Sie sind auf Seite 1von 9

JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415

Vol. 10 No. 2 Februari 2018

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI LIMBAH TERHADAP PENURUNAN


KANDUNGAN TEMBAGA PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PROSES
ETCHING DENGAN METODE ELEKTROLISIS

Fifin Hindarti
Teknik Energi, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Yogyakarta
Email: viendarti@yahoo.co.id

Masuk: 21 Juni 2017, Revisi masuk: 10 Januari 2018, Diterima: 28 Januari 2018

ABSTRACT
The waste water of copper board etching process in Printed Circuit Board (PCB)
production is kind of heavy metal waste water, that is copper, which has not been treated
yet. In order to prevent the environment contamination process the waste water should be
treated before thrown to environment. The kind of waste water treatment that will be
applied to the waste water with heavy metal content, specially copper metal (Cu) is
electrolysis method.
The experiment was done in laboratory scale. The batch electrolysis reactor was
used in this experiment, with the copper as katoda and stainless steel as anoda.
Electrolysis process was conducted with waste concentration variation that was equal to
124,16; 110,96 ; and 35,84 ppm.
The result of the experiment shows that, the electrolysis methode could reduce
copper concentration in the waste water of etching process. The biggest efficiency
degradation for the variation of waste concentration was happened at waste
concentration 35,84 ppm, that was equal to 100%, with end result equal to 0 ppm. Waste
concentration equal to 124,16 of ppm its result 96,24 ppm, and for concentration 110,96
ppm was got by result 0,35 ppm.

Keywords: Copper, Concentration, Electrolysis, Waste Water.

INTISARI
Limbah cair proses etching (pelarutan) papan tembaga dalam pembuatan Papan
Rangkaian Tercetak (PRT) merupakan limbah cair yang mengandung logam berat yaitu
tembaga (Cu), yang selama ini tidak diperhatikan pengolahannya. Untuk menghindarkan
terjadinya pencemaran lingkungan maka diperlukan suatu pengolahan air limbah yang
mampu menurunkan kandungan tembaga (Cu) di dalam air limbah sebelum dibuang ke
lingkungan, yaitu dengan metode elektrolisis.
Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium. Alat yang dipakai dalam percobaan
ini berupa reaktor elektrolisis secara batch, dengan katoda dari logam tembaga dan
anodanya menggunakan stainless steel. Proses elektrolisis dilakukan dengan variasi
konsentrasi limbah yaitu 124,16 ppm; 110,96 ppm; dan 35,84 ppm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode elektrolisis dapat menurunkan
konsentrasi logam tembaga pada limbah cair proses etching. Proses elektrolisis pada
konsentrasi awal 110,96 ppm, dengan variasi konsentrasi limbah diperoleh hasil efisiensi
penurunan kadar Cu paling besar terjadi pada konsentrasi limbah 35,84 ppm, mencapai
100%, dengan hasil akhir sebesar 0 ppm. Konsentrasi limbah sebesar 124,16 ppm
hasilnya 96,24 ppm, dan untuk konsentrasi 110,96 didapatkan hasil 0,35 ppm.

Kata-kata kunci: Elektrolisis, Limbah Cair, Tembaga (Cu), Konsentrasi

PENDAHULUAN namun jika hal ini dibiarkan dan terus


Pembuangan bahan kimia ke menerus dilakukan, maka dapat
lingkungan tanpa adanya pengolahan menimbulkan pencemaran lingkungan
terlebih dahulu, akhir-akhir ini semakin dan atau menimbulkan kerusakan
meningkat. Meskipun volumenya kecil, lingkungan yang cukup serius.

146
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 10 No. 2 Februari 2018

Proses-proses sederhana yang pelarutan dan mengetahui effisiensi


menggunakan bahan kimia dalam tahap variasi konsentrasi limbah dalam proses
finishing, terkadang kurang elektrolisis terhadap penurunan
memperhatikan dampak terhadap kandungan Cu dalam limbah cair proses
lingkungan yang diakibatkan oleh pelarutan PCB.
pembuangan residu dari proses tersebut Pencemaran atau polusi adalah suatu
tanpa proses netralisasi terlebih dahulu. kondisi yang telah berubah dari bentuk
Sebagai contoh adalah limbah cair dari asal pada keadaan yang lebih buruk.
proses etching (pelarutan) dalam Pergeseran bentuk tatanan dari kondisi
pembuatan Papan Rangkaian Tercetak asal yang buruk ini dapat terjadi sebagai
(PRT) atau Printed Circuit Board (PCB), akibat masukan dari bahan-bahan
selama ini masih tidak dipikirkan. pencemar atau polutan. Bahan polutan
Pengelolaan terhadap residu dari tersebut pada umumnya mempunyai sifat
proses etching (pelarutan) dalam racun (toksik) yang berbahaya bagi
pembuatan Papan Rangkaian Tercetak organisme hidup. Toksisitas atau daya
(PRT) atau Printed Circuit Board (PCB), racun dari polutan inilah yang kemudian
selama ini masih diabaikan. Pengguna menjadi pemicu terjadinya pencemaran
biasanya membuang begitu saja ke Suatu lingkungan hidup dikatakan
lingkungan tanpa adanya pengolahan tercemar apabila telah terjadi perubahan-
terlebih dahulu. perubahan dalam tatanan lingkungan itu
Bahan kimia yang umum digunakan sehingga tidak sama lagi dengan bentuk
dalam pembuatan PCB adalah Ferri asalnya, sebagai akibat dari masuk dan
Chloride (FeCl3). Bahan-bahan kimia atau dimasukkannya suatu zat atau
yang digunakan dalam proses ini benda asing ke dalam tatanan
mempunyai sifat bahaya seperti korosif, lingkungan itu. Perubahan yang terjadi
asam kuat yang panas, iritan terhadap sebagai akibat dari masuknya benda
kulit manusia, dan dapat membunuh asing itu, memberikan pengaruh
mikroorganisme dalam tanah, dan lain- (dampak) buruk terhadap organisme
lain. Selain residu ferri Chloride, proses yang sudah ada dan hidup dengan baik
pelarutan PCB tersebut juga dalam tatanan lingkungan tersebut.
menghasilkan air limbah dengan Pencemaran yang dapat
kandungan logam berat yaitu tembaga menghancurkan tatanan lingkungan
(Cu) yang cukup tinggi. Hal itu hidup, biasanya berasal dari limbah-
memerlukan adanya suatu pengolahan limbah yang sangat berbahaya dalam arti
air limbah yang mampu menurunkan memiliki daya racun (toksisitas) yang
kandungan tembaga (Cu) di dalam air tinggi. Limbah-limbah yang sangat
limbah sebelum dibuang ke lingkungan. beracun pada umumnya merupakan
Berdasarkan latar belakang masalah limbah kimia, baik yang berupa
di atas maka rumusan masalah yang persenyawaan kimia ataupun hanya
akan dibahas adalah 1) Apakah variasi dalam bentuk unsur atau ionisasi.
konsentrasi limbah dalam proses Biasanya senyawa kimia yang sangat
elektrolisis berpengaruh terhadap beracun bagi organisme hidup dan
penurunan kadar Cu (tembaga) yang manusia adalah senyawa-senyawa kimia
terkandung dalam limbah proses yang mempunyai bahan aktif dari logam
pelarutan PCB? dan 2) Seberapa besar berat.
effisiensi variasi konsentrasi limbah Limbah adalah buangan yang
dalam proses elektrolisis terhadap dihasilkan dari suatu proses produksi
penurunan kandungan Cu dalam limbah baik industri maupun domestik(rumah
cair proses pelarutan PCB? tangga), yang lebih dikenal sebagai
Tujuan yang ingin dicapai dalam sampah, yang kehadirannya pada suatu
penelitian ini adalah Mengetahui saat dan tempat tertentu tidak
pengaruh variasi konsentrasi limbah dikehendaki lingkungan karena tidak
dalam pengolahan elektrolisis terhadap memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau
penurunan kadar tembaga (Cu) yang secara kimiawi, limbah ini terdiri dari
terkandung dalam limbah proses bahan kimia Senyawa organik dan

147
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 10 No. 2 Februari 2018

Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi + H2O2). Dari proses pembuatan PCB


dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dihasilkan air limbah yang mempunyai
dapat berdampak negatif terhadap pH rendah. Larutnya tembaga pada air
lingkungan terutama bagi kesehatan menyebabkan kadar tembaga (Cu)
manusia, sehingga perlu dilakukan dalam air limbah proses pelarutan
penanganan terhadap limbah. Tingkat menjadi tinggi
bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh Dari hasil pengujian laboratorium
limbah tergantung pada jenis dan terhadap limbah cair sisa proses etching
karakteristik limbah. menunjukkan karakteristik yang sangat
Karakteristik limbah dipengaruhi oleh ekstrim dengan angka keasaman kisaran
ukuran partikel (mikro), sifatnya dinamis, 0 – 1, konsentrasi tembaga yang
penyebarannya luas dan berdampak dikandungnya sekitar 10% - 14%
panjang atau lama. Sedangkan kualitas (140.000 mg/liter). Sehingga jika dihitung
limbah dipengaruhi oleh volume limbah, jumlah tembaga yang terlarut dalam
kandungan bahan pencemar dan limbah cair minimal 4.000 gram atau 4 kg
frekuensi pembuangan limbah. dalam sehari. Secara visual, bau asam
Berdasarkan karakteristiknya, limbah (HCl) sangat terasa serta warna larutan
industri dapat digolongkan menjadi 4 hijau pekat kehitaman [Handaru B.C.,
yaitu limbah cair, limbah padat, limbah 2013].
gas dan partikel serta limbah B3 (Bahan Tembaga dengan nama kimia
Berbahaya dan Beracun) Untuk Cupprum dilambangkan dengan Cu.
mengatasi limbah diperlukan pengolahan Unsur logam ini berbentuk kristal dengan
dan penanganan limbah. Pada dasarnya warna kemerahan. Dalam tabel periodik
pengolahan limbah ini dapat dibedakan unsur-unsur kimia, tembaga menempati
menjadi: pengolahan menurut tingkatan posisi dengan nomor atom (NA) 29 dan
perlakuan pengolahan menurut mempunyai berat atom (BA) sebesar
karakteristik limbah. 63,546.
Industri PCB tumbuh dan berkembang Tembaga (Cu) adalah salah satu
seiring dinamika yang menuntut produk logam berat yang banyak digunakan
elektronika memiliki bentuk yang dalam aktivitas manusia. Tembaga
kompak, ringkas dan sederhana. banyak digunakan dalam pewarna tekstil,
Dilaporkan peningkatan permintaan bahan pembuatan peralatan dapur, dan
papan PCB dunia mencapai 8,7% katalisator dalam industri kimia. Cu
pertahun [Perry’s Chemical Engineers’ merupakan logam berat essensial yaitu
Handbook, 2008]. dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan
Papan rangkaian tercetak (PRT) atau ole organisme dan dalam jumlah berebih
Printed Circuit Board (PCB) merupakan dapat menimbulkan efek toksik.
papan pemasangan komponen Tembaga bersifat racun terhadap semua
elektronika yang jalur hubungannya tumbuhan pada konsentrasi larutan di
menggunakan papan berlapis tembaga. atas 0,1 ppm. Konsentrasi yang aman
Pembentukan jalur PCB dilakukan bagi air minum manusia tidak lebih dari 1
dengan cara etching (pelarutan), yang ppm. Kadar baku mutu logam berat pada
sebagian tembaga dilepaskan secara ikan utnuk Cu sebesar 0,02 ppm
kimia dari suatu papan lapis tembaga (Achmad Rukaesih, 2004).
kosong. Tembaga yang tersisa beserta Dalam tubuh manusia keracunan Cu
alasnya itulah yang akan membentuk dapat menimbulkan kerusakan otak,
PCB. Untuk menghilangkan lapisan penurunan fungsi ginjal, dan
tembaga pada PCB yang tidak tergambar pengendapan Cu dalam kornea mata.
pola jalur adalah dengan melakukan Keracunan kronis Cu pada manusia
etching (pelarutan). dapat menimbulkan penyakit Wilson’s
Pelarutan dilakukan dengan dam Kinsky. Penyakit Wilson’s
menggunakan bahan kimia, diantaranya : disebabkan oleh tersimpannya Cu secara
Ferri Chloride (FeCl3), Natrium Sulfat berlebihan dalam tubuh karena Cu tidak
(Na2SO4), Asam Nitrat (HNO3), dan dapat direaksikan oleh hati melalui
Asam Chloride. Hidrogen Peroksida (HCl empedu. Penyait ini dapat menyebabkan

148
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 10 No. 2 Februari 2018

kerusakan otak dan hati. Penyakit Kinsky S, dan kemungkinan keberadaan logam
disebabkan karena kadar Cu pada hati berat. Sedangkan untuk karakter biologis
dan otak rendah sementara kadar Cu ditandai dengan jumlah coliform,
pada jaringan lain sangat tinggi. Cu juga keberadaan jamur, virus, dan
tidak bisa diuraikan di alam, sehingga Cu sebagainya.
akan diakumulasi di dalam tanaman dan Apabila limbah tidak dikelola dengan
hewan melalui tanah. Tanah yang kaya baik dan hanya langsung dibuang
Cu berpengaruh terhadap aktivitas diperairan maka akan sangat
mikroorganisme tanah dan cacing tanah mengganggu lingkungan disekitarnya.
serta menyebabkan dekomposisi Sebagian industri yang akan membuang
senyawa organik sehingga mengurangi limbah diwajibkan mengolahnya terlebih
kesuburan tanah (Wahyu Widowati, dkk, dahulu untuk mencegah pencemaran
2008). lingkungan hidup di sekitarnya
Tembaga dapat masuk ke dalam (Widjajanto, 2011).
suatu tatanan lingkungan secara alamiah Jika hal ini dibiarkan saja dan terus
sebagai akibat dari berbagai peristiwa menerus, logam tembaga yang masih
alam. Unsur ini dapat bersumber dari terkandung didalam limbah cair tersebut
peristiwa pengikisan (erosi) dari batuan akan mencemari lingkungan. Limbah cair
mineral, debu-debu dan atau partikulat- proses pelarutan PCB untuk saat ini
partikulat tembaga yang ada dalam hanya dibuang ke lingkungan tanpa
lapisan udara yang dibawa turun oleh air melalui proses pengolahan terlebih
hujan. Selain itu tembaga dapat masuk dahulu. Jika hal ini dibiarkan saja dan
ke dalam suatu tatanan lingkungan terjadi terus menerus, maka bahan-
sebagai akibat dari aktivitas manusia. bahan kimia yang masih terkandung di
Melihat bahaya yang ditimbulkan oleh dalam residu proses tersebut akan
logam Cu terhadap makhluk hidup, maka mengganggu dan merusak lingkungan.
keberadaan Cu sebagai pencemar di Oleh karena itu suatu paket rancangan
lingkungan harus segera ditanggulangi. proses pengolahan limbah perlu
Namun harus diperhatikan pula dikembangkan. Salah satu paket
penggunaan metode pengolahan yang rancangan yang akan dikembangkan
dipilih tidak menimbulkan beban adalah sistem koagulasi dan proses
pencemaran yang baru, serta merupakan elektrolisis
metode yang efektif dan efisien. Elektrolisis merupakan perubahan
Untuk melestarikan fungsi lingkungan kimia atau reaksi dekomposisi dalam
hidup agar tetap bermanfaat bagi suatu elektrolit oleh arus listrik. Elektrolit
kehidupan manusia dan makhluk hidup larut dalam pelarut polar (semisal air)
lainnya maka Menteri Lingkungan Hidup dengan terdisosiasi menjadi ion-ion
telah mengatur batasan kandungan positif (kation-kation) dan ion-ion negatif
logam tembaga dalam limbah cair (anion-anion). Ion negatif melalui larutan
industri yang boleh dibuang ke tertarik ke muatan positif pada anoda,
lingkungan sesuai dengan Baku Mutu Air sedang ion positif melalui larutan akan
Limbah (PermenLH, 2014). bergerak menuju muatan negatif pada
Pengolahan limbah bertujuan untuk katoda (Isana, 2010).
menurunkan kadar pencemar dari limbah Umumnya industri menyukai
dan mendapatkan effluent dari unit pengolahan limbah cair yang sederhana
pengolahan limbah yang mempunyai dan tidak membutuhkan biaya
kualitas yang dapat diterima lingkungan operasional yang tinggi. Beberapa
tanpa ada gangguan fisik, kimia dan referensi menyebutkan proses
biologi. pengolahan skala laboratorium terhadap
Air limbah mempunyai tiga limbah cair kandungan/unsur tembaga
karakteristik, yaitu karakter fisikawi, memanfaatkan proses elektrolisis
kimiawi, dan biologis. Karakter fisikawi, memberikan hasil efektif, persentase
seperti warna, kekeruhan, suhu, removal berkisar antara 96,88-99%.
kandungan padatan. Karakter kimiawi Namun ternyata dalam aplikasi
meliputi pH, alkalinitas, BOD, COD, N, P, dilapangan proses ini memerlukan biaya

149
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 10 No. 2 Februari 2018

operasional yang sangat mahal waktu elektrolisis maka semakin


(Cahyono dan Ariani, 2014) banyak endapan yang terbentuk.
Cara-cara pengolahan logam berat c. Tegangan
pada umumnya memerlukan proses yang Arus listrik yang menghasilkan
rumit dengan penambahan bahan-bahan perubahan kimia mengalir melalui
kimia tertentu. Hal ini membuat medium (logam atau elektrolit)
pengolahan logam berat selain karena adanya beda potensial atau
membutuhkan biaya pengolahan yang tegangan listrik, karena tahanan
tinggi, juga dapat menimbukan limbah listrik pada elektrolit jauh lebih besar
baru akibat penambahan bahan-bahan daripada logam maka yang kita
kimia tertentu di dalam pengolahan perhatikan adalah elektrolitnya dan
tersebut. batas antar logam (elektroda) dan
Proses elektrolisis merupakan salah elektrolitnya.
satu proses pengolahan limbah yang d. Jarak Antar Elektroda
diharapkan dapat menurunkan Besarnya jarak antar elektroda
kandungan logam berat dalam limbah mempengaruhi besarnya hambatan
dan tidak menimbukan limbah baru elektrolit, makin besar jarak makin
dengan penambahan bahan-bahan kimia besar hambatannya, sehingga makin
dalam pengolahan limbah kecil arus yang mengalir.
Pada proses elektrolisis jarak antar e. Kadar keasaman (pH)
elektroda akan berpengaruh terhadap Dalam proses elektrolisis ini terjadi
keberhasilan proses elektrolisis. Pada reaksi pembentukan gas hidrogen
+ -
saat elektrolisis berlangsung terdapat (H ) dan ion hidroksida (OH ),
ruang yang cukup antar elektroda untuk dengan semakin lama waktu kontak
menampung deposit tembaga yang yang digunakan, maka semakin
terbentuk. Dengan semakin lamanya cepat juga pembentukan gas
proses elektrolisis menyebabkan hidrogen dan ion hidroksida, apabila
menyempitnya ruang antar elektroda. Hal ion hidroksida yang dihasilkan
inilah yang menghambat laju proses semakin banyak maka akan
elektrolisis (Cahyono dan Ariani, 2014). menaikkan pH dalam air/larutan.
Faktor-faktor yang dapat f. Ketebalan Plat
mempengaruhi efektivitas pengolahan Semakin tebal plat elektroda yang
secara elektrolisis antara lain: digunakan, daya kemagnetannya
penggunaan katalisator, luas permukaan dalam mereduksi dan mengoksidasi
elektroda, sifat logam bahan elektroda, ion logam di dalam larutan juga
dan konsentrasi pereaksi (Farid dkk., semakin besar
2012). Selain itu, kuat arus dan tegangan
listrik dapat mempengaruhi kinerja Metodologi Penelitian
elektrolisis karena tergantung dari Penelitian yang dilakukan untuk
spesifikasi sumber listrik (Topayung, mengetahui pengaruh proses elektrolisis
2011). terhadap penurunan kadar Cu (tembaga)
Secara umum faktor-faktor yang dalam pengolahan limbah cair proses
mempengaruhi proses elektrolisis antara pelarutan PCB merupakan penelitian
lain: eksperimen yang dilakukan dalam skala
a. Kerapatan arus listrik laboratorium. Bahan yang digunakan
Kenaikan kerapatan arus akan dalam penelitian ini meliputi PCB polos
mempercepat ion bermuatan ukuran 20 x 10 cm, Ferri Chloride
membentuk inti kristal (flok) (FeCl3), Ca(OH)2, dan Aquades.
b. Waktu kontak/elektrolisis Alat yang dipakai dalam percobaan
Menurut Farady, jumlah equivalen pengolahan limbah cair pelarutan PCB
bahan yang dihasilkan pada salah adalah beaker glass, anoda stainless
satu elektroda selama proses steel, katoda tembaga, adaptor dan kabel
eektrolisis sebanding dengan jumlah penghubung.
listrik yang mengalir melalui sel Ada 2 (dua) tahapan pokok dalam
elektrolisis, karena itu semakin lama penelitian ini, yaitu : tahap persiapan dan

150
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 10 No. 2 Februari 2018

tahap penelitian. Tahap persiapan diberi kode sesuai dengan waktu dan
meliputi : mempersiapan limbah simulasi, besarnya pengenceran. Untuk percobaan
pengenceran limbah, dan proses dengan pengenceran 10 kali dan 15 kali,
koagulasi dengan koagulan Ca(OH)2. dilakukan dengan langkah seperti pada
Setelah proses koagulasi, kemudian proses elektrolisis dengan pengenceran
dilakukan penyaringan, sehingga Fe 5 kali.
yang telah terendap tidak ikut dalam
proses elektrolisis. Tahap persiapan
tampak dalam diagram alir di Gambar 1.

Gambar 1. Tahap Persiapan

Untuk tahap yang kedua adalah


tahap penelitian. Tahap penelitian ini
merupakan tahapan proses elektrolisis Gambar 2. Tahap Penelitian
limbah pelarutan papan tembaga, yang
sebelumnya telah dilakukan proses Penelitian ini bersifat eksperimen
koagulasi. Gambar 2 menunjukkan dengan maksud untuk mengetahui
diagram alir tahap penelitian. pengaruh dan efisiensi proses elektrolisis
Proses elektrolisis dengan variasi terhadap penurunan dan penetralan
konsentrasi limbah, dilakukan untuk kadar bahan pencemar dengan
limbah yang diencerkan 5 kali, 10 kali, menggunakan variasi konsentrasi limbah
dan 15 kali (sebagai variasi konsentrasi), yang masuk.
namun dilakukan hanya pada tegangan Hasil penelitian limbah cair dari
12 V DC. Proses penelitian dimulai proses pelarutan tembaga dalam
dengan memasukkan limbah pembuatan PCB sebelum dan sesudah
pengenceran 5 kali yang telah proses elektrolisis dengan variasi
dikoagulasi ke dalam peralatan konsentrasi limbah dianalisis dengan
elektrolisis. Kemudian mengambil air menggunakan alat AAS, kemudian
sampel sebanyak 25 ml, untuk waktu dibandingkan. Dari hasil analisis dapat
kontak 0 menit dan tegangan 0 V diketahui berapa besar penurunan
kemudian ditampung ke dalam botol kandungan tembaga (Cu) setelah
sampel. Selanjutnya menyalakan adaptor dilakukan pengolahan dengan metode
pada tegangan 12 V dan mengambil air elektrolisis. Tingkat efisiensi proses
sampel hasil pengolahan setelah proses elektrolisis dinyatakan dengan nilai
pengolahan berlangsung 5, 15, 30, 50, sebelum dan sesudah proses, yaitu:
dan 75 menit dengan menggunakan
pipet volume sebanyak 25 ml dan Efisiensi (%) = S0 - Si x100%
ditampung dalam gelas kimia. Setelah S0 (1)
diendapkan selama 30 menit, kemudian S0 = kadar Cu sebelum perlakuan
dimasukkan ke dalam botol sampel dan Si = kadar Cu setelah perlakuan

151
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 10 No. 2 Februari 2018

PEMBAHASAN Tabel 5. Data Limbah Hasil Koagulasi


Limbah baku yang digunakan No Parame Pengen Hasil Uji pH
merupakan limbah simulasi (buatan) ter ceran (mg/l)
dengan data seperti pada Tabel 1. 1 Cu 5 kali 124,16 4
2 Cu 10 kali 110,96 4
Tabel 1. Data Bahan Limbah Simulasi 3 Cu 15 kali 35,84 4
No Bahan Satuan Banyaknya
1 Ferri Chloride gram 100 Hasil proses elektrolisis system
2 PCB polos gram 47,0876 BATCH terhadap limbah cair proses
(10 x 20 cm) pelarutan PCB yang dianalisis secara
3 Air liter 1 laboratorium menggunakan AAS Hitachi
170-50A di laboratorium Analisis dengan
Hasil penelitian karakteristik limbah baku Instrumen (ADIN) Jurusan Teknik Kimia,
yang dilakukan di laboratorium Analisis Fakultas Teknik, Universitas Gadjah
dengan Instrumen (ADIN) Jurusan Mada, Yogyakarta, menunjukkan
Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada, penurunan kadar tembaga. Kuat arus
Yogyakarta, ditampilkan pada Tabel 2. yang digunakan sebesar 3 Ampere dan
Data limbah hasil pengenceran dari jarak plat 3 cm, variabel bebas yang
limbah baku ditunjukkan dalam Tabel 3. digunakan terdiri dari variasi konsentrasi
limbah yaitu 124,16 ppm, 110,96 ppm,
Tabel 2. Data Parameter Limbah dan 35,84 ppm. Hasil pengamatan
Simulasi terhadap penurunan konsentrasi Cu
No Parameter Satuan Hasil uji pada limbah cair proses pelarutan PCB
1 Cu mg/l 3430,48 setelah dilakukan pengolahan dengan
2 Fe Mg/l 25403,67 metode elektroisis dengan memvariasi
3 pH -- 2 konsentrasi limbah dengan tegangan
operasi 12 volt, ditunjukkan pada Tabel 6
Tabel 3. Data Limbah Hasil Pengenceran dan Gambar 3.
No Param Pengence Hasil Uji pH
eter ran (mg/l) Tabel 6. Hasil Elektrolisis Variasi
1 Cu 5 kali 479,62 2 Konsentrasi
2 Cu 10 kali 239,81 2 Waktu Konsentrasi Limbah (ppm)
3 Cu 15 kali 159,87 2 (menit) 124,16 110,96 35,84
5 104,16 68,51 25,94
Jumlah kapur (Ca(OH)2) yang diperlukan 15 103,17 29,90 0,20
untuk proses koagulasi limbah setelah 30 101,19 19,01 0
dilakukan pengenceran ditunjukkan 50 102,18 1,08 0
dalam Tabel 4. 75 96,24 0,35 0
pH = 9
Tabel 4. Jumlah Koagulan
Pengenceran Koagulan Jumlah (gr)
120
5 kali Ca(OH)2 13,6615
100 124,16 ppm
Konsentrasi (ppm)

10 kali Ca(OH)2 6,8307 110,96 ppm


38,84 ppm
80
15 kali Ca(OH)2 4,5538 Log. (124,16 ppm)
Log. (110,96 ppm)
60 Log. (38,84 ppm)
Pelarut Jumlah (ml)
40
H2O (Aquades) 136,7
20
H2O (Aquades) 68,3 0
H2O (Aquades) 45,6 5 15 30 50 75
Waktu (menit)

Data limbah hasil koagulasi dari limbah


Gambar 3. Grafik Elektrolisis Variasi
yang telah dilakukan pengenceran yang
Konsentrasi Tegangan 12 V
akan digunakan sebagai variasi
konsentrasi limbah dalam proses
Hasil pengamatan terhadap
elektrolisis ditunjukkan pada Tabel 5.
pengubahan konsentrasi limbah

152
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 10 No. 2 Februari 2018

menunjukkan konsentrasi limbah 124,16 dihasilkan sangat rendah. Dengan


ppm, diperoleh konsentrasi hasil sebesar pemberian tegangan tetap (12 volt),
96,24 ppm, sedangkan untuk konsentrasi maka pada pengolahan limbah dengan
umpan 110,96 didapatkan konsentrasi konsentrasi kecil didapatkan arus dan
akhir sebesar 0,35 ppm, dan untuk daya hantar yang kecil, serta nilai
konsentrasi limbah sebesar 35,84 ppm, hambatan (R) yang cukup besar. Dengan
diperoleh konsentrasi akhir 0 ppm (tidak kondisi tersebut pembentukan flok oleh
terdeteksi). Tabel 7 berikut ini ion bermuatan dalam air limbah tidak
menunjukkan hasil perhitungan besarnya banyak, sehingga permukaan katoda
efisiensi penurunan konsentrasi tembaga masih dapat mereduksi Cu yang ada.
setelah dilakukan proses elektrolisis Pada konsentrasi limbah yang kecil maka
dengan memvariasi konsentrasi limbah. ion Cu yang akan direduksi lebih sedikit
jumlahnya, sehingga dengan perlakuan
Tabel 7. Hasil Perhitungan Efisiensi tegangan yang sama (12 volt), Cu sudah
Penuruanan Kadar Tembaga dapat banyak tereduksi pada waktu yang
dengan Variasi Konsentrasi Limbah lebih singkat dibandingkan dengan
Waktu Efisiensi Penurunan (%) pengolahan untuk limbah konsentrasi
(menit) 124,16 110,96 35,84 pekat. Berdasarkan pembahasan
5 16,11 38,26 27,62 tersebut diketahui pengaruh konsentrasi
limbah terhadap penurunan kadar Cu,
15 16,91 73,05 99,44
yaitu konsentrasi kecil akan lebih cepat
30 18,50 82,87 100
tereduksi dibanding konsentrasi yang
50 17,70 99,03 100
besar.
75 22,49 99,68 100 Dari hasil penelitian yang telah
dilakukan, ternyata kadar Cu (tembaga)
Berdasarkan tabel 7 tersebut dapat pada limbah proses pelarutan PCB
dilihat penurunan konsentrasi tembaga mengalami penurunan setelah dilakukan
pada masing-masing perlakuan variasi pengolahan secara elektrolisis dengan
konsentrasi limbah, dapat disimpulkan variasi konsentrasi limbah, yang
bahwa efisiensi penurunan kadar sebelumnya dilakukan perlakuan
tembaga paling besar terjadi pada pendahuluan yaitu pengenceran dan
konsentrasi limbah 35,84 ppm, yaitu proses koagulasi terhadap limbah baku.
mencapai 100%. Hal tersebut menunjukkan terdapat
Pada pengolahan limbah cair proses perubahan kimia yang terjadi di dalam
pelarutan PCB dengan konsentrasi proses elektrolisis yang disebabkan oleh
124,16 ppm terlihat bahwa kadar Cu perubahan energi, yaitu dari energi listrik
yang dihasilkan masih tinggi, hal ini menjadi energi kimia. Arus listrik yang
disebabkan oleh limbah yang terlalu menghasilkan perubahan kimia mengalir
pekat. Konsentrasi limbah yang besar melalui media (dalam penelitian yang
(pekat) akan mempunyai daya hantar dilakukan, arus listrik mengalir melalui
yang besar, sehingga akan menimbulkan media plat elektroda logam).
arus listrik (current density) yang besar Reaksi reduksi dan oksidasi
juga. Dengan adanya arus listrik yang berlangsung pada bagian-bagian
besar maka ion bermuatan akan cepat elektroda, elektroda tempat terjadinya
membentuk flok, sehingga pada saat proses oksidasi disebut anoda, dan
pengolahan flok yang dihasilkan sangat elektroda tempat terjadinya proses
banyak dan menutupi permukaan katoda. reduksi disebut katoda. Di katoda akan
Ketika permukaan plat katoda telah terjadi pelepasan elektron sehingga
dipenuhi logam Cu, maka nilai kuat arus elektron tersebut akan ditarik oleh ion
pada katoda menurun dan menyebabkan 2+
tembaga (Cu ) ke bentuk Cu, hal ini
tahanan di katoda menjadi besar, dapat dilihat dalam reaksi katoda sebagai
sehingga kemungkinan mengikat Cu oleh berikut:
katoda menjadi lambat atau kemampuan Cu2++2e  Cu
mengikat Cu turun.
Dalam proses di atas, Cu mengalami
Dari Tabel 6 untuk konsentrasi
reduksi dengan menurunnya bilangan
35,84 ppm terlihat bahwa kadar Cu yang

153
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 10 No. 2 Februari 2018

oksidasi Cu dari (+2) menjadi Cu (s). Board dengan Proses Elektrolisis,


2+
Sehingga Cu akan tereduksi sesuai (Baristand Industri Surabaya).
muatan dan elektron yang diterimanya Isana, S.Y.L., 2010, Perilaku Sel
dari katoda, sehingga terjadi penurunan Elektrolisis Air dengan Elektroda
kadar tembaga dalam limbah proses Stainless Steel. Prosiding Seminar
pelarutan PCB. Nasional Kimia & Pendidikan Kimia,
Yogyakarta, 30 Oktober 2010, hal. 1-
KESIMPULAN 9.
Berdasarkan hasil penelitian dapat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup
diambil kesimpulan sebagai berikut: Republik Indonesia No 5 Tahun 2014
1. Konsentrasi limbah berpengaruh tentang Baku Mutu Air Limbah.
terhadap besar kecilnya penurunan Jakarta.
dan efisiensi penurunan kadar Perry’s Chemical Engineers’ Handbook,
tembaga dalam limbah cair proses 2008, 8th Edition, Mc Graw Hill.
pelarutan PCB. Semakin kecil Rukaesih, A., 2004, Kimia Lingkungan,
konsentrasi limbah dalam pengolahan Yogyakarta: Penebit Andi.
maka semakin cepat waktu yang Topayung, D., 2011, Pengaruh Arus
dibutuhkan untuk menghasilkan Listrik dan Waktu Proses Terhadap
effluent dengan kadar tembaga Ketebalan dan Massa Lapisan yang
rendah dari pengolahan secara Terbentuk pada Proses Elektroplating
elektrolisis. Pelat Baja, Jurnal Ilmiah Sains, 11(1).
2. Hasil proses elektrolisis dengan Widjajanto, D., 2011, Penurunan Logam
variasi konsentrasi limbah, efisiensi Berat dan Kekeruhan Air Limbah
penurunan kadar tembaga dalam Menggunakan Proses Elektroko-
limbah cair proses pelarutan PCB agulasi, Jurusan Teknik Elektro.
tertinggi terjadi pada konsentrasi Politeknik Negeri Jakarta, 2(1).
35,84 ppm yaitu sebesar 100%. Widowati, W., Sastiono, A., Jusuf R.,
2008, Efek Toksik Logam.
SARAN Yogyakarta: Penerbit Andi.
1. Agar proses elektrolisis berjalan
dengan optimum dan juga untuk BIODATA PENULIS
efisiensi alat, sebaiknya dilakukan Fifin Hindarti, S.Pd.T., M.T. lahir di
penggantian plat elektroda, apabila Yogyakarta tanggal 9 Februari 1978,
plat telah banyak mengalami korosi, menyelesaikan pendidikan D3 pada
karena akan mempengaruhi proses bidang Teknik Elektro dari Universitas
dan efisiensi penurunan parameter Negeri Yogyakarta tahun 2002, S1
limbah pada bidang Pendidikan Teknik
2. Pengenceran limbah dapat dilakukan Elektro dari Universitas Negeri
apabila konsentrasi atau kandungan Yogyakarta tahun 2005, dan S2
logam dalam limbah sangat tinggi dan bidang Teknik Sistem/ Teknologi
terdapat perbedaan potensial yang Pengelolaan dan Pemanfaatan
sangat besar antara elektroda dan Limbah/Sampah Perkotaan tahun
elektrolit dengan kapasitas kuat arus 2007. Saat ini tercatat sebagai Dosen
yang digunakan. Tetap pada Jurusan Teknik Energi,
Institut Teknologi Yogyakarta dengan
DAFTAR PUSTAKA bidang minat ilmu bahan dan
Cahyono, H.B. dan Ariani, N.M., 2014, teknologi bahan; elektronika daya;
Reduksi Tembaga dalam Limbah Cair teknik tenaga listrik, dan instrumen,
Proses Etching Printing Circuit Board alat bantu dan alat ukur.
(PCB) dengan Proses Elektrokimia,
Journal of Industrial Research, 8 (2).
Handaru, B.C., 2013, Laporan Penelitian
Perolehan Kembali Tembaga dalam
Limbah Cair Industri Printing Circuit

154