You are on page 1of 4

APA ITU AKSES VASKULER

Akses vaskular berarti

jalan untuk memudahkan

mengeluarkan darah dari

pembuluhnya untuk keperluan

tertentu, dalam kasus gagal ginjal

terminal adalah untuk proses

hemodilisis.

Akses vaskuler merupakan

komponen penting pada terapi

hemodialisis karenna melalui akses

vaskuler darah dari tubuh pasien

dapat dialirkan menuju dialiser.


Jenis akses vaskuler

1. Askes vaskular permanen

Akses vaskular permanen berbentuk

external arteriovenous (AV) shunt. AV

Shunt adalah penyambungan pembuluh darah

vena dan arteri dengan tujuan untuk

memperbesar aliran darah vena supaya

dapat digunakan untuk keperluan hemodialis.

2. Akses vaskuler sementara

Akses vaskuler sementara yaitu melalui dua

pembuluh darah vena yaitu vena femoral dan

vena interna jugular. Untuk inisiasi

hemodialisa melalui akses vena femoralis

dengan menggunakan jarum khusus.

Akses vaskular melalui vena jugular interna

dengan menggunakan silastic twin catheter

atau double lumen catheter (CDL)

merupakan metoda yang cukup memuaskan

dan nyaman untuk pasien. Tehnik ini dapat

digunakan beberapa minggu hingga akses

vaskular permanen siap untuk digunakan.


Tujuan pemasangan akses vaskuler
Pemasangan akses vaskular
diharapkan dapat memudahkan
dokter dan perawat untuk
melakukan akses atau penusukan
sehingga lebih mudah dan
mengurangi resiko dari penusukan
yang dilakukan pada tempat lain
seperti area femoral.
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar akses vaskuler dapat
bertahan lama
1. Kontrol teratur baik kepada nefrologis maupun kepada
spesialis bedah vaskular untuk memastikan akses
hemodialisanya tidak bermasalah.
2. Akses harus dijaga tetap bersih.
3. Pastikan bahwa akses digunakan hanya untuk
hemodialisa.
4. Periksa fistula di lengan beberapa kali sehari dengan cara
meraba secara perlahan dan rasakan adanya bruit , yaitu
getaran halus yang disebabkan aliran darah.
5. Perhatikan tanda-tanda infeksi seperti bengkak,
kemerahan, nyeri, perubahan fungsi organ, keluarnya
cairan yang berupa nanah pada area penusukan, area
penurusukan berbau tidak sedap, dan segera kontrol ke
petugas apabila terdapat tanda-tanda infeksi.
6. Tidak boleh mengukur tekanan darah pada lengan yang
digunakan untuk akses Hemodialisa.
7. Jangan menggunakan pakaian ketat dan jam tangan pada
lengan yang digunakan sebagai akses.
8. Jangan sampai tangan yang digunakan sebagai akses
tertimpa badan bahkan bantal pada saat tidur.
9. Jangan mengangkat beban berat dengan menggunakan
lengan akses