi
orang-orang kafir. (QS Al Mumtahanah : 5). Apa yang dimaksudkan
dengan ucapan tersebut ? Apakah maknanya ya Allah janganlah Engkau
jadikan aku sebagai contoh buruk bagi mereka sehingga mereka menjadi
kufur? Atau maknanya janganlah Engkau jadikan mereka ujian bagi kami ?

## ## ##

Adapun ucapan Nabi Ibrahim Alaihissalam



"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-
orang kafir. (QS Al Mumtahanah : 5) ini adalah doa yang sangat agung dan

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 29
memiliki nilai yang dalam. Akar kata dari fitnah memiliki makna memasukkan
emas kedalam api sehingga nampak keindahan dan kemilaunya, maka fitnah
adalah ujian dan tempaan yang dengannya akan diketahui kondisi anak manusia
dan oleh karena itulah setiap kesulitan itu adalah ujian dan harta benda juga
ujian, anak cucu ujian, kedudukan ujian, maka seorang mukmin tidak akan bisa
lepas dari berbagai macam jenis ujian.


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami
telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah
menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah
mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-
orang yang dusta (QS Al Ankabut : 2-3)

Kata fitnah juga biasa digunakan dalam upaya seseorang untuk menyesatkan
orang lain atau mengacaukannya dengan sarana memberikan kesulitan-kesulitan
kepadanya


Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang
yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka
bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar (QS
Al Buruj : 10)

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga)
ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah (QS Al baqoroh : 193)

.( )
Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan
kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu (QS Al
Maidah : 49)

Maksud ayat ini agar Rasulullah waspada jangan sampai mereka mendorongnya
kedalam kesulitan sebagai upaya untuk memalingkan Rasulullah dari
melaksanakan apa yang telah diwahyukan kepadanya.

Nabi Ibrahim Alaihissalam as meminta kepada Allah untuk tidak menjadi fitnah
dan ujian bagi orang-orang kafir dengan mencintai mereka dalam kekafiran dan
memalingkan mereka dari keimanan atau dia meminta kepada Allah untuk tidak
menjadi fitnah bagi mereka dengan upaya penyesatan sehingga mereka terjauh
dari apa yang diinginkan Allah atas mereka dan hal itu akan dimungkinkan bila
Nabi Ibrahim Alaihissalam as menjadi teladan yang buruk dan contoh yang tidak

. (49) () 5

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 30
baik karena teladan yang buruk dari seseorang yang dikenal sebagai orang yang
beragama akan berpengaruh kepada pelemahan aqidah orang-orang yang
berjiwa lemah dan ini bisa difahami dari ucapan orang-orang kafir saat mereka
beralasan kenapa mereka melakukan keburukan


Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati
pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan
kami dari jalan (yang benar).(QS Al Ahzab : 67)

Para pembesar mereka menjadi fitnah karena telah menyesatkan mereka dari
kebenaran. Makna serupa juga telah diungkapkan alm Jamaludin al Afghani,
Masalah kita dalam membuat orang-orang barat qonaah terhadap agama kita
adalah bagaimana membuat mereka qonaah bahwa adalah orang-orang
Muslim Sebab orang-orang barat memahami agama dari amalan kita, bukan
dari bagaimana mereka memahami ucapan kita. Kebanyakan mereka
mengatakan apabila Agama orang Islam itu sumber kebahagiaan mereka,
mengapa kami lihat mereka menderita ? Dan bila agama mereka jalan
kemuliaan, mengapa kami dapati mereka hina ? Sebab terjadinya fitnah seperti
itu karena kita menjadi bukti yang melemahkan agama bukan bukti yang
menguatkan agama. Maka Jamaludin Al Afghani sebenarnya ingin mengatakan,
bila orang-orang Barat menyadarai bahwa sesungguhnya orang Islam itu sesuatu
yang terpisah dari Islam, mereka akan bisa menerima. Saat itulah tirai
penghalang antara mereka dengan Islam akan tersingkap.

Diantara ahli tafsir ada yang menafsirkan fitnah dengan azab. Maksudnya : Ya
Allah janganlah Engkau jadikan aku teraniaya oleh tangan-tangan mereka
sehingga mereka meyakini keteraniayaan kita karena kita yang salah, mereka
yang benar. Sebenarnya, ayat-ayat tersebut mencakup makna itu semua.
Maksudnya adalah, Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kondisiku ini sebagai
fitnah dan sebab kesesatannya. Dan fitnah tsb disebabkan kami menjadi contoh
yang buruk atau karena kondisi kami yang lemah dan teraniaya, sehingga
mereka memahami bahwa kelemahan kita tersebut pertanda bahwa kita yang
salah, mereka yang benar.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam as :

1. Ketundukan yang sempurna kepada perintah Allah dan melaksanakan


seluruh tugas-tugas syariah.
2. Mengutamakan kecintaan kepada Allah atas kecintaan kepada keluarga,
anak dan manusia keseluruhannya.
3. Kesabaran Nabi Ibrahim Alaihissalam dan upayanya dalam
memakmurkan masjid serta pembangunan kabah yang menjadi pusat
thawafnya manusia.
4. Tawakkal kepada Allah dan tunduk kepada ajaran dan
kebijaksanaanNya.
5. Memperhatikan hak-hak orangtua serta memperhatikan adab dalam
berinteraksi dengan keduanya meskipun mereka menyikapi kita dengan
kata-kata yang kasar serta pentingnya menghormati orang yang lebih tua.

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 31
6. Allah meminta agar kita menjadikan Nabi Ibrahim Alaihissalam sebagi
teladan yang baik demikian juga Nabi kita,Muhammad saw

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (QS Al Ahzab : 21) dan yang terkait dengan Nabi Ibrahim
Alaihissalam


Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim
dan orang-orang yang bersama dengan dia (QS Al Mumtahanah : 4)
7. Aqidah yang benar jika sudah merasuk dalam jiwa dan tertanam dalam
hati mampu mengendalikan akal manusia sehungga menganggap ringan
rintangan yang dihadapinya , api, azab, pembunuhan dan sebagainya.
8. Pemberontakan Nabi Ibrahim Alaihissalam terhadap patung berhala
merupakan pemberontakan yang terencana rapi dan bukan sekedar kata-
kata belaka.
9. Nabi Ibrahim Alaihissalam as menggunakan semua kejeniusannya dalam
mendakwahkan kebenaran. Kadangkala dia merujuk kepada bintang-
bintang dan kadangkala mendebat raja-raja dan kaumnya.
10. Nabi Ibrahim Alaihissalam as memilih argumentasi yang kuat yang dia
gunakan dalam dakwahnya dan untuk menjelaskan kebenaran yang
dibawanya serta kebatilan yang ada pada kaumnya.
11. Nabi Ibrahim Alaihissalam memiliki perasaan yang lembut dan hati yang
sangat sensitif sehingga dapat merasakan apa yang terjadi di sekitarnya
dan merasakan penderitaan manusia.
12. Iman yang benar akan melahirkan ketaatan. Ketaatan dalam mengemban
amanahnya, ketaatan untuk membawa keluarganya ke tengah padang
pasir tandus.
13. Nabi Ibrahim Alaihissalam as orang yang mulia dan baik hati dan
demikianlah seharusnya setiap mukmin yang ingin menyatukan hati
saudara-saudaranya.
14. Nabi Ibrahim Alaihissalam as memiliki hati perasa, suka mencari
rahasia-rahasia Allah dibalik sesuatu
.

Ya Allah perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang
mati

Refernsi belajar mandiri :

1. Qoshos al Anbiya, Ibnu Katsir


2. Qoshos al Anbiya, Abdul Wahab an Najar
3. Qoshos al Anbiya, Ahmad Bahjat
Aktivitas yang menyertai :

1. Membuat kaset video atau audio


2. Mempersiapkan pojok perpustakaan yang khusus untuk kisah-kisah para
Nabi

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 32
3. Menyiapkan gambar dan peta untuk menjelaskan posisi-posisi geografis
4. Membuat tulisan di koran atau majalah
5. Membuat musabaqoh ilmiyah antar pemuda
6. Membuat pelatihan seni berdialog
7. Menghafalkan ayat-ayat yang terkait dengan tema
8. Menugaskan kepada khotib untuk berbicara tentang pelajaran yang bisa
diambil dari kisah Ibrahim
9. Membuat diskusi pekanan dengan anak-anak di rumah bagi muwajih
sirah
10. Menyiapkan ceramah tentang manhaj para nabi dalam dakwah

_________________________________________
Materi tarbiyah Muayyid madah kisah para Nabi 01 33