You are on page 1of 21

 Upload
 Login
 Signup


 Home

 Technology

 Education

 More Topics

 For Uploaders
1 of 17
KB 2 AsKep Komunitas pada kelompok
khusus Usia Sekolah
3,173 views

 Share

 Like

pjj_kemenkes
Follow

Published on May 9, 2015

KB 2 AsKep Komunitas pada kelompok khusus Usia Sekolah

...
Published in: Health & Medicine
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes

Post

 Be the first to comment

KB 2 AsKep Komunitas pada kelompok khusus Usia Sekolah


1. 1. 1 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Badan Pengembangan
dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Jakarta 2015 Australia Indonesia Partnership for Health Systems Strengthening (AIPHSS) KEPERAWATAN Reni
Chairani KOMUNITAS I MODUL SEMESTER 6 Asuhan Keperawatan Komunitas Pada Kelompok Khusus KEGIATAN BELAJAR 2 ASUHAN
KEPERAWATAN PADA KELOMPOK KHUSUS ANAK USIA SEKOLAH
2. 2. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 1 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Pendahuluan Salah satu sasaran pelayanan keperawatan komunitas adalah pelayanan pada kelompok khusus. Kelompok khusus adalah kumpulan individu
yang mempunyai kesamaan umur, permasalahan baik fisik, mental, sosial yang memerlukan bantuan karena ketidakmampuan dan ketidaktauan kelompok
dalam memelihara kesehatan terhadap dirinya sendiri. Asuhan keperawatan pada kelompok khusus diberikan dengan menggunakan pendekatan proses
keperawatan, pada prinsipnya sama dengan proses keperawatan individu, keluarga, maupun komunitas, yang berbeda hanyalah sasarannya. Yang perlu dikaji
dalam kelompokkhususinisecaramendalamadalah latar belakang yang menyebabkan timbulnya masalah pada kelompok tersebut, karena
setiapkelompokmempunyaikebutuhanyang berbeda. Pengkajian ini menjadi dasar untuk membuat perencanaan keperawatan yang tepat. Perawat komunitas
seyogyanya dapat memberikan pelayanan keperawatan pada kelompok khusus di tatanan komunitas, penyusunan modul ini diharapkan dapat membantu
perawat lebih memahami tentang kebutuhan keperawatan pada kelompok khsusu. Modul ini terdiri dari empat kegiatan belajar, dan diberi alokasi waktu
delapan jam pertemuan, berikut uraiannya : • Kegiatan Belajar 1: Asuhan Keperawatan Komunitas pada kelompok khusus balita • Kegiatan Belajar 2: Asuhan
KeperawatanKomunitas pada kelompok khusus Usia Gambar : Kelompok Komunitas A. Gambaran Umum
3. 3. 2 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Selamat belajar, semoga berhasil
Sekolah • Kegiatan Belajar 3: Asuhan Keperawatan Komunitas pada kelompok khusus Remaja • Kegiatan Belajar 4: Asuhan Keperawatan Komunitas pada
kelompok khusus Pekerja Setelah mempelajari modul ini diharapkan saudara dapat : 1). menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada kelompok khusus
balita; 2).; menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada kelompok khusus usia sekolah; 3). menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada kelompok khusus
remaja; 4). menjelaskan tentang asuhan keperawatan pada kelompok khusus pekerja. Untuk memudahkan saudara mempelajari modul ini, berikut langkah-
langkah belajar yang harus saudara lakukan : 1). Pahami dulu mengenai kebutuhan kesehatan dari masing-masing kelompok khusus. 2). Amati bagaimana
pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus yang telah ada saat ini 3). Pelajari setiap kegiatan belajar secara bertahap, dan kerjakan tes
dan tugas yang ada di modul ini 4). Keberhasilan proses pembelajaran sangat tergantung pada kesungguhan saudara untuk mempelajari isi modul ini 5).
Silahkan hubungi fasilitator/dosen yang mengajar modul ini untuk mendapatkan penjelasan lebih Kami yakin dengan semangat belajar yang tinggi, saudara
akan menyenangi dan mudah memahami isi modul ini. Selamat belajar, semoga bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman perawat sebagi modal dalam
memberikan pelayanan keperawatan komunitas pada kelompok khusus yang bermutu dan bermanfaat.
4. 4. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 3 Kegiatan Belajar 2 ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELOMPOK KHUSUS ANAK
USIA SEKOLAH A. Tujuan Pembelajaran Umum Setelah mempelajari isi modul ini, saudara diharapkan dapat memahami tentang asuhan keperawatan pada
kelompok khusus anak usia sekolah. Gambar : Belajar bersama Anak B. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mempelajari modul ini, merujuk pada tujuan
umum saudara diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengorganisasian pelaksanaanasuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus anak usia sekolah 2.
Mengidentifikasi masalah kesehatan yang lazim terjadi pada kelompok khusus anak usia sekolah 3. Menjelaskan proses keperawatan komunitas pada
kelompok khusus anak usia sekolah C. Pokok-Pokok Materi Berikut pokok-pokok materi yang dapat saudara pelajari didalam modul ini : 1. Pengorganisasian
pelaksanaanasuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus anak usia sekolah 2. Masalah kesehatan yang lazim terjadi pada kelompok khusus anak usia
sekolah 3. Proses keperawatan komunitas pada kelompok khusus anak usia sekolah D. Uraian Materi Keberhasilan pembangunan Nasional sangat
membutuhkan manusia Indonesia yang mandiri, sehat, dan produktif. Kualifikasi tersebut sudah harus dapat terbina sejak dini mulai dari lingkungan internal di
keluarga maupun sampai ke lingkungan eksternal. Sekolah adalah salah satu dari lingkungan eksternal yang harus berperan serta dalam
5. 5. 4 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Bagus, saudara sudah dapat menuliskan pendapatnya pada kolom diatas.
Mari kita bahas bersama-sama tentang asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus anak usia sekolah. upaya meningkatkan kualitas manusia
Indonesia, karena sekolah merupakan salah satu tempat yang paling kondusif bagi siswanya untuk mempelajari perilaku yang adaptif. Sekolahpun menjadi
wahana yang sangat efektif dalam upaya pembinaan siswanya terkait pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan. Masyarakat yang berada di
lingkungan sekolah juga sangat mengharapkan institusi ini dapat menjadi role model di masyarakat, artinya fungsi sekolah tidak hanya semata-mata untuk
mempelajari ilmu pengetahuan tetapi juga berperan meningkatkan kesehatan siswanya. Adanya program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan salah satu
program pokoknya yaitukegiatanPerilakuHidupBersihdanSehat(PHBS)merupakansalahsatuimplementasi dalam mewujudkan hak asasi anak untuk tumbuh dan
berkembang secara sehat di lingkungansekolahyangsehat.Salahsatuindikatorperilakunyayaituadanyakemampuan anak sekolah untuk mandiri dalam memenuhi
kebutuhan kesehatannya. Program ini juga didukung oleh UU No.23 tahun 1992 Pasal 45 tentang kesehatan sekolah dan SKB 4 Menteri tahun 1984yaitu
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri RI tentang pembinaan dan pengembangan UKS.
Program UKS ini dapat dilaksanakan mulai dari tingkat SD sampai SMA. Namun pada kegiatan belajar 2 pada modul ini, saudara hanya akan dipandu
bagaimana memberikan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus anak usia sekolah dengan menerapkan program UKS pada anak usia sekolah.
Anak usia sekolah yang dimaksud adalah anak usia mulai 6-12 tahun. Sebelum memulai mempelajari modul ini, ada baiknya saudara tuliskan pendapat
saudara pada kolom dibawah ini tentang perilaku/kebiasaan yang berkaitan dengan kesehatannya pada anak usia sekolah (6-12 tahun)? Misalnya jajanannya,
kebersihan diri atau prestasi belajarnya. 1. Pengorganisasian Pelaksanaan Keperawatan Komunitas pada Kelompok Khusus Anak Usia Sekolah Asuhan
Keperawatan Komunitas pada Anak Usia Sekolah merupakan bagian dari pelayanan keperawatan kesehatan komunitas secara keseluruhan yang dilakukan
untuk
6. 6. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 5 b. Sasaran Asuhan Keperawatan Komunitas Asuhan keperawatan Komunitas pada kelompok
khusus anak usia sekolah yang dilaksanakan di sekolah tidak hanya diberikan untuk siswanya saja, tetapi juga ditujukan pada komunitas sekolah sebagai mitra
perawat. Komunitas sekolah yang dimaksud adalah siswa, guru, staf administrasi, orang tua/wali siswa, dan warga sekitar sekolah termasuk para pedagang
yang ada di kantin atau diluar sekolahsekolah (Stone, McGuire & Eigsti, 2002; Stanhope & Lancaster, 2003). mengidentifikasi atau mencegah masalah
kesehatan yang terjadi pada anak uisa sekolah di sekolah, untuk selanjutnya dilakukan intervensi keperawatan agar masalah yang terjadi dapat teratasi atau
berkurang (Proctor et al, 1993, dalam Hitchcook; Schubert; & Thomas, 1999). a. Tujuan pemberian asuhan keperawatan komunitas di sekolah adalah 1)
Meningkatkan kemampuan hidup sehat (pengetahuan, sikap, dan ketrampilan hidup sehat) 2) Membantu meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah
(Sehat fisik, mental, dan sosial) 3) Membantu anak usia sekolah melewati fase tumbuh kembangnya dengan baik 4) Memiliki lingkungan sekolah yang
sehatserta meningkatkan tumbuh kembang yang optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia yang berkualitas c. Peran Perawat Komunitas Perawat
komunitas dapat berperan sebagai : Advokat, Casefinder, Case manager, Community Liason, Konselor kesehatan, Pendidik kesehatan, Home visitor, dan
Peneliti. Gambar 2.1 Kegiatan Perawat sebagai pendidik kesehatan
7. 7. 6 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan d. Model Pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah di Indonesia Seperti telah
dijelaskan diawal bahwa di Indonesia ada program UKS yang disyahkan oleh SKB 4 Menteri (1984). UKS dikembangkan berdasarkan historical model yang
tercermin dalam Tri Program Usaha Kesehatan Sekolah atau yang sering dikenal dengan Trias UKS, yaitu : 1) Pendidikan kesehatan, dapat diberikan melalui :
a) Kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan pada jam pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah yang berlaku b) Kegiatan ekstrakurikuler yang
dilaksanakan diluar jam pelajaran yang dapat dilakukan didalam maupun di luar sekolah, seperti : kerja bakti, mengikuti lomba yang berhubungan dengan
kesehatan, pembinaan kader kesehatan sekolah (Peer Konselor), layanan konseling kesehatan, dan penyuluhan kesehatan dengan melibatkan tenaga kesehatan
setempat 2) Pelayanan Kesehatan dilaksanakan secara komprehensif, meliputi: a) Upaya promosi kesehatan berupa penyuluhan dan latihan ketrampilan dalam
pelayanan kesehatan b)Upaya pencegahan berupa upaya pendeteksian dini penyakit pada siswa secara berkala, memantau pertumbuhan siswa, pemutusan
penularan penyakit melalui pemberantasan penyakit dan pengawasan kebersihan lingkungan, seperti : pemantauan jentik nyamuk di sekolah dan sampah c)
Upaya penyembuhan dan pemulihan penyakit melalui : pengobatan ringan di sekolah, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan rujukan medik 3) Pembinaan
lingkungan sekolah sehat a) Pembinaan lingkungan sekolah (1) Lingkungan fisik sekolah, seperti : penyediaan air bersih, pengadaan dan pemeliharaan tempat
sampah, pemeliharaan kamar mandi/WC sekolah, kebersihan dan kerapihan ruangan, kebersihan dan keindahan halaman sekolah, pengadaan dan pemeliharaan
warung/kantin sekolah, pengadaan dan pemeliharaan pagar sekolah (2) Lingkungan mental dan sosial, terciptanya suasana dan hubungan kekeluargaan yang
akrab antar komponen sekolah yaitu guru, siswa, orang tua siswa, staf sekolah, dan masyarakat sekitar. Kegiatan yang dapat dilakukan berupa kegiatan
wisata/studi tour, pentas seni dan sebagainya. b)Pembinaan lingkungan keluarga Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua murid tentang hal- hal
yang berhubungan dengan kesehatan putra-putrinya. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah kunjungan rumah atau melakukan penyuluhan kesehatan bagi
orang tua bekerja sama dengan komite sekolah dan petugas kesehatan setempat. c) Pembinaan masyarakat sekitar lingkungan sekolah Menjalin kerjasama
dengan lingkungan sekitar dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat, pengurus RT atau RW dalam memberikan dukungan terhadap kegiatan sekolah 2.
Masalah Kesehatan Kelompok Khusus Anak Usia Sekolah Saudara mungkin pernah mendengar keluhan konsentrasi belajar pada anak usia sekolah, ya
masalah ini sering dihubungkan dengan tingkat kecerdasan. Padahal
8. 8. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 7 keluhan tersebut dapat dipengaruhi oleh nutrisi yang kurang adekuat atau faktor lingkungan
yang tidak kondusif bagi anak untuk belajar. Ini baru salah satu contoh masalah kesehatan, berikut masalah kesehatan yang berisiko terjadi pada anak usia
sekolah, yaitu : a. Kebutuhan nutrisi : Berat badan berlebih/kurang; perilaku jajan yang tidak sehat (makanan yang menggunakan pewarna, pemanis buatan,
atau pengawet); gangguan makan (anoreksia, bulimia) b. Kebersihan diri yang kurang (rambut, kulit, kuku, genitalia) c. Kebutuhan psikososial : harga diri
rendah, depresi, hiperaktif, dan risiko bunuh diri d. Kebutuhan belajar : gangguan konsentrasi belajar, atau kurangnya pengetahuan anak usia sekolah tentang
kesehatannya e. Kebutuhan Keamanan : 1) anak usia sekolah yang kesehariannya tidak mendapat pengawasan dari orang tua; 2) tidak menggunakan pengaman
(helm, sabuk pengaman) saat bersepeda atau berkendaraan motor; 3) bersekolah/tinggal melewati jalan raya, kereta, atau sungai; 4) mendapat perlakuan kasar
(incest) dari orang tua atau guru baik penganiayaan fisik, mental, seksual, maupun sosial; 5) mendapat perlakuan kasar dari sekelompok teman; 6) bahaya
pemerkosaan f. Merokok atau minum alkhol pada anak usia sekolah g. Pengaruh lingkungan yang tidak kondusif : tinggal di daerah rawan bencana dan konfilk
3. Proses Keperawatan Komunitas pada Kelompok khusus anak usia sekolah Berikut 5 tahapan proses keperawatan yang dapat dilaksanakan oleh perawat
komunitas : a. Pengkajian Berikut yang dapat saudara kaji adalah : 1) Core (Kelompok anak usia sekolah) : demografi kelompok anak usia sekolah (nama anak
usia sekolah, umur anak usia sekolah, jenis kelamin anak usia sekolah, urutan anak dalam keluarga, nama orang tua, pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua,
suku, alamat). Riwayat kesehatan : riwayat penyakit yang pernah diderita, riwayat immunisasi, riwayat tumbuh kembang. Riwayat sekolah : visi misi sekolah,
nilai dan keyakinan sekolah dalam kesehatan. Pemeriksaan fisik anak usia sekolah mulai dari kepala sampai kaki (semua sistem dilakukan pemeriksaan fisik).
2) Pengkajian delapan subsistem : a) Lingkungan fisik sekolah : apakah lingkungan fisiknya aman untuk belajar dan bermain anak usia sekolah? Adakah
sumber air bersih? Toilet yang cukup dan bersih? Bagaimana penghijauan di sekolah? Apakah lingkungan sekolah dekat tempat yang mengancam keselamatan
: dekat pusat perbelanjaan, bioskop, sungai, tempat pembuangan limbah/sampah, polusi udara/suara, dan jalan raya. b) Pendidikan : apakah kurikulum yang
ada juga mengajarkan nilai –nilai dasar kesehatan? Bagaimana cara guru melatih perilaku hidup bersih dan sehat pada anak uisa sekolah c) Keamanan dan
transportasi : anak sekolah menggunakan transportasi
9. 9. 8 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan jenis apa bila ke sekolah? Adakah fasilitas transportasi yang tersedia yang
dapat digunakan oleh siswa untuk kebetuhan emergency? Bagaimana cara/sistem sekolah melindungi keamanan anak usia sekolah dari bahaya fisik,
psikologis, maupun sosial? d) Politik dan pemerintahan : adakah kebijakan pemerintah pusat/daerah/ lokal yang mendukung pemeliharaan kesehatan anak usia
sekolah? Bagaimna penerapannya di sekolah? e) Pelayanan kesehatan : adakah fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia untuk anak usia sekolah, misalnya :
ruang UKS, dokter/perawat sekolah yang siaga di sekolah, atau sistem rujukan ke dokter praktek/puskesmas/ klinik/rumah sakit terdekat dengan sekolah.
Bagaimana pelayanan yang diberikannya seperti : pemantauan tumbuh kembang secara rutin, program imunisasi anak usia sekolah, pendidikan kesehatan oleh
tenaga kesehatan. f) Pelayanan sosial : adakah fasilitas sosial yang dapat dimanfaatkan untuk anak usia sekolah, misalnya layanan konseling oleh guru,
kelompok belajar, kelompok seni anak, dan lain-lain g) Komunikasi : media komunikasi yang dapat digunakan untuk memfasilitasi perkembangan kelompok
anak usia sekolah seperti : mading, koran, buletin, majalah sekolah/anak-ana, kradio, TV, telpon. Bagaimana cara anak sekolah dan keluarganya menerima
informasi tentang perkembangan belajar dan kondisi tumbuh kembang anak?. h) Ekonomi : bagaimana rata-rata pendapatan orang tua siswa? Bagaimana
sekolah membiayai pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah, apakah sepenuhnya dibantu Pemerintah/swadaya masyarakat? i) Rekreasi : adakah tempat
rekreasi yang bisa digunakan oleh anak usia sekolah, seperti lapangan olahraga, dan taman bermain? Apakah aman untuk digunakan dan cukup dengan jumlah
murid yang ada. b. Diagnosis Keperawatan Komunitas Berikut masalah keperawatan komunitas pada kelompok khusus anak usia sekolah yang dapat saudara
rumuskan menjadi diagnosis keperawatan seperti : 1) Risiko gangguan tumbuh kembang pada anak usia sekolah 2) Risiko peningkatan kejadian cidera pada
anak usia sekolah Saudara dapat merumuskan diagnosa lain sesuai dengan kondisi masalah kesehatan komunitas yang ditemukan. c. Perencanaan Saudara
dapat menggunakan pendekatan tiga level pencegahan dalam membuat perencanaan keperawatan yaitu : 1) Pencegahan primer (primary prevention) a)
Program promosi kesehatan (1)Pendidikan kesehatan tentang : manfaat makanan sehat dan cara memilih jajanan sehat, kesehatan gigi dan mulut anak usia
sekolah, kebersihan diri (rambut, kulit, kuku, pakaian, sepatu), cara mencuci tangan yang baik, kebutuhan latihan fisik anak usia sekolah, cara belajar yang
baik dan konsentrasi, dan lain-lain sesuai kebutuhan anak sekolah (2)Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala (perawat dapat meminta bantuan guru
dan kader kesehatan sekolah untuk melakukan
10. 10. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 9 Gambar : Anak menyebrang jalan pengukuran TB/BB setiap 4 bulan dan mencatatnya di
KMS anak sekolah). Mengingat banyak sekolah yang ada di wilayah binaan perawat, maka sebaiknya perawat sudah membuat jadual kunjungan tenaga
kesehatan secara berkala minimal 6 bulan sekali untuk tiap sekolah. (3) Memberikan layanan konseling tumbuh kembang anak usia sekolah atau masalah
kesehatan (4) Membentuk kelompok swabantu anak usia sekolah sebagai support bagi anak sekolah, orang tua atau keluarga yang memiliki anak usia sekolah
b) Program proteksi kesehatan : (1) Pelayanan imunisasi : pemberian immunisasi untu anak SD kelas 1 pemberian DT dan SD kelas VI (wanita) pemberian TT.
(2) Program pencegahan kecelakaan pada anak usia sekolah seperti memfasilitasi zebra cross untuk penyebrangan; menyediakan petugas yang membantu anak
sekolah menyeberang; menganjurkan anak menggunakan pelindung lutut/helm jika bersepeda; menganjurkan sekolah untuk menjaga kebersihan lantai agar
tidak licin (membuat tanda peringatan bila sedang dibersihkan); menganjurkan sekolah untuk dapat memperhatikan keselamatan anak seperti: tangga dibuat
tidak curam, lapangan bermain tidak berbatu; menganjurkan keluarga untuk meningkatkan pengawasan pada anak usia sekolah khususnya anak usia sekolah
yang tinggal didekat jalan, sungai atau tempat yang berbahaya; pemantauan yang ketat terhadap jajanan yang dijual di sekolah. (3) Perlindungan caries pada
anak usia sekolah : flouridasi (4) Perlindungan anak usia sekolah dari child abuse dari orang dewasa disekitarnya : meningkatkan kepedulian masyarakat
terhadap keselamatan dan kesehatan anak usia sekolah, termasuk sikap guru yang mendidik bukan menghukum, membuat sistem pelaporan dan
11. 11. 10 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan sangsi yang jelas apabila menemukananak anak usia sekolah yang
mengalami tindakan kekerasan baik fisik, emosional, atau seksual dari orang lain, untuk segera diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia. 2)
Pencegahan sekunder (secondary prevention) a) Deteksi dini dan pengobatannya, sebagai deteksi tumbuh kembang anak sekolah, atau penyakit untuk segera
ditegakkan diagnosis dan pengobatan sejak dini b) Perawatan emergency, misalnya diberikan pada anggota anak usia sekolah yang mengalami kecelakaan di
sekolah, atau lalu lintas c) Perawatan akut dan kritis, diberikan pada anak usia sekolah yang mengalami sakit akut seperti diare, demam, dan lain-lain.
Perawatan juga diberikan pada anak usia sekolah dengan penyakit kritis. d) Diagnosis dan terapi, perawat komunitas dapat menegakkan diagnosis keperawatan
dan segera memberikan terapi keperawatannya. e) Melakukan rujukan untuk segera mendapatkan perawatan lebih lanjut 3) Pencegahan tertier (tertiary
prevention) a) Memberikan dukungan pada upaya pemulihan anak usia sekolah setelah sakit dengan memelihara kondisi kesehatan agar tumbuh kembangnya
optimal b) Memberikan konseling perawatan lanjut pada kelompok anak usia sekolahpada masa pemulihan d. Implementasi Saudara dapat menggunakan
empat strategi dalam melaksanakan perencanaan yang telah disusun sebelumnya, yaitu melalui : 1) Pemberdayaan komunitas sekolah : hal ini penting
dilakukan agar komunitas sekolah peduli terhadap masalah kesehatan anak usia sekolah. Pemberdayaan disesuaikan dengan kemampuan yang ada di
komunitas, misalnya : sekolah mendirikan kantin sehat dan jujur, yang menjual jajanan yang sehat (bebas pewarna/pemanis buatan, bebas pengawet, serta
memperhatikan masa kadaluarsanya) dan siswa dibiasakan untuk jujur mengambil dan membayar sendiri di kotak yang telah disediakan. 2) Proses kelompok
Perawat komunitas juga dapat menggunakan pendekatan kelompok, agar implementasi dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Kelompok yang terdiri dari
anak sekolah yang mempunyai masalah yang sama, kelompok ini akan sangat bermanfaat membantu keluarga menemukan solusi masalah kesehatan. Contoh
dibentuknya kelompok swabantu anak usia sekolah yang mengalami gangguan konsentrasi belajar, kelompok ini dengan difasilitasi oleh guru dan perawat
komunitas akan mencoba mengenali penyebab dan mencarikan solusi, serta melatih konsentrasi anak. Anjuran untuk latihan berenang cukup efektif untuk
membantu anak belajar konsentrasi.
12. 12. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 11 3) Pendidikan kesehatan Pendidikan kesehatan seperti dijelaskan diawal akan sangat
membantu anak sekolah meningkatkan pengetahuannya untuk merubah perilaku hidup lebih sehat. 4) Kemitraan Kemitraan perlu dibentuk agar ada jejaring
kerja, contoh : bermitra dengan pedagang kantin agar dapat menyediakan makanan yang murah dan sehat. Bermitra dengan perusahaan/percetakan buku yang
dapat memberikan buku murah bagi anak. Tentu masih banyak lagi kemitraan yang dapat saudara bangun dalam rangka meningkatkan kesehatan anak usia
sekolah. e. Evaluasi Perawat komunitas bersama komunitas dapat mengevaluasi semua implementasi yang telah dilakukan dengan merujuk pada tujuan
yangtelah ditetapkan yaitu mencapai kesehatan anak usia sekolah yang optimal.
13. 13. 12 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Selamat saudara telah menyelesaikan kegiatan belajar 2 : Asuhan
keperawatan komunitas pada kelompok khusus anak usia sekolah, berikut yang dapat dirangkum dari materi diatas adalah : 1. Sasaran pemberian asuhan
keperawatan komunitas pada kelompok khusus anak usia sekolah tidak hanya pada anak sekolahnya saja, tetapi juga pada komunitas sekolah yaitu : guru, staf
administrasi/TU, orang tua/wali siswa, masyarakat sekitar sekolahtermasuk para pedagang yang ada di kantin atau diluar sekolahsekolah. 2. Perawat komunitas
dapat berperan sebagai : Advokat, Casefinder, Case manager, Community Liason, Konselor kesehatan, Pendidik kesehatan, Home visitor, dan Peneliti. 3. UKS
dikembangkan berdasarkan historical model yang tercermin dalam Trias UKS yaitu : pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan
sekolah yang sehat. 4. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah yaitu : masalah kebutuhan nutrisi (jajanan yang kurang sehat,
kelebihan/kekurangan nutrisi, anoreksia); masalah kebersihan diri; masalah gangguan konsentrasi belajar; risiko keamanan dan kebiasaan merokok sejak dini;
masalah psikososial; dan masalah kekerasan pada anak 5. Perawat bersama komunitas sekolah dapat melakukan upaya pencegahan dan mengatasi masalah
kesehatan pada anak usia sekolah dengan merujuk pada tiga level pencegahan dan menggunakan 4 strategi pendekatan intervensi keperawatan komunitas.
Rangkuman
14. 14. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 13 G. Tugas Mandiri Cobalah saudara amati bagaimana pelayanan keperawatan komunitas
khususnya pada kelompokanakusiasekolahditempatsaudara.ApakahprogramUKSsudahdilaksanakan dengan baik? Bagaimana peran perawat komunitas/
puskesmas dalam membina sekolah yang berada didaerah binaannya? Saudara dapat menuliskan hasil pengamatan pada kertas, dan hubungi fasilitator/dosen
yang ada bila saudara mengalami kesulitan dalam melakukan pengamatan. Selamat bekerja, salam sukses! F. Tes Formatif 1. Tujuan khusus Usaha Kesehatan
sekolah , adalah : A. Menurunkan masyarakat yang merasa kesakitan dan kelelahan fisik B. Meningkatkan kesehatan peserta didik baik fisik, mental maupun
sosial C. Membantu dalam cakupan pelayanan kesehatan terhadap anak sekolah D. Memungkinkan pertumbuhan perkembangan anak sekolah E. Mewaspadai
daya tangkal dan daya hayat terhadap pengaruh buruk narkotika 2. UKS yang dijalankan harus mengacu pada Trias UKS, yaitu : A. Pendidikan kesehatan,
pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan B. Pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan imunisasi anak sekolah C. Promosi kesehatan , pelayanan
kesehatan dan pendidikan kesehatan D. Pembinaan lingkungan, pelayanan kesehatan dan promosi lingkungan sekolah E. Pendidikan kesehatan, imunisasi dan
pembinaan kesehatan lingkungan sekolah 3. Pelayanan UKS yang diselenggarakan sekolah seharusnya dapat dirasakan oleh semua masyarakat sekolah, salah
satunya adalah menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara psikhis, bagaimana cara sekolah menciptakan lingkungan psikis yang sehat adalah : A.
Menyediakan security 24 jam di sekolah untuk rasa aman B. Setiap anak sekolah diperbolehkan membawa alat komunikasi untuk memudahkan pemantauan C.
Memasang CCTV di areal sekolah D. Memberikan layanan konseling bagi anak sekolah E. Menyediakan sarana kantin sekolah 4. Dalam membantu siswa
untuk hidup sehat maka peran perawat dalam Usaha Kesehatan Sekolah , yaitu sebagai : A. Pembina pembuatan Askep di sekolah B. Pengatur semua kegiatan
usaha kesehatan sekolah C. Pendidik dalam bidang kesehatan D. Pengawas dan pemantauan hasil kegiatan kesehatan E. Pelaksanaan dalam membina semua
kegiatan di sekolah 5. Pelayanan UKS minimal dikunjungi petugas puskesmas setiap : A. 3 bulan B. 4 bulan C. 5 bulan D. 6 bulan E. 1 tahun
15. 15. 14 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Daftar Pustaka Allender, J.N., & Spredley, B.W. (2001). Community
health nursing : concept and practice. Philadelphia : Lippincot. Anderson, E.T. & McFarlane, J. (2000). Community as partner: Theory and practice in nursing.
Philadelphia: Lippincot. Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta. (2004). Manajemen pemberdayaan masyarakat. Pemda Provinsi DKI Jakarta
: Jakarta. Departemen Kesehatan RI .(2003). Kemitraan menuju Indonesia sehat 2010. Jakarta : Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI. Ervin, N.E.
(2002). Advanced community health nursing practice : population focused care. New Jersey: Pearson Education,Inc. Green, L.W & Kreuteur, M.W. (1991).
Health promotion planning : An educational and environmental approach. London : Mayfield Publishing Company. Helvie, C.O. (1998). Advanced practice
nursing in the community. California: SAGE Publication Inc. Hitchcock, J.E., Scubert, P.E., & Thomas, S.A. (1999). Community health nursing: Caring in
action. USA: Delmar Publishers. McMurray, A. (2003). Community health and wellness : a socioecological approach. Toronto: Mosby. Neuman, B. (1995).
The Neuman systems model ( 3 ed.). Norwalk, CT: Appleton-Lange. O’Connor F.M.L; & Parker, E. (2001). Health promotion: Principles and practice in the
Australian Context. Australia: Agency Limited (CAL) under the Act. Stanhope, M, & Lancaster,J. (2000). Community and public health nursing. The Mosby
Tear Book: St.Louis.
16. 16. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan 15 LEMBAR JAWABAN MODUL 2 Kegiatan Belajar 1 : 1. C 2. A 3. C 4. B 5. A Kegiatan
Belajar 2: 1. B 2. A 3. D 4. C 5. E Kegiatan Belajar 3 : 1. B 2. B 3. B 4. A 5. D Kegiatan Belajar 4 : 1. B 2. C 3. A 4. D 5. C Test Akhir : 1. D 6. A 11. C 2. A
7. D 12. B 3. B 8. B 13. B 4. A 9. C 14. C 5. C 10. D 15. B
17. 17. 16 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan Hak Cipta Kementrian Republik Indonesia Bekerjasama Dengan
Australia Indonesia for Health Systems Strengthening (AIPHSS) 2015
Recommended