You are on page 1of 5

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin Ny.

R G1P0A0Ah0 Umur 21 Tahun Umur Kehamilan 38+2


Minggu Dengan Robekan Serviks Di RB Permata Bunda Sleman Yogyakarta

Kala IV Post Partum


I. PENGKAJIAN DATA
S :
a. Ibu mengatakan namanya Ratni.
b. Ibu mengatakan berumur 21 tahun.
c. Ibu mengatakan ini merupakan kelahiran anak pertama.
d. Ibu mengatakan belum pernah keguguran.
e. Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas.
f. Ibu mengatakan tidak nyaman dengan keadaannya
O :
1. Pemeriksaan Umum :
Keadaan umum : Ibu masih lemah
Kesadaran : compos mentis
Pemeriksaan tanda vital
TD : 100/70 mmHg
Nadi : 83 x/menit
Pernafasan : 18 x/menit
Suhu : 36,50 C
2. Pemeriksaan fisik :
Keadaan kandung kemih kosong
Fundus teraba keras dan tingginya masih sepusat
Kontraksi uterus baik
Perdarahan pervaginam  400 cc
Pengeluaran lochea rubra
Pemeriksaan speculo : Terdapat robekan pada serviks

3. Pemeriksaan penunjang :
Tidak ada
4. Data Penunjang :
Ibu partus spontan pervaginam pukul 21.30 WIB
Plasenta lahir lengkap pukul 21.55 WIB

II. INTERPRETASI DATA


A. Diagnosa kebidanan
Seorang ibu “Ny. R umur 21 tahun P1 A0 Ah1 dalam persalinan kala IV dengan
robekan serviks.

Data dasar :
DS : Ibu mengatakan ini adalah kelahiran anak pertama.
Ibu mengatakan umurnya 21 tahun
Ibu mengatakan belum pernah keguguran
Ibu mengatakan perutnya masih merasa mulas
Ibu mengatakan tidak nyaman dengan keadaannya

DO : Ibu partus spontan pervaginam tanggal 6-5-2011 pukul 21.30 WIB


Plasenta lahir lengkap pukul tanggal 6-5-2011 pukul 21.55 WIB
Fundus teraba keras dan tingginya masih sepusat
Perdarahan pervaginam  400 cc
Pemeriksaan speculo : Terdapat robekan pada serviks
B. Masalah
Gangguan rasa nyaman

C. Kebutuhan
Personal Hygiene

III. DIAGNOSA POTENSIAL


Perdarahan post partum
IV. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA
Pemasangan infuse
Persiapan tranfusi darah
Kolaborasi dengan dokter S.POG

V. PERENCANAAN Tgl. 6-5-2011 pukul 22.00 WIB


1. Jelaskan kondisi ibu saat ini dan dampingi ibu, anjurkan suami selalu berada di
dekat ibu.
2. Perbaikan robekan pada serviks
3. KIE tentang personal hygiene
4. Pemenuhan mobilisasi ibu
5. Pemenuhan istirahat
6. Libatkan suami dan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari

VI. PELAKSANAAN Tgl. 6-5-2011 pukul 22.05 WIB


1. Menjelaskan pada ibu bahwa anak ibu sehat dan ibu mengalami robekan serviks,
serta menganjurkan suami untuk selalu berada di dekat ibu.
2. Memperbaiki robekan servik dengan langkah sebagi berikut :
a. Memperbaiki keadaan umum ibu dengan memantau pemberian cairan infus
RL dan pantau tanda vital
b. Ambil darah untuk penggolongan, pencocokan silang dan mengukur kadar
Hb, untuk persiapan apabila memerlukan transfusi.
c. Menyiapkan peralatan dan persediaan yang dibutuhkan antara lain :
1. Sumber pencahayaan yang baik
2. Larutkan antiseptik (klorin 0,5%)
3. Sarung tangan steril
4. Transfusi darah bila diperlukan
5. Benang, cutgut
6. Klem (pemegang jarum)
7. Dua forsep sponge
8. Anestesi lokal (lidokain 1%)
9. Spekulum
d. Memberi tahu ibu prosedur tindakan pada serviks yaitu :
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada ibu
2. Bantu ibu berbaring dengan litotomi
3. Bersihkan perineum, vulva dan vagina (vulva hygiene)
4. Cuci tangan kemudian gunakan sarung tangan steril
5. Bantu ibu berkemih, jika ibu tidak mampu lakukan kateterisasi
6. Tempatkan korsep sponge pertama pada salah satu sisi laserasi, dan
forsep kedua pada sisi lain laserasi. Letakkan pegangan kedua forsep
pada satu tangan dan tarik kearah anda. Forsep akan menyeimbangkan
serviks saat melakukan sutura pada serviks.
7. Mulailah menjahit bagian apeks (atas) robekan
8. Lakukan penjahitan terputus di sepanjang luka berjarak 1 cm,
dengan mengambil seluruh ketebalan pada setiap bibir serviks.
9. Gunakan pembalut steril pada perineum.
3. Memberitahu KIE tentang personal Hygiene
a. Mengajarkan ibu untuk rajin membersihkan diri
b. Mengajarkan ibu untuk menjaga keadaan vagina agar tetap kering
c. Mengajarkan ibu untuk memantau perdarahan pervaginam setiap
melakukan hygien
4. Menganjurkan ibu untuk miring kekiri dan kekanan secara bergantian, untuk
menghindari dukubitus, dan ibu boleh mulai berjalan apabila keadaan ibu
sudah mulai membaik atau ibu sudah mampu.
5. Menganjurkan ibu untuk beristirahat cukup dalam masa pemulihan dan tidak
terlalu banyak melakukan aktivitas.
6. Melibatkan suami dan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Pada ibu
Membantu mobilisasi
Membantu ibu dalam merawat anak
Memberikan dukungan
b. Pada bayi
Memberikan bantuan pada ibu saat menyusui, misalnya dengan
memberikan bantal untuk menopang bayi saat ibu menyusui dan posisi
saat menyusui

VII. EVALUASI Tgl 6-5-2011 pukul 22.15 WIB

1. Ibu sudah mengetahui keadaannya saat ini dan suami bersedia untuk
mendampingi ibu
2. Telah dilakukan penjahitan robekan pada serviks ibu
3. Ibu telah diberikan KIE mengenai personal Hygiene dan ibu bersedia untuk
melakukannya
4. Ibu telah diajarkan mobilisasi dengan cara miring ke kiri dan ke kanan secara
bergantian
5. Ibu telah dianjurkan untuk cukup istirahat
6. Suami dan kelurga bersedia untuk ikut terlibat dalam pemenuhan kebutuhan
sehari-hari.