You are on page 1of 7

149

Media Ilmu Kesehatan Vol. 7, No. 2, Agustus 2018

EFEKTIVITAS LATIHAN ROM DAN BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN


KEKUATAN MENGGENGGAM DAN FUNGSI MENGGENGGAM
PADA PASIEN STROKE DI RSUD SLEMAN

EFFECTIVENESS ROM EXERCISE AND RUBBER BALL MOVEMENT AGAINST


MUSCLE STRENGTH GRASPING AND HOLDING FUNCTION
IN STROKE PATIENTS IN RSUD SLEMAN

Ardin S Hentu¹*, Erna Rochmawati ², Erfin Firmawati ³

*¹Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl. Brawijaya, Kasihan, Tamantirto,


Kasihan, Bantul, Daerah Istimewah Yogyakarta, Email: ardinhentu@gmail.com, Indonesia
²Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Program Pascasarjana, Jalan Brawijaya, Kasihan, Tamantirto,
Kasihan, Bantul, Daerah Istimewah Yogyakarta, Indonesia
³Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Program Pascasarjana, Jalan Brawijaya, Kasihan, Tamantirto,
Kasihan, Bantul, Daerah Istimewah Yogyakarta, Indonesia

ABSTRACT
Background: Stroke is the third leading cause of death after coronary heart disease and cancer. In stroke
patients the main problem that will arise is the damage / death of brain tissue. Signs of the occurrence of
damage to brain tissue is paralysis. Range of Motion and Rubber Ball Exercises are Rehabilitation that can
be given. This exercise can tone the acupuncture points of the hands that indirectly signal to the sensory part
of the nerve to be delivered to the brain.
Objective: To know the increase in grasping power and grasping functions in stroke patients after Range of
Motion and rubber ball motion exercises.
Methods: The design used in this study is experimental quasy, using a control group. This research was
conducted in RSUD Sleman. The sample in this study were 26 respondents divided into two groups.
Sampling using purposive sample technique.
Result : The results of this study indicate an increase in the value of grasping muscle strength and grasping
functions in Range of Motion and Rubber ball exercise.
Conclusion : Range of Motion exercises and rubber ball movement are effective in improving the value of
muscle strength grasping and grasping functions. In expecting further research can increase the number of
respondents.

Keyword : Grasping Power, Grasping Function, Range of Motion, Rubbing Ball, Stroke.

PENDAHULUAN Stroke merupakan penyebab kematian


Stroke adalah sindrom klinis dengan peringkat ketiga setelah penyakit jantung
gejala gangguan fungsi pada otak fokal atau koroner dan kanker sebagai penyakit
global dengan tanda dan gejala yang terjadi mematikan di dunia, tercatat satu dari
selama 24 jam atau lebih, Stroke disebabkan sepuluh kematian di dunia di alami oleh
adanya gangguan aliran darah dalam otak penderita stroke.2 Data dari Yayasan Stroke
yang dapat timbul secara mendadak (dalam Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia
beberapa detik) atau secara cepat (dalam adalah urutan pertama dengan penderita
beberapa jam) dengan gejala atau tanda stroke terbanyak di Asia Tenggara.3
yang sesuai dengan daerah yang terganggu
sebagai hasil dari infark cerebri (stroke
iskemik).1
Efektivitas Latihan ROM dan Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Menggenggam dan Fungsi Menggenggam pada Pasien
Stroke di RSUD Sleman
Ardin S Hentu, Erna Rochmawati, Erfin Firmawati
MIK P-ISSN 2252-3413, E-ISSN 2548-6268
150
Media Ilmu Kesehatan Vol. 7, No. 2, Agustus 2018

Pada penderita stroke masalah utama menstilmulus titik akupuntur terutama pada
yang akan timbul yaitu rusaknya/matinya bagian tangan yang secara tidak langsung
jaringan otak yang dapat mengakibatkan akan memberikan sinyal ke bagian saraf
berkurangnya atau bahkan hilangnya fungsi sensorik pada permukaan tangan yang akan
jaringan tersebut.4 Salah satu tanda disampaikan ke otak.7
terjadinya rusaknya jaringan otak yaitu Latihan menggengam bola ini juga
adanya kecacatan berupa kelumpuhan dapat merangsang serat-serat otot untuk
anggota gerak hemiparesis, gangguan berkontraksi, hanya dengan sedikit kontraksi
berpikir, berkurangnya daya ingat, kuat setiap latihan dengan karakteristik bola
menurunnya kemampuan bicara serta karet yang memilikiki tekstur bergerigi dan
5
gangguan fungsi lainnya. lentur akan melatih reseptor sensorik dan
Rehabilitasi merupakan program terapi motorik.8
dasar dari pemulihan pasien stroke yang Beberapa penelitian telah dilakukan
4
mengalami gangguan fungsi gerak. sebelumnya salah satunya penelitian yang
Rehabilitasi yang dapat meningkatkan dilakukan oleh Beebe & Lang menunjukkan
kemampuan pada penderita stroke yang peningkatan yang signifikan pada pemberian
mengalami kelemahan dapat diberikan ROM secara rutin, dimana peningkatan
berupa latihan fisik. Latihan ini dapat kekuatan otot yang sebelum pemberian ROM
diberikan selama 4 minggu dengan latihan 2 skalanya 2 dan setelah pemberian ROM
kali dalam seminggu dengan durasi 1 jam meningkat menjadi 3.9
pada setiap latihannya.6 Pemulihan fungsi ektremitas atas
Rehabilisasi pasca stroke salah satunya biasanya terjadi dalam rentang waktu 4
yaitu melalui latihan ROM baik pasif ataupun minggu, latihan yang dapat dilakukan dalam
aktif. Latihan ROM ini ialah latihan yang meningkatkan fungsi ekstremitas atas yaitu
dilakukan guna memaksimalkan dan menggenggam, mencengkram, bergerak, dan
mengoptimalkan fungsi dari persendian dari melepaskan beban.10
kemampuan seseorang yang tidak Berdasarkan hal tersebut peneliti
menimbulkan rasa nyeri.4 Range Of Motion tertarik menelititi tentang “Apakah latihan
(ROM) sendiri dapat di kombinasikan dengan Range Of Motion (ROM) dan gerakan bola
tambahan sarana bola karet sebagai karet efektif meningkatkan kekuatan otot
intervensinya. menggengam dan fungsi menggenggam
Penggunaan bola pada latihan ini pada pasien stroke di RSUD Sleman?”.
adalah yang memiliki ciri fisik bergerigi
BAHAN DAN CARA PENELITIAN
dengan sifat lembut/elastis. Penggunaan bola
Jenis penelitian ini adalah penelitian
dengan ciri fisik tersebut diharapkan dapat
kuantitatif dengan desain yang digunakan
Efektivitas Latihan ROM dan Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Menggenggam dan Fungsi Menggenggam pada Pasien
Stroke di RSUD Sleman
Ardin S Hentu, Erna Rochmawati, Erfin Firmawati
MIK P-ISSN 2252-3413, E-ISSN 2548-6268
151
Media Ilmu Kesehatan Vol. 7, No. 2, Agustus 2018

dalam penelitian ini menggunakan quasy karet yang pada permukaannya bergerigi dan
experimental design with control group. lentur, latihan menggenggam bola karet
Penelitian ini akan melihat apakah latihan diilakukan selama 10 hingga 15 menit.
Range Of Motion Dan gerakan Bola Karet
HASIL DAN PEMBAHASAN
dapat meningkatkan nilai kekuatan otot
Dari pelaksanaan kegiatan yang telah
menggenggam dan fungsi menggenggam
dilakukan, berikut adalah hasil penelitian
pada pasien stroke yang mengalami
berupa karakteristik responden, nilai
kelemahan hemiparesis. Jumlah pasien
kekuatan otot dapat di lihat pada tabel
Stroke Di ruang Rehabilitasi Medik RSUD
berikut.
Sleman adalah sebesar 26 pasien.
Tehnik analisis data pada penelitian ini Tabel 1 Karakteristik responden (N=26)
menggunakan Independent T-test pada data Kategori Kelompok
Intervensi Kontrol
yang berdistriusi normal yaitu pada variabel F Total F Total
kekuatan menggenggam, dan Mann Whitney (%) (%)
Usia
pada data yang tidak berdistribusi normal 50-54 - - 3 25
55-59 7 50 4 25
yakni pada variabel fungsi menggengam.
60-64 5 35,7 5 33
pengambilan sampel adalah dengan 65-69 1 7,1 - -
>70 1 7,1 - -
menggunakan tehnik Purposive Sample R.Penyakit
dimana sample pada penelitian ini ialah Hipertensi 8 57,1 8 60,2
Diabetes 6 42,8 3 38,5
pasien dengan stroke hemoragi maupun Jantung - - 1 3,2
hemiparesis dan yang memiliki kekuatan otot Serangan
stroke
minimal 2, kemudian di bagi kedalam dua Ke-1 10 71,4 8 66,7
>1 4 28,6 4 33,3
kelompok yaitu kelompok kontrol dan Pendidikan
kelompok intervensi. Dimana kelompok Sd 5 35,7 2 16,7
SMA 6 42,9 8 66,7
Intervensi sebanyak 14 responden dan 12 Diploma 2 14,3 - -
responden pada kelompok kontrol. Latihan di Sarjana 1 7,1 2 16,7
Jenis
berikan sebanyak 6 kali pada masing-masing Kelamin
Laki-laki 9 64,3 6 50
kelompok di mana dalam 1 minggu
Perempuan 5 35,7 6 50
mendapatkan 2 kali latihan. Perbedaan
kedua kelompok terletak pada latihan yang Berdasarkan tabel 1 didapatkan data
diberikan yakni pada kelompok intervensi bahwa pada karakteristik responden
diberikan latihan ROM dan bola karet, berdasarkan status umur khususnya pada
sedangkan pada kelompok kontrol hanya kelompok intervensi hampir setengah
diberikan latihan ROM saja. Bola karet yang responden memiliki umur 55-59 tahun.
digunakan pada pada penelitian ini yaitu bola Sedangkan untuk kelompok kontrol terdapat

Efektivitas Latihan ROM dan Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Menggenggam dan Fungsi Menggenggam pada Pasien
Stroke di RSUD Sleman
Ardin S Hentu, Erna Rochmawati, Erfin Firmawati
MIK P-ISSN 2252-3413, E-ISSN 2548-6268
152
Media Ilmu Kesehatan Vol. 7, No. 2, Agustus 2018

empat responden yang memiliki umur 60-64 Tabel 2. Perbedaan Rata-Rata Nilai Kekuatan
Otot Kelompok Intervensi Dengan Kelompok
tahun dan untuk umur 50-54 serta 55-59 Kontrol Sebelum Dan Sesudah Perlakuan
sebanyak 3 responden. Untuk riwayat Kelompok N V Mean P.value
Intervensi 14 Pre 2,07 0,008
penyakit terdapat 8 responden yang memiliki 14 Post 2,57
Kontrol 12 Pre 2,00 0,048
riwayat hipertensi untuk kedua kelompok,
12 Post 2,33
sedangkan diabetes terdapat 6 pada
kelompok intervensi dan 3 responden pada Dari Tabel 2 menunjukkan nilai
kelompok kontrol untuk riwayat penyalit perbedaan kekuatan otot pada kelompok
jantung terdapat 1 respnden yakni pada intervensi dan kelompok kontrol, dimana di
kelompok kontrol. dapatkan hasil nilai mean meningkat pada
Karakteristik responden berdasarkan kelompok intervensi yaitu 2,57 dengan
riwayat serangan stroke di dapatkan bahwa p.value 0,008 dan untuk kelompok kontrol di
untuk kelompok intervensi terdapat 10 dapatkan mean 2,33 dengan p.value 0,048.
responden yang memiliki serangan ke 1,
Tabel 3. Nilai Rata-Rata Pre dan Post Kekuatan
serta kelompok kontrol terdapat 8 responden. Otot Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok
Untuk serangan ke 2 masing-masing Kontrol
Kelom N V Mean P.value
kelompok terdapat 4 responden yang pok
Pre 14 intervensi 13,93 0,355
memiliki serangan stroke ke 2.
12 Kontrol 11,83
Kelompok intervensi didapatkan data Post 14 Intervensi 14,93 0,023
12 Kontrol 13,00
bawah tingkat pendidikan SD sebanyak 5
responden, SMA 6 responden, Diploma 2 Nilai rata-rata Pre dan Post kekuatan
responden, Sarjana 1 responden. Sedangkan
otot dapat dilihat dari tabel 3. Di mana
untuk kelompok kontrol di dapatkan tingkat didapatkan hasil bahwa pada kelompok
pendidikan SMA terbanyak yaitu sebanyak 8 intervensi nilai mean rank meningkat menjadi
responden, dan 2 responden pada tingkat 14,93 dan pada kelompok kontrol di dapatkan
pendidikan SD dan Sarjana. Jenis kelamin nilai mean rank sebesar 13,00
pria adalah yang memiliki responden Responden terbanyak pada penelitian
terbanyak yaitu 9 responden untuk kelompok ini berusia 55-59 tahun yang masuk pada
intervensi dan 6 untuk kelompok kontrol kategori lansia awal, berdasarkan kategori
sedangkan untuk responden yang berjenis
usia menurut Depkes. Hipertensi dan
kelamin perempuan terdapat 5 responden
diabetes merupakan riwayat penyakit yang
pada kelompok intervensi dan 6 responden biasanya terkena pada penderita stroke. Di
pada kelompok kontrol. usia 50 tahun atau pada masa lansia awal
terjadi penurunan pada arteri yakni menjadi
lebih kaku dan kurang mampu merespon
Efektivitas Latihan ROM dan Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Menggenggam dan Fungsi Menggenggam pada Pasien
Stroke di RSUD Sleman
Ardin S Hentu, Erna Rochmawati, Erfin Firmawati
MIK P-ISSN 2252-3413, E-ISSN 2548-6268
153
Media Ilmu Kesehatan Vol. 7, No. 2, Agustus 2018

tekanan darah, hal inilah yang menyebabkan pada kelompok kontrol. Hasil penelitian dari
seseorang yang memiliki riwayat hipertensi Sukmaningrum juga menunjukkan bahwa
serta diabetes yang memiliki umur pada jenis kelamin pria adalah responden
lansia awal lebih rentan terkena stroke.11 terbanyak yaitu 11 responden dan 7 pada
Faktor usia, ras, genetik, dan jenis kelamin kempok kontrol.15 Jenis kelamin pria
pada penderita stroke merupakan faktor yang cenderung lebih tinggi untuk terkena stroke
1
tidak dapat di ubah. Penelitian dari Made dibandingkan wanita, perbandiangan ini yaitu
1
juga menemukan bahwa usia 55-59 tahun 3:1. Jenis kelamin pria juga sebagai
adalah usia yang terbanyak yang mengalami penderita terbanyak dapat dilihat dari pola
12
stroke yaitu sebesar 76 %. hidup, pria cenderung memiliki pola hidup
Serangan Stroke pertama merupakan yang tidak sehat dibandingkan wanita,
serangan terbanyak pada hasil penelitian sebagai contoh kebiasaan merokok dan pola
yang telah dilakukan, Perbedaan ini di makan yang tidak sehat lebih banyak
sebabkan karena pada serangan stroke yang dilakukan oleh pria dibandingkan oleh
16
pertama terjadi perubahan fisik yang jelas wanita.
dibandingkan dengan keadaan sebelum Nilai Rata-rata Kekuatan Otot Pada
serangan, seperti adanya penurunan Kelompok Kontrol dan Kelompok
kesadaran, kelemahan atau kelumpuhan Intervensi
pada sebagian tubuh, selain itu hal yang Pada hasil penelitian didapatkan
menyebabkan serangan kedua jarang terjadi peningkatan nilai kekuatan otot yakni dengan
karena setelah serangan pertama terjadi, nilai mean naik menjadi 2,57. Hal ini
maka pasien pasca stroke berusaha membuktikan bahwa pemberian latihan ROM
mengontrol berbagai faktor risiko penyebab dan gerakan bola karet efektif dalam
stroke.13 meningkatkan nilai kekuatan otot. Pemberian
Tingkat pendidikan pada pasien stroke latihan ROM dan bola karet sendiri
lebih mengarah terhadap pengetahuan merupakan terapi yang dapat meningkatkan
penyakit tersebut, penanggulangan, serta atau merangsang sensorik di tangan dan
pengobatan yang akan dijalani, semakin mengririmkan sinyal ke otak.17 Rangsang
tinggi tingkat pendidikan sesorang maka gaya sensorik halus dan tekanan akan diolah
hidup serta kehidupan yang dijalani lebih dalam korteks sensorik yang selanjutnya
stabil dan lebih sehat dibandingkan dengan impuls disalurkan dalam korteks motorik.
tingkat pendidikan rendah.14 Impuls yang terbentuk di neuron motorik
Jenis kelamin pria adalah yang kedua pada nuclei nervi kranialis dan kornu
terbanyak pada penelitian ini yaitu sebanyak anterius medulla spinalis berjalan melewati
9 responden pada kelompok intervensi dan 6 radiks anterior, pleksus saraf (di region

Efektivitas Latihan ROM dan Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Menggenggam dan Fungsi Menggenggam pada Pasien
Stroke di RSUD Sleman
Ardin S Hentu, Erna Rochmawati, Erfin Firmawati
MIK P-ISSN 2252-3413, E-ISSN 2548-6268
154
Media Ilmu Kesehatan Vol. 7, No. 2, Agustus 2018

servikal dan lumbosakral), serta saraf perifer KESIMPULAN


dalam perjalanannya ke otot-otot rangka. Latihan Range Of Motion dan gerakan
Impuls dihantarkan ke sel-sel otot melalui bola karet terbukti efektif dalam
motor end plate taut neuromuskular meningkatkan kekuatan otot pada pasien
kemudian akan terjadi gerakan otot pada stroke yang mengalami kelemahan gerak
ekstremitas atas. Mekanisme ini dinamakan (Hemiparesis). Diharapkan pada penelitian
feed- forward control sebagai respon selanjutnya dapat meningkatkan jumlah
terhadap rangsang tekanan dan sentuhan responden dan waktu pemberian terapi yang
halus bola karet pada tangan.18 lebih banyak lagi.
Nilai Rata-rata Pre dan Post Kekuatan Otot
Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok TERIMA KASIH
Kontrol 1. dr. Joko Hastaryo, M.Kes, Direktur Rumah
Dari hasil penelitian didapatkan Sakit Umum Daerah Sleman
peningkatan nilai kekuatan otot setelah 2. Ratih Pramudianingrum, S.Kep.,Ners
dilakukan latihan ROM dan gerakan bola Manager Pelayanan Pasien
karet, di mana didapatkan nilai mean 3. dr. Hj. Sulistiwi, Sp.RM Penanggung
meningkat menjadi 14,93 pada kelompok Jawab Ruang Rehabilitasi medik RSUD
intervensi dan 13,00 pada kelompok kontrol. Sleman
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang
KEPUSTAKAAN
dilakukan oleh Daya yang menunjukkan
1. American Stroke Association & American
peningkatan nilai kekuatan otot pada pasien Heart Association. The Stroke Family
Caregiver;2015
yang di berikan latihan ROM dan bola karet.
2. World Health Organization. Stroke forum;
19
2010
3. Yayasan Stroke Indonesia. Sekilas
Peningkatan nilai kekuatan otot ini
Tentang Stroke.
terjadi karena adanya latihan yang rutin www.yastroki.or.id/berita.php; 2011
4. Wiwit, S., Stroke & Penanganannya.
dilakukan oleh responden yang dapat
Jogjakarta; Katahati; 2010.
memberikan dampak pembesaran fibril otot.20 5. Valente, et al.. Ischemic Stroke Due to
Middle Cerebral Artery M1 Segment
Maka dengan seringnya latihan pembesaran
Occlusion: Latvian Stroke Register Data.
fibril otot juga semakin besar. Latihan Proceedings of the Latvian Academy of
Sciences. 2015; Volume 69, (5)
menggenggam bola karet sendiri dapat
6. Staubli, P., Nef, T., Klamroth-marganska,
membantu membagkitkan kembali kendali di V., & Riener, R. Effects of intensive arm
training with the rehabilitation robot
otak serta latihan ini akan merangsang serat-
ARMin II in chronic stroke patients : four
serat otot untuk lebih berkontraksi.21 single-cases, 10.
https://doi.org/10.1186/1743-0003-6-46.
2009
7. Lumbantobing, SM. Stroke. Jakarta;
Balai Penerbit FKUI; 2007
Efektivitas Latihan ROM dan Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Menggenggam dan Fungsi Menggenggam pada Pasien
Stroke di RSUD Sleman
Ardin S Hentu, Erna Rochmawati, Erfin Firmawati
MIK P-ISSN 2252-3413, E-ISSN 2548-6268
155
Media Ilmu Kesehatan Vol. 7, No. 2, Agustus 2018

8. Irfan, M.. Fisioterapi Bagi Insan Stroke. ekstremitas atas pada pasien stroke
Edisi Pertama. Yogyakarta;Penerbit iskemia di BRSU tabanan. Available
Graha Ilmu; 2010 from: academia.edu; cited 22 sept 2015
9. Beebe, J. a., & Lang, C. E. Active range 19. Daya, A, D. Pengaruh Terapi Aktif
of motion predicts upper extremity Menggenggam Bola Karet Terhadap
function 3 months after stroke. Stroke, Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non
40(5), 1772–1779. Hemoragik Di Wilayah Kerja Puskesmas
https://doi.org/10.1161/STROKEAHA.108 Pengasih Ii Kulon Progo Yogyakarta;
.536763; 2009 2017
10. Ghaziani, E., Couppé, C., Henkel, C., 20. Saryono. Biokimia Otot. Yogyakarta
Siersma, V., Søndergaard, M., ;Nuha Medika; 2011
Christensen, H., & Magnusson, S. P. 21. Sulistiawan A & Husna E. Pengaruh
Electrical somatosensory stimulation Terapi Aktif Menggenggam Bola
followed by motor training of the paretic Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke
upper limb in acute stroke : study Di RSSN Bukittinggi ;2016
protocol for a randomized controlled trial,
1–9. https://doi.org/10.1186/s13063-017-
1815-9;2017
11. Kozier, B., Erb, G., Berman, A., Snyder,
J.S. Fundamentals Of Nursing Concepts,
Process, And Practice.
Jakarta;EGC;2010
12. Made, N., Yunica, D., & Ariana, P. A.
Pengaruh Rom Exercise Bola Karet
Terhadap Kekuatan Otot. Jurnal
Keperawatan Buleleng ; 2016
13. Utomo, W. Tesis : Pengaruh Range of
Motion (ROM) ekstremitas atas dengan
menggunakan bola karet terhadap
kekuatan otot pada pasien stroke di
RSUPN DR. Cipto Mangunkusumo.
Depok : Program Studi Pasca Sarjana
FIK UI; 2008
14. Ming, S. W., Tsuo H. L., Chun, M.,Herng,
C.C., & Tzuo, Y. L. Sociodemographic
and Health. Related Factors Associated
with Cognitive impaliment in the elderly;
Taiwan;BMC Public Health;2011
15. Sukmaningrum, F. Efektivitas Range Of
Motion ( Rom ) Aktif-Asistif : Spherical
Grip Terhadap Peningkatan Kekuatan
Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien
Stroke, 14;2014
16. Pinzon, Rizaldy dan Asanti, Laksmi,
Awas stroke! Pengertian, gejala,
tindakan, perawatan dan pencegahan.
Yogyakarta;Andi Offset;2010
17. Prok, W. Pengaruh latihan gerak aktif
menggenggam bola pada pasien stroke
diukur dengan handgrip dynamometer, 4
April 2016
18. I Gusti. Pengaruh latihan aktif
menggenggam bola terhadap kekuatan
Efektivitas Latihan ROM dan Bola Karet Terhadap Peningkatan Kekuatan Menggenggam dan Fungsi Menggenggam pada Pasien
Stroke di RSUD Sleman
Ardin S Hentu, Erna Rochmawati, Erfin Firmawati
MIK P-ISSN 2252-3413, E-ISSN 2548-6268