You are on page 1of 52

AYU REFORMASITA

040112817722064

ALPHA 2017

CRANIUM ANATOMI

Cranium merupakan tulang pembentuk kepala yang merupakan bagian dari skeleton axiale dan
disusun oleh ossa craniales. Ossa craniales memiliki ketebalan yang bervariasi, bentuknya tidak
teratur, dan rumit.

Cranium atau tulang tengkorak secara absolut tidak dapat bertambah volumenya, terutama pada
orang dewasa. Jaringan otak dilindungi oleh beberapa pelindung mulai dari permukaan luar adalah
rambut, kulit kepala tulang tengkorak, lapisan meningen dan cairan serebro spinalis.

tengkorak dapat dilihat dari berbagai posisi diantaranya dari atas norma vertikalis, dari depan atau
norma frontalis, dari belakang atau norma occipitalis dan dari samping atau norma lateralis. Untuk
melihat bagian dalam dari tengkorak biasanya dibuat potongan garis yang melalui bagian bawah
orbita dan bagian atas meatus acusticus eksternus yang disebut Franfurt Plane, yang akan membagi
tengkorak menjadi bagian atas atau calvaria/skull cap dan bagian bawah tengkorak atau skull base.

Tengkorak bagian atas Calvaria / Skull Cap

Calvaria disusun oleh :


- Pars squamosa ossis temporalis dextra dan sinistra
- Squama frontalis
- Os parietale dextra dan sinistra
- Squama occipitalis
Calvaria cap dilihat dari dalam (internal surface) :
Pada bagian depan terdapat cristal frontalis, tempat melekatnya falks cerebri, berlanjut kearah atas
mebentuk sulkus sagitalis yang makin kebelakang makin lebar, sulkus ini tempat berjalannya sinus
sagitalis superior. Dikedua sisi lateralnya
terdapat lekukan-lekukan kecil yang terbentuk karena gralunasi arachnoid dan disebut juga
granural foveolea.

Arteri dan vena meningea media bercabang kedepan kurang lebih 1 cm di belakang sutura
coronaria. Cabang parietal terbagi dua, kedepan dan kebelakang pada sisi dalam dari os.parietal,
cabang-cabang kecil ke frontal dan occipital.

Sekitar 3,5 cm didepan sutura lambdoidea terdapat foramen parietal yang merupakan tempat
lewatnya vena emisaria.
Cranial base didlihat dari dalam (internal surface )
Dasar tengkorak dibagi menjadi beberapa fossa yaitu fossa anterior, fossa
media dan fossa pasterior. Dari aspek ini tampak jelas cetakan dari otak. Pada dasar tengkorak
durameter melekat erat dan masuk kedalam foramen-foramen.

Fossa anterior dasar tengkorak terdiri dari :

- lempeng cribiforme os.ethmoidal, pada bagian depannya terdapat bagian yang


menonjol keatas disebut crista gali.

- Bagian orbita os.frontal, merupakan bagian terbesar dariu fossa anterior, pada bagian depan
medial terdapat sinus frontalis, bagian belakang berbatasan langsung dengan lesser wing of
sphenoid bone.

- Os.sphenoid, terdiri dari greater dan lesser wing yang menyatu pada sisi lateral
fisura orbitalis superior
Fossa media dasar tengkorak :
- Lebih dalam dibandingkan dengan fossa anterior

- Pada bagian sentral terdapat carnalis optikus tempat lewatnya nervus optikus,
arteri ophtal milk dan meningens.

- Pada bagian depan terdapat sella tursica yang merupakan tempat hipofisis.

- Pada sisinya terdapat fissura orbitalis superior, bagian tengah lebih lebar berisi n.opticus,
v.ophtalmicus, n.occulomotor, n.trochleas dan beberapa pembuluh darah kecil.

- Foramen rotundum yang berjalan kearah depan menuju fossa pterigo palatina
dan berisi maksilaris (V 2).

- Foramen ovale, berjalan kearah bawah menuju fossa infra temporal dan berisi
n.mandibulla (V 3).

- Foramen spinosum, terletak posterolateral dari foramen ovale dan berisi arteri
meningea media.

- Foramen lacerum, terletak postero medial dari foramen ovale dan berisi arteri
carotis interna.

Fossa posterior dasar tengkorak :

- merupakan fossa yang paling besar dan dalam diantaranya fossa-fossa lainnya
berisi cerebelum, pons dan medulla oblongata.

- Foramen magnum, merupakan tempat peralihan dari medulla spinalis.


- Foramen juglare, merupakan tempat erjalannya n.glosopharingeous. Dibagian posterior terdapat
sullkus sigmoid yang berisi sinus signoid yang berlanjut menjadi v.jugularis interna.

- Canalis hipoglosusu, terletak lateral dari foramen magnum dan berisi n.hipogrosus.

- Meatus acusticus interna terletak bagian depan dari foramen jugulare dan di bagian atasnya
terdapat canalis fascialis yang merupakan tempat lewatnya n.fascialis.

Tengkorak dibentuk oleh tulang-tulang yang saling berhubungan satu sama lain dengan
perantaraan sutura. Tulang tengkorak terdiri dari tiga lapisan yaitu tabula eksterna, diploe dan
tabula interna. Pada orang dewasa ketebalan dari tulang tengkorak bervariasi antara tiga milimeter
sampai dengan 1,5 centimeter, dengan bagian yang paling tipis terdapat pada daerah pterion dan
bagian yang paling tebal
pada daerah protuberantia eksterna.

Tulang tengkorak dibagi menjadi dua bagian yaitu Neurocranium (tulang-tulang yang
membungkus otak otak) dan Viscerocranium (tulang-tulang yang membentuk wajah).
Neurocranium terdiri atas tulang-tulang pipih yang berhubungan satu dengan yang lain.

Sutura di regio kepala :


- Sutura coronalis, sutura coronal yang menghubungkan antara bagian belakang tulang
frontal dan bagian depan tulang parietal
- Sutura sagitalis, sutura sagital yang merupakan garis median tengkorak dan
menghubungkan tulang parietal kanan dan kiri
- Sutura sphenofrontalis,
- Sutura sphenosquamosa,
- Sutura frontozygomatica
- Sutura sphenozygomatica
- Sutura nasomaxillaris
- Sutura lacrimomaxillaris
- Sutura squamosa
- Sutura temporozygomatica
- Sutura lambdoidea, sutura lambdoid yang menghubungkan bagian belakang tulang parietal
dan bagian atas tulang occipital.
- Sutura parietomastoidea
- Porus acusticus ext.
- Sutura occipitomastoidea

Pertemuan antara sutura coronal dan sutura sagital dinamakan bregma, yang pada anak-anak masih
berbentuk celah yang dinamakan fontanel anterior. sedangkan pertemuan antara sutura sagital dan
sutura lambdoid dinamakan lambda yang diambil dari Yunani Z, pada anak-anak daerah ini
dinamakan fontanel posterior.
Pada tulang parietal dekat dengan sutura sagital dan sekitar 3,5 centimeter diatas
lambdoidea terdapat foramen parietal yang merupakan tempat berjalannya vena emisaria

Neuroccranium dibentuk oleh :


1. Os. Frontale
2. Os. Parietale

3. Os Temporale
4. Os. Sphenoidale

5. Os. Occipitalis

6. Os. Ethmoidalis
Viscerocranium dibentuk oleh :
1. Os. Maksilae

2. Os. Palatinum
3. Os Nasale

4. Os. Lacrimale
5. Os. Zygomatikum

6. Os. Concha nasalis inferior

7. Os. Vomer
8. Os. Mandibulare
Anterior view of the skull
Lateral view of the skull
Posterior view of the skull
Inferior view of the skull
PERSARAFAN

Nn.Craniales Berikut dengan tempat Keluar Dari cranium (Anatomi Snell)

1.N.olfactorius -Lamina Cribrosa Ossis Etmoidalis

2.N.Opticus-Canalis Opticus

3.N.oculomotorius-Fissura Orbitalis Superior

4.N.Trochlearis- Fissura Orbitalis Superior

5.N.Trigeminus

a.N.Ophtalmicus- Fissura Orbitalis superior

b.N.Maxillaris-Foramen Rotundum
c.N.Mandibularis-Foramen Ovale

6.N.Abducens-Fissura Orbitalis Superior

7.N.facialis-Meatus Acusticus Internus,canalis facialis, Foramen stylomastoideus

8.N.Vestibulocochlearis- Meatus Acusticus Internus

9.N.Glossofaringeus- Foramen Jugulare

10.N.Vagus- Foramen Jugulare,M.sternocleidomastoideus,M.trapezius

11.N.Acessorius- Foramen Jugulare

12.N.hypoglossus- Canalis hypoglosus

NOMOR NAMA JENIS FUNGSI


I Olfaktorius Sensori Menerima rangsang dari hidung dan
menghantarkannya ke otak untuk diproses
sebagai sensasi bau
II Optikus Sensori Menerima rangsang dari mata dan
menghantarkannya ke otak untuk diproses
sebagai persepsi visual
III Okulomotor Motorik Menggerakkan sebagian besar otot mata
IV Troklearis Motorik Menggerakkan beberapa otot mata
V Trigeminus Gabungan Sensori: Menerima rangsangan dari wajah untuk
diproses di otak sebagai sentuhan
Motorik: Menggerakkan rahang
VI Abdusen Motorik Abduksi mata
VII Fasialis Gabungan Sensorik: Menerima rangsang dari bagian anterior
lidah untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa
Motorik: Mengendalikan otot wajah untuk
menciptakan ekspresi wajah
VIII Vestibulokoklearis Sensori Sensori sistem vestibular: Mengendalikan
keseimbangan
Sensori koklea: Menerima rangsang untuk
diproses di otak sebagai suara
IX Glosofaringeal Gabungan Sensori: Menerima rangsang dari bagian posterior
lidah untuk diproses di otak sebagai sensasi rasa
Motorik: Mengendalikan organ-organ dalam
X Vagus Gabungan Sensori: Menerima rangsang dari organ dalam
Motorik: Mengendalikan organ-organ dalam
XI Aksesorius Motorik Mengendalikan pergerakan kepala
XII Hipoglossus Motorik Mengendalikan pergerakan lidah
ANATOMI OTAK

Susunan Saraf pusat


1. Medula Spinalis
a. Otak besar
b. Otak kecil
2. Otak
3. Batang otak
Susunan saraf perifer

1. Susunan saraf somatic


Susunan saraf yang mempunyai
peranan spesifik untuk mengatur
aktivitas otot sadar atau serat lintang.
2. Susunan saraf otonom
Susunan saraf yang mempunyai
peranan penting memengaruhi pekerjaan otot involunter (otot polos) seperti jantung, hati,
pancreas, jalan pencernaan, kelenjar dan lain-lain.
a. Susunan saraf simpatis
b. Susunan saraf parasimpatis

Otak

Otak terletak dalam rongga kranium (tengkorak) berkembang dari sebuah tabung yang
mulanya memperhatikan tiga gejala pembesaran otak awal.

a. Otak depan menjadi hemisfer serebri, korpus striatum, thalamus, serta hipotalamus.
b. Otak tengah, tegmentum, krus serebrium, korpus kuadrigeminus.
c. Otak belakang, menjadi pons varoli, medulla oblongata, dan serebelum.
Serebrum

Pada otak besar ditemukan beberapa lobus yaitu:

1. Lobus frontalis, adalah bagian dari serebrum yang terletak di depan sulkus sentralis.
2. Lobus parietalis, terdapat di depan sulkus sentralis dan dibelakang oleh korako-oksipitalis.
3. Lobus temporalis, terdapat dibawah lateral
dari fisura serebralis dan di depan lobus
oksipitalis.
4. Oksipitalis yang mengisi bagian belakang
dari serebrum.

Korteks serebri selain dibagi dalam lobus dapat


juga dibagi menurut fungsi dan banyaknya area.
Campbel membagi bentuk korteks serebri
menjadi 20 area. Secara umum korteks serebri
dibagi menjadi empat bagian:

1. Korteks sensoris. Pusat sensasi umum primer suatu hemisfer serebri yang mengurus bagian
badan, luas daerah korteks yang menangani suatu alat atau bagian tubuh bergantung pada
fungsi alat yang bersangkutan. Di samping itu juga korteks sensoris bagian fisura lateralis
menangani bagian tubuh bilateral lebih dominan.
2. Korteks asosiasi. Tiap indra manusia, korteks asosiasi sendiri merupakan kemampuan otak
manusia dalam bidang intelektual, ingatan, berpikir, rangsangan yang diterima diolah dan
disimpan serta dihubungkan dengan daya yang lain. Bagian anterior lobus temporalis
mempunyai hubungan dengan fungsi luhur dan disebut psikokorteks.
3. Korteks motoris menerima impuls dari korteks sensoris, fungsi utamanya adalah kontribusi
pada traktur piramidalis yang mengatur bagian tubuh kontralateral.
Korteks pre-frontal terletak pada lobus frontalis berhubungan dengan sikap mental dan
kepribadian.

Fungsi serebrum
1. Mengingat pengalaman yang lalu.
2. Pusat persarafan yang menangani, aktivitas mental, akal, intelegensi, keinginan, dan
memori.
3. Pusat menangis, buang air besar, dan buang air kecil.
Batang otak

Batang otak terdiri dari:

1. Diensefalon, ialah bagian otak yang


paling rostral, dan tertanam di antara ke-dua
belahan otak besar (haemispherium cerebri).
Diantara diensefalon dan mesencephalon,
batang otak membengkok hampir sembilah
puluh derajat kearah ventral. Kumpulan dari
sel saraf yang terdapat di bagian depan lobus
temporalis terdapat kapsula interna dengan
sudut menghadap kesamping. Fungsi dari diensefalon:
a. Vasokonstriktor, mengecilkan pembuluh darah
b. Respiratori, membantu proses persarafan.
c. Mengontrol kegiatan refleks.
d. Membantu kerja jantung.
2. Mesensefalon, atap dari mesensefalon terdiri dari empat bagian yang menonjol ke atas. Dua
di sebelah atas disebut korpus kuadrigeminus superior dan dua di sebelah bawah disebut
korpus kuadrigeminus inferior. Serat saraf okulomotorius berjalan ke ventral di bagian
medial. Serat nervus troklearis berjalan ke arah dorsal menyilang garis tengah ke sisi lain.
Fungsinya:
a. Membantu pergerakan mata dan mengangkat kelopak mata.
b. Memutar mata dan pusat pergerakan mata.
3. Pons varoli, brakium pontis yang menghubungkan mesensefalon dengan pons varoli
dengan serebelum, terletak di depan serebelum di antara otak tengah dan medula oblongata.
Disini terdapat premotoksid yang mengatur gerakan pernapasan dan refleks. Fungsinya:
a. Penghubung antara kedua bagian serebelum dan juga antara medula oblongata dengan
serebelum atau otak besar.
b. Pusat saraf nervus trigeminus.
4. Medula oblongata merupakan bagian dari batang otak yang paling bawah yang
menghubungkan pons varoli dengan medula spinalis. Bagian bawah medula oblongata
merupakan persambungan medula spinalis ke atas, bagian atas medula oblongata yang
melebar disebut kanalis sentralis di daerah tengah bagian ventral medula oblongata. Fungsi
medula oblongata:
a. Mengontrol kerja jantung.
b. Mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriktor).
c. Pusat pernapasan.
d. Mengontrol kegiatan refleks

Serebelum

Serebelum (otak kecil) terletak pada bagian


bawah dan belakang tengkorak dipisahkan
dengan serebrum oleh fisura transversalis
dibelakangi oleh pons varoli dan di atas
medula oblongata. Organ ini banyak menerima
serabut aferen sensoris, merupakan pusat
koordinasi dan integrasi.

Bentuknya oval, bagian yang mengecil


pada sentral disebut vermis dan bagian yang
melebar pada lateral disebut hemisfer.
Serebelum berhubungan dengan batang otak melalui pendunkulus serebri inferior (korpus
retiformi) permukaan luar serebelum berlipat-lipat menyerupai serebelum tetapi lipatannya
lebih kecil dan lebih teratur. Permukaan serebelum ini mengandung zat kelabu.

Korteks serebelum dibentuk oleh subtansia grisea, terdiri dari tiga lapisan yaitu granular
luar, lapisan purkinye, lapisan granular dalam. Serabut saraf yang masuk dan yang keluar dari
serebrum harus melewati serebelum

Fungsi serebelum
1. Arkhioserebelum (vestibuloserebelum), serabut aferen berasal dari telinga dalam yang
diteruskan oleh nervus VIII (auditorius) untuk keseimbangan dan rangsangan pendengaran
ke otak.
2. Paleaserebelum (spinoserebelum. Sebagai pusat penerima impuls dari reseptor sensasi
umum medula spinalis dan nervus vagus (N. trigeminus) kelopak mata, rahang atas, dan
bawah serta otot pengunyah.
3. Neoserebelum (pontoserebelum). Korteks serebelum menerima informasi tentang
gerakan yang sedang dan yang akan dikerjakan dan mengaturgerakan sisi badan.

Saraf otak

Urutan saraf Nama Saraf Sifat Saraf Memberikan saraf untuk


dan fungsi
I Nervus olfaktorius Sensorik Hidung, sebagai alat penciuman
II Nervus optikus Sensorik Bola mata, untuk penglihatan
III Nervus Motorik Penggerak bola mata dan
okulomotoris mengangkat kelopak mata
IV Nervus troklearis Motorik Mata, memutar mata dan
penggerak bola mata

V Nervus trigeminus Motorik dan sensorik -

N. Oftalmikus Motorik dan sensorik Kulit kepala dan kelopak mata


atas
N. Maksilaris Sensorik Rahang atas, palatum dan
hidung
N. Mandibularis Motorik dan sensorik Rahang bawah dan lidah
VI Nervus abdusen Motorik Mata, penggoyang sisi mata
VII Nervus fasialis Motorik dan Sensorik Otot lidah, menggerakkan lidah
dan selaput lendir rongga mulut
VIII Nervus auditorius Sensorik Telinga, rangsangan
pendengaran
IX Nervus vagus Sensorik dan motorik Faring, tonsil, dan lidah,
rangsangan citarasa
X Nervus vagus Sensorik dan motorik Faring, laring, paru-paru dan
esophagus
XI Nervus asesorius Motorik Leher, otot leher
XII Nervus hipoglosus Motorik Lidah, citarasa, dan otot lidah
Saraf otonom

Saraf Simpatis

Saraf ini terletak di depan kolumna vertebra dan berhubungan dengan sumsum tulang
belakang melalui serabut – serabut saraf. Sistem simpatis terdiri dari 3 bagian, yaitu :

1. Kornu anterior segmen torakalis ke – 1 sampai ke-12 dan segmen lumbalis 1-3 terdapat
nucleus vegetative yang berisi kumpulan – kumpulan sel saraf simpatis. Sel saraf simpatis
ini mempunyai serabut – serabut preganglion yang keluar dari kornu anterior bersama-
sama dengan radiks anterior dan nucleus spinalis. Setelah keluar dari foramen
intervertebralis, serabut – serabut preganglion ini segera memusnahkan diri dari nucleus
spinalis dan masuk ke trunkus simpatikus serabut. Serabut preganglion ini membentuk
sinap terhadap sel – sel simpatis yang ada dalam trunkus simpatikus. Tetapi ada pula
serabut – serabut preganglion setelah berada di dalam trunkus simpatikus terus keluar lagi
dengan terlebih dahulu membentuk sinaps menuju ganglion – ganglion / pleksus
simpatikus.

2. Trunkus simpatikus beserta cabang – cabangnya. Di sebelah kiri dan kanan vertebra
terdapat barisan ganglion saraf simpatikus yang membujur di sepanjang vertebra. Barisan
ganglion – ganglion saraf simpatikus ini disebut trunkus simpatikus. Ganglion – ganglion
ini berisi sel saraf simpatis. Antara ganglion satu dengan ganglion lainnya, atas, bawah,
kiri, kanan, dihubungkan oleh saraf simpatis yang keluar masuk ke dalam ganglion –
ganglion itu. Hali ini menyebabkan sepasang trunkus simpatikus juga menerima serabut –
serabut saraf yang datang dari kornu anterior. Trunkus simpatikus di bagi menjadi 4 bagian
yaitu :

a. Trunkus simpatikus servikalis.


Terdiri dari 3 pasang ganglion. Dari ganglion – ganglion ini keluar cabang – cabang
saraf simpatis yang menuju ke jantung dari arteri karotis. Disekitar arteri karotis
membentuk pleksus. Dari pleksus ini keluar cabang – cabang yang menuju ke atas
cabang lain mempersarafi pembuluh darah serta organ – organ yang terletak di kepala.
Misalnya faring, kelenjar ludah, kelenjar lakrimalis, otot – otot dilatators, pupil mata,
dan sebagainya.
b. Trunkus simpatikus torakalis.
Terdiri dari 10-11 ganglion, dari ganglion ini keluar cabang – cabang simpatis seperti
cabang yang mensarafi organ – organ di dalam toraks ( mis, orta, paru – paru, bronkus,
esophagus, dsb ) dan cabang – cabang yang menembus diafragma dan masuk ke dalam
abdomen, Cabang ini dalam rongga abdomen mensarafi organ – organ di dalamnya.

c. Trunkus simpatikus lumbalis.


Bercabang – cabang menuju ke dalam abdomen, juga ikut membentuk pleksus solare
yang bercabang – cabang ke dalam pelvis untuk turut membentuk pleksus pelvini.
d. Trunkus simpatikus pelvis. Bercabang cabang ke dalam pelvis untuk membentuk
pleksus pelvini.
3. Pleksus simpatikus beserta cabang cabangnya. Di dalam abdomen, pelvis, toraks, serta di
dekat organ – organ yang dipersarafi oleh saraf simpatis ( otonom ).
Umumnya terdapat pleksus – pleksus yang dibentuk oleh saraf simpatis / ganglion yaitu
pleksus/ganglion simpatikus.

Ganglion lainnya ( simpatis ) berhubungan dengan rangkaian dua ganglion besar, ini
bersama serabutnya membentuk pleksus – pleksus simpatis :

1. Pleksus kardio, terletak dekat dasar jantung serta mengarahkan cabangnya ke daerah
tersebut dan paru – paru
2. Pleksus seliaka, terletak di sebelah belakang lambung dan mempersarafi organ – organ
dalam rongga abdomen
3. Pleksus mesentrikus ( pleksus higratrikus ), terletak depan sacrum dan mencapai organ
– organ pelvis

Tabel 10-2 Organ tubuh dan system pengendalian ganda


Organ Rangsangan simpatis Rangsangan
parasimpatis
Jantung Denyut dipercepat Denyut dipercepat
Arteri koronari Dilatasi Konstriksi
Pembuluh darah perifer Vasokonstriksi Vasodilatasi
Tekanan darah Naik Turun
Bronkus Dilatasi Konstriksi
Kelenjar ludah Sekresi berkurang Sekresi bertambah
Kelenjar lakrimalis Sekresi berkurang Sekresi bertambah
Pupil mata Dilatasi Konstriksi
Sistem pencernaan Peristaltik berkurang Peristaltik bertambah
makanan (SPM)
Kelenjar – kelenjar SPM Sekresi berkurang Sekresi bertambah
Kelenjar keringat Ekskresi bertambah Ekskresi berkurang
Fungsi serabut saraf simpatis

1. Mensarafi otot jantung


2. Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar
3. Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung, pancreas dan usus
4. Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat
5. Serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit
6. Mempertahankan tonus semua otot sadar.

Sistem Parasimpatis

Saraf cranial otonom adalah saraf cranial 3, 7, 9, dan 10. Saraf ini merupakan
penghubung, melalui serabut – serabut parasimpatis dalam perjalanan keluar dari otak menuju
organ – organ sebagian dikendalikan oleh serabut – serabut menuju iris. Dan dengan demikian
merangsang gerakan – gerakan saraf ke -3 yaitu saraf okulomotorik.

Saraf simpatis sacral keluar dari sumsum tulang belakang melalui daerah sacral. Saraf
– saraf ini membentuk urat saraf pada alat – alat dalam pelvis dan bersama saraf – saraf
simpatis membentuk pleksus yang mempersarafi kolon rectum dan kandung kemih.

Refleks miksi juga menghilang bila saraf sensorik kandung kemih mengalami
gangguan. System pengendalian ganda ( simpatis dan parasimpatis ). Sebagian kecil organ
dan kelenjar memiliki satu sumber persarafan yaitu simpatis atau parasimpatis. Sebagian besar
organ memiliki persarafan ganda yaitu : menerima beberapa serabut dari saraf otonom sacral
atau cranial. Kelenjar organ dirangsang oleh sekelompok urat saraf ( masing – masing bekerja
berlawanan ).

Dengan demikian penyesuaian antara aktivitas dan tempat istirahat tetap


dipertahankan. Demikian pula jantung menerima serabut – serabut ekselevator dari saraf
simpatis dan serabut inhibitor dari nervus vagus. Saluran pencernaan memiliki urat saraf
ekselevator dan inhibitor yang mempercepaT dan memperlambat peristaltic berturut – turut.

Fungsi serabut parasimpatis :

1. Merangsang sekresi kelenjar air mata, kelenjar sublingualis, submandibularis, dan kelenjar
– kelenjar dalam mukosa rongga hidung.
2. Mmepersarafi kelenjar air mata dan mukosa rongga hidung, berpusat di nuclei lakrimalis,
saraf – sarafnya keluar bersama nervus fasialis.
3. Mempersarafi kelenjar ludah ( sublingualis dan submandibularis ), berpusat di nucleus
salivatorius superior, saraf – saraf ini mengikuti nervus VII
4. Mempersarafi parotis yang berpusat di nucleus salivatoris inferior di dalam medulla
oblongata, saraf ini mengikuti nervus IX
5. Mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru – paru, gastrointestinum, ginjal,
pancreas, limfa, hepar, dan kelenjar suprarenalis yang berpusat pada nucleus dorsalis
nervus X
6. Mempersarafi kolon desendens, sigmoid, rectum, vesika urinaria dan alat kelamin,
berpusat di sacral II, III, IV.
7. Miksi dan defekasi pada dasarnya adalah suatu reflex yang berpusat di kornu lateralis
medulla spinalis bagian sacral. Bila kandung kemih dan rectum tegang miksi dan defekasi
secara reflex. Pada orang dewasa reflex ini dapat dikendalikan oleh kehendak. Saraf yang
berpengaruh menghambat ini berasal dari korteks di daerah lotus parasentralis yang
berjalan dalam traktus piramidalis.
Anatomi Peredaran Darah Otak

Darah mengangkut zat asam, makanan dan substansi lainnya yang diperlukan bagi fungsi jaringan
hidup yang baik. Kebutuhan otak sangat mendesak dan vital, sehingga aliran darah yang konstan
harus terus dipertahankan. Suplai darah arteri ke otak merupakan suatu jalinan pembuluhpembuluh
darah yang bercabang-cabang, berhubungan erat satu dengan yang lain sehingga dapat menjamin
suplai darah yang adekuat untuk sel. 1) Peredaran Darah Arteri Suplai darah ini dijamin oleh dua
pasang arteri, yaitu arteri vertebralis dan arteri karotis interna, yang bercabang dan
beranastosmosis membentuk circulus willisi. Arteri karotis interna dan eksterna bercabang dari
arteri karotis komunis yang berakhir pada arteri serebri anterior dan arteri serebri medial. Di dekat
akhir arteri karotis interna, dari pembuluh darah ini keluar arteri communicans posterior yang
bersatu kearah kaudal dengan arteri serebri posterior. Arteri serebri anterior saling berhubungan
melalui arteri communicans anterior. Arteri vertebralis kiri dan kanan berasal dari arteria subklavia
sisi yang sama. Arteri subklavia kanan merupakan cabang dari arteria inominata,sedangkan arteri
subklavia kiri merupakan cabang langsung dari aorta. Arteri vertebralis memasuki tengkorak
melalui foramen magnum, setinggi perbatasan pons dan medula oblongata. Kedua arteri ini bersatu
membentuk arteri basilaris.
Peredaran Darah Vena

Aliran darah vena dari otak terutama ke dalam sinus-sinus duramater, suatu saluran pembuluh
darah yang terdapat di dalam struktur duramater. Sinus-sinus duramater tidak mempunyai katup
dan sebagian besar berbentuk triangular. Sebagian besar vena cortex superfisial mengalir ke dalam
sinus longitudinalis superior yang berada di medial. Dua buah vena cortex yang utama adalah vena
anastomotica magna yang mengalir ke dalam sinus longitudinalis superior dan vena anastomotica
parva yang mengalir ke dalam sinus transversus. Vena-vena serebri profunda memperoleh aliran
darah dari basal ganglia (Wilson, et al., 2002). Gambar 2.4 Circulus Willi
ANATOMI MATA

1. Rongga Orbita

Rongga orbita adalah rongga yang berisi bola mata dan terdapat 7 tulang yang membentuk
dinding orbita yaitu: os.lakrimal, os.etmoid, os. sfenoid, os. frontal, os. maksila, os. palatina, os.
zygomaticum.

Dinding orbita terdiri atas tulang:

1. Atap atau superior: os. frontal

2. Lateral: os. frontal, os. zygomaticum, ala magna os. sfenoid

3. Inferior: os. zygomaticum, os. maksila, os. palatina

4. Nasal: os. maksila, os. lakrimal, os. etmoid.


2. Otot Penggerak
Mata
Mm. Ekstrinsik Bulbi
m. rectus lateral :
menggerakkan bola
mata kearah lateral/
temporal; N. VI
m. rectus medial : menggerakkan bola mata kearah medial/ nasal; N. III
m. rectus superior : menggerakkan bola mata keatas; N.III
m. rectus inferior : menggerakkan bola mata kebawah; N. III
m. obliquus superior : menggerakkan bola mata kesamping BAWAH; N. IV
m. obliquus inferior : menggerakkan bola mata kesamping ATAS; N. III

Mm. Intrinsik Bulbi


m. sphincter pupilae : kontraksi--> myosis, relaksasi--> midriasis; N. III
m. dilatator pupilae : kontraksi--> midriasis(pupil melebar); serabut parasympatis setinggi
cervical
m. ciliare : kontraksi--> zonula zinii mengendur--> akomodasi(lensa crystelina mencembung),
N. III
Otot pada palpebra
m. orbiculari oculi : untuk menutup
mata, N. VII (spt kait untuk
menutup)
m. levator palpebra : untuk
membuka mata, N. III

3. Palpebra, Sistem Lakrimal, dan


Konjungtiva

Palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang
membentuk film air mata di depan kornea. Palpebra mempunyai lapis kulit yang tipis pada bagian
depan sedang di bagian belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva tarsal.

Pada kelopak terdapat bagian-bagian:

- Kelenjar seperti: kelenjar sebasea, kelenjar moll, kelenjar zeis, kelenjar Meibom

- Otot seperti: M. orbikularis okuli, M. levator palpebra

- Tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar di dalamnya

- Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosis merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak
depan

- Pembulu darah yang memperdarahinya a. palpebra


- Persarafan sensorik kelopak mata atas didapatkan dari ramus frontal N.V, sedang kelopak mata
bawah oleh cabang ke 2 dari N.V.

Sistem lakrimal terdiri atas 2 bagian yaitu:

- Sistem produksi atau glandula lakrimal

- Sistem ekskresi yang terdiri atas pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal, dan
duktus nasolakrimal

Konjungtiva merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang.
Konjungtiva terdiri atas 3 bagian, yaitu:

1. Konjungtiva palpebra yang menutupi tarsus

2. Konjungtiva bulbi menutupi sklera

3. Konjungtiva forniks (tempat peralihan konjungtiva palpebra dan konjungtiva bulbi)

4. Anatomi Bola Mata

Bola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal 24 mm. Bola mata dibungkus oleh 3
lapisan jaringan, yaitu:
1. Sklera

2. Jaringan uvea (jaringan vaskular) yang terdiri atas iris, badan siliar, dan koroid.

3. Retina

Bagian-bagian pada organ mata bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke
otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah:
 Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.
 Sklera
Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata- rata 1 milimeter
tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter.
 Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar
sklera.
 Pupil dan iris
Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang
masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan
yang gelap, dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh
iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian
yang berwarna pada mata.
 Lensa mata
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata
adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina.
Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis.
Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan
menebal.
 Lapisan koroid : lapisan tipis di dalam sklera yang berisi pembuluh darah dan suatu bahan
pigmen, tidak menutupi kornea.
 Retina atau Selaput Jala
Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang
disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
 Saraf optik
Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak.
 Bintik buta : cakram optik yang merupakan bagian fovea dekat hidung, merupakan tempat
percabangan serat saraf dan pembuluh darah ke retina, tidak mengandung sel batang
ataupun kerucut, terletak pada region sekitar 13̊ – 18̊.
 Humor aqueous : cairan jernih dan encer yang mengalir di antara lensa dan kornea (mengisi
segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan
oleh prosesus siliaris.
 Humor vitreous : gel transparan / cairan kental yang terdiri dari bahan berbentuk serabut,
terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).

5. Vaskularisasi dan Inervasi Mata

Pemasok utama orbita dan bagian-bagiannya berasal dari arteri ophtalmica, yaitu cabang besar
pertama arteri karotis interna bagian intrakranial. Cabang ini berjalan di bawah nervus optikus dan
bersamanya melewati kanalis optikus menuju ke orbita. Cabang intraorbital pertama adalah arteri
sentralis retina, yang memasuki nervus optikus sebesar 8-15 mm di belakang bola mata. Cabang-
cabang lain arteri oftalmika adalah arteri lakrimalis, yang memvaskularisasi glandula lakrimalis
dan kelopak mata atas, cabang-cabang muskularis ke berbagai otot orbita, arteri siliaris posterior
longus dan brevis, arteri palpebra medialis ke kedua kelopak mata, dan arteri supra orbitalis serta
supra troklearis.
Arteri siliaris posterior brevis memvaskularisasi koroid dan bagian nervus optikus. Kedua arteri
siliaris longus memvaskularisasi badan siliar, beranastomosis satu dengan yang lain, dan bersama
arteri siliaris anterior membentuk sirkulus arteriosus major iris. Arteri siliaris anterior berasal dari
cabang-cabang muskularis dan menuju ke muskuli rekti. Arteri ini memvaskularisasi sklera,
episklera, limbus, konjungtiva, serta ikut membentuk sirkulus arteriosus major iris.
Drainase vena-vena di orbita terutama melalui vena oftalmika superior dan inferior, yang juga
menampung darah dari vena verticoasae, vena siliaris anterior, dan vena sentralis retina. Vena
oftalmika berhubungan dengan sinus kavernosus melalui fisura orbitalis superior dan dengan
pleksus venosus pterigoideus melalui fisura orbitalis inferior.
Saraf yang bertangung jawab terhadap mata manusia adalah saraf optikus (Nervus II). Bagian
mata yang mengandung saraf optikus adalah retina. Sedangkan saraf yang menggerakkan otot
bola mata adalah saraf okulomotoris (Nervus III), saraf ini bertanggungjawab terhadap
pergerakan bola mata, membuka kelopak mata, dan mengatur konstraksi pupil mata. Saraf
lainnya yang mempengaruhi fungsi mata adalah saraf lakrimalis yang merangsang dalam
pembentukan air mata oleh kelenjar air mata. Kelenjar Lakrimalis terletak di puncak tepi luar
dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer.

HISTOLOGI MATA

Lapisan bola mata dari luar-dalam:

1. Tunika fibrosa
– Depan: Kornea

– Belakang: sklera

2. Tunika vaskulosa

– Depan: choroid

– Belakang: Badan ciliaris

3. Tunika neural

– Depan: Retina pars optica

– Belakang: Retina pars ciliaris & retina pars iridika

4. Lensa mata

– Di belakang iris berupa bangunan oval warna merah

– Ruangan di dpn lensa di belakang iris= kamera okuli posterior

Lapisan Fibrosa

1. Sklera
– Ketebalan rata2 0,5 mm
– Tdd jaringan Ikat padat kuat
– Di posterior sklera menebal kira2 sebesar 1mm
– Di regio yg berdekatan dengan choroid: kurang padat dengan serabut kolagen yang
lebih tipis, lebih banyak fibroblas, serat elsatin, dan melanosit

2. Kornea (1/6 anterior mata)

– Tidak berwarna dan transparan

– Tdd 5 lapisan:

• Epitel skuamosa eksternal berlapis paling luar, berupa epitel berlapis


gepeng tanpa lapisan tanduk

• Membran limitans anterior (membran bowman, membran basal epitel


berlapis) lap.homogen tipis tepat di bawah epitel, terdiri atas serat-serat
kolagen halus

• Stroma bag.kornea yg paling tebal, terdiri dari serat kolagen yg lebih


kasar daripada membran Bowman.

• Memban limitans posterior (membran descemet, membran basal endotel)

• Endotel skuamosa internal selapis  lap.kornea yang paling dalam terdiri


dari epitel selapis gepeng atau kuboid rendah. Membatasi ruang kamera
okuli anterior.
1. Limbus kornea
– Tempat pertemuan antara tepian kornea dengan sklera
– Lebar 1,5-2mm
– Bagian luar diliputi epitel konjungtiva bulbi berupa epitel berlapis silindris dengan
lamina propria di bawahnya

Tunika vaskulosa

1. Choroid

– Lapisan yang sangat vaskular pd 2/3 posterior mata


– Jaringan ikat longgar bervaskular yg banyak mengandung serat kolagen dan elastin,
fibroblas, melanosit (memberikan warna hitam), makrofag, limfosit, sel mast, dan
sel plasma

– Bagian luar yang berhubungan dengan sklera lamina suprachoroidalis

– Bagian dalam choroid lamina chariocapillaris. >PD untuk nutrisi&pemeliharaan


retina

– Membran Bruch lapisanhialin amorf tipis yang memisahkan lapisan koriokapiler


dari retina

2. Badan Siliar

– Merupakan suatu cincin tebal jaringan yang terdapat di dalam bagian anterior
sklera

– Terdapat di pangkal iris, menonjol ke dalam kamera okuli posterior

– Terdapat zonula siliaris Zinii kumpulan serat penggantung lensa mata

3. Iris

– Pada permukan yang menghadap kamera okuli anterior dilapisi sel stroma tidak
beraturan

– Permukaan yangmenghadap kamera okuli posterior dilapisi 2 lapis sel epitel


berpigmen yang merupakan bagian dari retina pars iridika

– Di bagianDekat pupil terdapat berkas otot polos sfingter pupillae


Tunika neural

– Lapisan pleksiform dalam: dibentuk oleh sinaps antara sel bipolar, sel amakrin dan
sel ganglion

– Lapisan serat n.optikus: dibentuk oleh akson sel ganglion

– Membran limitans interna: membran basalis sel Muller yg memisahkan retina dari
korpus vitreum
– Fovea sentralis atau bintik kuning: bagianretina yang tipis sehingga membentuk
cekungan. Karna lapisan ini hanya terdiri dari sel kerucut saja. Cekungann yang
lain papil n.optikus (tempat keluarnya n.optikus dari bola mata). Cekungan yang
terakhir bintik buta

Palpebra

• Kulit

– Luar : sama dengan kulit tipis pada umumnya

– Dalam : epitel berlapis silindris dengan sel goblet


• Dermis

– Di ujung palpebra lebih padat & punya papil dermis lebih tinggi

– Tempat tumbuh bulu mata

– Di belakang & di antara folikel2 bulu mata ada kelenjar apokrin yang muara nya
pada folikel bulu mata kelenjar moll

• Otot lingkar mata/ Muskulus orbicularis oculi jaringan otot rangka

– Berkas2 serat otot berada di belakang saluran keluar kelenjar meibom (muskulus
siliaris riolani)

• Tarsus jarigan fibrosa yang menjadi kerangka kelopak mata yang terdapat di tengah
palpebra

– Di tarsus terdapat untaan kelenjar sebasea kelenjar meibom


Kelenjar lakrimalis

• Merupakan kelenjar eksokrin kompleks, tubuloalveolar, bercabang, serosa.

RAPD (RELAIVE AFFERENT PUPIL DEFECT)

Rapd adalah gejala medis yang di dapatkan saat pemeriksaan swinging flashlight test yang mana
pupil kurang berkontriksi apabila cahaya diayun(swing)dari mata normal ke mata tidak normal .
Uji RAPD ini untuk mengetahui apaka serabut aferen penglihatan berfungsi baik dengan melihat
reaksi pupil langsung atau tidak langsung pada kedua mata .

Dasar pemeriksaan RAPD


Pada saat mata yang sehat,reaksi pupil terhadap mata kanan dan kiri adalah berhubungan.
Atau,apabila suatu cahaya disinari tak dijauhkan,kedua pupil mata akan melebar/dilatasi secara
bersamaan
Setelah cahaya disinari tadi dijauhkan,keedua pupil mata akan melebar/dilatasi secara bersamaan
Ini juga disebut consensual ligt reflex .

Jalur aferen(merah)
Implus saraf yang menghantar dari pupil ke otak
sepanjang nervus optikus apabila cahaya disinari
pada mata

Jalur eferen (Biru)


Implus yang dihantar kembali dari mid-brain kedua
pupil melalui cilary ganglion dan nervus cranial
III(Saraf okulomotor0,hingga menyebabkan kedua
pupil berkontriksi,walaupun hanya satu bola mata
yang distimulasi dengan cahaya.

CARA MELAKUKAN TEST


Swinging light test
1.Gunakan lampu/penlight yang terang.Pemeriksaan dilakukan pada kamar semi gelap.
2.Pasien diminta untuk melihat pada satu arah
3.Lampu digerakkan ke samping hingga ke bola mata
4.Pastikan jarak cahaya yang disinsari sama pada mata untuk memastikan stimulus cahaya sama
pada kedua bola mata.
5.Kekalkan cahaya selama 3 detik hingga ukuran pupil stabil
6. gerakkan penlight pada ,ata yang disebelahnya Tunggu hingga 3 detik
RAPD (+) : Menindikasikan bahwa terdapat lesi saraf pada jalur visual anterior

Grade
 +1 :Melemanya awal penyempitan pupil yag dilanjutkan dengan pelebaran
 +2 :Pupil tidak penyempit lalu dilanjutkan dengan pelebaran
 +3 : Dilatasi pupil secara langsung
 +4 : Tidak bereaksi terhadap cahaya –Amaurotic pupil
Kondisi yang berhubungan dengan RAPD
A) Unilateral optic nerve disease
i. Anterior ischemic optic neorophaty
ii. Arterictic (Giant Cell Arteritis) and Non Arteritic
iii. Optic neuritis
iv. Commpressive optic neuropaty:
 Optic nerve tumor
 Traumatic optic neuropaty
 Asymmetric glaucoma
 Homonymous hemianopsia
B) Retinal Condition
 Central retinal arterial occlusiom
 Branch retinal arterial occlusion
 Ischemic central retinal vein occlusionZZ
 Retinal detachment,greater RAPD if involving macula.