Sie sind auf Seite 1von 2

Dialog Komunikasi Terapeutik Perawat dan Pasien

Fase pra interaksi


 Mengumpulkan data tentang keadaan pasien/klien, yaitu melihat atau
mempelajari status pasien, melihat operan atau buku laporan perawat.
 Mencari literature atau pengetahuan tentang masalah yang berkaitan dengan
pasien/klien.
 Perawat memeriksa kembali alat-alat seperti : handuk, baskom, dll.
 Menulis rencana percakapan atau kegiatan yang akan dilakukan pada saat
interaksi.
 Jika perawat sudah siap, rencanakan interaksi atau pertemuan dengan
pasien/klien. Atau keluarga yang bersangkutan.

Fase orientasi
a. Salam terapeutik
Perawat : selamat pagi bapak manarrul ahmad, masih ingat dengan saya. Saya
reza perawat yang akan merawat bapak hari ini, dari jam 2 siang sampai
jam 9 malam nanti (sambil tersenyum dan berjabat tangan)
Pasien : iya pak, bapak yang kemarin kan?
Perawat : betul bapak

b. Evaluasi/validasi
perawat : Bagaimana perasaan bapak manarrul pagi ini?
Pasien : Lebih enakan dari yang kemarin
perawat : Apa semalam, tidurnya pulas?
Pasien : tidur saya kurang pulas pak, masih terasa nyut-nyut perut saya
perawat : Tadi bapak sudah minum obat ?
Pasien : Sudah pak
perawat : apa Bapak masih demam?
Pasien : Iya pak saya merasa badan saya masih panas

c. Kontrak (Topik, Waktu, Tempat)


Perawat : Karena masih demam, bagaimana kalau sekarang ditempat tidur
keluarga saya ajarkan dan lakukan kompres hangat, sebentar saya
sedikit jelaskan baru saya lakukan kompres hangat, apa bapak bersedia
jika saya jelaskan? (sambil tersenyum)
Pasien : Iya pak

Fase Kerja
Perawat : Sebelum saya ajarkan dan lakukan kompres demam saya akan jelaskan
tujuan dan manfaat tindakan ini, tujuan kompres hangat adalah
membantu tubuh beradaptasi dengan suhu tubuh yang meningkat agar
tidak lebih meningkat lagi, dan memberikan rasa nyaman. alat-alat yang
digunakan adalah baskom air hangat, 2 handuk sedang, 1 handuk kecil.
Caranya bapak akan kita posisikan nyaman terlebih dahulu, lalu suhu
ruangan akan kita buat sejuk agar nyaman, bapak kita anjurkan
menggunakan pakaian yang menyerap keringat, setelah itu kita alaskan
handuk dibawah kepala baru kita kompres hangat dari air hangat yang
sudah disiapkan ya.
Perawat : Bagaimana bapak, sudah siap?
Pasien : Iya pak, sudah siap.
Perawat : mari kita posisikan yang nyaman. iya bagus pak, kebetulan sudah
mamakai kaus yang menyerap keringat dan nyaman, kamar kita buat
suhu 22˚C yaa. Handuk sedangnya kita pasang di bawah kepala yaa,
handuk kecil ini yang sudah dibilas air hangat saya letakkan didahi ya
pak?
Pasien : Iya pak
Perawat : Kompres hangat bisa bapak ulang bila handuk yang dikompres sudah
dingin atau bila sudah lebih baik atau demamnya sudah turun kompres
bisa dihentikan, apa bapak mengerti yang saya jelaskan?
Pasien : Iya ngerti pak
Perawat : Sejauh ini, apa yang bapak rasakan? Apakah lebih nyaman?
Pasien : Iya pak
Perawat : apakah ada pertanyaan dari bapak atau keluarga?
Pasien : tidak ada pak, saya rasa sudah cukup
Keluarga : bagaimana nanti saya akan mengompres lagi jika airnya sudah dingin?
Perawat : keluarga dipersilahkan untuk ke ruang perawat, nanti ada teman atau
saya yang akan mengambilkannya untuk pasien.

Fase Terminasi
Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan

Evaluasi subjektif:
Perawat : Bagaimana perasaan bapak setelah dikompres air hangat?
Pasien : Agak lebih baik pak dari sebelum dikompres

Evaluasi Objektif:
Pasien Menunjukkan perasaan lebih nyaman, dan lebih rileks
Perawat : Oh iya pak, bapak saya sarankan minum lebih banyak air putih kurang
lebih dari 2lt per hari untuk menbantu menstabilkan suhu tubuh. bila
ada perubahan dapat kita lihat 1-2 jam setelah ini saya akan datang
kembali untuk memeriksa suhu tubuh bapak.
Pasien : iya pak

Kontrak yang akan datang (topik, waktu, tempat):


Perawat : karena saya rasa bapak sudah lebih baik saya sudahi dulu, nanti saya
akan mengecek kembali suhu bapak pada jam 4 sore disini,
untuk mengobservasi kembali apakah suhu tubuh bapak.
Perawat : Terima kasih atas kerja samanya pak, saya perawat reza, ingin pamit
ke ruangan perawat, jika bapak perlu sesuatu, bapak bisa minta keluarga
bapak memanggil saya di ruangan perawat.
Pasien : Iya pak, sama sama.