You are on page 1of 10

KELOMPOK 6

SAP 6

NAMA KELOMPOK :

NI KADEK LISA IRAWATI 1607531151 14


NI PUTU PRADINA MAS JAYA NINGRUM 1607531153 15
NI LUH PUTU TRISNA DEWI 1607531175 19

PROGRAM REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
6.1 Peranan Pemerintah Dalam Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk disuatu
negara dengan penduduk di negara lain atas dasar kesepakatan bersama Sejak perkembangan
bisnis dalam lingkup internasional berkembang pesat dan mempengaruhi kehidupan
suatu negara secara menyeluruh maka pemerintah sebagai pemegang otoritas untuk mengatur
rakyatnya mulai memiliki andil guna menciptakan stabilisasi di berbagai bidang baik dalam
ekonomi, sosial namun juga keamanan bagi warga negaranya. Dalam melakukan bisnis
internasionalnya perusahaan akan mendukung tidak adanya peran pemerintah yang signifikan,
karena mereka menganggap bahwa peran pemerintah melalui kebijakan yang dikeluarkannya
akan mengurangi gerak dan keuntungan dari perusahaan. Namun di sisi lain perusahaan juga
diperlukan dalam jaminan perlindungan. Menurut Adam Smith( klasik ) , Pemerintah memiliki 3
fungsi yaitu :
1. Fungsi pemerintah untuk memelihara keamanan dalam negeri dan pertahanan. Agar
warganegara dapat melakukan kegiatan usaha dengan tenang dan nyaman,
2. Fungsi pemerintah untuk menyelenggarakan peradilan, agar setiap warga memiliki hak
dan kewajiban yang sama,
3. Fungsi pemerintah untuk menyediakan barang-barang yang tidak disediakan. agar warga
negara mendapat kemudahan-kemudahan dalam menjalankan kegiatan usaha.
Di samping itu pemerintah juga lebih berperan sebagai fasilitator dan tetap memberikan
kebebasan atas hak pribadi untuk mengembangkan bisnis. Fasilitas yang pertama ialah berupa
infrastruktur baik berupa tempat transit bisnis maupun fasilitas kemudahan dalam proses
perijinan bisnis, kedua ialah hukum ketertiban serta rent seeking, ketiga ialah minimalisir resiko
melaui kebijakan investasi dan perdagangan interansional (kumar, 2011). Selain itu pemerintah
juga perlu untuk mengelola bisnisnya dengan menjaga nilai tukar uang serta inflasi. Bisnis
internasional yang dilakukan melibatkan mobilitas modal, pembentukan manufaktur dan pusat
perdagangan serta pergerakan teknisi maupun manajer lintas batas negara yang juga memerlukan
peran dari pemerintah. Selain itu pemerintah juga perlu untuk mengelola bisnisnya dengan
menjaga nilai tukar uang serta inflasi. Bisnis internasional yang dilakukan melibatkan mobilitas
modal, pembentukan manufaktur dan pusat perdagangan serta pergerakan teknisi maupun
manajer lintas batas negara yang juga memerlukan peran dari pemerintah.
Pemerintah sendiri mampu memberikan modal guna memperlancar kegiatan
bisnis internasional karena pemerintah tentunya ingin meningkatkan pendapatan negaranya. Bila
pemerintah memberlakukan peraturan atau hukum dalam bisnis di negaranya maka bisnis
tersebut secara tersirat memiliki perlindungan hukum atas kontrak yang telah dilakukan di awal
pemerintah berbisnis. Seperti yang pernah dilakukan Indonesia di awal tahun 2010 lalu dimana
Indonesia menandatangani pengurangan tarif dagang dengan china guna meningkatkan proses
perdagangan lintas China dan Intonesia. Selain itu ialah perusahaan telekomunikasi seperti
Indosat dimana sebagian sahamnya telah dimiliki oleh Malaysia maka sebagian keuntungan
nantinya akan diserahkan kepada Malaysia sesuai dengan kontrak yang kedua negara sepakati.

Hubungan antara negara dan bisnis ialah saling mempegaruhi dan saling membutuhkan
dimana negera juga memerlukan bisnis untuk meningkatkan pendapatan serta bisnis pun
memerlukan negara untuk mampu mengembangkan perusahaan pada lintas negara. Seperti
McDonald yang hampir ada di setiap negara di dunia maka McDonald memerlukan negara untuk
melakukan kontrak mendapatkan pekerja serta mendapatkan pelanggan global. Disamping itu
negara memerlukan Mcdonald untuk meningkatkan daya saing internasional dan negara mampu
mendapatkan penghasilan melalui pajak serta kebijakan lain yang dikeluarkan negara. Jadi dapat
dikatakan bahwa alat negara untuk melakukan bisnis ialah modal, hukum untuk memberikan
perlindungan hukum, sosiokultural guna mendapatkan tempat atau pelanggan global, serta politik
yang digunakan untuk membuta kontrak bisnis.

6.2 Motif Pemerintah dalam perdagangan internasional


Dalam melakukan perdagangan, dengan alasan-alasan budaya, politik, dan ekonomi maka
campur tangan pemerintah dalam arus bebas perdagangan diperlukan.
Motif campur tangan pemerintah didalam arus bebas perdagangan :
1. Motif Budaya
Negara-negara membatasi perdagangan barang dan jasa demi suatu tujuan budaya – yang
paling umum adalah untuk melindungi identitas nasional. Banyak negara memandang
kebudayaan AS sebagai ancaman terhadap kebudayaan nasionalnya sendiri karena kekuatan
global perusahaan-perusahaan AS dalam barang-barag konsumen serta dalam dunia hiburan
dan media.
2. Motif Politik
Mencakup melindungi lapangan pekerjaan, menjaga keamanan nasional, menanggapi praktek
dagang yang tidak adil yang dilakukan oleh negara lain, dan mendapatkan pengaruh atas
negara-negara lain.
3. Motif Ekonomi
Melindungi industri-industri baru dari persaingan dan mendorong kebijakan perdagangan
strategis.

6.3 Strategi Peningkatan Perdagangan Internasional


Alat/metode yang paling umum digunakan oleh pemerintah untuk mendorong
perdagangan yaitu
1. Subsidi
Subsidi adalah bantuan finansial bagi produsen domestik dalam bentuk pembayaran
tunai, pinjaman berbunga rendah, keringanan pajak, atau bentuk lainnya. Bertujuan
membantu perusahaan-perusahaan domestik mengimbangi pesaing internasional.
2. Pembiayaan Ekspor
Pemerintah seringkali mendorong ekspor dengan membantu perusahaan mendanai
kegiatan ekspornya melalui pinjaman atau jaminan pinjaman. Sebagai contoh, dua badan
khusus yang berfungsi membantu perusahaan-perusahaan AS memperoleh pembiayaan
ekspor adalah Export-Import Bank of The United States dan Overseas Private Insurance
Corporation (OPIC).
3. Zona Perdagangan Luar Negeri
Zona perdagangan luar negeri adalah suatu kawasan gegrafis tertentu dimana barang
dagang diperbolehkan masuk dengan bea cukai yang lebih rendah dan/atau prosedur
pabean yang lebih sedikit. Saat ini banyak perusahaan membuat sarana-sarana di zona-
zona seperti ini untuk operasi perakitan akhir produk. Sebagai contoh, pabrik mobil
Jepang di Indiana, Kentucky, Ohio, dan Tennessee ditetapkan sebagai zona perdagangan
luar negeri yang dikelola oleh Departemen Perdagangan AS.

6.4 Pembiayaan Kegiatan Ekonomi Internasional


1. Agen Pemerintah
Pemerintah selalu memiliki cara untuk melindungi kedaulatan negara agar tetap utuh.
Dalam hal perekonomian internasional khususnya perdagangan internasional, pemerintah
dalam beberapa situasi melakukan intervensi dengan tujuan melindingi pasar
domestiknya. Bahasan kali ini akan membahas mengenai peran pemerintah dalam
kegiatan bisnis internasional.
Daniels et al (2007) dalam artikelnya Business-Government Trade Relations
menyebutkan terdapat tiga alasan mengapa pemerintah mengintervensi pasar, yaitu
politik, ekonomi, dan budaya. Alasan politik dibalik intervensi pemerintah terhadap
perdagangan internasional antara lain memproteksi lapangan kerja, melindungi keamanan
nasional, sebagai respon terhadap perilaku dagang negara lain yang dianggap tidak adil,
dan meningkatkan pengaruhnya terhadap negara lain (Daniels et al, 2007:172). Hal yang
ditakutkan pemerintah dan juga masyarakat adalah ketika produk-produk lokal tidak
mampu bersaing dengan produk impor yang membanjiri pasaran, yang berakibat pada
pengangguran karena perusahaan lokal yang merugi, yang lebih jauh akan berakibat pada
menurunnya kesejahteraan masyarakat.
Dari segi ekonomi pemerintah mengintervensi pasar sebagai upaya untuk melindungi
industri-industri kecil dan menengah dari kompetisi serta bentuk promosi sebagai
kebijakan strategi perdagangan. Meski demikian terdapat beberapa kelemahan dari
strategi proteksionisme ekonomi ini. Misalnya adalah sulit untuk menentukan industri
kecil-menengah seperti apa yang patut mendapatkan perlindungan, proteksi dari
kompetisi internasional membuat para pengusaha cepat puas dan menjadi kurang
kompetitif sehingga kurang adanya poerbaikan kualitas dari waktu ke waktu, dan lain
sebagainya.
Dalam bidang kultural, jelas yang dipertahankan adalah identitas nasional (Daniels et
al, 2007:176). Budaya secara umum suatu negara dapat terpengaruh dari adanya
keterbukaan dari pertukaran manusia dan produk-produk dari budaya lain, karena
keduanya saling berinteraksi dan berkaitan. Ketika suatu bentuk kebudayaan tidak
diinginkan maka pemerintah dapat melakukan pencegahan dengan cara menghalangi
masuknya produk impor.
Sementara itu diperlukan beberapa instrumen dalam rangka turut terjun dalam
interaksi perdagangan. Daniels et al (2007) menyebutkan dua metode, yaitu metode
promosi dan metode pembatasan. Metode promosi berarti pemerintah turut mendukung
perdagangan lintas negara melalui beberapa hal seperti subsidi, pembiayaan
ekspor, zona perdagangan asing –foreign trade zone (FTZ), dan agen khusus
pemerintah. Subsidi merupakan bantuan keuangan yang dapat berupa bantuan tunai,
pinjaman bungan rendah, potongan pajak dan lain sebagainya yang diberikan pemerintah
dengan tujuan membantu perusahaan lokal untuk dapat bersaing dengan pesaing
internasional melalui biaya produksi yang rendah. Pembiayaan ekspor hampir sama
dengan subsidi, hanya saja perusahaan menerima bantuan supaya dapat mengekspor
produknya. FTZ berarti terdapat beberapa negara yang menggabungkan diri dalam
sebuah zona regional geografis dimana di dalamnya negara-negara anggotanya dapat
saling menjual-beli produk tanpa dibatasi oleh pajak. Kemudian terdapat pula agen yang
ditunjuk oleh pemerintah untuk mempromosikan produk-produk yang akan diekspor ke
negara lain.
Sebaliknya, metode pembatasan justru menjadi penghalang bagi terjadinya
perdagangan yang bebas lintas negara, antara lain tarif, kuota, embargo, penundaan
administratif, kontrol nilai mata uang, dan prasyarat lokal (Daniels et al, 2007:177).
Metode ini digunakan dengan maksud untuk melindungi industri lokal. Batasan tarif
berarti pemerintah menetapkan sejumlah tarif untuk setiap barang impor yang masuk.
Kuota berarti pemerintah memberikan batasan berapa banyak jumlah barang tertentu
yang boleh diimpor atau masuk. Embargo berarti pemerintah menetapkan larangan untuk
berinteraksi dagang suatu barang maupun seluruh jenis produksi dengan suatu negara
akibat kondisi politik tertentu. Penundaan administratif bertujuan untuk mendiskriminasi
produk tertentu dengan cara seperti mensyaratkan lisensi khusus atau inspeksi terhadap
bahaya produk dan lain sebagainya yang membutuhkan waktu cukup lama hingga produk
tersebut dapat masuk. Kontrol nilai mata uang berarti mempersulit proses konvertibilitas
mata uang melalui persyaratan pembayaran yang harus dipenuhi. Prasyarat lokal berarti
produk harus sedikitnya mengandung faktor-faktor lokal seperti sumberdaya alam
maupun tenaga kerja dalam proses produksinya.

2. Agen Swasta
Pemerintah sebagai penyusun utama (exclusive arrangement) dengan perusahaan
swasta, dan risiko seluruhnya diambil alih oleh Pemerintah. Model ini digunakan di
Negara - negara seperti Perancis, Jerman, Belanda, dan Afrika Selatan. Sementara itu,
untuk Indonesia yang lebih memegang peranan dalam pembbiayaan kegiatan ekonomi
adalah pemerintah Badan pemerintah khusus ini seringkali didirikan untuk mendorong
ekspor suatu Negara. Badan-badan ini sangat membantu dalam memperoleh kontrak bagi
usaha-usaha kecil dan menengah yang memiliki sumberdaya finansial yang terbatas, juga
dapat membantu perusahaan-perusahaan asing menemukan lokasi yang cocok di negara
tuan rumah.

6.5 Strategi Pengendalian Perdagangan Internasional


1. Tarif
Tarif adalah pajak pemerintah dikenakan pada produk karena memasuki atau meninggalkan
negara
1. Tarif ekspor
2. Tarif angkutan
3. Tarif impor
Jenis tarif impor merupakan sebuah tarif ad valorem dikenakan sebagai presentase dari harga
yang disebutkan pada produk impor.Sebuah tariff spesifik dikenakan sebagai biaya tertentu
untuk setiap unit(dengan nomor atau berat) dari produk impor.Sebuah senyawa tariff
dihitung
sebagai persentase dari harga yang disebutkan dari produk impor,dan sebagaian sebagai
biaya tertentu untuk setiap unit.Melindungi produsen domestic karena tariff impor
menaikkan biaya yang baik impor,barang produksi dalam negeri tampil lebih menarik bagi
pembeli.Tapi perlindungan dapat menyebabkan produsen dalam negeri untuk menjadi lalai
dalam meningkatkan efisiensi.Traif merupakan sumber pendapatan pemerintah.Negara
kurang berkembang,kurang ekonomi domestic formal yang tidak memiliki kemampuan
untuk merekam transaksi domestic akurat.
2. Kuota
Kuota adalah suatu pembatasan jumlah (diukur dalam satuan atau berat) dari yang baik yang
dapat memasuki atau meninggalkan suatu negara selama periode waktu tertentu.Pemerintah
mengatur sistem kuota dengan memberikan izin kuota kepada perusahaan negara lain atau
pemerintah (kuota pemerintah) dan produsen dalam negeri (kuota ekspor)
1. Alasan kuota utnuk impor
Melindungi produsen dalam negeri dengan menempatkan batas pada jumlah barang yang
masuk negara.Hal ini membantu produsen dalam negeri mempertahankan pangsa pasar dan
harga dengan pelatihan kembali kompetisi. Produsen dalam negeri menang karena
perlindungan pasar,namaun konsumen kalah karena harga yang lebih tinggi dan seleksi
terbatas.
2. Alasan untuk kuota ekspor
Sebuah negara mungkin ingin menjaga pasokan dipasar dalam negeri. Hal ini biasa terjadi
bagi negara-negara yang mengekspor sumber daya dalam yang dibutuhkan di pasar domestic
Suatu negara dapat membatasi pasokan di pasar dunia untuk meningkatkan harga
internasional Sebuah ekspor menahan diri sukarela adalah versi unik dari kuota ekspor suatu
bangsa membebankan pada ekspor biasanya atas permintaan bangsa pengimpor.
3. Embargo
Embargo adalah larangan lengkap tentang perdagangan (impor atau ekspor) dalam satu atau
lebih produk dengan negara tertentu.Ini dapat ditempatkan pada satu atau beberapa barang
atau sepenuhnya melarang perdagangan semua barang.Ini adalah hambatan perdagangan
nontariff

6.6 Regulasi negara tuan rumah (host country)

1. Penundaan Administrasi
Penundaan administrasi merupakan ketentuan pengendali atau peraturan birokratik yang
dirancang untuk menghambat arus impor yang deras ke dalam suatu negara. Tujuan
utamanya adalah proteksionisme.
2. Pengendalian Mata Uang
Pengendalian mata uang merupakan pembatasan daya konversi suatu mata uang ke
dalam mata uang lainnya atau menetapkan nilai tukar yang tidak menguntungkan bagi
pengimpor.
3. Sistem Perdagangan Internasional
Sistem Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk
suatu Negara dengan penduduk Negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pengertian
kedua, merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara. dengan adanya proses
pertukaran barang atau jasa, atas dasar suka rela dan saling menguntungkan.

6.7 Perjanjian Umum Tarif dan Perdagangan(General Agreement on Tarif and


Trade/GAAT)
GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) atau perjanjian umum tentang tarif-
tarif dan perdagangan didirikan pada tahun 1948 di Genewa, Swiss. Pada waktu didirikan, GATT
beranggotakan 23 negara, tetapi pada saat sidang terakhir di Marakesh pada 5 April 1994 jumlah
negara penandatangan sebanyak 115 negara. Kesepakatan dalam GATT yang mulai berlaku
sejak 1 Januari 1948 tertuang dalam tiga prinsip, yaitu:
1. Prinsip resiprositas, yaitu perlakuan yang diberikan suatu negara kepada negara lain
sebagai mitra dagangnya harus juga diberikan juga oleh mitra dagang negara tersebut.
2. Prinsip most favored nation, yaitu negara anggota GATT tidak boleh memberikan
keistimewaan yang menguntungkan hanya pada satu atau sekelompok negara tertentu.
3. Prinsip transparansi, yaitu perlakuan dan kebijakan yang dilakukan suatu negara harus
transparan agar diketahui oleh negara lain.
Tujuan terbentuknya GATT
Tujuan pembentukan GATT adalah untuk menciptakan suatu iklim perdagangan
internasional yang aman dan jelas bagi masyarakat bisnis, serta juga untuk menciptakan
liberalisasi perdagangan yang berkelanjutan, lapangan kerja dan iklim perdagangan yang seha.
Pada pokoknya ada empat tujuan penting yang hendak dicapai GATT:
1. meningkatkan taraf hidup umat manusia;
2. meningkatkan kesempatan kerja;
3. meningkatkan pemanfaatan kekayaan alam dunia; dan
4. meningkatkan produksi dan tukar menukar barang.
Fungsi GATT:
1. Pertama, suatu perangkat ketentuan (aturan) multilateral yang mengatur transaksi
perdagangan yang dilakukan oleh negara- negara anggota GATT dengan memberikan
suatu perangkat ketentuan perdagangan.
2. Kedua, sebagai suatu forum (wadah) perundingan perdagangan dan diupayakan agar
praktek perdagangan dapat dibebaskan dari rintangan-rintangan yang mengganggu
(liberalisasi perdagangan).
3. Ketiga, GATT mengupayakan agaraturan atau praktek perdagangan demikian itu menjadi
jelas baik melalui pembukaan pasar nasional atau melalui penegakan dan juga
penyebarluasan pemberlakuan peraturannya.

6.8 World Trade Organization (WTO)


Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) adalah organisasi internasional yang mengatur
perdagangan antar negara.Tiga tujuan utama WTO adalah untuk
1. Membantu Perdagangan Bebas
2. Menegosiasikan Pembukaan Pasar
3. Menyelesaikan Sengekata Perdagangan.