You are on page 1of 27

Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 1

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Case Report Session

Benda Asing THT

Annisa Ramadhianita, Hanna Nabila, Indah Noprimasari Yudi

Pendahuluan 2. Batasan Masalah


1. Latar Belakang Referat ini membahas tentang anatomi
Corpus alienum atau benda asing di dan fisiologi hidung, telinga, dan tenggorok, definisi,
telinga, hidung dan tenggorok adalah benda asing klasifikasi, epidemiologi, etiologi, patogenesis,
yang berasal dari luar tubuh atau dalam tubuh, manifestasi klinis, diagnosis, tatalaksana,
dimana pada keadaan normal tidak terdapat pada komplikasi serta prognosis dari benda asing di
telinga, hidung ataupun tenggorok. Benda asing telinga, hidung dan tenggorok.
dalam suatu organ dapat terbagi atas benda asing
3. Tujuan Penulisan
eksogen (dari luar tubuh) dan benda asing endogen
Penulisan referat ini bertujuan ntuk
(dari dalam tubuh). Selain itu benda asing dapat
menambah pengetahuan tentang benda asing di
terbagi atas dua jenis , yaitu benda hidup (organik)
telinga, hidung dan tenggorok serta langkah-
dan benda mati (anorganik). Contoh benda asing
langkah penatalaksanaan secara komprehensif,
organik, antara lain lintah, lalat, larva, sedangkan
yang nantinya akan diterapkan sebagai dokter pada
benda asing anorganik, misalnya manik-manik,
pelayanan primer.
kertas, tisu, logam, baterai kecil, kacang-kacangan,
dan lain-lain.1 4. Metode Penulisan
Referat ini ditulis dengan menggunakan
Kasus benda asing di telinga, hidung, dan
metode tinjauan pustaka yang merujuk dari
tenggorok sering ditemui oleh dokter di pelayanan
berbagai literatur.
kesehatan primer. Kasus ini paling sering dialami
oleh anak dan balita. Benda asing di telinga, hidung
dan tenggorok merupakan salah satu kedaruratan
di bidang telinga hidung tenggorok yang cukup Benda Asing Telinga
sering terjadi pada anak-anak. Kebanyakan kasus a. Anatomi Telinga
benda asing asimtomatik dan terdapat sekitar 11%
dari seluruh kedaruratan dibidang telinga hidung Telinga dibagi menjadi tiga bagian yaitu
dan tenggorok.2 telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Telinga luar terdiri dari liang telinga sampai
Faktor yang mempermudah terjadinya membran timpani. Telinga tengah terdiri dari tulang
aspirasi benda asing dalam telinga, hidung dan pendengaran dan tuba eustachius. Telinga dalam
tenggorok antara lain faktor personal (umur, jenis terdiri dari koklea yang berupa dua setengah
kelamin, pekerjaan, kondisi sosial dan tempat lingkaran dan vestibuler yang terdiri dari 3 buah
tinggal), kegagalan mekanisme proteksi normal kanalis semisirkularis.1
(keadaan tidur, penurunan kesadaran, alkoholisme,
dan epilepsi), ukuran, bentuk, serta sifat benda
asing, serta faktor kecerobohan. Benda asing dapat
dapat menyebabkan morbiditas bahkan mortalitas
bila masuk ke saluran nafas bawah.3
Sebagai dokter pada layanan primer,
diagnosis benda asing di telinga, hidung dan
tenggorok harus dapat ditegakkan dan
ditatalaksana secara komprehensif. Dokter keluarga
dapat mengeluarkan benda asing tersebut, namun
hal ini bergantung pada beberapa faktor seperti
lokasi dari benda asing, bahan material benda
asing, apakah benda berupa bahan yang mudah
diambil (lebut dan irregular) atau tidak mudah
diambil (keras dan bulat), ketrampilan dokter, dan Benda asing ditemukan di liang telinga.Liang
kerjasama pasien.4 Oleh karena itu pengkajian telinga berbentuk huruf S. Pada sepertiga bagian
terhadap benda asing di telinga, hidung dan luar dibentuk oleh tulang rawan yang banyak
tenggorok yang merupakan level kompetensi 3a terdapat kelenjar serumen (kelenjar keringat) dan
dan 4a serta sering terjadi di masyarakat sangat rambut. Sedangkan duapertiga bagian dalam
penting dilakukan. rangkanya terdiri dari tulang dan hanya sedikit
dijumpai kelenjar serumen. Panjang liang telinga
kira-kira 2 ½ - 3 cm.1

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 2
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

b. Epidemiologi Benda Asing Telinga Jika ditemukan perforasi membran timpani,


atau benda asing berkontak langsung dengan
Pada penelitian yang difokuskan pada anak- membran timpani, atau visualisasi liang telinga tidak
anak, ditemukan bahwa 75% kejadian benda asing sepenuhnya, maka diindikasikan untuk konsultasi
telinga terjadi pada usia kurang dari 8 tahun. dengan spesialis THT untuk pertimbangan
Sedangkan pada dewasa jarang terjadi.2 pengeluaran benda asing dengan operative
Angka kejadian antara laki-laki dan microscope dan spekulum.4
perempuan tidak jauh berbeda. Pada laki-laki Teknik yang dapat digunakan untuk
ditemukan kejadian 53,5%. Pada beberapa literatur mengeluarkan benda asing telinga adalah ekstraksi,
disebutkan bahwa benda asing yang terjadi pada irigasi dan suction. Pemilihan teknik tergantung
orang tua biasanya ditemukan pada individu yang benda asing yang ditemukan. Irigasi
berkebutuhan khusus.3 dikontraindikasikan untuk benda asing organik
c. Etiologi dikarenakan dapat mengalami osmosis sehingga
membengkak dan sulit dikeluarkan. Serangga, zat
Benda asing yang ditemukan di liang telinga organik atau objek yang mudah jadi serpihan kecil
bervariasi sekali. Bisa berupa benda mati ataupun disarankan untuk ekstraksi dengan suction daripada
benda hidup seperti binatang dan komponen dengan forceps.4
tumbuh-tumbuhan. Pada anak kecil sering
ditemukan kacang hijau, manik, mainan, karet Benda asing multiple tidak jarang terjadi
penghapus dan terkadang baterai. Pada orang terutama pada anak-anak. Sehingga diperlukan
dewasa yang relatif sering ditemukan adalah kapas pemeriksaan teliti setelah pengeluaran benda
cotton bud yang tertinggal, potongan korek api, asing. Selain itu antibiotik topikal dapat diberikan
patahan pensil, kadang-kadang ditemukan pada kondisi pasien yang memang telah ada otitis
serangga kecil seperti kecoa, semut atau nyamuk.1 eksterna atau pada keadaan adanya laserasi liang
telinga atau trauma.2
d. Diagnosis
f. Komplikasi
Pasien akan mengeluhkan adanya benda
yang masuk ke telinganya. Kadang pasien Benda asing di telinga dapat menyebabkan
berusaha untuk mengeluarkan benda asing perforasi membran timpani, gangguan pendengaran
tersebut dengan cara mengorek-ngorek. Usaha dan infeksi sekunder. Pada penelitian lain
mengeluarkan benda asing seringkali malah lebih disebutkan bahwa komplikasi benda asing telinga
mendorongnya lebih ke dalam.1 yang tersering adalah perdarahan (51,83%), bau
busuk (28,57%), dan otitis eksterna (10,30%).
Pada banyak kasus bisa terjadi Beberapa komplikasi yang jarang adalah nekrosis
asimptomatik dan ditemukan incidental saat (1,33%) dan perforasi membran timpani (0,99%).
pemeriksaan. Selain itu pasien dapat datang Perdarahan yang terjadi biasanya ringan dan tidak
dengan keluhan nyeri, gejala seperti otitis media, memerlukan tindakan yang serius. Bau busuk
gangguan pendengaran atau rasa telinga yang timbul karena infeksi sekunder bakteri.5
penuh.2
Pada proses pengeluaran benda asing dapat terjadi
Diagnosis benda asing ditelinga dapat komplikasi berupa abrasi, perdarahan, infeksi dan
ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan perforasi membran timpani. Jika ada benda asing
fisik. Visualisasi yang jelas melalui pemeriksaan yang tertinggal, dapat menjadi granuloma.4
fisik sebenarnya sudah cukup untuk
mengidentifikasi benda asing dan letaknya. Pada
beberapa keadaan mungkin diperlukan x-ray untuk
benda asing yang radio opaq, tetapi tidak berguna Benda Asing Hidung
untuk benda asing yang radiolusen seperti ikan, a. Anatomi Hidung
tulang ikan, serangga dan lain-lain. 3
Anatomi hidung luar
e. Tatalaksana
Hidung terdiri atas hidung luar dan hidung
Bila masih hidup, binatang di liang telinga bagian dalam. Hidung bagian luar menonjol pada
harus dimatikan lebih dahulu dengan memasukkan garis tengah di antara pipi dan bibir atas ; struktur
tampon basah ke liang telinga lalu meneteskan hidung luar dibedakan atas tiga bagian : yang
cairan (misalnya larutan rivanol atau obat anestesi paling atas : kubah tulang yang tak dapat
lokal seperti xylokain) kurang lebih 10 menit. digerakkan; di bawahnya terdapat kubah kartilago
Setelah binatang mati, dapat dikeluarkan dengan yang sedikit dapat digerakkan ; dan yang paling
pinset atau diirigasi dengan air bersih yang hangat. 1 bawah adalah lobulus hidung yang mudah
Benda asing berupa baterai, sebaiknya digerakkan. Bentuk hidung luar seperti piramid
jangan dibasahi mengingat efek korosif yang dengan bagian-bagiannya dari atas ke bawah : 1)
ditimbulkan. Efek korosif yang ditimbulkan akan pangkal hidung (bridge), 2) batang hidung (dorsum
membuat perforasi membran timpani dan nasi), 3) puncak hidung (hip),4) ala nasi,5)
komplikasi lanjutannya. Benda asing yang besar kolumela, dan 6) lubang hidung (nares anterior).6
dapat ditarik dengan pengait serumen, sedangkan Hidung luar dibentuk oleh kerangka tulang
yang kecil bisa diambil dengan cunam atau dan tulang rawan yang dilapisi oleh kulit, jaringan
pengait.1 ikat dan beberapa otot kecil yang berfungsi untuk

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 3
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

melebarkan atau menyempitkan lubang hidung. 3. Dinding Lateral


Kerangka tulang terdiri dari : 1) tulang hidung (os
nasal) , 2) prosesus frontalis os maksila dan 3) Dinding lateral dibentuk oleh permukaan
prosesus nasalis os frontal ; sedangkan kerangka dalam prosesus frontalis os maksila, os lakrimalis,
tulang rawan terdiri dari beberapa pasang tulang konka superior dan konka media yang merupakan
rawan yang terletak di bagian bawah hidung, yaitu bagian dari os etmoid, konka inferior, lamina
1) sepasang kartilago nasalis lateralis superior, 2) perpendikularis os platinum dan lamina pterigoideus
sepasang kartilago nasalis lateralis inferior yang medial.
disebut juga sebagai kartilago ala mayor dan 3) tepi 4. Konka
anterior kartilago septum.6
Fosa nasalis dibagi menjadi tiga meatus oleh
b. Anatomi hidung dalam tiga buah konka ; celah antara konka inferior
Bagian hidung dalam terdiri atas struktur dengan dasar hidung disebut meatus inferior ; celah
yang membentang dari os.internum di sebelah antara konka media dan inferior disebut meatus
anterior hingga koana di posterior, yang media, dan di sebelah atas konka media disebut
memisahkan rongga hidung dari nasofaring. Kavum meatus superior. Kadang-kadang didapatkan konka
nasi dibagi oleh septum, dinding lateral terdapat keempat (konka suprema) yang teratas. Konka
konka superior, konka media, dan konka inferior. suprema, konka superior, dan konka media berasal
Celah antara konka inferior dengan dasar hidung dari massa lateralis os etmoid, sedangkan konka
dan dinding lateral hidung dinamakan meatus inferior merupakan tulang tersendiri yang melekat
inferior, berikutnya celah antara konka media dan pada maksila bagian superior dan palatum.
dinding lateral hidung disebut meatus media dan Meatus superior
celah antara konka konka superior dan dinding
lateral hidung disebut meatus superior.6 Meatus superior atau fisura etmoid
merupakan suatu celah yang sempit antara septum
dan massa lateral os etmoid di atas konka media.
Kelompok sel-sel etmoid posterior bermuara di
sentral meatus superior melalui satu atau beberapa
ostium yang besarnya bervariasi. Di atas belakang
konka superior dan di depan korpus os sfenoid
terdapat resesus sfeno-etmoidal, tempat
bermuaranya sinus sfenoid.6
Meatus media
Merupakan salah satu celah yang penting
yang merupakan celah yang lebih luas
dibandingkan dengan meatus superior. Di sini
terdapat muara sinus maksila, sinus frontal dan
bahagian anterior sinus etmoid. Di balik bagian
Gambar 1. Anatomi hidung dalam anterior konka media yang letaknya menggantung,
pada dinding lateral terdapat celah yang berbentuk
Septum nasi bulan sabit yang dikenal sebagai infundibulum. Ada
suatu muara atau fisura yang berbentuk bulan sabit
Septum membagi kavum nasi menjadi dua yang menghubungkan meatus medius dengan
ruang kanan dan kiri. Bagian posterior dibentuk infundibulum yang dinamakan hiatus semilunaris.6
oleh lamina perpendikularis os etmoid, bagian
anterior oleh kartilago septum (kuadrilateral) , Dinding inferior dan medial infundibulum
premaksila dan kolumela membranosa; bagian membentuk tonjolan yang berbentuk seperti laci
posterior dan inferior oleh os vomer, krista maksila , dan dikenal sebagai prosesus unsinatus. Di atas
Krista palatine serta krista sfenoid.6 infundibulum ada penonjolan hemisfer yaitu bula
etmoid yang dibentuk oleh salah satu sel etmoid.
Kavum nasi Ostium sinus frontal, antrum maksila, dan sel-sel
Kavum nasi terdiri dari:6 etmoid anterior biasanya bermuara di
infundibulum.Sinus frontal dan sel-sel etmoid
1. Dasar hidung anterior biasanya bermuara di bagian anterior atas,
Dasar hidung dibentuk oleh prosesus palatine dan sinus maksila bermuara di posterior muara
os maksila dan prosesus horizontal os palatum. . sinus frontal. Adakalanya sel-sel etmoid dan
kadang-kadang duktus nasofrontal mempunyai
2. Atap hidung ostium tersendiri di depan infundibulum.6
Atap hidung terdiri dari kartilago lateralis Meatus Inferior
superior dan inferior, os nasal, prosesus frontalis os
maksila, korpus os etmoid, dan korpus os Meatus inferior adalah yang terbesar di
sphenoid.Sebagian besar atap hidung dibentuk oleh antara ketiga meatus, mempunyai muara duktus
lamina kribrosa yang dilalui oleh filament-filamen nasolakrimalis yang terdapat kira-kira antara 3
n.olfaktorius yang berasal dari permukaan bawah sampai 3,5 cm di belakang batas posterior nostril. 6
bulbus olfaktorius berjalan menuju bagian teratas Nares
septum nasi dan permukaan kranial konka superior.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 4
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Nares posterior atau koana adalah Gambar 2.Kompleks Ostio Meatal


pertemuan antara kavum nasi dengan nasofaring,
berbentuk oval dan terdapat di sebelah kanan dan
kiri septum.Tiap nares posterior bagian bawahnya
dibentuk oleh lamina horisontalis palatum, bagian
dalam oleh os vomer, bagian atas oleh prosesus
vaginalis os sfenoid dan bagian luar oleh lamina
pterigoideus.6
Perdarahan hidung 6
Di bagian atap dan lateral dari rongga
hidung terdapat sinus yang terdiri atas sinus
maksila, etmoid, frontalis dan sphenoid. Sinus
maksilaris merupakan sinus paranasal terbesar di
antara lainnya, yang berbentuk piramid yang
irregular dengan dasarnya menghadap ke fossa
nasalis dan puncaknya menghadap ke arah apeks
prosesus zygomatikus os maksilla.6
Sinus paranasal adalah rongga-rongga di
dalam tulang kepala yang berisi udara yang
berkembang dari dasar tengkorak hingga bagian
prosesus alveolaris dan bagian lateralnya berasal
dari rongga hidung hingga bagian inferomedial dari
orbita dan zygomatikus. Sinus-sinus tersebut Gambar 3. Perdarahan Hidung
terbentuk oleh pseudostratified columnar epithelium
yang berhubungan melalui ostium dengan lapisan Bagian atas hidung rongga hidung
epitel dari rongga hidung. Sel-sel epitelnya berisi mendapat pendarahan dari a. etmoid anterior dan
sejumlah mukus yang menghasilkan sel-sel goblet.6 posterior yang merupakan cabang dari a. oftalmika
dari a.karotis interna.Bagian bawah rongga hidung
Kompleks ostiomeatal (KOM) 6 mendapat pendarahan dari cabang a. maksilaris
interna, di antaranya adalah ujung a.palatina mayor
Kompleks ostiomeatal (KOM) adalah
dan a.sfenopalatina yang keluar dari foramen
bagian dari sinus etmoid anterior yang berupa celah
sfenopalatina bersama n.sfenopalatina dan
pada dinding lateral hidung.Pada potongan koronal
memasuki rongga hidung di belakang ujung
sinus paranasal gambaran KOM terlihat jelas yaitu
posterior konka media.Bagian depan hidung
suatu rongga di antara konka media dan lamina
mendapat pendarahan dari cabang – cabang
papirasea.Struktur anatomi penting yang
a.fasialis.
membentuk KOM adalah prosesus unsinatus,
infundibulum etmoid, hiatus semilunaris, bula Pada bagian depan septum terdapat
etmoid, agger nasi dan ressus frontal. anastomosis dari cabang-cabang
a.sfenopalatina,a.etmoid anterior, a.labialis
Serambi depan dari sinus maksila dibentuk
superior, dan a.palatina mayor yang disebut
oleh infundibulum karena sekret yang keluar dari
pleksus Kiesselbach (Little’s area). Pleksus
ostium sinus maksila akan dialirkan dulu ke celah
Kiesselbach letaknya superfisial dan mudah cidera
sempit infundibulum sebelum masuk ke rongga
oleh trauma, sehingga sering menjadi sumber
hidung. Sedangkan pada sinus frontal sekret akan
epistaksis(pendarahan hidung) terutama pada
keluar melalui celah sempit resesus frontal yang
anak.
disebut sebagai serambi depan sinus frontal. Dari
resesus frontal drainase sekret dapat langsung Vena-vena hidung mempunyai nama yang
menuju ke infundibulum etmoid atau ke dalam celah sama dan berjalan berdampingan dengan arterinya
di antara prosesus unsinatus dan konka media. .Vena di vestibulum dan struktur luar hidung
bermuara ke v.oftalmika yang berhubungan dengan
sinus kavernosus.Vena-vena di hidung tidak
memiliki katup, sehingga merupakanfaktor
predisposisi untuk mudahnya penyebaran infeksi
hingga ke intracranial.

Persarafan hidung 6

Gambar 4. Persarafan Hidung

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 5
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Bagian depan dan atas rongga hidung disengaja baik pada orang dewasa maupun anak-
mendapat persarafan sensoris dari n.etmoidalis anak. Benda asing di hidung lebih banyak
anterior, yang merupakan cabang dari kejadiannya dibandingkan dengan benda asing di
n.nasosiliaris, yang berasal dari n.oftalmikus (N.V- telinga. Kasus benda asing di hidung paling sering
1). Rongga hidung lannya, sebagian besar terjadi pada anak, terutama 1-4 tahun, anak
mendapat persarafan sensoris dari n.maksila cenderung mengeksplorasi tubuhnya, terutama
melalui ganglion sfenopalatinum.Ganglion daerah yang berlubang termasuk hidung. Mereka
sfenopalatinum selain memberikan persarafan dapat memasukkan benda asing sebagai upaya
sensoris juga memberikan persarafan vasomotor mengeluarkan sekret atau benda asing yang
atau otonom untuk mukosa hidung. Ganglion ini sebelumnya ada di dalam hidung, atau untuk
menerima serabut-serabut sensorisdari n.maksila mengurangi gatal atau perih akibat iritasi yang
(N.V-2), serabut parasimpatis dari n.petrosus sebelumnya sudah terjadi.
superfisialis mayor dan serabut-serabut simpatis
dari n.petrosus profundus. Ganglion sfenopalatinum Lokasi benda asing di hidung biasanya di
terletak di belakang dan sedikit di atas ujung dasar kavum nasi, di bawah konka inferior, atau di
posterior konka media. Nervus olfaktorius turun dari meatus media. Benda asing unilateral tersering di
lamina kribrosa dari permukaan bawah bulbus sisi kanan sekitar dua kali di banding kiri. Hal ini
olfaktorius dan kemudian berakhir pada sel-sel mungkin disebabkan oleh kecenderungan individu
reseptor penghidu pada mukosa olfaktorius di yang dominan menggunakan tangan kanan dalam
daerah sepertiga atas hidung hal beraktivitas.1,7 Faktor yang mempermudah
terjadinya aspirasi benda asing dalam hidung
antara lain faktor personal (umur, jenis kelamin,
pekerjaan, kondisi sosial dan temat tinggal)
b. Fisiologi Hidung
kegagalan mekanisme proteksi normal (keadaan
Berdasarkan teori struktural, teori tidur, penurunan kesadaran, alkoholisme, dan
evolusioner dan teori fungsional, fungsi fisiologis epilepsy) ukuran, bentuk, serta sifat benda asing,
hidung dan sinus paranasalis adalah: 5 serta faktor kecerobohan.

1. Fungsi respirasi untuk mengatur kondisi udara


(air conditioning), penyaring udara,
humidifikasi, penyeimbang dalam pertukaran
tekanan dan mekanisme imunologik lokal,
2. Fungsi penghidu karena terdapat mukosa
olfaktorius dan reservoir udara untuk
menampung stimulus penghidu,
3. Fungsi fonetik yang berguna untuk resonansi
suara, membantu proses bicara dan
mencegah hantaran suara sendiri melalui Gambar 5. Lokasi Benda Asing di Hidung
konduksi tulang,
Sebesar lima puluh persen kasus benda
4. Fungsi statik dan mekanik untuk meringankan
asing di saluran nafas terjadi pada anak yang
beban kepala, proteksi terhadap trauma dan
berumur kurang dari 4 tahun. Bayi di bawah 1 tahun
pelindung panas, dan
yang gawat napas karena aspirasi benda asing
5. Refleks nasal, dimana mukosa hidung merupakan penyebab utama kematian. Kacang
merupakan reseptor refleks yang atau biji tumbuhan lebih sering teraspirasi pada
berhubungan dengan saluran cerna, anak yang berumur 2-4 tahun karena belum
kardiovaskuler dan pernapasan yang dapat memiliki gigi molar yang lengkap dan belum dapat
menyebabkan refleks bersin dan napas mengunyah makanan dengan baik. Benda asing
berhenti, rangsang bau tertentu akan pada hidung lebih sering terjadi pada anak-anak
menyebabkan sekresi kelenjar liur, lambung yang berusia 2-4 tahun karena anak yang berumur
dan pankreas.7 2-4 tahun cenderung memasukkan benda-benda
yang ditemukan dan dapat dijangkau ke dalam
c. Definisi lubang hidung, mulut, atau oleh teman bermain.
Benda asing (corpus alienum) di hidung Selain itu pada anak yang berusia 1-3 tahun belum
adalah benda asing yang berasal dari luar tubuh terjadi koordinasi menelan dan penutuoan glottis
atau dalam tubuh, dimana pada keadaan normal yang sempurna.6,12 Pada anak-anak juga sering
tidak terdapat pada hidung. Benda asing di hidung ditemukan benda asing pada bagian anterior kavum
merupakan salah satu kedaruratan di bidang telinga nasi hingga ke bawah konka inferior dan medial. 8
hidung tenggorok yang cukup sering terjadi pada Benda asing yang tersering ditemukan
anak-anak. 1 yaitu sisa makanan, permen, manik-manik dan
d. Epidemiologi kertas. Benda asing seperti plastik dapat pula
bertahan lama karena sukar didiagnosis akibat
Benda asing di hidung adalah suatu sifatnya yang noniritatif dan radiolusen sehingga
kedaruratan yang cukup sering terjadi di bidang tidak tampak dari pemeriksaan radiologik.
telinga, hidung, dan tenggorok. Kejadian benda
asing ini dapat terjadi secara spontan atau tidak e. Etiologi dan Faktor Predisposisi

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 6
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Benda asing yang berasal dari luar tubuh Lintah (Hirudinaria javanica)
disebut benda asing eksogen, biasanya masuk merupakan spesies dari kelas
melalui hidung atau mulut.Sedangkan yang berasal hirudinae.Hirudinea adalah kelas dari
dari dalam tubuh disebut benda asing endogen. anggota hewan tak bertulang
belakang yang termasuk dalam filum
Benda asing eksogen dapat berupa zat annelida. Anggota jenis cacing ini tidak
padat, cair atau gas.Benda asing eksogen padat mempunyai rambut, parapodia, dan
terdiri atas zat organik (yang berasal dari tumbuhan seta. Tempat hidup hewan ini ada yang
seperti kacang-kacangan dan yang berasal dari berada di air tawar, air laut, dan di
kerangka binatang seperti tulang) dan zat anorganik darat.Lintah merupakan hewan pengisap
seprti paku, jarum, peniti, dan batu.Benda asing darah.Pada tubuhnya terdapat alat
eksogen cair dibagi dalam benda asing yang pengisap di kedua ujungnya yang
bersifat iritatif dan non-iritatif.Benda asing endogen digunakan untuk menempel pada tubuh
berupa secret kental, darah, bekuan darah dan lain- inangnya. Pada saat mengisap, lintah ini
lain. Berikut adalah jenis-jenis benda asing mengeluarkan zat penghilang rasa sakit
berdasarkan asalnya:9 dan mengeluarkan zat anti pembekuan
1. Benda asing eksogen, yaitu yang berasal dari darah sehingga darah korban tidak akan
luar tubuh, biasanya masuk melalui hidung membeku. Setelah kenyang mengisap
atau mulut. Benda asing eksogen dapat darah, lintah itu akan menjatuhkan
berupa zat padat, cair atau gas. Benda asing dirinya ke dalam air. Bentuk tubuh lintah
eksogen padat terdiri dari zat organik seperti ini pipih, bersegmen, mempunyai warna
kacang-kacangan (yang berasal dari kecokelatan, dan bersifat hemaprodit.
tumbuhan-tumbuhan), tulang (yang berasal Lintah menghisap darah pasien sehingga
dari kerangka binatang) dan zat anorganik akan memperbesar ukurannya, itu akan
seperti paku, jarum, peniti, batu, kapur barus menyebabakan lintah sulit diambil.
(naftalen) dan lain-lain. Benda asing eksogen Pasien bisa saja mengalami syok akibat
cair dibagi dalam benda cair yang bersifat kehilangan darah, sehingga pasien
iritatif, seperti zat kimia, dan benda cair non- membutuhkan transfusi darah.12
iritatif, yaitu cairan dengan pH 7,4.
2. Benda asing endogen, yaitu yang berasal dari
dalam tubuh. Benda asing endogen dapat
berupa sekret kental, darah atau bekuan
darah, nanah, krusta, perkejuan, dan
membran difteri. Cairan amnion, mekonium
dapat masuk ke dalam saluran napas bayi
pada saat proses persalinan.10
Berdasarkan sifatnya benda asing dibagi menjadi
benda asing mati dan benda asing hidup.
1. Benda asing hidup, yang pernah ditemukan
yaitu larva lalat, lintah, dan cacing.
a. Larva lalat
Beberapa kasus miasis hidung
yang pernah ditemukan di hidung Gambar 6. Lintah hidup di hidung
manusia dan hewandi Indonesia
disebabkan oleh larva lalat dari spesies c. Cacing
Chryssomya bezziana.Chrysomya Ascaris lumbricoides merupakan
bezziana adalah serangga yang nematoda usus yang masih menjadi
termasuk dalam famili Calliphoridae, masalah di negara berkembang seperti
ordo diptera, subordo Cyclorrapha, kelas Indonesia. Hidung dapat menjadi Port
Insecta.Lalat dewasa berukuran sedang d’entry atau tempat cacing tersebut
berwarna biru atau biru kehijauan dan bermigrasi dari usus untuk mendapatkan
berukuran 8-10 mm, bergaris gelap pada oksigen yang lebih banyak.
toraks dan pada abdomen bergaris
melintang.Larva mempunyai kait-kait di 2. Benda asing mati, yang tersering yaitu manik-
bagian mulutnya berwarna coklat tua manik, baterai logam, kancing baju. Kapur
atau coklat orange. Lalat dewasa barus merupakan kasus yang jarang namun
meletakkan telurnya pada jaringan hidup mengandung naftalen yang bersifat sangat
dan hewan berdarah panas yang hidup mengiritasi. Kasus baterai logam di hidung
liar dan juga pada manusia misalnya juga harus diperlakukan sebagai kasus gawat
pada luka, lubang-lubang pada tubuh darurat yang harus dikeluarkan segera, karena
seperti mata, telinga, hidung, mulut dan kandungan zat kimianya yang dapat bereaksi
traktus urogenital.9,11 terhadap mukosa hidung.9
b. Lintah

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 7
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

inflamasi. Bahkan dapat menyebabkan destruksi


konka inferior.10,13

g. Gambaran Klinis
Benda asing di telinga hidung tenggorokan
merupakan suatu kegawatan yang umum terjadi.
Benda asing di hidung umumnya terdapat pada
kelompok usia anak-anak dengan atau tanpa
retardasi mental, status sosial ekonomi yang buruk,
orang tua yang pendidikan rendah, dan biasanya
memiliki kejadian serupa di masa lalu. Selain itu,
orang dewasa dengan penyakit jiwa dan
keterbelakangan mental juga dapat ditemukan
dengan adanya benda asing di hidungnya. 14,15
Gambar 7. Manik-manik di bawah konka inferior Benda asing yang masuk ke dalam hidung
dapat tersangkut di hidung, nasofaring, laring,
trakea, dan bronkus. Biasanya benda asing
Berdasarkan konsistensinya benda asing dapat tersebut cenderung terletak di lantai rongga hidung,
juga digolongkan menjadi benda asing yang lunak tepat di bawah konka inferior, atau di fosa anterior
seperti kertas, kain, penghapus, sayuran, dan hidung bagian atas sampai konka media. Benda
benda asing yang keras seperti kancing baju, asing di hidung pada anak sering luput dari
manik-manik, baterai dan lain-lain.5 Faktor perhatian orang tua karena tidak ada gejala dan
predisposisinya yaitu: dapat bertahan untuk waktu yang lama. Gejala
1. Faktor personal (umur, jenis kelamin, yang timbul bervariasi, mulai dari tanpa gejala
pekerjaan, kondisis social, tempat tinggal) sampai kematian akibat sumbatan total. Biasanya
pasien sering datang dengan adanya benda asing
2. Kegagalan mekanisme proteksi yang pada salah satu rongga hidung, rhinitis berulang
normal (keadaan tidur, kesadaran unilateral, hidung berbau busuk, adanya sekret
menurun, alkoholisme dan epilepsy). unilateral, dan epistaksis unilateral. Benda asing
umumnya adalah manik-manik, kacang-kacangan,
3. Faktor fisik (kelainan dan penyakit
biji-bijian, penghapus kecil, kancing, bagian mainan,
neurologic)
kerikil, lilin, makanan, kertas, kain, batu, dan tombol
4. Proses menelan yang belum sempurna baterai. 15-17
pada anak
Pada pemeriksaan dengan rinoskopi
5. Factor kejiwaan (emosi , gangguan psikis) anterior, tampak edema dengan inflamasi mukosa
hidung unilateral dan dapat terjadi ulserasi yang
6. Ukuran, bentuk serta sifat benda asing akhirnya lama-kelamaan dapat menimbulkan
7. Makan sambil bermain epistaksis akibat peradangan lokal dan tekanan
pada pembuluh darah. Benda asing biasanya
tertutup oleh mukopus sehingga disangka sinusitis.
f. Patogenesis Dalam hal demikian, bila akan menghisap mukopus
haruslah berhati-hati supaya benda asing itu tidak
Benda asing mati (inaminate foreign bodies) terdorong ke arah nasofaring yang kemudian dapat
di hidung cendrung menyebabkan edema dan masuk ke laring, trakea, dan bronkus.10,15
inflamasi mukosa hidung, dapat terjadi ulserasi,
h. Diagnosis
epistaksis, jaringan granulasi dan dapat berlanjut
menjadi sinusitis. Benda asing hidup (animate Diagnosis klinis benda asing di hidung
foreigh body) menyebabakan reaksi inflamasi dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
dengan drajat bervariasi, dari infeksi local sampai pemeriksaan fisik. Setiap benda asing di saluran
destruksi masif tulang rawan dan tulang hidung napas merupakan hal serius karena dapat
dengan membentuk daerah supurasi yang dalam menyebabkan sumbatan jalan napas akut, baik total
dan berbau.10,13 atau sebagian. Anamnesis yang cermat perlu
Pathogenesis korpos alienum batrai, ditegakkan karena kasus benda asing di hidung
mekanisme perforasi pada septum nasi terjadi sering tidak segera dibawa ke dokter pada saat
apabila dicurigai pembungkus metal batterai kejadian. Data terpenting bagi seorang klinisi dalam
terbuka dalam waktu 24 jam. Selanjutnya mengevaluasi anak dengan kecurigaan benda
kandungan alkali keluar dan mengiritasi mukosa asing di hidung adalah cerita dari saksi mata karena
sehingga meningkatkan pH mukosa kavum nasi. biasanya anak dengan benda asing hidung tidak
Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya nekrosis menunjukkan gejala. 10,16
jaringan lokal. Kemudian, batterai dan Macam benda asing atau bahan yang
kandungannya yang terdapat dalam kavum nasi masuk dan telah berapa lama benda asing tersebut
dianggap sebagai benda asing sehingga masuk sangat penting untuk diketahui. Benda asing
merangsang pertahan tubuh untuk terjadinya organik di dalam saluran napas dapat cepat

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 8
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

mengembang karena bersifat higroskopis sehingga Terdapat beberapa metode dalam


dalam waktu 6 sampai 12 jam dapat menyebabkan mengeluarkan benda asing di hidung, seperti
sumbatan jalan napas secara total. Sebaliknya dengan memakai pengait (hook) yang dimasukkan
pada benda asing anorganik, reaksi jaringan lebih ke dalam hidung bagian atas, menyusuri atap
sedikit bahkan kadang tidak menimbulkan kavum nasi secara menyentuh nasofaring. Setelah
gejala.10,16 itu pengait diturunkan sedikit dan ditarik kedepan.
Dapat pula menggunakan forsep aligator, cunam
Kecurigaan benda asing di dalam hidung Nortman atau “wire loop”. Bila benda asing
dapat muncul apabila pasien datang pada usia berbentuk bulat, maka sebaiknya digunakan
anak-anak, hidung terasa tersumbat unilateral, pengait yang ujungnya tumpul.6
sekret unilateral kavum nasi yang kronik, nyeri di
hidung tanpa penyebab yang jelas, atau gejala Berikut ini beberapa teknik mengeluarkan benda
yang menyertai seperti bersin-bersin, mendengkur, asing di hidung :
dan bernapas melalui mulut. Gejala yang paling
Persiapan sebelum melakukan Teknik
sering adalah hidung tersumbat, rinore unilateral
dengan cairan kental dan berbau. Kadang-kadang Pengambilan benda asing di hidung dapat
terdapat rasa nyeri, demam, epistaksis, dan dicoba oleh dokter yang berpengalaman jika
bersin.10 mungkin dapat diekstraksi. Jika ada keraguan
Pemeriksaan fisik dilakukan pada pasien tentang bisa tidaknya ekstraksi, harus
dalam keadaan imobilisasi agar memudahkan dikonsultasikan ke spesialis telinga, hidung, dan
pemeriksaan. Oleh karena itu terkadang dibutuhkan tenggorok. Pengeluaran benda asing yang dicoba
obat-obat sedatif pada pasien pediatrik atau berulang kali dapat mengakibatkan meningkatnya
bantuan orang tua untuk memfiksasi pasien. trauma dan berpotensi memindahkan benda asing
Kadang-kadang terjadi trauma lokal mungkin ke lokasi yang tidak diharapkan. Pengeluaran
dengan eritema, edema, atau perdarahan. Apabila secara mekanik dari benda asing tidak harus dicoba
benda asing sudah terlalu lama di dalam rongga jika benda tersebut tampaknya di luar jangkauan.11
hidung, biasanya muncul temuan klinis lainnya Pengangkatan tidak boleh dilakukan tanpa
seperti adanya discharge hidung dan bau busuk. sedasi pada pasien yang tidak kooperatif. Idealnya,
Hampir seluruh kasus benda asing pada hidung teknik nonmekanik seperti tekanan udara positif
tidak memerlukan pemeriksaan penunjang, harus dicoba pada pasien ini.11
pengecualian pada kasus benda asing berjenis
metal yang memberikan gambaran radiolusen pada Benda asing yang dicoba diangkat berkali-
foto X-Ray.10 kali akan lebih berbahaya karena dapat
menyebabkan pengangkatan lebih sulit, dan benda
asing dapat menjadi lebih dalam. Oleh karena itu,
i. Tata Laksana perencanaan yang matang sangat penting untuk
memaksimalkan kemungkinan pengangkatan pada
Prinsip penanganan benda asing di usaha pertama. Selain itu, suplai pernapasan
saluran napas adalah mengeluarkan benda darurat haruslah tersedia untuk menanggulangi
tersebut dengan segera dalam kondisi paling kebutuhan oksigen jika setelah pengangkatan hasil
maksimal dan trauma yang minimal. Pengeluaran benda asing terjadi aspirasi.11
benda asing di hidung tampaknya sederhana tetapi
terdapat morbiditas potensial karena dapat terjadi Peralatan yang digunakan meliputi:11
kerusakan mukosa dan kematian akibat terjatuhnya 1. Lampu kepala
benda asing ke dalam saluran napas distal. 2. Vasokonstriktor topical
Anestesi lokal dengan premedikasi yang tepat, 3. Spekulum hidung
vasokonstriksi lokal, dan visualisasi yang baik dapat 4. Bag-valve mask
mengurangi edema mukosa pada saat 5. Forseps alligator
pengambilang benda asing hidung. 20 6. Probe hooked
Penatalaksanaan benda asing di hidung 7. Balon kateter
pada anak-anak cukup sulit karena biasanya pasien 8. Kuret
anak-anak sulit untuk kooperatif. Hal ini disebabkan 9. Peralatan suction
oleh ketakutan anak-anak yang berlebihan serta Anestesi lokal biasanya tidak diperlukan,
diperparah dengan ketakutan mereka akibat nyeri karena rasa sakit seringnya tidak muncul pada
yang ditimbulkan saat mengeluarkan benda asing di pasien selama pengangkatan.19 Namun,
hidung sebelumnya baik oleh orang tua maupun vasokonstriksi farmakologis dari mukosa hidung
tenaga kesehatan.5 dapat memfasilitasi pemeriksaan dan
pengangkatan dari benda asing di hidung. Anestesi
Kerjasama antara pasien dan pemeriksa dan vasokonstriksi mukosa dapat dicapai dengan
sangat diperlukan untuk mengeluarkan benda asing memberikan beberapa tetes lidokain 1% (tanpa
dari hidung. Pasien biasanya diperiksa dalam posisi epinefrin) dan 0,5% phenylephrine ke lubang
duduk. Pada anak-anak, sebaiknya dipangku dan hidung yang terkena. Anestesi pada teknik
dipegang erat oleh orang tuanya sambil duduk di mengeluarkan benda asing pada hidung dapat
kursi pemeriksaan agar tenang sehingga dapat dilakukan dengan anestesi semprot dengan pilihan
mencegah kemungkinan terjadinya aspirasi.6,20 anestesinya yaitu lidokain.15 Untuk pasien yang
khawatir, nebulasi dari 1-2 ml dari 1:1000 epinefrin
telah berhasil digunakan untuk vasokonstriksi

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 9
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

mukosa. Dari laporan kasus epinefrin nebulasi "hook-scope", teknik ini berguna jika pasien
direkomendasikan hanya jika benda asing di hidung kooperatif.11
cukup besar, gerakan ke posterior hidung tidak
mungkin, dan jika saluran pernafasan aman.11 Beberapa penulis telah menyarankan
menggunakan kombinasi instrumentasi langsung
Jika kepala pasien tidak kooperatif tidak dan menyarankan kateter balon ditempatkan di
dapat distabilkan, pemberian sedasi harus belakang benda asing untuk mencegah
dilakukan sebelum pengangkatan mekanik. Satu perpindahan posterior selama upaya pengeluaran.11
penelitian melaporkan tingkat keberhasilan sangat
b. Kateter balon
tinggi (95%) dan tingkat komplikasi yang rendah
dengan penggunaan sedasi.Penelitian lain Pendekatan ini sangat ideal untuk benda
berpendapat bawa pada pasien yang memiliki asing yang kecil, benda bulat yang tidak mudah
benda asing di hidung dan tidak koperatif diambil dengan instrumentasi langsung. Kateter
sebaiknya tidak di berikan obat-obatan sedatif, yang dapat digunakan yaitu kateter Foley
karena dapat meningkatkan komplikasi dengan (misalnya, 5-8), kateter Forgaty (misalnya, No. 6),
mengurangi reflex batuk dan muntah pasien.6,11 atau Katz Extractor Oto-Rhino Foreign Body
Remover (California) juga merupakan pilihan.11
Selain itu pada anak kecil yang memiliki
benda asing pada hidung sebaiknya posisi pasien Terlepas dari berbagai macam jenis
harus dipegang oleh penjaga atau orangtuanya, kateter, teknik yang digunakan adalah sama.
dengan kedua kaki pasien di jepit oleh kedua paha Pertama, balon diperiksa, dan kateter dilapisi
orangtua, sehingga pasien dapat terfiksasi dan dengan 2% lidokain jelly.Kemudian pasien
tenaga medis mudah untuk mengeluarkan benda berbaring telentang dan kateter dimasukkan
asing tersebut.11 melewati benda asing di dalam rongga hidung, lalu
Beberapa teknik pengangkatan yang diberikan udara atau air ke dalam kateter (2ml pada
tersedia, dan pilihan metode tergantung pada jenis anak-anak kecil dan 3 ml pada anak-anak yang
benda asing di hidung, alat yang tersedia, dan lebih besar). Setelah dibalonkan, kateter ditarik
kenyamanan dokter dengan masing-masing keluar sehingga benda asing juga ikut tertarik. 10
metode. Untuk benda asing yang mudah dilihat, Teknik dengan kateter juga dapat digunakan
kebanyakan dokter lebih memilih pengangkatan sebagai pencegahan agar benda asing di bagian
langsung. Jika benda asing sulit terlihat atau bulat anterior tidak kearah posterior saat dilakukan teknik
atau tidak berhasil diangkat dengan instrumentasi lainnya.14
langsung, pengeluaran dengan balon kateter
adalah metode yang disukai. Untuk benda asing
yang besar, teknik tekanan positif yang umum
digunakan.11
Semua upaya pengeluaran benda asing
dapat menjadi komplikasi akibat kerusakan mukosa
dan perdarahan. Selain itu, semua usaha yang
gagal dapat mengakibatkan perpindahan benda
asing ke posterior.11
Teknik yang dipilih untuk mengeluarkan
benda asing di dalam hidung selain berdasarkan
jenis dari benda asing sendiri juga harus
berdasarkan dengan lokasi dan bentuk benda asing
tersebut.13
Jenis-jenis Teknik Mengeluarkan Benda Asing Gambar 8. Pengunaan Forgarty Catheter
di Hidung c. Tekanan positif
a. Instrumentasi langsung Benda asing yang besar bisa dilakukan
Teknik ini sangat ideal untuk benda asing teknik tekanan positif. Teknik ini dapat dilakukan
yang mudah terlihat, tidak bulat, benda asing tidak oleh penderita sendiri dengan menutup hidung yang
rapuh.Instrumen dijelaskan sebelumnya termasuk normal dan menghembuskan nafas dari hidung
forsep alligator. Benda asing rapuh dan bulat secara keras, selain itu pada anak yang mengalami
sangat sulit untuk dikeluarkan dengan teknik ini; benda asing di hidung, dapat ditiup mulut anak
benda rapuh bisa robek, dan benda-benda bulat tersebut oleh orangtuanya kissing technique atau
mungkin sulit dan mudah pindah ke posterior.11 masker bag-valve.9,10,18 Ketika topeng bag-valve
digunakan, manuver Sellick dapat dianggap untuk
Probe hooked dapat digunakan untuk mencegah esophageal insuflasi udara. Teknik ini
benda-benda yang mudah dilihat tetapi sulit untuk banyak dilakukan pada anak dan dapat
dipahami. Hook ditempatkan di belakang benda menyebabkan komplikasi seperti barotrauma di
asing tersebut kemudian ditarik ke depan. Satu telinga dan emfisema periorbital.Tekanan positif
peneliti melaporkan menggunakan endoskopi juga memiliki risiko yang menyebabkan barotrauma
fleksibel untuk melihat benda asing di hidung ke saluran napas, paru-paru, atau membran
kemudian menggunakannya sebagai pengait untuk timpani, dan dokter harus menghindari penggunaan
menarik benda asing. Teknik ini, disebut sebagai volume besar udara paksa. Untuk yang terbaik dari

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 10
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

pengetahuan kita, komplikasi yang terakhir belum


dilaporkan.10
Pemberian antibiotika sistemik selama 5-7
d. Tekanan Negatif (Suction) hari hanya diberikan pada kasus benda asing
hidung yang telah menimbulkan infeksi hidung
Teknik ini sangat ideal untuk benda aisng yang maupun sinus.6
terlihat, halus atau bulat dimana benda sulit diambil
dengan pinset atau forcep alligator.Suction yang Perlu diberikan edukasi kepada orangtua
diberikan pada pasien biasanya yang bertekanan dan masyarakat tentang bahaya masuknya benda
100-140 mmHg.20 asing ke dalam saluran napas. Orangtua diminta
menjauhkan benda tersebut dari jangkauan anak-
e. Lem atau Perekat
anak. Serta perlunya meningkatkan kemampuan
Metode ini sangat efektif terhadap benda dan ketrampilan paramedic dalam mendiagnosis
asing yang licin, bulat, dan sulit diambil dengan dan menangani pasien dengan benda asing pada
pinset atau forcep alligator. Benda asing yang akan saluran napas.7
diambil haruslah yang kering dan terlihat sehingga k. Komplikasi
risiko kontak dengan mukosa sekitar benda asing
dihidung minimal.20 Pasien dapat datang dengan sinusitis,
septum perforasi, meningitis, tetanus dan difteri
Lem atau perekat dalam hal ini sebagai komplikasi benda asing di hidung.
cyanoacrylate yang digunakan di oleskan tipis Computed tomography paranasal sinuses tetap
ditempatkan di ujung aplikator kayu atau plastik, menjadi standar emas untuk melihat benda asing
yang kemudian menempel benda asing selama 60 hidung yang tidak terlihat dengan pemeriksaan
detik. Tanpa kerja sama penuh dari pasien, mukosa rinoskopi.15
hidung dapat dengan mudah terluka oleh lem
tempatnya.14 l. Prognosis
f. Instrumen yang dibuat sendiri Mortalitas dan morbiditas benda asing di
hidung tergantung sberapa besar sumbatan yang
Instrumen yang dibuat sendiri dapat diakibatkannya. Keberhasilan penanganan dari
berasal dari paper clip. Teknik ini dapat dilakukan benda asing di hidung bergantung pada beberapa
apabila tidak dapat dilakukannya teknik lainnya faktor seperti lokasi dari benda asing, bahan
karena komplikasi pada teknik ini dapat material benda asing, apakah benda berupa bahan
menyebabkan trauma yang berat dan infeksi.14 yang mudah diambil ( lebut dan irregular) atau tidak
mudah diambil (keras dan bulat), ketrampilan
dokter, dan kerjasama pasien.
g. Teknik dengan menggunakan instrumen
pembedahan Benda Asing Tenggorok
Teknik mengeluarkan benda asing dengan Tertelan atau aspirasi benda asing
instrument pembedahan biasanya apabila riwayat merupakan kejadian yang dapat dicegah. Cedera
masuknya benda asing diikuti dengan adanya tersebut menyebabkan morbiditas dan mortalitas
epistaksis. Pemilihan alat atau instrument pada seluruh kelompok umur, namun paling banyak
tergantung dari jenis benda asing tersebut.Forcep ditemukan pada anak usia dibawah 3 tahun, dan
alligator dapat digunakan terhadap benda asing merupakan penyebab keempat kematian pada
dihidung yang ireguler dan memiliki sudut yang kelompok umur tersebut dan penyebab ketida
dapat ditarik keluar, sedangkan hook, curretes, dan kematian pada bayi dibawah 1 tahun 21
loop dapat digunakan terhadap benda yang licin
Anak usia 1-3 tahun merupakan kelompok
atau sulit di tarik keluar. Secara umum, benda asing
usia paling banyak terkena karena: eksplorasi
di hidung bisa dikeluarkan secara aman oleh dokter
lingkungan melalui mulut, jumlah gigi yang sedikit
umum. Namun, jika sulit dan gagal harus segera
sehingga menurunkan kemampuan untuk
konsultasi ke spesialis THT. Rujukan ke dokter
mengunyah makanan dengan benar sehingga
spesialis harus dilakukan ketika ada kekhawatiran
terlalu besar untuk ditelan, kurangnya kapasitas
diagnosis ke arah tumor atau massa.11,14
kognitif untuk membedakan objek yang dapat
dimakan dan tidak dapat dimakan, dan
kecenderunga untuk terdistraksi atau melakukan
aktivitas lain saat sedang makan seperti bermain
sambil makan.22
Sebagian besar benda asing dimuntahkan
secara spontan melalui refleks protektif seperti
batuk atau meludah, namun pada beberapa kasus
benda asing dapat melewati saluran pencernaan
atau saluran aerodigestive atas.22
Setidaknya 80% anak yang tersedak
diperiksa oleh dokter anak, dimana sebagian besar
Gambar 9. Mengeluarkan benda asing dengan kasus terjadi dalam onset 48 jam, hanya 15% yang
forsep alligator didiagnosis dengan tepat dalam 7 hari setelah

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 11
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

tersedak. Gejala aspirasi atau tertelan benda asing perubahan posisi berhubungan dengan resiko
dapat didiagnosis banding dengan asma, croup asfiksia. Seperti benda asing laring, edema dapat
atau penumonia, sehingga memperlambat menyeybabkan obstruksi total. Gejala benda asing
penegakan diagnosis. 23,24 trakea bervariasi tergantung mobilitasnya, dari
impaksi subglotis hingga obstruksi bronkus yang
a. Patogenesis
menyebabkan kematian.22
Terdapat 3 fase klinis aspirasi atau tertelan Benda asing bronkus
benda asing: fase awal ditandai dengan tersedak,
gagging dan batuk paroksismal, dan obstruksi jalan 80%-90% benda asing terletak di bronkus,
nafas. Gejala ini akan mereda saat benda asing 65% pasien memiliki triad batuk, wheezing, dan
tertahan dan refleks menjadi lebih lema (fase kedua penurunan suara pernapasan 23,24 Hingga 95%
atau fase asimtomatis). Fase asimtomatis terjadi pasien memiliki setidaknya salh satu dari ketiga
selama beberapa jam hingga beberapa minggu, tanda tersebut. Benda asing bronkus dapat
yang menyebabkan keterlambatan diagnosis. menyebabkan gangguan respirasi seperti
Kejadian ini berhubungan dengan kecenderungan peningkatan ukuran bahan vegetasi atau
dokter dalam memeriksa anak untuk meminimalisir menyebabkan edema disekitar benda asing, dan
kemungkinan adanya benda asing saat tidak menyebabkan obstruksi bronkus dan kolaps lobus
adanya gejala.22 paru. pergerakan benda asing sepanjang bronkus
dapat menyebabkan distres pernapasan. Biasanya
Komplikasi terjadi pada fase ketiga benda asing yang terletak di saluran napas
(disebut juga fase komplikasi), dimana obstruksi, menyebabkan pembentukan jaringan granulasi
erosi atau infeksi menyebabkan pneumonia, yang menyebabkan kesulitan dalam visualisasi dan
atelektasis, abscess, atau demam (benda asing di ekstraksi. Pada Gambar 10 dapat dilihat adanya
jalan napas) atau disfagia, abses mediastinum, atelektasis akibat adanya benda asing di bronkus.22
perforasi atau erosi esofagus (benda asing di
esofagus). 22
b. Gejala dan Tanda
Penting untuk menentukan lokasi obstruksi
karena mempengaruhi pilihan terapi. Lokasi benda
asing tergantung pada karakteristik dan posisi
seseorang saat aspirasi atau tertelan benda
asing.22
Benda asing laring
Benda asing laring jarang terjadi (2-12%),
kecuali pada anak usia dibawah 1 tahun.7 Meskipun
angka kejadian yang jarang, hal ini berhubungan
dengan prognosis yang buruk sebagai
kegawatdaruratan saluran napas. Edema laring
akan menyebabkan obstruksi total saluran napas.
Khasnya, pasien akan datang dengan tanda
obstruksi jalan napas, disfonia atau afonia, dan
suara serak, yang mana gejalanya mirip dengan
laringitis subglotis. Apabila terhadi obstruksi total,
akan terjadi distress pernapasan, sianosis, hingga
gagal nafas yang diikuti dengan kematian. Jika
onstruksi parsial, dapat menyebabkan stridor, suara Gambar 10. Atelektasis akibat adanya buluh
serak, batuk, nyeri tenggorok, dan dyspnea.22 pada bronkus
Bahaya utama dapat terjadi apabila Pada anak, benda asing yang berukuran
terdapat benda asing intralaringeal yang bersifat kecil lebih sering terjadi pada bronkus kanan,
tipis dan runcing (seperti tulang ikan), bulat dan licin karena diameter yang lebih besar dan sudutnya
(anggur atau loive) serta tajam dan ringan (kulit yang dibentuk antara bronkus dan trakea lebih
telur).22 terbuka.21
Benda asing trakea Benda asing di esofagus
Prevalensi benda asing di trakea tergolong Benda asing di esofagus lebih sering 2 kali
sedikit (3-12%) Pasien dengan benda asing di lipat dibanding kasus bronkus meskipun hampir
trakea memiliki gejala mirip dengan disfonia laring semua benda asing tersebut bermigrasi hingga
namun juga diikuti dengan stridor bifasi, batuk lambung dan tidak membutuhkan endoskopi untuk
kering (tipe trakea) dengan sharp crack (kadang mengeluarkan benda asing tersebut.25 Mayoritas
terdengar) saat benda asing dapat digerakkkan kasus datang ke dokter dalam 24 jam pertama
dimana suara tersebut dihasilkan sebagai dampak setelah tertelan, disertai muntah, odinofagia,
keterlibatan subglotis. Anak akan datang ke dokter disfagia, dan drooling. Benda asing yang berukuran
dengan dyspnea dan gelisah, duduk atau besar akan menyababkan gejala obstruksi saluran
menelungkup dibalik lengan orangtuanya, karena napas dan batuk karena kompresi atau iritasi

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 12
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

saluran napas atas karena mikroaspirasi saliva di 2. Pemeriksaan Fisik


saluran napas. Apabila benda asing berdiam terlalu
lama, demam dan gejala infeksi pernapasan lain Pasien akan mengeluhkan adanya odinofagia
dan disfagia (drooling), dan disertai tanda obstruksi
dapat muncul, dan eksaserbasi saat tidur. Pada
Gambar 11, gambaran x-ray menunjukkan adanya saluran napas (stridor, disfonia, dan posisi leher
pembengkakan akibat benda asing yang terlalu dan kepala yang abnormal). Adanya penurunan
lama berada di esofagus, menyebabkan kompresi suara napas asimetris, durasi inspirasi abnormal,
trakea. Sedangkan gambar 12 menunjukkan kasus wheezing, dan suara napas unilateral akan
berat dimana terjadi stenosis akibat tertelan koin membedakan diagnosis benda asing bronkus dan
yang membutuhkan terapi segera oleh ahli bedah. asma22
3. Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan radiologi penting untuk melihat
lokasi benda asing, menentukan jenis benda asing
(radioopak atau radiolusen) dan rencana prosedur
pengambilan benda asing.22
Pada kasus yang dicurigai benda asing
esofagus, rontgen dada harus dilakukan, termasyk
regio abdomen dan servikal tampak anteroposterior
(AP) dan lateral (L). Gambar 12 menunjukkan
pentingnya gambaran rontgen dalam membantu
menentukan lokasi benda asing dan rencana
pengambilan benda asing. Pada benda asing radio-
opak (khususnya kasus kronis), dapat dilakukan
esofagografi dengan kontras.

Gambar 11. Swelling akibat benda


asing kronis pada esofagus

Gambar 12.Gambaran benda asing pada


tampak lateral dan anteroposterior
Perhatikan adanya double contour pada
gambaran benda asing yang dicurigai sebagai
baterai, karena baterai membutuhkan pengeluaran
segera. Seperti yang terlihat pada Gambar 13,
double contour dapat membedakan baterai dengan
koin meskipun dengan diameter yang sama.

Gambar 12. Stenosis esofagus akibat


tertalan koin
c. Diagnosis Benda Asing di Saluran Napas
1. Anamnesis
Adanya riwayat batuk dan tersedak dengan
distres pernapasan pada anak sehat yang
sebelumnya sedang bermain atau makan dan/atau
adanya riwayat sebelumnya yang berhubungan
dengan tertelan sesuatu, tidak boleh diabaikan. 22
Gambar 13. Rongten anteroposterior pada
Tidak adanya riwayat yang ada akan bend kasus tertelan baterai
kesimpulan yang salah, karena seringkali pasien
anak akan datang tanpa adanya saksi sebelumnya. Pada kasus yang dicurigai benda asing saluran
Anamnesis yang tepat diperlukan untuk napas, harus dilakukan permintaan rontgen collar
menegakkan diagnosis karena anak akan sulit dan P dan AP. Rontgen dada dapat menunjukkan
mengaku karena takut dihukum.22 gambaran normal meskipun dengan benda asing

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 13
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

trakea dan bronkus namun tidak menyingkirkan perasat dari Heimlich (Heimlich maneuver),
kemungkinan aspirasi. Rontgen dapat diulang dan dapat dilakukan pada anak maupun dewasa.
dilakukan pemeriksaan secara pteliti untuk Menurut teori Heimlich, benda asing yang masuk
menentukan diagnosis dan terapi yang tepat. ke dalam laring ialah pada saat inspirasi. Dengan
Rontgen dada AP dan L dapat menunjukkan benda demikian paru penuh dengan udara, diibaratkan
asing (jika radioopak) atau tanda tidak langsung sebagai botol plastik yang tertutup, dengan
seperti emfisema obstruktif, atelektasis dan/atau menekan botol itu, maka sumbatnya akan
konsolidasi. Fluoroskopi saluran napas dapat terlempar keluar. 26 Manuver Heimlich (hentakan
dilakukan untuk menilai pergerakan diafragma subdiafragmaabdomen). Suatu hentakan yang
kedua paru dan saluran napas saat inspirasi dan menyebabkan peningkatan tekanan pada diafragma
ekspirasi (dinamis). Adanya emfisema obstruktif sehingga memaksa udara yang ada di dalam paru-
merfupakan tanda awal komplikasi.22 paru untuk keluar dengan cepat sehingga
diharapkan dapat mendorong atau mengeluarkan
CT Scan Thorak jarang dilakukan, dan dapat benda asing yang menyumbat jalan napas. Setiap
dimanfaatkan pada benda asing vegetatif yang hentakan harus diberikan dengan tujuan
bermigrasi melalui saluran pernapasan dan menghilangkan obstruksi, mungkin dibutuhkan
menyebabkan abses paru (seperti rumput atau hentakan 6 - 10 kali untuk membersihkan jalan
buluh jagung). Gambar X6 menunjukkan gambaran napas. 22
potongan krayon pada bronkus kiri yang tertahan
pada bronkus kiri. Pemanfaatan MRI dalam Komplikasi perasat Heimlich adalah
diagnosis aspirasi benda asing bahkan lebih jarang kemungkinan terjadinya ruptur lambung atau hati
lagi.22 dan fraktur kosta. Oleh karena itu pada anak
sebaiknya cara menolongnya tidak dengan
d. Penatalaksanaan
menggunakan kepa- lan tangan tetapi cukup
Benda asing dapat menyebabkan obstruksi dengan dua buah jari kiri dan kanan. 26
jalan napas sebagian (parsial) atau komplit (total). Pada sumbatan benda asing tidak total di
Pada obstruksi jalan napas partial korban mungkin laring perasat Heimlich tidak dapat digunakan.
masih mampu melakukan pernapasan, namun Dalam hal ini penderita dapat dibawa ke rumah
kualitas pernapasan dapat baik atau buruk. Pada sakit terdekat yang memiliki fasilitas endoskopik
korban dengan pernapasan yang masih baik, berupa laringoskop dan bronkoskop. 22
korban biasanya masih dapat melakukan tindakan
batuk dengan kuat, usahakan agar korban tetap Pasien dengan benda asing ditrakea harus di
bisa melakukan batuk dengan kuat sampai benda rujuk ke rumah sakit dengan fasilitas bronskopi,
asing tersebut dapat keluar. Bila sumbatan jalan Benda di keluarkan dengan bronskopi secara
napas partial menetap, maka aktifkan sistem segera pada pasien tidur terlentang dengan posisi
pelayanan medik darurat. Obstruksi jalan napas Trendelenburg supaya tidak lebih turun ke bronkus,
partial dengan pernapasan yang buruk harus benda asing dipegang dengan cunam yang sesuai
diperlakukan sebagai Obstruksi jalan napas komplit. dan dikeluarkan melalui laring, bila bronkospi tidak
22 tersedia, dilakukan trakeostomi dan benda asing
dikeluakan memakai cunam atau alat penghisap
Obstruksi jalan napas komplit (total), korban melalui stoma tersebut, jika tidak berhasil dirujuk ke
biasanya tidak dapat berbicara, bernapas, atau rumah sakit dengan fasilitas endoskopi.24
batuk. Biasanya korban memegang lehernya
diantara ibu jari dan jari lainya. Saturasi oksigen Benda asing di bronkus di keluarkan dengan
akan dengan cepat menurun dan otak akan bronskop kaku atau serat optik dan cunam yang
mengalami kekurangan oksigen sehingga sesuai, Tindakan ini harus segera di lakukan,
menyebabkan kehilangan kesadaran, dan kematian apalagi benda asing bersifat organik, bila tidak
akan cepat terjadi jika tidak diambil tindakan dapat di keluarkan, misalnya tajam, tidak rata, dan
segera. 22 tersangkut pada jaringan, dapat dilakukan
servikotomi atau tarakotomi, antibiotik dan
Untuk dapat menanggulangi kasus aspirasi benda kortikosteroid tidak rutin diberikan setelah
asing dengan cepat dan tepat, perlu diketahui endoskopi, Dilakukan fisioterapi dada pada kasus
dengan baik lokasi tersangkutnya benda asing pnemonia, bronkitis purulenta, dan
tersebut. Secara prinsip benda asing di saluran atelektasis,Pasien dipulangkan 24 jam setelah
napas dapat ditangani dengan pengangkatan tindakan jika paru bersih dan tidak demam, Pasca
segera secara endoskopik dengan trauma bronkoskopi dibuat foto torak hanya bila gejala
minimum. Umumnya penderita dengan aspirasi pulmonum tidak menghilang pada keadaan tersebut
benda asing datang ke rumah sakit setelah melalui perlu di selidiki lebih lanjut dan diobati secara tepat
fase akut, sehingga pengangkatan secara dan adekuat.24
endoskopik harus dipersiapkan seoptimal
mungkin, baik dari segi alat maupun personal Benda asing di dasar lidah di lihat dengan kaca
yang telah terlatih. 22 tenggorokan yang besar, pasien diminta menarik
lidahnya sendiri dan pemeriksa memegang kaca
Penderita dengan benda asing di laring harus tenggorokan dengan tangan kiri, cunam dengan
mendapat pertolongan segera, karena asfiksia tangan kanan untuk mengambil benda tersebut,
dapat terjadi dalam waktu hanya beberapa menit. Bila perlu dapat disemprotkan dengan silokain dan
Cara lain untuk mengeluarkan benda asing yang pantokain, Untuk mengeluarkan benda asing di
menyumbat laring secara total ialah dengan cara velekula dan sinus piriformis dilakukan laringoskopi

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 14
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

langsung.24 Di Instalasi Gawat Darurat, terapi cunam penting diperhatikan bahwa ruang untuk
suportif awal termasuk pemberian oksigen, monitor pernapasan menjadi sangat berkurang, sehingga
jantung dan pulse oxymetri dan pemasangan IV lama penggunaan alat-alat ini harus dibatasi
dapat dilakukan. Bronkoskopi merupakan terapi sesingkat mungkin. Bronkoskop serat optik dapat
pilihan untuk kasus aspirasi. Pemberian steroid dan digunakan untuk orang dewasa dengan benda
antibiotik preoperatif dapat mengurangi komplikasi asing kecil yang terletak di distal, penderita dengan
seperti edema saluran napas dan infeksi. ventilasi mekanik, trauma kepala, trauma servikal
Metilprednisolon 2 mg/kg IV dan antibiotik spektrum dan rahang. 3
luas yang cukup mencakup Streptokokus hemolitik
dan Staphylococcus aureus dapat dipertimbangkan Persiapan yang adekuat untuk ekstraksi benda
sebelum tindakan bronkoskopi.3 asing antara lain : 9

Sebenarnya tidak ada kontraindikasi - Pendekatan pada orang tua/keluarga,


absolut untuk tindakan bronkoskopi, selama hal itu diantaranya untuk memberikan informasi
merupakan tindakan untuk menyelamatkan nyawa mengenai resiko tindakan, kemungkinan
(life saving). Pada keadaan tertentu dimana telah trauma dan kegagalan ekstraksi.
terjadi komplikasi radang saluran napas akut, Persiapan pasien:
tindakan dapat ditunda sementara dilakukan
pengobatan medikamentosa untuk mengatasi  Foto torak: PA saat inspirasi dan ekspirasi,
infeksi. Pada aspirasi benda asing organik yang lateral
dalam waktu singkat dapat menyebabkan sumbatan  Puasa 6 jam sebelum tindakan
total, maka harus segera dilakukan bronkoskopi,  Pemberian cairan yang adekuat
bahkan jika perlu tanpa anestesi umum. 3  Pemeriksaan laboratorium (darah lengkap,
skrining perdarahan/ pembekuan,
elektrolit, gula darah,analisa urin)
Persiapan alat: harus tersedia bronkoskop dengan
ukuran yang sesuai dengan umur penderita
 Penilaian duplikat benda asing untuk
menentukan pilihan cunam yang akan
dipakai, apakah cunam dapat memegang
dengan baik saat benda asing ditarik ke
luar.
 Analisis masalah: perlu dilakukan diskusi
antara ahli THT, paru dan anestesi
sebelum dilakukan tindakan ekstraksi
mengenai kemungkinan resiko tindakan.
 Ekstraksi benda asing di traktus
Gambar 17. Penanganan benda asing saluran trakeobronkial merupakan problem
nafas dengan Bronkoskopi mekanis yang memerlukan perencanaan
yan baik.
Persiapan tim: kerjasama tim yang lengkap terdiri
Benda asing di bronkus dapat dikeluarkan
dari operator, ahli anestesi dan perawat yang
dengan bronkoskopi kaku maupun bronkoskopi
berpengalaman sangat penting.
serat optik. Pada bayi dan anak-anak sebaiknya
digunakan bronkoskopi kaku untuk
mempertahankan jalan napas dan pemberian
oksigen yang adekuat, karena diameter jalan napas Beberapa faktor penyulit mungkin dijumpai
pada bayi dan anak-anak sempit. Pada orang dan dapat menimbulkan kegagalan bronkoskopi
dewasa dapat dipergunakan bronkoskop kaku atau antara lain adalah faktor penderita, saat dan waktu
serat optik, tergantung kasus yang dihadapi. melakukan bronkoskopi, alat, cara mengeluarkan
Ukuran alat yang dipakai juga menentukan benda asing, kemampuan tenaga medis dan para
keberhasilan tindakan. Keterampilan operator medis, dan jenis anestesia. Sering bronkoskopi
dalam bidang endoskopi juga berperan dalam pada bayi dan anak kecil terdapat beberapa
penentuan pelaksanaan tindakan bronkoskopi. 3 kesulitan yang jarang dijumpai pada orang dewasa,
karena lapisan submukosa yang longgar di daerah
Bronkoskop kaku mempunyai keuntungan subglotik menyebabkan lebih mudah terjadi edema
antara lain ukurannya lebih besar variasi cunam akibat trauma. Keadaan umum anak capet
lebih banyak, mempunyai kemampuan untuk menurun, dan cepat terjadi dehidrasi dan renjatan.
mengekstraksi benda asing tajam dan kemampuan Demam menyebabkan perubahan metabolisme,
untuk dilakukan ventilasi yang adekuat. Selain termasuk pemakaian oksigen dan metabolisme
keuntungan di atas, penggunaan bronkoskop kaku jaringan, vasokontriksi umum dan perfusi jaringan
juga mempunyai kendala yaitu tidak bisa untuk terganggu. Adanya benda asing di saluran napas
mengambil benda asing di distal, dapat akan mengganggu proses respirasi, sehingga
menyebabkan patahnya gigi geligi, edema benda asing tersebut harus segera dikeluarkan. 3
subglotik, trauma mukosa, perforasi bronkus dan
perdarahan. Pada pemakaian teleskop maupun Pemberian kortikosteroid dan bronkodilator
dapat mengurangi edema laring dan bronkospasme

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 15
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

pascatindakan bronkoskopi. Pada penderita dengan reflek vagal.Komplikasi pasca bronkoskopi antara
keadaaan sakit berat, maka sambil menunggu lain demam, infiltrat paru dan pneumotorak, yang
tindakan keadaan umum dapat diperbaiki terlebih memerlukan bantuan ventilasi.9
dahulu, misalnya: rehidrasi, memperbaiki gangguan
keseimbangan asam basa, dan pemberian Laporan Kasus I: Benda Asing Telinga
antibiotika. Keterlambatan diagnosis dapat terjadi Identitas Pasien
akibat kurangnya pengetahuan dan kewaspadaan
penderita maupun orang tua mengenai riwayat Nama : Ny. S
tersedak sehingga menimbulkan keterlambatan Tanggal pemeriksaan : 25 Mei 2018
penanganan. Kesulitan mengeluarkan benda asing
saluran napas meningkat sebanding dengan lama Umur : 62 tahun
kejadian sejak aspirasi benda asing. Pada benda
asing yang telah lama berada di dalam saluran Jenis Kelamin : Perempuan
napas atau benda asing organik, maka mukosa Alamat : Padang
yang menjadi edema dapat menutupi benda asing
dan lumen bronkus, selain itu bila telah terjadi Suku Bangsa : Minangkabau
pembentukkan jaringan granulasi dan striktur maka ANAMNESIS
benda asing menjadi susah terlihat. 3
Seorang pasien perempuan berumur 62 tahun
Pada kasus yang tidak terdapat gejala datang ke IGD RSUP Dr. M Djamil Padang pada
sumbatan jalan napas total, maka tindakan tanggal 25 Mei 2018 jam 07.45 WIB dengan :
bronkoskopi dilakukan dengan persiapan operator,
alat dan keadaan umum penderita sebaik mungkin. Keluhan Utama
Holinger menyatakan bahwa lebih baik dengan
Merasa ada yang masuk di liang telinga kiri
persiapan 2 jam, maka benda asing dapat
sejak ± 1 jam sebelum masuk rumah sakit
dikeluarkan dalam waktu 2 menit daripada
persiapan hanya 2 menit tetapi akan ditemui Riwayat Penyakit Sekarang
kesulitan selama 2 jam. Bila benda asing
menyebabkan sumbatan jalan napas total, misalnya - Merasa ada yang masuk di liang telinga kiri
benda asing di laring atau trakea, maka tindakan sejak ± 1 jam sebelum masuk rumah sakit
harus segera dilakukan untuk menyelamatkan - Awalnya pasien sedang istirahat, lalu tiba-tiba
penderita, bila perlu dilakukan krikotirotomi atau pasien merasa ada yang masuk ke dalam liang
trakeostomi lebih dahulu. Jika timbul kesulitan telinga kiri dan terasa bergerak. Lalu pasien
dalam mengeluarkan benda asing, maka dapat memberikan tetesan minyak ± 2 tetes, namun
didorong ke salah satu sisi bronkus. Snow masih terasa ada yang bergerak. Pasien
menyatakan bahwa tindakan bronkoskopi tidak kemudian dibawa ke RSUP Dr. M Djamil
boleh lebih dari 30 menit. Padang
- Nyeri pada telinga telinga kiri ada
e. Komplikasi - Telinga kiri terasa berdenging ada
Komplikasi dapat disebabkan oleh benda asing itu - Keluar cairan dari telinga tidak ada
sendiri atau trauma tindakan bronkoskopi.
Komplikasi akut akibat tersangkutnya benda asing - Keluar cairan bercampur darah dari telinga tidak
antara lain sesak nafas, hipoksia, asfiksia sampai ada
henti jantung. Gangguan ventilasi ditandai dengan - Usaha untuk mengeluarkan dari telinga dengan
adanya sianosis. Komplikasi kronis antara lain cara mengorek-ngorek tidak ada
pneumonia, dapat berlanjut dengan pembentukan
kavitas dan abses paru, bronkiektasis, fistel - Demam, batuk, pilek tidak ada
bronkopleura, pembentukan jaringan granulasi atau
Riwayat Penyakit Dahulu
polip akibat inflamasi pada mukosa tempat
tersangkutnya benda asing. Dapat juga terjadi Pasien tidak pernah mengalami keluhan seperti
pneumomediastinum, pneumotorak. 9 ini sebelumnya
Keterlambatan diagnosis aspirasi benda asing yang Riwayat Penyakit Keluarga
berlangsung lebih dari 3 hari akan menambah
komplikasi seperti emfisema obstruktif, pergeseran Tidak ada keluarga pasien yang pernah
mediastinum, pneumonia dan menderita penyakit seperti ini sebelumnya
atelektasis.Komplikasi tindakan bronkoskopi antara Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi, dan
lain aritmia jantung akibat hipoksia, retensi CO2 Kebiasaan
atau tekanan langsung selama manipulasi bronkus
utama kiri. Komplikasi teknis yang paling mungkin - Pasien merupakan seorang ibu rumah tangga
terjadi pada operator yang kurang berpengalaman
- Pasien tidak mempunyai kebiasaan merokok
adalah benda asing masuk lebih jauh sampai ke
ataupun alkohol
perifer sehingga sulit dicapai oleh skop, laserasi
mukosa, perforasi, atau benda asing masuk ke
segmen yang tidak tersumbat pada saat
dikeluarkan. Bisa juga terjadi edema laring dan PEMERIKSAAN FISIK (25 Mei 2018)

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 16
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Status Generalis Konjungtiva : tidak anemis


Sklera : tidak ikterik
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang Leher : tidak ada pembesaran
Kesadaran : CMC KGB
Tekanan darah : 130/80 mmHg Toraks
Frekuensi nadi : 76 x/menit Jantung : dalam batas normal
Frekuensi nafas : 20 x/menit Paru : dalam batas normal
Suhu : 36,5 °C Abdomen : hepar dan lien tidak
teraba, nyeri tekan (-)
Pemeriksaan sistemik
Extremitas : tidak ada kelainan,
Kepala : tidak ada kelainan edem (–)
Mata

Status Lokalis THT


Telinga
Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Kel kongenital Tidak ada Tidak ada
Daun telinga Trauma Tidak ada Tidak ada
Radang Tidak ada Tidak ada
Kel. Metabolik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tarik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tekan tragus Tidak ada Tidak ada
Cukup lapang (N) Cukup lapang (N) Tampak benda asing
Dinding liang kehitaman, pergerakan (+)
telinga Sempit - -
Hiperemis Tidak ada Tidak ada
Edema Tidak ada Tidak ada
Massa Tidak ada Tidak ada
Ada / Tidak Tidak Tidak
Serumen Bau - -
Warna - -
Jumlah - -
Jenis - -
Membran timpani
Warna Putih mengkilat Sulit dinilai
Reflek cahaya Ada, arah jam 5 Sulit dinilai
Utuh Bulging - -
Retraksi - -
Atrofi - -
Sklerotik - -
Jumlah perforasi - -
Perforasi Jenis - -
Kuadran - -
Pinggir - -
Tanda radang Tidak ada Tidak ada
Fistel Tidak ada Tidak ada
Mastoid Sikatrik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada
Rinne (+) (+)
Tes garpu tala Schwabach Sama dengan pemeriksa Sama dengan pemeriksa
Weber Tidak ada lateralisasi
Kesimpulan Normal
Audiometri Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Timpanometri Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Hidung
Pemeriksaan Kelainan
Deformitas Tidak ada
Kelainan kongenital Tidak ada
Hidung luar Trauma Tidak ada
Radang Tidak ada
Massa Tidak ada

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 17
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Sinus paranasal
Pemeriksaan Dekstra Sinistra
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada

Rinoskopi Anterior
Pemerikssaan Dekstra Sinistra

Vibrise Ada Ada


Vestibulum
Radang Tidak ada Tidak ada
Cukup lapang (N) Cukup lapang (N) Cukup lapang (N)
Kavum nasi Sempit
Lapang
Lokasi Tidak ada Tidak ada
Jenis
Sekret Jumlah
Bau
Ukuran Eutrofi Eutrofi
Konka inferior
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Licin Licin
Edema Tidak ada Tidak ada
Ukuran Eutrofi Eutrofi
Warna Merah muda Merah muda
Konka media
Permukaan Licin Licin
Edema Tidak ada Tidak ada
Cukup lurus/deviasi Cukup lurus Cukup lurus
Permukaan Licin Licin
Warna Merah muda Merah muda
Spina - -
Septum Krista - -
Abses - -
Perforasi - -
Lokasi - -
Bentuk - -
Ukuran - -
Permukaan - -
Massa
Warna - -
Konsistensi - -
Mudah digoyang - -
Pengaruh vasokonstriktor - -

Rinoskopi Posterior = sulit dilakukan


Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Cukup lapang (N)
Koana Sempit
Lapang
Warna
Mukosa Edem
Jaringan granulasi
Ukuran
Konka inferior Warna
Permukaan
Edem
Adenoid Ada/tidak
Muara tuba Tertutup secret
eustachius Edem mukosa
Lokasi
Ukuran
Massa Bentuk
Permukaan
Post Nasal Drip Ada/tidak
Jenis

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 18
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Orofaring dan mulut


Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Trismus Tidak ada
Uvula Posisi Ditengah
Edema -
Bifida -
Simetris/tidak Simetris
Palatum mole + Warna Merah muda
Arkus Faring Edem -
Bercak/eksudat -
Dinding faring Warna Merah muda
Permukaan Licin
Ukuran T1 T1
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Rata Rata
Muara kripti Tidak melebar Tidak melebar
Tonsil Detritus Tidak Ada Tidak Ada
Eksudat - -
Perlengketan dengan pilar - -
Warna Merah muda Merah muda
Peritonsil Edema - -
Abses - -
Lokasi - -
Bentuk - -
Tumor Ukuran - -
Permukaan - -
Konsistensi - -
Gigi Karies/Radiks - -
Kesan Hygiene baik Hygiene baik
Warna Merah muda
Bentuk Normal
Lidah Deviasi -
Massa -

Laringoskopi Indirek = sulit dilakukan


Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Bentuk
Warna
Epiglotis Edema
Pinggir rata/tidak
Massa
Warna
Ariteniod Edema
Massa
Gerakan
Warna
Ventrikular band Edema
Massa
Warna
Plica vokalis Gerakan
Pingir medial
Massa
Subglotis/trakea Massa
Sekret
Sinus piriformis Massa
Sekret
Valekula Massa
Sekret ( jenisnya )
Corpus Alienum “Kecoa” et Liang Telinga Auricula
Sinistra
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS BANDING

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 19
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

- dan didapatkan liang telinga kiri lapang, membran


timpani utuh, tidak ada benda asing, ekskoriasi dan
PEMERIKSAAN ANJURAN
laserasi, tetapi ditemukan liang telinga hiperemi. Pada
- telinga kiri pasien kemudian diberikan oles
kloramfenikol salep.
TERAPI
- Semprot Xilokain  Pergerakan (-)
Laporan Kasus II: Benda Asing Hidung
- Ekstraksi dan Irigasi benda asing
Identitas Pasien
- Evaluasi: Liang telinga kiri lapang, Membran
timpani utuh, benda asing (-), ekskoriasi (-), Nama : An. SNI
laserasi (-), hiperemis (+)
Tanggal Pemeriksaan : 26 Mei 2018
- Oles Kloramfenikol Salep et LT AS
Umur : 7 tahun
PROGNOSIS
Jenis Kelamin : Laki-laki
- Quo ad vitam : Bonam
Pekerjaan : (-)
- Quo ad sanam : Bonam
ANAMNESIS
RESUME
Seorang pasien laki-laki berusia 7 tahun
Seorang pasien perempuan berumur 62 tahun datang ke IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang pada
datang ke IGD RSUP Dr. M Djamil Padang pada tanggal 26 Mei 2018 dengan:
tanggal 25 Mei 2018 jam 07.45 WIB dengan keluhan
merasa ada yang masuk di liang telinga kiri sejak ± 1
jam sebelum masuk rumah sakit. Awalnya pasien Keluhan Utama:
sedang istirahat, lalu tiba-tiba pasien merasa ada yang
masuk ke dalam liang telinga kiri dan terasa bergerak. Kemasukan manik-manik ke dalam lubang hidung
Lalu pasien memberikan tetesan minyak ± 2 tetes, sebelah kiri sejak ± 4 jam sebelum masuk rumah sakit.
namun masih terasa ada yang bergerak. Pasien
kemudian dibawa ke RSUP Dr. M Djamil Padang.
Pasien merasakan nyeri pada telinga telinga kiri dan Riwayat Penyakit Sekarang:
telinga kiri terasa berdenging. Keluar cairan dari
- Kemasukan manik-manik sejak ± 4 jam
telinga tidak ada. Keluar cairan bercampur darah dari sebelum masuk rumah sakit
telinga tidak ada. Usaha pasien untuk mengeluarkan
dari telinga dengan cara mengorek-ngorek tidak ada - Awalnya pasien sedang tidur, kemudian ibu
pasien melihat ada benda asing di lubang
Tidak terdapat riwayat penyakit dahulu dan
hidung kiri pasien berwarna merah muda,
riwayat keluarga yang berhubungan dengan keluhan pasien kemudian dibawa ke RSUP Dr. Djamil
pasien saat ini. Pasien bekerja sebagai seorang ibu Padang
rumah tangga.
- Keluar cairan dari hidung tidak ada
Dari pemeriksaan, didapatkan keadaan umum
pasien tampak sakit sedang dengan tanda vital dalam - Keluar cairan berbau dari hidung tidak ada
batas normal. Pada pemeriksaan telinga kanan
didapatkan dalam batas normal, liang telinga lapang, - Hidung berdarah tidak ada
membran timpani utuh dan reflek cahaya positif. - Usaha mengeluarkan benda asing tidak ada
Sedangkan pada telinga kiri, didapatkan ada benda
asing hitam yang bergerak di liang telinga, membran - Batuk hebat tidak ada
timpani sulit dinilai, sekret tidak ada. Pada - Sesak nafas dan badan membiru tidak ada
pemeriksaan penala didapatkan dalam batas normal.
Pada pemeriksaan fisik, hidung dan orofaring - Demam tidak ada, batuk pilek tidak ada
menunjukkan pemeriksaan dalam batas normal.
- Riwayat memasukkan benda asing ke
Pasien didiagnosis dengan Corpus Alienum telinga, hidung, dan mulut tidak ada
“Kecoa” et Liang Telinga AS. Pada telinga kiri pasien
Riwayat penyakit dahulu :
diberikan semprot xilokain, kemudian benda asing
diekstraksi dengan forcep aligator. Selanjutnya - Riwayat bersin-bersin dipagi hari tidak ada.
dilakukan irigasi pada telinga pasien. Hasil ekstraksi
didapatkan benda asing berupa kecoa berwarna hitam - Riwayat menderita penyakit saluran nafas
dengan ukuran 1 x 2 cm. Setelah benda asing atas tidak ada
dikeluarkan, dilakukan evaluasi pada telinga pasien - Riwayat keluar darah dari hidung tidak ada
- Riwayat keluar cairan dari telinga tidak ada

Riwayat penyakit keluarga :


Riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan
keluhan pasien tidak ada.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 20
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi dan  Jantung


Kebiasaan Inspeksi : ictus tidak terlihat
Palpasi : ictus kordis teraba 2 jari medial
(-)
LMCS RIC V
Perkusi : batas jantung normal
Auskultasi : bunyi jantung murni, irama teratur,
PEMERIKSAAN FISIK bising tidak ada
Status Generalis  Paru
Inspeksi :simetris kiri-kanan statis dan
Keadaan Umum : Sakit Sedang dinamis
Kesadaran : CMC Palpasi : fremitus kiri = kanan
Tekanan darah : (-) mmHg Perkusi : sonor kiri = kanan
Frekuensi nadi : 96 x/menit Auskultasi :suara nafas vesikuler, rhonki -/-,
Frekuensi nafas : 20 x/menit wheezing -/-
Suhu : 36,7°C  Abdomen
Pemeriksaan Sistemik Inspeksi : tidak tampak membuncit
Kepala : Normochepal, rambut hitam Palpasi : hepar dan lien tidak teraba
Mata Perkusi : timpani
 Konjungtiva : Tidak anemis Auskultasi : bising usus normal
 Sklera : Tidak ikterik
 Ekstremitas :akral hangat, perfusi baik
Toraks
Status Lokalis THT
Telinga

Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra

Kl.kongental Tidak ada Tidak ada


Daun telinga Trauma Tidak ada Tidakada
Radang Tidak ada Tidakada
Kl.Metabolik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tarik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tekan tragus Tidak ada Tidak ada
Cukup lapang (N) Cukup lapang Cukup lapang
Dinding liang telinga Sempit - -
Hiperemis Tidak ada Tidak ada
Edema Tidak ada Tidak ada
Massa Tidak ada Tidak ada
Ada / Tidak Tidak ada Tidak ada
Sekret/ serumen Bau - -
Warna - -
Jumlah - -
Jenis - -
Membran timpani
Warna Putih mengkilap Putih megkilap
Utuh Refleks cahaya (+) (+)
Bulging (-) (-)
Retraksi (-) (-)
Atrofi (-) (-)
Jumlah perforasi (-) (-)
Jenis (-) (-)
Perforasi
Kwadran (-) (-)
Pinggir (-) (-)
Mastoid Tanda radang (-) (-)
Fistel (-) (-)
Sikatrik (-) (-)
Nyeritekan (-) (-)
Nyeriketok (-) (-)
Rinne Tidak dilakukan pemeriksaan
Tes garpu tala Schwabach Tidak dilakukan pemeriksaan
Weber Tidak dilakukan pemeriksaan
Kesimpulan Tidak dilakukan pemeriksaan
Audiometri Tidak dilakukan pemeriksaan

Hidung

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 21
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Pemeriksaan Kelainan Dektra Sinistra


Deformitas Tidak ada Tidak ada
Kelainan kongenital Tidak ada Tidak ada
Hidung luar Trauma Tidak ada Tidak ada
Radang Tidak ada Tidak ada
Massa Tidak ada Tidak ada

Sinus paranasal
Pemeriksaan Dekstra Sinistra
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada

Rinoskopi Anterior
Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Cavum Sempit (-) Sempit
Nasi
Lapang Lapang (-)
Lokasi - -
Sekret Jenis - -
Jumlah - -
Bau - -
Konka inferior Ukuran Eutrofi Sulit dinilai
Warna Hiperemis Sulit dinilai
Permukaan Licin Sulit dinilai
Edema Tidak Ada Sulit dinilai
Konka media Ukuran Eutrofi Sulit dinilai
Warna Merah muda Sulit dinilai
Permukaan Licin Sulit dinilai
Edema Tidak ada Sulit dinilai
Cukup lurus/ deviasi Lurus
Permukaan Licin
Warna Merah muda
Septum Spina Tidak ada
Krista Tidak ada
Abses Tidak ada
Perforasi Tidak ada
Lokasi Tidak Ada Ada
Bentuk Tidak ada Bulat
Ukuran Tidak Ada 1x1x0,2cm
Permukaan (-) Licin
Massa Warna (-) Merah muda
Konsistensi (-) Padat
Mudah digoyang (-) (-)
Pengaruh (-) (-)
vasokonstriktor

Orofaring dan mulut


Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Simetris/tidak Simetris
Palatum mole + Arkus Warna Merah muda
Faring Edem Tidak ada
Bercak/eksudat Tidak ada
Dinding faring Warna Merah muda
Permukaan Tenang
Ukuran T1 T1
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Rata Rata
Muara kripti Tidak melebar Tidak melebar
Tonsil Detritus Tidak ada Tidak ada
Eksudat Tidak ada Tidakada
Perlengketan dengan pilar Tidak ada Tidakada
Warna Merah muda Merah muda
Peritonsil Edema Tidak ada Tidakada

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 22
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Abses Tidak ada Tidakada


Lokasi Tidak ada
Bentuk -
Tumor Ukuran -
Permukaan -
Konsistensi -
Gigi Karies /Radiks Tidakada Tidakada
Kesan -
Warna Merah muda
Bentuk Normal
Lidah Deviasi Tidak ada
Massa Tidak ada

Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening Leher


Pemeriksaan Dekstra Sinistra
Inspeksi Tidak terlihat pembesaran KGB leher, tanda tidak terlihat pembesaran KGB leher, tanda
radang(-) radang (-).
Palpasi Tidak teraba pembesaran KGB leher, nyeri Tidakterabapembesaran KGB leher, nyeri
tekan (-) tekan (-)

RESUME:
Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan kemasukan
manik-manik pada hidung kiri sejak ±4 jam sebelum
masuk rumah sakit. Tidak ada ingus dan darah yang
keluar melalui hidung. Tidak ada batuk hebat dan
sesak nafas serta membiru pada badan.
Riwayat bersin di pagi hari tidak ada, riwayat
alergi pada debu maupun makanan tidak ada, riwayat
asma tidak ada. Tidak ada riwayat perdarahan dari
hidung. Riwayat keluar cairan dari telinga tidak ada.
Pemeriksaan Fisik Gambar 4.1 Benda Asing Hasil Ekstraksi Benda Asing
Hidung : Hidung

Kavum nasi sinistra : hidung luar tidak ada kelainan Edukasi:


kongenital, tidak ada tanda radang, tidak ada trauma. - Istirahat cukup dan gizi cukup
Pemeriksaan rinoskopi anterior ditemukan kavum nasi - Menjaga kebersihan hidung
sempit, konka inferior sulit dinilai, konka media sulit
dinilai, dan terdapat massa pada 1/3 anterior berwarna PROGNOSIS
merah muda, bentuk bulat, ukuran 1x1x0,2cm dengan
permukaan licin, konsistensi padat, tidak terdapat Quo ad vitam : Bonam
sekret dan tidak ditemukan perdarahan. Quo ad functionam : Bonam
Kavum nasi dextra : hidung luar tidak ada kelainan Quo ad sanationam : Bonam
kongenital, tidak ada tanda radang, tidak ada trauma.
Pemeriksaan rinoskopi anterior ditemukan kavum nasi
lapang, konka inferior eutrofi, konka media eutrofi,
tidak ditemukan sekret dan tidak ditemukan adanya Laporan Kasus III
perdarahan. Identitas Pasien
DIAGNOSIS KERJA Nama : Ny. M
Corpus alienum “manik-manik” et cavum nasi sinistra Tanggal Pemeriksaan : 11 Juni 2018
Umur : 42 tahun
PEMERIKSAAN PENUNJANG: Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : (-)
(-)
ANAMNESIS
TATALAKSANA
Seorang pasien perempuan berusia 42 tahun
Ekstraksi corpus alienum
datang ke IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang pada
tanggal 11 Juni 2018 dengan:

Keluhan Utama:
Ketulangan sejak ± 3 jam sebelum masuk rumah sakit

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 23
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

PEMERIKSAAN FISIK
Riwayat Penyakit Sekarang:
Status Generalis
- Ketulangan sejak ± 3 jam sebelum masuk
rumah sakit Keadaan Umum : Sakit Sedang
- Awalnya pasien sedang makan nasi dengan Kesadaran : CMC
lauk ikan nila, tiba-tiba pasien merasakan ada Tekanan darah : (-) mmHg
yang mengganjal di tenggorok lalu pasien Frekuensi nadi : 96 x/menit
berobat ke RSUP Dr. Djamil Padang Frekuensi nafas : 20 x/menit
- Air liur bercampur darah tidak ada
- Air liur terkumpul di mulut tidak ada Suhu : 36,7°C
Pemeriksaan Sistemik
- Nyeri dan sukar membuka mulut tidak ada
- Nyeri dan sukar menelan tidak ada Kepala : Normochepal, rambut hitam
- Nyeri dan sukar menggerakkan leher tidak Mata
ada  Konjungtiva : Tidak anemis
- Batuk-batuk hebat, tersedak, wajah membiru,  Sklera : Tidak ikterik
sesak napas tidak ada
- Usaha mengeluarkan benda asing ada Toraks
dengan mengorek-ngorek menggunakan jari  Jantung
pasien Inspeksi : ictus tidak terlihat
- Riwayat ketulangan sebelumnya tidak ada Palpasi : ictus kordis teraba 2 jari medial
- Riwayat oenyakit DM tidak ada LMCS RIC V
- Demam tidak ada, batuk pilek tidak ada Perkusi : batas jantung normal
- Nyeri tenggorok berulang dan tidur mengorok Auskultasi : bunyi jantung murni, irama teratur,
tidak ada bising tidak ada
 Paru
Riwayat penyakit dahulu : Inspeksi :simetris kiri-kanan statis dan
- Riwayat nyeri tenggorok berulang dan tidur dinamis
mengorok tidak ada Palpasi : fremitus kiri = kanan
Perkusi : sonor kiri = kanan
Auskultasi :suara nafas vesikuler, rhonki -/-,
Riwayat penyakit keluarga : wheezing -/-
Riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan  Abdomen
keluhan pasien tidak ada. Inspeksi : tidak tampak membuncit
Palpasi : hepar dan lien tidak teraba
Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi dan Perkusi : timpani
Kebiasaan Auskultasi : bising usus normal
(-)
 Ekstremitas :akral hangat, perfusi baik

Status Lokalis THT


Telinga
Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Kel kongenital Tidak ada Tidak ada
Daun telinga Trauma Tidak ada Tidak ada
Radang Tidak ada Tidak ada
Kel. Metabolik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tarik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tekan tragus Tidak ada Tidak ada
Cukup lapang (N) Cukup lapang (N) Tampak benda asing
Dinding liang kehitaman, pergerakan (+)
telinga Sempit - -
Hiperemis Tidak ada Tidak ada
Edema Tidak ada Tidak ada
Massa Tidak ada Tidak ada
Ada / Tidak Tidak Tidak
Serumen Bau - -
Warna - -
Jumlah - -
Jenis - -
Membran timpani
Warna Putih mengkilat Sulit dinilai
Reflek cahaya Ada, arah jam 5 Sulit dinilai
Utuh Bulging - -
Retraksi - -
Atrofi - -

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 24
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Sklerotik - -
Jumlah perforasi - -
Perforasi Jenis - -
Kuadran - -
Pinggir - -
Tanda radang Tidak ada Tidak ada
Fistel Tidak ada Tidak ada
Mastoid Sikatrik Tidak ada Tidak ada
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada
Rinne (+) (+)
Tes garpu tala Schwabach Sama dengan pemeriksa Sama dengan pemeriksa
Weber Tidak ada lateralisasi
Kesimpulan Normal
Audiometri Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Timpanometri Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Hidung
Pemeriksaan Kelainan
Deformitas Tidak ada
Kelainan kongenital Tidak ada
Hidung luar Trauma Tidak ada
Radang Tidak ada
Massa Tidak ada

Sinus paranasal
Pemeriksaan Dekstra Sinistra
Nyeri tekan Tidak ada Tidak ada
Nyeri ketok Tidak ada Tidak ada

Rinoskopi Anterior
Pemerikssaan Dekstra Sinistra

Vibrise Ada Ada


Vestibulum
Radang Tidak ada Tidak ada
Cukup lapang (N) Cukup lapang (N) Cukup lapang (N)
Kavum nasi Sempit
Lapang
Lokasi Tidak ada Tidak ada
Jenis
Sekret Jumlah
Bau
Ukuran Eutrofi Eutrofi
Konka inferior
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Licin Licin
Edema Tidak ada Tidak ada
Ukuran Eutrofi Eutrofi
Warna Merah muda Merah muda
Konka media
Permukaan Licin Licin
Edema Tidak ada Tidak ada
Cukup lurus/deviasi Cukup lurus Cukup lurus
Permukaan Licin Licin
Warna Merah muda Merah muda
Spina - -
Septum Krista - -
Abses - -
Perforasi - -
Lokasi - -
Bentuk - -
Ukuran - -
Permukaan - -
Massa
Warna - -
Konsistensi - -
Mudah digoyang - -
Pengaruh vasokonstriktor - -

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 25
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Rinoskopi Posterior = sulit dilakukan


Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Cukup lapang (N)
Koana Sempit
Lapang
Warna
Mukosa Edem
Jaringan granulasi
Ukuran
Konka inferior Warna
Permukaan
Edem
Adenoid Ada/tidak
Muara tuba Tertutup secret
eustachius Edem mukosa
Lokasi
Ukuran
Massa Bentuk
Permukaan
Post Nasal Drip Ada/tidak
Jenis

Orofaring dan mulut


Pemeriksaan Kelainan Dekstra Sinistra
Trismus Tidak ada
Uvula Posisi Ditengah
Edema -
Bifida -
Simetris/tidak Simetris
Palatum mole + Warna Merah muda
Arkus Faring Edem -
Bercak/eksudat -
Dinding faring Warna Merah muda
Permukaan Licin
Ukuran T1 T1
Warna Merah muda Merah muda
Permukaan Rata Rata
Muara kripti Tidak melebar Tidak melebar
Tonsil Detritus Tidak Ada Tidak Ada
Eksudat - -
Perlengketan dengan pilar - -
Warna Merah muda Merah muda
Peritonsil Edema - -
Abses - -
Lokasi - -
Bentuk - -
Tumor Ukuran - -
Permukaan - -
Konsistensi - -
Gigi Karies/Radiks - -
Kesan Hygiene baik Hygiene baik
Warna Merah muda
Bentuk Normal
Lidah Deviasi -
Massa -

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 26
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

RESUME biasanya ditemukan pada individu dengan kebutuhan


Anamnesis khusus.1
Pasien datang dengan ketulangan sejak ± 3 jam
sebelum masuk rumah sakit Awalnya pasien sedang Pada kasus benda asing di telinga, pasien
makan nasi dengan lauk ikan nila, tiba-tiba pasien datang dengan keluhan merasa ada yang masuk di
merasakan ada yang mengganjal di tenggorok. Batuk- liang telinga kiri sejak ± 1 jam sebelum masuk rumah
batuk hebat, tersedak, wajah membiru, sesak napas sakit. Awalnya pasien sedang istirahat, lalu tiba-tiba
tidak ada Usaha mengeluarkan benda asing ada pasien merasa ada yang masuk ke dalam liang telinga
dengan mengorek-ngorek menggunakan jari pasien kiri dan terasa bergerak. Pada kebanyakan kasus
benda hidup yang masuk ke telinga, terjadi ketika
Pemeriksaan Fisik pasien tidur di lantai. Pasien memberikan tetesan
Tenggorok : minyak ke telinganya ± 2 tetes, namun masih terasa
Arkus faring simetris, uvula ditengah, tonsil T1-T1 ada yang bergerak. Untuk tatalaksana awal pada
tenang, tampak benda asing di pool atas tonsil pasien dengan benda asing telinga yang hidup maka
sinistra, dinding posterior farung tenang hal yang dilakukan adalah membunuh serangga
segera dengan zat yang berminyak, alkohol atau eter.
DIAGNOSIS KERJA Pada pemeriksaan telinga kiri, didapatkan ada benda
Corpus alienum “tulang ikan” et pool atas tonsil sinistra asing hitam yang bergerak di liang telinga, membran
timpani sulit dinilai, sekret tidak ada. Pada pasien
PEMERIKSAAN PENUNJANG diberikan semprot xilokain, kemudian dilakukan
(-) pemeriksaan dan didapatkan benda asing tidak
bergerak lagi. Kemudian dilanjutkan ekstraksi benda
TATALAKSANA asing dengan forcep aligator. Hasilnya didapatkan
Ekstraksi corpus alienum benda asing berupa kecoa berukuran 1 x 2 cm. Pada
pasien diberikan semprot xilokain, kemudian dilakukan
pemeriksaan dan didapatkan benda asing tidak
bergerak lagi. Kemudian dilanjutkan ekstraksi benda
asing dengan forcep aligator. Hasilnya didapatkan
benda asing berupa kecoa berukuran 1 x 2 cm.
Pada kasus benda asing di hidung, pasien
mengeluhkan kemasukan manik-manik sejak ± 4 jam
sebelum masuk rumah sakit. Awalnya pasien sedang
tidur, kemudian ibu pasien melihat ada benda asing di
lubang hidung kiri pasien berwarna merah muda. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan massa berbentuk bulat,
berwarna merah muda, ukuran 1x1x0,2 cm,
permukaan licin, konsistensi padat pada 1/3 anterior
kavum nasi sinistra. Ekstraksi kemudian dilakukan
setelah fiksasi anak dengan baik. Ekstraksi benda
Prognosis : asing dilakukan dengan menggunakan pengait yang
Quo ad vitam : Bonam dimasukkan ke anterior kavum nasi.
Quo ad functionam : Bonam
Pada kasus benda asing tenggorok, pasien
Quo ad sanationam : Bonam
mengeluhkan ketulangan sejak ± 3 jam sebelum
masuk rumah sakit. Awalnya pasien sedang makan
Diskusi nasi dengan lauk ikan nila, tiba-tiba pasien merasakan
ada yang mengganjal di tenggorok lalu pasien berobat
Benda asing di telinga, hidung dan ke RSUP Dr. Djamil Padang. Usaha mengeluarkan
tenggorokan sering ditemukan di kegawatdaruratan benda asing ada dengan mengorek-ngorek
THT. Diperkirakan 11% kasus THT yang ditemukan di menggunakan jari pasien. Pada pemeriksaan fisik
pelayanan kesehatan adalah benda asing. 22% didapatkan Arkus faring simetris, uvula ditengah, tonsil
kasusnya merupakan kasus yang berat dan diikuti T1-T1 tenang, tampak benda asing di pool atas tonsil
morbiditas, sehingga penanganan yang benar perlu sinistra, dinding posterior farung tenang. Pada pasien
dilakukan. Benda asing yang ditemukan sering dilakukan ekstraksi benda asing dan didapatkan
beragam. Di telinga, benda asing yang sering tulang ikan dengan panjang 2,8 cm.
ditemukan adalah kapas cotton bud (24,06 %),
serangga (22,56%), kacang (8,65%). Di kavum nasi, Tatalaksana atraumatik untuk mengambil
benda asing yang sering ditemukan adalah kacang benda asing merupakan tantangan bagi dokter ENT.
(17,07%), serpihan sponge (9,76%), benda plastik Benda asing yang telah berada lebih dari 72 jam pada
(7,32%). Pada orofaring dan laring, benda asing yang kavitas ENT, atau sudah dilakukan ekstraksi berulang
sering ditemukan adalah tulang ikan dan tulang ayam.1 namun belum berhasil, dapat menurunkan
keberhasilan ekstraksi benda asing.1
Pada kasus ditemukan benda asing “kecoa” di
telinga, benda asing “manik-manik” di hidung, dan Benda asing ditelinga dapat ditarik
benda asing “tulang ikan” di orofaring. Usia pasien menggunakan pengait serumen bila berukuran besar,
pada ketiga kasus bervariasi yaitu 62 tahun, 7 tahun atau dapat diambil dengan cunam atau pengait jika
dan 42 tahun. Benda asing lebih sering ditemukan berukuran kecil. Benda asing di hidung dapat
pada anak anak dan 50,1% merupakan usia dibawah dikeluarkan dengan memakai pengait yang
8 tahun. Kasus pada dewasa juga dilaporkan, dimasukkan ke dalam hidung bagian atas, menyusuri
atap kavum nasi sampai menyentuh nasofaring.
Setelah itu pengait dirutunkan sedikit dan ditarik ke

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)


Dokter Muda THT-KL Periode April 2018 – Mei 2018 27
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

depan. Sehingga benda asing akan ikut terbawa http://www.ijdr.in/di unduh tanggal 28 April
keluar. Benda asing di tonsil dapat diambil dengan 2018
menggunakan pinset atau cunam. Biasanya benda
yang tersangkut adalah benda tajam seperti tulang 13. Pasha. R, Mark. CS. Otolaryngology Head
ikan, jarum atau kail.2 and Neck Surgery. Rhinology and Paranasal
Sinuses. Thompson Learning.
Kesimpulan 14. Heim SW, Maughan KL. Foreign Body in the
Ear, Nose, and Throat. University of Virginia
Benda asing di telinga hidung dan tenggorok School of Medicine, Charlottesville, Virginia.
merupakan kasus yang cukup sering ditemukan di Am Fam Physician. 2007
kegawatdaruratan ENT. Penyebab yang paling sering 15. Kalyanasundaram R, Thirunavukkarasu R,
adalah benda plastik, binatang, dan makanan. Balasubramaniam G, Palaniappan H. An
Diagnosis dapat mudah ditegakkan jika pasien Unusual Foreign Body in the Nasal Cavity.
mengetahui benda yang masuk, namun akan sulit International Journal of Otolaryngology and
dilakukan jika terjadi tanpa diketahui pasien. Gejala Head & Neck Surgery. Department of ENT
yang ditimbulkan juga tidak spesifik. Ekstraksi benda Thanjavur Medical College. India. 2014
asing dapat dilakukan dengan forcep/pengait, irigasi 16. Christanto A, Samodra E, Darmawan AB,
atau dengan suction. Prognosis pasien umumnya Primadewi N. Gigi Palsu di Trakea - Laporan
bonam. Kasus . Cermin Dunia Kedokteran-Kalbemed.
Daftar Pustaka Jakarta. 2013
17. Jain A, Shah M, Jain S. Case Reports : Nasal
1. Hafil AF, Sosialisman, Helmi. Kelainan telinga Foreign Body Presenting as Unilateral
luar. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N, Headache. Indian Paediatrics. Department of
Bashiruddin J, Restuti RD, penyunting. Buku Otorhinolaryngology and Head and Neck
ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok Surgery, CU Shah Medical College and
kepala dan leher. Edisi ketujuh. Jakarta: Balai Hospital, Surendra Nagar. India. 2011
Penerbit FKUI; 2012. Hal: 53. 18. Mansjoer, A. 2007. Kapita Selekta
2. Heim SW, Maughan KL. Foreign bodies in Kedokteran. Jakarta: Fakultas Kedokteran
ear, nose and throat. American Family Universitas Indonesia.
Physician J 2007; 76(8): 1185-1189. 19. Panduan praktis klinis bagi dokter di fasilitas
3. Gomes JM, Andrade JSC, Matos RC, Kosugi pelayanan kesehatan primer. 2014. Benda
EM, Penido NO. ENT foreign bodies: profile asing di hidung. Jakata: IDI.
of the cases seen at a tertiary hospital
emergency care unit. Braz J Otorhinolaryngol 20. Detlef B, Randolf R. The Rhinolith—A
2013; 79(6): 699-703. Possible Differential Diagnosis of a Unilateral
4. Kwong AO. Ear foreign body removal Nasal Obstruction. Hindawi Publishing
procedures. Medscape; 2018. Diakses dari: Coorporation. 2010.
https://emedicine.medscape.com/article/8050 21. R. Altkorn, X. Chen, S. Milkovich, D. Stool, G.
7-overview#a9 (diakses tanggal 12 Juni Rider, C.M. Bailey, et al., Fatal and nonfatal
2018) food injuries among children (aged 0–14
5. Figueiredo RR, Azevedo A, Kos ACA, Tomita years), Int. J. Pediatr. Otorhinolaryngol. 72
S. Complications of ent foreign bodies: a (July (7)) (2008) 1041–1046.
retrospective study. Braz J Otorhinolaryngol 22. Rodriguez H, et al., Foreign bodies in the
2008; 74(1): 7-15. airway and oesophagus. International Journal
of Paediatric Otorhinolaryngology 765 (2012)
6. Soetjipto D, Mangunkusumo E, Wardani RS. S84-291
2012.Hidung. Dalam Buku Ajar Ilmu 23. W. Hsu, T. Sheen, C. Lin, C. Tan, T. Yeh, S.
Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok edisi Lee, Clinical experiences of removing foreign
ke 7. Jakarta: FKUI bodies in the airway and esophagus with a
7. Widiastuti D, Chair I. Aspirasi Kacang pada rigid endoscope: a series of 3217 cases from
Anak. Sari Pediatri. Jakarta. 2003 1970 to 1996, Otolaryngol. Head Neck Surg.
8. Shrestha I, Shrestha BL, Amatya RCM. 122 (March (3)) (2000) 450–454.
Analysis of Ear, Nose and Throat Foreign 24. K. Takino, Removal of foreign bodies from the
Bodies in Dhulikhel Hospital. Khatmandu airway and esophagus, Nippon Jibiinkoka
University Medical Journal. Nepal: 2012. Gakkai Kaiho 82 (July (7)) (1979) 728–731.
9. Novialdi, Rahman S. 2006. Benda Asing Batu 25. A. Chinski, F. Foltran, D. Gregori, S. Ballali,
Kerikil di Bronkus. Bagian Telinga Hidung D. Passali, L. Bellussi, Foreign bodies in the
Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL) oesophagus: the experience of the buenos
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas aires paediatric ORL clinic, Int. J. Pediatr.
Padang. http://repository.unand.ac.id/diunduh (2010).
pada tanggal 20 April 2016. 26. Perkasa,M.F. Ekstraksi Benda Asing Laring.
10. Junizaf MH. 2012. Benda Asing di Saluran Available from: URL:
Nafas. Dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan http://www.scribd.com/doc/32825999/Ekstrak
Telinga Hidung Tenggorok edisi ke 7. si-Benda-Asing-Laring. Makasar.2009: 58-
Jakarta: FKUI 60
11. Fischer JI.2013. Nasal Foreign Body,
http//emedicine.medscape.com/article/76376
7-overview. Diakses 27 April 2018
12. Patil, Karthikeya, Mahima V Guledgud,
Malleshi Suchettha N. Rhinoliths.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(1)