You are on page 1of 8

ANALISA BUDIDAYA

JATI KULTUR JARINGAN


Lokasi
Desa Sirna Jaya
Kecamatan WarungKiara
Kab. Sukabumi

PASIR CABE GREEN HILL


Desa Sirna Jaya, Kec. Warungkiara, Kab. Sukabumi
pasircabegreenhill@gmail.com - 085711063835
PASIR CABE GREEN HILL

Pasir Cabe Green Hill merupakan kelompok tani yang memiliki kesadaran

untuk memaksimalkan potensi alam berupa pertanian dan perkebunan secara

ekonomis tanpa harus mengeksploitasi berlebih. Kami mencoba menawarkan

produk perkebunan jati unggulanyaitu jati kultur jaringan sebagai investasi

masa kini yang memberikan profit dan benefit. Karena telah terbukti bahwa

perkebunan jati sangat menguntungkan secara ekonomi dan bermanfaat bagi

lingkungan alam sekitarnya.Perkebunan kami berada di Desa Sirnajaya,

Ciseureuh, Kabupaten Sukabumi. Letaknya berada di antara Kota Sukabumi

dan Pelabuhan Ratu.

Gambar. Lokasi Pasir Cabe Green Hill (maps.google.com)


KENAPA JATI KULTUR JARINGAN

Jati kultur jaringan merupakan jenis jati unggulan yang dikembangkan dengan

metode kultur jaringan. Metode ini merekayasa bibit dengan mengambil sifat-

sifat terbaik induknya. Dibandingkan jati konvensional, jati kultur jaringan

memiliki banyak kelebihan seperti pertumbuhan yang lebih baik dan seragam,

tidaktergantungpadamusimkarenalingkungantumbuh in vitro terkendali, bahan

tanaman yang digunakan sedikit sehingga tidak merusak pohon induk,

tanaman yang dihasilkan bebas dari penyakit meskipun dari induk yang

mengandung patogen internal, tidak membutuhkan tempat yang sangat luas

untuk menghasilkan tanaman dalamjumlah banyak.

Pohon Jati
Tahun Pertumbuhan Kultur
Konvensional
Jaringan
Tinggi (m) 4 16
5-7
Diamter (cm) 3.5 27.5

Tinggi (m) 6 17
10
Diamter (cm) 8 34

Tinggi (m) 12 20
15
Diamter (cm) 17 40

Tabel Perbandingan Jati Konvensional dengan Jati Kultur Jaringan

Sumber : SeameoBiotrop
RINCIAN BIAYA

Asumsi :
1. Jangka waktu plasma 15 tahun
2. Luas lahan 625 m2, dengan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m => 100 pohon
3. Penjarangan (Panen) dibagi tiga tahap: Panen I Usia 5-7 tahun 50% = 50
batang; Panen II Usia 10 Tahun 25% = 25 batang; Panen III Usia 15 Tahun
25% = 25 batang.
4. Biaya berdasarkan biaya tahun 2014
5. Harga kayu berdasarkan harga tahun 2012
6. Pembagian hasil : Investor 45%, Pemilik lahan 30% Pengelola 10%, Petani
10%, Warga 2,5%, Pemerintahan Desa 2,5%.
7. Tidak termasuk tanaman tumpangsari

Investasi Awal
Paket Biaya Penanaman : 100 pohon x Rp. 70.000 Rp 6.000.000

==============

Investasi awal digunakan untuk biaya penanaman terdiri dari :


1. Biaya Bibit Jati Kultur jaringan ( 20 – 30 cm )
2. Biaya Angkut Bibit
3. Biaya Pupuk Kandang dan NPK Mutiara
4. Biaya Pengajiran
5. Biaya Pelubangan
6. Biaya Pemupukan
7. Biaya Pengawasan Penanaman

Biaya Pemeliharaan Rp 1.101,000

===============

Biaya Pemeliharaan terdiri Biaya:


1. Pupuk ( Kimia dan kandang )
2. Pemupukan (Pupuk Kandang dan NPK Mutiara) di bulan ke-3, 6, 9, 12,
24, dan 48.
3. Pendangiran
4. Peyulaman
5. Pengendalian gulma.

Total Investasi untuk 100 Pohon Rp. 7.101.000


Catatan :

 Biaya pupuk diperhitungkan berdasarkan harga bulan September 2014,


apabila terjadi perubahan harga pupuk dibebankan kepada investor
 Pemupukan maksimal sampai umur 48 bulan
 Biaya Pembelian pupuk tanggung jawab investor, Selain biaya pupuk
semua yang menyangkut pemeliharaan menjadi tanggung jawab
penggarap
ESTIMASI PENDAPATAN

Estimasi Penghasilan
Keterangan Tahun 5 – 7 Tahun 10 Tahun 15
Panen ( Batang ) 50 25 25
Sisa ( Batang ) 50 25 0
Tinggi ( M ) 16 17 20
Diameter ( cm ) 20 30 40
Volume ( M3)/Btng 0,35 0,68 1,46
Total Volume 17,5 17 36,5
Harga Jual (Rp) 2.500.000 4.000.000 6.000.000
Penghasilan (Rp ) 43.750.000 68.000.000 219.000.000

Estimasi Pembagian Hasil Masing-masing Pihak ( dalam Juta Rupiah )

No Ket Investor Pemilik tn Pengelola Petani Desa


45% 30% 10% 5% 5%
1 Panen I 19,687 15,312 6,562 1,093 1,093
2 Panen II 30,6 23.8 10,2 1,7 1,7
3 Panen III 98,55 76,65 32,85 5,475 5,475
Total 148,837 115,762 49,612 8,268 8,268
PAKET KERJASAMA INVESTASI

Kami menawarkan dua jenis skema kerjasama investasi jati:

Pertama, Anda hanya berinvestasi Pohon Jati. Skema ini melibatkan Anda

sebagai Investor, Pemilik tanah, Petani Penggarap, dan Pengelola. Tersedia

paket minimal 100 pohon atau kelipatannya.

Desa
PENGELOLA
5%
10%
PETANI
10%

PEMILIK
TANAH
30%

INVESTOR
45%

Skema Pembagian Hasil

Paket Investasi

Jumlah Pohon Nilai Investasi Estimasi Pendapatan

100 Rp 7.100.000,- Rp 148,84 Juta

200 Rp 15.000.000,- Rp 297,7 Juta

300 Rp 22.500.000,- Rp 446,5 Juta

400 Rp 30.000.000,- Rp 595,4 Juta


Kedua, Anda berinvestasi Pohon Jati beserta tanah non sertifikat hak milik.

Tanah non sertifikat bersifak GG (Guna Garap), yang artinya secara legal sudah

cukup kuat dan dapat di upgrade menjadi tanah sertifikat hak milik.

Desa
Petani 5%
10%
Pengelola
10%

INVESTOR
75%

Skema Pembagian Hasil

Paket Investasi

TANAH POHON

Rp 15.000,-/m2 Rp 65.000,-/Pohon
Catatan: minimal pembelian 1000 m2 Catatan: min. pembelian 100 Pohon