You are on page 1of 70

GEOGRAFI PEMBANGUNAN DAN

PENATAAN RUANG
(MATRIKULASI S2 LINGKUP GEOGRAFI)
Yogyakarta, 2 Agustus 2016)
• LUTHFI MUTA’ALI
- Bidang Keahlian : Pengembangan Wilayah, Tata
Ruang dan Pengelolaan Lingkungan, Ekonomi
Regional
• RT05 RW 55 Krapyak, Wedomartani, Ngemplak,
Sleman, DIY. 55844
• Fakultas Geografi UGM
Bulaksumur – Yogyakarta 55281
telp/fax 0274 589595
HP 0813287600117
• Email : luthfimutaali@ugm.ac.id
luthfi.mutaali@gmail.com
GEOGRAFI PEMBANGUNAN
(TEMA-TEMA OLIMPIADE GEOGRAFI NASIONAL DAN INTERNASIONAL)

OLIMPIADE GEOGRAFI NASIONAL INTERNATIONAL GEOGRAPHY OLYMPIAD


1. Iklim dan Perubahan Iklim 1. climate & climate change
2. Kebencanaan dan Manajemen Bencana 2. hazards & hazard management
3. Sumber Daya dan Manajemen Sumber Daya 3. resources & resource management
4. Geografi Lingkungan dan Pembangunan 4. environmental geography & sustainable
Berkelanjutan development
5. Geomorfologi dan Penggunaan Lahan 5. landforms, landscapes & land use
6. Geografi Pertanian dan Permasalahan 6. agricultural geography & food problems
Pangan
7. population & population change
7. Kependudukan dan Dinamika Penduduk
8. economic geography & globalisation
8. Geografi Kota, Peremajaan Kota, dan
Perencanaan Kota 9. DEVELOPMENT GEOGRAPHY & SPATIAL
9. GEOGRAFI PEMBANGUNAN DAN TEORI INEQUALITY
KERUANGAN 10. urban geography, urban renewal &
10. Pariwisata dan Manajemen Pariwisata urban planning
11. Geografi Ekonomi dan Globalisasi 11. tourism & tourism management
12. Geografi Budaya dan Identitas Regional 12. cultural geography & regional identities
Sebutkan isu-isu Pembangunan yang terkait dengan 3 pendekatan Geografi ?
PENGABDIAN ALUMNI GEOGRAFI S1
FAKULTAS GEOGRAFI UGM
ESTIMASI KEBUTUHAN PERSONIL GEOGRAF
TINGKAT
KABUPATEN TINGKAT PROPINSI / TINGKAT
INTERNATIONAL
REGIONAL (34) NASIONAL
LEMBAGA ( ± 400 )
Potensi Potensi Aktua Potensi
Aktual Potensial Aktual Aktual
al al l al
 Pemerintah + badan
15 ≤5 50 ≤ 30 400 <200 80 < 40
usaha pemerintah

 Perguruan tinggi - - 25 ± 15 - - - -

 Swasta / konsultan /
5 <5 20 ± 10 300 ? - -
legislatif
Jumlah 8.000 ? 3.230 ? 700 ? 80 ?

 kebutuhan geograf = 12.010 orang Prediksi Ketua IGEGAMA


lama kerja = 25 tahun
Kebutuhan rerata = 480 orang per tahun
Catatan :
- Lembaga tingkat kabupaten : Bappeda, BPN, Tambang, Wisata, LH, Pajak (PBB), Pusat data wilayah, PAM, PLN, Telkom
- Lembaga tingkat propinsi /regional : Bappeda, BPN, Tambang, Kehutanan, Pertanian, Pengairan, Kependudukan/KB, LH,
Kelautan/Perikanan, Perguruan Tinggi, PLN, Telkom, PU/Infra, legislatif
- Lembaga tingkat nasional : Bakosurtanal, BPN, Bangda, BPPT, LIPI, LAPAN, PU, Kehutanan, Pertanian, Kelautan,
Transmigrasi, Pajak, Perhubungan, Pertambangan, Pendidikan, Tenaga kerja/KB, Statistik,
TNI (AD, AU, AL), Migas, PLN, Telkom, Suaka alam, BMKG
Perusahaan Tambang, Hutan, Perkebunan, Konsultan, NGO, Vendor (alat, software, citra/data)
- Lembaga International : UNDP, FAO, ASEAN, Bantuan asing (USAID, AUSAID,JICA), WWF, Green Peace, IRI
LINGKUP KERJA GEOGRAFI
GEOGRAFI KERJA DIMANA ?
PEMERINTAH (40%) SWASTA (45%)
BAKOSURTANAL Perusahaan Surveyor
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Konsultan Survey dan Pemetaan
Kementrian Pendidikan Nasional (DOSEN dan Guru) Konsultan Ke-PU-an
Kementrian Dalam Negeri (Dirjen BANGDA)
Pemerintah Daerah di Seluruh Indonesia (BAPPEDA)
Konsultan Perkotaan
Kementrian Pekerjaan Umum Perbankan
Kementrian Kehutanan Konsultan Tata Ruang
HANKAM (TNI AD, TNI AL, TNI AU, Kepolisian) Konsultan Lingkungan dan Permukiman
BKKBN Konsultan Kebencanaan
Badan Penanggulangan Bencana (BNPB, BPBD) Konsultan Kependudukan dan Sosial
Kementrian Lingkungan Hidup Perencana Perkebunan
Kementrian Perikanan dan Kelautan
Kementrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja
LSM Lingkungan (WWF, Walhi, dsb)
Kementrian Keuangan (Dirjen Pajak) LSM Pemberdayaan Masyrakat (community
Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral development)
Kementrian Pendidikan Nasional BHMN (Pertamina, Lemigas, PLN)
Kementrian Daerah Tertinggal Perbankkan
Kementrian Perumahan Rakyat Swasta Lainnya (Hotel, Penerbit Buku,
BAPPENAS Pemasaran, Guru Swasta, SDM,dll)
Lembaga-Lembaga Penelitian (BPPT, LIPI, LAPAN,
PUSLITBANGTANAK)

Sumber : Ikatan Geografiwan Gadjah Mada (IGEGAMA)


Pembangunan sebagai jargon,
muncul setelah PD II melalui
Marshall Plan, untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
mengatasi pengangguran,
kemiskinan, ketimpangan
pendapatan
DEFINISI GEOGRAPI TERKAIT
PEMBANGUNAN
• (1) Geografi mempelajari hubungan kausal gejala2 muka
bumi dan peristiwa2 yang terjadi di permukaan bumi
baik fisikal maupun yg. menyangkut makhluk hidup
beserta permasalahannya melalui pendekatan
keruangan, ekologi dan regional untuk kepentingan
program, proses dan keberhasilan pembangunan
(Bintarto, 1985).
• (2) Geografi di Indonesia mempelajari geosfera serta
komponen2nya secara terpadu, holistik, dan sistemik
dalam konteks keruangan, lingkungan serta kompleks
wilayah untuk kepentingan negara, peradaban manusia
dan ilmu pengetahuan atau pembangunan berkelanjutan
berwawasan lingkungan (Sugeng Martopo, 1995).
GEOGRAFI (UNTUK) PEMBANGUNAN
• PENGGUNAAN OBJEK MATERIAL UNTUK
PEMBANGUNAN, Manajemen sumberdaya
wilayah (yang berasal dari objek GEOSFER) baik
yang Positif (potensi sumberdaya) maupun
Negatif (masalah : bencana dan kerusakan
lingkungan) untuk pembangunan (berkelanjutan)
• PENDEKATAN GEOGRAFIS (OBJEK FORMAL) BAGI
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
1. Spasial, penataan ruang untuk pembangunan
2. Ecological, dimensi keberlanjutan lingkungan
3. Regional Complex, distribusi pembangunan adil
(Spatial inequality)
THE SPATIAL TRADITION
The distribution and relationship of mankind over the earth and the spatial
aspects of human activities and use of the earth

• Focuses on where things are and why they are


there
• Asks about patterns of human occupancy of the
earth’s surface
• Abstract concern for patterns, processes,
geometry, movement, etc
• Theoretical & analytical: concerned with
explanation and prediction of the general rather
than description & understanding of the
particular
• Allied with mathematics, economics, psychology,
sociology
ANALISA 5-WH Dalam Pembangunan
• WHAT gejala atau fenomena geosfer
• WHERE distribusi fenomena geosfer
• WHY interaksi, interrelasi, asosiasi,
integrasi
• WHEN dimensi waktu
• WHO subyek (
• HOW intensitas gejala (kualitatif atau
kuantitatif), problem solution.

Tugas (latihan): analisis keruangan kegiatan manusia (human activity) atau


(fenomena geosfer) dengan 5WH
PEMBEDA GEOGRAFI DAN ILMU LAIN
DALAM KAJIAN PEMBANGUNAN
• Geografi mengutamakan distribusi dan variasi
ruang kegiatan dan hasil pembangunan di
permukaan bumi “Focuses on where things
are and why they are there”
• Skala Global : Pembangunan dan distribusi
Negara Maju – Berkembang – Terbelakang
• Skala Nasional : Pembangunan Wilayah
(Regional Development), termasuk di
dalamnya skala yang lebih detil
GEOGRAFI : DISTRIBUSI KERUANGAN INPUT –
PROSES-HASIL PEMBANGUNAN
DISTRIBUSI DAERAH TERTINGGAL
KETIDAKADILAN SPASIAL

• Di Indonesia Juga Terjadi Kejadian Serupa,


Antara Jawa (62%), Sumatera (21%) Dan Luar
Jawa dan sumatera
PERAN GEOGRAFI MENGATASI
MASALAH PEMBANGUNAN
MASALAH UTAMA PEMBANGUNAN
1. Pengangguran,
2. Kemiskinan, dan
3. Kesenjangan (baik kesenjangan antar golongan
penduduk, antar sektor, maupun antar daerah)
4. Kerusakan Lingkungan
INTI PEMBANGUNAN (TUJUAN)
1. Growth
2. Equity BAGAIMANA PERAN GEOGRAFI?

3. Welfare
4. Sustainability
INDIKATOR PEMBANGUNAN
Mengukur keberhasilan/kegagalan pembangunan ?
1. INDIKATOR EKONOMI
- Pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita,
Ketimpangan pendapatan, dll
2. INDIKATOR SOSIAL
- Human Development Indek (HDI), Physical Quality of
Live Index (PQLI)
3. INDIKATOR LAINNYA? (Sesuai Tujuan)
- MDGs (Millinium Development Goals)
- Indek Kebahagiaan
- Indek Negara Gagal
- Indek Keberlanjutan Lingkungan
- Indek kenyamanan Kota, dll
PEMBANGUNAN DI INDONESIA DAN
ISU PEMBANGUNAN REGIONAL
• KEBIJAKAN PEMBANGUNAN (TRIPLE TRACT +)
• PRO GROWTH
• PRO POOR
• PRO JOB
• + PRO ENVIRONMENT
MENGAPA PEMBANGUNAN WILAYAH -AGENDA
OTONOMI DAERAH 1. Pergeseran Paradigma Perencanaan dan Manajemen Pembangunan
2. Tuntutan daerah dan Isu federalisme, Saparatisme, dan Disintegrasi,
(REGIONAL
3. Pemekaran Daerah
MANAGEMENT) 4. Kerjasama antar Daerah (Regionalisasi)
5. Desentralisasi fiskal : Pembiayaan Pembangunan dan Keuangan Daerah
- Minus isu politik 6. Manajemen wilayah : REGIONAL MARKETING

EKONOMI REGIONAL 1. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi


Indonesia (MP3EI)
KETIMPANGAN / 1. Ketimpangan Kota dan desa, wilayah maju dan terbelakang
(tertinggal), KTI dan KBI
KESENJANGAN
2. Ketimpangan sektoral
ANTAR WILAYAH 3. Ketimpangan sosial-ekonomi

KONFIGURASI GEOGRAFI 1. Konfigurasi Negara Kepulauan


dan TATARUANG 2. Keragaman Fisik dan sosial budaya
3. Tata Ruang Wilayah (Implikasi dari UU 26/tahun 2007)
PEMBERDAYAAN 1. Resources Based Development
SUMBERDAYA LOKAL 2. Partisipasi dan kontrol Masyarakat
GLOBALISASI 1. Integrasi sistem ekonomi
2. Perubahan sistem perkotaan
3. Model kerjasama : Segitiga Pertumbuhan Ekonomi (SPE)
4. Local wisdom
BUAT BRANDING GEOGRAFI
ISU RPJM BIDANG WILAYAH TATA RUANG
1. Data dan Informasi Spasial • VISI : Pembangunan daerah diarahkan
pada terwujudnya peningkatan
2. Penataan Ruang kesejahteraan masyarakat (quality of
3. Pertanahan live) masyarakat di seluruh wilayah,
berkurangnya kesenjangan antar
4. Perkotaan wilayah, dan penyerasian pemanfaatan
5. Perdesaan ruang dalam kerangka NKRI
• TUJUAN
6. Ekonomi Lokal dan Daerah 1. Mengurangi disparitas pembangunan
7. Kawasan Strategis antar wilayah dan antar masyarakat
(pemerataan dan keadilan).
8. Kawasan Perbatasan Memberdayakan masyarakat dan
9. Daerah Tertinggal mengentaskan kemiskinan
10.Kawasan Rawan Bencana 2. Menciptakan dan menambah
lapangan kerja
11.Desentralisasi, Hubungan Pusat 3. Meningkatkan pendapatan dan
Daerah, dan Antardaerah kesejahteraan masyarakat daerah
12.Tata Kelola dan Kapasitas 4. Mempertahankan atau menjaga
kelestarian SDA agar bermanfaat bagi
Pemerintahan Daerah generasi sekarang dan masa
mendatang (berkelanjutan)
MP3EI : ISU GEOGRAFI PEMBANGUNAN
Pembangunan berdimensi geografi (wilayah)

Ingat TOL
LAUT
“JOKOWI”?
INTEGRASI EKONOMI DAN DAYA SAING INDONESIA
PENATAAN RUANG SEBAGAI
INSTRUMEN GEOGRAF DALAM
MANAJEMEN PEMBANGUNAN DI
INDONESIA
DIMENSI PENATAAN RUANG DALAN
PEMBANGUNAN WILAYAH

NON
SPASIAL
Penataan Ruang Wilayah
SPASIAL
Strategi Pengembangan Wilayah

Rencana Tata Ruang Wilayah Rencana Pembangunan Jangka


Panjang/Menengah
URGENSI PERENCANAAN
LINGKUNGAN BERBASIS DAYA
DUKUNG LINGKUNGAN

PERENCANAAN
TATA RUANG

PERENCANAAN
LINGKUNGAN
(BERBASIS DAYA
DUKUNG
LINGKUNGAN

PERENCANAAN PERENCANAAN
UMUM SEKTORAL

UU NO. 25 TAHUN 20014 UU NO. 26 TAHUN 2007 UU NO. 32 TAHUN 2009 UU SEKTORAL
(INDUSTRI)
RPJP-N RPJM-N RTRW-N RPPLH-N RIPIN

RPJP-P RPJM-P RTRP-P RPPLH-P RIPIDA-P

RPJP-K RPJM-K RTRP-K RPPLH-K RIPIDA-K

RPJP-Kota RPJM-Kota RTRW-Kota RPPLH-Kota RIPIDA-Kota

UU sektoral dicontohkan sektor industri, tentang Rencana Induk Pembangunan Industri


ANALISIS KESESUAIAN POLA RUANG, RTRW DIY

Oleh : Lutfi Muta’ali.


luthfimutaali@ugm.ac.id
081328760017
Disampaikan Dalam Focus Group Discussion Pembahasan Audit Kesesuaian Pola Ruang RTRW Provinsi DIY.
Diselenggarakan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY
Yogyakarta , 02 Agustus 2016
“ 80% tertundanya investasi masuk di Indonesia
dikarenakan belum tuntasnya penyelesaian Peraturan
Tata Ruang disebagian besar daerah di Indonesia”
(Menko Ekuin. Hatta Rajasa, januari 2012 di Hotel Garuda pada Pertemuan Nasional Ikatan Ahli Perencanaan)

Salah satu penyumbang masalah lambannya masalah


pengesahan tata ruang adalah sinkroninasi peta-peta tata
ruang antar sektor dan antar daerah
(Ketua Pelaksana BKTRN, 2011)

Penataan ruang sebagai instrumen geograf dalam


mengelola bumi dan Peta Tata Ruang adalah
dokumen spasial yang memiliki kekuatan hukum
(Daya Paksa)
(Muta’ali, 2013)
RUANG, WILAYAH, DAERAH, KAWASAN
• RUANG :
wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan, dan ruang
udara sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan
makhluk hidup lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta
memelihara kelangsungan hidupnya (UU Tata Ruang)
• WILAYAH :
ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap
unsur terkait padanya, yang dibatasi oleh lingkup pengamatan
tertentu.
• DAERAH:
suatu teritorial dimana makna dan batasan serta perwatakannya
didasarkan pada kewenangan administrasi pemerintahan
(Propinsi, Kabupaten, Kota, kecamatan, Desa
• KAWASAN :
wilayah yang teritorialnya didasarkan pada pengertian dan
batasan fungsional ( fungsi spesifik). Misal Kawasan pusat kota,
kawasan perdagangan, kawasan hutan, pertambangan, ds
TRADISI SPASIAL “Focuses on where things are and why they are there”
TATA RUANG WILAYAH : mengapa penting?
• MEDIA UNTUK MENGATUR TEMPAT TINGGAL DAN WADAH KEHIDUPAN
KITA UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG KITA INGINKAN
1. EKONOMI (SEJAHTERA)
2. SOSIAL (AKSES DAN ADIL)
3. SPASIAL (PEMBANGUNAN WILAYAH MERATA)
4. LINGKUNGAN (BERLANJUT TERUS MENERUS)
• PROBLEMATIKA LINGKUNGAN (KERUSAKAN LINGKUNGAN, BENCANA,
KONFLIK RUANG, EKONOMI, DLL)
• INSTRUMEN SUSTAINABLE DEVELOPMENT
• TATA RUANG BERKAITAN ERAT DENGAN “HAJAT HIDUP” MASYARAKAT
BESERTA BERLANJUTANNYA.
• TATA RUANG MENUNJUKKAN DIMENSI RUANG ARAH DAN TUJUAN
PEMBANGUNAN, “MAU DI BAWA KEMANA WILAYAH KITA”
• KESELARASAN PEMBANGUNAN NASIONAL DAN DAERAH . MEDIA KISS
PEMBANGUNAN (KOORDINASI, INTEGRASI, SINKRONISASI, SINERGI).
VERTIKAL (ANTAR TINGKATAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DAN
HORISONTAL (ANTAR SEKTOR ANTAR WILAYAH
• RESPON PERKEMBANGAN PERUBAHAN LINGKUNGAN STRATEGIS (GLOBAL,
REGIONAL, NASIONAL);
• TATA RUANG TERKAIT PERCEPATAN PEMBANGUNAN (INVESTASI)
PROBLEM MANAJEMEN
1) Kompetensi SDM, (pendidikan, keterampilan, dan pengalaman) – Informasi Spasial. Birokrasi
dan Perencana;
2) Rendahnya kualitas hasil rencana tata ruang. Manajemen Informasi Spasial. Proses
penyusunan. dinamika wilayah dan masyarakat-nya;
3) Belum diacunya perundangan penataan ruang sebagai payung kebijakan pemanfaatan ruang
bagi semua sektor. Konflik sektoral, Regional. Salah Satunya karena problem Informasi
Spasial (Peta)
4) Inkonsistensi kebijakan terhadap rencana tata ruang serta kelemahan dalam pengendalian
pembangunan.
5) Masih belum lengkapnya alokasi fungsi-fungsi ruang pada skala detil dan operasional yang
secara langsung dapat digunakan untuk pemberian ijin pemanfaatan ruang; KISS INFORMASI
SPASIAL.
6) Masih lemahnya pemenuhan hak dan kewajiban serta peran serta masyarakat dalam
penataan ruang.
7) Masih terbatasnya kompatibilitas dan kesesuaian standar peta yang digunakan dalam
perencanaan tata ruang wilayah pada berbagai macam skala (ketelitian peta), khususnya
peta dasar;
8) Problem teknis materi dari peraturan tentang penataan ruang yang meliputi:
9) Lemahnya penerapan hukum berkenaan dengan pemanfaatan ruang dan penegakan hukum
terhadap pelanggaran berkenaan dengan pemanfaatan ruang.
Detil dan umum
JENIS-JENIS KAWASAN
TERDAPAT DALAM BUKU
ekonomi ekologi
SUBSTANSI RENCANA TATA RUANG WILAYAH
1. POLA RUANG 2. STRUKTUR RUANG

+ KAWASAN STRATEGIS

• MAMPUKAH
MEWUJUDKAN
TUJUAN
PEMBANGUNAN ?
Nilai strategis INFORMASI
GEOSPASIAL
-NSPK Peta-Peta Tata Ruang