Sie sind auf Seite 1von 21

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan Kesehatan Nasional merupakan upaya peningkatan

derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Pembangunan ini dilakukan secara

berkelanjutan berlandaskan kemampuan nasional dengan memperhatikan

tentang global maupun spesifik lokal. Upaya pembangunan kesehatan tahun

2010-2014 diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan

kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terjadi peningkatan derajat

kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Salah satu dari

pembangunan nasional adalah pembangunan kesehatan di wilayah pelabuhan.

Pembangunan kesehatan melalui upaya kesehatan lingkungan

pelabuhan merupakan hal yang mendesak yang harus dilakukan menuju

pelabuhan sehat. Upaya tersebut disesuaikan dengan International Health

Regulation (IHR) tahun 2005 yang yang memberikan perhatian khusus

kepada Public Health Emergency International Consent (PHIEC). Perhatian

khusus tersebut diberlakukan untuk wilayah pelabuhan, bandara, dan lintas

batas darat negara karena wilayah tersebut merupakan pintu masuk dan

keluarnya penyakit.

Untuk mewaspadai penyebaran masuknya vektor penyakit serta

penyakit lewat pelabuhan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI

NO.356/Menkes/Per/IV/2008 telah ditetapkan bahwa Kantor Kesehatan

Pelabuhan (KKP) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan ujung tombak

1
2

Kementerian Kesehatan RI yang berwenang mencegah dan mengendalikan

vektor penularan penyakit yang masuk dan keluar pelabuhan dengan

melakukan upaya pemutusan mata rantai penularan penyakit secara

profesional menurut standar dan persyaratan yang telah ditetapkan.

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang mempunyai

tugas melaksanakan pencegahan penyakit potensial wabah, surveilans

epidimiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan,

pelayanan kesehatan, pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap

penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali.

1.2. Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum

Tujuan umum dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui

tentang kegiatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II

Panjang

1.2.2. Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui tentang organisasi dan Kegiatan di Kantor

Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang

2. Untuk mengetahui sejarah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

3. Untuk mengetahui tugas dan fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan

(KKP)
3

1.3. Manfaat

 Bagi mahasiswa, agar dapat menambah informasi mengenai gambaran

kegiatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang dalam

rangka cegah tangkal penyakit

 Bagi KKP Kelas II Panjang sebagai masukan dan penerima saran untuk

menyempurnakan kegiatan kesehatan kedepannya

 Bagi masyarakat, sebagai tambahan pengetahuan mengenai keberadaan

KKP Kelas II Panjang serta perannya.


4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) adalah unit pelaksana teknis di

lingkungan Kementrian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung

jawab kepada Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan

Penyehatan Lingkungan.

2.2. Sejarah Kantor Kesehatan Pelabuhan

2.2.1. Periode HAVEN ARTS (Dokter Pelabuhan)

Pada tahun 1911 di Indonesia, Pes masuk melalui Pelabuhan

Tanjung Perak Surabaya. Pada tahun 1923 kemudian Pes masuk

melalui Pelabuhan Cirebon. Pada periode ini, Indonesia masih hidup

dalam zaman kolonial Belanda. Regulasi yang diberlakukan adalah

Quarantine Ordonanti. Penanganan kesehatan di pelabuhan

dilaksanakan oleh Heaven Arts (Dokter Pelabuhan) di bawah Heaven

Master (Syahbandar). Saat ini di Indonesia hanya ada 2 Heaven Arts,

yaitu di Pulau Rubiah di Sabang dan Pulau Onrust di Teluk Jakarta.

2.2.2. Periode Pelabuhan Karantina

Pada masa kemerdekaan, sekitar tahun 1949-1950 pemerintah

Republik Indonesia membentuk 5 pelabuhan karantina. Pelabuhan

tersebut yaitu,Pelabuhan Karantina Kelas I tanjung Priok dan Sabang,

Pelabuhan Karantina Kelas II Surabaya dan Semarang serta


5

Pelabuhan Kelas III Cilacap. Pada saat ini periode peran resmi

pemerintah Republik Indonesia dalam kesehatan pelabuhan di mulai.

Pada tahun 1956 Indonesia mengeluarkan Peraturan

Pemerintah No 53 Tahun 1959 tentang pelabuhan karantina.

Perkembangan selanjutnya, untuk memenuhi amanat pasal 4 dan 6 sub

3 undang-undang tentang pokok-pokok kesehatan (UU No 9 Tahun

1960, Lembaran Negara Tahun 1960 No 131), terlahirlah Undang-

undang No 2 Tahun 1962 tentang karantina udara.

2.2.3. Periode DKPL (Dinas Kesehatan Pelabuhan Laut ) dan DKPU

(Dinas Kesehatan Pelabuhan Udara).

1. Pada tahun 1970 terbit SK Menkes No. 1025/DD/Menkes, tentang

pembentukan Dinas Kesehatan Pelabuhan Laut (DKPL) sebanyak

60 DKPL dan Dinas Kesehatan Pelabuhan Udara (DKPU)

sebanyak 12 DKPU. Pada DKPU maupun DKPL non eselon,

kegiatan DKPL dan DKPU baik teknis maupun administratif meski

satu kota dijalankan secara terpisah.

2. Menkes No. 147/Menkes/IV/78, DKPL dan DKPU dilebur

menjadi kantor kesehatan pelabuhan dan pembinaan teknisnya

berada di bawah bidang Desenban kantor wilayah Departemen

Kesehatan dimana pimpinan KKP adalah eselon III B. Berdasarkan

SK Menkes No. 147/Menkes/IV/78 KKP terdiri atas

 10 KKP kelas A

 10 KKP kelas B
6

3. SK Menkes 630/Menkes/ SK/SII/85 menggantikan SK Menkes 147

(Eselon KKP dan IIIB) jumlah KKP menjadi 46 terdiri atas:

 10 KKP kelas A

 36 KKP kelas B (ditambah Dili dan Bengkulu)

4. Menkes No 265/Menkes/ SK/III/2004 tentang Organisasi dan Tata

Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan yang baru. KKP digolongkan

menjadi:

 KKP kelas I (Enselon IIB) terdapat 2 KKP

 KKP kelas II (Enselon IIIA) terdapat 14 KKP

 KKP kelas III (Enselon IIIB) terdapat 29 KKP

5. Permenkes 265 Tahun 2004 dan Permenkes 356/Menkes/PER/IV/

2008 memberlakukan di lingkungan kementrian kesehatan terdapat:

 KKP kelas I terdapat 7

 KKP kelas II terdapat 21

 KKP kelas III terdapat 20

2.3. Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan

Sesuai dengan Lampiran Peraturan Menteri kesehatan (Permenkes)

Nomor 2348/Menkes/PER/2011 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

mempunyai tugas untuk melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya

penyakit , penyakit potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan,

pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan,

pengawasan OMKABA (Obat, Makanan, Kosmetik, dan Bahan bahaya), serta

pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit baru yang muncul kembali,
7

bioterorisme, unsur biologi, kimia, dan pengamanan radiasi di lingkungan

bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara

2.4. Bagan Struktur Organisasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II

KEPALA

Kasubag. Tata Usaha

Suyanto, SE

Kasie Pengendalian Kasie Pengendalian Resiko Kasie Upaya Kesehatan


Karantina dan Surveilans Lingkungan dan Lintas Wilayah
Epidemiologi
H. Asrul Hudaira,Spd,MKM. H.Suprapto,SKM.,M.Kes.
H. Hazairin, SKM.

INSTALASI
KELOMPOK JABATAN WILAYAH KERJA
Instalasi Laboratorium FUNGSIONAL
1. Bandara Raden
Klinis dan Lingkungan
1. Sanitarian Intan II Barat
2. Epidemiologi 2. Pelabuhan Laut
3. Entomologi Bakauheni
4. Dokter 3. Pelabuhan Laut
5. Perawat Teluk Samangka
6. Analis Kesehatan 4. Pelabuhan Laut
Rawajitu

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II

Panjang

Sumber daya manusia di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II

Panjang terdiri dari 67 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 7 orang

pegawai honorer. Sejumlah pegawai tersebut ditempatkan di berbagai wilayah


8

kerja KKP Kelas II Panjang seperti di Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan

Bakauheni, Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Teluk Semangka, Kantor

Wilayah Kerja Bandara Raden Inten II Branti dan Pelabuhan Rawa Jitu

2.5. Uraian Tugas

Sesuai dengan Lampiran Peraturan Menteri kesehatan (Permenkes)

Nomor 2348/Menkes/PER/2011 tentang Perubahan Atas Sesuai dengan

Permenkes Nomor 356/Menkes/PER/IV/2008 tentang Organisasi dan Tata

Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), tugas dari masing-masing unit di

KKP Kelas II Panjang, dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Subbagian Tata Usaha

a. Melakukan koordinasi dan penyusunan program

b. Pengelolaan informasi, evaluasi, laporan, urusan tata usaha

c. Pengelolaan keuangan

d. Penyelenggaraan pelatihan

e. Penyelenggaraan kepegawaian

f. Penyenggaraan perlengkapan dan rumah tangga

2. Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidimiologi

a. Menyiapkan bahan perencanaan,pemantauan, evaluasi, menyusun

laporan

b. Melaksanakan koordinasi pelaksanaan kekarantinaan, surveilans

epidemiologi penyakit, penyakit potensi wabah, penyakit baru, dan

penyakit yang muncul kembali

c. Pengawasan alat angkut dan muatannya


9

d. Pengawasan lalu lintas OMKABA

e. Pengembangan jejaring kerja, kemitraan

f. Melaksanakan kajian dan pengembangan teknologi

g. Pelatihan teknis bidang kekarantinaan dan surveilans epidemiologi di

wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat Negara

3. Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan

a. Menyiapkan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan

laporan

b. Melaksanakan koordinasi pelaksanaan pengendalian vektor dan

binatang penularan penyakit

c. Melaksanakan pembinaan sanitasi

d. Pengembangan jejaring kerja, kemitraan

e. Melaksanakan kajian dan pengembangan teknologi

f. Pelatihan teknis bidang pengendalian risiko lingkungan di wilayah kerja

bandara

4. Seksi Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah

a. Menyiapkan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi,penyusunan

laporan

b. Melaksanakan koordinasi pelayanan kesehatan terbatas, kesehatan

kerja, kesehatan mantra, kesehatan haji, perpindahan penduduk,

penanggulangan bencana

c. Melaksanakan vaksinasi internasional

d. Pengembangan jejaring kerja, kemitraan


10

e. Melaksanakan kajian dan pengembangan teknologi

f. Pelatihan teknis bidang upaya kesehatan di wilayah kerja bandara,

pelabuhan, dan lintas darat Negara

5. Instalasi

Instalasi merupakan fasilitas penunjang penyelenggaraan

operasional Kantor Kesehatan Pelabuhan dan penunjang administrasi,

yang disesuaikan dengan kebutuhan dan pengembangan pelayan

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, KKP menyenggarakan fungsi, yaitu:

1. Pelaksanaan kekarantinaan

2. Pelaksanaan pelayanan kesehatan

3. Pelaksanaan pengendalian risiko lingkungan di bandara, pelabuhan, dan

lintas batas negara

4. Pelaksanaan pengamatan penyakit, penyakit potensi wabah,penyakit

baru, dan penyakit yang muncul kembali

5. Pelaksanaan pengamanan radiasi pengion dan non pengion, biologi, dan

kimia

6. Pelaksanaan sentra/simpul jejaring surveilens epidemiologi sesuai

penyakit yang berkaitan lalu lintas nasional, regional, dan International

7. Pelaksanaan fasilitas dan advokasi kesiap siagaan dan penanggulangan

kejadian liar biasa (KLB) dan bencana bidang kesehatan, serta kesehatan

matra termasuk penyelenggaraan kesehatan haji

8. Pelaksanaan fasilitas dan advokasi kesehatan kerja di lingkungan

bandara, pelabuhan, dan lintas darat negara


11

9. Pelaksanaan pemberian sertifikat kesehatan obat, makanan, kosmetika

dan alat kesehatan serta bahan adiktif (OMKABA) ekspor dan

mengawasi persyaratan dokumen kesehatan OMKABA impor

10. Pelaksanaan pengawasan alat angkut dan muatannya

11. Pelaksanaan pemberian pelayanan kesehatan di wilayah kerja bandara,

pelabuhan, dan lintas batas negara

12. Pelaksanaan jejaring informasi dan teknologi bidang kesehatan bandara,

pelabuhan, dan lintas batas negara

13. Pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan bidang kesehatan di bandara,

pelabuhan, dan lintas batas negara

14. Pelaksanaan kajian kekarantinaan, pengendalian risiko lingkungan, dan

surveilans epidemiologi

15. Pelaksanaan pelatihan teknis dibidang kesehatan bandara, pelabuhan, dan

lintas batas negara

16. Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan KKP

2.6. Wilayah Kerja

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No

2348/MENKES/PER/X/2011 tentang Perubahan Atas Permenkes Nomor

356/MENKES/PER/IV/2008 tentang struktural Organisasi dan Tata Kerja

Kantor Kesehatan Pelabuhan. Wilayah Kerja (Wilker) Kantor Kesehatan

Pelabuhan Kelas II Panjang adalah sebagai berikut:

1. Wilayah Kerja Bandara Raden Intan II Branti Kabupaten Lampung

Selatan dengan jarak ± 28,6 KM


12

2. Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Bakauheni Kabupaten Selatan dengan jarak

± 85,8 KM

3. Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Teluk Semangka Kota Agung Kabupaten

Tanggamus dengan jarak ±99,5 KM

4. Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Rawajitu Mesuji dengan jarak ± 197 KM

2.7. Hasil Kegiatan KKP Kelas II Tahun 2015

1. Pemeriksaan kesehatan kapal dinyatakan sehat dan diterbitkan Certificate

of Pratique (COP) sebanyak 433 kapal

2. Penerbitan PHQC di KKP Kelas III Panjang sebanyak 11.407 kapal

3. Penerbitan SSCEC dan SSCC sebanyak 359 sertifikat

4. Jumlah dokumen buku kesehatan yang diterbitkan di KKP Kelas II

Panjang sebanyak 359 dokumen buku kesehatan

5. Penerbitan dokumen health certificate untuk komuditi OMKABA di

KKP Kelas II Panjang sebanyak 434 sertifikat

6. Hasil pemeriksaan 60 sampel darah didapatkan 87% sampel negatif TB

baik di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni dan Pelabuhan Teluk

Semangka

7. Survey perilaku HIV dengan hasil baik di Pelabuhan Penyeberangan

Bakauheni dan Pelabuhan Teluk Semangka

8. Jumlah sarana air bersih yang diawasi selama tahun 2014 berjumlah 29

sarana

9. Jumlah pencapaian sampel makanan yang diambil dan diperiksa di

Laboratorium Kesehatan sebanyak 28 sampel


13

10. Kegiatan pengawasan sanitasi alat angkut

11. Tingkat kepadatan lalat yang tertinggi pada bulan Mei 2015, dengan

rerata. Dimana menurut Index kepadatan lalat termasuk kategori sedang

12. Penyelenggaraan Pelayanan kesehatan pada situasi matra/situasi khusus

arus mudik, Natal dan Tahun baru di 2 Lokasi Kabupaten dan Kota, pada

saat posko Arus Mudik Idul Fitri Tahun 2015 dilaporkan bahwa seluruh

pemudik yang memerlukan pelayanan kesehatan di Posko mudik KKP

Kelas II Panjang sebanyak 485 orang dan 100% pemudik tersebut

mendapat pelayanan kesehatan

13. Jumlah jamaah Calon haji yang mendapat pelayanan kesehatan sebanyak

5054 orang

14. Capaian kegiatan penerbitan pengawasan P3K kapal sebanyak 165 kapal

15. Realisasi kegiatan vaksinasi yellow fever sebanyak 54 orang

16. Kegiatan penerbitan International Certificate of Vaccination (ICV)

sebanyak 9319 buku

17. Realisasi kegiatan penerbitan izin angkut jenazah yang dicapai sebanyak

22 penerbitan

18. Realisasi kegiatan penerbitan izin angkut orang sakit yang dicapai

sebanyak 58 penerbitan

19. Pelayanan Medical Check Up di KKP Kelas II Panjang sebanyak 43

orang

20. Pencapaian kegiatan penerbitan laik terbang di KKP Kelas II Panjang

sebanyak 96 surat laik terbang.


14

2.8. Sasaran Kegiatan Yang Belum Terealisasikan di KKP Kelas II Panjang

 Melaksanakan pengamanan radiasi pengion dan non pengion, biologi, dan

kimia

 Melaksanakan fasilitasi dan advokasi kesehatan kerja di lingkungan

bandara, pelabuhan, dan lintas darat negara

 Melaksanakan jejaring informasi kesehatan dan teknologi dibidang

kesehatan di bandara, pelabuhan, dan lintas batas negara

 Melaksanakan kajian kekarantinaan, pengendalian risiko lingkungan dan

surveilans kesehatan pelabuhan


15

BAB III

LAPORAN KEGIATAN

Masa praktek lapangan Co-asst IKM RSPBA gelombang 3 kelompok 8 di

KKP kelas II Panjang, Lampung yaitu terhitung dimulai dari tanggal 23-27

Januari 2017. Selama masa praktek ini, kami mendapat pembekalan materi

mengenai KKP dan juga mengikuti salah satu kegiatan lapangan KKP kelas II

Panjang, yaitu pemeriksaan kapal di pelapbuhan panjang, Lampung.

3.1 Pembekalan materi

Dalam masa praktek, terdapat 8 pokok materi yang diberikan yang

akan dijabarkan pada tabel berikut.

Tabel 3.1 Laporan Kegiatan Kepanitraan Klinik Senior 22-26 Agustus 2016

No Lingkup Materi Pemateri Hari, Tanggal dan Jam Tempat

Bahasan

1 Manajemen Struktur Organisasi Suyadi SH., SKM/ Senin, 23 Januari 2017 Aula
09.00 s.d 12.00
KKP Tugas dan Fungsi Unit Kerja KKP Suyanto, SE

2 Pelayanan Pemeriksaan karantina Suprapto, SKM., M.Kes Selasa, 24 Januari 2017 Aula
09.00 s.d 12.00
KKP Imunisasi Haji (Epid)

Macam penyakit karantina

3 Dokumen Macam dokumen kesehatan karantina Bima Uramanda SKM., Rabu, 25 Januari 2017 Aula
09.00 s.d 12.00
Karantina Tatacara pemeriksaan karantina MM / Rudiyanto, SKM.,

M.Epid

4 Kegiatan Pengendalian Resiko Lingkungan Suparyono, SKM / Salim Kamis, 26 Januari 2017 Aula
09.00 s.d 12.00
Karantia Daroeni, SKM

5 Persentasi Review hasil praktek kepaniteraan Mahasiswa Jumat 27 Januari 2017 Aula
09.00 s.d 12.00
dan memakai softcopy powerpoint,

Pembuatan persetujuan hardcover di 15anda tangan

Laporan Kasubag TU s.d 15anda tangan Kepala

KKP.
16

3.2 Kegiatan Lapangan

Kegiatan lapangan yang kami ikuti yaitu kegiatan pemeriksaan

pemeriksaan kapal. Kegiatan ini dilaksanakan di pelabuhan panjang,

Lampung. Pada kegiatan ini, kami mempelajari mengenai tugas-tugas dari

KKP. Pada saat pemeriksaan pada deck kapal terlihat bersih dan barang-

barang tersusun dengan rapih. Kamar ABK/penumpang diperiksa. Kamar

mandi terlihat bersih, ventilasi cukup, kran berfungsi baik dan bukan tempat

penyimpanan, kualitas air dalam kamar mandi baik. Kakus bersih, tidak

berbau dan berfungsi dengan baik. Dapur bersih , makanan masak tertutup,

peralatan bersih dan terdapat tempat sampah tertutup. Gudang persediaan

makanan bersih, bahan makanan tersimpan pada rak dan tersimpan dengan

baik, tidak ditemukan makanan kadaluarsa, kamar pendingin bersih dan suhu

di bawah 10 derajat celcius dan tidak berbau. Pemeriksaan air, air tidak

berwarna, tidak berbau, tidak keruh dan tidak berasa. Cholorine tidak

diperiksa. Jadi ceklis yang ada dengan pemeriksa yang ada di lapangan tidak

semuanya diperiksa, dikarenakan kapal yang diperiksa sudah terlihat rapih

dan bersih. Untuk kegiatan lapangan lainnya, yaitu embarkasi haji, kami tidak

dapat mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan belum waktunya memasuki

musim keberangkatan haji.


17

BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1 Simpulan

1. Berdasarkan Kepmenkes RI No. 265/MENKES/SK/III/2004 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Kesehatan

Pelabuhan (KKP) adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Kementrian

Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada direktur

jenderal Pemberantasan Penyakit Lingkungan dan Penyehatan

Lingkungan.

2. Sesuai dengan Lampiran Peraturan Menteri kesehatan (Permenkes)

Nomor 2348/Menkes/PER/2011 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

mempunyai tugas untuk melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya

penyakit, penyakit potensial wabah, survailance epidemiology,

kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan

kesehatan, pengawasan OMKABA (Obat, Makanan, Kosmetik, dan Bahan

bahaya), serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit baru yang

muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia, dan pengamanan

radiasi di lingkungan bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat negara.

4.2 Saran

1. Meningkatkan dan memaksimalkan kinerja dari tenaga yang tersedia

mencapai pelaksanaan fungsi yang belum terlaksana.

2. Hubungan antara pihak Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

dengan KKP kelas II Panjang dapat lebih dieratkan lagi.


18

DAFTAR PUSTAKA

Depkes, RI., 2008. Permenkes No 3 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor
Kesehatan Pelabuhan.

Depkes, RI., 2009. Standar Operasional Prosedur Nasional Kegiatan Kantor


Kesehatan Pelabuhan Di Pintu Masuk Negara.

Depkes, RI., 2011. Laporan Tahunan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II


Panjang Tahun 2015, KKP Kelas II Panjang.

Depkes, RI., 2012. Profil Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang Tahun
2015. KKP Kelas II Panjang.

Peraturan Pemerintah RI No 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhan.

Sejarah KKP. Downloaded from : http://sejarahkkp.blogspot.com/

Tugas Pokok kantor Kesehatan Pelabuhan : Laporan Tahunan Kantor Kesehatan


Pelabuhan Kelas II Panjang Tahun 2015, KKP Kelas II Panjang.

WHO (World Health Organization). IHR (International Health Regulation), 2005.


19

DOKUMENTASI
20
21