Sie sind auf Seite 1von 7
LATIHAN Gambar 2.9 Percepatan total dalam tanah pada akhir tahap 2 2.2 PEMANCANGAN TIANG Contoh ini membahas pemancangan tiang beton menembus lapisan lempung setebal 11.0 m hingga mencapai lapisan pasir, seperti ditunjukkan pada Gambar 2.10. lempung tiang 9 0.4m Gambar 2.10 Situasi pemancangan tiang 29 MANUAL DINAMIK Tiang mempunyai diameter 0.4 m, Pemancangan tiang merupakan suatu proses dinamik yang menyebabkan getaran pada tanah disekelilingnya. Selain itu, tekanan air pori berlebih juga terbentuk akibat peningkatan tegangan yang terjadi dengan cepat di sekitar tiang, Fokus dalam contoh ini adalah deformasi yang tidak dapat kembali seperti semula di ‘bawah tiang. Untuk memodelkan proses ini secara realistis, perilaku dari lapisan pasir dimodelkan dengan model Hardening Soil. Model geometri Geometri menggunakan model axi-simetri dimana tiang pancang diletakkan sepanjang sumbu simetri (lihat Gambar 2.11). Dalam Pengaturan global, digunakan petcepatan gravitasi standar (9.8 m/dik’), Satuan waktu diatur ke detik [dtk]. jepitstandar Gambar 2.11 Model geometri dari permasalahan pemancangan tiang Tiang i lempung (0.0, 7.0) ee be Antarmuka yang diperpanjang (02, 6.6) pasir Gambar 2.12. Antarmuka yang diperpanjang Baik tanah maupun tiang pancang dimodelkan dengan menggunakan elemen dengan 15 titik nodal, Lapisan tanah dibagi menjadi lapisan lempung setebal 11 m dan lapisan pasir setebal 7 m, Elemen antarmuka diletakkan di sekeliling tiang untuk memodelkan interaksi antara tiang dengan tanah. Antarmuka harus diperpanjang hingga sekitar 0.5 m. 2-10 PLAXIS Versi 8 LATIHAN ke dalam lapisan pasir (lihat Gambar 2.12). Pemodelan interaksi antara tiang-tanah yang, benar merupakan hal yang penting untuk mengikutsertakan redaman material yang diakibatkan oleh gesekan tanah sepanjang tiang selama proses penetrasi dan untuk memberikan fleksibilitas yang memadai di sekitar ujung tiang. Gunakan pilihan perbesar ‘untuk menggambar model tiang dan antarmuka, Batas dari model diambil cukup jauh untuk menghindari pengaruh dari kondisi batas model. Batas penyerap standar digunakan pada dasar dan sisi kanan dari batas model untuk menghindari pantulan yang tidak benar. Untuk memodelkan ge sebuah beban merata (Sistem A) dibuat di atas tiang, a pemancangan, Sifat-sifat material Lapisan lempung dimodelkan dengan menggunakan model Mohr-Coulomb. Perilaku material diatur sebagai tak terdrainase, Faktor reduksi kekuatan antarmuka digunakan untuk memodelkan reduksi gesekan yang terjadi pada selimut tiang. Untuk memodelkan deformasi non-linier di bawah ujung tiang secara benar, lapisan pasir dimodelkan dengan menggunakan model Hardening Soil. Karena proses pembebanan yang cepat, lapisan pasir juga dianggap berperilaku tak terdrainase. Antarmuka yang pendek dalam lapisan pasi tidak memodelkan interaksi tanah-struktur, sehingga faktor reduksi kekuatan antarmuka harus diambil sebesar satu (kaku). Tiang pancang terbuat dari beton, yang dimodelkan dengan menggunakan model linier elastis dan berperilaku tidak porous. Pada saat awal, tiang belum ada, sehingga sifat lempung juga diterapkan pada Klaster untuk tiang pancang, Parameter dari dua lapisan tanah dan tiang beton diberikan dalam Tabel 2.3 Tabel 2.3 Sifat-sifat material tanah dan tiang pancang Parameter [Simbol[Lempung [Pasir Tieng Satuan [Model material [Model |Mohr-Coulomb [Hardening Soil [Linier Blastis_|- Lienis perilaku —_‘[Jenis | Tak terdrainase [Tak terdrainase [Tanpa-pori_[- Beratisidiatas | tig "7 ba howm? Pmuka air tanah | erat isi di bawah ; imuka air tanah Voor 18 120 + |kN/m Modulus Young [Er {15,000 50,000 3-107 lkiim? [Modulus oedometer [Eyed |- 150,000 - |kN/m? Pangkat Im |- los - - }Mod. pengurangan |, 150,000 . heim? lbeban JAngka Poisson fy —_‘|o.3 lo2 lo. - Hregangan acuan py |- 100 | Iki? [Kohesi le 12 I + |kN/m? Sudut geser ea 1 - > Sudut dilatansi = |y fo o - peedksi kekuatan ea |03 1.0 (Kaku) — 1.0 (kaku) MANUAL DINAMIK ‘+ Harus diperhatikan bahwa terdapat perbedaan besar pada cepat rambat gelombang di antara lapisan lempung dan tiang beton akibat perbedaan kekakuan material yang besar. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan waktu yang kecil (sub-langkah dalam jumlah yang besar) dalam prosedur peningkatan waktu secara otomatis. Hal ini akan menyebabkan proses perhitungan yang sangat lama. Sub-langkah yang terlalu banyak juga dapat diakibatkan oleh ukuran elemen (lokal) yang sangat kecil Dalam situasi seperti itu tidaklah penting untuk mengikuti kriteria peningkatan waktu. secara otomatis. Anda dapat mereduksi jumlah dari sub-langkah pada Pengaturan manual dalam Prosedur iterasi (Bab 3.2.3). + Jika digunakan model Hardening Soil, kecepatan gelombang tidak ditampilkan karena nilainya selalu berubah-ubah, yang diakibatkan oleh kekakuan yang bergantung pada tegangan yang bekerja. Penyusunan jaring elemen Jaring elemen disusun dengan tingkat kekasaran global diatur pada kasar (pra-pilih). Penghalusan secara lokal perlu dilakukan pada klaster dari tiang pancang. Hasil dari penyusunan jaring elemen diberikan pada Gambar 2.13. Gambar 2.13 Jaring elemen hingga untuk permasalahan pemancangan tiang 2.2.1 KONDISI AWAL Tekanan air: Garis freatik diasumsikan berada pada permukaan tanah. Tekanan air pori hidrostatik dihitung pada seluruh model geometri berdasarkan garis freatik ini Tegangan awal : Tegangan efektif awal dihitung berdasarkan Prosedur-Ko, dengan menggunakan nilai pra-pilih, Perhatikan bahwa dalam kondisi awal tiang belum ada schingga sifat lapisan Jempung diterapkan pada klaster untuk tiang, 2-12 PLAXIS Versi 8 LATIHAN 2.2.2 PERHITUNGAN Perhitungan terdiri dari tiga tahapan, Tahap pertama adalah aktivasi dari tiang pancang. Tahap Kedua adalah tiang yang menerima pukulan, yang disimulasikan dengan mengaktifkan setengah siklus harmonis dari sistem beban A. Pada tahap ketiga beban diatur sebesar nol dan respon dinamis dari ting dan tanah dianalisis terhadap waktu. Dua tahap perhitungan yang terakhir melibatkan perhitungan dinamis. Tahap 1: 1. Pilih jenis perhitungan Plastis dalam lembar-tab Umum. 2. Pilih Tahapan konstruksi dalam lembar-tab Parameter. Terapkan sifat tiang pada klaster untuk tiang pancang. Tahap 2: 1. Pilih jenis perhitungan Analisis dinamik dalam lembar-tab Umum. Gunakan Langkah tambahan standar (250), 2 3. Atur perpindahan menjadi nol 4, Masukkan 0.01 dtk untuk Interval waktu. 5 Pilihan Pengaturan manual dalam Prosedur iterasi dan klik tombol Tentukan. Nilai awal Sub-langkah dinamis cukup besar, akibat beda kecepatan gelombang yang besar dan ukuran elemen yang kecil (Lihat bahasan sebelumnya pada sifat material), Atur jumlah Sub-langkah dinamis sebesar 1 dan gunakan pengaturan lainnya sesuai dengan nilai pra-pili. 6. Ktik OU cisamping Sistem beban A dalam lembar-tab Pengall untuk mengaktikan beban dinamis. Masukkan nilai seperti ditunjukkan dalam Gamber 2.14. x (© Penga ban bamonis Peng angitudo jpoon.0000 3] Fiekuensi jpo0n0 gf He Suduttahan ava oom ay * (© Pengal tan dar betas data bina. | oe Batal Gambar 2.14 Parameter pembebanan dinamis MANUAL DINAMIK Hasil dari tahap ini adalah sebuah setengah siklus harmonis dari beban eksternal pada sistem A. Pada akhir dari tahap ini, beban kembali menjadi nol. Tahap 3 : 1. Pilih jenis pethitungan Analisis dinamik dalam lembar-tab Umum. 2. Gunakan Langkah tambahan standar (250) 3. Masukkan 0.19 dtk untuk Jnterval wakeu. 4 Pilihan Pengaturan manual dalam Prosedur iterasi dan klik tombol Tentukan. Atur nilai Sub-langkah dinamis sebesar 1. Hal ini menghasilkan waktu yang setara dengan tahap 2 dan 3. 5, Dalam lembar-tab Pengali, seluruh nilai pengali menggunakan nilai pra-pilihnya, 6. Klik LU disamping Sistem beban A dalam lembar-tab Pengali dan atur seluruh. parameter dalam jendela Beban dinamis menjadi nol 7. Pilih sebuah titik nodal pada ujung atas tiang untuk kurva beban-perpindahan, 2.2.3 KELUARAN Gambar 2.15 menunjukkan penurunan dari ting (ujung atas) terhadap waktu. Dari gambar ini dapat ditentukan hal-hal berikut : * Penurunan vertikal maksimum dari ujung atas tiang akibat pukulan tunggal ini adalah sekitar 24 mm, Namun penurunan final adalah hampir sebesar 22 mm. © Sebagian besar dari penurunan terjadi pada tahap 3 setelah pukulan terjadi. Hal ini diakibatkan oleh fakta bahwa gelombang tekan masih merambat ke bawah di dalam tiang, yang mengakibatkan terjadinya penurunan tambahan, ‘+ Meskipun redaman Rayleigh tidak digunakan, getaran dari tiang tetap mengalami redaman akibat plastisitas tanah dan fakta bahwa energi gelombang diserap oleh batas penyerap. Pada keluaran dari tahap perhitungan kedua (= 0.01 dtk, yaitu tepat setelah pukulan), terlihat bahwa tekanan air pori yang besar terjadi secara lokal di sekitar ujung tiang. Hal ini mereduksi kuat geser dari tanah dan menyebabkan terjadinya penetrasi tiang ke dalam lapisan pasir. Tekanan air pori berlebih tersebut juga tetap ada pada tahap ketiga akibat konsolidasi tidak diikutsertakan dalam perhitungan. Gambar 2.16 menunjukkan tegangan geser dalam elemen antarmuka pada t = 0,01 dtk. Tampilan ini diperoleh dengan menggunakan fektor skala manual sebesar 10 dan memperbesar tampilan di daerah egangan sepanjang tiang. Tampilan_ tersebut menunjukkan bahwa tegangan geser maksimum tercapai di sepanjang tiang, yang merupakan indikasi bahwa terjadi longsoran sepanjang tiang. Saat melihat jaring elemen terdeformasi pada tahap pethitungan terakhir (t = 0.2 dtk), juga dapat dilihat bahwa penurunan final dari tiang adalah sekitar 22 mm. Untuk melihat 214 PLAXIS Versi 8 LATIHAN seluruh proses dinamis disarankan untuk menggunakan pilihan Buat animasi untuk ‘menampilkan sebuah "film" dari proses deformasi jaring elemen terhadap waktu. Anda akan melihat bahwa bagian pertama dari animasi lebih lambat dibandingkan bagian kedua. Gambar 2.15 Penurunan tiang terhadap waktu +— tegangan geser ——> ke bawah sepanjang tiang (antarmuka) \ tegangan geser maksimum seperti didefinisikan oleh kriteria Mohr-Coulomb Gambar 2.16 Tegangan geser pada antarmuka saat ¢=0.01 dtk 2-15