Sie sind auf Seite 1von 37

POSISI OMI

DALAM DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI


KAITAN OMPI – TI
SISTEM KORPORAT

SISTEM SISTEM SISTEM


PERSONALIA MANAJEMEN FINANSIAL

SISTEM MANUFAKTUR

SISTEM PRODUKSI

SISTEM MANAJEMEN
PRODUKSI
PERENCANAAN PENGENDALIAN
DISAIN PRODUKSI PRODUKSI PEMASARAN

MANUFACTURING PRODUCTION

aliran material aliran material

QUALITY ASSURANCE

2
STUDY OF MANUFACTURING
Requires a framework which integrates the different aspects
in an effective manner:
Technical Aspects
Commercial Aspects
Managerial Aspects

Technical Aspects: This deals with Science, Engineering


and Technology issues of manufacturing

Typical examples:
Properties of material, Casting process
Failure of component, Cutting technology, etc.

3
STUDY OF MANUFACTURING

Commercial Aspects: This deals with marketing, legal,


financial, human resource issues of manufacturing
Typical examples:
Unit manufacturing cost, Productivity of labor
Work place health and safety regulations, etc.

Management: The management of manufacturing adds


an additional dimension and this needs to be done at two
levels:
Strategic (medium - long time frame)
Operational (short - medium time frame)
These need to be properly coordinated

4
STUDY OF MANUFACTURING

5
STUDY OF MANUFACTURING
Level 1: Process Level: Mainly scientific and technical aspects
3 key elements:
Inputs: Material, Labor, Technology, Finance
Outputs: Products (Services), Revenue, Profit, Pollution
Processes: Transformation of inputs to outputs

Level 2: Operations Level: Combines both technical &


commercial aspects
6 key elements:
Planning: Materials Flow, Scheduling of Jobs, Machine
Maintenance, etc.
Marketing: Pricing, Promotion, Post-Sales (warranties), etc.
Environmental: Environmental Impacts of Processes and
Products
6
STUDY OF MANUFACTURING
Level 2: Operations Level
6 key elements:
Accounting: Unit cost, Life Cycle Cost, etc.
Human Resource: Organizational Structure, Work Force,
Training, etc.
Legal: Product Liability, Occupational & Health Safety Act, etc.

Level 3: Strategic Level: Combines both technical and


commercial aspects
6 key elements:
New Technologies: Material and Processes, Technology
Transfer, etc.
Research & Development: New Product Development
New Markets: Needed for Growth
7
STUDY OF MANUFACTURING
Level 3: Strategic Level: Combines both technical and
commercial aspects
6 key elements:
Partnerships: Core Competence
Finance: Capital, Venture Capital, etc.
Socio/Political: Broader Societal Issues

8
PENGERTIAN TEKNIK INDUSTRI
KRITERIA UMUM AKREDITASI ABET

Students
Program Educational Objectives
Program Outcomes
Continuous Improvement
Curriculum
Faculty
Facilities
Support
Program Criteria

10
KRITERIA UMUM AKREDITASI ABET
Program Outcomes:
Engineering programs must demonstrate that their students
attain the following outcomes:

an ability to apply knowledge of mathematics, science,


and engineering
an ability to design a system, component, or process to
meet desired needs within realistic constraints such as
economic, environmental, social, political, ethical, health
and safety, manufacturability, and sustainability
an ability to use the techniques, skills, and modern
engineering tools necessary for engineering practice.
11
DEFINISI TEKNIK INDUSTRI (TURNER, ET.AL., 1993)
Industrial Engineering is concerned with the Design, Improvement,
and Installation of Integrated Systems of people, material,
information, equipment & energy.

It draws upon specialized knowledge & skill in the Mathematical,


Physical, and Social Sciences together with the Principles and
Methods of Engineering Analysis and Design to specify,
predict and evaluate the results to be obtained from such system

Object Knowledge Skill Result Job

12
KRITERIA KHUSUS AKREDITASI ABET

Curriculum:

The program must demonstrate that graduates have the


ability to design, develop, implement, and improve
integrated systems that include people, materials,
information, equipment and energy.

The program must include in-depth instruction to


accomplish the integration of systems using appropriate
analytical, computational, and experimental practices.

13
WHAT DESIGN IE DO ?

Integrated System

Industrial System
(Manufacturing System)

Human Activity Management Control


System System

14
HUMAN ACTIVITY SYSTEM

Manufacturing Process
Material and All Other Resources
Machines and Equipment
Methods by Which Workers Perform Task
Layout of Facilities and Specification of Material Flow
Material Handling Equipment and Procedures
Workplace Design
Storage Space Size and Location
Procedures for Maintenance and House Keeping
Safety Procedures
15
MANAGEMENT CONTROL SYSTEM

Management Planning System


Forecasting Procedures
Budgeting and Economic Analysis
Wage and Salary Plans
Inventive Plans and Other Employee Relation System
Recruiting, Training, and Placement of Employee
Material Requirement Planning
Inventory Control, Production Scheduling
Dispatching

16
MANAGEMENT CONTROL SYSTEM

Progress & status reporting


Corrective action procedures
Information system
Quality control system
Cost control and reduction
Resources allocation
Organization design
Decision support system

17
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP OMI
KONSEP DASAR MANAJEMEN
Persoalan Dasar Manajemen:
 Ketidakpastian: ketidaklengkapan informasi mengenai masa depan
 Keterbatasan: keterbatasan sumber daya

19
KONSEP DASAR MANAJEMEN
Ketidakpastian: ketidaklengkapan informasi mengenai masa depan

20
KONSEP DASAR MANAJEMEN
Ketidakpastian: ketidaklengkapan informasi mengenai masa depan

21
EVOLUSI TEORI MANAJEMEN
Manajemen Klasik Revolusi Industri (Inggris) (1780)

Asumsi: Manusia sebagai bagian


atau eksistensi dari sebuah mesin Taylor - Scientific Management
Manusia adalah mahluk rasional- Pembagian Pekerjaan, Studi
ekonomis Waktu, One Best Method

Fayol - Administration
Industrielle Generale: 5 elemen
administrasi &
14 prinsip manajemen

Weber - Organisasi Birokrasi


7 karakteristik birokrasi

Mayo - Eksperimen Hawthorne


Manajemen Neo-Klasik (1924)
Kecenderungan kearah hubungan
antar manusia
Asumsi: Manusia adalah mahluk
psiko-sosial Pendekatan Behavioral

Maslow – Hierarkhi Kebutuhan


(Motivasi)

Mc Gregor – Teori pandangan


terhadap Manusia

Herzberg – Teori 2 Faktor

Leadership Theory:
Likert, Lewin, Hersey &
Blanchard’s, Managerial Grid

Manajemen Modern Pendekatan Kuantitatif

Asumsi: Manusia adalah bagian Pendekatan Sistem


kelompok (tim)
Organisasi sebagai sistem terbuka
22
FUNGSI MANAJEMEN

Fungsi Topik Metode


Penyusunan Apa yang diperlukan. Jalur tindakan apa Sasaran manajemen,
rencana yang patut dipilih. Kapan itu dilakukan. acuan manajemen,
Bagaimana penerapannya. strategi manajemen,
(planning) prosedur, metode

Pembentukan Di mana tindakan patut dilakukan. Siapa Pembagian tugas,


organisasi yang patut melaksanakan pekerjaan tersebut. penempatan tugas,
(organizing) penerapan otoritas

Pengendalian Mengapa, bagaimana anggota kelompok Leadership, kreativitas


(directing, masing-masing melaksanakan tugasnya peningkatan kemampuan
actuating) diri, motivasi, bonus,
insentif

Kontrol (controlling) Kapan, di mana, dan bagaimana tindakan Bonus, perbandingan,


yang mematuhi rencana dilaksanakan biaya, anggaran

23
DASAR TEORI ORGANISASI
 Struktur Organisasi:
 Bentuk organisasi secara keseluruhan
 Digambarkan pada organigram (Skema Organisasi)

 4 komponen dasar struktur organisasi:


1. Pembagian tugas (tanggung jawab) pada individu (bagian)
2. Hubungan pelaporan resmi, hirarki, rentang kendali
3. Pengelompokan individu menjadi bagian organisasi
4. Sistem hubungan, komunikasi, koordinasi, integrasi, vertikal maupun
horisontal

 Komponen 1, 2 dan 3: statis, tampak pada struktur organisasi


 Komponen 4: dinamis, tidak tampak 24
DASAR TEORI ORGANISASI

Skema Organisasi

Pimpinan Perusahaan

Kepala Bagian Kepala Bagian


Kepala Bagian
Administrasi dan Pemasaran
Produksi
Keuangan

Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi Kepala Seksi


Pengendalian Mutu Produksi Logistik Perawatan

25
DASAR TEORI ORGANISASI
Appropriateness:
sarana mempermudah pelaksanaan
Atribut: proses penetapan tujuan

Adequacy:
sarana mempermudah pemecahan large
proportion of problem

Effectiveness:
sarana untuk mengerjakan sesuatu hasil
yang tepat

Efficiency:
sarana untuk mengerjakan sesuatu
secara tepat dengan pengorbanan
minimum

26
DASAR TEORI ORGANISASI
Definisi Organisasi
(Pendekatan Modern, Daft)

Suatu kesatuan sosial dari sekelompok individu yang saling berinteraksi menurut suatu pola yang
terstruktur dengan cara tertentu sehingga setiap anggota organisasi mempunyai tugas dan fungsinya
masing-masing, dan sebagai kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan juga mempunyai batas-batas
jelas sehingga organisasi dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya
27
EVOLUSI TEORI ORGANISASI
Pendekatan Klasik, Neo Klasik Dan Modern

KLASIK NEO KLASIK MODERN

Manusia = Mahluk Manusia = Mahluk Perhatian pada kelompok


Rasional Psikososial individu

Tidak mampu Mampu menentukan


Mampu menentukan
menentukan anatomi anatomi organisasi
anatomi organisasi
organisasi (secara makro)

Fokus perhatian : Fokus perhatian :


Fokus perhatian:
Anatomi organisasi/ Hubungan organisasi
Hubungan antar manusia
jumlah personil dengan lingkungan

Organisasi = Sistem Organisasi = Sistem Organisasi = Sistem


Tertutup Tertutup Terbuka

28
EVOLUSI TEORI ORGANISASI

29
EVOLUSI TEORI ORGANISASI

30
EVOLUSI TEORI ORGANISASI
Evolusi Organisasi
Date Form Description
1850 Owner-managed Small companies, generally making one product for a regional
market, are controlled by one person who performs many
administrative tasks
1880 Vertical Companies grow larger and hire more managers, each to
oversee a stage of chain from raw material to finished
product
1900 Divisional Large companies organize around a series of vertical chains
of command to manage each product, or group of related
products, that the company makes
1950 Matrix Large companies with vertical structures add a second,
informal reporting chain that links managers with allied
responsibilities or managers working together on temporary
projects
2000 Network Small central organizations rely on other companies and
suppliers to perform manufacturing, distribution, marketing, or
other crucial business functions on a contract basis

(Wilson & Dobrzynski, 1986)


31
EVOLUSI TEORI ORGANISASI
Changing Forms of Organization

(Gareth Morgan’s Organizations, 1989)

32
DIMENSI ORGANISASI
• Formalisasi
• Spesialisasi
• Standardisasi
Struktural • Sentralisasi
(karakteristik • Hierarkhi Otoritas
internal
organisasi) • Kompleksitas
• Profesionalisme
• Konfigurasi

Kontekstual
• Ukuran Organisasi
(karakteristik
keseluruhan • Teknologi Organisasi
organisasi dalam • Lingkungan
lingkungan)

33
DIMENSI ORGANISASI
Dimensi Struktural:
1. Formalisasi: tingkat penggunaan dokumen tertulis dalam organisasi
yang sebenarnya menggambarkan corak dari perilaku dan kegiatan
organisasi
2. Spesialisasi: derajat pembagian kerja/tugas dalam organisasi
3. Standardisasi: derajat kesamaan cara (prosedur) dalam pelaksanaan
kegiatan-kegiatan organisasi
4. Sentralisasi: corak pembagian menurut tingkatan (hirarkhi) dalam
organisasi, diperlihatkan oleh jenis keputusan yang boleh ditetapkan
pada setiap tingkatan
5. Hierarkhi Otoritas: pola pembagian kekuasaan serta rentang kendali

34
DIMENSI ORGANISASI
Dimensi Struktural:
6. Kompleksitas: banyak kegiatan (sub sistem) dalam organisasi
 Vertikal: jumlah tingkatan yang ada pada organisasi
 Horizontal: pembagian kegiatan secara horizontal menjadi bagian-
bagian yang secara vertikal berada pada tingkatan yang sama
7. Profesionalisme: tingkat pendidikan formal maupun tidak formal yang
secara rata-rata dimiliki oleh anggota organisasi
8. Konfigurasi: bentuk pembagian anggota organisasi pada bagian-bagian
baik secara vertikal maupun secara horizontal

35
DIMENSI ORGANISASI

Dimensi Kontekstual:
1. Ukuran Organisasi: besarnya organisasi, seringkali dinyatakan dengan
jumlah anggota organisasi
2. Teknologi Organisasi: jenis dari tingkatan teknologi yang digunakan
pada sistem produksi suatu organisasi
3. Lingkungan: keadaan semua elemen lingkungan yang terdapat di luar
batas-batas organisasi terutama yang berpengaruh kuat terhadap
organisasi

36
TERIMAKASIH