You are on page 1of 14

KONSEP SISTEM FUEL INJCTION

DI SUSUN OLEH:

AMINUDDIN HASIBUAN

M.ZAKY

UNIVERSITAS NEGRI MEDAN

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


2018
Kata Pengantar

Segala puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Akhir
Semester dengan judul “Sistem efi type D-EFI” dengan baik. Adapun tujuan
penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah TEKNOLOGI
MOTOR BENSIN.
Ucapan terima kasih kami atas segala bantuan dan arahan serta kerja sama yang
telah diberikan kepada pihak-pihak kerja sama Kami menyadari bahwa dalam penulisan
Tugas Akhir ini masih sangat jauh dari kata sempurna, berhubung dengan keterbatasan
waktu dan informasi yang kami miliki. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat
membangun sangat kami harapkan.
Harapan kami semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan
bagi kami khususnya.

Medan, 19 APRIL 2018


Daftar Isi

KATA PENGANTAR ........................................................................................... 2

DAFTAR ISI .......................................................................................................... 3

BAB I ...................................................................................................................... 4

PENDAHULUAN .................................................................................................. 4

1.1 LATAR BELAKANG .......................................................................................... 4


1.2 RUMUSAN MASALAH .............................. ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
1.3 TUJUAN PENELITIAN ............................... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
1.4 MANFAAT PENELITIAN............................ ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

BAB II ..................................................................................................................... 7

ISI (POKOK MASALAH) ................... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

2.1 PENGERTIAN DASAR SISTEM EFI ............... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
2.1.1 SENSOR-SENSOR SISTEM EFI .............. ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
2.1.2 PRINSIP KERJA SISTEM D-EFI ................ ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
2.2.3 KELEBIHAN SISTEM D-EFI ..................... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
2.2.4 DIAGRAM D-EFI .................................... ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

BAB III ................................................................................................................... 9

PENUTUP ............................................. ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.

3.1 KESIMPULAN ................................................................................................. 11


BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk
sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator pertama kali ditemukan oleh Karl
Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun
1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama János Csonka dan Donát Bánki juga
mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick William Lanchester
dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen menggunakan karburator
pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya membangun mobil pertama
yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp
(4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam (internal combution). Tidak puas
dengan hasil akhir yang didapat, terutama karena kecilnya tenaga yang dihasilkan,
mereka membangun ulang mesin tersebut, kali ini mereka menggunakan dua silinder
horisontal dan juga mendisain ulang karburator mereka.
Kali ini mobil mereka mampu menyelesaikan tur sepanjang 1.000 mil (1600 km)
pada tahun 1900. Hal ini merupakan langkah maju penggunaan karburator dalam bidang
otomotif.Karburator umum digunakan untuk mobil berbahan bakar bensin sampai akhir
1980-an. Setelah banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan
karburator mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah
terintegrasi dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar.Injeksi bahan
bakar atau EFI (Electronic Fuel Injection )adalah sistem injeksi bahan bakar yang
dikontrol secara elektronik. Sistem ini merupakan salah satu jenis sistem bahan bakar
pada motor bensin.Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin
bila dibandingkan dengan penggunaan karburator. Dan injeksi bahan bakar juga dapat
mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi
dan keseragaman.
Injeksi bahan bakar dapat berupa mekanikal, elektronik atau campuran dari
keduanya. Sistem awal berupa mekanikal namun sekitar 1980 mulai banyak
menggunakan sistem elektronik.Sistem elektronik modern menggunakan
banyaksensor untuk memonitor kondisi mesin, dan sebuah unit kontrol
elektronik (electronic control unit, ECU) untuk menghitung jumlah bahan bakar yang
diperlukan. Oleh karena itu injeksi bahan bakar dapat meningkatkan efisiensi bahan
bakar dan mengurangi polusi, dan juga memberikan tenaga keluaran yang lebih.
Dizaman sekarang banyak orang yang kurang mengerti tentang perbedaan sistem
karburator dan sistem EFI (Electronic Fuel Injection) dan kebanyakan orang
mengabaikan perbedaan itu mereka tidak tahu bahwa sisitem EFI lebih irit bahan bakar
dari pada sistem karburator.

Rumusan Masalah
1. Pengertiandasar sistem EFI
2. proses sitem kinerja EFI
3. bentuk-bentuk sisten EFI
4. komponen sistem EFI
Tujuan Penelitian
1. Mengetahuiapa yang dimaksuddengan sistem EFI.
2. Mengetahuiberbagai komponen – komponen sistem EFI.
3. Mengetahui cara merawat komponen – komponen sistem EFI.
4. Mengetahuiletak-letakdari sensor-sensor EFI tersebut.
Manfaat Penelitian
1. Bagi kami penulis, penelitian ini merupakan sarana untuk membandingkan
hubungan antara teori yang diperoleh selama kuliah dengan konteks realita yang
ada. Sekaligus sebagai bahan masukan untuk menambah pengetahuan peneliti
tentang bidang ilmu yang dikaji.
2. Bagi pembaca, tugas akhir ini dapat digunakan sebagai wawasan, pengetahuan,
referensi, acuan pembanding, dan bahan masukan dalam kajian Tugas mata
kuliah bagi peneliti lain yang berminat meneliti tema yang sama.
BAB II

ISI (POKOK MASALAH)

Pengertian Dasar

MACAM MACAM SISTEM EFI


Sistem EFI dirancang untuk mengukur jumlah udara yang dihisap dan untuk
megontrol penginjeksian baan bakar yang sesuai. Besarnya udara yang dihisap siukur
langsung dengan tekanan udara dalam intake manifold (D-EFI sistem) atau dengan
airflow meter pada sistem L-EFI.

Sistem D-EFI (Manifold Pressure Control Type)


Sistem D-EFI Mengukur Tekanan udara dalam intake manifold dan kemudian
melakukan perhitungan umlah udara yang masuk.Tetapi karena tekanan udara dan
jumlah dalam intake manifold tidak dalam konvensi yang tepat,sistem D-EFI tidak
begitu akurat dibandingkan dengan sistem L-EFI

Gambar : 1 D-efi
Sistem L-EFIDalam Sistem L-EFI,
airflow meter langsung mengukur jumlah udara yang mengalir melalui intake
manifold. Airflow meter mengukur jumlah udara dengan sangat akurat, aiatem L-EFI
dapat mengontrol penginjeksian bahan bakar lebih tepat dibandingkan sistem D-EFI.
Gambar 2 L-efi

SUSUSNAN DASAR SISTEM EFI


Sistem EFI dapat dibagi menjadi 3 sistem fungsional yaitu: sistem bahan
bakar(fuel system), sistem induksi udara( air induction system), dan sistem pengontrol
elektronik (electronic control system). Sistem EFI terdiri dari sistem injeksi bahan
bakar(fuel injection system) dan sistem koreksi injekdi ( injection corrective system).
SISTEM BAHAN BAKAR
Bahan bakar dihisap dari tangki oleh pompa bahan bakar yang dikirim dengan
tekanan ke saringan bahan bakar yang tela disaring dikirim ke injektor dan cold starter
injetor.Tekanan dalam saluran bahan bakar(fuel line)dikontrol oleh preassure
regulator.kelebihan bahan bakar dialirkan kembali ketangki melalui return line.getaran
pada baan bakar yang disebabkan oleh adanya penginjeksian diredam oleh pulsation
damper.
Bahanbakardiinjeksikanolehinjektorkedalam intake manifold sesuaidengan
injection signal dari EFI komputer.Cold star injector
menginjeksikanbahanbakarlangsungke air intake chamber
saatcuacadinginsehinggamesindapatdihidupkandenganmudah.
Injeksi Tipe D

Dengan menggunakan kode huruf D yang berasal dari bahasa jerman yaitu Drunk, yang
memiliki arti Tekanan. Pada EFI tipe D ini kontrol injeksinya didasari oleh tekanan
udara yang masuk kedalam silinder. Dengan sensor untuk mengukur tekanan udara
yang ada dimanifold, sensor ini adalah Manifold Absolute Pressure Sensor atau MAP
Sensor.

Sistem injeksi bahan bakar juga memiliki beberapa macam posisi atau letak injektor
untuk menyemprotkan bahan bakar. berdasarkan lokasi injektor ada 3, yaitu:
1. Trottle Body Injektor (TBI)

Pada tipe ini injektor berada pada trottle body atau pada venturi dengan jumlah injektor
satu buah. Sistem ini sering disebut dengan mono injection. Tipe ini merupakan konsep
awal injektor diaplikasikan pada motor bensin.
2. Multi Point Injection (MPI)

Pada tipe ini dipasang pada manifold yang mengarah ke katup IN. Jumlah injektor
berdasarkan silinder, apabila ada 4 silinder maka ada 4 pula jumlah injektornya. Hampir
semua mobil saat ini sudah menggunakan tipe ini.
3. Gasoline Direct Injection (GDI)
Pada tipe ini injektor langsung berada didalam ruang bakar, seperti padahalnya busi.
Sehingga penyemprotan akan langsung didalam ruang bakar. Jumlah injektornya pun
sama dengan jumlah silinder, seperti halnya pada MPI.
Sistem injection ini masih terus berkembang hingga saat ini demi mencapai ke
efisiensian bahan bakar dan mencari performance yang tinggi. sehinga penggunaan
injection jauh lebih banyak memberikan kelebihan dibandingkan karburator.
kelebihanya antara lain:

1. Pengabutan atau atomisasi partikel bahan bakar lebih halus.


2. Komposisi bahan bakar dan udara cenderung lebih tepat, karena berdasarkan
sensor-sensor.
3. Performa yang dihasilkan akan naik.
4. Emisi gas buang yang dihasilkan jauh menurun.
5. Perawatanya yang dibilang cukup mudah

SISTEM INDUKSI UDARA(AIR INDUCTION SISTEM)


Udara bersih dari saringan udara (air cleaner)masuk ke airflow meter dengan
membuka measuring plate,besarnya pembukaan ini tergantung pada kecepatan aliran
udara yang masuk ke intake chamber.besarnya udara yang masuk kintake chamber
ditentukan oleh lebarnya katup throttle terbuka.Aliran udara masuk ke intake manifold
kemudian keruang bakar(combustion chamber)bila mesin dalam keadaan dingin,air
valve megalirkan udara langsung keintake camber dengan membypass throttle.Air valve
mengirimkan udara secukupnya keintake chamber untuk menambah putaran sampai fast
idle,tanpa memperhatikan apakah throttle dalam keadaan membuka atau tertutup.Jumlah
udara yang masuk dideteksi oleh airflow meter (L-EFI) atau dengan manifold preassure
sensor(D-EFI)
B Nama-nama Sensor PadaSistem EFI
Mengetahuinama-nama sensor danletakatauposisi sensor padamesinAvanza, Xenia,
Teriosdan Rush.Keempatkendaraaninimenggunakan basic mesinsamaberbeda
ccdansisteminjeksi yang samayaituinjeksitipe D.

Gambar : 3 komponen-komponen D-efi

1. MAP Sensor
MAP sensor terletak di rumah filter udara, memilikitigakabel yang
berfungsiuntukmendeteksikevacuumanpada intake manifold atau camber.
2. TPS atauTrhottlePosisition Sensor
TPS atau throttle posisition sensor terletak di trhottle body ataukatup gas,
berfugsiuntukmengetahuiberapapersenkatup gas (throttle valve)
dibukaatauseberapalebarkatup gas terbukasaat pedal gas diinjak.
3. CKP Sensor
CKP sensor atau crankshaft posisition sensor terletak di
bagiandepanmesinbagianbahwauntukmendeteksiposisi TOP silinder.
4. Camshaft Sensor
Camshaft sensor berfungsiuntukmendeteksiposisi camshaft.
5. ISC atau Idle Speed Control Valve
ISC termasukaktuator, sesuaidengannamanya ISC valve
adalahadalahsparepartataukomponen yang
berfungsiuntukmengaturputaranmesinsaatidelatau stationer.
6. IAT (Intake Air Temperatur) atau Sensor UdaraMasuk
Sensor tempertaurudaramasukberada di filter udara yang
berfungsiuntukmendeteksiberapaderajatcelciussuhuudara yang masuk di ruang filter
udarasebelumkemesin.
7. ECT atau Engine Coolant Temperatur
ECT atau sensor cairanpendinginmesin yang
bertugasmemberisinyaluntukmenghidupkankipas radiator saatmesinsudahpanas.
8. Sensor Knock
Sensor iniberfungsiuntukmendeteksiterjadinya knocking padamesin. Knock
sensor terbuatdaripiezo electric element yang menghasilkantegangansaatpiezo electric
element-nyaberubahbentuk, haliniterjadipadasaat block silindervibrasi yang
disebabkankarenaterjadinya knocking.
9. Vacum Switching Valve (EVAP) atau VSV
VSV bukanlah sensor tetapiaktuator, fungsikatup VSV (EVAP)
adalahuntukmembukasaluranuapbensindantangkimelaluicaharcoal canister,
uapbensindaritankitersebutakanikutterbakardidalammesin. Katup VSV
biasanyabekerjasteleahkondisimesinsudahpanas.
10. Oxygen Sensor
O2 sensor adalah sensor gas buang, sensor
oksigenberfungsiuntukmendeteksioksigendidalam gas buanghasilpembakaranmesin,
oksigen sensor terletak di knalpotatauexhaus manifold.
11. OCV atau Oil Control Valve
OCV termasukaktuator yang berfungsiuntukmengaturolimesin yang masuk VVT-i
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Makalah inidapatdisimpulkanbahwa sistem bahan bakar EFI pada mesin bensin
merupakan komponen yang sangat sensitif yang terdiri dari berbagai macam komponen
elektronik, karena komponen tersebut di kontrol oleh ECU sehingga mesin mendapat
suplai campuran bahan bakar dengan udara yang lebih presisi dan lebih irit bahan bakar
sehingga mesin dapat pembakaran yang sempurna dan emisi gas buangnya menjadi
rendah.

SARAN
Denganmakalahinipenulismenyarankanpembaca, ketika terjadi masalah pada
sistem bahan bakar EFI seharusnyadapatmengetahuibagian-bagiandari sistem bahan
bakarEFItersebut, yangdapatbergunadalamperawatan agar sistem bahan bakar EFI
mobil dapatmempuyaiusia yang lebih lama.
DAFTAR PUSTAKA

http://mriptek.blogspot.co.id/2016/01/oke.html Jum’at, 26 Agustus 2016 jam 14.10


WIB