Sie sind auf Seite 1von 42

Pengaturan Diet

Pada Simdroma Metabolik

By : Prof.Dr.dr.Delmi Sulastri,MS,SpGK
Bagian Ilmu Gizi, FKUA
Metabolic Syndrome: Overview

• Metabolic Syndrome is not a disease, but rather a cluster of disorders of your body’s
metabolism, including:

o High blood pressure


o High insulin levels
o Excess body weight
o Abnormal cholesterol levels

• Each of these disorders is by itself a risk factor for other diseases.

• In combination, however, these disorders dramatically boost the chances


of developing potentially life-threatening illnesses, such as diabetes,
heart disease or stroke.

PBRC 2009
Relationship Between Obesity and
Insulin Resistance and Dyslipidemia
Insulin Resistance: Associated
Conditions
Revised ATP III Metabolic Syndrome Oct 2005
Risk Factor Defining Level
Abdominal obesity†
(Waist circumference‡)
Men >102 cm (>40 in)
Women >88 cm (>35 in)
TG 150 mg/dL or Rx for ↑ TG
HDL-C
Men <40 mg/dL
Women <50 mg/dL or Rx for ↓ HDL
Blood pressure 130/85 mm Hg or on HTN
Fasting glucose 100 mg/dL Rx
or Rx for ↑ glucose

*Diagnosis is established when 3 of these risk factors are present.


†Abdominal obesity is more highly correlated with metabolic risk

factors than is BMI.


‡Some men develop metabolic risk factors when circumference is only

marginally increased.
The Metabolic Syndrome
Endothelial
Complex Systemic
Dysfunction Inflammation
Dyslipidemia
TG, LDL
HDL

Insulin Athero-
Disordered
Fibrinolysis
Resistance sclerosis

Hypertension Visceral
Type 2 Diabetes Obesity

Adapted from the ADA. Diabetes Care. 1998;21:310-314;


Pradhan AD et al. JAMA. 2001;286:327-334.
Hubungan aterosklerosis dengan profil lipid,
serat dan AO
• Aterosklerosis : diawali oleh pembentukan
plak tdd timbunan lemak, trombosit,
magrofag dan sel-sel darah putih.
• Plak  permukaan tunika intima mjd kasar
 trombosit ditarik  aterom
• Hiperkolesterolemia  patogenesis
aterosklerosis
Proses aterosklerosis
Natural Progression of Atherosclerosis

(From Harkreader H. Fundamentals. Philadelphia: W.B. Saunders, 2000)


Peran AO dan serat pada proses aterosklerosis
Objektif penatalaksanaan nutrisi
• Menurunkan morbiditas dan mortalitas
• Menurunkan tekanan darah
• Mengendalikan kadar gula darah
• Menurunkan berat badan pada penderita
obese/overweight
• Pembatasan asupan nutrisi yang dapat
meningkatkan TD
OBJEKTIF PENATALAKSANAAN

• Mengendalikan kadar lemak darah


• Mengurangi asupan kalori dengan tujuan
meningkatkan pembakaran lemak bukan LBM
• Memenuhi kebutuhan nutrisi individu dengan
komposisi seimbang
• Mempertahankan keseimbangan nitrogen
OBJEKTIF PENATALAKSANAAN

• Pengobatan faktor risiko obesitas


• Penimbangan dilakukan tiap minggu pada
kondisi dan alat yang sama
GIZI SEIMBANG

MAKANAN

KEBUTUHAN
TUBUH
ZAT GIZI
KARBOHIDRAT
PROTEIN
LEMAK
VITAMIN
MINERAL
MAKANAN AIR

ZAT NON-GIZI
-Serat, FF
PERENCANAAN DIET
• JUMLAH
• JUMLAH KALORI SESUAI KEBUTUHAN
• JENIS
• KOMPOSISI KH,PROTEIN,FAT SEIMBANG
• NUTRIEN SPESIFIK TERPENUHI
• JADWAL
• WAKTU MAKAN HARUS TERJADWAL DENGAN BAIK
Perencanaan Diet

• Konseling diet diteruskan hingga beberapa


bulan
• Periksa kolesterol dan gula darah setiap
bulan
• Penentuan jumlah Kalori untuk kontrol
berat badan
• Total lemak: dibawah 20%
• SFA: <7%, PUFA: >10%, sisanya MUFA
Perencanaan Diet

• Asupan kolesterol: <100 mg untuk setiap


1000 kcal
• Kurangi visible fats dan minyak: ganti
daging sapi dengan ikan, ayam
• Hindari invisible fat: pada snack, cake
• Batasi kuning telur
• Buah dan sayur
1.Kebutuhan Kalori
• Sesuai dengan BBI atau BBN
– Berdasarkan BBI
• BBIdeal = (TB-100) x 1 kg
• BBIdaman = 90% (TB-100) x 1 kg
– Berdasarkan BBN
• Berdasarkan IMT = BB(kg)/TB(M2)
– Berdasarkan Lingkaran Pinggang (LP)
• Wanita < 80 cm
• Laki-laki < 90 cm
Zat Gizi yang Direkomendasikan
• KH 50 – 60% dari kebutuhan kalori
• Ex.Kebutuhan kalori 2100
– KH = 50-60% x 2100 = 1050 - 1260 Kal /4 = 303 gr
– 315 gr
– Hindari gula sederhana
• Makanan yang manis-manis
• Cemilan tinggi kalori
• Makanan dengan indeks glikemik tinggi
Lemak
• Kebutuhan < 20% dari kebutuhan kalori
• 20% x 2100 = 420 Kal / 9 = 46 gr
• Minyak jagung untuk menggoreng tidak aman
• Penggunaan Santan dalam makanan cukup
aman karena
– Kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan
minyak
– Bumbu masak dalam gulai bertidak sebagai
proteksi
Kolesterol
• Kebutuhan < 300 gr / hari
• 2/3 kolesterol dalam tubuh dibuat sendiri
oleh tubuh dari makanan KH, Prot dan
Lemak yang dikonsumsi berlebihan
• BMS dari luar :
– Jeroan
– Seefood
– dll
Protein

• Kebutuhan 15%-20% dari kebutuhan kalori


total
– 15% x 2100 = 365 Kal / 4 = 93 gram/hari
• Protein hewani : nabati = 1 : 1
PUFA
• Omega 3:
– Penghambat trombosis
– Protektif
– menghambat produksi tromboksan, meningkatkan
sintesa prostaksilin, menurunkan viskositas darah
dan trombosis
– Sumber utama: ikan (2-3 x/mg)
Omega tiga
• Kebutuhan 1.1 – 1.2 gr/hr
• Sumber :
– Ikan
– Alfukado
– Brokoli
– Kembang kol
ANTIOKSIDAN

• Penyakit Jantung dan pembuluh darah


disebabkan oleh adanya zat radikal bebas
• Radikal bebas Berasal dari
• Balam tubuh = hasil metabolisme zat makanan
• Asap rokok, kendaraan dll
• Perlu zat penangkal = Antioksidan
Sumber Antioksidan

• AO zat penangkal yang terdiri dari vitamin


C, vitamin E, Vitamin A dan mineral
• Sumber :
– Sayuran
• Wortel, tomat, sayur berwarna hijau dll
– Buah-buahan
• Apel, jeruk, anggur, dll
SERAT
• Serat : bgn dari tumbuhan maupun lignin yang
tidak dapat dicerna
• Hubungan dengan Profil lipid
– Menunda pengosongan lambung
– Memperlambat kecepatan pencernaan
– Menyerap as empedu & kolesterol
– Menghambat pembentukan kolesterol dalam
tubuh
– Mengikat kolesterol di usus dan dibuang
• Kebutuhan serat
– Serat 25 gr / hari
– Buah dan sayur 5 porsi/hari
• Kalsium
– Menurunkan LDL-C 4,4%
– Meningkatkan HDL 4,1%
Hipertensi
Nutrisi & hipertensi
• Overweight
– Hipertensi 2 - 6 x dibandingkan BBN
– Framingham study menunjukkan bahwa  BB
10% akan  2 mmHg
• Sodium intake
– Intersight study 1988 sistolik blood pressure
berhub dgn intake sodium
–  intake sodium 100 meq/hr dpt  sistolik 3,2
mmHg
Nutrisi & hipertensi
• Potasium
– ratio sodium/potasium = 1 dapat menurunkan TD
– Potasium mernyebabkan dilatasi arteriol, 
pengeluaran sodium dan air, menekan renin
angiotensin dan me  aktivitas adrenergik
• Mg
– menghambat kontraksi otot polos dan vasodilator
• Alkohol, Calsium
Diet rendah garam
• RG I
– Na 200 - 600 mg
– Tidak boleh pakai garam waktu memasak
• RG II
– Na 600 - 800 mg
– Gram 1/4 sdt (1 gr)
• RG III
– Garam 1/2 sdt ( 2 gr)
OBESITAS
Managemen obesitas
• Rencana terapi nutrisi pada pasien rawat jalan
– Diet yang direncanakan harus rasional, aman,
nutrisi adekuat, makanan konvensional
– Minum cukup
– Protein sesuai kebutuhan atau sedikit lebih tinggi
– Mengurangi garam
Managemen obesitas

• Lemak dibatasi
• Bila diberikan anorektikum, hindari kafein
• Rencana penurunan BB 1/2 - 1 kg per minggu
dengan mengurangi asupan + 500 kalori/hr
• Diet tinggi serat. Serat pada sereal pada saat
sarapan pagi akan menahan nafsu makan
Managemen obesitas

• Manajemen diet harus disesuaikan dengan


diagnosis dan kondisi pasien
– Diet rendah kalori seimbang
• Jumlah kalori antara 1000 - 1200 kalori/hr
• u/mengatur BB, aman, nutritionally adequate, dan
efektif u/ jangka panjang, pada anak-anak dan DM
– Diet rendah kalori ketat
• Retriksi kalori sampai 800 kalori/hr, protein cukup
• diberikan pada obesitas morbid, evaluasi ketat
Managemen obesitas

• Program aktivitas fisik


– pembakaran lemak, mempertahankan BB yang
dicapai dengan anjuran aktivitas aerobik 1-3
jam/hr
– Memperbaiki sistem kardiovaskuler dan
meningkatkan sensitivitas insulin
– Mempertahankan massa otot dan densitas tulang
Managemen obesitas

• Modifikasi perilaku serta dukungan psikososial


– u/ keberhasilan perlu motivasi dari pasien
– monitor jmh makan, BB dan aktivitas secara rutin
– Mendidik pasien untuk memilih makanan dengan
pertimbangan kesehatan
– Menyusun jadwal makan dan cara makan
Managemen obesitas

• Pengobatan medik
– serotonergik agonis, serotonin reuptake inhibitor,
adrenergik agent ……….. Hati-hati efek samping
• Operasi GIT
– Bila BB > 100% BBI berlangsung > 3 tahun, terapi
konservatif gagal, mengalami kondisi medik yang
serius