Sie sind auf Seite 1von 2

Si Pitung  cerita rakyat  16th May 2017  0 Comment  Cerita Rakyat DKI Jakarta Si Pitung Jagoan

Betawi Di suatu desa yang kecil, tinggallah seorang bapak dan ibu yang dalam Sehariannya ia bekerja
sebagai petani, ia mempunyai seorang anak yang diberi nama Si Pitung. Sebagaimana dengan anak –
anak betawi lainnya Si Pitung dibesarkan dalam keluarganya sendiri dan diajarkan untuk membantu
orang tuanya. Dan juga belajar mengaji. Si pitung merupakan anak yang rajin dan saleh. Setelah agak
dewasa Pitung belajar pengetahuan agama dan silat serta ilmu bela diri lainnya dari Haji Naipin,
seorang ulama yang dihormati di kampungnya. Karena Si pitung rajin berlatih ia menjadi murid
kesayangan dari gurunya dan hampir semua ilmu gurunya diajarkan kepadanya. Meski menjadi
murid kesayangan Haji Naipin, tetapi Pitung selalu rendah hati. Kepada orang lain ia selalu bersikap
santun dan terpuji. Ia pun tak luput dari gejolak masa muda. Ia menjalin hubungan dengan Aisyah,
dan berjanji akan menikah bila kelak usia mereka sudah pantas untuk menikah. Pada suatu hari,
membantu warga di sana dari ceteng – ceteng Babah Liem ( segerombolan yang sering menganggu
di daerah sana). Ia menyerang Pitung dengan semua kemampuan mereka, mengira bahwa Pitung
akan mudah dirobohkan. Namun, tanpa di duga Pitung malah membalas mereka dengan
membantingnya ke tanah hingga pingsan. Ada lima centeng yang mengeroyoknya. Satu demi satu ia
hajar tulang kering atau pelipis mereka hingga kesakitan. Lalu mereka menggotong pimpinan
centeng yang masih pingsan dan melarikan diri. Beberapa hari setelah peristiwa itu, nama Pitung
menjadi buah bibir di seluruh Kebayoran. Namun, Pitung tak mau congkak. Ia bahkan menghindar
kalau ada orang yang bertanya kepadanya tentang kejadian itu. Suatu hari, Ayah Si Pitung menyuruh
Si Pitung Menjual Kambing untuk kebutuhan mereka. Tetapi setelah selesai menjual kambing
tersebut dan mendapatkan uangnya, uang tersebut di curi oleh para ceteng – ceteng Babah Liem.
Setelah sadar bahwa uangnya hilang dia pergi kembali ke pasar untuk mencari pelakunya, setelah ia
melakukan penyelidikan ia menemukan orang yang mencuri uangnya. Orang itu sedang berkumpul
dengan centeng-centeng lainnya di sebuah kedai kopi. Pitung mendatanginya dan menghardik,
“Kembalikan uangku!” Salah seorang berkata, “Kamu boleh ambil uang ini, tapi kamu harus menjadi
anggota kami.” “Cuh! Tak sudi aku jadi maling,” jawab Pitung dengan kasar. Mendengar perkataan
itu, Serentak mereka menyerbu Pitung. Namun, yang mereka hadapi adalah Si Pitung dari Kampung
Rawabelong yang pernah menghajar enam orang centeng Babah Liem sendirian. Akibatnya, satu
demi satu orang Babah Liem kena tinju Si Pitung. Yang berani menggunakan senjata malah dimakan
sendiri oleh senjata mereka. Semenjak kejadian itu, Si Pitung memutuskan untuk membela orang-
orang yang lemah. Ia tak tahan lagi melihat penderitaan rakyat jelata yang ditindas. Nama Pitung
menjadi harum di POPULAR POSTS Asal Mula Kota Lampung Minakjinggo dan Damarwulan Asal Usul
Tradisi Menyulut petasan bambu Legenda putri Change Asal Usul Festifal Yuan Xiao  212 Followers
8 F GOOGLE PLUS C kumpulan cerita GET UPDATES dapatkan upd Enter your em CERITA RAKYAT N
Aceh Sumatra Utara Sumatra Selatan Sumatra Barat Bangka Belitung DKI Jakarta Jawa Timur Jawa
Tengah Jawa Barat YOU ARE HERE: Home → Si Pitung CERITA LUCU / HUMOR CERITA MOTIVASI
FABEL / DONGENG TOKOH / BIOGRAFI CHINESE SHORT STORY TEKA – TEKI QUIZ Cerita Rakyat Dunia
Folklore Stories Cerpen Kirim Cerita      Total 0 2/11/2018 Si Pitung Pahlawan Betawi |
Cerita Rakyat Nusantara DKI Jakarta http://cerita-rakyat.com/si-pitung/ 2/3 Get the latest news in
your inbox, free! Tweet to @Ceritasz kalangan rakyat jelata. Namun, pada saat yang bersamaan Para
tuan tanah dan orang-orang yang mengambil keuntungan karena memihak Belanda menjadi tidak
tenteram. Mereka mengadukan persoalan itu kepada pemerintah Belanda. SI Pitung Melawan
Belanda Penguasa penjajah di Batavia memerintahkan pasukannya untuk menangkap Si Pitung.
Schout Heyne, memerintahkan polisi dan penjaga keamanan disana untuk mencari tahu keberadaan
Si Pitung. Pengumuman pun di sebarkan kemana – mana, yaitu hadiah akan di berikan bagi orang
yang dapat menangkap Si Pitung. Mengetahui dirinya menjadi buron, Pitung berpindah-pindah
tempat, bahkan pernah sampai ke Marunda. Selama itu, ia tetap melaksanakan perampasan harta
orang-orang kaya, para demang dan tuan tanah. Harta rampasan selalu ia berikan kepada rakyat
yang lemah dan tertindas oleh penjajahan. Karena kesusahan dan kewalahan dengan Si Pitung.
Schout Heyne memerintahkan orang untuk menangkap Orang tua dan Haji Naipin. Mereka berdua
pun dibui di Grogol, untuk memancing Si Pitung Keluar dari persembunyiannya. Sementara, Si Pitung
terus menjalankan kegiatannya. Namun, ketika mendengar kabar bahwa ayah dan gurunya
ditangkap polisi. Ia mengirim pesan jika kedua orang itu dibebaskan, ia bersedia menyerahkan diri.
Schout Heyne setuju. Pada hari yang ditentukan, mereka membawa Haji Naipin ke tanah lapang. Pak
Piun sudah lebih dulu dibebaskan. Di tanah lapang itu, sepasukan polisi menodongkan senjata
kepada Haji Naipin. Pitung muncul sendirian. Schout Heyne menyuruh Pitung menyerah. Pitung
meminta agar Haji Naipin dilepaskan dulu. “Huh, tertangkap juga kamu, Pitung!” Schout Heyne
berkata dengan nada sombong. “Iya, tapi nanti aku pasti akan lolos lagi. Dengan orang pengecut
seperti kalian, yang beraninya hanya mengandalkan anak buah, aku tidak takut,” jawab Pitung.
Schout Heyne menjadi marah. Memberi aba-aba agar pasukannya bersiap menembak. Namun,
perintah menembak sudah diberikan pasukan disana menembak dan Pitung pun roboh bersimbah
darah. Pitung dimakamkan beberapa hari kemudian. Banyak rakyat yang turut mengiringi
pemakamannya dan mendoakannya. Mereka akan selalu mengingat jasa Si Pitung, pembela dan
pelindung mereka. Beberapa bulan kemudian Schout Heyne dipecat dari jabatannya karena ia telah
menembak orang yang tidak melawan ketika ditangkap Si Pitung gugur sebagai pahlawan dan
dikenang. Kisah Si Pitung Berkembang menjadi cerita rakyat berbagai versi, kemudian di cetak
menjadi majalah dan buku. Kisah ini juga diproduksi menjadi film seperti Titisan Si Pitung Kami
adalah sebuah website yang menggumpulkan berbagai macam cerita dari dalam dan luar negeri..
ada cerita motivasi, cerita lucu, cerita rakyat. Dukung kami dengan cara membagikan cerita - cerita
yang sudah kami post kepada teman - teman Anda. pada website cerita-rakyat.com juga terdapat
kumulan cerita humor dan kumpulan cerita motivasi, teka - teki dan quiz kalian dapat mengikuti dan
membaca nya .... Selamat membaca