You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY. T DENGAN NYERI SENDI DI DESA PURWOKERTO KULON JALAN SIDANEGARA III

Untuk memenuhi nilai praktik klinik keperawatan gerontik

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY. T DENGAN NYERI SENDI DI DESA PURWOKERTO KULON JALAN SIDANEGARA III

Disusun oleh:

Sumaizi Indriyani (P1337420216011) Tingkat 3A

PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG

2019

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY. T DENGAN NYERI SENDI DI DESA PURWOKERTO KULON JALAN SIDANEGARA III

  • I. IDENTITAS UMUM KELUARGA

    • A. Identitas Pasien Nama : Ny. T

Umur

: 61 tahun

Agama

: Islam

Suku : Jawa Pendidikan : Tamat SD/Sederajat

Pekerjaan

: IRT dan Penjual Rujak

Alamat

: Jalan Sidanegara III Rt 003/006

No Telepon : 088228792252

Identitas Kepala Keluarga

Nama

: Tn. S

Umur

: 63 tahun

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Pendidikan : Tamat SD/Sederajat

Pekerjaan

: Buruh Harian Lepas

Alamat

: Jalan Sidanegara III Rt 003/006

No Telepon : 088228792252 Hub dg pasien : Suami pasien

  • B. Komposisi Keluarga

 

No

 

L/

 

Hubungan

   

.

Nama

P

Umur

Keluarga

Pekerjaan

Pendidikan

1.

Tn. T

L

30 tahun

Anak

Tidak Bekerja

SLTA

2.

An. S

P

10 tahun

Cucu

Tidak Bekerja

Tidak/Belum

Sekolah

  • C. Genogram

 
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY. T DENGAN NYERI SENDI DI DESA PURWOKERTO KULON JALAN SIDANEGARA III
KET : = Laki-laki = Perempuan = Meninggal = Klien = Menikah = Tinggal Serumah D.
KET :
= Laki-laki
= Perempuan
= Meninggal
= Klien
= Menikah
= Tinggal Serumah
D.
Tipe Keluarga
  • 1. Jenis tipe keluarga : nuclear family yaitu keluarga yang terdiri dari suami istri dan anak-anak yang hidup bersama-sama dalam satu rumah tangga.

  • 2. Masalah yang terjadi dengan tipe keluarga tersebut: ada masalah yang berarti, karena anak perempuannya yang merupakan anak pertama telah meninggal karena radang otak setelah menikah dan melahirkan anak perempuan bernama An. S yang menjadi yatim piatu setelah ditinggal juga oleh ayahnya. Sedangkan anak laki-laki Ny. T masih tinggal bersama Ny. T dan Tn. S karena belum menikah. Sehingga Ny. T dan Tn. S tinggal bersama 1 cucunya dan 1 anak laki-lakinya.

  • E. Suku Bangsa

    • 1. Asal suku bangsa: Jawa

    • 2. Budaya yang berhubungan dengan kesehatan: tidak ada budaya yang mengikat dan berpantang terhadap kesehatannya.

  • F. Agama dan Kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan: tidak ada kepercayaan di keluarga yang bertentangan dengan keluarga

  • G. Status Sosial Ekonomi Keluarga

    • 1. Anggota keluarga yang mencari nafkah: Tn. S dan Ny. T

    • 2. Penghasilan: Ny. T sebagai penjual rujak dengan penghasilan rata-rata perbulan tidak pasti

    • 3. Upaya lain: Tn. S sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan rata-rata perbulan juga tidak pasti

    • 4. Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dan lain-lain): rumah dengan perabotan yang sederhana, yang sekarang ditempati oleh Ny.T

    • 5. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan: untuk memenuhi kebutuhan primernya sendiri, Ny.T merasa cukup, keluarga Ny. T tidak menabung.

  • H. Aktivitas Rekreasi Keluarga Rekreasi keluarga hanya dilakukan dengan menonton televisi di rumah, berkumpul dengan anak dan cucunya.

  • II.

    RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

    • A. Tahap perkembangan keluarga saat ini pada tahap orangtua usia pertengahan

    • B. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya tidak ada

    • C. Riwayat kesehatan keluarga inti: tidak ada

    • D. Riwayat kesehatan saat ini: pada keluarga Ny. T yang merasa ada gangguan kesehatan adalah Ny. T. Ia sering merasa nyeri sendi dan kesemutan. Ny. T melakukan upaya untuk menjaga kesehatannya dengan mengikuti kegiatan posyandu lansia di dekat rumahnya, dan ia pernah di beri obat oleh petugas puskesmas di posyandu. Ia menjalani pola hidupnya sehari-hari dengan tidak banyak minum kopi karena ia mempunyai riwayat penyakit maag (sindrom dispepsia). Sehari-hari ia makan dengan nasi, lauk tahu, tempe dan sayur seperti kangkung.

    • E. Riwayat penyakit keturunan: ia mengatakan tidak ada keturunan dari orangtuanya yang menderita penyakit. Ia hanya tahu bahwa orang tua mereka meninggal karena usila. Waktu itu tidak ada yang sakit atau dirawat di rumah sakit.

    • F. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga:

    No

    Nama

    Umur

    BB

    Keadaan

    Imunisas

    Masalah

    Tindakan yang

    .

    Kesehatan

    i

    Kesehatan

    Telah Dilakukan

    • 1. Tn. S

    63

    th

    42

    Terkadang

    dan alergi debu

     

    Terkadang

    Meminum

    obat

    kg

    flu/pilek karena

    flu

    inza

    alergi dingin

    -

    • 2. Ny. T

    61

    th

    48

    Terkadang nyeri

     

    Nyeri sendi

    Berobat

    ke

    kg

    sendi

    dan

    dan

    Pusling

    kesemutan

    -

    kesemutan

    (Puskesmas

    Keliling)

    30 th

    • 3. -

    Tn. T

    Sehat

    -

    -

    -

     
    • 4. An.S

    10

    th

    22

    Sehat

     

    -

    -

    kg

    -

    • G. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan: puskesmas, posyandu

    • H. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya: Ny. T mengalami nyeri sendi pada bagian lutut dan kesemutan pada ekstremitas atas. Pada saat posyandu lansia ia mendapatkan obat PCT 1x1, Vit B12 2x1, dan Calcium Lactate 1x1. Saat diperiksa tekanan darahnya didapatkan hasil 90/70 mmHg. Ia tidak ada riwayat merokok, juga tidak mengonsumsi makanan-makanan kaleng atau jeroan, ayam, daging dan mie instan.

    III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN

    • A. Karakteristik Rumah

      • 1. Luas rumah kira-kira 14x4 meter persegi. Dengan 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang tengah/keluarga, 1 dapur, tempat untuk mencuci dan ada ruang untuk mandi serta WC.

      • 2. Sumber air menggunakan air PAM yang digunakan untuk mencuci, dengan septik tank kira-kira berjarak 1 m dari rumah Ny.T, ventilasi di rumah kurang terpapar sinar matahari kalau siang karena rumah Ny. T berada di dalam gang dan tertutup rumah tetangga, jendela tidak dibuka pada siang hari. Untuk malam hari penerangan menggunakan listrik dan cukup terang. Pengelolaan sampah dilakukan oleh suami Ny.T yang merupakan petugas sampah di desanya.

      • 3. Type rumah: permanen

        • a. Kepemilikan sendiri

        • b. Jumlah dan ratio kamar/ruangan 2 banding 1

        • c. Ventilasi/jendela kurang, 10% dari luas rumah

        • d. Pemanfaatan ruangan cukup, sesuai dengan pembagian dan penggunaan ruangan oleh Ny.T

        • e. Septik tank: ada

        • f. Sumber air minum: PAM

        • g. Kamar mandi/WC: ada

        • h. Sampah diangkut oleh petugas sampah yang merupakan suaminya sendiri

        • i. Kebersihan lingkungan kurang, karena perabot rumah kurang tertata rapi.

    Denah Rumah

     
     

    5

    4

     
     
     

    U

     

    B

    B T 3

    T

     

    3

     
     

    1

     

    S

     

    2

     

    KETERANGAN

    1 = ruang tamu dan ruang keluarga

    • 2 = kamar

    • 3 = kamar

    • 4 = dapur

    • 5 = kamar mandi

    • 4. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

      • a. Kebiasaan masyarakat di sekitar: tidak ada kesepakatan masyarakat yang bertentangan dengan kesehatan, posyandu lansia diadakan setiap hari senin minggu petama setiap bulannya.

      • b. Aturan/kesepakatan: tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan

      • c. Budaya jawa yang dianut turun temurun: tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan.

  • 5. Mobilitas geografis keluarga: dari dulu tinggal di rumah yang sekarang ditempati yaitu di kelurahan Purwokerto Kulon Jalan Sidanegara III

  • 6. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat: Ny. T rajin mengikuti pertemuan di masyarakat, yaitu pengajian setiap Hari Senin dan Kamis, posyandu lansia satu bulan sekali, kadang pengajian ibu-ibu rombongan dari desanya.

  • 7. Sistem pendukung: anaknya yang laki-laki belum menikah dan masih tinggal bersamanya dan satu orang cucunya tinggal di rumahnya, tidak ada masalah yang berarti mengenai hubungan dengan anak serta cucunya.

  • 8. Struktur keluarga:

    • a. Pola/cara komunikasi keluarga dengan sistem terbuka. Anak yang paling dekat dengannya adalah anak nomor duanya. Kalau ada masalah ia bicarakan dengannya. Anak pertama sudah meninggal.

    • b. Struktur kekuatan keluarga: Tn. S sebagai kepala keluarga masih dianggap yang dominan untuk memutuskan kalau ada masalah dalam keluarga, dan Ny. T sebagai orang kedua hanya ikut memberi saran dalam pengambilan keputusan dalam keluarga.

    • c. Struktur peran (peran masing-masing anggota keluarga): peran formal dan informal anak sesuai, dan Tn. S sebagai kepala keluarga untuk keluarga Ny. T sendiri.

    • d. Nilai dan norma keluarga sesuai dengan nilai dan norma masyarakat setempat, tidak ada norma yang bertentangan.

    • B. Fungsi Keluarga

    1.

    Fungsi afektif: Ny.T mengatakan bahwa anggota keluarga saling menyayangi dan

    menghormati. Apabila ada anggota keluarganya yang kesulitan maka akan saling membantu.

    • 2. Fungsi sosialisasi:

      • a. Kerukunan hidup dalam keluarga baik.

      • b. Interaksi dan hubungan dalam keluarga baik, jarang ada masalah/percekcokan.

      • c. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan adalah kepala keluarga, sebagai orang tua, Ny.T hanya sekadar memberi saran.

      • d. Kegiatan keluarga waktu senggang: menonton televisi di rumah dan berkumpul dengan anak dan cucu mereka.

      • e. Partisipasi dalam kegiatan sosial: baik.

  • 3. Fungsi perawatan kesehatan: Keluarga mengenal masalah kesehatan, hanya sebatas mengerti penyakit yang muncul perlu diobati.

  • 4. Fungsi reproduksi:

    • a. Perencanaan jumlah anak: sudah tidak merencanakan lagi

    • b. Akseptor: tidak.

    • c. Akseptor: tidak.

    • d. Keterangan lain: -

  • 5. Fungsi ekonomi

    • a. Upaya pemenuhan sandang pangan dipenuhi dengan bekerja menjual rujak di desanya.

    • b. Pemanfaatan sumber di masyarakat: tidak ada.

    • C. Stres dan Koping Keluarga

      • 1. Stressor jangka pendek: Ny. T mengatakan bagaimana melakukan perawatan pada penyakitnya agar tidak mengalami nyeri sendi dan kesemutan.

      • 2. Stressor jangka panjang: ingin memenuhi hidupnya dengan memenuhi kebutuhan dan mengajak cucunya rekreasi.

      • 3. Respons keluarga terhadap stressor: menjalani dengan tenang dan pasrah, serta tetap berusaha untuk berobat dan berdoa.

      • 4. Strategi koping: memandang sakitnya karena pola makannya dan gaya hidup yang kadang sering mengonsumsi kopi dan es teh.

      • 5. Strategi adaptasi disfungsional: Ny.T lebih memfokuskan kepada kegiatan sehari- hari dengan berdoa juga, serta memeriksakan sakitnya ke posyandu, mencari tahu obat yang bisa mengatasi sakitnya dengan membeli obat di warung.

  • D. Keadaan Gizi Keluarga Pemenuhan gizi: cukup Upaya lain: tidak ada

  • E. Harapan Keluarga

    • 1. Terhadap masalah kesehatannya: berusaha menjaga pola makan supaya tidak nyeri sendi lutut. Terhadap petugas kesehatan yang ada: minta diberi tahu mengenai perawatan untuk mengurangi nyeri sendi dan kesemutan.

    2.

    • F. Pemeriksaan Fisik Ny. T

    NO.

    VARIABLE

    1.

    Riwayat penyakit saat ini

    Nyeri sendi dan kesemutan

    2.

    Keluhan yang dirasakan

    Saat ini mengeluh nyeri sendi dan kesemutan

    3.

    Tanda dan gejala

    Kadang lutut mengalami nyeri pada pagi hari dan Ny. T

    juga mengalami kesemutan pada ekstremitas atas

    4.

    Riwayat

    penyakit

    Maag

    sebelumnya

    5.

    Tanda-tanda vital

    TD: 90/70 mmHg

    6.

    Sistem kardiovaskuler

    Normal

    7.

    Kepala

    = mesochepal, bentuk simetris dengan bentuk tubuh,

    Mata

    tidak ada pembesaran, dan tidak ada nyeri, serta tidak teraba pembengkakan. = konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, belum

    Hidung

    pernah periksa visus, tidak menggunakan kacamata. Lapang pandang masih baik. = simetris, bersih, tidak tedapat polip, tidak beringus. Tidak ada pembengkakan. Rangsang terhadap stimulus

    Telinga

    masih baik. = aurikel normal, bersih, tidak ada peradangan, respons terhadap bunyi dan ambang dengar masih baik.

    Mulut

    = mukosa bibir tidak pucat, tidak kering, tidak pecah- pecah, kelenjar air liur tidak ada masalah, tidak ada

    Leher

    pembengkakan, maupun rasa nyeri. Gigi masih utuh, gusi tidak bengkak, lidah tidak kotor, rasa terhadap pengecapan masih baik. = tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. = simetris, tidak terdapat nyeri dada, auskultasi tidak

    Dada

    terdapat bunyi nafas yang abnormal.

     

    Abdomen

    = datar, supel, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran.

    Ekstremitas atas dan bawah

    = tidak ada cyanosis, tidak bengkak,, tidak terdapat baal, dan berjalan masih baik, ada kaku sendi. = bersih, tidak bersisik, Ny. T merasa gatal pada kulit di

    Kulit

    bagian punggung, kebersihan diri cukup.

    Pengkajian fungsional, mental dan spiritual:

     

    INDEKS KATZ

    Skor

    Kriteria

     

    Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil, berpakaian

    A

    dan mandi

    • a. Hasil pemeriksaan screening ADL = A

    • b. Pemeriksaan status kognitif dan afektif, didapatkan hasil fungsi intelektual utuh. MMSE = 30, tidak ada gangguan memori

    • c. Pemeriksaan sosial = APGAR keluarga didapat = 8 (jadi tidak terdapat disfungsi keluarga).

    • d. Pemeriksaan spiritul = masih aktif mengikuti pengajian rutin, dan melaksanakan sholat lima waktu.

    IV. ANALISA DATA

    NO

    DATA FOKUS

    ETIOLOGI

    PROBLEM

    .

    1.

    DS: Ny. T mengatakan sering merasa

    90/70 mmHg

    Agens

    cedera

    Nyeri akut

    nyeri pada lututnya

    fisik

    P : nyeri di daerah lutut Q : pegel R : lutut S : skala 6 T : saat pagi hari DO: Ny. T terlihat kecapaian. TD:

     

    2.

    DS: Ny. T mengatakan belum tahu

    nyeri dan kesemutan

    Kurang informasi

    Defisiensi

    perawatan untuk nyeri sendi yang

    pengetahuan

     

    dialaminya DO: Ny.T tampak memegangi lututnya dan menunjukkan bagian ekstremitas atas yang mengalami

     

    V.

    DIAGNOSIS KEPERAWATAN

     

    Diagnosis keperawatan yang muncul:

    1. Nyeri akut b.d agens cedera fisik

    2.

    Defisiensi pengetahuan b.d nyeri sendi

    Skoring dan prioritas masalah:

     

    Nyeri akut pada Ny.T

     

    NO

     

    KRITERIA

     

    SKOR

     

    PEMBENARAN

     
     

    .

       

    1.

     

    Sifat masalah = aktual

     

    3/3x1=1

    Masalah aktual, Ny.T sudah mengalami nyeri sendi sehingga perlu dilakukan tindakan pengobatan dan perawatan supaya

     

    nyeri sendi dapat teratasi

     

    2.

    Kemungkinan masalah dapat diubah = mudah

    2/2x2=2

    Kemungkinan masalah dapat diatasi, karena Ny.T ada kemauan dan dekat dengan akses

    posyandu lansia serta pelayanan kesehatan.

    3.

    Potensial

    masalah

    2/3x1=2/

    Ny.T menganggap nyeri sendinya sebagai

    untuk

    dicegah

    =

    3

    tanda kalau Ny.T kecapaian

     

    cukup/sedang

     

    4.

    Menonjolnya masalah

    2/2x1=1

    Ny.T

    menganggap

    masalah

    ini

    dapat

    = segera ditangani

     

    mengganggu aktivitasnya

     

    Jumlah

     

    4 2/3

    Defisiensi pengetahuan

     
     

    NO.

    KRITERIA

     

    SKOR

    PEMBENARAN

     
       

    1.

    Sifat

    masalah

    =

    3/3x1=1

    Ny. T mengatakan belum mengetahui

     

    aktual

    tentang perawatan nyeri sendi yang dialami

    1.

    Kemungkinan

     

    2/2x2=2

    Kemungkinan masalah dapat diubah dengan

     

    masalah dapat

     

    peran serta keluarga (suami dan anaknya)

    diubah = mudah

    yang perhatian terhadap sakitnya

     
    • 2. Potensial

    masalah

    2/3x1=2/

    Ny. T menderita nyeri sendi pada waktu

    untuk

    dicegah

    =

    3

    pagi hari setelah bangun tidur dan tidak

    cukup/sedang

    menginginkan terjadinya komplikasi

     
    • 3. Menonjolnya

    2/2x1=1

    Ny.T merasa keadaan tersebut berlangsung

    masalah =

    segera

    lama

    ditangani

     

    4 2/3

     

    Jumlah

    Hari/

           

    N

    Tangga

    D

     

    Tujuan dan Kriteria Hasil

    Intervensi

    Para

    o

    l

    x

     

    f

    1

    Rabu/

    I

     

    Setelah

    dilakukan

    tindakan

    Manajemen nyeri (1400)

    6-2-

    keperawatan selama 3x24 jam

    • 1. Lakukan pengkajian nyeri

    2019

    diharapkan

     

    nyeri

    pasien

    berkurang,

    sesuai

    dengan

    komprehensif yang meliputi

    kriteria hasil:

     

    lokasi, karakteristik,

    Tingkat Nyeri (2102)

     

    onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau

     

    beratnya nyeri dan faktor

     

    Indikator

     

    Awal

    Tujuan

    pencetus.

    Nyeri

    yang

     

    3

    4

    dilaporkan

    • 2. Gunakan strategi

    Ekspresi

     

    3

    4

    komunikasi terapeutik

    nyeri wajah

    untuk mengetahui

    Ketegangan

     

    2

    4

    otot

    pengalaman nyeri dan

         

    sampaikan penerimaan

    Ket

    pasien terhadap nyeri.

    1 Berat

    2 Cukup berat

     
    • 3. Gali pengetahuan dan kepercayaan pasien

    3 Sedang mengenai nyeri. 4 Ringan 4. 5 Tidak ada Gali bersama pasien faktor- faktor yang
    3
    Sedang
    mengenai nyeri.
    4
    Ringan
    4.
    5
    Tidak ada
    Gali bersama pasien faktor-
    faktor yang dapat
    menurunkan atau
    memperberat nyeri
    5.
    Bantu keluarga dalam
    mencari dan menyediakan
    dukungan.
    6.
    Tentukan kebutuhan
    frekuensi untuk melakukan
    pengkajian
    ketidaknyamanan pasien
    dan mengimplementasikan
    rencana monitor.
    7.
    Berikan informasi
    mengenai nyeri, seperti
    penyebab nyeri, berapa
    lama nyeri akan dirasakan.
    8.
    Kurangi atau eliminasi
    faktor-faktor yang dapat
    mencetuskan atau
    meningkatkan nyeri
    misalnya kelelahan.
    9.
    Ajarkan prinsip-prinsip
    manajemen nyeri
    10.Dorong pasien untuk
           

    memonitor nyeri dan menangani nyerinya dengan tepat.

     

    11.Dukung istirahat/tidur yang adekuat untuk membantu

    penurunan nyeri.

    2

    Rabu/

    II

     

    Setelah dilakukan tindakan

    Pengetahuan : Manajemen

    Pendidikan kesehatan (5510)

    6-2-

    keperawatan selama 3x24 jam

    • 1. Tentukan pengetahuan

    2019

    diharapkan pengetahuan pasien

    kesehatan dan gaya hidup

    tentang nyeri bertambah, sesuai dengan kriteria hasil:

    penyakit akut (1844)

    perilaku saat ini pada individu, keluarga atau kelompok sasaran.

     
    • 2. Rumuskan tujuan dalam

     

    Indikator

    Awal

    Tujuan

    program Pendidikan

    Faktor-faktor

    2

    3

    kesehatan.

    penyebab

    dan

    faktor

    • 3. Berikan ceramah untuk

    yang

    menyampaikan informasi

    berkontribusi

    [pada] saat yang tepat.

    Tanda

    dan

    2

    3

    gejala

    • 4. Libatkan individu,

    penyakit

    keluarga, dan kelompok

    Tanda

    dan

    1

    3

    dalam perencanaan dan

    gejala

    rencana implementasi gaya

    komplikasi

    hidup atau modifikasi

    Modifikasi

    1

    3

    diet

    perilaku kesehatan.

    Ket

    • 5. Tekankan pentingnya pola makan yang sehat, tidur,

     

    berolahraga dan lain-lain

         
    • 1 Tidak ada pengetahuan

    bagi individu dan keluarga.

     
    • 2 Pengetahuan terbatas

    Pengajaran: proses penyakit

    (5602)

    • 3 Pengetahuan sedang

    • 1. Kaji tingkat pengetahuan

    • 4 Pengetahuan banyak

    pasien terkait dengan proses penyakit yang

    • 5 Pengetahuan sangat banyak

    spesifik.

    • 2. Jelaskan tanda dan gejala yang umum dari penyakit.

    • 3. Edukasi pasien mengenai tindakan untuk mengontrol/meminimalka

     

    n gejala.

    Hari/

           

    Tanggal

    Dx

    Implementasi

    Respon

    Paraf

    Kamis/

    I

    • 1. Menggunakan strategi

    Pasien kooperatif

     

    7-2-2019

    komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri dan sampaikan penerimaan pasien terhadap nyeri.

    • 2. Melakukan pengkajian nyeri komprehensif yang meliputi lokasi, karakteristik, onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau beratnya nyeri dan faktor

    P: Nyeri lutut Q: Pegal R: Lutut S: 6 T: Pagi hari

    pencetus.

    VI. IMPLEMENTASI

       
    • 3. Menggali pengetahuan dan kepercayaan pasien mengenai nyeri.

    Pasien belum mengetahui penyebab nyerinya

     
    • 4. Menggali bersama pasien faktor-faktor yang dapat menurunkan atau memperberat nyeri

    Pasien mengatakan nyeri akan bertambah jika kecapaian

    • 5. Membantu keluarga dalam mencari dan menyediakan dukungan.

    Mendukung pasien untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya di pelayanan kesehatan terdekat

    • 6. Menentukan kebutuhan

    Frekuensi pengkajian

    frekuensi untuk melakukan

    3x24 jam pada pukul

    pengkajian ketidaknyamanan pasien dan mengimplementasikan rencana monitor.

    10

    • 7. Memberikan informasi mengenai nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan dirasakan.

    Pasien kooperatif saat dijelaskan penyebab nyeri sendinya bisa karena keturunan, usia tua, kegemukan, infeksi, jatuh, kecelakaan dan nutrisi

    • 8. Mengurangi atau eliminasi faktor-faktor yang dapat mencetuskan atau

    yang kurang. Menyarankan pasien untuk tidak

    meningkatkan nyeri

    beraktivitas berat

         

    misalnya kelelahan.

       

    9.

    Mengajarkan prinsip-prinsip manajemen nyeri

    Mengajarkan prinsip

    • 10. Mendorong pasien untuk memonitor nyeri dan menangani nyerinya dengan tepat.

    kompres hangat untuk mengurangi nyeri sendi lutut yang dialami pasien

    • 11. Mendukung istirahat/tidur yang adekuat untuk membantu penurunan nyeri.

    Menyarankan pasien untuk istirahat 5-6 jam

    • 12. Menentukan pengetahuan kesehatan dan gaya hidup perilaku saat ini pada individu, keluarga atau kelompok sasaran.

    dalam sehari Pasien menyebutkan tentang tanda dan gejala nyeri yang dialaminya.

    • 13. Merumuskan tujuan dalam program pendidikan kesehatan.

    Tujuan pendidikan kesehatan supaya pasien mengetahui pengertian nyeri,

    • 14. Memberikan ceramah untuk menyampaikan informasi [pada] saat yang tepat.

    penyebab, dan pencegahan nyeri Memberikan pengetahuan tentang penyebab nyeri, tanda

    • 15. Melibatkan individu, keluarga, dan kelompok dalam perencanaan dan rencana implementasi gaya

    dan gejala dan pencegahan nyeri sendi Menyertakan keluarga pasien dalam rencana

     

    hidup atau modifikasi

    implementasi gaya

       

    perilaku kesehatan.

    hidup/modifikasi

     
    • 16. Menekankan pentingnya pola makan yang sehat, tidur, berolahraga dan lain- lain bagi individu dan keluarga.

    perilaku kesehatan (mengurangi aktivitas berat, olahraga teratur, istirahat yang cukup, diet rendah purin dan

    • 17. Mengkaji tingkat pengetahuan pasien terkait dengan proses penyakit yang spesifik.

    membatasi konsumsi lemak) Pasien mengatakan nyeri sendi bagian lutut timbul pada

    • 18. Menjelaskan tanda dan gejala yang umum dari penyakit.

    waktu bangun tidur di pagi hari Tanda dan gejala nyeri sendi meliputi pegal- pegal pada sendi, kaku pada pagi hari,

    • 19. Mengedukasi pasien mengenai tindakan untuk mengontrol/meminimalkan gejala.

    kemerahan, bengkak dan kesemutan Memberikan pasien Pendidikan kesehatan tentang cara perawatan nyeri sendi dengan

    kompres hangat

    VII.EVALUASI

    No

    DX

    Evaluasi (SOAP)

    Paraf

    .

    1.

    I

    S = Pasien mengatakan nyeri sendi P: Nyeri sendi lutut Q: Pegel

     

    R: Lutut

    S: 6 T: Pgi hari O = Pasien tampak memegangi lututnya, TD:90/70 mmHg A = Masalah teratasi sebagian

    Indikator

    Awal

    Tujuan

    Akhir

    Nyeri

    yang

       

    dilaporkan

    3

    4

    3

    Ekspresi nyeri wajah

    3

    4

    4

    Ketegangan otot

    2

    4

    3

    P = Lanjutkan intervensi manajemen nyeri

    S = Pasien mengerti penjelasan yang disampaikan O = Pasien tampak antusias dan kooperatif dalam penyuluhan/penkes A = Masalah teratasi sebagian

    P = Lanjutkan intervensi pendidikan kesehatan dan

    pengajaran proses penyakit

    Indikator

    Awal

    Tujuan

    Akhir

    Faktor-faktor penyebab dan faktor yang berkontribusi

    2

    3

    3

    Tanda dan gejala penyakit

    2

    3

    3

    Tanda dan gejala komplikasi

    1

    3

    2

    Modifikasi diet

    1

    3

    2

    S: 6 T: Pgi hari O = Pasien tampak memegangi lututnya, TD:90/70 mmHg A = Masalah