Sie sind auf Seite 1von 10

MODUL 2

ARUS EKMAN

I. Teori Dasar
Arus ekman adalah arus yang terbentuk karena adanya keseimbangan antara gaya
coriolis dengan gaya gesekan angin. Arus ini ditemukan oleh V. Walfrid Ekman yang
mengonfirmasi hasil pengamatan Nansen yang menemukan bahwa arah gerak bongkah es
di kutub utara memiliki penyimpangan 20o – 40o terhadap arah angin. Ekman membuktikan
secara matematis bahwa penyimpangan tersebut adalah sebesar 45o. Sudut penyimpangan
pun bertambah terhadap kedalaman. Dalam membangun model matematik analitik untuk
menjelaskan secara kuantitatif penyimpangan arus permukaan terhadap angin permukaan,

Gambar 1. Arus yang dibelokkan terhadap arah angin


(Sumber: Safwan Hadi dan Ivonne M. Radjawane, 2009)

Gambar 2. Distribusi vertikal arus Ekman


(Sumber: Safwan Hadi dan Ivonne M. Radjawane, 2009)

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


Fenomea transport Ekman dapat membantu kita menjelaskan peristiwa upwelling
dan downwelling yang terjadi baik di perairan pantai maupun di lepas pantai.

Gambar 3. Upwelling dan Downwelling di perairan pantai


(Sumber: Safwan Hadi dan Ivonne M. Radjawane, 2009)

Gambar 4. Upwelling dan Downwelling di lepas pantai


(Sumber: Safwan Hadi dan Ivonne M. Radjawane, 2009)

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


II. Tujuan
1. Menghitung dan menganalisis arus yang dipengaruhi oleh gesekan di permukaan dan
pengaruh gesekan tersebut hingga kedalaman Ekman.
2. Mengetahui pola distribusi kecepatan arus dari permukaan hingga kedalaman Ekman.
3. Menunjukan bahwa hasil perhitungan yang didapat mengacu pada asumsi-asumsi yang
digunakan Ekman dalam menjelaskan teori Ekman.
4. Menganalisis besarnya nilai transport Ekman berdasarkan parameter-parameter yang
mempengaruhinya.
5. Mengetahui fenomena upper Ekman dan bottom Ekman serta perbedaan antara
keduanya.

III. Langkah Pengerjaan

Pengambilan Data
1. Buka website ogimet.com, klik English Version

2. Pilih bagian Daily Summarries di kolom TEXT INFORMATION, sehingga muncul


tampilan seperti dibawah ini, kemudian masukan WMO index, tahun dan bulan sesuai
dengan yang di minta, tekan send.

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


3. Lalu akan muncul data seperti dibawah ini, kemudian pindahkan data tersebut kedalam
Excel untuk kemudian diolah. Masukan data arah dan kecepatan angina secara manual

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


Tugas 1
1. Masukan data angin harian rata-rata kedalam excel, kemudian penuhi parameter-
parameter yang harus ada agar dapat dibentuk windrose untuk mencari angin dominan
menggunakan WRPlot.

Buka WRPLOT  Tools  Import from Excel

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


Sesuaikan data yang akan di Import dengan data yang ada di Excel. Perhatikan lokasi
membuka dan menyimpan hasil. Perhatikan baris pertama dan terakhir.

Untuk Station Information, sesuaikan dengan pembagian data dari Ogimet. Kemudian
Tekan Import. Setelah itu pilih opsi “Add File” dan masukkan data yang tadi di
simpan. Lihat pada kolom Wind Rose untuk mengetahui distribusi angin. Lampirkan
dalam laporan

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


2. Cari kedalaman Ekman serta arus permukaan menggunakan nilai kecepatan angina
maksimum dan minimum. Gunakan lintang yang ada pada data Ogimet. Kemudian isi
tabel seperti gambar di bawah ini:

3. Isi data pada tabel diatas menggunakan rumus berikut:


- w : kecepatan berdasarkan skenario
- θ : longitude lokasi sesuai skenario
- ρ (densitas udara) : 1,3 kg/m3
- Ω (kecepatan sudut rotasi bumi) : 7,29 x 10-5 /s
- CD (koefisien geser) : 0,0014
- f (faktor corriolis) : 2Ωsinθ
- τ (stress angin) : ρ.CD.w2
0,0127 𝑤
- V (kecepatan arus permukaan) :
√𝑠𝑖𝑛𝜃
0,79𝑥10−5 𝑤 2
- De (kedalaman ekman) : 𝑉|𝑓|

𝐷𝑒 2 |𝑓|
- AZ (viskositas Eddy) : 2𝜋 2
𝜋 𝜋 𝜋𝑧
- Kecepatan Horizontal : Ue = 𝑉𝑐𝑜𝑠 ( 4 + 𝐷 𝑧) 𝑒𝑥𝑝 (𝐷 )
𝑒 𝑒

𝜋 𝜋 𝜋𝑧
- Kecepatan Vertikal : Ve = 𝑉𝑠𝑖𝑛 ( 4 + 𝐷 𝑧) 𝑒𝑥𝑝 (𝐷 )
𝑒 𝑒

- Kecepatan Arus Total : V = √𝑈𝑒 2 + 𝑉𝑒 2


𝑈𝑒
- Arah Arus Ekman : 𝑡𝑎𝑛−1 𝑎 = 𝑉𝑒

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


- Transport Ekman X dan Ekman Y : Mx = ∫ 𝜌𝑓𝑣𝑑𝑧 dan My = ∫ 𝜌𝑓𝑢𝑑𝑧

- Transport Total = √𝑀𝑥 2 + 𝑀𝑦 2

4. Setelah semua terisi, lakukan untuk 4 skenario model yaitu W maximum dengan θ
normal dan θ+30o serta buat W minimum dengan θ normal dan θ+30o.
5. Plot grafik kecepatan horizontal, kecepatan vertikal, overlay keduanya, transport
ekman X, transport ekman Y, dan overlay lalu bandingkan semuanya terhadap
kedalaman. Lakukan untuk 4 skenario model tersebut.
6. Lakukan analisis terhadap nilai transport Ekman disetiap kedalaman dan dari grafik,
baik grafik hasil plot data maupun grafik wrplot

Tugas 2

1. Buat model transport Ekman dalam bentuk 3D (quiver) menggunakan matlab, dengan
koordinat x dan y di buat 0.
2. Buat 4 skenario dengan kondisi (Wmax dan θ normal), (Wmax dan θ+30o), (Wmin dan
θ normal), (Wmin dan θ+30o).
3. Untuk mempermudah, buat 4 folder berbeda.

4. Buat masing masing file seperti di bawah ini.

-Kedalaman1.txt merupakan data kedalaman Ekman akibat tiupan angin


-Koordinat1.txt merupakan nilai 0 sesuai jumlah kedalaman Ekman
-Transport X1.txt merupakan nilai transport arah X sesuai skema
-Transport Y1.txt merupakan nilai transport arah Y sesuai skema

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


-skenario1.m merupakan program Matlab untuk membuat plot 3D dari transport Ekman

5. Masukkan hasil kedalam laporan.


6. Berikan analisis terhadap gambar tersebut, hubungkan dengan hasil yang di dapat pada
Tugas 1 dan dengan teori yang ada mengenai transport Ekman.

IV. Poin Analisis


1. Jelaskan proses fisis dari masing-masing hasil perolehan gambar grafik, U, V, transport
Ekman, dan Spiral Ekman terhadap kedalaman!
2. Bagaimana kecepatan dan arah arus terhadap kedalaman di permukaan?
3. Bagaimana pengaruh besarnya kecepatan angin dan lintang terhadap kedalaman
Ekman? Faktor mana yang lebih dominan dalam mempengaruhi kedalaman Ekman?
4. Buktikan bahwa hasil plot antara kedua komponen kecepatan horizontal (Ve terhadap
Ue) menunjukkan adanya suatu spiral Ekman?
5. Bagaimana hubungan arah angin dengan transport massa Ekman yang terjadi?
6. 6. Bagaimana hubungan stress geser terhadap transport massa Ekman?
7. Bagaimana proses terjadinya arus Ekman di permukaan dan di dekat dasar (hubungkan
dengan adanya arus geostropik)?
8. Jelaskan perbedaan antara spiral Ekman di permukaan dan di dekat dasar berdasarkan
grafik yang dihasilkan!

V. Tambahan
1. Jika kecepatan angin tidak terdefinisi, maka buat menjadi nol.
2. Gunakan massa jenis air laut yaitu 1025 kg/m3
3. Perhatikan pengunaan satuan sudut dalam Ms. Excel. Apakah dalam derajat atau dalam
radian.

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman


4. Transport arah X menggunakan kecepatan arah Y, dan transport arah Y menggunakan
kecepatan arah X.
5. Kecepatan harus dalam satuan m/s.
6. Karena data dari OGIMET merupakan data harian, maka diasumsikan bahwa data
tersebut merupakan data 24 jam dengan setiap jamnya bernilai sama.
7. Untuk arah angin, gunakan tabel di bawah ini.

8. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi asisten arus.


9. UNTUK MENAMBAH PEMAHAMAN, BUAT RESUME MENGENAI ARUS
EKMAN. Lampirkan dalam laporan (sumber: Paper mengenai Arus Ekman)

VI. Daftar Pustaka


Hadi, Safwan dan Ivonne M. Radjawane. 2009. Arus Laut. Bandung: Institut Teknologi
Bandung.
Maulidian, Kevin. 2014. Presentasi Praktikum Modul 2 “Arus Ekman”. Institut Teknologi
Bandung
Mubarak, Saat. 2012. Presentasi Praktikum Modul 2 “Arus Ekman”. Institut Teknologi
Bandung

Praktikum Arus Laut Modul 2 – Arus Ekman