Sie sind auf Seite 1von 4

PENATALAKSANAAN PADA PASIEN LANSIA USIA DENGAN DIABETES

MELITUS TIPE II DAN HIPERTENSI ESSENSIAL DERAJAT 2

(Manuskript Kasus Keluarga Binaan)

Oleh:

Andhika Mahatidanar H, S.Ked

(1218011013)

Pembimbing:

dr. TA Larasati, M.Kes

DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS

DIVISI KEDOKTERAN KELUARGA

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG
2017
LEMBAR PERSETUJUAN
Manuskrip Kasus Keluarga Binaan

Judul Makalah : PENATALAKSANAAN PADA PASIEN LANSIA


DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DAN
HIPERTENSI ESSENSIAL DERAJAT 2

Disusun Oleh : Andhika Mahatidanar H, S.Ked

NPM : 1218011013

Bandar Lampung, November 2017

Mengetahui dan Menyetujui

Dosen Pembimbing,

dr. TA Larasati, M.kes


HOLISTIC MANAGEMENT OLD MAN WITH DIABETES MELITUS TYPE 2 AND
HYPERTENSION ESSENTIAL GRADE 2

Andhika Mahatidanar H, S.Ked


Faculty of Medicine, University of Lampung

Abstract:

Background : Diabetes mellitus (DM) is one of the chronic diseases that require serious
treatment. In Indonesia the prevalence of diabetes mellitus based on data from Ministry of Health,
diabetics in Indonesia rise from 5.7 percent in 2007 to 6.9 percent or about 9.1 million people in
2013 and predicted to rise again around 20.3 million in 2030. One of the causes primary mortality
in DM patients is cardiovascular disease such as hypertension. Hypertension and DM simultaneous
increase microvascular and macrovascular disorder

Objective : Applying a holistic and comprehensive approach to the family doctor in detecting
internal and external risk factors that solve problems by Evident Based Medicine from family-
approached and patient-centered.

Methods: This study is a case report. The primary data obtained through anamnesis, physical
examination and a home visit. Secondary data were obtained from medical records of patients.

Result: Male, 49 years old, had been diagnosed diabetes melitus since 3 years ago presenting with
fatigue and malaise since one day ago. The patient feels anergy and fatigue even though had been
eating regularity. Patient also feels tiredness over day and hard to do daily activities. he also
complaint about headache that spreading through the back neck. We had been visits his house 3
times to intervention patients and families about the disease, prevention and the importance of
preventive action in order to prevent any complications. In the evaluation we found that the
patient's complaints have been decreased. There is also increased in physical activity, controlled
blood pressure and decreased level of blood sugar. But pastient still has irregular eating patterns.
This suggests that with increased knowledge, correct treatment and multiple intervention visits can
change exercise habits but have not changed on the diet.

Conclusions: Diabetes mellitus with uncompensated hypertension comorbids can lead to micro
and macro vascular disorders. The disorder can certainly aggravate the patient's condition and lead
to complication. Holistic therapy has done a significant therapeutic effect on patients with type 2
diabetes melitus with uncontrolled hypertension.

Keywords: Diabetes mellitus, hypertension and physical activities


PENATALAKSANAAN PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DAN
HIPERTENSI ESSENSIAL DERAJAT 2

Andhika Mahatidanar H, S.Ked


Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Abstrak:

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronik yang
membutuhkan penanganan serius. Di Indonesia prevalensi jumlah penderita diabetes melitus
berdasarkan data Kemenkes, pengidap diabetes di Indonesia dari 5,7 persen pada 2007 menjadi
6,9 persen atau sekitar 9,1 juta orang pada 2013 dan diprediksi terjadi peningkatan sekitar 21,3 juta
pada tahun 2030. Salah satu penyebab kematian utama pada penderita DM adalah penyakit
kardiovaskuler seperti hipertensi yang tumpang tindih. Hipertensi dan DM yang terjadi secara
bersamaan dapat meningkatkan risiko komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler

Tujuan:Menerapkan pendekatan dokter keluarga secara holistik dan komprehensif dalam


mendeteksi faktor risiko internal dan eksternal serta menyelesaikan masalah berbasis Evident
Based Medicine yang bersifat family-approached dan patient-centered.

Metode:Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis,
pemeriksaan fisik dan kunjungan ke rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien.

Hasil: Pria, 49 tahun, terdiagnosis DM sejak 3 tahun yang lalu dating dengan keluhan badan
terasa lemas dan tak bertenaga sejak 2 hari yang lalu. Badan pasien terasa sangat tidak bertenaga
walaupun telah makan secara teratur. Pasien mengeluh sulit melakukan pekerjaan sehari-hari
karena sering merasa cepat lelah, pasien juga merasa kepalanya semakin terasa berat yang
menjalar hingga keleher belakang. Dilakukan kunjungan ke rumah sebanyak 3 kali untuk
melakukan intervensi terhadap pasien dan keluarga tentang penyakit, pencegahan dan pentingnya
mencegah komplikasi penyakit. Dalam evaluasi didapatkan keluhan pasien berkurang, peningkatan
aktivitas fisik, tekanan darah terkontrol, gula darah sewaktu menurun dan pola pengaturan makan
yang belum teratur. Hal ini menunjukan bahwa dengan peningkatan pengetahuan, pengobatan
yang benar dan beberapa kunjungan intervensi dapat mengubah kebiasaan olahraga tetapi belum
mengubah pola makan.

Simpulan: Diabetes mellitus dengan komorbid hipertensi tidak terkontrol dapat menimbulkan
gangguan mikro dan makrovaskular. Kelainan tersebut tentunya dapat memperparah keadaan
pasien. Terapi holistik yang telah dilakukan tmemberikan efek terapeutik yang cukup signifikan.

Kata kunci: Diabetes mellitus, hipertensi dan akitivitas fisik