You are on page 1of 4

Kekuatan lensa pembesar konveks-konveks atau plano konveks adalah +4.

00 hingga
+20.00 dioptri. Terdapat lensa pembesar dipegang dan duduk.
Kaca pembesar pegang sangat dikenal. Bahan yanga akan dibaca dapat diletakkan
pada jarak normal. Lensa ini mudah dibeli di toko-toko buku.
Keuntungan, dengan memakai lensa pembesar, jarak lensa ke mata dapat dirubah-
rubah dengan cepat, tergantung dari jarak baca.
Kerugian, pemakainya sukar mendapatkan fokus tetap yang terus-menerus akibat
tangan yang bergerak, serta efek astigmat lensa pemebesar apabila diletakkan miring.
Kaca pembesar dengan kaki. Lensa pembesar duduk, dipergunakan untuk melihat
benda dengan jarak tetap, sehingga lapang penglihatan menjadi besr dengan efek aberasi
sedikit. Kesukaran pemakaiannya adalah; perlu pengaturan penerangan atau perlu
mempunyai sumber cahaya sendiri.

Teleskop dipergunakan unutk pembesaran pada penglihatan jauh. Dapat dalam bentuk yang
dipegang ataupun kaca mata gabungan.

Loupe
Loupe dapat dipakai dengan memakai lensa-lensa sferis positif yang akan memberikan
pembesaran bayangan benda. Untuk penglihatan binokular tidak dapat lebih besar dari 5 kali
atau 10 dioptri. Pada pemakaina loupe benda diletakkan sampai 10 cm di depan mata. Bentuk
loupe ini dapat lepas, bertangan atau terfiksasi. Makin diperbesar kekuatan lensa yang dipakai
makin kecil lapang pandangan, akan makin pendek jarak kerja dan makin kecil depth focus.

Lensa pembesar binokular


Kaca mata pembesar diberikan dengan mengingat tajam penglihatan dan huruf yang
diinginkan pasien untuk dapat dilihat. Dianjurkan untuk adisi membaca dekat memakai dasar
berikut:
Tajam penglihatan Adisi baca
20/70 +4.00 D
20/100 +6.00
20/200 +12.00
20/400 +24.00
20/800 +32.00
Adisi binokular hanya dapat diberikan pada pasien yang masih mempunyai penglihatan
binokular.
Adisi binokular sangat menguntungkan karena umumnya alat bantu penglihatan dibutuhkan
untuk melihat dekat. Dengan alat ini kedua tangan bebas, dengan pembesaran sama setiap
waktu.

Kaca mata berlubang kecil


Lensa ini akan memperbaiki penglihatan mata dengan fungsi makula yang masih baik.
Dengan memakai kaca mata ini maka mata melatih diri dengan membaca terus tanpa putus-
putus baris demi baris. Bila berhenti pada satu baris maka akan mendapat kesukaran untuk
melihat titik fiksasi terdahulu.

Pembesaran melihat dekat dengan sistem non optik.


 Mendekatkan benda. Makin benda makin besar bayangan pada retina. Pembesaran akan
menjadi 2 kali lipat bila benda dengan jarak 20 kaki didekatkan sampai 10 kaki.
 Huruf diperbesar.
Biasanya dipakai cetakan huruf 18 titik. Pasien dengan tajam penglihatan :
- 20/50 dapat melihat huruf 8 titik pada jarak 14 inci
- 2/125 dapat melihat huruf 18 titik pada jarak 14 inci
Keuntungan, huruf besar dapat digeser jauh dan dekat
Kerugian, tidak tersedia huruf yang sesuai dan buku akan terlalu besar.
 Sistem proyeksi
Closed-circuit television (CCTV), memperbesar bayangan pada layar televisi dengan
mengatur pembesaran dan kontras. Cctv tidak dianjurkan pada pasien dengan tajam
penglihatan 20/800, karena alat tambahan ini sukar pemasangannya dan banyak
penderita tidak puas. Pasien dengan tajam penglihatan 20/500 akan lebih senang
melihat televisi dengan jarak dekat. CCTV dipergunakan bila pembesaran maksimal
dengan kaca mata pembesar masih belum memadai atau apabila tajam penglihatan 20 ≤
200.
Televisi adalah teman pasien dengan penglihatan kurang karena dapat dijauhkan atau
didekatan untuk pembesarannya serta dapat dilihat berjam-jam.
Pembesaran melihat jauh dengan sistem optik.
Membesar bayangan untuk jauh adalah dengan lensa teleskopik, lensa positif pada afakia
(pembesaran 25%), pinhole, dan lensa kontak.
 Kaca mata teleskopik
Kaca mata teleskopik merupakan bentuk kombinasi lensa konveks yang akan
memfokuskan sinar, dan lensa konkaf yang terpisah dan berbeda dalam fokus. Akibat
daripada susunan ini akn terjadi pembesaran penglihatan.
Kaca mata teleskopik ditempelkan pada kaca mata, berbentuk terpotong yang dipasang
untuk penglihatan jarak (15 hingga 30) cm dan jauh. Dengan lensa ini posisi dan
penerangan tidak menjadi masalah. Pembesaran dapat 2-6 kali, degan kerugian kampus
mengecil, skotoma cincin, dan berkurangnya depth of focus. Alat ini dapat dipakai di luar
ruangan, menonton bola, seta menonton bioskop.
 Pinhole
Merupakan lubang kecil dengan ukuran 1 atau 3 mm dan baik digunakan pada kornea
yang iregular, dan tidak baik pada penderita dengan kelainan makula.
Kerugiannya: kampus mengecil
Dapat dibuat lubang majemuk atau multipel.
 Clip on
Lensa yang dijepitkan (clip on)merupakan kaca mata teleskopik atau pinhole yang
dijepitkan pada kaca mata biasa.
 Lensa kontak
Lensa kontak dipakai pada astigmat iregular, dan miopia, yaitu untuk memperbesar
bayangan yang jatuh di retina. Pada afakia untuk memperluas lapang pandangan,
menghilangkan aberasi sferis, dan skotoma cincin.

Alat penolong lain


Membaca dan steno dengan huruf Braile.

Alat low vision non optik


 cetakan huruf besar buku, koran, dan majalah
 alat bantu tulis
 kartu main besar
 jam kontras kuat
 alat yang dapat bicara (jam dan komputer)
 alat scan yang dapat membaca dan mencetak disertai pembesaran.

Teknik non optik yang sederhana adalah dengan mendekatkan benda yang akan dilihat.
Meletakkan dekat sekali ke mata benda yang akan dilihat atau duduk dekat sekali (1 meter)
pada layar televisi.