You are on page 1of 31

Akuntansi Keuangan Menengah 1

Pertemuan 1

Akuntansi Keuangan & Standar

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Materi Bahasan

 Pelaporan & Laporan Keuangan


 Tujuan Laporan Keuangan
 Tanggung Jawab Laporan Keuangan
 Lingkungan Akuntansi
 Kualitas Standar Akuntansi Keuangan
 Institusi Penyusun Standar
 Penetapan Standar Akuntansi Keuangan
 Praktek di Indonesia
 Perkembangan Konvergensi SAK ke IFRS

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Laporan Keuangan dan
Pelaporan Keuangan

Karakteristik akuntansi adalah:


• Mengidentifikasi, pengukuran, dan
komunikasi informasi keuangan, tentang
• Kesatuan ekonomi, untuk/ke
• para Pihak berkepentingan.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Laporan Keuangan dan
Pelaporan Keuangan
Laporan Keuangan
1. Laporan Posisi Keuangan
2. Laporan Laba Rugi Komprehensif
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Perubahan Ekuitas
5. Catatan Laporan Keuangan

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Laporan Keuangan dan
Pelaporan Keuangan
Informasi Tambahan

1. Laporan/surat DirKom
2. Prospektus
3. Laporan kepada badan pemerintahan
4. Rilis/keterbukaan informasi
5. Forecasts
6. Pernyataan terkait lingkungan
Etc
Informasi Tambahan diluar lingkup Akuntansi Keuangan

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Tujuan Laporan
keuangan
Tujuan memberikan informasi keuangan tentang
entitas pelaporan, yaitu berguna untuk

1. Eksisting dan potensi investor ekuitas,


2. Peminjam dana, dan
3. Kreditur lainnya

dalam membuat keputusan dalam kapasitas


mereka sebagai penyedia modal.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Tujuan Laporan
keuangan
Keputusan/Kegunaan Investor tertarik
dalam menilai perusahaan, dalam hal:

• Kemampuan untuk menghasilkan arus


kas masuk bersih dan
• kemampuan management untuk
melindungi dan meningkatkan penyedia
modal investasi
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Quiz
Penekanan tujuan pelaporan keuangan adalah
bagi:

• Pelaporan dalam rangka pelayanan.


• Memenuhi aturan/pedoman khusus yang
terkait dengan kebutuhan spesifik.
• Memenuhi informasi kepada individu yang
ahli di lapangan.
• Pelaporan ke penyedia modal.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Quiz
Tujuan umum laporan keuangan
disusun terutama untuk:

1. Pengguna internal.
2. Pengguna external.
3. Auditors.
4. Pemerintahan.
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Tanggung Jawab Laporan Keuangan
UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, Bagian Kedua - Laporan Tahunan
Pasal 66
1) Direksi menyampaikan laporan tahunan kepada RUPS setelah ditelaah oleh Dewan
Komisaris paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir.
2) Laporan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memuat sekurang-kurangnya:
a. laporan keuangan yang terdiri atas sekurang-kurangnya neraca akhir tahun buku yang
baru lampau dalam perbandingan dengan tahun buku sebelumnya, laporan laba rugi
dari tahun buk u yang bersangkutan, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas,
serta catatan atas laporan keuangan tersebut;
b. laporan mengenai kegiatan Perseroan;
c. laporan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan;
d. rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan usaha;
e. laporan mengenai tugas pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris
selama tahun buku yang baru lampau;
f. nama anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris;
g. gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi dan gaji atau honorarium dan tunjangan bagi
anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun yang baru lampau.
3) Laporan keuangan dimaksud ayat (2) huruf a disusun berdasar standar akuntansi keuangan.
4) Neraca dan laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) huruf a bagi Perseroan yang wajib diaudit, harus disampaikan kepada Menteri sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Tanggung Jawab Laporan Keuangan
UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, Bagian Kedua - Laporan Tahunan
Pasal 67
1) Laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) ditandatangani oleh semua
anggota Direksi dan semua anggota Dewan Komisaris yang menjabat pada tahun buku yang
bersangkutan dan disediakan di kantor Perseroan sejak tanggal panggilan RUPS untuk dapat
diperiksa oleh pemegang saham.
2) Dalam hal terdapat anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang tidak
menandatangani laporan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang bersangkutan
harus menyebutkan alasannya secara tertulis, atau alasan tersebut dinyatakan oleh Direksi
dalam surat tersendiri yang dilekatkan dalam laporan tahunan.
3) Dalam hal terdapat anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang tidak
menandatangani laporan tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan tidak memberi
alasan secara tertulis, yang bersangkutan dianggap telah menyetujui isi laporan tahunan.
Pasal 69
3) Dalam hal laporan keuangan yang disediakan ternyata tidak benar dan/atau menyesatkan,
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng bertanggung jawab
terhadap pihak yang dirugikan.
PSAK 1 (2009), Paragraf 06 Manajemen perusahaan bertanggungjawab atas penyusunan dan
penyajian laporan keuangan perusahaan.
Note: di buku PSAK 1 Juli 2014, sudah ada PSAK 1 (Revisi 2013), untuk bab ini tidak ada perubahan.
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Tanggung Jawab Laporan Keuangan
UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, Bagian Kedua - Laporan Tahunan
Pasal 68
1) Direksi wajib menyerahkan laporan keuangan Perseroan kepada akuntan publik untuk
diaudit apabila:
a. kegiatan usaha Perseroan adalah menghimpun dan/atau mengelola dana masyarakat;
b. Perseroan menerbitkan surat pengakuan utang kepada masyarakat;
c. Perseroan merupakan Perseroan Terbuka;
d. Perseroan merupakan persero;
e. Perseroan mempunyai aset dan/atau jumlah peredaran usaha dengan jumlah nilai paling
sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah); atau
f. diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.
2) Bila kewajiban dimaksud ayat (1) tidak dipenuhi, laporan keuangan tidak disahkan oleh RUPS.
3) Laporan atas hasil audit akuntan publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan
secara tertulis kepada RUPS melalui Direksi.
4) Neraca dan laporan laba rugi dari laporan keuangan dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b,
dan huruf c setelah mendapat pengesahan RUPS diumumkan dalam 1 (satu) surat kabar.
5) Pengumuman neraca dan laporan laba rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan
paling lambat 7 (tujuh) hari setelah mendapat pengesahan RUPS.
6) Pengurangan besarnya jumlah nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e ditetapkan
dengan peraturan pemerintah.
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Lingkungan Akuntansi
Seperti manusia dan atau disiplin lain, akuntansi adalah produk lingkungannya.
• Lingkungan akuntansi meliputi kondisi sosial, ekonomi, politik/hukum,
termasuk kendala-kendala dan pengaruh-pengaruh yang berkembang dan
atau berubah tiap saat.
• Teori akuntansi berkembang untuk memenuhi permintaan (kebutuhan
perkembangan kondisi lingkungan) dan kendala serta pengaruh yang berubah.
Dalam aplikasinya, teori akuntansi menganggap (to axiom) adanya:
 adanya keterbatasan sumberdaya (efficiency dan effectively);
 sumber-sumber daya produktip umumnya dimiliki swasta (ada property right);
 aktivitas ekonomi dilakukan unit terpisah yang dapat diidentifikasi (unit entity);
 kompleksitas dan perkembangan sistim/urusan ekonomi menuntut pelimpakan
wewenang dalam pengurusan kekayaan/usaha (accountability);
 sumberdaya ekonomi, kewajiban dan hak tersisa harus dinyatakan dengan satuan
uang (unit monetary measurement)
Sebagai sistim, aplikasi Akuntansi keuangan juga memberi pengaruh (feedback)
pada perkembangan lingkungannya.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Kebutuhan akan Standar Akuntansi
• Memperhatikan perkembangan lingkungan akuntansi yang dinamis;
dan tujuan pelaporan keuangan terutama ditujukan untuk pihak diluar
manajemen; maka didalam penyusunan laporan keuangan harus
dihindari dampak :
 penyimpangan (bias);
 salah penafsiran (missinterpreting);
 ketidak tepatan; dan
 kemenduaan (ambiquity)

• Minimasi hal diatas, diperlukan pengembangan standar yang : “diterima


umum” yang berarti adanya “pengakuan kepada lembaga berwenang
yang menetapkan aturan”; dan atas “suatu praktek telah diterima
secara memadai karena penerapan yg universal”.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Kualitas Tinggi Standar
Globalisasi menuntut kualitas tinggi
standar akuntansi internasional.
Beberapa elemen yang perlu diupayakan:
• Ketetapan standar akuntansi yang berkualitas tinggi
oleh badan penetapan standar tunggal.
• Konsistensi dalam aplikasi dan interpretasi.
• Pengungkapan.
• Standar auditing berkualitas tinggi dan praktek.
• Adanya review dan penegakan hukum.
• Pendidikan dan pelatihan pelaku pasar
• Sistem pelaporan/komunikasi/bahasa yang standar.
• Tata kelola perusahaan dan kerangka hukum di
seluruh dunia
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Dua Organisasi Utama
Penyusun Standar:
Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB, International
Accounting Standards Board)
• Menerbitkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS, International
Financial Reporting Standards).
• Standards digunakan di kebanyakan bursa luar negeri.
• Standards digunakan oleh perusahaan-perusahaan asing yang listing di bursa
sekuritas AS.
• IFRS digunakan di lebih dari 115 negara.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB, Financial


Accounting Standards Board)
• Menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (SFAS, Statements of
Financial Accounting Standards).
• Digunakan oleh semua perusahaan US basis.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Dua Organisasi Utama
Penyusun Standar:
Organisasi penunjang
Organisasi Internasional Komisi Efek
(IOSCO, International Organization of
Securities Commissions)
• Tidak menetapkan standar akuntansi.
• Memberikan dedikasi untuk memastikan bahwa
pasar global dapat beroperasi dalam secara efisien
dan efektif
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Penyusunan Standar
Badan Standar Akuntansi
Internasional (IASB), dalam
menetapkan standar disupport
empat organisasi:
• Yayasan Komite International Standar
Akuntansi (IASCF, International
Accounting Standards Committee
Foundation)
• Dewan Standar Akuntansi
Internasional (IASB)
• Dewan Penasehat Standards (SAC,
Standards Advisory Council)
• Komite Interpretasi Pelaporan
Keuangan International (IFRIC,
International Financial Reporting
Interpretations Committee)

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Penyusunan Standar
IASB memproses standar
dengan memperhatikan
adanya unsur-unsur sebagai
berikut:
Tim Penetapan Standar yang
Independent;
• Melalui proses yang
sistematis didalam
mengembangkan standar;
• Keterlibatan investor,
regulator, pebisnis, dan
profesi akuntansi secara
global pada setiap tahap
proses, dan
• Berupaya kolaborasi
dengan komunitas
penetapan standar di
seluruh dunia.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Penyusunan Standar
IASB, telah menerbitkan:

• International Standar Pelaporan Keuangan (IFRS,


International Financial Reporting Standards).
• Framework untuk pelaporan keuangan (FFR,
Framework for financial reporting).
• International interpretasi pelaporan keuangan
(IFRI, International financial reporting
interpretations).

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Quiz
Standar akuntansi internasional , ditetapkan dengan
proses berikut:

• Research, exposure draft, discussion paper, standard.


• Discussion paper, research, exposure draft, standard.
• Research, preliminary views, discussion paper,
standard.
• Research, discussion paper, exposure draft,
standard.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Quiz
IFRS singkatan:
• International Federation of Reporting
Services.
• Independent Financial Reporting Standards.
• International Financial Reporting Standards.
• Integrated Financial Reporting Services

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Quiz
Para pemain kunci utama di sisi
internasional dalam
pengambangan IFRS adalah:
1. IASB dan FASB.
2. SEC dan FASB.
3. IOSCO dan SEC.
4. IASB dan IOSCO.
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Quiz
Di US, yang mirip dengan IASB?

1. SEC.
2. FASB.
3. FASC.
4. FAF.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Quiz
IFRS terdiri dari:
• International Financial Reporting Standards and FASB
financial reporting standards.
• International Financial Reporting Standards, International
Accounting Standards (Framework for financial reporting),
and international accounting interpretations.
• International Accounting Standards (Framework for
financial reporting) and international accounting
interpretations.
• FASB financial reporting standards and International
Accounting Standards.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Praktek di Indonesia
Institusi / Lembaga yang terlibat:
 IAI, Ikatan Akuntan Indonesia sebagai organisasi profesi yang diakui,
 IAI member dari IFAC (International Federaton of Accountans, organisasi global
untuk profesi akuntansi didedikasikan untuk melayani kepentingan publik dengan
memperkuat profesi dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ekonomi
internasional yang kuat. IFAC terdiri dari 179 anggota dan asosiasi di 130 negara
dan yurisdiksi, mewakili sekitar 2,5 juta akuntan dalam praktik publik, pendidikan,
layanan pemerintah, industri, dan perdagangan.
 Untuk penetapan dan sosialisasi standar, IAI memiliki/membentuk perangkat:
 Dewan Standar Akuntani Keungan (DSAK)
 Tim Implementasi Standar Akuntansi Keuangan IAI
 Keberadaan Akuntan diatur berdasar UU no 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik
 Regulator, Departemen Keuangan, Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai
(PPAJB), sebelumnya Direktoran Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai. Strukturnya
dibawah Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan
 Pengguna produk Akuntansi (OJK, Bank dll) & Lembaga Pendidikan.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Praktek di Indonesia
Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia:

• PSAK, konvergensi IFRS, berlaku secara umum, terutama menengah/atas,


akuntabilitas publik dan global;
• SAK Pemerintahan, berlaku di sektor pemerintahan (Pusat, Provinsi dan
Kotamadya/Kabupaten. Basis SAK ini govermental accounting;
• SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik), berlaku untuk semua
kegiatan usaha menengah/kecil (UKM) dan yang ditetapkan pemerintah
(seperti BPR). SAK ini kombinasi SAK 2009 (belum konvergensi IFRS)
ditambah IFRS for SME (Small & Medium Entities);
• SAK Syariah, berlaku bagi semua kegiatan usaha yang berbasis syariah.
SAK ini berkembang seiring pertumbuhan bisnis syariah. SAK ini tidak
terkait dengan IFRS.

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014


Status Konvergensi SAK ke IFRS
8 Des 2008 1 Jan 2012 1 Jan 2015
--------------------------Tahap 1---------------------------!--------------------------------Tahap 2----------------------------------

Target Konvergensi 2nd


IFRS to IFRS to SAK sesuai dgn:
Konvergensi 2nd
Januari 1, Januari 1,  Amandemen IFRS
2009 2014 2009-2014;
Konvergensi  Annual
IFRS Tahap 1, improvements IFRS;
 ED IFRS terbaru;
-----------------
 Proyek konvergensi
DSAK IAI IASB & FASB (IFRS &
menghasilkan US GAAP); dan
40 PSAK (Revisi)  Implementasi SAK
berbasis IFRS di
dan II PPSAK Indonesia

SAK 1 Juni 2012, hasil konvergensi


tahap 1. SAK ini “IFRS to Jan 1, 2009
PPAI 1974, SAK 1996, updated”, tetapi belum konvergensi
2004 & Terakhir 2009. Rencana, SAK 1 Jan 2015, hasil
perkembangan “IFRS to Jan, 1 2014”
“GAAP Basic (dominan)” konvergensi tahap 2. SAK ini
“IFRS to Jan 1, 2014 updated”.
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014
Sumber :
 Kieso, Donald E., dan Jerry Weygandt, Warfield, Terry.,
Intermediate Accounting, Vol 1, IFRS Edition, John Wiley and
Sons, 2011 (KW 1), Chapter 1
 Dwi Martani, Silvia Veronica NPS, Ratna Wardhani, Aria Farahmati
dan Edward Tanujaya., Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis
PSAK Buku 1, 2012 (DMSRAE 1), Bab 1
 Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan, 2012.
(PSAK 2012)
 Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan ETAP,
2009. (SAK ETAP, 2009)
 UU PT No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT)
 Artikel terkait perkembangan PSAK (Artikel Terkait).

AKM 1, Jazid, Stiesia Surabaya, 2014