You are on page 1of 20

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

DENGAN KASUS MENINGITIS


DI RUANG PEDIATRIC INTENSIF CARE UNIT
RSUD A.W. SJAHRANIE SAMARINDA

Disusun oleh :

Rusdiana
1511308250282

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
SAMARINDA
2016
ASUHAN KEPERAWATAN
GAWAT DARURAT
DI RUANG PICU

I. Identitas Mahasiswa
Nama : Rusdiana
NIM :1511308250282

II. Identitas Klien


Nama : An. A
Umur : 6 Tahun
No MR : 826044
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal :03/06/2016
Agama : Islam
Status : Belum Menikah
Pendidikan : Pelajar SD
Pekerjaan : Pelajar
Alamat Rumah : Jl. Jelawat
Diagnosa Medis : Meningitis
III. Keluhan Utama
1. Saat MRS : Sebelumnya di rumah klien sudah seminggu menderita
demam, flu dan batuk. klien mulai kejang pada tanggal 02 juni 2016 jam 22.00 (pada
saat kejang mata melirik ke atas, kejang pada seluruh badan, setelah kejang klien
sadar dan menangis pada saat kejang keluar buih lewat mulut) dan langsung dibawa
ke RSUDA.W. Sjahranie Samarinda.
2. Saat Pengkajian : Pada saat dilakukan pengkajian pada03 juni 2016, klien
masih demam dan menggigil, klien tampak mengantuk, kesadaran samnolen. Kaku
kuduk (+), klien sering mual dan muntah. Pada saat bangun klien sering menangis.
3. Alasan dirawat di PICU : Kesadaran samnolen, masih terdapat kejang, kaku kuduk
positif.
IV. Primary Survey

1. Airway : Klien mampu bernapas spontan, ada sumbatan pada jalan napas
berupasekret. Tidak ada bunyi snoring maupun gurgling pada jalan napas klien.
Terdapat reflek batuk.
2. Breathing :
RR :24 x/menit
Pola Nafas :Dyspneu
Cyanosis : Tidak ada
SpO2 : 98 %
3. Circulation
TD : 110/ 60 mmHg
MAP : 110+120 = 230
Nadi : 120 x/ menit
Suhu : 38 C
RR : 24 x/menit
4. Fluid : Urine tampung 24 jam 1.000 cc (28 Februari 2015)
V. Secondary Survey
1. Breathing : Dyspnea
2. Blood : TD 110/60 mmHg
3. Brain : Terdapat kaku kuduk, kesadaran samnolen
4. Bladder : Klien terpasang dower kateter no. 10
5. Bowel : Dipasang NGT,klien belum ada BAB sejak 2 hari yang lalu
6. Bone ; Tidak ada fraktur, tidak ada ulkus, kulit lembab

VI. Pemeriksaan Penunjang


Tgl No Jenis Pemeriksaan Hasil Normal
02/06/2016 1 GDS 228 mg/dL 500-150 mg/dL
2 Natrium 133 mmol/L 135-155 mmol/L
3 Kalium 3,6 mmol/L 3,6-5,5 mmol/L
4 WBC 19x103/L 4,0-10,0 x103/L
5 HGB 12g/L 11,0-16,0 g/L
6 HCT 43,8 % 37,0-54,0 %
7 PLT 173 x103 /L 150-140 x103/L

VII. TERAPI
Tanggal Nama obat Dosis
02/06/2016- Oral :
Paracetamol syrup 3 x 2 cth

Injeksi :
D5 NS 20 tpm
Cefotaxim 3 x 500 mg
Diazepam 2,7 mg IV (bila kejang)

VIII. Analisa Data


NO Data Etiologi Problem
1 DS: Produksi sputum Kebersihan jalan
banyak nafas tak efektif
DO: adanya sputum
berhubungan dengan
2 DS : Peningkatan Hipertermi
DO : suhu 38 C metabolik

3 DS:
tidak mampu
DO : Nutrisi: kurang dari
dalam
- Kesadaran samnolen kebutuhan tubuh
memasukkan,
- Dipasang NGT
mencerna,
mengabsorbsi
makanan karena
faktor biologis
(penurunan
kesadaran/ koma)

IX. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas


1. Kebersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan b/d Produksi sputum banyak
2. Hipertermi b/d peningkatan metabolik
3. Nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b/d tidak mampu dalam memasukkan,
mencerna, mengabsorbsi makanan karena faktor biologis (penurunan kesadaran/
koma)
4. Intervensi Keperawatan
NO Diagnosa NOC NIC
1 Kebersihan jalan Setelah dilakukan tindakan. Manajemen jalan nafas
nafas tak efektif keperawatan selama 1.1 Buka jalan nafas, gunakan
berhubungan 3 x24jam, diharapkan teknik chin lift atau jaw trust
dengan b/d klien menunjukkan jalan bila perlu
Produksi sputum nafas yang paten. 1.2 Posisikan klien untuk
banyak respiratory status: memaksimalkan ventilasi
airway patency 1.3 Identifikasi klien perlunya
Indikator: pemasangan alat jalan nafas
- Tak ada kecemasan/ buatan
gelisah 1.4 Pasang mayo bila perlu
- Frekuensi nafas 16- 1.5 Lakukan fisioterapi dada bila
24x/menit perlu
- Irama nafas teratur 1.6 Keluarkan sekret dengan batuk
- Sputum dapat atau suction
dikeluarkan dari jalan 1.7 Auskultasi suara nafas, catat
nafas adanya suara berlebihan
- Tak ada suara nafas 1.8 Lakukan suction pada mayo
tambahan 1.9 Berikan bronchodilator bila
perlu
1.10 Berikan pelembab udara
1.11 Atur intake cairan utuk
mengoptimalkan keseimbangan
1.12 Monitor respirasi dan status
oksigen

2. Suction jalan nafas


1.13 Pastikan kebutuhan oral
suctioning
1.14 Auskultasi suara nafas
sebelum dan sesudah suctioning
1.15 Informasikan pada klien dan
keluarga tentang suctioning
1.16 Berikan oksigen dengan
menggunakan nasal untuk
memfasilitasi suction
nasotrakheal
1.17 Gunakan alat yang steril
setiap melakukan tindakan
1.18 Hentikan suction dan
berikan O2 apabila klien
menunjukkan bradikardia dan
peningkatan saturasi O2

2
Hipertermi b.d, Setelah dilakukan tindak-
Pengaturan Panas
pening-katan an perawatan selama 3 X
2.1 Monitor suhu sesuai
metabolik, viremia 24 jam suhu badan pasien kebutuhan
normal, dengan kriteria : 2.2 Monitor tekanan darah, nadi
dan respirasi
Termoregulasi 2.3 Monitor suhu dan warna kulit
- Suhu kulit normal 2.4 Monitor dan laporkan tanda
- Suhu badan 35,9C- dan gejala hipertermi
37,3C 5. 2.5 Anjurkan intake cairan dan
- Tidak ada sakit kepa-la / nutrisi yang adekuat
pusing 2.6 Ajarkan klien bagaimana
- Tidak ada nyeri otot mencegah panas yang tinggi
- Tidak ada perubahan 2.7 Berikan obat antipiretik
warna kulit 2.8 Berikan obat untuk
- Nadi, respirasi dalam mencegah atau me-ngontrol
batas normal menggigil
- Hidrasi adequate
- Pasien menyatakan Pengobatan Panas
nyaman 2.9Monitor suhu sesuai
- Tidak menggigil kebutuhan
- Tidak iritabel / gra-gapan 2.10 Monitor IWL
/ kejang 2.11 Monitor suhu dan warna
kulit
2.12 Monitor tekanan darah, nadi
dan respirasi
2.13 Monitor derajat penurunan
kesadaran
2.14 Monitor kemampuan
aktivitas
2.15 Monitor leukosit,
hematokrit, Hb
2.16 Monitor intake dan output
2.17 Monitor adanya aritmia
jantung
2.18 Dorong peningkatan intake
cairan
2.19 Berikan cairan intravena
2.10 Tingkatkan sirkulasi udara
dengan kipas angin
2.11 Dorong atau lakukan oral
hygiene
2.12 Berikan obat antipiretik
untuk mencegah klien
menggigil / kejang
2.13 Berikan obat antibiotic
untuk mengobati penyebab
demam
2.14 Berikan oksigen
2.15 Kompres dingin
diselangkangan, dahi dan
aksila.
2.16 Anjurkan klien untuk tidak
memakai selimut
2.17 Anjurkan klien memakai
baju berbahan dingin, tipis
dan menyerap keringat

Nutrisi: kurang dari


3 Setelah dilakukan tindakan. Monitoring gizi
kebutuhan tubuh keperawatan selama 3 3.1 Monitor masukan kalori dan
x24jam status nutrisi klien bahan makanan
b/d tidak mampu
meningkat/ membaik 3.2 Amati rambut yang kering
dalam 1. Status Nutrisi dan mudah rontok
Indikator: 3.3 Amati tingkat albumin,
memasukkan,
- Intake makanan dan protein total, Hb, Hmt, GDS,
mencerna, minum adequat cholesterol dan trigliseride
- Tanda tanda malnutrisi 3.4 Monitor muntah
mengabsorbsi
tidak ada 3.5 Amati jaringan mukosa yang
makanan karena - Konjunctiva dan pucat, kemerahan, dan
membran mukosa tidak kering
faktor biologis
pucat 3.6 Amati konjunctiva yang
(penurunan - Turgor kulit baik pucat
2. 3.7 Amati turgor kulit dan
kesadaran/ koma)
perubahan pigmentasi
3.8 Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik
papilla lidah dan cavitas oral

Manajemen Nutrisi
3.9 Kaji apakah klien alergi
makanan
3.10 Kerjasama dengan ahli gizi
dalam menentukan
jumlah kalori, protein,
dan lemak secara tepat
sesuai dengan kebutuhan
klien
3.11 Masukkan kalori sesuai
dengan kebutuhan
3.12 Monitor catatan makanan
yang masuk atas
kandungan gizi dan
jumlah kalori
3.13 Kolaborasi penambahan
inti protein, zat besi, dan
vitamin C yang sesuai
3.14 Pastikan bahwa diit
mengandung makanan
yang berserat tinggi
untuk mencegah sembelit
3.15 Beri makanan protein
tinggi, kalori tinggi, dan
bergizi yang sesuai

1. Implementasi Keperawatan
Hari I Jumat, 03/06/2016
NO Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi Proses P
1 03/06/2016 1.1 Buka jalan nafas, gunakan S:
teknik chin lift atau jaw trust
Pukul 13.30 O: - adanya sputum
bila perlu
1.2 Posisikan klien untuk - RR 24 x/ menit
memaksimalkan ventilasi
A : Masalah belum teratasi
1.5 Lakukan fisioterapi dada bila
perlu P : Lanjutkan intervensi
1.6 Keluarkan sekret dengan
keperawatan 1.1, 1.2, 1.6,
batuk atau suction
1.11 Atur intake cairan utuk 1.11, 1.12, 1.13, 1.14,
mengoptimalkan
1.15, 1.16, 1.17, 1.18
keseimbangan
1.12 Monitor respirasi dan status
oksigen

2. Suction jalan nafas


1.13 Pastikan kebutuhan oral
suctioning
1.14 Auskultasi suara nafas
sebelum dan sesudah
suctioning
1.15 Informasikan pada klien
dan keluarga tentang
suctioning
1.16 Berikan oksigen dengan
menggunakan nasal untuk
memfasilitasi suction
nasotrakheal
1.17 Gunakan alat yang steril
setiap melakukan tindakan
1.18 Hentikan suction dan
berikan O2 apabila klien
menunjukkan bradikardia
dan peningkatan saturasi O2
2 03/06/2016 Pengaturan Panas S:
2.1 Monitor suhu sesuai
15.00 O : suhu 38 C
kebutuhan
2.2 Monitor tekanan darah, nadi A : Masalah belum teratasi
dan respirasi
P : Lanjutkan tindakan
2.3 Monitor suhu dan warna
kulit keperawatan 2.1, 2.2, 2.3,
2.4 Monitor dan laporkan tanda
2.4, 2.5, 2.7, 2.8, 2.20,
dan gejala hipertermi
5. 2.5 Anjurkan intake cairan dan 2.23
nutrisi yang adekuat
2.7 Berikan obat antipiretik
2.8 Berikan obat untuk
mencegah atau mengontrol
menggigil

Pengobatan Panas
2.9Monitor suhu sesuai
kebutuhan
2.10 Monitor IWL
2.11 Monitor suhu dan warna
kulit
2.12 Monitor tekanan darah, nadi
dan respirasi
2.13 Monitor derajat penurunan
kesadaran
2.14 Monitor kemampuan
aktivitas
2.15 Monitor leukosit,
hematokrit, Hb
2.16 Monitor intake dan output
2.17 Monitor adanya aritmia
jantung
2.18 Dorong peningkatan intake
cairan
2.19 Berikan cairan intravena
2.10 Tingkatkan sirkulasi udara
dengan kipas angin
2.11 Dorong atau lakukan oral
hygiene
2.12 Berikan obat antipiretik
untuk mencegah klien
menggigil / kejang
2.13 Berikan obat antibiotic
untuk mengobati penyebab
demam
2.14 Berikan oksigen
2.15 Kompres dingin
diselangkangan, dahi dan
aksila.
2.16 Anjurkan klien untuk tidak
memakai selimut
2.17 Anjurkan klien memakai
baju berbahan dingin, tipis
dan menyerap keringat

3 03/06/2016 Monitoring gizi S:


3.1 Monitor masukan kalori dan
O : - Kesadaran samnolen
bahan makanan
3.2 Amati rambut yang kering - Dipasang NGT
dan mudah rontok
A: Masalah belum teratasi
3.4 Monitor muntah
3.5 Amati jaringan mukosa yang P: Lanjutkan intervensi
pucat, kemerahan, dan
3.1, 3.2, 3.4, 3.5, 3.6,.3.7, 3.8,
kering
3.6 Amati konjunctiva yang 3.9, 3.10, 3.11, 3.12, 3.13,
pucat
3.14, 3.15
3.7 Amati turgor kulit dan
perubahan pigmentasi
3.8 Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik papilla
lidah dan cavitas oral

Manajemen Nutrisi
3.9 Kaji apakah klien alergi
makanan
3.10 Kerjasama dengan ahli gizi
dalam menentukan jumlah
kalori, protein, dan lemak
secara tepat sesuai dengan
kebutuhan klien
3.11 Masukkan kalori sesuai
dengan kebutuhan
3.12 Monitor catatan
makanan yang masuk
atas kandungan gizi dan
jumlah kalori
3.13 Kolaborasi penambahan
inti protein, zat besi, dan
vitamin C yang sesuai
3.14 Pastikan bahwa diit
mengandung makanan
yang berserat tinggi
untuk mencegah
sembelit
3.15 Beri makanan protein
tinggi, kalori tinggi, dan
bergizi yang sesuai
Hari II Sabtu, 04/06/2016
NO Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi Proses P
1 04/06/2016 Buka jalan nafas, gunakan teknik S :
chin lift atau jaw trust bila
07.00 O: - adanya sputum
perlu
1.2 Posisikan klien untuk - RR 24 x/ menit
memaksimalkan ventilasi
A : Masalah belum teratasi
1.5 Lakukan fisioterapi dada bila
perlu P : Lanjutkan intervensi
1.6 Keluarkan sekret dengan
keperawatan 1.1, 1.2, 1.6,
batuk atau suction
1.11 Atur intake cairan utuk 1.11, 1.12, 1.13, 1.14,
mengoptimalkan
1.15, 1.16, 1.17, 1.18
keseimbangan
1.12 Monitor respirasi dan status
oksigen

2. Suction jalan nafas


1.13 Pastikan kebutuhan oral
suctioning
1.14 Auskultasi suara nafas
sebelum dan sesudah
suctioning
1.15 Informasikan pada klien
dan keluarga tentang
suctioning
1.16 Berikan oksigen dengan
menggunakan nasal untuk
memfasilitasi suction
nasotrakheal
1.17 Gunakan alat yang steril
setiap melakukan tindakan
1.18 Hentikan suction dan
berikan O2 apabila klien
menunjukkan bradikardia
dan peningkatan saturasi O2

2 04/06/2016 Pengaturan Panas S:


2.1 Monitor suhu sesuai
07.30 O : suhu 38 C
kebutuhan
2.2 Monitor tekanan darah, nadi A : Masalah belum teratasi
dan respirasi
P : Lanjutkan tindakan
2.3 Monitor suhu dan warna
kulit keperawatan 2.1, 2.2, 2.3,
2.4 Monitor dan laporkan tanda
2.4, 2.5, 2.7, 2.8, 2.20,
dan gejala hipertermi
5. 2.5 Anjurkan intake cairan dan 2.23
nutrisi yang adekuat
2.7 Berikan obat antipiretik
2.8 Berikan obat untuk
mencegah atau mengontrol
menggigil

Pengobatan Panas
2.9Monitor suhu sesuai
kebutuhan
2.10 Monitor IWL
2.11 Monitor suhu dan warna
kulit
2.12 Monitor tekanan darah,
nadi dan respirasi
2.13 Monitor derajat penurunan
kesadaran
2.14 Monitor kemampuan
aktivitas
2.15 Monitor leukosit,
hematokrit, Hb
2.16 Monitor intake dan output
2.17 Monitor adanya aritmia
jantung
2.18 Dorong peningkatan intake
cairan
2.19 Berikan cairan intravena
2.10 Tingkatkan sirkulasi udara
dengan kipas angin
2.11 Dorong atau lakukan oral
hygiene
2.12 Berikan obat antipiretik
untuk mencegah klien
menggigil / kejang
2.13 Berikan obat antibiotic
untuk mengobati
penyebab demam
2.14 Berikan oksigen
2.15 Kompres dingin
diselangkangan, dahi dan
aksila.
2.16 Anjurkan klien untuk tidak
memakai selimut
2.17 Anjurkan klien memakai
baju berbahan dingin, tipis
dan menyerap keringat

3 04/06/2016 Monitoring gizi S:


3.1 Monitor masukan kalori dan
08.00 O : - Kesadaran samnolen
bahan makanan
3.3 Amati rambut yang kering - Dipasang NGT
dan mudah rontok
A: Masalah belum teratasi
3.2 Monitor muntah
3.3 Amati jaringan mukosa P: Lanjutkan intervensi
yang pucat, kemerahan, dan
3.1, 3.2, 3.4, 3.5, 3.6,.3.7,
kering
3.4 Amati konjunctiva yang 3.8, 3.9, 3.10, 3.11, 3.12,
pucat
3.13, 3.14, 3.15
3.5 Amati turgor kulit dan
perubahan pigmentasi
3.6 Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik
papilla lidah dan cavitas
oral
Manajemen Nutrisi
3.7 Kaji apakah klien alergi
makanan
3.8 Kerjasama dengan ahli
gizi dalam menentukan
jumlah kalori, protein, dan
lemak secara tepat sesuai
dengan kebutuhan klien
3.9 Masukkan kalori sesuai
dengan kebutuhan
3.10 Monitor catatan
makanan yang masuk
atas kandungan gizi dan
jumlah kalori
3.11 Kolaborasi penambahan
inti protein, zat besi, dan
vitamin C yang sesuai
3.12 Pastikan bahwa diit
mengandung makanan
yang berserat tinggi
untuk mencegah
sembelit
Beri makanan protein tinggi,
kalori tinggi, dan bergizi yang
sesuai

Hari III Minggu, 05/06/2016


NO Tanggal/Jam Implementasi Evaluasi Proses P
1 05/06/2016 Buka jalan nafas, gunakan teknik S :
chin lift atau jaw trust bila
07.00 O: - adanya sputum
perlu
1.2 Posisikan klien untuk - RR 24 x/ menit
memaksimalkan ventilasi
A : Masalah belum teratasi
1.5 Lakukan fisioterapi dada bila
perlu P : Lanjutkan intervensi
1.6 Keluarkan sekret dengan
keperawatan 1.1, 1.2, 1.6,
batuk atau suction
1.11 Atur intake cairan utuk 1.11, 1.12, 1.13, 1.14,
mengoptimalkan
1.15, 1.16, 1.17, 1.18
keseimbangan
1.12 Monitor respirasi dan status
oksigen

2. Suction jalan nafas


1.13 Pastikan kebutuhan oral
suctioning
1.14 Auskultasi suara nafas
sebelum dan sesudah
suctioning
1.15 Informasikan pada klien
dan keluarga tentang
suctioning
1.16 Berikan oksigen dengan
menggunakan nasal untuk
memfasilitasi suction
nasotrakheal
1.17 Gunakan alat yang steril
setiap melakukan tindakan
1.18 Hentikan suction dan
berikan O2 apabila klien
menunjukkan bradikardia
dan peningkatan saturasi O2

2 05/06/2016 Pengaturan Panas S:


2.1 Monitor suhu sesuai
07.30 O : suhu 38 C
kebutuhan
2.2 Monitor tekanan darah, nadi A : Masalah belum teratasi
dan respirasi
P : Lanjutkan tindakan
2.3 Monitor suhu dan warna
kulit keperawatan 2.1, 2.2, 2.3,
2.4 Monitor dan laporkan tanda
2.4, 2.5, 2.7, 2.8, 2.20,
dan gejala hipertermi
5. 2.5 Anjurkan intake cairan dan 2.23
nutrisi yang adekuat
2.7 Berikan obat antipiretik
2.8 Berikan obat untuk
mencegah atau mengontrol
menggigil

Pengobatan Panas
2.9Monitor suhu sesuai
kebutuhan
2.10 Monitor IWL
2.11 Monitor suhu dan warna
kulit
2.12 Monitor tekanan darah,
nadi dan respirasi
2.13 Monitor derajat penurunan
kesadaran
2.14 Monitor kemampuan
aktivitas
2.15 Monitor leukosit,
hematokrit, Hb
2.16 Monitor intake dan output
2.17 Monitor adanya aritmia
jantung
2.18 Dorong peningkatan intake
cairan
2.19 Berikan cairan intravena
2.10 Tingkatkan sirkulasi udara
dengan kipas angin
2.11 Dorong atau lakukan oral
hygiene
2.12 Berikan obat antipiretik
untuk mencegah klien
menggigil / kejang
2.13 Berikan obat antibiotic
untuk mengobati
penyebab demam
2.14 Berikan oksigen
2.15 Kompres dingin
diselangkangan, dahi dan
aksila.
2.16 Anjurkan klien untuk tidak
memakai selimut
2.17 Anjurkan klien memakai
baju berbahan dingin, tipis
dan menyerap keringat

3 05/06/2016 Monitoring gizi S:


3.13 Monitor masukan kalori
08.00 O : - Kesadaran samnolen
dan bahan makanan
3.4 Amati rambut yang kering - Dipasang NGT
dan mudah rontok
A: Masalah belum teratasi
3.14 Monitor muntah
3.15 Amati jaringan mukosa P: Lanjutkan intervensi
yang pucat, kemerahan, dan
3.1, 3.2, 3.4, 3.5, 3.6,.3.7,
kering
3.16 Amati konjunctiva yang 3.8, 3.9, 3.10, 3.11, 3.12,
pucat
3.13, 3.14, 3.15
3.17 Amati turgor kulit dan
perubahan pigmentasi
3.18 Catat adanya edema,
hiperemik, hipertonik
papilla lidah dan cavitas
oral

Manajemen Nutrisi
3.19 Kaji apakah klien alergi
makanan
3.20 Kerjasama dengan ahli
gizi dalam menentukan
jumlah kalori, protein, dan
lemak secara tepat sesuai
dengan kebutuhan klien
3.21 Masukkan kalori sesuai
dengan kebutuhan
3.22 Monitor catatan
makanan yang masuk
atas kandungan gizi dan
jumlah kalori
3.23 Kolaborasi penambahan
inti protein, zat besi, dan
vitamin C yang sesuai
3.24 Pastikan bahwa diit
mengandung makanan
yang berserat tinggi
untuk mencegah
sembelit
Beri makanan protein tinggi,
kalori tinggi, dan bergizi yang
sesuai

2. Evaluasi
NO Dx Tanggal/Jam Evaluasi P
1 1 03/06/2016 S:
O: - adanya sputum
- RR 24 x/ menit
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi keperawatan 1.1, 1.2, 1.6, 1.11,
1.12, 1.13, 1.14, 1.15, 1.16, 1.17, 1.18

2 S:
O : suhu 38 C
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan tindakan keperawatan 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.7, 2.8, 2.20, 2.23
3 S:
O : - Kesadaran samnolen
- Dipasang NGT
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
3.1, 3.2, 3.4, 3.5, 3.6,.3.7, 3.8, 3.9, 3.10, 3.11, 3.12, 3.13,
3.14, 3.15

2 1 04/06/2016 S:
O: - adanya sputum
- RR 24 x/ menit
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi keperawatan 1.1, 1.2, 1.6, 1.11,
1.12, 1.13, 1.14, 1.15, 1.16, 1.17, 1.18

2 S:
O : suhu 38 C
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan tindakan keperawatan 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.7, 2.8, 2.20, 2.23

S:
O : - Kesadaran samnolen
- Dipasang NGT
3 A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
3.1, 3.2, 3.4, 3.5, 3.6,.3.7, 3.8, 3.9, 3.10, 3.11, 3.12, 3.13,
3.14, 3.15

3 1 05/06/2016 S:
O: - adanya sputum
- RR 24 x/ menit
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi keperawatan 1.1, 1.2, 1.6, 1.11,
1.12, 1.13, 1.14, 1.15, 1.16, 1.17, 1.18

2 S:
O : suhu 38 C
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan tindakan keperawatan 2.1, 2.2, 2.3, 2.4,
2.5, 2.7, 2.8, 2.20, 2.23

3 S:
O : - Kesadaran samnolen
- Dipasang NGT
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi
3.1, 3.2, 3.4, 3.5, 3.6,.3.7, 3.8, 3.9, 3.10, 3.11, 3.12, 3.13,
3.14, 3.15