Sie sind auf Seite 1von 4

RINGKASAN

Dusun Purwosari yang berada di Desa Ngablak adalah suatu wilayah yang berlokasi di
Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Potensi dusun Purwosari sebagian besar adalah
perkebunan salak. Dari perkebunan salak tersebut perekonomian masyarakat dusun
Purwosari tercukupi. Namun masyarakat dusun Purwosari belum memaksimalkan atau
memanfaatkan hasil dari perkebunan salak. Oleh karena itu diperlukan upaya yang
mendukung pemanfaatan dari hasil perkebunan salak tersebut. Sehingga diperlukan sebuah
pengelolaan hasil perkebunan salak yang baik untuk lebih meningkatkan kualitas ekonomi
masyarakat agar lebih produktif. Jenis kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa
kelompok 13 KKN Tematik angkatan 46 UMMagelang adalah kegiatan pengabdian
masyarakat. Kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 15 Agustus 2018 sampai dengan tanggal
13 September 2018. Aktivitas yang telah kami lakukan adalah seperti pelatihan,
pendampingan, dan demonstrasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah sebuah
peningkatan kreativitas masyarakat dalam memaksimalkan hasil perkebunan salak seperti
pemanfaatan limbah daun salak untuk dijadikan kerajinan daun salak (KANDAS). Sebuah
partisipasi yang aktif dan progam kerja menjadi tolok ukur progam sasaran KKN Tematik.
Berdasarkan kegiatan KKN telah menghasilkan respon positif dari masyarakat dusun
Purwosari.
Kata kunci: Pemanfaat limbah, pengembangan diri, daun salak
SUMMARY
Purwosari hamlet in the village of Ngablak is a region located in Srumbung, Magelang
Regency. The potential of the village are mostly Purwosari plantation of snakefruit. Of the
estate of such community economy of the village of Snakefruit Purwosari would be sure. But
the community of the village yet maximize Purwosari or make use of the results of the
plantation of Snakefruit. Therefore it is needed effort that supports the utilization of the
results of the plantation of Snakefruit. So it needed a management of plantation of Snakefruit
are good results to further improve the quality of economic society in order to be more
productive. The types of activities that the student groups performed devotion 13 Thematic
force 46 UMMagelang KKN is the outreach activities. The activities starting from August
15, 2018 until September 13, 2018. The activity that we've done is like training, mentoring,
and demonstrations. The result of the activities of this devotion is an increase in creativity
the community in maximizing the results of plantation of Snakefruit as waste utilization
Snakefruit to craft leaf leaves Snakefruit (KANDAS). An active participation and a work
progam became benchmarks progam objectives Thematic KKN. Based on the activities of
the KKN has generated a positive response from the community of the village Purwosari.
Keywords : Users waste, self development, leaf snakefruit
1. PENDAHULUAN
Salak merupakan salah satu komoditas yang asli dari Indonesia khususnya diwilayah
Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. Kini kita tidak hanya
menjumpai buah salak akan tetapi ada beberapa olahan dari buah salak sebagai cemilan
dan minuman yang ditemui sebagai contoh: selai salak, keripik salak,manisan salak dodol
salak, setup salak dan sari buah salak. Sebagian besar produsen tersebut berbentuk industri
rumah tangga dan menawarkan olahan salak sebagai salah satu oleh-oleh khas suatu
daerah seperti salacca yang merupakan oleh-oleh khas dari Kecamatan Srumbung.
Banyaknya industry olahan salak memberikan dampak yang tidak bisa dihindari yakni
adanya limbah buah salak yang terdiri atas kulit dan biji salak dan limbah kebun salak
seperti batang dan daun salak. Limbah salak yang bersifat kasar dan keras cukup
menyulitkan untuk dijadikan bahan yang dapat dimakan. Beberapa pihak memanfaatkan
limbah salak sebagai bahan untuk kerajinan, seperti pemanfaatan kulit salak untuk indutri
keramik (Hendri et al.,2010). Sedangkan Aji dan Kurniawan (2012) memanfaatkan biji
salak sebagai aadsorben.
Selain limbah dari salak adapula limbah dari kebun salak seperti daun salak,batang
salak dan lain-lain. Dari limbah kebun salak dapat digunakan untuk kerajianan seperti
pemanfaatan daun salak. Dengan demikian melalui pelatihan oleh ibu-ibu khususnya di
Dusun Purwosari, Desa Ngablak Kecamatan Srumbung dengan membuat kerajinan
dengan menggunakan limbah daun salak sebagai bahan dasarnya yang berupa kerajinan
bunga daun salak (Kandas).
Pelaksanaan kegiatan ini difokuskan kepada seluruh warga masyarakat dusun
Pusrwosari khususnya pemuda sebagai pelaku industry kerajinan. Sedangkan secara
sektoral, program pelatihan kerajinan ini ditujukan kepada Kepala Desa, Kepala Dusun,
Ketua RW, Ketua RT sebagai kader pendukung program pemberdayaan masyarakat dalam
mendukung pengembangan potensi desa wisata. Harapanya dengan adanya kegiatan
pelatihan pembuatan kerajinan bunga daun salak (Kandas) oleh pemuda Dusun Purwosari
dapat menjadi fasilitator serta wadah bagi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan
kearah peningkatan sektor ekonomi.
Dusun Purwosari diperlukan bimbingan lebih intensif bagi warga masyarakat
khususnya pemuda melalui pemahan membentuk sumber daya manusia serta pemanfaatan
limbah dari daun salak. Berdasarkan hal tersebut mahasiswa kelompok 13 KKN Tematik
Angkatan 46 Universitas Muhammadiyah Magelang berupa melaksanakan kegiatan
pelatihan pembuatan kerajinan daun salak (Kandas) di Dusun Purwosari desa Ngabalak
Kecamatan Srumbung dalam bentuk program kerja.
2. METODE
a. Jenis Kegiatan
Jenis kegiatan pengabdian yang dilakukan merupakan kegiatan pelatihan kepada
masyarakat yang dilaksanakan untuk memenuhi tugas KKN yang diselenggarakan oleh
LP3M Universitas Muhammadiyah Magelang.
b. Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 15 Agustus 2018 sampai
dengan tanggal 13 September 2018, yang berlokasi di Dusun Purwosari, Desa Ngablak,
Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.
c. Masyarakat Sasaran
Masyarakat sasaran program pelatihan ini adalah seluruh anggota pemuda pemudi
yang tinggal di Dusun Purwosari. Secara umum dalam program kegiatan pelatihan
pembuatan kerajinan bunga menggunakan daun salak.
d. Bahan dan Alat
Bahan dan alat yang digunakan untuk setiap program, yaitu pelatihan pembuatan
kerajinan bunga menggunakan daun salak.
1) Bahan dan Alat
a) Daun salak
b) Tangkai bunga (lidi)
c) Pita
d) Double tap
e) Gunting
f) Pewarna
e. Metode pelatihan
Metode pelatihan yang dilakukan berupa pembuatan kerajinan bunga menggunakan
daun salak dengan melakukan kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan
demonstrasi.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan adalah sebagai berikut : PELATIHAN KERAJINAN
DAUN SALAK “KANDAS”
Program kerja ini dilaksanakan mulai dari kegiatan sosialisasi ,demonstrasi,praktik dan
pendampingan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan cara mengumpulkan pemuda
karang taruna. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemuda dan pemudi warga dusun Purwosari
dengan jumlah…….. yang dilakukan di salah satu rumah warga. Sedangkan kegiatan
demonstrasi praktik dan pendampingan dilakukan di……….
Pada kegiatan demonstrasi mahasiswa mendemonstrasikan secara langsung ….
Langkah cara membuat kerajinan dengan daun salak pada pemuda-pemudi karang taruna.
Selanjutnya yaitu proses kegiatan praktik ,disini para pemuda-pemudi diminta untuk
mempraktikkan secara langsung …langkah membuat kerajinan dari daun salak. Dan pada
proses pendampingan, mahasiswa mendampingi pemuda-pemudi secara langsung cara
membuat kerajinan daun salak.
Kegiatan ini dapat bermanfaat untuk melatih ketrampilan dan lebih memanfaatkan
waktu luang para pemuda dan juga dalam jangka panjang dapat dijadikan sebagai peluang
untuk berwirausaha. Harapan dari kegiatan ini para anggota karang taruna dapat memiliki
pemasukan lain dari hasil penjualan kerajinan tersebut,guna untuk memajukan dan
mensejahterakan anggota karang taruna.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan dari kegiatan pelatihan ini adalah kegiatan pelatihan kerajinan bunga dari
daun salak sebagai bentuk program kegiatan kelompok 13 KKN Tematik Angkatan 46
Universitas Muhammadiyah Magelang. Serta program ini merupakan bentuk kegiatan
berdasarkan saran dan kepedulian dari beberapa masyarakat yang peduli akan pentingnya
limbah daun salak. Atas hal tersebut mahasiswa berupaya untuk membantu pelatihan
pemanfaatan dan pengelolaan sehingga masyarakat sekitar memiliki kegiatan tambahan
yang dapat menjadi UMKM

Das könnte Ihnen auch gefallen