Sie sind auf Seite 1von 8

LAPORAN PRAKTIKUM

PRAKTIK SERAT OPTIK


SEMESTER VI TH 2017/2018

JUDUL

PENGUKURAN REDAMAN FIBER OPTIK

GRUP

5 (LIMA)
S1-TERAPAN
PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2017

NAMA PRAKTIKAN : 1. IMAN NURACHMAN

2. MILATU FADILAH CHOLIL

3. REFFY MAHESYA

4. SHAVIRA OKTAVIANA

5. THASHA DINYA AINSHA

TGL. SELESAI PRAKTIKUM : 9 MEI 2017

TGL. PENYERAHAN LAPORAN : 6 JUNI 2017


N I L A I :..........

KETERANGAN : .................................................

..................................................

..................................................

I. TUJUAN
II. DASAR TEORI

III. AWAL PERCOBAAN

1. Alat yang digunakan

2. Diagram Rangkaian

3. Langkah Percobaan
IV. HASIL PENGHITUNGAN DAN ANALISA

1. Hasil

Kondisi Kabel Lurus


l kabel : 5 m : 1310
No Frekuensi (f) Redaman Daya (P)
1. 0 Hz -7.41 dBm 42.55 dB
2. 270 Hz -10.98 dBm 39.02 dB
3. 1000 Hz -12.32 dBm 37.68 dB
4. 2000 hz -14.09 dBm 35.96 dB

Kondisi Kabel Bending/Ditekuk dengan 2 Jari


l kabel : 5 m : 1310
No Frekuensi (f) Redaman Daya (P)
1. 0 Hz -7.53 dBm 42.70 dB
2. 270 Hz -11.05 dBm 38.95 dB
3. 1000 Hz -12.51 dBm 37.49 dB
4. 2000 hz -14.23 dBm 35.83 dB

Kondisi Kabel Bending Dekat Pemancar (Tx)


l kabel : 5 m : 1310
No Frekuensi (f) Redaman Daya (P)
1. 0 Hz -7.70 dBm 42.30 dB
2. 270 Hz -11.21 dBm 38.79 dB
3. 1000 Hz -12.54 dBm 37.46 dB
4. 2000 hz -14.35 dBm 35.69 dB

Kondisi Kabel Bending Dekat Penerima (Rx)


l kabel : 5 m : 1310
No Frekuensi (f) Redaman Daya (P)
1. 0 Hz -7.74 dBm 42.26 dB
2. 270 Hz -11.26 dBm 38.74 dB
3. 1000 Hz -12.60 dBm 37.40 dB
4. 2000 hz -14.44 dBm 35.62 dB

Kondisi Kabel Bending Berada Dekat Antara Tx dan Rx (Dengan jarak 20 cm)
l kabel : 5 m : 1310
No Frekuensi (f) Redaman Daya (P)
1. 0 Hz -7.78 dBm 42.22 dB
2. 270 Hz -11.31 dBm 38.70 dB
3. 1000 Hz -12.65 dBm 37.35 dB
4. 2000 hz -14.48 dBm 35.34 dB

Kondisi Kabel Digulung dengan Jarak 20 cm


l kabel : 5 m : 1310
No Frekuensi (f) Redaman Daya (P)
1. 0 Hz -7.58 dBm 42.42 dB
2. 270 Hz -11.09 dBm 38.91 dB
3. 1000 Hz -12.44 dBm 37.56 dB
4. 2000 hz -14.27 dBm 35.49 dB
2. Analisa
Pada praktikum Pengukuran Redaman Serat Optik, praktikan
menggunakan dua buah alat yaitu Optical Power Meter dan Optical Light Source.
Kabel Fiber Optik yang digunakan oleh praktikan sepanjang 5 Meter, yang
kemudian dilakukan dengan 6 kondisi yang berbeda namun menggunakan
panjang gelombang yang sama yaitu 1310. Dengan 6 Kondisi yang berbeda,
masing-masing kondisi dilakukan percobaan dengan mengirimkan frekuensi yang
berbeda-beda dari sisi Tx yaitu 0Hz, 270Hz, 1000Hz dan 2000Hz.
Kondisi pertama adalah, kabel Fiber Optik diluruskan tanpa ada bending
sama sekali. Kondisi Kedua kabel diberikan bending dua jari ditengah-tengah.
Kondisi ketiga bending diberikan pada jarak 20cm dari pemancar (Tx). Kemudain
kondisi keempat bending diberikan pada jarak 20cm dari penerima (Rx). Kelima
bending diberikan pada jarak 20cm dari pemancar (Tx) dan penerima (Rx).
Kondisi terakhir dilakukan penggulungan kabel dengan diameter gulungan
sebesar 20cm. Dengan berbagai macam kondisi yang ada, yang dapat dilihat
menggunakan Optical Power Meter adalah tingkat redaman dan juga daya yang
digunakan untuk frekuensi yang sudah ditentukan.
Jika kondisi pertama dijadikan perbandingan untuk semua kondisi yang
ada, maka perbandingan pertama adalah kabel Fiber Optik dibentangkan tanpa
bending dengan diberikan bending pada posisi tengah kabel. Pada saat pemberian
frrkuensi pertama yaitu 0Hz redaman yang dihasilkan tanpa bending adalah
-7.41dBm dengan daya 42.55dB. Sedangkan pada saat diberikan bending dengan
frekuensi yang sama redaman menjadi -7.53dBm dengan daya 42.70dB. Jadi
terlihat ada perubahan nilai redaman jika diberikan bending pada kabel Fiber
Optik walaupun tidak terlalu signifikan.
Dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 maka jika bending diberikan dekat
dengan penerima akan memiliki nilai pengurangan redaman yang lebih besar
daripada bending diberikan dekat dengan pengirim. Dengan nilai pengurangan
redaman yang lebih besar, membuat penggunaan daya yang lebih besar lagi. Pada
tabel 5 dilakukan bending dekat dengan penerima dan juga pengirim, dan hasil
membuktikan nilai pengurangan redaman bertambah walaupun tidak signifikan.
Sedangkan pada tabel 6 pada saat kabel Fiber Optik digulung dengan diameter
20cm, nilai pengurangan redaman tidak sebesar kondisi tabel 3, 4 dan 5. Namun
jika dibandingkan dengan tabel 1, pada saat kabel Fiber Optik dibentangkan lurus
tanpa adanya bending terjadi perbedaan nilai.

V. KESIMPULAN

VI. DAFTAR PUSTAKA

VII. LAMPIRAN