Sie sind auf Seite 1von 2

Mengenai ketentuan apakah Persekutuan perdata dapat mendirikan PT, ada baiknya kita melihat

langsung kedalam Undang undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan terbatas. Didalam bab
II mengenai pendirian sebuah PT, kita menemukan mengenai siapakah yang dapat mendirikan
suatu PT, yaitu didalam Pasal 7 ayat (1) yang berbunyi:

Pasal 7

(1) Perseroan didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam
bahasa Indonesia

Dari pasal 7 ayat (1) diatas dapat kita melihat unsur ‘Orang’ dalam kalimat diatas. Unsur ‘orang’
didalam pasal 7 ayat (1) dapat dijelaskan siapa saja yang termasuk didalamnya dari penjelasan
pasal 7 ayat (1) Undang undang nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang
didalamnya menyebutkan bahwa didalam Ayat (1) Yang dimaksud dengan “orang” adalah orang
perseorangan, baik warga negara Indonesia maupun asing atau badan hukum Indonesia atau
asing. Ketentuan dalam ayat ini menegaskan prinsip yang berlaku berdasarkan Undang-Undang
ini bahwa pada dasarnya sebagai badan hukum, Perseroan didirikan berdasarkan perjanjian, karena
itu mempunyai lebih dari 1 (satu) orang pemegang saham.

Dari apa yang disebutkan dari penjelasan pasal 7 ayat (1) Undang undang nomor 40 tahun 2007
mengenai persekutuan terbatas telah jelas disebutkan siapa saja yang dapat mendirikan
persekutuan terbatas. Yang dapat mendirikan suatu persekutuan terbatas adalah 2 (dua) orang
perseorangan atau suatu badan hukum atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam Bahasa
Indonesia.

Namun apakah persekutuan perdata dapat mendirikan suatu persekutuan terbatas? Jawabannya
tidak, karena yang termasuk badan hukum hanyalah persekutuan terbatas, yayasan, dan koperasi
yang masing masing diatur didalam UU masing masing, sedangkan persekutuan perdata hanyalah
suatu bentuk perjanjian, dan tidak diharuskan secara tertulis, sehingga perjanjiannya bersifat
konsensual. (Pasal 1618 KUHPerdata). Namun apabila ingin mendirikan suatu Persekutuan
terbatas maka yang dapat dilakukan adalah para sekutu tersebut mendirikan suatu Persekutuan
Terbatas atas nama sekutu sendiri sebagai pemegang saham, bukan dalam bentu persekutuan
perdata.