You are on page 1of 21

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH

SEORANG PRIA, 52 TAHUN,


DENGAN VERTIGO DAN HIPERTENSI

Disusun oleh:
Ria Andini Sutopo 030.11.250
Rianti Citra Utami 030.11.252
Velayati 030.11.294

KEPANITERAAN KLINIK

ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS/KESEHATAN MASYARAKAT

PERIODE 19 JUNI 2017 26 AGUSTUS 2017

PUSKESMAS KELURAHAN PONDOK LABU

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan kunjungan rumah
Seorang Pria, 52 tahun dengan Vertigo dan Hipertensi. Laporan kunjungan rumah ini
dibuat guna memenuhi salah satu syarat tugas kepaniteraan klinik di bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Kelurahan Pondok Labu dalam periode 12 Juni
2017 26 Agustus 2017.
Dalam usaha penyelesaian evaluasi program ini, kami banyak memperoleh
bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak.
Untuk itu, dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada jajaran staff pengajar Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Trisakti,
kepala Puskesmas Kelurahan Pondok Labu, dokter Pembimbing di Puskesmas, seluruh
pihak di Puskesmas Kelurahan Pondok Labu yang telah membantu dan membimbing
dalam menyelesaikan laporan ini, dan semua teman-teman Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Trisakti.
Kami menyadari bahwa di dalam penulisan ini masih banyak kekurangan. Oleh
karena itu dengan segala kerendahan hati kami menerima semua saran dan kritikan yang
membangun guna penyempurnaan tugas evaluasi program ini.

Jakarta, Agustus 2017

Penulis

2
BAB I
PENDAHULUAN

Vertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar


mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar.
Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. Dizziness adalah sebuah istilah non
spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang
digambarkan oleh pasien.1
Terdapat empat tipe dizziness yaitu vertigo, lightheadedness, presyncope, dan
disequilibrium. Yang paling sering adalah vertigo yaitu sekitar 54% dari keluhan
dizziness yang dilaporkan pada primary care. 2
Diagnosis banding vertigo meliputi penyebab perifer vestibular (berasal dari
system saraf perifer), dan sentral vestibular (berasal dari system saraf pusat) dan
kondisi lain. 93% pasien pada Iprimary care mengalami BPPV, acute vestibular
neuronitis, atau menire disease.2
Karena pasien dengan dizziness seringkali sulit menggambarkan gejala mereka,
menetukan penyebab akan menjadi sulit. Penting untuk membuat sebuah
pendekatan menggunakan pengetahuan dari kunci anamnesis, pemeriksaan fisik,
dan temuan radiologis akan membantu dokter unutk menegakkan diagnosis dan
member terapi yang tepat untu pasien.3
Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular. Diperkirakan
telah menyebabkan 4.5% dari beban penyakit secara global, dan prevalensinya
hampir sama besar di negara berkembang maupun di negara maju. 4 Selain
mengakibatkan gagal jantung, hipertensi dapat berakibat terjadinya gagal ginjal
maupun penyakit serebrovaskular. Penyakit ini bertanggung jawab terhadap
tingginya biaya pengobatan dikarenakan alasan tingginya angka kunjungan ke
dokter, perawatan di rumah sakit dan atau penggunaan obat jangka panjang.5
Pada kebanyakan kasus, hipertensi terdeteksi saat pemeriksaan fisik karena
alasan penyakit tertentu, sehingga sering disebut sebagai silent killer. Tanpa
disadari penderita mengalami komplikasi pada organ-organ vital seperti jantung,
otak ataupun ginjal. Gejala-gejala akibat hipertensi, seperti pusing, gangguan

3
penglihatan, dan sakit kepala, seringkali terjadi pada saat hipertensi sudah lanjut
disaat tekanan darah sudah mencapai angka tertentu yang bermakna.5
Berdasarkan The Eight Joint National Committee (JNC 8), hipertensi dibagi
menjadi 4 kelas, yaitu normal, prehipertensi, stage 1 hipertensi, dan stage 2
hipertensi.6 Di Amerika, menurut National Health and Nutrition Examination
Survey (NHNES III); paling sedikit 30% pasien hipertensi tidak menyadari kondisi
mereka, dan hanya 31% pasien yang diobati mencapai target tekanan darah yang
diinginkan dibawah 140/90 mmHg.7 Di Indonesia, dengan tingkat kesadaran akan
kesehatan yang lebih rendah, jumlah pasien yang tidak menyadari bahwa dirinya
menderita hipertensi dan yang tidak mematuhi minum obat kemungkinan lebih
besar.4

BAB II
LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH

4
I. Identitas Pasien dan Keluarga
A. Identitas Pasien
Nama : Tn. S
Umur : 52 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Status perkawinan : Menikah
Alamat : Jl. Pinang IV Gg. Makmur, Kelurahan Pondok Labu
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Penjual koran
B. Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn. S
Umur : 52 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status perkawinan : Menikah
Alamat : Jl. Pinang IV Gg. Makmur, Kelurahan Pondok Labu
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Penjual koran
C. Sumber Pembiayaan Kesehatan
Jaminan : BPJS
D. Perilaku Kesehatan Keluarga
1. Bila ada anggota keluarga yang sakit, yang pertama dilakukan :
Dibawa langsung ke klinik dokter dekat rumah pasien
2. Keikutsertaan pada program Kesehatan di lingkungan rumah :
Posyandu balita : Tidak
Posyandu lansia : Tidak
Perkumpulan kesehatan lainnya : Tidak
3. Pemanfaatan waktu luang :
Olah raga : Ya, berupa bersepedah 6 kali per minggu
Rekreasi : Tidak
Melakukan hobi :
Aktifitas Sosial di Lingkungan pemukiman :
Arisan : Tidak
Pertemuan RT : Tidak
Organisasi : Tidak
Pengajian : Ya

II. Profil Keluarga


Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Kandung
Kedudukan S
N Umur Tempat
Nama dalam e Pendidikan Pekerjaan Keterangan
o (tahun) Tinggal
Keluarga x
1 Tn. S Ayah L 52 SMP Penjual Sakit Jl. Pinang

5
IV
Kelurahan
koran
Pondok
Labu
Jl. Pinang
IV
Ibu rumah
2 Ny. A Ibu P 44 SD Sehat Kelurahan
tangga
Pondok
Labu
Jl. Pinang
IV
Karyawan
3 Tn.Y Anak I L 25 SMA Sehat Kelurahan
swasta
Pondok
Labu
Jl. Pinang
IV
Karyawan
4 Tn. M Anak II L 21 SMA Sehat Kelurahan
swasta
Pondok
Labu
5 Tn. I Anak III L 18 SMK Pelajar Sehat Gombong

Diagram 1. Genogram Keluarga Pasien


Keterangan:
Laki-laki Perempuan Pasien

1. Ayah pasien Sudah meninggal


2. Ibu pasien Sudah meninggal
3. Pasien Sakit

6
4. Isteri pasien Sehat
5. Anak I pasien Sehat
6. Anak II pasien Sehat
7. Anak III pasien Sehat

III. Resume Penyakit dan Penatalaksanaan Yang Sudah Dilakukan


Dilakukan autoanamnesis pada tanggal 3 Agustus 2017, 4 Agustus 2017, 8 Agustus
2017, dan 10 Agustus 2017
A. Keluhan Utama
Pusing berputar sejak 1 hari yang lalu

B. Riwayat Penyakit Saat Datang Ke Balai Pengobatan Umum Puskesmas


Pasien datang dengan keluhan pusing berputar seperti mau jatuh sejak 1 hari
yang lalu. Pasien merasa bahwa lingkungan berputar terhadap dirinya. Pasien
mengatakan bahwa keluhannya dicetuskan oleh perubahan posisi kepala, seperti
saat berdiri setelah duduk. Mual (-), muntah (-), telinga berdenging (-),
gangguan pendengaran (-), keluar cairan dari telinga (-), kejang (-), penurunan
kesadaran (-).
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien memiliki penyakit tekanan darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu.
Pasien rutin kontrol ke klinik dokter dekat rumah pasien. Pasien tidak memiliki
riwayat kencing manis ataupun asma.
D. Riwayat Penyakit Keluarga
Ayah pasien memiliki penyakit darah tinggi.
E. Riwayat Pengobatan
Pasien sudah pernah berobat untuk keluhan pusing berputar sebelumnya.
Pasien rutin mengkonsumsi captopril 3 x 25 mg per hari.
F. Riwayat kebiasaan
Pasien merokok tetapi sudah berhenti sejak 3 tahun lalu dan tidak
mengkonsumsi alkohol.

Hasil Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2017
Keluhan : Pusing berputar
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Tinggi badan : 162 cm
Berat badan : 60 kg
BMI : 22,9 kg/m2 Kebutuhan Kalori per Hari : 1667,7 kalori
Keadaan gizi : Cukup

7
Tanda vital : Tensi : 130/80 mmHg RR : 20x/menit
Nadi : 85x/menit Suhu : 36,5C
Kepala : Normocephali
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor
Telinga : Normotia, serumen -/-, sekret -/-
Hidung : Bentuk normal, sekret -/-, septum deviasi -
Tenggorok : T1-1, hiperemis (-), faring hiperemis (-), detritus -/-, kripta -/-
Mulut : Bibir kering (-), sianosis (-)
Dada :
Cor
I : Iktus kordis tak tampak
Pa : Iktus kordis teraba di ICS V 1 cm sebelah lateral dari linea parasternal
kiri
Pe : Konfigurasi jantung dalam batas normal
Au : BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-)
Pulmo
I : Simetris saat statis dan dinamis
Pa : Gerak nafas simetris, vokal fremitus simetris
Pe : Sonor pada kedua hemisfer paru
Au : Ka: Suara nafas vesikuler, rhonki (-), wheezing (-)
Ki: Suara nafas vesikuler, rhonki (-), wheezing (-)

Abdomen :
I : Datar
Pa : Supel, hepar dan lien tak teraba, nyeri tekan (-)
Pe : Timpani
Au : Bising usus (+) normal
Ekstremitas :
Superior Inferior
Oedema -/- -/-
Akral dingin -/- -/-
Kulit : Tidak tampak kelainan (-)

E. Hasil Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang


Tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium ataupun pemeriksaan penunjang

F. Rencana Penatalaksanaan
1. Terapi medikamentosa :
Histigo 2 x 1
Captopril 3 x 25mg
2. Terapi edukasi :
Menjelaskan mengenai keadaan penyakit yang sedang dialami oleh pasien
Menjelaskan mengenai penyebab penyakit dan akibat yang dapat
ditimbulkan apabila penyakit tidak diobati
Menjelaskan apa yang dapat dilakukan untuk kesembuhan penyakit

8
Memberi motivasi pada pasien dan keluarganya untuk kembali kontrol ke
Puskesmas jika keluhan masih ada
Memberi motivasi serta edukasi untuk rutin meminum obat setiap hari
sesuai anjuran dokter
Memberi informasi mengenai efek penggunaan obat yang bisa terjadi dan
menyakinkan pasien untuk tidak khawatir.
Memberi edukasi untuk pasien agar menghindari tanaman yang sama atau
sejenis dengan tanaman yang menimbulkan keluhan
Memberi edukasi mengenai nutrisi/asupan makanan pasien supaya
makanan yang dikonsumsi sehat dan lengkap (makro dan mikro nutrient).

G. Hasil Penatalaksanaan Medis


Pasien sudah mengerti dan memahami penyakitnya. Pasien berkomitmen untuk
patuh minum obat secara rutin dan teratur demi kesembuhannya. Keluhan pusing
sudah berkurang.
Faktor Pendukung:
1. Pasien mengerti tentang penyakit yang dialaminya dan berkeinginan untuk
sembuh
2. Pasien mau meminum obat yang diberikan
3. Keluarga pasien mendukung penuh pengobatan ini demi kesembuhan
pasien.
Faktor Penghambat:
1. Jarak puskesmas yang jauh dari tempat tinggal pasien membuat pasien
cenderung tidak pergi ke puskesmas
2. Pasien sibuk bekerja dari pagi hingga siang hari
3. Antrian di Puskesmas yang panjang sehingga membuat pasien cenderung
tidak mau berobat

IV. Identifikasi Fungsi-Fungsi Keluarga


A. Fungsi Biologis
Dari hasil wawancara dengan pasien, didapatkan informasi Pasien datang
dengan keluhan pusing berputar seperti mau jatuh sejak 1 hari yang lalu. Pasien
merasa bahwa lingkungan berputar terhadap dirinya. Pasien mengatakan bahwa
keluhannya dicetuskan oleh perubahan posisi kepala, seperti saat berdiri setelah
duduk. Pasien juga menderita penyakit tekanan darah tinggi sejak 5 tahun yang
lalu. Pasien rutin berobat ke klinik dokter dekat rumah pasien.
B. Fungsi Psikologis

9
Pasien tinggal di rumah bersama isteri dan kedua anaknya. Pasien memiliki
hubungan sosial yang baik dengan keluarga

C. Fungsi Ekonomi
Penghasilan keluarga seluruhnya ditanggung oleh pasien dan anak-anak
pasien. Menurut pengakuan pasien, penghasilan tersebut dirasa pas-pasan untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari dan makan sekeluarga.
D. Fungsi Pendidikan
Pasien bersekolah hingga tingkat SMP. Istri pasien tamatan SD, Anak
pertama dan kedua tamatan SMA, dan anak ketiga sekolah SMK.
E. Fungsi Religius
Pasien beragama Islam dan mengaku rutin menjalankan ibadahnya.
Kegiatan ibadah dilakukan di rumah seperti sholat dan mengaji.
F. Fungsi Sosial Budaya
Penderita tinggal di tempat pemukiman penduduk yang padat. Menurut
pengakuan pasien, hubungan keluarga dengan tetangga dalam keadaan baik dan
pasien sering mengikuti pengajian yang diadakan di dekat rumah.

V. Pola Konsumsi Makanan Penderita


FORMULIR 24 HOUR RECALL
(Catatan: asupan makanan/minuman KEMARIN mulai bangun pagi hingga tidur
malam)
Tabel 2. Resume 24 hour recall
Nama makanan Bahan Jumlah
Waktu Jam Kalori
atau minuman makanan URT
Nasi, telur ayam, 575
Makan Pagi 06.30 Nasi uduk 1 piring
bawang, cabai kalori
Tempe goreng dan 323
Selingan 10.00 Tempe, tepung 3 buah
teh manis kalori
Nasi, telur goreng, 442
Makan Nasi, telur ayam,
13.00 dan sayur 1 piring kalori
Siang kangkung
kangkung
Lontong, rebusan 259
Nasi, oncom,
Selingan 16.00 timun, dan teh kalori
timun mangkok
manis
Makan -
- - - -
Malam

10
Selingan - - - - -
Total 1599 kal

VI.Penjelasan :
Frekuensi makan pasien rata-rata setiap harinya 2 x per hari.

VII. Identifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan


A. Faktor Perilaku
Pasien memiliki kebiasaan makan 2x/hari. Pasien mengkonsumsi makanan
yang tersedia tanpa memikirkan kandungan makanan tersebut. Isteri pasien rutin
menyapu rumahnya setiap hari. Pasien mandi 2x/hari. Pasien rutin bersepedah
6x/minggu. Jika ada anggota keluarga yang sakit, maka akan langsung dibawa
ke klinik dokter terdekat.
B. Faktor Non Perilaku
Sarana pelayanan kesehatan yang dekat dengan rumah pasien adalah klinik
dokter swasta. Puskesmas Kelurahan Pondok Labu berada 2,4 km dari rumah
pasien. Dikarenakan jaraknya yang jauh dan tersedianya klinik dokter swasta di
dekat rumah, apabila ada anggota keluarga yang sakit biasanya akan
memeriksakan diri di klinik dokter swasta tersebut. Selain itu, karena pasien
bekerja, pasien baru bisa berobat pada sore hari, sedangkan puskesmas
kelurahan sudah tutup pada sore/malam hari. Hal ini menyebabkan pasien lebih
sering memeriksakan diri ke klinik dokter swasta terdekat.

VIII. Diagnosis Fungsi Keluarga


A. Fungsi Biologis
Pasien pernah beberapa kali mengalami keluhan pusing berputar seperti ini
sebelumnya. Pasien memiliki penyakit tekanan darah tinggi. Ketika pasien
berobat ke puskesmas, pasien didiagnosis vertigo dan hipertensi.
B. Fungsi Psikologis
Hubungan antar anggota keluarga tergolong baik.
C. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
Kebutuhan sehari-hari pasien ditanggung oleh suami dan anak-anak pasien.
D. Fungsi Sosial
Para anggota keluarga dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar
dengan baik.
E. Faktor Perilaku

11
Pasien tidak memperhatikan kebutuhan makanan gizi seimbang.
F. Faktor Non Perilaku
Letak puskesmas kelurahan yang jauh
Pasien harus bekerja sehingga sulit mencari waktu untuk ke Puskesmas.

IX. Identifikasi Lingkungan Rumah


A. Gambaran Lingkungan Rumah
Rumah pasien terletak di pemukiman penduduk yang padat dengan
ukuran 10 x 6 m2, bentuk bangunan 2 lantai. Secara umum gambaran rumah
terdiri dari 2 ruang tidur, 1 ruang tamu yang bergabung dengan ruang makan, 1
ruang dapur, dan 1 kamar mandi. Lantai terbuat dari keramik, dinding rumah
berupa tembok, atap rumah dari genteng. Terdapat 1 buah jendela berukuran 0,6
x 0,8 meter yang terdapat di ruang tamu.
Penerangan di ruangan pada siang hari kurang dan malam hari
menggunakan lampu listrik. Udara di dalam ruangan terasa lembab, kebersihan
dalam dan luar rumah cukup bersih, namun barang-barang di dalam rumah
tertata kurang rapih. Sumber air minum dari sumur air minum yang disediakan
oleh RT. Air untuk mandi dan mencuci dari PAM. Jamban pribadi. Jarak antara
sumber air dan septic tank 10 meter. Air limbah dialirkan ke selokan/got. Jalan
di luar rumah lebarnya 2 meter terbuat dari semen dan beton. Sampah rumah
dibuang ke tempat pembuangan sampah yang terletak di belakang rumah.
Lingkungan rumah pasien merupakan lingkungan tidak rawan banjir.
B. Denah Rumah

5
4

10
1 meter 10 meter
2

6 12
Keterangan ruangan:
6 meter
1. Ruang tamu
2. Kamar tidur
3. Kamar tidur
4. Dapur
5. Kamar mandi
6. Tangga

Analisis Keadaan Rumah :


1. Letak rumah di daerah : Pemukiman padat penduduk
2. Bentuk bangunan rumah : 2 lantai
Kepemilikan rumah : Mengontrak
3. Luas rumah : 60 m2
Jumlah orang dalam satu rumah : 4 orang / Rata-rata m2 per-orang
Luas halaman rumah : -
4. Lantai rumah dari : Keramik
5. Dinding rumah dari : Tembok
6. Atap rumah : Genteng
7. Pembagian ruangan rumah :

Ruang tamu : Ada Ukuran 3,5 x 6 m2

Ruang makan : Ada Ukuran 3,5 x 6 m2

Kamar tidur : Ada Ukuran 3 x 4 m2 dan 3 x 4,5 m2

Dapur : Ada Ukuran 4,5 x 1,5 m2

Kamar mandi : Ada Ukuran 2,5 x 1,5 m2

Halaman : Tidak ada
8. Jendela rumah :
Ada, 2 buah berukuran 0,6 x 0,8 meter
Perbandingan luas lantai dan jendela di:
Ruang tamu : < 25%
Kamar tidur : < 25%
- Penerangan didalam rumah (dinilai setelah membandingkan luas jendela
dengan lantai dan kesan subjektif saat membaca tulisan di dalam rumah):
kurang
9.Listrik di rumah : Ada, 900 watt
10.Lubang ventilasi :
Kamar mandi : Ada
Dapur : Ada
Kamar tidur 1 : Ada

13
Kamar tidur 2 : Ada
Ruang tamu : Ada
Kelembaban dalam rumah : Terasa lembab
Kesan ventilasi di dalam rumah : Kurang
11.Kebersihan dalam rumah : Cukup
12.Sumber air minum dari : Air sumur
13.Kamar mandi : Ada
14.Limbah rumah tangga di alirkan ke : Selokan
15.Tempat sampah diluar rumah : Ada, di depan rumah
16.Jalan di depan rumah lebarnya : 2 meter, terbuat dari semen dan beton
Kesan kebersihan lingkungan pemukiman : cukup baik

X. Diagram Realita Yang Ada Pada Keluarga

Genetik
Ayah pasien memiliki
riwayat hipertensi

Pelayanan
Kesehatan Status Lingkungan
kesehatan

Letak puskesmas - Kebersihan rumah cukup


kelurahan yang jauh baik, tetapi penataan dan
kerapihan rumah masih
kurang.
- Lingkungan sekitar
Perilaku rumah cukup bersih.
- Ventilasi udara dan
cahaya yang masuk ke
rumah kurang baik
- Pasien tidak memperhatikan
- Rumah berada di
kebutuhan makanan gizi wilayah padat penduduk
seimbang
- Pasien tidak memperhatikan 14
jenis makanan yang
dikonsumsi
XI. Tabel Permasalahan Pada Keluarga
Indikator
Resiko dan Masalah
No Rencana Pembinaan Keberhasilan
Kesehatan
Penilaian
1. Pasien tidak Menjelaskan kepada pasien Pasien
memperhatikan mengenai makanan gizi memperhatikan
kebutuhan makanan seimbang dan lengkap (mikro makanan yang
gizi seimbang. dan makro nutrient) dikonsumsi
Mengurangi jumlah/porsi
makan sehari-hari.
Menghindari makanan yang
mengandung tinggi garam
(asin), dan mengurangi
makanan yang mengandung
tinggi gula (nasi, roti,
umbiumbian). memperbanyak
makan buah dan sayur.
Menjelaskan kepada pasien
dampak yang dapat
ditimbulkan dari makanan
dengan gizi tidak seimbang
2. Pasien tidak Menjelaskan kepada pasien Pasien
mengetahui penyebab mengenai penyakit yang menghindari
keluhan pusing pasien dialami pasien. penyebab atau
Mengingatkan kepada pasien factor yang dapat
mengenai pentingnya memicu keluhan
menghindari penyebab pusingnya
penyakit pasien

15
3. Kurangnya kesadaran Menjelaskan pentingnya cahaya Jendela dan pintu
tentang pentingnya yang cukup dan ventilasi yang di rumah di buka
ventilasi dan baik untuk sirkulasi udara bagi setiap pagi
pencahayaan rumah anggota keluarga yang tinggal di
yang baik dalam rumah

XII. Pembinaan dan Hasil Kegiatan


Keluarga Indikator
Tanggal
Kegiatan yang Dilakukan yang Hasil Kegiatan evaluasi
kunjungan
Terlibat kegiatan
3 Agustus - Memperkenalkan diri dan Pasien - Terbinanya -Pasien
2017 menjelaskan maksud suatu rapor memahami
kedatangan awal serta masalah
- Identifikasi anggota hubungan yang sedang
keluarga dan kondisi baik dengan dialami.
kesehatannya. pasien. -Pasien lebih
- Melakukan anamnesis dan - Pasien memahami
pemeriksaan fisik pada memahami penyakitnya
pasien penjelasan
- Memberi penjelasan tentang
mengenai penyakit, penyakitnya
penyebab, faktor risiko,
penatalaksanaan
- Memotivasi pasien untuk
menghindari factor- fator
yang dapat memicu keluhan
pasien
- Mengevaluasi tentang
makanan yang dikonsumsi
oleh pasien dengan food
recall 1 x 24hours
- Menginformasikan untuk
minum obat dengan rutin
- Menginformasikan untuk
mengkonsumsi makanan
dengan gizi lengkap dan
seimbang

16
4 Agustus - Evaluasi keluhan dan Pasien - Pasien - Pasien
2017 keadaan umum pasien mengatakan memahami
- Melakukan anamnesis keluhannya pentingnya
serta pemeriksaan fisik sudah meminum
pada pasien. berkurang obat secara
- Memberi motivasi untuk - Obat teratur
selalu rutin kontrol ke diminum - Pasien
puskesmas teratur. memahami
- Mengevaluasi tentang - Pasien mulai pentingnya
makanan yang dikonsumsi memilih asupan
oleh pasien makanan makanan
yang bergizi yang
untuk lengkap dan
meningkatkan seimbang
kesehatannya. bagi pasien.

Tanggal Kegiatan yang Dilakukan Keluarga Hasil Kegiatan Indikator


kunjungan yang evaluasi
Terlibat kegiatan
8 Agusts - Evaluasi keluhan dan Pasien - Diketahuinya - Keluhan
2017 keadaan umum pasien serta kondisi dirasakan
melakukan pemeriksaan terkini pasien berkurang.
fisik, - Pasien - Pasien rutin
- Memberikan penjelasan mengerti minum obat
mengenai pentingnya tentang - Dapat
ventilasi udara dan pentingnya menerapkan
kebersihan rumah kebersihan pola hidup
dan ventilasi bersih dan
udara rumah sehat

10 Agustus - Evaluasi keluhan dan Pasien - Diketahuinya - Keluhan


2017 keadaan umum pasien serta kondisi dirasakan
melakukan pemeriksaan terkini berkurang.
fisik. pasien. - Pasien rutin
- Memberi penjelasan - Pasien minum obat
mengenai pentingnya memahami - Pasien dapat
prinsip hidup bersih dan perilaku menerapkan
sehat hidup bersih perilaku
dan sehat hidup bersih
dan sehat.

XIII. Kesimpulan Pembinaan Keluarga


1. Tingkat pemahaman

17
Pembinaan terhadap pasien dan keluarganya telah dilakukan cukup baik.
Pemahaman pasien dan keluarganya tentang penyakitnya sudah baik.
2. Faktor pendukung
a. Pasien mau dan dapat memahami penjelasan yang diberikan
b. Sikap yang terbuka dan kooperatif pasien sehingga dapat menerapkan
penjelasan yang diberikan
c. Pasien mau membuat dirinya menjadi lebih sehat

3. Faktor penyulit
a. Kondisi sirkulasi udara dan pencahayaan di rumah yang kurang baik
b. Kondisi rumah yang tidak dapat dimodifikasi karena keterbatasan biaya
4. Indikator keberhasilan
a. Pasien dapat memahami penyakit yang dideritanya dan hal - hal yang
bersangkutan seperti penyebab, faktor risiko, pencegahan, penatalaksanaan,
dan komplikasi yang dapat terjadi.
b. Pasien meminum obat teratur dan rutin kontrol
c. Pasien mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi (yang memiliki gizi
lengkap dan seimbang).
d. Pasien mampu menerapkan pola hidup sehat dan bersih dikesehariannya.

18
BAB III
PENUTUP

Pada kasus vertigo dalam laporan kunjungan rumah ini, seorang pasien laki-laki
berusia 52 tahun datang berobat ke Puskesmas Kelurahan Pondok Labu dengan keluhan
pusing berputar sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
Setelah dilakukan anamnesis lengkap dan pemeriksaan fisik, ditegakkan diagnosis klinis
vertigo dan hipertensi. Pasien diberikan terapi medikamentosa dan terapi edukasi
tentang pengobatannya. Lalu dilakukan serangkaian analisis dan pemantauan pada pola
hidup pasien beserta keluarganya untuk membantu mengatasi penyakit pasien secara
menyeluruh.
Dari hasil analisis dan pemantauan, didapatkan bahwa pasien tidak
memperhatikan kebutuhan makanan gizi seimbang, tidak memperhatikan jenis makanan
yang dikonsumsi, kurang mengerti tentang pentingnya sirkulasi udara dan pencahayaan
di dalam rumah yang bila tidak diedukasi dapat menganggu kesehatan pasien. Selain itu
diketahui pula bahwa jarak puskesmas yang jauh, adanya klinik dokter swasta yang
dekat, dan sulitnya mencari waktu senggang untuk berobat merupakan penyebab pasien
jarang berobat ke puskesmas. Setelah dilakukan edukasi pada pasien mau
memperhatikan makanan yang dikonsumsi, memperhatikan jenis tanaman/benda yang
dapat memicu alergi pasien, dan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat
sehingga derajat kesehatan keluarga tersebut dapat semakin membaik.
Diharapkan dengan adanya laporan keluarga ini, pasien dan keluarga dapat
menjaga kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat di dalam rumah dan
lingkungannya, serta pasien dapat memahami penyakitnya dengan baik dan rutin
berobat.

19
DAFTAR PUSTAKA

1. Sura, DJ, Newell, S. 2010. Vertigo- Diagnosis and management in primary care,

BJMP 2010;3(4):a351
2. Lempert, T, Neuhauser, H. 2009. Epidemiology of vertigo, migraine and vestibular

migraine in Journal Nerology 2009:25:333-338


3. Labuguen, RH. 2006. Initial Evaluation of Vertigo ini Journal American Family

Physician January 15, 2006 . Volume 73, Number 2.


4. World Health Organization. Statement on Management of Hypertension. J

Hypertens 2003;21:1983-92.
5. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat

Kesehatan Departemen Kesehatan.Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi.

Jakarta: Bakti Husada; 2006


6. Bell K, Twiggs J, Olin BR. Hypertension: The Silent Killer: Updated JNC-8

Guideline Recommendations. Montgomery: Alabama Pharmacy Association; 2015.

p 1-8
7. Hajjar I, Kotchen TA. Trends In Prevalence, Awareness, Treatment, And Control Of

Hypertension In The United States. JAMA 2003;290:199-206

20
LAMPIRAN

21