You are on page 1of 7

ASUHAN KEPERAWATAN GLOMERULONEFRITIS

A. DEFINISI
Glomerulonefritis adalah sekelompok penyakit ginjal dimana terjadi reaksi peradangan di
glomerolus. Glomerulonefritis bukanlah merupakan infeksi pada ginjal, tetapi gangguan
akibat mekanisme tubuh terhadap sistem imun.
B. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
1) Genitourinaria
 Urin keruh
 Proteinuria
 Penurunan urin output
 Hematuri
2) Kardiovaskuler
 Hipertensi
3) Neurologis
 Letargi
 Iritabilitas kejang
4) Gastrointestinal
 Anoreksia
 Fomitus
 Diare
5) Hematologi
 Anemia
 Azotemia
 Hiperkalemia
6) Integumen
 Pucat
 Edema
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
I. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan retensi air dan hipernakremia
II. Peningkatan volume cairan berhubungan dengan oliguri
III. Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia
IV. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan fatique
V. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan imobilisasi dan edema
D. INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan retensi air dan hipernakremia
 Tujuan
Menunjukkan fungsi sensori motori cranial yang utuh : tingkat kesadaran
membaik tidak ada gerakan gerakan involunter
 Kriteria Hasil
Mendemonstrasikan status sirkulasi yang ditandai dengan :
Tekanan systole dan diastole dalam rentang yang diharapkan
Tidak ada ortostatik hipertensi
Tidak ada tanda tanda peningkatan tekanan intrakranial (tidak lebih
dari 15 mmHg)
Mendemonstrasikan, kemampuan kognitif yang ditandai dengan :
Berkomunikasi dengan jelas dan sesuai dengan kemampuan
Menunjukkan perhatian, konsentrasi dan orientasi
Memproses informasi
Membuat keputusan dengan benar
 Intervensi
o Monitor adanya daerah tertentu yang hanya peka terhadap
panas/dingin/tajam/tumpul
o Monitor adanya paretese
o lnstruksikan keluarga untuk mengobservasi kulit jika ada isi atau
laserasi
o Gunakan sarung tangan untuk proteksi
o Batasi gerakan pada kepala, leher dan punggung
o Monitor kemampuan BAB
o Kolaborasi pemberian analgetik
o Monitor adanya tromboplebitis
o Diskusikan menganai penyebab perubahan sensasi

2. Peningkatan volume cairan berhubungan dengan oliguri


 Tujuan
Setelah dilakukukan tindakan keperawatan setelah 1x24 jam kebutuhan cairan
klien dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan tubuh klien.
 Kriteria Hasil
 Pasien akan menyatakan pemahaman tentang pembatasan cairan,
diet dan obat yang di programkan
 Tanda vital dalam batas normal
 Tidak mengalami pendek napas
 Tidak ada edema
 Intervensi
o Ukur masukan dan haluaran, catat keseimbangan positif
(pemasukan melebihi pengeluaran). Timbang berat badan tiap hari,
dan catat peningkatan lebih dari 0,5 kg/hari
Rasional : Menunjukkan status volume sirkulasi,
terjadinya/perbaikan perpindahan cairan, dan respon terhadap
terapi. Keseimbangan positif/peningkatan berat badan sering
menunjukkan retensi cairan lanjut. Catatan: penurunan volume
sirkulasi (perpindahan cairan) dapat mempengaruhi secara
langsung fungsi/haluaran urine, mengakibatkan sindrom
hepatorenal
o Awasi tekanan darah dan CVP. Catat JVD/Distensi vena
o Rasional : Peningkatan tekanan darah biasanya berhubungan
dengan kelebihan volume cairan, mungkin tidak terjadi karena
perpindahan cairan keluar area vaskuler. Distensi juguler eksternal
dan vena abdominal sehubungan dengan kongesti vaskuler.
o Auskultasi paru, catat penurunan/tak adanya bunyi nafas dan
terjadinya bunyi tambahan (contoh krekels)
Rasional : Peningkatan kongesti pulmonal mengakibatkan
konsolidasi, gangguan pertukaran gas, dan komplikasi, (contoh
edema paru)
o Awasi disritmia jantung. Auskultasi bunyi jantung, catat terjadinya
irama gallop S3/S4
Rasional : Mungkin disebabkan oleh GJK, penurunan perfusi
arteri koroner, dan ketidakseimbangan elektrolit
o Kaji derajat perifer/edema dependen
Rasional : Perpindahan cairan pada jaringan sebagai akibat retensi
natrium dan air, penurunan albumin, dan penurunan ADH
o Berikan obat sesuai indikasi :
a. Diuretik, contoh: spironolakton (Aldakton); furosemid
(lasix)
Rasional : Digunakan dengan perhatian untuk mengontrol
edema dan asites. Menghambat efek aldosteron,
meningkatkan ekskresi air sambil menghemat kalium, bila
terapi konservatif dengan tirah baring dan pembatasan
natrium tidak mengatasi
b. Kalium
Rasional : Kalium serum dan seluler biasanya menurun
karena penyakit hati sesuai dengan kehilangan urine
c. Obat inotropik positif dan vasodilatasi arterial
Rasional : Diberikan untuk meningkatkan curah
jantung/perbaikan aliran darah ginjal dan fungsinya,
sehingga menurunkan kelebihan cairan
o Ajarkan pasien tentang penyebab dan cara mengatasi edema (
pembatasan diet dan penggunaan dosis dan efek samping obat yang
diprogramkan.
Rasional : pasien memahami tentang penyebab dan cara mengatasi
edema
3. Perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia
 Tujuan
Kebutuhan nutrisi pasien dalam rentan normal , bb stabil .
 Kriteria Hasil
o Pemenuhan nutrisi klien terpenuhi
o BB klien meningkat
o IMT 18,5
o Tidak terjadi mual dan muntah
o Nafsu makan klien meningkat
o Porsi makan klien habis
 Intervensi
o Kaji intake klien
Rasional : Sebagai informasi dasar untuk perencanaan awal dan validasi
data
o Tingkatkan intake makan melalui :
 Kurangi gangguan dari luar
Rasional : Meningkatkan intake makanan
 Sajikan makanan dalam kondisi hangat
Rasional : Memudahkan makanan masuk
 Selingi makan dengan minum
Rasional :
 Jaga kebersihan mulut klien
Rasional : Mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan
 Berikan makan sedikit tapi sering
Rasional : Mencegah mual
o Kolaborasi dengan ahli giziikan diet dan makanan ringan dengan
tambahan makanan yang disukai bila ada
Rasional : Memberikan asupan deit yang tepat

4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan fatique


 Tujuan
Setelah dilakukan intervensi selama 3 x24 jam diharapkan kondisi klien stabil
saat aktivitas
 Kriteria Hasil
o Toleransi aktivitas
 Saturasi O2 saat aktivitas dalam batas normal (95-100%)
 Nadi saat aktivitas dalam batas normal (60-100x/mnt)
 RR saat aktivitas dalam batas normal (12-20x/mnt)
 Tekanan darah systole saat aktivitas dalam batas normal
(100-120mmHg)
 Tekanan darah diastole saat aktivitas dalam batas normal
(60-80mmHg)
 Hasil EKG dalam batas normal
o Fatique Level
 Tidak nampak kelelahan
 Tidak nampak lesu
 Tidak ada penurunan nafsu makan
 Tidak ada sakit kepala
 Kualitas tidur dan istirahat dalam batas normal
 Intervensi
o Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk merencanakan , monitoring
program aktivitasi klien.
Rasional : Mengkaji setiap aspek klien terhadap terapi latihan yang
dierencanakan.
o Bantu klien memilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi.
Rasional : Aktivitas yang teralau berat dan tidak sesuai dengan kondisi
klian dapat memperburuk toleransi terhadap latihan.
o Bantu klien untuk melakukan aktivitas/latihan fisik secara teratur.
Rasional : Melatih kekuatan dan irama jantung selama aktivitas.
o Monitor status emosional, fisik dan social serta spiritual klien terhadap
latihan/aktivitas.
Rasional : Mengetahui setiap perkembangan yang muncul segera setelah
terapi aktivitas.
o Kolaborasi pemberian obat antihipertensi, obat-obatan digitalis, diuretic
dan vasodilator.
Rasional : Pemberian obat antihipertensi digunakan untuk
mengembalikan TD klien dbn, obat digitalis untuk mengkoreksi
kegagalan kontraksi jantung pada gambaran EKG, diuretic dan
vasodilator digunakan untuk mengeluarkan kelebihan cairan.

5. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan imobilisasi dan edema


 Tujuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan gangguan istirahat tidur tidak
terjadi
 Kriteria Hasil
o Klien tampak rileks dan lebih segar
o Ttv dalam batas normal
o Klien dapat tidur 6-8 jam setiap malam.
 Intervensi
o Lakukan pengkajian masalah gangguan tidur klien, karakteristik dan
penyebab kurang tidur.
Rasional : Memberikan informasi dasar dalam menentukan rencana
keperawatan.
o Lakukan persiapan untuk tidur malam seperti pada jam 9 malam
sesuaidengan pola tidur klien.
Rasional : Mengatur pola tidur.
o Lakukan mandi air hangat
Rasional : Meningkatkan tidur.
o Anjurkan makan yang cukup satu jam sebelum tidur.
Rasional : Meningkatkan tidur.
o Berikan susu hangat sebelum tidur.
Rasional : Meningkatkan tidur.
o Keadaan tempat tidur yang nyaman, bersih dan bantal yang nyaman.
Rasional : Meningkatkan tidur.
o Berikan pengobatan seperti analgetik dan sedative,setengah jam sebelum
tidur.
Rasional : Mengurangi gangguan tidur.