You are on page 1of 2

1.

Eksudat Fibrinous

Pada beberapa keadaan radang, eksudat hampir terdiri dari cairan dan zat-zat yang
terlarut dengan sangat sedikit leukosit. Jenis eksudat fibrinous pada dasarnya terdiri dari
protein yang bocor dari pembuluh-pembuluh darah yang permiable dalam daerah radang
bersama-sama dengan cairan yang menyertainya. Fibrinogen pada permukaan serosa
pericardium yang meradang akan membentuk jaringan fibrin yang mengendap dan
menghasilkan lapisan baru diatas membran.

Eksudat Mucopurulent

Eksudat yang mungkin paling sering dijumpai adalah eksudat yang terutama terdiri
dari neutrofil polimorfonuklear dalam jumlah yang begitu banyak sehingga bagian cairan dan
protein kurang mendapat perhatian. Eksudat neutrofil semacam ini disebut purulen. Eksudat
purulen sangat sering terbentuk akibat infeksi bakteri. lnfeksi bakteri sering menyebabkan
konsentrasi neutrofil yang luar biasa tingginya di dalam jaringan dan banyak dari sel-sel ini
mati dan membebaskan enzim-enzim hidrolisis yang kuat disekitarnya. Dalam keadaan ini
enzim-enzim hidrolisis neutrofil secara harafiah mencernakan jaringan dibawahnya dan
mencairkannya sehingga menyebabkan mucusepurulent menembus mukosa superficial.

Eksudat Kataralis

Jenis eksudat ini hanya dapat terbentuk diatas membran mukosa, dimana terdapat sel-
sel yang dapat mengsekresi musin. Jenis eksudat ini berbeda dengan eksudat lain karena
eksudat ini merupakan sekresi sel bukan dari bahan yang keluar dari aliran darah. Sekresi
musin merupakan sifat normal membran mukosa dan eksudat musin merupakan percepatan
proses dasar fisiologis. Contohnya saat terjadi penyakit peradangan pada jaringan usus terjadi
peningkatan produksi musin sehingga menyebabkan terjadinya pembesaran sel goblet sebagai
respon pertahanan sel.