You are on page 1of 4

V.

HISTOFISIOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA


1. histology testis
- Testis, terletak dalam skrotum, merupakan organ berpasangan pemroduksi spermatozoa dan testosteron.
- Selagi turun ke skrotum, testis membawa serta sebagian peritoneum. Peritoneum yang terdorong keluar
oleh testis disebut tunika vaginalis

 Tunica vaginalis, membentuk ruang serosa yang melingkupi sisi


anterolateral testis, untuk memungkinkan mobilitas terbatas bagi
testis dalam ruangannya di skrotum.
- Dilapisi capsul, di capsul tersusun atas jaringan ikat collagen irregular (Tunica Albugiena) dan
jaringan ikat longgar yang sangat vaskukar, banyak pembuluh darah (Tunica Vaskulosa)
a. Pada tunica albugiena bagian posterior terdapat bagian menebal disebut mediastinum testis 
septa jaringan ikat  250 lobules testis  1 lobulus, 4 tubulus seminiferus, diliputi oleh
jaringan ikat jarang yang mengandung banyak serat saraf dan pembuluh darah dari tunika
vaskulosa. Jaringan ikat tersebar sel-sel kecil endokrin berupa sel leydig (sel interstisial)

 Tubulus seminiferus
- Terdapat epitel seminiferus  membentuk spermatozoa
- Rete testis (system ruang labirin). Rete testis dihubungkan ujung tubulus seminiferus dengan tubule rekti
sebagai jalannya spermatozoa
- Ductuli efferens yang bermuara ke epididimis
- Dikeliling sel mioid
- Dinding tubulus seminiferus terdiri dari : tunica propria, lamina propria (memisahkan tunica propria
dan epitel seminiferus), jaringan ikat (collagen 1 dan sel fibrolast), epitel seminiferus

 Spermatogenesis
Didalam testis, terdapat sperma dengan berbagai tingkat kematangan, mulai dari spermatogonium hingga
spermatid
 Sel sertoli pada lamina basal ber kolumnar tinggi
Histofisiologi testis
1) Testis berfungsi untuk memproduksi spermatozoa sebanyak 200 juta per hari 200 juta spermatozoa per hari
melalui proses yang mirip dengan cara sekresi holokrin. dan menyintesis serta melepaskan testosteron
2) Sel Sertoli seminiferus juga memproduksi cairan yang banyak mengandung fruktosa, yang berperan
menutrisi dan mengangkut spermatozoa yang baru dibentuk dari lumen tubulus seminiferus ke duktus
genital ekstratestikular
.

3. Epididmis
- Epididimis dapat dibagi dalam tiga bagian: kepala, badan, dan ekor.
- Lumen epididimis dibatasi oleh epitel bertingkat terdiri atas dua tipe sel : Sel basal dan Sel
principal
a. Sel basal
- yang pendek berbentuk piramid hingga polihedral.
- Mempunyai inti yang bulat mengandung kumpulan banyak heterokromatin
- Sitoplasma yang sedikit relative jernih, dengan hanya sedikit organel.
- Sel basal diduga berfungsi seperti sel punca, akan beregenerasi menjadi sel basal dan sel
prinsipal apabila dibutuhkan.

b. Sel prinsipal
- epitel epididimis tinggi
- mempunyai inti oval yang irregular dengan satu atau dua anak inti yang besar.
- terletak pada bagian basal sel.

- Epitel epididimis dipisahkan dari jaringan ikat longgar di bawahnya oleh suatu lamina basal.
- Selapis sel otot polos yang tersusun sirkular mengitari lapisan jaringan ikat. Kontraksi
peristaltik lapisan ini membantu mengantarkan spermatozoa ke duktus deferens.

4. Vesicular seminalis
- Mukosavesikula seminalis amat berkelok, membentuk ruang-ruang buntu (cul-de-sac) mirip
labirin
- lumen yang sama di tengah.
- Lumen dibatasi epitel silindris bertingkat terdiri atas sel basal yang pendek dan sel
kolumnar rendah
- Setiap sel silindris mempunyai banyak mikrovili rendah dengan satu flagelum menjulur
ke lumen kelenjar.
- Sitoplasma sel-sel ini menunjukkan RER, Aparatus Golgi, banyak mitokondria, beberapa
butiran lipid dan pigmen lipokrom, dan banyak granula sekretorik
- dikelilingi oleh selubung otot polos, tersusun sebagai lapisan sirkular dalam dan
lapisan luar yang longitudinal. Selubung otot polos kemudian dilingkupi oleh lapisan jaringan
ikat fibroelastis yang sangat halus (rapuh).

5. kelenjar prostat
- Kapsula tipis kelenjar terdiri atas jaringan ikat kolagen padat iregular
dengan banyak pembuluh darah,
- diselingi sel-sel otot polos.
- Stroma jaringan ikat kelenjar berasal dari kapsula dan karenanya juga diperkaya dengan
serat otot polos selain sel-sel jaringan ikat yang biasa.
- Kelenjar prostat, suatu kumpulan terdiri atas 30 hingga 50 kelenjar tubuloalveolar
kompleks, tersusun dalam tiga lapisan konsentrik terpisah: Mukosa, Submukosa, Utama
(menyusun prostat)
- Komponen kelenjar prostat dibatasi oleh epitel silindris selapis hingga berlapis
- Sekresi prostat menyusun semen. Merupakan cairan putih serosa, banyak mengandung
lipid, enzim proteolitik, asam fosfatase, fibrinolisin, dan asam sitrat.
6. Kelenjar bulbouretra
- Kelenjar bulbouretra (kelenjar Cowper) terbungkus oleh kapsul fibroelastiknya yang
tidak hanya mengandung sel otot polos dan fibroblas namun juga serat otot rangka yang
berasal dari otot diafragma urogenital.
- Septa berasal dari kapsul membagi kelenjar dalam beberapa lobulus.
- Epitel kelenjar tubuloalveolar kompleks ini bervariasi dari kuboid selapis hingga
silindris/kolumnar selapis.
- Sekret yang dihasilkan kelenjar bulbouretra merupakan cairan yang kental, licin mengandung
galaktosa dan asam sialat yang kemungkinan berperan dalam melicinkan lumen uretra.
- Saat proses ejakulasi, cairan viskos ini mendahului bagian lain dari semen.
7. Penis
- Penis berfungsi sebagai organ ekskretori untuk urin dan organ
kopulasi lelaki untuk meletakkan spermatozoa ke dalam saluran
genitalia perempuan
- Penis terdiri atas tiga kolom jaringan erektil, yang masing-masing terbungkus dalam kapsul
jaringan ikat fibrosa yang padat, yaitu tunika albuginea
- ketiga korpora diliputi selubung bersama jaringan ikat longgar, tanpa hipodermis, dan diliputi
kulit tipis.
- Kulit bagian proksimal penis mempunyai rambut pubis yang kasar dan banyak kelenjar
keringat dan sebasea.
- Bagian distal penis tidak berambut dan hanya sedikit kelenjar keringat.
- prepusium, yang permukaan dalamnya dilapisi membran mukosa, epitel gepeng berlapis
tanpa zat tanduk.