You are on page 1of 138

NOTA KEUAI{GAI{

DAII

UNDAI{G.UI{DANGREPUBLIKINDONESIA
NOMOR 29 TAHUN 2OO2
TE,NTANG
AIIGGARAN PENDAPATANDAN BELANJA NEGARA
TAIIUN ANGGARAN2OO3

REPUBLIK INDONESIA
I}DKI,IMENTASI
BADAJT AFALISA FISKAI,
DEP{RTEHEN KET,IAIIGAlT RI

DAFTARISI

Ilalaman
DAFTARISr ...................... I

DAFTARTABEL DAN GRAFIK iii


DAFTARLAMPIRAN ......,.....,..
BAB I PENDAHULUAN I

BAB II PROSPEKEKONOMI INDONESIA TAHUN 2OO3


DAN
ASUMSIDASARRAPBN2OO3..... J

Pendahuluan
......,
,1
Perkembangan
dan ProspekEkonomiDunia 2003
Perkembangan
EkonomiIndonesia2002 5
Kebijakan
EkonomiMakroIndonesia
Tahun2003............................... 9
ProspekEkonomi2003danAsumsiDasarAPBN 2003. t2
Ekonomi...............
Pertumbuhan --... I3
Inflasi ..-.............. 15
NilaiTukarRupiah.........................
SukuBungaSBI3 Bulan...............-.. 18
HargaMinyakInternas
ionaI..........,..... 20
Produlci Minyak Indonesia 22
NeracaPernbayaran 22
Transal<si
Berjalan.......,....,............. 22
NeracaModal ..,. 23
ProspekNeracaPembayaranTahun2003

BAB III PERKEMBANGA}I ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA


NEGARA 27
Pendahuluan
....... 27
Pendapatan
NegaradanHibah z8
Penerimaan
Perpajakan
.............,.. 29
PenerimaanNegaraBukanPajak (PNBP) 34
Hibah................. 36
Daftar Isi

Hahman
BelanjaNegara... 36
AnggaranBelanjaPemerintahPusat 5/

PengeluaranRutin 38
Pengeluaran
Pembangunan............ 42
AnggaranBelanja UntukDaerah 45

Keseimbanean
Umum danDefisit APBN 47
Pembiayaan
DefrsitAlggaran......... 48
BAB IV ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA
TAHUN ANGGARAN 2OO3 5l
Pendahuluan
....... 5l
Pendapatan
NegaradanHibah 53
Penerimaan
Perpajakan-..........
-.-, - 53
Peneimaan NegaraBukanPajak (PNBP) )/
Hibah ................. 60
BelanjaNegara... 6l
AnggaranBelanjaPemerintahPusal 63
PengeluaranRutin 63
Pengeluaran
Pembangunan............ 70
AnggaranBelanja untukDaerah 84
DanaPerimbangan....,...................., 85
Dana Bagi Hasil . 8J
DanaAlokasiUmum.................. 86
DanaAlokasiKhusar......,....,............. 87
DanaOtonomi
KhususdanPenyeimbang
.............................. 89
DanaOtonomi
Khrrsas
.............
........ 89
DanaPenyeimbang.......................... 89
Keseimbangan
UmumdanDefisitAPBN...........,...,....,.... 9l
Pembiayaan
DefisitAnggaran.,....... 9l
Daftar Tabeldan GraJik

DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

Halaman
TABEL
II.l Perkembangan
AsumsiMakro,2000 2003.,...... 3
Il.2 Dunia,2001 - 2003....-.........
IndikatorPerekonomian 5
IL3 ProdukDomestikBruto (PDB)Riil, 2000- 2003
Pertumbuhan l5
IL4 SukuBunga,20Ol 2002........
Perkembangan 19
II.5 Perkembangan Minyak,Januari2001- November2002 ......
HargaRata-rata 20
II.6 Ringkasan
NeracaPembayaran 2001- 2003
Indonesia, 25
IIL I Perkembangan Perpajakan,
Penerimaan ?000 2002........ JJ

IlL2 Perkernbangan NegaraBukanPajak,2000- 2002


Penerimaan 36
BelanjaNegara,2000- 2002
III.3 Perkembangan
III.4 Perkembangan Rutin,2000- 2002..
Pengeluaran 42
IILS Perkembangan
Pengeluaran 2000- 2002........
Pembangunan, 44
IIL6 Perkembangan BelanjaUntuk Daerah,2000- 2002
Angga.ran 47
III.7 Perkembangan DefisitAnggaran,2000- 2002
Pembiayaan 49
OperasionalFiskal Pemerintah,
III.8 RingkasanPerkembanganPelaksanaan
2000-2002........ 50
IV.l Ringkasan APBN2002danAPBN2003....................
Reatisasi 53
IV.2 Pendapatan
NegaradanHibahRealisasi
APBN2002danAPBN2003..,....... 61
APBN2002danAPBN2003................
IV.3 BelanjaNegaraRealisasi 62
IV.4 Pengeluaran
RutinRealisasi
APBN 2002danAPBN 2003 70
IV.5 Anggaran
BelanjaUnh,rk
Daerah
Realisasi
APBN2002danAPBN2003.,..... 90
IV.6 Pembiayaan APBN2002danAPBN2003....,...............,....... 93
DefisitRealisasi

1t1
GRAFIK
II.1 - 2002
EkspordanImporNonmigasIndonesia,2000 6
't1
ILz Inflasi, 2001- 2002................
Perkembangan
IL3 Rata-mtaNilai TirkarRupiahTerhadapDolarAmerikaSerikat,Januari2001-
Desember
2002.. 18
ll.4 HargaMinyak Menhh (ICP),Januari2001- November2002.....
Perkembangan 2l
II.5 danNeracaJasa"1997-2003 ........
TransaksiBe{alan,NeracaPerdagangai, 24
IIL I Perkembangan 2000- 2002..........................
Nogara,
Pendapatan 29
Penerimaan
III.2 Perkembangan JenisPajak,2000- 2002.......
Beberapa 30
III.3 Perkembangan NegaraBukanPajak,2000- 2002......
Penerimaan 34
IIL4 Perkembangan Rutin,2000- 2002....
Pengeluaran 38
Pengeluaran
III.5 Perkembangan 2000- 2002.............
Pem$angunan, .tJ

AnggaranBelanjaUntuk Daerah,2000- 2002


{IL6 Perkembangan 45
PembiayaanDefisit Anggaran,2000- 2002
III.7 Perkembangan 49
Daftar Lampiran

DAFTARLAMPIRAN

Halaman

Lampiran I Rincian PenerimaanPerpajakan,RealisasiAPBN 2002 dan


APBN 2OO3 94
Lampiran2 RincianPenerimaan
BukanPajak, RealisasiAPBN 2002 dan
APBN 2OO3 95
Lampiran 3 Penerimaan RekeningDana hvestasi (RDI),
dan Pengeluaran
APBN2002danAPBN2003.......................
Realisasi 96
Lampiran 4 Rincian PengeluaranRutin, RealisasiAPBN 2002 dan
APBN2003........ 97
Lampiran5 PengeluaranRutin Berdasarkan Sektor dan Subsektor,
APBN2002danAIBN 2003.....................,.
Realisasi 98
Lampiran 6 PorgeluaranPembangunan
BerdasarkanSektordanSubsektor,
AIBN 2002danAIBN 2003.......................
Realisasi 100
Lampiran 7 RincianPembiayaan
Defisit Anggaran, RealisasiAPBN 2002
danAPBN 2003 t02
Lampiran 8 RepublikIndonesiaNomor 29 Tahun2002
Undang-undang
tentang Anggaran Pendapatandan BelanjaNegaraTahun
Anggaran2003.........."........ 103
BabI Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN

Penga1uanAnggaran Pendapatandan Belanja Negala APBN 2003 Pehgajuan APBN 2003


merupakan manifestasi pelaksanaan kewajiban pernerintah sesuaj merupakan manifuslasi
dengan pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yang pelclcanaan kewoiibon
menetapkan bahwa "Anggaran pendapat.andan belanja negara pernelintoh sex ai pqsol
sebagaiwujud dari pengelolaankeuangannegara ditetapkan setiap 23 ayot (1)UUD 1945.
tahun denganUndang-Undangdan dilaksanakansecaraterbuka dan
bertanggungjawab untuk sebesar-besarnyakemakmuran rakyat ".
APBN 2003 merupakan APBN keen.rpatsebagaipelaksanaanGaris- APBN 200j nerupalan
Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999-2004 dan merupakan APBN keempat
yang kedua di bawah Kabinet Gotong Royong. Selain mengacu pelalewnaot GBHN
kepada GBHN 1999-2004, penyusunanAPBN 2003 juga mengacr.r 1999-2001_
k e p a d a P r o g r a r n P e m b a n g u n a nN a s i o n a l ( P r o p e n a s )2 0 0 0 - ? 0 0 4 ,
kesepakatan-kesepakatan yang dicapai antara Pernerintahdan DPR
di dalanl rapat-rapat pernbicaraan pendahuluan lennasuk Repeta
2003, serta program kerja Kabinet Gotong Royong
Beberapa prinsip umum yang digunakan sebagai dasar dalam l'rinsip umum APBN
penyusunanAPBN 2003 antara lain adalahbahwa APBN yang disusun 2003loitu nelahjutkah
harus diarahkan pada upaya (i) rnelanjutkan upaya konsolidasi fiskal up aya konr olid asif t kal,
yang ditujukan untuk ureringankanbebanutang p emerintahsecaracepat mewlliudkahketahanan
dalarn jangka menengah, (ii) mewujudkan ketahanan fiskal yang fiskal, dan pemberion
berkelanjutan(fls cal sustaindbili ty), dan (iii) mengupayakanpemberian
strmulus fiskal dalam batas-batas kemampuan keuangan negara guna
mendukung proses pemulihan ekonomi,
Besaran-besaranAPBN 2003 sangatdipengaruhioleh asumsimakro ,4vt msida: ur APBN 2003:
(asumsi dasar) yang mendasarinya,yartu pertumbuhan ekonomi, perhtmbuhan el'anomi
laju inflasi, nilai tukar rupiah, tingkat suku brmga SBI-3 bulan, harga 4Yq laju inllasi 9o/c sulet
mtnyak internasional dan tingkat produksi minyak Indonesia.Dalam bunga Slll-3 bulan l3%s
tahun 2003 prospek ekonomi Indonesia diperkirakan akan sernakin hargo ninyak U,\$22i
baik dengan pertumbuhan ekonomi sebesar4 (empat) persen, laju bar.el,pt od hi1,27j a
inflasi sekitar 9 (sembilan) persen, nilai tukar rupiah rata-ra|a borelper hari.
sebesarRp9.000/US$ dan tingkat suku bunga SBI-3 bulan sekitar
l3 persenper tahun. Sementaraitu, harga minyak internasionaldan
tingkat produksi minyak Indonesia diperkirakan masing-masing
s e b e s a rU S $ 2 2 p e r b a r e l d a n 1 , 2 7j u t a b a r e l p e r h a r i .
Dengan perkiraan asumsi tersebut di atas, maka pendapatan negara DeJi,itAPBN2003 l, 79'Yo
danhibahdalarnAPBN 2003mencapaiRp336.155,5miliar (17,3%PDB) tcrhaclapPDB.
sedangkan Belarla NegaramencapaiRp370.591,8miliar (19,1% PDB),
sellngga defisit anggarandiperkirakansebesarRp34.436,3niliar ( 1,78%
PDB), Defisit tersebut akan dibiayai dari surnberdalam negeri sebesar
neto Rp22.450,1miliar (1,16 PDB) dan sumberluar negerisebesarneto
R p 1 1 . 9 8 6 , 2r n i l i a r ( 0 , 6 2 %P D B ) .
BabI Pendqhuluqn

Bab II menielaskan Nota Keuangan dan AIBN 2003, secara berurutan akan mengurarkan
mengenol prospek t€ntang prospek ekonoml Indonqsia tahu 2003 dan asumsi dasar APBN
ekanomtlndonesiadan 2003 dalam Bab II. Prospek ekonomi Indonesia tahun 2003 sangat
asurhsiekohomi fialqo dipurganrhi oldr perkiraan krnela ekonomlduiia tahun 2003, kinerja ekonomi
tahunanggarah2003 Indonesiatahun 2002, sert: arah kebijakan ekonomi makro Lrdonesiatahun
2003 Oleh karena itu, Bab ini murguraikan secara singkat perkrraan
ekonomi dunia tahun 2003, yang menurut llorld Economic Outlook
September2002 akan membaik secaraculalp beraru . Walaupun masih
harus menglradapi berbagai tantangan yang sangat berat, kinerja ekonomi
Indonesiatahun 2002 cukup baik dmgan pertumbuhan ekonomi 3,7 perselr
dan laju.inflasi 10,03 persar. Sementaraitu, kebijakan ekonomrmakro
Indonesia terutarna diarahkan untuk mencapai dan menjaga stabilitas
ekonoml makro yang semakin bark dan memperkuat fundamental ekonomi.
Dorgan kondrsi tersebut di atas prospek ekonomi lndonesia tahrui 2003
drperkrrakansernakinmembaik sepertitercermin dalam asumsi dasar APBN
2003 tersebutdi atas
Jlab III menjelaskan Bab Itr menjelaskanm€ng€naiperkernbanganpelaksanaankeuangannegara
p er ke m b o n g a n (APBN! selamatiga tahunterakhir dan tahun 2000, 2001, dan2002. Pada
pelaksanaan kerangan bab ini diurarkan mengenai perkernbangan kebijakan pendapatan negara
negaro tahun 2000 dan llbah, belanjanegara,pembiayaananggaran,dan berbagaikebrjakan
satnpal d engan2002. yang berpengaruhterhadap masing-masing unsur dalam setiap komponen
APBN selamaperiodewaklu anggaran2000 sampai dengan20O2.
Bab IV menjelaskan Bab IV murjelaskari meng€naitarget dan langkah-langkahkebrlakan APBN
mengenai tatget doh 2003, Berbagarperkiraan asumsiekonomimakro dalam 2003 selanjutnya
lengkah-longkah dijadikan dasartrbma pen)rusunan target-targetdalam APBN 2003 secara
keblakah APBN 2003 tennci, yang meliputl target pendapatannegara dan hibah, rencana belanja
dan berbagai kzbijakan negara,kondisi keseimbanganumum dan defisit APBN, sertapembiayaan
pendukungr4ta defrsit APBN 2003. Target-targetdalarn APBN 2003 tersebuttermasuk
pula hasil-hasil dari rencanakebrjakanfiskal pemerintahsecara spesifik
yang dimungkrnkandilaksanakandalam tahun 2003. Langkah-langkah
kebijakan fiskal dalarn tahun 2003 diharapkan mampu merladi jangkar
p€ngamandan stlmulus dalam perekonomian secarakeseluruhan.Langkah-
langkah kebijakan fiskal dalam tahun 2003 juga senantiasamen1aga
kesinambungan dengan kebijakan fiskal tahun-tahun sebelumya dan
memperhatikan beban fiskal tahun-tahun mendatang.
Melalui Nota Keuangandan APBN 2003 ini Pemerintahberharap dapat
memberikan penjelasan berkenaan dengan pokok-pokok program dan
atau kegiatan, termasuk kebijakan yang menladi landasannya, yang
tercakup di dalam setiap komponen yang masuk dalam kelornpok
pendapatannegaradan hibah, belanjanegaradan pembiayaananggaran,
serta pen;elasan mengenai asumsi dasar yang digunakan dalam
penlarsunanAPBN 2003. Dengandemikiandiharapkanagar semuapihak
yang b erkepentingan (stake holders) dapat memahami kondisi
perekonomian yang melingkupi dan mempengaruhi besaran-besaran
yang diusulkan pemerintah dalam APBN 2003
Bab II Prospek Dkonomi Indonesiq Tahun 2003 d.qnAsumsi Dasar IUPBN 2003

BAB II
PROSPEK EKONOMI INDONESIA TAHUN
2OOS DAN ASUMSI DASAR APBN 2OOB

PENDAHULUAN
Besaran-besaran
APBN2003sargatdit€rtukan
olehasumsi
ekonomi
mako Besaran-bagoranAPBN
yang mendasarinya,antara lain pertumbuhanekonomr,laju nrflasi, mlai tukar 20Q3 ditehtukan oleh
rupiah, suku bungaSedifikat Bank Indonesia(SBI)-3 bulan,harga rmnyak as msi ekonomimabo.
intemasional,dan tingkat produksi nunyak hrdonesia.Dalam Pembicaraan
PendahuluanRAPBN 2003, Parutia Anggaran (PA) DPR bersama-sama
dengan Perller:intahtelah melakukan pembahasansecaraintensif untuk
merientukanperkiraanasumsrdasartersebut FIalini diawali denganusulan
Pemerintahpadabulan Mei 2002,yangkemudiandibahassecaramendalam
ol& Panitra Kerja Fiskal dan Moneter yang anggotanyaterdrn dari beberapa
anggotaPanitia Anggaran DPR, Pemerintah,dan Bank Indonesia. Akhimya
pada bulan JLrli2002, Panitia Anggaran DPR dan Pemenntahmenyepakati
besaran-besarantersebut namun nilainya masih dalarn format krsaran.
Selanjutnya Pemerintah dan DPR, setelah melakukan kajian yang
mendalam.telah menetapkanbesaran-besaran tersebutdalanr satu angka
(poin). Hal iru rnudak dilakukan agar besaran-besaran APBN 2003 dapat
dihitung. Ketetapan besaran-besaranasumsi dasar tersebut telah pr a
mempertimbangkandampaktragedi pembomandi Bali yang terjadi pada
tanggal 12 Oldober 2002 serta langkah-langkah stimulus fiskal Pe.merintah
dan kebijakan rnoneter Bank Indonesia untuk meredarn dampak negatif
trageditersebut.AdapunasumsidasarAPBN 2003tersebutdiringkasdalam
Tabel II.l di bawah ini
Tabel II.l
Perkernbangan Asumsi Makro, 2000 - 2003
2 00 0 zooL 2002 2003
Reol, Asumsi
AFBN
l. Penumbuhan
ek0romi (%) 4,9 3,4 3,',7 4,0
2 Tin8kat inflssi (%) 9,35 12,55 10,03 9,0
3 . Nilsi tukar mpbh
(rprus$) 8 425 10.241 9 311 9 000
4 . Suku hujrga SBI
3 bulan (7o) 12,31 t6,4 t 5,24 13,0
5 . Harga minyrk
(tJs$tbaret) 2a,26 24,6
kortuksi minyak
(jula barelAari) 1,40 1,30 1,26 t,27
BabII ProspekEkonomiInd.onesiaTahun2003dan AsamsiDasar RAPBN 2003

Prospek ekohohi Perkiraanindrkatoreloumi mako tahn 2003t€rseht.di ataspadadasamya


Indonesia 2003
merupakanr€flelGidari perkiraan prospe.kperekmomianIndonesiasecara
dlpengat hi oleh
petebhomian duhlo,
keseluruhanpadatahun 2003.ProspekekonomiIndonosiatersebldsangat
hinerja ekonoml 2002, dipargaruhioldr prospekekonomiduniatahun 2003yangsecaralangs,mg
serto kebijakan ebhonl maupun tidak langsungmemp€ngaruhiperkembangansektor ekst€mal,
keadaan politik seldorriil, seldormond.er,danseldorpemerintah,Selainitu, sebagaisuatu
keamanan, dan hukum
prosesyang berkesinambwrgan, prospekekonomiIndonesiajuga sargat
2M3
dipurgarutriolehkineqjaekonomitahun2002,temasukparcapaiansasaran
kebijakanpemerintahdan otoritas moneterserta brah kebijakantersebrd
tahun 2003. Kebijakan tersebut mancakupkebijakan frskal, moneter,
restrukturisasiperekonomian,dan kebijakanlainnya baik dalam rangka
normalisasiperekonomian maupundalamrangkameldakkanfundam€ntal
perekonomran yanglebih kut untuk mencapaipedumbuhanekonomiyang
tinggi dan berkelanjutanpada rnasa-masamendatang.Di sampingitu,
perkiraankeadaanpolitik, keamanandan hukum pada tahrm 2003 turut
memp€rigaruhi prospekekonomiIndmosiatahun2003. Upaya-upayauduk
mflcapai keadaan polrtih keqrnanan
danhukumyanglebihbarkdalamtahun
2003telahdiuraikandalamRacana Pembangunan Tahrman(Repda)2003.

PERI<EMBANGAN DAN PROSPEI< EI{ONOMI


DUNIA2OOS
Per.ekoko iafi il nid Dalam tahun 2002 lingkungan sektor ekstemalyang dihadapi ekonomi
tahun 2001 tumbuh 2,2%.
Tahun 2002 dan 2003
Indonesiamengalamisituasiyang relatif bark. Pertumbuhanekonomidan
ili pe rhi nthafi fi eh i nghat volumeperdagat€anduniadipetkirakanmmmgkatdan masing-masing 2,2
naring-nasing nanjadi persur dan neggtif 0,1 persendalamtahun 2001 murjadi masing-masurg
2,8% dan 3,7%. 2,8 persendan 2,1 persendalamtahun 2002. Hal ini tidak terlepasdari
kebijakanmoneteryang longgar dan agresif serta kebijakanfiskal yang
akomodatifyangdiambiloldr boberapanegarar.tamadunia,ttntama sdama
semesterI 2002. Setelahmengalamiperlarnbatandalamawal tahrm2002,
ekonomidunia dan volume perdagangandunia dalam semestertr 2002
diperkirakanmenguat.Penguatanini diperkirakanakan berlanjut dalam
tahun 2003ddgan pertumbuhanekonomrdanvolumeperdagangan dunia
akan tumbuh masing-masingsebesar3,7 persendan 6,1 persen(Iabd
n2).
Pertumb han ekonomi Meningkatnyapertumbuhurekonomitersebutditopangoldr manguatnya
negara mlttu dagafig pedumbuhanekonomidrberbagaikawasansqerti perekonomianAmerika
utama lfidonesia dalam
tahun 2 0 03 dip er kirakan
Serikat(dan2,2persenm€njadi2,6pers€ri),
KawasanUni Eropa(dari 1,1
persenmcnjadi2,3persen)danJepang(dariminus0,5persanmenjadi1,1
pefsen).
Denganperkiraanmakinmembaiknyakinerja perekonomian global dalam
tahun 2003,kinerja ekonomi
negara-negaramitra d"gongutamaIndonesia
dalamtahm 2003juga diperkirakansemakinm€nguat.Negaramtra dagaf,g
utamalrdonesiayangdiperkirakanakantumbuhperekonomrannya melebihi
5 persendalamtahrm2003adalahKoreaSelatan(5,9persur)danMalaysia
Bab II Pruspek Ekonomi Indonesid Tahun 2003 dan Asumsi Dasar RAPBN 2003

(5,3 persen)dan Cina (7,2 persen). Sqnettara itu, peftumbuhanperekonomran


SmgapuradanTaiwandalamtahun2003 diperkirakanm€ncapaimastrg-masrrg
4,2 persar dan 4,0 persan.

Tabel II.2
Inrlikator PerekonomianDunia, 2fi)l - 2fi)3
Uterselr)
7o p€rahan
2001 ZOO2'> 2003'! thd ekspor
nonmigas
(2002)

Pe rtatn btthan ekanomi duhia 2,2 2,8 17

- Amedka Serikat 0,3 2,2 2,6 15,8


- Jop*g -0,5 1,1 14 l
- Kawasa thi Erqra 1,6 I,l
- Malaysia 0,5
7,3 75 7,2 4t
- Korea Selatafl 3,0 6,3 40
- Taiwan -tq 4,0
- Singapura -2,0 4') 10,3
- Ausffalis 4,O 3,8

Pe umbuhonVoluhe Perdag.Dunia -0,1 2,1

S mber: WorldEcohotnicOutlook,September2002, diolah


*) perkrraanrealisas
**)
Ferkira?u

Kinerja ekonomimakro
Indonesia200Imelemah
dibandingkan 2000.
Bab II ProspekEkononriIndonesia Thhun2003 dan Asumsi Dasar MPBN 2003

Ekspor dan impor non Pertumbuhan ekspornonmigastrahun 200I cenderungnegatil demikianpula


migas sejak Jaltuari denganpertun.rbuhan impor nonmig{rs.Ekspornonmigas,yang tumbuh
2(n2muldthenuhjukkan
sebesar22,9persendalamtahun2000,hrrunmenjadinegatif8,6 persen
gejala pelxt gkatan.
dalamtahun2001,menjadisebesar US$43,7miliar. Impornonmigas, yang
tumbuhsebesar 35,5persendalamtahun2000,turunmenjadinegatif7,3
persendalamtahun2001,menjadisebesar US$25,5miliar. Namun,dengan
adanyaindikasiawalmulaipulihnyaperekonomian duniadankembalinya
momentum pemulihan ekonomi,meskipun masihditandaidenganberbagai
kendala,ekspor yang sudah turun sejakbulan Oktober 2000 mulai
menunjukkan gejala peningkatan. Sejakbulan Januarisampaidengan
Oktober2O02,ntlaiek'spornonrnigascendenurgmeningkatyaitudariUS$3,2
miliarmcnjadiUS$4,1miliar.DalambulanNovemberdanDesember 2002,
nilai ekspornon-migaskembalimengalamipenurunanmenjadisekitar
US$3,2miliar danUS$3,6miliar yangantaralain ditengaraiolehdampak
Bali. Sccarakeseluruhan
negatif.tragedi dalamtahun2002,nilai ekspor
non-migastumbuhsebesar 2,8persen(Grafik II.1).

G $ H K l l ,I
EXSFORDAN IM PORNONM IGAS INDONESIA.2OOO 2OO2
(US$ M ruAR/turAN)

5,0
4,5
4.0

3,0

2,0
1,5
1,0
Apr Jul Okl JAD- Apr J! | okl Jatr- Apf Jul Okr
1000 ?001 2002
- - - - . - l l k s p D rN o n m i g a s ----r- lmporNonInigos

Hal yangsamajuga terjadipadaimpor yangmulai menunjukkangejala


peningkatan.
Nilai impornonmigasmeningkatdariUS$1,68miliardalam
menjadiUS$2,4miliardalambulan
bulanJanuari Oktober2002,dansedikit
mengalamipenurunandalambulanNopemberdanDesember2002.
Upaya pemulihan Walaupunmenghadapi tantanganberat,upayamempercepat pemulihan
ekonomi ditekdnkan ekonomiterusdilanjutkandenganlebih menekankan pada upaya-upaya
pada perbaikan
perbaikanfundamental ekoiomi danpemulihankepercayaan masyarakatakan
.lundamentuI ekonotni prospekekonomiIndonesia yanglebihbaikpadamasamendatang. Beberapa
dan pemulihan
kpercayaan. prioritaskebijakanmencakupupayamemeliharastabilitasekonomimakro,
mempercepat perbankandan duniausaha,menggerakkan
restrukturisasi
kembalisektorriil, menjagaketahanan fiskal yangberkelanjutan(liscal
sustdinability),dan meningkatkanpelayananterhadapmasyarakatkurang
mampusertamemantapkan pelaksanaan
desentralisasi
fi skal.
Bab II Ptaspek Ekonomi Indonesiq Tbhun2003 dan Asumsi Daser R4PBN 2003

Kinerja fiskal yang merupakan j angkar porgaman peritrng bagr kestabilan Kine4a fiskal 2001 dan
ekonomimakrotahun 2001 dantahun 2002telahmemberikanharapankepada 2002 membeti haropan
pasarbahwaketahananfiskalpemerintah.lapatterjaga.Defisit APBN 200l pasar bahwa ketahanan
dapat dipertahankanpada tingkat 2,7 persenPDB, atau tidak melampaui Jis kal pe merihta h dapat
sasarannyasebesar3,7 persenPDB. Sementara itu, berkatlangkah-langkah dijrya
pengurangansubsidi dr awal tahun dan disiplin dalbmpengeluaran,def,rsit
APBN 2002 tetapdapatdikurdalikandalambatasyangaman,yaitu sebesar
1,6persenPDB, jauh dibawah sasarannyasebesaryaitu 2,5 persen PDB.
Sementaraitu, setelahmengalamr fluktuasi yang cukup tajam, mulai akhir Mtlai akhir tahun 2001
tahrn 2001 krnerja moneter catderung menunjukkan perkembanganke arah h ne4 o ttlohet ercehI erung
yanglebih stabil dan semakinmendukungupaya-upayapenrulihandi seldor stab .
riil Hal ini dimungkinkandi sampingkarenakonsistensikebr;akanfiskal
dan monefer dalam murgo.rdalikan stabilitas ekonomj mako, juga terutama
karena membaiknyasentimenpasar akan prospek ekonorniIndonesia
Nilai tukar rupiah dalam satu tahun terakhir telah menunjukkan Nilai tula r rupi ahmenguot
perkembangan yang cenderung rnenguat secara konsisten, dari rata-rata hingga mencapqi
per bulan Rp10.377lUS$pada Januan 2002 marjadi Rp8.912,{JS$pada Rp8.9l2/US8 pada
Desember2002 Penguatannilai tukar rupiah tersebuttrdak tedqas dan Desenher 2002
sitr.rasipolitik dan keamananyang semakrnkondusif sehtnggarnemuunkan
tingkat nsiko dan ketidalgastian usaha. Sejalan der.rganmetrguatrya mlai
tukar rupiah, inflasi dapatdrtekanlebih rendahdibandingkandargantahun
sebelumnyaDalam pada itu, uang prirner telah tumbuh dibawah sasaran
indikatiftrya, sehinggamemberi ruang gerak untuk parurunan suku bunga
Posisi uang primer yang pada Januari 2002 sebesarRp116 49 miliar., I'erlumbuhan ong
margalamr peningkatan pada bulan-bulan berikutnya hingga mencapai ptitn e,'.seI ama J an uL!ri -
Rp138,25 mrliar pada Desember2002. Meskipun mangalamikeraikan, Desentber2002 tn hp
namun posisi uang prirner tersebutmasih beradadidalarntarget indikatif
Perlumbuhanuang primer yang terkendali tersebut memudahkanuntuk
m€ndorongturunnya suku bunga lebih lanjut, yang pada gilirannya dapat
menladi salah satu sumber stimulus dalarn perekonomian. Selain itu,
pertumbuhan uang primer yang melambat memberikan indikasi akan
terkendalinyainfl asi pada bulan-bulanmendatang.
Sementaraitu, membaiknya kondisi makro ekonomi dan moneter telah
mendorongmenbaiknya krnerjasektorperbankanselama2002. Kebijakan
perbankar.r yang drkeluarkanoleh Bank Indonesiadan konsolidasiintemal
perbankanturut rnendukungrnembaiknyakinerja perbankan Perbaikan
lersebut tercernin dari terus berlalgsungnya proses pemulihan ftingsi
intermediasi perbankan seperti meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK)
dan kredit yang disalurkan
DPK lzng berhasil dihimpun perbankan sampai akhir Desember2002 Dalan tohun2002,CAR
be'lumlahRp835,8triliur, maringkatRp38,4trihun(4,8perser)dibandingkan dan NPLImentnjuktth
dengan tahun sebeluumya.Peningkatantersebut lebih rendah bila
dibandingkanpada tahun 2001 yang rnencapai14,1 persenatau sebesar
Rp98,3 triliun. Rndahnya pertumbuhanDPK tersebut diporgaruhi oleh
tunurnya suku bunga simpanansejalan d€ngantrend p murunan suL:ubunga
SBI. Disampingitu, penurunanDPKtersebutjuga dipengaruhtolehadanya
BabII ProspekEkonomiIndonxia Tahun200i ddn AsumsiDasar MPBN 2003

altematif p€nanamandana bagi masyarakat yang membeikat rcnrn yang


lebih tinggi daripadadepositosepertireksadana.Padaperiodeyang sarna,
jumlah kreditperbankanyangberhasildrsalurkanmencapaiRp410,3triliun
atau naik Rp51,6 trilirm (14,4 persm), lebih besar dibandingkandengan
peningkatanpada tahun 2001 sebesarRp38,2 triliun (11,9 persen)
Puingkatan penyaluran kredit ini telah mendorong morinE@ya Loan to
DepositeRntio (LDR) perbankandari 33,0 persenpadatahun2001 menjadi
38,2persanpadatahur 2002.Disampingitu, kualitaskreditperbar*an dalam
tahun 2002 juga menurjukkan perbaikan.Hal im tercermrn dari rnenurunnya
Non PerJormingLoazs (NPLs-n€t)perbankan,yaitu dan 3,6 persenpada
tahun 2001 merSadi2,9 persar pada iahun 2002. Sementaraitu, jumlah
bank yang masih mempunyairasio neto NPLs di atas 5,0 persan,sesuai
d€ngan ket€ntuan Bank lndonesia, adalah 20 bank. Kondisi yang dialami
beberapabank tersebutantara lain karena dampaktrag€di Bali sehingga
berpenganrhterhadapkualrtaskedit perbankan.
Fuhgsi ihtermediasi Beberapahambatanyang dihadapi dalamprosespemulihan intermediasi
perbankan uengalami perbankan tahun 2002 yaitu rnasih tingginya persepsi perbankan
perbaikan meskipun terhadap risiko dan ketidakpastiandi sektor riil, Kondisi tersebut
belumsepenuhtyaptlih menyebabkan perbankan berhati-hati dalam menyalurkan kredit,
terutama kredit kepada sektor korporat dan kredit yang berjangkawaktu
panjang. Kondisi rni semakin mendorongperbankan untuk melakukan
ekspansi kredit ke sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Kebijakan perbankan pada tahun 2002 tetap difokuskan pada upaya
rnempertahankanprogram penyehatanlembagaperbankandan program
pemantapan ketahanan sistem perbankan. Kebijakan ini berhasil
nendorong kinerja perbankan khususnya rasio keuangan perbankan
yang tercermin dari Capital Adequdcy Ratio (CAR). Pada akhir tahun
2002, CAR untuk seluruh bank umum mencapai 22,5 persen atau
meningkat 199 poin bila dibandingkandenganakhir tahun 2001 sebesar
20,5 persen. Namun apabila dilihat secara individu, terdapat 3 bank
yang masih nemiliki CAR dibawah ketentuan Bank Indonesia sebesar
8 persen, Relatif membaiknya CAR tersebut Juga mengindikasikan
bahwa pennodalan bank secara keseluruhanmengalami perbaikan.
Perkzmbongan positiJ Selanjutnya, perkembanganpositif berbagai indikator ekonomi di atas
indikator ekonomimalvo diharapkan men;adi dasar yang lebih kuat dalam rangka pembangkltan
nmjadi dasm bangld4,a kembali sektor riil dan revitalisasi industri dalam negeri Keberhasilan
sekor riil dan tu'vilnl'lasi upaya tersebut dapat memperluas lapangan kerja dan pada giliran-nya
indushidalar hcget'| dapat memacu pertumbuhan ekonorni lebih tinggi lagi dan secara
berkesinambungan.
B anlcdiberi kzwenanga n Untuk mempercepat restrukturisasi usaha kecil dan menengah, telah
lebih luas ukhtk diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 2002 tentang
rnempercepat Restrukturisasi Kredit Usaha Kecil dan Menengah yang memberi
rertr ktulisasi UKM kewenangan dan ruang gerak yang lebih luas kepada perbankan,
tnelalui Keppres Notnor khususnya bank BUMN, untuk melakukan restrukturisasi kredit
56 Tahun2002. bermasalah,Kebijakan yang ditujukan kepadausahakecil dan marengah
ini sebenamyajuga dimaksudkan sebagai bagran untuk mempercepat
pembangunan ekonomi rakyat.
BabII Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 2003 dan Asumsi Dqsar MPBN 2003

Berkartandenganupayapemulihansektorriil, termasukuntuk meridorong Pembongunansarcna


investasi(asrrgdandalamnqgn), patyediaansaranadanprasarana penting dah ptasarana penting
seperiilistrik,tel4or\ dantranspodasisangadah manetukan.Oldrkarenaitu d ahjutkan kembalt.
p€rundngandenganbaryukpihakmmgaraiproyekpembangkit t€nagalistdk
danlain-lainnyayangdahulu.berhdikarea kdsismtrreter,telahdiselesarkan
danpunbangunannya mulardilanjutkankonbali.
Sehubungan dugan upayapqnbangkitanseldorriil ini, dankaitarmyadargan Rekop Ita I isas i in d u.st ri
rekapitalisasirndustri dalamnegen,dorongantetap diupayakanterhadap dalom negei dtutanaknn
p engembangan industri yang berbasisbahan baku dan pengolahan pa da ihdu,stli belbesij
sumberdaya alamdalamnqen yangmmgolahbahanmmtahmenjadibahan bahan balw dan sumber
setengahjadidanbahanjadi, Pangembanganindustri denganmemanfaatkan dayaalam.
keuntungan komparatifsepertiini, misalnyadrsektorpertanian,perkebunan,
kehutanan,perikanan, akan sangatmembantupeningkatandaya salng
perekonomianIndonesia
Khususmengaurrnvestasi PMA danPMD\ perkanbangannya
sepertr sanpar Investotsi PMA dan
sekarangmasihbdummunmjuk'kan kqatrahan.t{al tni diperkirakan
disebablcan PMDN belum
tert{ama ol*r beberapafaltor yartu kepastianhukum dan pandangan serta menuhjuhkan
kekhawatiran yang berkaitan dengan kebijakan perburuhan dan kegairohon-
kaanagakerjaan.Dalam kaitan ini pernerintahsedargdan terus berrpaya
mancaripemecahan persoalaniru,
Dalamtahrn2002,proyekPMDN yangdisetujuiselanyakI 8I proyekdergan
nilaiinvesGsisebesarRp25,262,3 miliardau turundibandinglsn derganperiode
yangsamadalamtahun2001yarg,be{udah 254prold<dagannilai investasi
sebesar Rp58.816miliar.Dari l8l proyekyangdisdujui sdamaperiodetersebrt,
bidangusahayangpalurgdiminatiadalahsektorindustrimakanan sebanyak 32
proye( perdagangan dan rqarasi sebanlak 19 proyr( dan pergangktran ,
gtdang dan komunikasisebanyak15 proyek.Sedangjunrlahrru€stasiyang
palr:g menonjoladalahseJdorindustrilogam,mesindanelekomkase.besar
Rp?.179,2miliar,seldorindustrimakanan sebesarRp4-967,7 miliar,danseldor
penganglafian, gudangdankomunikasisebesarRp3.125,7miliar Sqnstara
proyekPMA yangdisef.ujui dalamtahrm2002sebanyakI .I 35 proyekdergan
US$9,744,1jr'fa ataulebrhrendahdibandingkan
nilai investasisebesar dergan
periodeyangsamatahun2001 yangsebesar US$I 5.055,9jrIa. Bidangusaha
yangpalingdiminatiPMA adalahseldorperdagangan danrryarasisebanyak
,145proye( jasalainnyasebanyakI 63proyek,danrndustnlogamdasar,mesin
dan eldcronikasebanyak91 pro1rck.Dari US$15,055,9 juta yangdisdujui,
investasiyang paling menonjoladalahselcorpelgangkutan,gudangdan
komunikasisebesar US$3.713,3 jda, sd<torindsrlri kimiadanfarmasisebesar
US$L872,3juta, dansektorperdagangan danreparasisebesar US$877juta.

I(EBUAKAN ET@No*fl MAKrc INwNEA TAHUN2OO8


Upayapercryatanpemulihanekonomrtahrm2003tetapdidasarkankepada Upoyanenprhutfunda-
berbagaiupaya yang telah dilaksanakandalamtahun-tahunsebelumnya, mental ekonomi melahti
yaitu upaya memperkuatfundamentalekonomimelalui penciptaandan pemeli hara an stabilitas
pemeliharaanstabilitas ekonomimako, p€nyehatanseldor perbankan, ehonomi makro dan
pembangkitankembaliseldorriil, danreformasistrulcuraldi berbagi bidang. re"tln l&.l,.bq'i ekohoml.
BabII Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 200i dan Asumsi Dqsqr MPBN 2003

Upaya penciplaan Upayzp€nciptaanstabilitasekonomimako melibatkanberbagaipihak dan


stabiI ilas ekorlohi makro berbagaikebijaksanaanyang harus dilaksanakansecarat€rpadu.IIal ini
harus dilaksanakan meng,ingatstabilitas ekonomi sangaterat kaitannya dengantingl<at
kepercayaan masyarakatdanpelakupasarakanprospekekonomrIndonesia,
yang antaralain sangatdipengaruhioleh kondisi politik dan keamanan,
kepastranhukum,danberbagaimacamperselisihanperburuhan Langkah-
langkahmollagastabilitasekonomrjuga tidak tfflepas dari kebijakansektor
riil terutamadalammeqiagatersedianyapasokandankelancarandistnbusi
barangdanjasa. Selainitu, stabilitasekonomieratjuga kaitannyadengan
langkah-langkah kebaakanmoneter,fiskal, danekstemalyangterpaduyang
diarahkanrmtuk menjagamomentumdalam rangka menjagakestabilan
tingkatharga,nilai tukar rupiah,sukubunga,danindekshargaportofolio.
Kebiakan moneterlang Oldr karenaitu dalamtahun 2003koordinasikebijakanfiskal danmoneter
kohsisteh doh berhati- akan tetap dipeliharadan semakinditingkatkan.Denganmemperhatrkan
hoti akan tetqp kondisisosialpolitrk yang relatif semakrnkondusif dan prospekekonomr
dilaksatakan dalam moneterke depan,; erta mencermatiberbagartantanganyang muncul,
tah n2003. maka otoritas rnoneterakan melaksanakan kebijakanmonetersecara
konsistendan berhati-hatiguna menyerapkelebihanlikuiditas aparte/.a'p
sesuaidorgankebutuhanriilperekonomran,sehingga tidak mernberitekanan
barupadainflasidannilai ttrkarrupiah.Dalampelaksanaarmya, pengerdalian
monetertetap diaralrkanpadapencapaiansasaranuangprimer yangtelah
ditetapkanmelalui operasipasarterbuka (OPT), bark melalutlelang SBI
maupunintervensirupiah secaraoptimal. Di sampingitu, dalamrangka
meredamfluktuasi nilai tukar rupiah,pengawasanlangsungterhadap
transaksidevisapadabank-bankakanGrusdroptimalkan.Denganperkiraan
bahwauangpnmer masih akan terkendalidan bergerakdi bawahtarget
indikatifnya,strategipengerdalianmonetermash menllila ruanggeiakbagt
penunrnansuku bungaSBI. PsrurunanSBI lebih lanjut akan dtlakukan
secarabertahapdan berhati-hati danganmemperhatikantekananurflasr
dan pergerakannilai tukar rupiah. Dengan mempertimbangkan
perkembangan tahun 2002, perkiraanpertumbuhanekonomi,inflasi dan
APBN 2003,sertaarahkebijakanrnoneterdanfiskal yangakanditempuh
dalamtahun2003,uangprimer(M0), diperkirakan akanmencapai sebesar
Rp153,8triliun dalamtahun2003,atautumbuhsebesar11,3persandari
tahunsebelumnya yangmencapai Rp138,2triliun.
Sementaraitu, kebijakan fiskal tahun 2003 tetap diarahkanpada
upaya konsoldasi fiskal yang dimaksudkanuntuk mewujudkan
APBN yang sehat,memeliharaketahananfiskal yang berkelanjutan,
dan memberikanstimulus fiskal dalambatas kemampuankeuangan
negara. Kebijakanfiskal tersebutakan dilaksanakanselarasdan
konsisten dengankebijakan makro lainnya baik dalam rangka
menjagastabilitas perekonomianrnaupunguna mendukungproses
pemulihan ekonomi, Dalam jangka menengah,langkah-langkah
penting dalam menjaga ketahananfiskal yang kesinambungan
(sustainabilitasfiskal) terutama mencakupupaya memelihara
anggaranke arah yangberimbangdenganmengurangipengeluaran-
pengeluaranyang tidak efisien, memperkuatbasis pajak, serta
Bab II Prospek Ekonomi Indonesiq Tqhun 2003 dan Asumsi Da.sar RAPBN 2003

mempercepat pengurangan utang, terutama utang dalam negerl


pemerintah dengan menggunakan hasil penjualan aset pemerintah
di BPPN, dan divestasiatas berbagaibadanusahamilik negara.
Sehubungan dengan itu, defisit fiskal dalam jangka menengah Ke bij a ko n fi:t ka I 2003
drupayakanuntuk senantiasaturun agar lrpayakonsolidasifiskal berhasil. tetap diarchkan kepado
Defisit fiskal tahun 2001 mencapai 2,1 persen PDB, sedangkanuntuk upaya kontolid rxi fskol.
tahun 2002 defisit fiskal turun menjadi 1,6 persen PDB. Dalam tahun
2003, defisit fiskal drupayakan mencapar 1,8 persen PDB atau sedikrt
lebih tinggt dari realisasi defisit A?BN 2002. Lebih tingginya defisit
fiskal tahun 2003 dibandingtahun 2002 tidak dapat dielakkansehubrurgan
dengan pemberian stimulus fiskal melalui tambahan pengeluaran
pemerintah untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomr dan
mengantisipasi dampak negatif tragedi Bali.
Dalam pada itu, upaya pengendaliandefrsit fiskal mempmyai beberapa Defisit fiskal jangka
makna baik untuk kepentingan kesehatanfiskal itu sotdiri maupun untuk menengah diupayakan
kepenttrgan kesehatanperekonomianrnsional. Pertama, penurur.randefisit
dapat mengurangi ekspansi fiskal pemerintah mengingat kelebihan
pengeluaranatas penerimaannyarelatif semakin mangecil. Hal ini pada
gtlirannya secara berangsur-angsur dapat mengurangi tekanan inflasi dan
murgurangt beban otontas moneter dalam mengontrol uang beredar untuk
mengendalikaninflasi Kedua, defisit fiskal yang semakin rendah akan
mengurangi beban pembiayaan anggaran sehingga kebutuhan pembiayaan
melalui utang secara relatif terhadap perekonomian menjadi semakrn
meng€cil sehinggabebanpembayaranriyadi masamendatangjuga manurun.
Dalam tahun 2003, sekalipun defisit anggaranpemerintah sudah cukup P inj affi t n lu ar neger i tr asih
lendah namun mengingat kondisi keuangannegara yarg masih sangat diperlukan karena londtsi
terbatas maka pemerintah masih rnernerlukal pinjarnan luar negeri. Hal kzuangan negara yang
ini mengingat pentingnya dana pembangunanpemerintah yang rnasih terbatas.
sangat diperlukan untuk mendukungprosesp emulihan ekonomi. Selain
itu, utang tersebut diperlukan untuk menutup kesenjanganpembiayaan
karena beban pembayaran utang luar negeri yang masih cukup besar
dalam tahun 2003. Sekalipun demikran,Pemerintahsenantiasaberusaha
untuk mengendalikanutang padatingkat yang sustainabel. Dalamtahun
2003, mengrngat beban pembayaran utang yang nasih cukup trnggi,
penguranganbebanpembayaranutang luar negerijuga dilakukan dengan
melalui penjadwalan utang luar negeri yang jatuh tempo melalui Paris
Club II1.
Kebijakan pengendaliandefisit dan penguranganbebanpembiayaan Kebijakak kohsolidasi
untuk tahun 2003 di atas segarisdenganupaya memperkuatneraca fiskal segaris dengon
pernbayaran Indonesia sehingga semakin memperkuat fundamental upoyapen gu otan nerEca
perekonomianterhadap risiko perubahan berbagai faktor baik 1*mbayaran,
internal rnaupun eksternal. Kebijakan utang luar negeri dan upaya
penurunan beban pembayaran utang luar negeri selain sangat
mendukung posisi fiskal pemerintah juga dapat menghindari tekanan
kebutuhan akan valuta asing yang tinggi yang diperkirakan dapat
meng,ganggustabilitas neraca pembayarandan nilai tukar rupiah.

1l
Bab II Prosoek Ekonomi Indonesia Tahun 2003 don Asumsi Dasar RAPBN 2003

PemLrintahnenpercepat Dalam kaitannya dengan BPPN dan BUMN, pemerintah akan


pehjualan asel negara mempercepatpenjualanaset yang dikuasai oleh negaradengandua
ntuk pembiayaan tujuan utama. Pertamauntuk meningkatkansumber-sumber
anggaran dan pengem- pembiayaan anggalan dan mengurangi beban utang pemerintah.
bolion aset ke seklot Kedua, untuk menempatkanas€t-asettersebut ke sektor-sektor
swasta denganharapan akan berfungsi kembali secara optimal
sehingga akan memperkuatgairah investasi dan peningkatan
pertumbuhanekonomi, Gairah investasi juga diharapkan semakin
tinggi dengandimulainya kembali berbagaijenis proyek strategis
yang sempattertundamenyusulkrisis ekonomitahun 1997-1998,
Pembangunanitu diperlukan untuk mengantisipasipeningkatan
permintaanpasar dalamdan luar negeriterhadapberbagaibarang
danjasa strategissepertipupuk,listrik, dan produkpetrokimia.
Khusus mengenaidivestasidan privatisasi.bank,pemerintah
berupayamengembalikan kepemilikanbank kepadapihak swasta
yang kredibel dan dianggapmampuuntuk menjalankanbank secara
sehat sehinggamendorongbank untuk kembali berfungsi sebagai
lembaga intermediasi,yang pada gilirannya sangat membantu
percepatanpemulihansektorriil. Dalam tahun 2003, BPPN akan
melanjutkandivestasi bank-bank seperti Bank Internasional
Indonesiadan sisa kepemilikanBPPN di Bank Niaga dan Bank
Danamon.

PROSPEI< EI(ONOMI 2OO3 DAN ASUMSI DAS,AR


APBN 2OO3
I ndikatol-indikalor Gambaranperekonomian duniayanglebih cerahdalamtahun2003,
perel@nomir!hIh d onesia kemajuanprogram-programpemulihanekonomiyang semakinkuat,
2003 diperhrakan lebih serta dukungan lembagainternasionalterhadap program-program
baik htalit4snya. pemulihan ekonomi Indonesia, pada gilirannya akan memberikan
sentimenpasal yang positif akan perbaikan ekonomi Indonesia
dalamtahun 2003. Hal ini diperkuatdenganperkiraanstabilitas
politik dan keamanandalamnegeriyang semakinkondusif. Dengan
demikian,indikator-indikator perekonomianIndonesiadalamtahun
2003 diperkirakanakan memberikangambaranyang lebih baik
kualitasnya.
Nilai tukar rupidh Dalam tahun 2003 pedumbuhanekonomi diperkirakan akan lebih
diperkirekan akah baik dari tahun2002,meningkatdari 3,7 persenmeryadi4 persen.
fiehguat menjadi Pertumbuhanekonomiini didukung oleh tetap kuatnya permintaan
Rpg.1UIAS't hhun2003. konsumsi dan kernbalinyamomentumakan peningkataninvestasi
dan ekspor- Selain itu, sentimenpasar yang positif akan semakin
memperkuat nilai tukar rupiah ketingkat yang lebih wajar serta
volatilitas rupiah yang semakinmenurun. Nilai tukar rupiah rata-
rata menguatdari sekitarRp9.311/US$pada tahun 2OO2menladi
sekitarRp9.000/US$padatahun2003, Penguatan nilai tukar rupiah
ini merupakan salah satu faktor utama terhadap pengurangan
tekananinflasi dan suku bungaperbankan.Tingkat inflasi dan suku

12
Bqb II Prospek Ekonomi Indonesia I'ahun 2003 dan Asumsi Dasar RAPBN 2003

bungaSBI-3 bulan dengandemikiandiperkrrakanmenurundari 10,03


persendan 15,24 persen dalam tahun 2002 menjadi 9 persen dan 13
persen dalarn tahun 2003.
Penguatannilai tukar rupiah tersebut juga mencerminkan adanya Penguatan kilai tukar
perbaikan di sektor eksternal.Tekananaliran modal keluar semakin tupiuh mencerminkan
menurun sehubungan dengan kembalinya investor asing, dan, pelboikon di sektor
berkurangnya tekanan aliran modal pernerintah neto sehubungan elaternal.
dengan penundaanpembayaran utang pemerintah sesuai hasil
kesepakatanParis Club III untuk tahun 2003 sebesarUS$3,0 miliar.
Berbagai hal tersebut pada gilirannya akan meningkatkancadangan
devisa dari sekitar US$3i 571 juta dalam tahun 2002 menjadi
US$32.394 juta dalam tahun 2003 Indikator-indikator terkini
rnenunjukkangejala pemulihan dalam aliran modal swasta tersebut,
sebagaimanadirefl eksrkan dalam kembalinya ketertarikan asing
d a l a m p a s a r m o d a l , d a n d a l a m p r i v a t i s a s i a s e t - a s e tp e m e n n t a h .
Sementaraitu, dalam tahun 2003 rata-rata harga minyak
internasionaldiperkirakan sebesarUS$22,0 per barel, lebih rendah
d a r i r e a l i s a s i t a h u n 2 0 0 2 y a n g s e b e s a rU S $ 2 3 , 5 p e r b a r e l .
Melemahnya harga rninyak ini disatu pihak akan menekan surplus
transaksi perdagangan2003 namun diharapkan dikompensasioleh
membaiknya ekspor nonmigas dan aliran modal internasional
s e h u b u n g a n d e n g a n r n e r n b a i k n y ap e r e k o n o m i a n i n t e r n a s i o n a l .
Berbagai studi menunjukkan bahwa harga minyak yalg lebih rendah
cenderung rneningkatkan produLlivitas perekonomian dunia,

PERTUMBUHAN EI<dNoMI
Membaiknya kondisi politik dan keamanansejak pertengahantahun Pert hbuhah ekonoDli
2001 dan membaiknyaberbagaiindikator ekonornimakro mulai akhir 2402mencapai3,7penren
2001 diharapkan dapat rnernberikandarnpakpertumbuhan ekonomi dqk pqda tah n 2003
secara bertahap dalam tahun 2002. Pada kuartal I 2002 ekonomi diperhrakon mencapai
tumbuh dengan 2,7 persen dibandingkan dengan periode yang sarna
tahun sebelumnya dan menguat cukup tinggi dalam kuartal II dan
kuartal III yang mencapai sebesar 3,9 dan 4,3 persen. Jalur
penguatan ini sedikit melernah dalam kuartal IV yang mencapai
perlumbuhan sebesar3,8 persen Secara-keseluruhan,pertumbuhan
ekonomi dalarntahun 2002 mencapaisebesar3,7 persen. Sekalipun
pertnmbuhan ekspor dan investasi melemah secara keselrtruhan
tahun, ekspor dan investasi yang melemah dalam kuartal I dan II
drikuti denganpemulihan dalam kuartal III dan IV. Dampak positif
d a r i p e n . r u l i h a ni n i a k a n b e r l a n j u t d a l a m t a h u n 2 0 0 3 , k e t i k a
pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan diperkirakan mencapai
4 p ers€n.
Perkiraanperlumbuhan ekonomi sebesar4 persendalam tahun 2003
didasarkan kepada ekspektasi akan membaiknya berbagai faktor
ekonomi dan nonekonomi baik dari sisi internal maupun eksternal.
Langkah awal dari faktor nonekonomi ini p enting untuk pemulihan

t)
BsbII ProspekEkonomiIndonesiaTahun2003 danAsumsiDasar MPBN 2003

kepercayaanmasyarakatdan pelaku pasar terhadapekonomimakro


dan moneter. Pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh
meningkatnya permintaan domestik serta dukungan lingkungan
bkonomi eksternalyang lebih kondusif,
Perlurnb hah secara Secarasektoral,pertumbuhansektorpertanian,industri, dan lainnya
akanmeningkatdari perkiraanmasing-masing0,9 persen,5,2 persen,
dan 4,3 persentahun 2002 menjadimasing-masing1,7 persen,6,5
persen,dan5,2 persen.Dari sisipermintaan, pertumbuhankonsumsr
masih cukup tinggi yaitu sekitar 4,6 persen,meskipunsedikit lebih
lambat dari tahrn 2002 sebesar5,5 persen.Selain itu, investasi
diperkirakanakanmengalamipertumbuhanyang cukup berarti yang
mencapaisekitar 3,3 persen,melebihi pertumbuhantahun 2002
sebesarminus0,2 persen.Sedangkanekspordan impor barangdan
jasa tumbuhmasing-masingsekitar3,2 p€rsendan 3,9 persen,sedikit
lebih tinggr dari tahun 2002 (Tabel II.3).
Pertumbuhankonsumsi t€rutama disebabkan oleh meningkatnya
pendapatanmasyarakat,juga dipengaruhiolehterkendalinyatingkat
harga dalam negeri dan juga menguatnyakurs rupiah sehingga
secara relafif daya beli masyarakat meningkat. Selain itu, suku
bunga yang menurun sertasemakinmaraknyalembagapembiayaan
untuk kredit konsumsi juga diperkirakan akan mendoiong
pertumbuhankonsumsi swastatersebut.
Kinerja investasitahun 2003 diperkirakanakanlebih baik dari tahun
2002, Semakinbaiknyakondisi sosial,politik, dan keamanan,serta
prosesrestrulturisasiperbankan,perusahaan, danutangluar negeri
swasta, serta pengaktifan kembali berbagaiproyek besar yang
sempattertunda selama krisis ekonomi diharapkan mampu
mendorongperkembangansektor riil. Berbagai faktor lain yang
diharapkanmerangsangpeningkataninvestasiriil yaitu semakin
meningkatnyakepercayaanbisnis yang ditandai oleh membaiknya
berbagai indikator ekonomi makro yang diawali pada akhir tahun
2001 diharapkansemakinberlanjut, sepertilaju inflasi yang semakin
terkendali, nilai tukar rupiah menguat kepadatingkat yang lebih
realistis, dan suku bunga yang cenderungmenurun. Semakin
meningkatnyaaktivitas investorasingpadainvestasiportofolio pada
perrengahantahun 2002 pada gslinnnya juga diharapkanakan diikuti
oleh peningkataninvestasiriil pada tahun 2003, Kinerja ekspor
diperkirakan akan membaik sehubungandengan membaiknya
pertumbuhan ekonomi dunia dan masih kompetitifnya beberapa
produkIndonesiadi pasarinternasional.

l4
Bab II Prospek Ekonomi Indnnesia Tahtm 2003 dan Asumsi Da.sqr MPBN 2003

Tabel IL3
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Riit' 2000 - 2003
(persen)

Realisasi'r Proyeksi
2{no 2001 2002 2003

PDB 4,9 2d 17 dn

Menurut Jenis Penggunaan:

KonsumsiRumahTangga 1,6 4,4 47 17,

KonsumsiPemerintah 6,5 9,0 12,8 7,0


PMTB 18,4 7,7 _i1 3,3
Ekspor 26,1 1,9 JrL

Impor 25,9 8,1 -R? ?o

Menurut Lapangan Usaha:


Perta an 1,9 1,0 1,7 4,0
Pertambangan 5,5 q0 2,2 10
lndustnpugolahan 6,0 4,1 4,0 {t

a) Non-migas 7,0 5,0 4,?


b) Mgas -1,',7 -3,5 2,1 0,5
Listnk, gas,air bersih 7,6 7,7 6,2 7,0
Bangunan 5,6 +,2 4,1 a,)
Perdagangan, hotel, restoran 5,7 5,3 3,6 4,0
't,8
Pengangkutan dantelekomumkasi 8,6 7,3 7,8
Keuangandll. 4,6 3,4 5,5 5,6
Jasa-jasa 2,3 2,0 10 \o

') SumberiBadlm Pusat Sbticik, didsh

TNnAgI
Itfloti dolam tahun 2002
Perkernbanganharga-harga menunjukkan bahwa akumulasi laju
lebih rendah bila
inflasi dalamtahun 2002tolahmencapai10,03persen,lebih rendah dibondingkan dengan
dibandingkandengantingkat inflasi dalamtahun 2001 sebesar12,55 peiodeyangsoma tohtn
persen.Keberhasilanuntuk mengendalikanlaju inflasi tersebutperlu 2Nt.
dicatat mengingatterdapat faktor-faldor lang sebenamyacenderung
murdoronginflasi, antaralain adalahketraikanhargabahanbakarminyak
BabII ProspekEkonomiIndonesiaTahun2003 dan AsumsiDasar MPBN 2003

(BBM) rata-rata sekitar 22 persen pada bulan Januari dan pada


bulan berikutnya harga BBM dalam negeri diatur berfluktuasi
mengikutiperkembangan hargaminyak di pasarintemas.ional.Selain
itu, tarif dasar listrik (TDL) direncanakannaik setiap tiga bulan
mulai bulan Js tari 2002, serta gangguan terhadap kelancaran
distribusibarangdanjasaakibatbencanabanjir di beberapadaerah,
Tikggin a inflasi Januai Dalam bulan Januari dan Februari 2002, inflasi mengalami
danFebruan 2M2 kltrena perkembarganyang cukuptinggi yangmencapaimasing-masing1,99
kebijohan hargo persendan 1,50persmr. Hal ini disebabkan terutamaoleh adanya
pemerinlah don adatrya kenaikan harga beberapa komoditi yang termasuk kelompok
bekcanabaqiit administeredprice seperti bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar
listrik (TDL), dantarif telepon.Di sampingitu, depresiasinilai tukar
rupiah, ekspektasimasyarakatterhadap inflasi dan terjadinya
bencanabanjir di beberapadaerahjuga mempengaruhitingginya
laju inflasi padaperiodetersebut.
Sementaraitu, pada bulan Maret dan April 2002 perekonomian
lndonesiamengalamideflasi masing-masingsebesar0,02 persen
dan0,24 persenyangdipengaruhiolehpanenraya di sejumlahdaerah,
stok bahan makananyang relatif cukup serta lancarnya distribusi
kebutuhanbarangdanjasa. Meskipun Pemerintahmenaikkantarif
teleponpada bulan Maret 2002, namun kenaikantersebuttidak
terlalu signifikanmempengaruhilaju inflasi padabulan Maret 2002.
Setelah mengalami deflasi selama dua bulan berturut-turut pada
bulan Maret dan April 2002, harga kembali mengalami_ kenaikan
pada bulan Mei, Juni dan Juli 2002 masing-masing seS,esar
0,80
persen,0,35 persen, dan 0,82 persen (Grafik II.2), Kebijakan
pemerintahdalam bidang harga berupakenaikanharga BBM serta
TDL pada bulan April telah memberikandampakterhadapkenaikan
hargapada kelompoktransportasidan komunikasipada bulan Mei
dan Juni yang masing-masing sebesar3,4 persendan 2,1 persen.
Sementarainflasi pada bulan Juli terkait erat dengandimularnya
tahun ajaran baru yang tercermin pada tingginya inflasi pada
kelompoktersebutsebesar4,5 persen.
Hingga akhir tahun 2002, inflasi mencapai 10,03 persen.
Terkendalinya laju inflasi tersebut didukung oleh perkembangan
positif berbagaiindikator makroekonomilainnya dan kebijakan
moneter yang konsisten dalam mengendalikaninflasi. Nilai tukar
rupiah juga berada pada jalur penguatannyaserta perkembangan
uang inti masih terkendali dan tidak melebihi sasaranindikatifnya.
Tekananinflasi terjadi pada akhir tahun sehubungandenganinflasi
musiman dimanapermintaanbarang dan jasa relatif tinggi karena
adanyabeberapahari raya keagamaan.Realisasiinflasi tahun 2002
sebesar10,03 porsent€rs€but lebih iinggi dari porkiraan awalnya
yaitu 9,0 persen antara lain sehubungandenganpenguatan kurs
rupiah tidak secepat sebagaimanayang dihatapkan dan adanya
musibahbaniir di awal tahun.

l6
Bab II PrcspekEkonomiIndonesiaTahun2003dqnAsumsiDasarMPBN 2003

Grafik u.2
Inflasl,2001- 2002
Perkembangan
(persen)
Umum/makunan Yesr on yeat
6 l6
5
4 t4
3
2 t2
I
0 t0
-l
-2
-.1

------r- [Jmum ------r- Malanan - . a.,. ycar on ygat


ri

Dalamtahun2003 laju inflasidiperkirakan akanmenurunrnenjadi9 Laju itlllasi tahun 20A3


persendari 10,03persentahun2002.Inflasiyanglebihrendahdalam diperkn'akan 9%.
tahun2003 tersebutdimungkinkanantaralain karena:(i) semakin
membaiknyaekspektasiinflasi masyarakatsehubungan dengan
politik dankeamanan
stabilitas yangsemakinkondusifdisertaidcngan
sernakinmantapnyastabilitasekonominakro, (ii) menguatnya nilai
tukarrupiahdari sekitarRp9.311,{JS$ rnenjadisekitarRp9.000/US$,
(iii) semakinmantapnyapelaksanaan otonomidaerahsehinggasemakin
memantapkan distribusiperdagangan
antardaerah,(iv) kebijakanfiskal
yanghati-hatimelaluipengendalian defrsitApBN sehingga membatasi
ekspansianggaran pemerintahyangpadagilirannyamengurangitekanan
inflasi,dan(v) kebijakanrnoneteryanghati-hatidankonsistendengan
targetpertumbuhan uangprimersebesar11,3persen.

NILAI TUI<AR RUPTAH

Nilai tukarrupiahterhadap dolarAmerikaSerikatselamapelaksanaan Ratd-rqta nilai tukar


APBN tahun2002cenderung terusmenguathinggamencapai rata-rata |upidh se|atrlaJatlual i-
R p S . 9 l 2 l U S $p a d a D e s e m b e2r 0 0 2 , a t a um e n g u a t1 , 3 7 0p o i n Detember tahun 2002
netrcapuiRp9.31I/US$
dibandingkanrata-rataakhir tahun sebelumnyayang mencapai
Rp10.282lUS$. Dengandemikianselamatahun2002 rata-ratanilai
tukarrupiahterhadapdolarAmerikaSerikatadalahsebesar Rp9.3l1/
US$ataumenguat930poin dibandingkan denganrata-rata tahun2001
sebesar Rp10.241,{JS$ (Grafik II.3).
Menguatnyanilai tukarrupiahdalamperiodetersebutterutamaberkaitan
denganmembaiknyafaktor fundarnentalyang tercerminpadasurplus

l7
BabII ProsoekEkonomiIndonesiaTahun200i danAsumsiDasar R4PBN2003

nefacapembayarandan faktor-faktorpositif lainnya, seperti


persetujuanforum Paris Club danLondonCIub,persetujuan pencairan
pinjamanIMF, masuknyainvestor asing,rencanapenjualanaset-aset
pemerintahberupasaham-saham BankNiaga,BankMandiri,PT Indosat,
PT Indo Farma,danPT Telkom,danpenguatanmatauangregional,serta
adanvakebiiakanBankIndonesia nilai tukar.
untukmenstabilkan

clrr fiL ll.3


Reta.rrrr Ntlri l ll"pi.[r t"tl'.rlrp l)"lct ArnorlLa Sortltot
"L"r
l e n u o r i 2 o 0 l - D " . . m 1 , .' 2 t ) 0 2 t R D n l S S ,

I r.000

10.000

9.000

8 000
.iah Ltnr LfDj J,il Seirt Nov .lt1n. MflI M$i lrri: Srpr Nrlv
2nci ,.002

Kecenderungan nilai Ukar rupiahjugaterlihatpadamembailinya


menguatflya
indikatorrisiko khususnyadalamjangkapendek,yaitu memrrunnyatingkat
premi swapunhlk semuatenor(1 bulan,3 bulaa,dan 6 bulan). Sebagai
gambaran,padaakhir tahun2001tingkatpremi swapuntukjangkawaktu I
bulanadalah16,70persen, 3 bulansebesar 16,60persen, dan6 bulansebesar
16,15persenturun masing-masing menjadisebesar12,30persen,12,55
persen,dan 12,45persenpadaakhirtahun2002.
Berbagaifaktor positif yang terjadi dalam tahun 2002, tenttama
kecenderungan menguamya nilai tukar rupiahdan semakinkondusifttya
kondisipolitik dan keamanandi dalamnegeridiperkirakanmasihterus
berlanjutdalamtahun2003,Denganmempertimbangkan berbagaifaktor
positif dalamtahun2002danperkiraantahun2003,sertafaktor intemal
danekstemallainnya,nilai tukarrupiahdipetkirakanakanmencapairata-
dalamtahun2003.
rata sekitarRp9,000,{JS$

SUKU BUNGA SBT.3 BULAN


SububungaSBI3 bulan Dalamtahun2002,petkembangansukubungaSBI-3bulanmemperlihatkan
dan1 bulanmengalami yangsemakinmenurunyaitudari 17,63persenpadabulan
kecenderungan
Penuruna. Desember 2001menjadi13,12persenpadabulanDesember2002.Selama
sukubuneaSBI-3bulansebesar
2002.rata-rata
oeriodeJanuari-Desember

18
Bab II ProspekEkonomiIndonesiaTahun2003danAsumsiDasqr MpBN 2003

15,24persen,Pmurunanyang cukup signifikanini j''ga terjadi pada suku


bungaSBI-I bulan,yartu dai 17,62perseripads bulanDesernber 2001
menjadi12,93persenpada akhirDesember 2002.
Kecendenngan perir:rurunsukubungaSBI-3bulandalamtahun2OO2arrtxa
larndisebabkan olehsemakinmenguatnya nilai tukar npiah danmenururnya
tekananterhadapinflasi. Selainitu, posisiuangpnmer yangberadadalam
level yangterkendaliyaitu dibawahtargetindrkatif turut memberipeluang
terhadapupayapenunuransukubungaSBL
SekalipundemikiarLpenunuransukuburga SBI tersebutbelumseparuhnya Penurunan suku bunga
diresponoldr suku brmgaperbankan.Meskipunsuku bungapasar uang SBI belum sepenuhnya
antarbank(PUAB) dan suku bungadepositomengalamipenurunan,suku direspon saku bunga
bungakedit modal kerja (KMK), dan suku bungakedir investasi(KI),
sedikitmengalamipeningkatan(TabelII.4).

Tabd tr.4
PerkembanganSuku Bunga,2O0l - Z0ii.2
(persen)

P€riod. SBI (rata-r.ta) KMK KI Deposlto


1 bln 3 bln 1 Du.lan

Janusri t4,79 t4,19 1t,85 17.85 16,11 t2,95


Februari t4,79 14,84 22,06 17,80 15,88 13,66
Maret 15,16 t4,94 12,73 |'.t,90 16,86 13,82
April 15,91 15,80 13,',I5 18,13 16,80 13,68
Mei t6,27 15,80 13,98 18,21 16,85 13,91
Jud 16,52 15,28 13,95 18,45 t'.t,04 14,01
Juli t5,98 r6,96 r5,59 18,68 16,90 14,25
Aguslus 't'7,3'7
17,03 14,88 18,89 17,08 14,82
September t't,65 11,56 rs,47 19,06 t1,22 l5,49
Oktober 17,58 17,61 15,38 19,18 17,38 1 5 , 74
Novemb€r t7,62 15,64 19,23 t7,64 15,87
Desember t1,62 l7,63 15,66 t9,19 17,90 t6,01
Janueri 11,43 19,82 19,2'7 l't ,99 16,05
Fcbruari 16,90 17,01 15,94 19,33 18,01
Maret 16,80 16,88 15,41 19,35 18,03 t5,64
April 16,61 76,74 15,38 19,25 18,09 t5,44
Mei 15,07 t6,29 15,35 79,2Q 18,11 15,06
tuni 15,t4 15,t1 t4,4'I 1 9, 2 0 18,1 14,76
JuIi 74,99 74,99 '18,09
14,20 19,00 14,r5
Agustus I4,64 14,92 12,8r 18,86 18,10 13,86
Sq)lellber 13,64 14,11 10,89 ta,14 18,11 13,50
Oktober t3,o'l 13,12 8,49 18,00 ta,s'l 13,06
Novomber 13,08 t3,12 11,10 18,00.) 18,57') t2,81
Desedber 13,01 13,1r 8,89 l8,oo, 18,57') l2,81
srunb€! | BaDl hdotrqi.

Dalamtahun 2003,ctoritasmcnder'd.p akanmflffpuh k*iialanmauer }alg 3BI-3 bulah tahun2003


batd-hdi grngmeiyeapld$ihaililcliditas,s*inggatidakmernb€dkaltd€ntrr diperkirakon sekitar
baruteftadapinflasi dal nilai tular. Dalamperiodeters*ut nilai tulor n4iah 13

19
BabII Prospek Ekonomi Indonesia I'ahun 2003 dan Asumsi Dqsar R4PBN 2003

dipukiralonaloncedenngmslgud.Sdainftr,lajuinflasidanputunbuharuang
pdmtrdqddkmdalikdrssuardergmlargditarydlffr.Sealan&Eanbaltss&r,
sulnrbungaSBI-3bulm alen menprnyaipdumgurfuk trrtrr dandipai<iraion
al(anmqrapai rda-rda sdcitar13pas€ridalarntahrn2003,

TfA,reA MIN/A]< TNIERNA.SONAL


Hargo mityqh Hargaruryak id€maskul mausuki tahrn2002marpulihatkankecarderutgan
internosional di awal
y2ng,merEudsetdahmengalami peruman sqakawals€{nestqtr tahun2001.
lahun 2002 cenderung
menguarsebagaiabibat llarga rda-rzfaminpk motah Bret 1,ang padabrnanDesenb€{2001s*€sar
terc apai ryq ksseIm kzI qn US$19,30ptr bard secarabatahapmenigk f hingganrdrjadrUS$25,20pacla
hegora-negara angEota bulanNqember2002.Danikianjug hargarda-rdaminyakmufah km'adang
OPEC dan mdai
memb ai khya
buk,e) Ory*rizationof Petoleumhporting Countriu(OWf) terusm€ngud.
perefuhomiqh durriq,
JikadalambulanDesunber 2001hargarata-rata
miryakmafahtqs€brtmancea
titik terendah pu bard,makadalambulan
dalarntahl'tlters$lt )aiar US$17,53
Ncpanba 2002hargarda-rdaters$lt tdahmaringftdrnarjadiUS$24,29per
bard (Iabd ItS) MurLglan5a hargaten*rt dis$abkanoldr kesqakatan
n€ara{€araanggdaOPECurtukmemcfcrgtngkatproduksintnyaloya s$esar
1,5jttabardpuhari dannegaralegaranan OPECs&esar2162,5
ribubardperhari
sdamasqnester Itahrn 2Cf2dnkeqnrynymgterJadi di Tinu T€ngahSdain
itu, paurgkdantosebutjr;ga dipicu oldr safimer positf mularmonbadinya
perd<cnomian dLnia.

Thb€|trs
Perkembanganllarga Rata-rata Minyak, Januari 200l-November2002
(US$/barel)

Perlod€ OPEC ICP

2001 Januari 26,68 24,06 24,41


Fobuari 24,73 25,41 25,E3
Maret 23,63 23,70 25,36
April 2?,28 2438 26,83
Moi 29,21 26,25 27,A5
Judi 26,45 26,10 27,25
Juli 23,73 24,70
Agustu6 26,71 24,46 24,36
Soptomb€r 21,96 24,29 24,55
Oldobor 19,79 1.9,64 19,59
Nopoflbor 19,29 17,65 18,15
Desember 19,30 17,53 17,68
2002 Imuari 19,4r 18;33 18,56
Pobruari 2r,07 18,89 18,79
Marot 25,60 22,64 )t ?o
April 27,01 24,88 24,90
Moi 23,89 24,76 25,01
Jurd 25,44
'r411
23,80 23,E5
Juli t5 l? 24,88
Agustus 273a ,5 qa 25,60
Sopt€lxber 28,81 2738 26,85
Oktobor 25,68 17 1) 21,40
Novombst 25,20 24,29 26,42
Sumbel: Bloomberg

20
Bab 1l ProspekEkonomi Indonesh Tuhun2003 dan Asumsi Da,sarRAPBN 2003

Seiring denganperkembanganharga minyak internasional,harga minynk


mentah Indonesia(Indonesian Crude Oil Price,ICP) |uga menunjukkan
kecendemnganyang meningkatsetelahmencapaihargaterendahnyadalam
bulan Desernber2001. Dalam bulan Oktober 2002, hargarata-rataminyak
mentah Indonesia mencapai US$27,40 per barel atau meningkat 54,80
pemen dibanding harga rata-rataminyak ICP bulan Desember2001 yang
merupakanhargatertinggiselamaperiodeterscbut.Dalam bulan Nopember
2002 harga rata-rataminyak ICP mencapaiUS$26,42per barcl atau
sedikit menurun dibandingkan harga bulan Oktober 2002 (Gratik II.4).

GEFKII.4
PEFGM BAT€AN F(AreA MNYAK [,tsNnH (ICP)
JANJAR &I - ItvEM BERZE (I.JS$ ,/BAEd

:at

:.,

:i
.:j

J^N MAFSY MEI JUU SZFT N@ JAH MAFET M€I Jug 6EFT FIov
2@! ztu

Memasuki tahun 2003 harga minyak intemasional diperkirakan masih LIarya tninyak Indonesia
menghadapiketidakpastian.Beberapaf'aktorpcnting yang mempengaruhi tahun 2003 diperkirakan
US$22,0per barcl
hargaminyak dunia dari sisi penawaranadalah(i) tingkat produksi minyak
ncgara-negaraOPEC dan non OPEC (ii) kerjasamaOPEC dengannegara-
negara non OPEC, dan (iii) kebijakan harga dan kepatuhanOPEC,
Sedangkandari sisi permintaan faktor-faktoryang urenentukanantaralain
(i) perkembanganperekonomiandunia terutama pcrckonomian negara-
negaraindustri utama,(ii) kestabitanpolitik dan keamanandunia terutama
di Timur Tengahyang sangatmempengaruhiekspektasiparapelahr pasar,
dan (iii) keadaancadanganminyak negara-negara industri utama.Dengan
mempertimbangkanberbagai faktor penawarandan permintaantersebut,
maka dalam tahun 2003 harga minyak mentah ICP diperkirakan sebesar
US$22,0 per barcl atau samadenganperkiraantahun 2002.

21
EkonomiIndonesiaTahun2003 danAsumsiDasar MPBN 2003

PRDUIGI MINYAI< INDoNEA


Prod fuimihrakmehtah Sernataraitu, realisasiproduksiminyakmdah lndmesia(ICP)dalamtahrn
tahur 200 3 diper lcira lan 2002mercapai1,26juta barelper bari, masihdi bawahasumsiAPBN 2002
I ,27juto barel per hoi.
1,32juta barelperhari.IIal rmerjadi karerakunampu:msumur-
)fflg sebesar
sumurminlakyangadasudahmancapai kapasitasmaksimalpfodulGiny4dan
rata-ratasudahcukuptua, di samptg belumditernukandandieksploitasinya
sumber-sumbu minyakyalg barudalamjumlahyangmsnadai.D€nganmdibat
berbagarfaktor tersebut dalam tahun 2003 produksi minyak lndonesia
sebesar1,27juta barelperhari.
diperkiralcan
NERACA PEMBAYARAN
S eltar ekstemal mem;lih Salahsatusddoryangmemegangperanan cuhp patmg drdafampengelolaari
petahan yang ilrategis ekonomimakro Indonesiaadalahsektorekstemal,Di dalamnyatercalalp
dalamupaya mendorong
kegiatanyangeratkaitannyadarganlalu lintasperdagalganbarangdanjasa
percePatan Proses sertaaruskeluar-masuk modalrdemasicnal.hnplikasidari kegiatan-keglatan
pemilihah ekonorfit.
t€rsebutsecaraimplisit akan dapat dilihat di dalam neracspembaFran
ifiemasional(balanceofpaymen*).Posisineracapanbayaranini selaindapat
dijadikan sebagaibaromet€rdalammorgukur kemampuanperekonomian
Indonesiadalamm€riopang transal$i-transaksi
intemasional,terutamayaflg
berhubungan dagan kewajibanpernbalaranurangdantransalciimpor,juga
menryakan salahsatuindikatoryargtunnmunpanganrhi santimeiparapelalal
pasarDsamprngitu, sejumlahbesaranyangadadi dalamneracapembayaran,
sqertl el$por-ifiipofbarangdanjasa,mundikikofltribusiyangqlkup signifil€n
tertradappembeitukanProdukDomestikBruto (PDB).Oldr karsraitu, seldor
iru juga memilih perananyang sargat strat(Bisdalamupaya mendorong
perc€patanproses p€mulihan ekonofti di dalam negeri, baik dari sisi
kdersediaancadargandevisamaupundari sisi kontribusi seldortersebut
terhadappedumbuhan ekonomi.
Dolam duotohun t*akhir Dalamduatahunterakhir,kinerjaselcorekstemalIndonesia dihadapkan pada
h nerj a s ekt or el<st etu aI goncangan(shoch) yarrycukup hebat. Goncargantersebutmuncul tidak
dihodopkot pada terlryas dari peganrh perkernbangan kondisiyarg terjadi di dalammaupr:n
goncanganyang cukup
luarnqBri. Dari sisiekstemal,curderungmelambahyapertumbuhan d<mrcni
danaliavitasperdagangan duia dalamduatahr:nterakhir, telahmarperganrhi
lcneqaperdrgangan luar negeri(ekspordanimpor)Indonesiadanpergelakan
modalke dalamnegeri.Sementaradari sisi intemal, walaupunsecara
keselunrhan situasisosial,politilq danl<eamanan sertafi.mdamartale.konomi
sudahmuurjukkan perkembangan yangterusmernbark akhir-akhirini, namun
mmculnyasejumlahfaldorterdama yangberkaitan
dengarnasalahperbunrhan
(kdaugakerjaan)dankqastian hukum,telahmempargaruhisantimanpara
pelakuekonomidalammelalarkankegiatanproduksidan investasidi dalam
nqen. FIal ini pada giliranrya akan berpagaruh terhadapkinefa neraca
pembayaransecarakeseluruhan.
TRANSAK,ST BERJAIAN
Surplus transqksi Dalamtahun2002,realisasitrarsalisibeqzlatt(cunentaccounrs,)
diperhrakan
berjalan dalom 2002 margalamisurplussebesar US$7,337jrfa atausd<itar3,9 persendari PDB,
mengalqmipehingkatan lebihtinggi dibandingkandengansurplusdalamtahun2001yangm€ncapai

22
BabII Prttsvek Ekrmomi Indonesiq Tahun 2003 dan Asumsi Dasqr IL4PBN 2003

US$6.901jutaatausekitar4,7 persendari PDB (Grafik lI.5) Cenderung


menguatnyasurplustransalc.iberjalansebaganbesardisebabkanoletr
meningkatnyasurplus neraca perdagangan(trade balance) dan
menunmnyadefisitneracajasa-jasa(serviceaccounts)
Dalamtahun 2002, sulplusneracaperdagangan menunjukkanperungkatan Surplus neraca
sekitar0,7 persendibandingftandengansurplusdalam tahun sebelumnya, perdagangon haik
Curderungmeningkatnyasuplus neracaperdagangandalamtahun 2002 htleha ektpor noikdan
terutamadisebabkankarara poringkataneksporsekirar0,7 persenyang
dibarengidengan impor sekitar0,7persandibandtng
p enurunan tahun2001.
Realisasieksportahun2002diperkirakan nencapaiUS$57.792 juta, sedikrt
lebih trnggrdibandng tahun 2001 yangmercapaiUS$57365 juta karena
rnaungkatnyaekpor nonmigassebagaiakibatmembaiknyaeksporproduk
pertaniar.rdan pertambanganSedangkanekspormigasmengalamrsedrkrt
penurunansebesar 0,2persanmanjadiUS$12539juta
Realisasiimportahun2002diperkirakan metrcapaiUS$34.928juta, yang
terdiriatasimpornonmigas sebesar juta
US$28.227 atauturunsebesar 2,5
persendibandrngtahrur 2001)angsebesar US$28.961 jutz, danimpor mrgas
sebesarUS$6.701juta atau naik sebesar17,4persur dibandingtahun
sebelumnya yangmurcapaiUS$5.707juta.
Senentaraitu, defisit neracajasa-jasadalamtahun 2002 diperkirakan DeJini t neracaj asa'j asa
morcapaiUS$15.527juta, atauturur sekrtar1,7persurdibandingdefisit mehurun d;sebabkon
dalamtahunsebelumnya sebesar US$15795juta. Porunmanini terutama menurlh4ya delsi t j asa-
bersumber jasa-jasa
dari defisit nonmrgas yangturundari US$11.501 juta JASA noh mlgdi
dalamtahun2001menjadiUS$ I L254 juta, sebagai
akrbatmmmgkatnya
pengeluaran jasauntukfreightimpordanjasa-jasa yasa
non-fieiglrt,sepertr
transportasilarnnya,bungautang luar negeripemerintahdan swasta serta
transfer keuritungan(profit trcmsfer)
NERACA MODAL
Realisasi defisit lalu lintas modal dalam tahun 2002 secara Defrsit neracamodal baik
keseluruhan mengalatni
diperkirakan penurunansekitar65,05persen pemerintah hultpun
swa a menurun karena
menyadisebesarUS$2.662juta apabiladibandrngkan dengandefisit
pro gr am re,sch ed u ll i ng
lalu lintas modaldalamtahun 2001 yang sebesar US$7 617 juta
utang perflerintah dah
Penurunandefisit lalu lintas modal dalam tahun 2002 tersebut turunhya hewajibqk
diperkirakanbersurnber dari meningkatnya
defisit lalu fintasmodal sv'asto yang htrrus
padasektorpemerintah(publtcsector)danmenurunnyadefisitla.lu dihqyar
lintas modal sektorswasta(private sector). Meningkatnyadefisit
neraca modal pada SektorPemerintah(termasukBank Indonesia
danBLMN) dari US$99juta padatahun2001menjadiUS$205juta
dalamtahun 2002 dikarenakanp€nurunansurpluspemerintahdan
menururuyapembayaranutang Penurunansurpluspemerintahdari
US$661 juta pada tahun 2001 menjadiUS$343juta karena
menuruffryarealisasibantuanproyek sebesar30,13 persen,yaitu
dari US$1.9?5juta padatahun2001 menjadiUS$1.380juta dalam
tahun 2002, dan meningkatnyabantuanprogram sebesarUS$266
juta (52,5 persen) serta berkurangnyapembayaranutang oleh
oemerintah,Defisit neracamodalsektorswastadalamtahun 2002
Bob lI ProspekEkonomi Indone.sioI'ahun2003 dan Asumsi Dasar ILAPBN2003

s e b e s a rU S $ 2 , 4 5 8 j u t a d i k a r e n a k a nm e n u r u n n y a s e k t o r F o r e i g n
D i r e c t l w e s t m e , r l ( F D I ) s c b c s a rU S $ L 5 2 2 . j u t a , i n v e s t a s il a i n - l a i n
s e b e s a rU S $ 2 . 9 3 6 j u t a , d a n m e n i n g k a t n y a i n v c s t a s i p o r t o f o l i o
s e b e s a rU S $ 2 , 0 0 1 i u t a .

Grdik I1.5
Trans rks i B€ rjalsn, Ncrsca Perdagangan & Nerffa Jasa
1997-2003 (US$ miliar)

l()

20

t0

-10

-20

PROSPEK NERACA PEMBAYARAN TAHUN 2OO3


Surplu\ lttlfisaksi Meski kincrja ekspordalamtahun2003 diperkirakanmeningkat
berjalut lipetkit akan seiringdenganpcrkiraanmenguatnyapertuurbuhan ekonomidunia
danmeningkatnya volumeperdagangan intelnasional, namnudettgan
perkiraanmeningkatnya irnpor barangclan dcfisit netaca jasa-jlsa,
surplustransaksiberjalandalamtahun2003 diperkirakanmenurun
dari US$7.337juta menjadiUS$4.9tt9juta (Tabel II.6), Dcngan
penurunantersebltcutrent accou l ratio to GDP ;ngadiperkirakan
lebih rendahdibandingtahunsebelumnya yakni sebesat2,3 persen
dibanding3,9 pelsendalamtahun2002,Dari perkiraanpertumbuhan
nilai eksportahun2003yangsebesar USli58.692 juta,kinerjackspor
nonmigasdiperkirakan mcningkatsebesar 3,0 persen dariUS$45.253
juta rnenjadi US$46.61I juta, terutama bersumber darirneningkatnya
eksporhasilindustti,hasil-hasiltanibangdanpertanian, Eksporrnigas
cliperkirakan melemah menjadi USIi12.082 juta dari US$12.538 juta
(turun3,6 persen).Sciringdenganmenguatnya ekspornonmigas,
impor diperkirakanjuga mcningkat.Dalarn tahun 2003 impor
d i p e r k i r a k a ll i e n i n g k a t 6 , 0 p e r s e nm e n j a d i U S $ 3 5 . 9 6 6j u t a
terutamalebihdidolongolehmeningkatnya impor nonmigassebesar

24
BabI Prcspek Ekonomi lndonesia Tahun2003 dan Asumsi Dasar RAPBN 2003

6,6 persenmenjadi US$30 091 juta. Sedangkanimpor migas menurun


d a r i U S $ 6 . 7 0 1j u t a m e n ; a d iU S $ 5 . 8 7 5j u t a ( t u r u n 1 2 , 3 p e r s e n )
Sernentaraitu, defisit lalu lintas modal diperkirakan mengalami
peningkatandalam tahun 2003. Defisit lalu lintas modal diperkirakan
s e k i t a rU S $ 4 . 6 7 0j u t a a t a u m e n i n g k a t s e k i t a rU S $ 2 . 0 0 8j u t a ( 7 5 , 4
persen) dibanding tahun 2002 yang mengalami defisit sekitar
US$2 662 juta Peningkatandefisit lalu lintas rnodal tersebut
diperkirakan sebagai akibat adanya peningkatan penarikan
pin;aman luar negeri pemerintahdan meningkatnyadefisit lalu lintas
modal swasta Lalu lintas modal pemerintahdiperkirakanrnengalani
surplus dibanding tahun sebelurunyakarena adanya peningkatan
penankan bantuan program yang diperkirakan berasal dari ADB,
IBRD, dan lain-lan serta bantuan proyek

Tabcl Il.6
Ringkasan Neraca Penbaylran Indonesia, 2001 - 2003
(US$ juta)

?trt) u[3-)
A NTNACATRANSAKSIEEBIAIjN 6901 1.3i1 4S9
1. Nara Pa<bgargiu 2L('6 2Z8g 22.726
a. Ekqx, fol: 57.3& 57.792 58(92
b. hrpo4fob -34668 -3+928 35.
2 Nuacajas+,jas4 ndo -15,795 -$_5n -17.737
B I\IRACAM@AL :7.617 -266,2 4,6tO
L Pemasulcrmodalperrrintah z905 L3U 3.396
- bmtumFrograrn 507 1.150
- lmrh.r6trl
Imyek 1975 1 380 21m
- laJlllva 42i 154 t46
2 Pallnyarar pokokdangh:acnegai r) -3.004 -L5t2 -2382
3 Ltulifasnrcd penailta[ rldo -99 -205 -1.014
4. Iilulirdas fiDdals$qsta,
ndo - 75 r 8 -2458 -5.684
c JUMIT{II(A+B) :7L6 4.675 319
D sr.r r$F YANGBELUMDAPAT 714 -Itr 0
DIPERHIIUNGKAN
E I.ALU LINTAS1IMNETM 4 2
Abmtandsn[tem
1, Aldivahar negui (RtrenvAsuls)n 28.016 31571
Sd:ra intrrorrlarpedlyarm rtag luarnqeri
pernaintah(bular) 5q E7 67
2 Trasaksilsjaian/Pm ('/o) 4,7 ?q ?1

1 pelna:nrunisa.i
*1 pEtdraln

l) tdCl nEqrnninlr,h psrjad{aLaksd{i (,erclEauiag)


2) nmcs (-) bsalti sllphrs, dar sdtralihya
3) $aktdan 2O:Dm". arkgr knry{r lriordicrxrl Re1e ard F(f,eig Cruer-y firpr@ [RFtCl)
l1ESgi r(jrlko$? cadalgrr ds/isahdo (cFA)

25
BabII ProspekEkonomiIndonesiaTahun2003dan AsumsiDasqr MPBN 2003

Defisif I alu li ntas modol Semqfaraitu, perhraan lalu lintas modalswastamerigalamipenhgkatan


tahun2003 defisitsekitarUS$5.684juta ataumeningkatsekitarUS$3,226 jrrtz(131,2
diperhirakorl pers€n)dibandingtahun sebelumnyasebesarUS$2.458juta. Paingkatan
meningkat.
defisit lalu lintas modal swastatffsebut disebabkanmodal swastayang
masuk dari FDI dan Investasi Portofolio lebih kecil dibandtng d€ngan
pembayaranutangnya,sedangkandari Lrvestmentlain-lain pembayaran
rltanglebih besardari penarikannya,
Surplus keraca Surplusneracapembayarantahun 2003diperkirakansebesarUS$824juta
pembayaran tahun 200i atauturun dibandrrgtahun2002yangmencapaiUS$3.722jda. Cadanga-.r
. diperh?akan mehuruh. devisatahun2003 diperkirakanUS$32.394}utz (6,7 bulan impor dan
pennbayaran utarg luar negenpemerintah)ataumaningkat2,6 persendan
tahunsebelumnya yangsebesar US$31.571 juta.
BAB III
PERKEMBANGAN ANGGARAN
PENDAPAIAN DAN BELANJA NEGARA

PENDAHULUAN
Selama berlangsungnya krisisbeberapatahunterakhirini, perankebijakan Selamaberlangsungnya
fiskal menjadi semakinpenting,terutamadalammendukunglangkah- krisiselanomtleebijakan
langkahpenyelamatan ekonomi,sertamendorongprogrampemulihan rtskal nenjadi semakin
ekonominasional. Perant€rsebut terasaberat,mengingat padasaathampir penlmg.
seluruhsektormemerlukanlambahandukungandanadari APBN, basis
pendapatan negararelatifmenyusutkarenaterimbasdampakkrisis,
Kondisisulit tersebut juga dirasakan padapengelolaan frskaltahun2002, Pengelolaanlakalnhw
yangdalampelaksanaannya saratdenganberbagaikewajibannegaradalam 2002 sarut dengenber-
rangkapenanggulangan dampakkrisis. Hal tersebuttercerminpada bagaikewojibannegare
rendahnya fleksibilitasalokasibelanjanegara,karenasebagianbesarbelanja untuk menanggulsngi
negaraharusdialokasikanpada berbagaipengeluaranyang mendukung dampakkrisis,
langkah-langkah penanggulangan dampakkrisis.
Selainitu,beratnyakondisifiskaljugaberdampakpada meningkatnya
rasio Berqtnya kondisirtskal
defisitAPBN terhadapPDB, yaitu dari 1,6persenterhadapPDB dalam berdampekpada me-
tahun2000 menjadi2,8 persenterhadapPDB dalam tahun 2001. ningkatnyarasto defuit
Konsekuensinya, untuk mencapaikondisi ketahananfiskal yang APBNterhadapPDB.
berkelanjutan(liscal sustainability), makapendapatannegaraharus
berkembanglebih cepatdari perkembanganbelanjanegara,padahal
sebagaimana telahdisampaikan di atas,basis pendapatan
negararelatif
menyusut.
Dalamkondisiketerbatasan sepertiitu, berbagaiupayatelah dilakukan
sehinggaperkembangan belanjanegaradanpendapatannegaramemberikan
gambaran sebagaiberikut.
Melalui langkah-langkah
kebijakanekstensifrkasi
danintensifrkasidi bidang Rasiopene maanper-
perpajakan,maka rasio penerimaanperpajakanterhadapPDB (tar ratio) pajakan terhadapPDB
cenderungmeningkat,dari sekitar 11,8penen dalamtahun2000 menjadi (lax ratio) cenderung
12,8persendalamtahun2001,dan naik menjadil3,l persendalam meningkat,dai sekitar
realisasitahun2002. Sekalipundemikian,mengingatrasiopenerimaan I I ,8persendalamtahun
bukanpajakierhadapPDB,khususnya penerimaansumberdayaalam(SDA), 20Nnmjadi l2,8pnea
dalamperiodetersebutcenderungmenunn, makarasiopendapatan negara dalamtohun2001,dan
danhibahterhadapPDB menjadilebihrendah,yakni dari 20,8persendalam sekjtarI 3,I persendalam
tahun2000 dan 2001 menjadi 18,6persendalamAPBN tahun2002.Hal realisasi APBN tahun
ini terutamadisebabkan
oleh turunnyahargaminyakmortahIndonesiadari 2002.
rata-mtaUS$29,40perbareldalamtahunanggaran 2000,US$24,60perbarel
dalamtahun 2001, dan diperkirakanUS$24,09per barel dalamrealisasi
tahun2002.
Demikianpula,sejalandenganditempuhnya
langkah-langkah
efisiensidan Rasioangaran belanjo
efektivitasdalampengalokasian
anggaran
negara,rasioanggarafl
belanja negara terhadap PDB
Bab III PerkembanganAnggalan Penddpatandan BelanjaNegara

ce derung meningkot negaraterhadapPDB cenderungmeningkatdari sokitar22,5persendalam


dai sekitar 22,5persen tahun2000 menjadi23,6 persendalilm tahun 2001. Sedangkan dalam
dclan tehun 2000 roalisasiAPBN tahun 2002 msio anggaranbelanjanegaraterhadapPDB
menjadi 23,6 persen menunrnmenjadi 20,4 persen.Penurunanini terutamaberkaitand€ngan
dolsntchun200l. lebib rendahnyarasio anggaranbelanjapemerintahpusatt€rhadapPDB,
dari 18,0persendalamtahun2001 menjadi14,3persendalamrealisasi
APBN tahun2002.Di lain pihalqseidngdenganpelaksanaan dosontralisasi
fiskal, rasio anggaranbelanjauntuk daerahterhadapPDB dalamporiode
yangsamajustru mengalamipeningkatandari 3,4 persendalamtahun2000
menjadi 5,6 persendalamtahun200I , dan6,1 persendalamtahun2002.
Dalam tahun 2002 Denganperkembangan tersebut,maka deflsit anggarannegaradapet
dilempuh upa),4ef$ierci dikendalikandari2,8 persendalamtahun2001menjadihanyasekitar1,7
belanjanegata,untuk persendalam realisasiAPBN tahun 2002.Untuk menjamin tercapainya
menjamintercapainyo sasarandefisit tersebut,dalamtahun2002ditempuhupayaefisiensibelanja
sqs$qr deltsit realisqsi negara,yaitu melaluipeningkatandisiplin anggaran,pengurangansubsidi
APBN sebesar 1,7 danpinjamanluar negerisecarabertahap,sertapenghematafl danpenajarnan
Pe6en, prioritas pengeluaran.Dalamrangkamemperolehruanggerakyang lebih
luas dalam melaksanakanprogam-program pemulihan ekonomi, tolah
dilakukan upaya penjadwalankembali (reschedulling) dan percepatan
restrukturisasipembayaranutang luar flegeri sesuaidurgan kemampuan
kouangannegara,yangpelaksanaannya dilakukansecaratransparan.

PENDAPATAN NEGARA DAN HIBATT


Dalan periode 2000- Sejalandenganberbagaiupayayangtelahdilakukansejaktahunanggaran
2002pendapalan
negara 2000, sertaperkembanganekonomi khususnyaperkembanganbasis
dan hibah seccrc pendapatannegara yan9adatpendapatan negaradanhiba! secaranominal
nofiinal mengalami cenderungmengalamikenaikandalam periode 2000-2002,Pendapatao
kznatkan,nqmunra.sio- negaradan hibahyang mencapaiRp205,3tiliun dalamtahun2000 yang
nya terhadap PDB berumursembilanbulan,meningkatmenjadiRp301,l biliun dalamtahun
nengalamipenurunan. 2001,danmenurunmenjadiRp300,2tiliun dalamrealisasiAPBN tahun
2002. Dengandemikianmeskipunsecaranominal pendapatan negara
tersebutmeningkat,namunbila dikaitkanderganperkembangafl PDB, hal
tersebutmenunjukkankecenderungan yang monunrn.Rasiopendapatan
negaradanhibahterhadapPDB yangdalamtahm 2000dan200I mencapai
20,8 persenmengalamipenunrnansehinggamenjadi 18,6percendalam
tahun2002.
RasioPNBPterhadap Penurunanrasio pendapataflnegara dan hibah terhadap PDB
PDR uengalani pe- tersebutterutamadisebabkanoleh menurunnyarasio penerimaan
nurunon, negarabukan pajak (PNBP) terhadapPDB, yaitu dari 9,1 persendalarn
tahun2000,menjadi7,9persendalamtahun2001,dan5,5persendalam
tahun2002.
Kemanpuaapqdapatan Selainitu, pendapatannegaradan hibahjuga menunjukkankondisi yang
negaradanhibahdalam menwunbila dikaitkandengankemampuannya dalammemenuhibelanja
memetuhibelanja ne- negara,yaitu dari 92,7persendalamtahun2000menjadi88,I penrendalam
gara mengalami pe- tahun2001dan91,5persendalamtahun2002.
nuruan,

28
Bab III Perkembangan Anggaran Pe dapatan dan Belanja Negara

Pendapatan negaradanhibahyangsebagianbesarberupapenerimaan dalam Peneritwan dalam negei


negeritemebut,sebesar 70,3persenberasaldari penerimaanperpajakan, teftliri dati 70,3 persen
penerimaan perpajakan
yanglebihdari50persennya berupapajaklangsung,dan29,6persenberasal dan 29,6 persen peneri-
daripenerimaannegarabukanpajak,yanglebihdari 50 persennyaberasal naannegara bukanpajak
dari penerimaansumberdayaalam(SDA)migas.
Dalamrangkamenghasilkan penerimaan dalamnegeri,ditempuhberbagai Dalam rangka meng-
kebijakandalamtahun2002,balk di bidangperpajakanmaupunbukan hasilkan penerimaan
dalam negeri ditempuh
pajak.Di bidangperpajakan,kebijakanyangditempuhdikemasdalamupaya
berbagai kebijakan
intensifikasi/ekstensifi
kasi perpajakan danpeningkatan pelayanan
kepada dalam tahun 2002.
wajibpajak.Sementara di bidangpenerimaan bukanpajak,kebijakan
negara
yangditempuhlebihtertujupadakebijakanintensifikasipenerimaannegara
bukannaiak.

hiKlll.l
PEHGM BAHGAN I'EHDAPAEN ITGAH 2(xX'. 2OO2

IPNBP TPEFPA.AKAN

PEN ER IMAA N PER PAJAI< AN


Sebagaisumberutamapenerimaan dalamnegeri,penerimaan perpajakan Penerimaan perpajakan
menunjukkankecenderungan yang meningkatdari tahun ke tahun, yaitu lerus neningkal dsri
lahun ke tahun.
dari 11,8persenterhadapPDB dalamtahun2000,menjadi 12,8persen
terhadapPDB dalamtahun2001,danmenjadi13,1persenterhadapPDB
dalam tahun 2002. Selain itu, penerimaanperpajakanmenunjukkan
peningkatan dalamperannyabagi penerimaan dalamnegeridan belanja
negara,yaitumasing-masing dari56,5persendan52,3persendalamtahun
2000,meningkatmenjadi61,7persendan54,3persendalamtahun2001,
dan meningkatmenjadi70,3persendan 64,3persendalamtahun2002.
Dalam tahun2002 tersebut,penerimaan perpajakanmencapaiRp210,9
triliun, yang berartimeningkatRp25,4triliun atau 13,7persendari
penedmaan tahun2001yangmencapai Rpl85,5 triliun.

29
Bab III Perkembangan Anggaran Penddpatan dan Belanja Negara

Gi ix lll.a
PIh(IM IANOAN PIN! iU AAN
EEEER'IPA JENI! P^J^K 2OOO- 2OO2

Rasiope e maan PPh Sejalandenganitu, penerimaan PPhyangmenyumbang sekitar50 persen


terhadap PDB pefiode penerimaan perpajakan,mengalamipeningkatanyang cukup signifikan
2000-2002 meni gkat dalamperiodewaktu 2000 sampaidengan2002,yaitu dari 5,8 persen
0,5persen. terhadapPDB dalamtahun2000menjadi6,3 persendalamtahun2002.
Dalarntahun2002,penerimaan PPhmencapai Rpl0l,7 triliun,yangberarti
Rp7,1tnliun atau7,5persenlebihtinggidaripenerimaannya dalamtahun
2001.Peningkatan kinerjatersebut,utamanyabersumber dari penenmaan
PPhnonmigas yangrasionyaterhadap PDBmeningkatdari4,9persendalam
tahun2001danmenjadi5,2persendalamtahun2002.
Tirtggi ya petrcfitnad Tingginyapenerimaan PPh nonmigastersebutselainsejalandengan
PPh nonnigas sejalan perkembangan kondisiekonomimakro,khususnya perhrmbuhan ekonomi
dengan perkcmbangan dan inflasiyangmeningkatkan nilai nominalPDB,juga disebabkan oleh
kondisi ekonomi mokro ditempubnya berbagaikebijakandi bidangPPhseperti(y' ekstensifikasi
r.lan diteup ulnrya ber - perpajakan dengancaramewajibkanorangpribadiberpenghasilan di atas
bugui kebijakan di
penghasilan tidakkenapajak(PTKP)unhrkmendaftarsebagai wajibpajak
bidung PPh.
(WP),menggalipotensiPPhpasal2l atasyayasan4embaga yangmelakukan
kegiatankomersial,dan PPh pasal23/26 atasusahawanlaba; (ii)
rnelaluipeningkatan
intensifikasi konsolidasiintemaldi DirektoratJenderal
Pajak,peningkatan penyuluhandansosialisasi persuasif,
secara peningkatan
penegakan huk-um(iaw enJbrcement) khususnyaterhadapWP potensial;
sena(iii) peningkatan pelayananrnelaluipembangunan sisteminformasi
perpajakansecaraon line.
RasiopenerinaanPPh Sementara itu, kondisipenerimaan PPh migasmenurundari 1,9 persen
migas terhadap PDB terhadapPDB dalamtahun2000menjadi1,1 persendalamtahun2002.
periode 2000-2002
Sejalandenganitu, penerimaan PPhmigasdalamtahun2002 mencapai
menurut 0,8persen.
Rp17,2triliun atat 25,5 persenlebih rendahdari penerimaandalamtahun
2001.Penurunan tersebutberkaitandengancenderungmenurunnyavolume
produksiminyak,lebih rendahnyarealisasihargarninyak,dan menguatnya
nilai tukar rupiahterhadapdolarAmerika Serikat.

30
PerkembanganAnggaranPendapatandan Belanja Negara

Selaqiutnya,penerimaanPPNdanPPnBMdalamperiodetahun2000-2002 RqsiopenerimaanPPN
menunjukkanpeningkatanyang cukupsignifikan,yaitu dari 3,6 persen dan PPLRM tefisdop
terhadapPDB dalamtahun2000menjadi4,1 persen.Dalamtahun2002, PDBpenode20M2N2
penerimaan PPNdanPPnBMmengalami kenaikan17,7persen,yaitudari ne nglut 0,5persen.
Rp56,0triliun dalamtahun2001menjadiRp65,9triliun. Perkembangan
penerimaanPPN dan PPnBM tersebutsejalandenganperkembangan
beberapafaktor yang mempengaruhinyaantaralain beberapakebijakan
yangditerapkandi bidangPPNdanPPnBM,sertaperkembangan beberapa
variabelekonomi.
Kebijakandi bidangPPNdanPPnBMyangberpengaruh positifterhadap Kebqal@ndibidaryPPN
penerimaanPPN dan PPnBM dalam tiga tahun terakhir meliputi dan PPnBM dilitik-
ekstensifikasi,intensiirkasi,danpeningkatan
pelayanankepadawajib pa;ak, beratkanpatia pening-
Kebijakan-kebijakantersebutdilaksanakanmelalui (y' ekstensifikasi kalan ekstentilikssi,
terhadappengusaha kenapajak (PKP)terutamayangmelakukanpenyerahan iitensifrkasi, dan
barangkenapajakdi pusat-pusat pasar/kegiatan
konsumen; (/y'pencabutan pelqarcn lepadawojib
berbagaifasilitasPPNdanPPnBM;(llr) peningkatan pencairan tunggakan pajak
pajak;serta(lvJ intensifikasipemungutan PPN terhadapPKP di sektor-
seltor usahayangmengalamiperkembangan, danpeningkatan kegiatan
penagihanaktif terutamaterhadappenunggakpotensial.Sedangkan variabel
ekonomiyangmempengaruhi penerimaanPPN danPPnBMdiantaranya
adalahpertumbuhan ekonomi,nilai tukarrupiah,daninflasi.
Sementaraitu, dalam kurun waktu yang samapenerimaanPBB dan Kinerjq pene maarl
BPHTBrelatif stabil dari 0,45 persenterhadapPDB dalam tahun PBB danBPIllB tulnt
2000menjadi0,49persenterhadap PDB dalamtahun2002.Dalamtahun periode 2000-2002
2002,penerimaan PBB dan BPHTB mencapaiRp7,9triliun terdiri reladf stsbil seHtal 0,5
dari penerimaanPBB sebesarRp6,3 triliun dan penerimaanBPHTB penen terhadapPDB.
sebesarRpl,6 triliun. Bila dibandingkandenganrealisasipenerimaan
PBB dan BPTHB dalamtahun 2001 yang mencapaiRp6,6 triliun,
makapenerimaannya dalamtahun2002menunjukkan peningkatan19,8
persen.
Untuk mencapaisasaranpenerimaantersebut,berbagaikebijakan yang tugslkzq|afunwg
ditempuhdi bidangPBB dan BPHTB adalah(y' ekstensifikasi melalui ditenpuhdi bidangPBB
kerjasamadenganpemerintahdaerah,BadanPertanahan Nasional(BPN) danBPHIB.
danNotaris(PPAT)sertainstansilain yangterkait;(lr,)intensifikasidengan
pencetakansuratpemberitahuanpajak tahunan(SPPT)atausruattagihan
BPHTB (STB) pada awal tahun fiskal; dan (liy' peningkatanpelayanan
melalui programpaymenton line systemdalamrangkameningkatkan
kemudahan talacarapembayaran pajak.
Selanjutnya,penerimaancukaidalamtahun2002mencapai Rp23,3tiliun, Rallopenerlnaanculd
yangberartimeningkatRp5,9triliun atau33,9persendari penerimaannya tslhodap PDB periode
dalamtahun 2001. Sejalandenganitu, dalampedode2000 -2002 2000-2002meningkat
penerimaan cukaimeningkatdari l,l persenterhadapPDB dalamtahun 0,3penen
2000,dandiperkirakanmenjadi1,4persenterhadapPDBdalamtahwr2002.
Perkembangan penerimaancukai tersebutantaralain dipengaruhioleh
kebiiakandi bidangcukaidanperkembangan beberapa variabelekonomi
penentupenerimaancukai.

3t
Bab III PerkembanganAnggaranPendapann dan Belanja Negara

Peningl@lanpenerhwan Kebijakandi bidangcukaiyangtelahditempuhdalamperiode2000-2002


cukai dipengaruhioleh antaralain adalah(i) kenaikanhargajual eceran(HJE) dan tarif cukai
berbagaikebijakandi terhadapsemuaproduk hasil tembakaudan minumanyang mengandung
bidang cukai dan etil alkohol, (il) peningkatanpengawasanatasperedaranproduksi barang
pe,rke
mbanganbebera pa kena cukai dan kepatuhanpabrikasi dalam membayarcukai, serta
va sbel ekonomi yang (ii, pemberantasan beredamyapita cukaipalsu. Selainitu, perkembangan
mempengaruhi peneri- beberapavariabel ekonomi penentupenerimaancukai dalam tiga tahun
maancakai. terakhirjuga berpengaruhpositif terhadappeningkatanpenerimaancukai
melalui meningkatnyanilai produksibarangkenacukai,
Peneritflean pajak Sementaraitu, penerimaanpajak lafumyayang utamanyabersumberdari
Iainnyadala pefiode beameteraimenunjukkankondisiyangrelatif stabildalamperiode2000-
2000-2002 reIatif stabiI, 2002,yaitusekitar0,l persendariPDB. Secara nominalpenerimaan pajak
yaitu sekitsr 0,1peEen lainnyameningkatdariRp0,8triliun dalamtahun2000menjadiRp1,4 tiliun
terhadapPDB, dalamtahun2001,dan kemudiansedikitmeningkatdalamtahun2002
menjadiRpl,5 triliun.
Perkembanganpeneri- Kondisipenerimaanpajaklainnyadalamtahun2002 berkaitaneratdengan
maan pajak lainaya kinerjaperekonomiansecaraumumdankebijakanyangditempuhdi bidang
dipengeruhioleh per- penerimaanpajaklainnyatersebut.Kebijakanyangditempuhdalamtahun
kembangan pereko- 2002antaralain adalah(y' peningkatanpengawasan ataspemakaianbenda
nomiandankebial{andi meterai, penggunaan mesin teraanmeterai
dan pencetakan tandalunasbea
bidangpajaklainnya. meterai,sertafit peningkatan pencegahanatasberedamyameteraitomPel
palsu. Selainitu,juga dilakukanpemantauan ataspenyaluranmeteraisecara
periodik olehPerumPeruri, pengenaan beameteraiataspembayarankartu
kredit di atasjumlah tertentu(berlakumulai Juli 2002),sertapeningkatan
kerjasamadenganPolri untukmelakukanpengawasan terhadappemalsuan
meterai.
Peranan penerimaan Sementaraitu, penerimaanpajak perdaganganintemasionalmemberikan
pajak perdagangan sumbanganyang cukup berarti bagi penerimaandalamnegeri.Pajak
internasionalperiode perdaganganintemasionalyangutamanyabersumberdari beamasukdan
2000-2002cenderung sebagiankecil berasaldari pajak/pungutan
ekspor,memberikansumbangan
neningkat,yaitu doi 3,4 3,4 personterhadappenerimaandalamnegeridalamtahun2000,menurun
persenterhadappene- menjadi3,2persendalamtahun2001,danmenjadi3,5persendalamtahun
rimaan dalam negeri 2002. Dalam tahun 2002, penerimaanpajak perdaganganintemasional
menjadi3,5persen, mencapaiRpl0,6 triliun atau 0,7 persenterhadapPDB, yang berarti
meningkat1I ,6persendaripenerimaannya dalamtahun200I yangmencapai
Rp9,5triliun atau0,7 persenterhadapPDB.
Rqsiopenerinqan bea Sebagaikomponenutama penerimaanpajak perdaganganintemasional,
mssuk terhadap PDB penerimaanbea masuk menunjukkankecenderunganmgningkat
menunjukkan rclstif secaracukup berarti dalam periode 2000-2002,yaitu dari Rp6'7
slabll dalam periode triliun atau0,7 persenterhadapPDB dalam tahun 2000, menjadi
2000-2002. Rp9,0triliun atau 0,6 persenterhadapPDB dalam tahun 2001, dan
selanjutnyamencapaiRp I 0,4 triliun atau0,6 personterhadapPDB dalam
tahun2002.
Penittglatanpenai maan Paingkatanpenerimaan tersebututamanyaterkaitdenganberbagailangkah
bea masuk dilakukan kebijakanyangtelahditempuh,mengingatkondisiimporyangrelatifstabil.
melelui upeya-upaya Kebijakanyangberpengaruh positifterhadappenerimaanbeamasukantam
Bab III PerkembanganAnggaranPendapatandan Belanja Negara

lain adalahpengurangan fasilitasdanpembebasan beamasuk,khususnya pengurangonfasi li I as,


yang diberikan untuk impor barangmodal dan bahanbaku, Untuk penceEahan praktek
mendukungtercapainya sasaranpenerimaanbea masukyang telah underinvoicing, dan
ditetapkandalamtahun2002 ditempuhkebijakandi bidangkepabeanan pensgihandengqnsurul
berupapeningkatankelancaranterhadaparusbarangimpor, peningkatan pa$a.
pengawasan,peningkatanupayapemberantasan penyelundupan,dan
pencegahan praktek-praktek
penilaianimporyanglebihrendahdari yang
seharusnya (underinvoicing).Selainitu, juga dilakukanpenyempurnrurn
sistemdanprosedurkepabeanan, penagihan kek:urangan
bayarbeamasuk
dengansurat paksasesuaiketentuanyang berlaku,dan intensifikasi
pemeriksaanbarangdenganmemperkuatpengelolaanresiko (rist
management).
Sementaraitu, penerimaanpajak/pungutanekspor menunjukkan Rdsiopeneimaqnpdjald
kecenderungan menurundalamperiode2000-2002, yaitudari 0,03persen pungutan ekspor ter-
terhadapPDBdalamtahun2000menjadi0,01persenterhadap PDBdalam hadap PDB periode
tahun 2002. Turunnyapenerimaantersebututamanyaterkait dengan 2000-2002cenderung
kebijakan penurunantarif pajak/pungutaneksporterhadapproduk CPO me4urun,
danturunannya. Selainitu, adanyapelarangan
eksporataspasirlaul kayu
bulaL/bahankayuserpihjugah:rutmenentukanturunnyapenerimaan pajakl
pungutanekspor.
Gambaranyanglebihrinci mengenaiperkembangan
penerimaan
perpajakan
dalamperiode2000-2002dapatdiikuti padaTabel III.1.

Trb€l IILI
- 2OO2
PERKEMBANGANPENERIMAAN PERPAJAXAN,2OOO
(DslamTriliun Rupish)

20000 2001 20021)


PAN % ftd PAN % thd Reali- % ttd
PDB PDB sasi PDB

I. PajakDalamNegeri t08,9 I 1 , 0 r'16,0 t 2 , l 200,3 12,4


l, PajakPenghasilan 57,l 5,8 94,6 t0\'t 6,3
a. mlgas 18,7 1,9 23,1 17,2 I,l
b, nonmrgas 38,4 ?o 7t , 5 4,9 84,5 5,2
2. PPNdanPPnBM 35,2 3,6 56,0 1 q 65,9 4,1
3, PBB 0,4 0,4 6,3 0,4
4, BPHTB 0,9 0,1 1,4 0,1 1,6 0,1
5. Cukai I1,3 I,l I7,4 t,2 23,3 r,4
6, PajakLairnya 0,9 0,1 r,4 0,1 1,5 0,1

IL PajakPerdagangan
Internasional 7,0 0,7 qs 0,7 10,6 0,7
1. BeaMasuk 6,7 0,7 9,0 0,6 10,4 0,6
2. PajakPungutanEkspor 0,3 0,0 0,5 0,0 0,2 0,0

Jumlah 115,9 11,8 185,5 r2,8 210,9 l3,t

I ) PeriodeI April sampaidengan3I Desember2000


2) Realisasisementara sampaidengan3I Desenber2002

33
Bab III Perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

PENERTMAAN NEGARA BUT<AN PAJAI< (PNBP)


Dalamperiode2000 2002,perkembangan
penerimaan
bukanpajak(PNBP)
didukungolehpenerimaansumberdayaalam(SDA)migasdannonmigas,
bagianpemerintah
ataslabaBUMN, danPNBPlainnya.

GFABK III.3
PEH(EM BAI{GAH PENERM AAN NEGARA BTJKAN PA-AK 2OOO' 2OO2

I B^c'^{ P.r .eNaH ^a trP.NriH An{ N!oAn


IPEIEUMA^fl 5ud 6Ei D^Y^ rqH

PNBP ddlan pertode Perkembangern PNBPdalamperiode2000-2002rnenunjukkan peningkatan


2000 - 2002nenhetikan yang cukup berarti. Dalam tahun 2000 realisasiPNBP mencapai
konttib si sekitar 5-9
Rp89,4triliun (9,1 persenterhadapPDB), yang kemudianmeningkat
pe$eh terhaddp PDB
menjadiRpl15,l hiliun (7,9persenterhadap PDB) dalamtahun2001.
SelanjutnyadalamAPBN tahun2002, PNBP direncanakan sebesar
Rp82,3triliun(4,9persenterhadapPDB),sedangkan realisasinya
mencapai
Rp88,9triliun atau5,5persenterhadapPDB.TingginyaPNBPdalamtahun
2002terutama disebabkan penerimaan
lebihtingginyarealisasi SDAminyak
bumi danPNBPlainnya.
PenerimaanSDAmigas Perkembangan penerimaanSDA migas dalamperiode2000-2,002
dipengaruhioleh harga menunjukkan penurunandalampersentase terhadapPDB, yaitu berturut-
mikyqkmenlah,nilai turut mencapai6,8 persendalamtahun2000,menjadi5,6 persendalam
tukar rupiqhdak ti,tgkal
ptodul<ri(ifting). tahun2001,dandalamtahun2002dianggarkan 3,5persenterhadap PDB,
tetapirealisasinyamencapai3,7 persenterhadapPDB.Namundemikian,
secaranominalpenerimaan tersebut yaituRp66,7triliundalam
berflukh-rasi,
tahun2000,meningkat menjadiRpS1,0triliun dalamtahun2001,dandalam
tahun2002 mencapaiRp60,0triliun. BerfluktuasinyapenerimaanSDA
migastersebutdipengaruhi olehperkembangan hargaminyakmentahIn-
donesiadi pasarintemasional
danproduksiminyakmentah,sertanilai tukar
rupiahterhadapdolarAmerikaSerikat.

l.t
Penetimqandqri SDA
pe ambangsnumum
rata-rata 0,1 persen
terhadapPDB.

Selanjutnyadalam tahun 2002 pertambangan umum direncanakan


Rpl,4 triliun atausekitar0,1 persenterhadapPDB. Namunrealisasinya
mencapai Rpl,8 tnliun.Hal ini terutama
disebabkan
lebihtingginyarealisasi
penerimaan royalti,sertaseiringdenganperkembangan nilai tukarrupiah
terhadap dolarAmerikaSerikat.
Dilinjqu dari kontri-
businyaterhadopPDB,
penerirhaan SDA
Kehutdnanmenunjuk-
kan kecenderungan

Dalamperiode2000-2002penerimaanSDA perikanansccaranominal Secaranominolperkem-


menunjukkanperkembanganyangberfluktuatif,yaitusebesar
Rp0,05triliun banganpeneimaanSDA
dalamtahun2000,menjadiRp0,07triliun dalamtahun2001;dandalam p ei kanan berJlulduatiJ
tahun2002realisasinya
mencapai
RpO,2triliun.
Perkembangan penerimaanbagianpemerintahataslaba BUMN dalam Secaronominalperkem-
bangan penerimaan
bagianPemerintahatas
laba BUMN menunjuk-
kan kecenderungan
menhgk4t,

Pengawatan otas pe-


laksanaonpemufigulan
dan penyetoran PNBP
lainnya ke kas negara
senont i asa di t in gl</1
|kon,

Perkembangan penerimaan negarabukanpajakperiode2000-2002secara


ringkasdapatdilihatdalamTabel III.2.

35
Bab III Perkembangan Anggaran Pendopatan dan Belanja Negara

Tsbel lll2
PERKDMBANGANPENERJMAANNEGARA BUKAN PAJAK 2OOO.2OO2
(DslamTrlllun Ruplah)

Uraian PAN %thd PAN % thd Reali- % thd


PDB PDB sasi PDB

I. PenerimaanBukan Pajak 9,1 115,1 10 88,9 JrJ

Sumber
a, PeDerimaan
't,7
DayaAlam 76,3 R57 5,9 65,2 4,0
b. BagianPemerintah
Atas
LabaBLMN 4,0 0,4 0,6 9,8 0,6
gl 0,9 20,6 1,4 t?o 0,9
c. PNBP Lainnya

II. Hibah - 0,0 0J 0,0

9,1 115,6 8,0 89,2 5,5

I ) PeriodeI Apnl sarnpaidengan3 I Deserrber2000


2) Realisasisementrasampai dengan 31Desembef 2002

HIBA,T
Penertmaan negdru Penerimaan hibahyangditerimadandicatatdj dalanrAPBN sejaktahun
dalam bentuk hibah 2-001,padadasamyamerupakansumbangan ataudonasi(grant) darinegan
berasal dari negara dan ataulembagaintemasionalyangtidakperludibayar kembali.Dalamtahun
lembaga intemasion1l. penerimaan
2001 realisasi negara dalambentuk hibah mencapaiRp51,6
miliar,sedangkandalamtahun2002 mencapai Rp300,5 miliar.

RELANJA NEGARA
Anggaran belonje Anggaranbelanjanegaramempunyai perananyangsalgatstrategis dalam
negaraberperandalam pelaksanaan ketiga fungsikebijakanfiskal, yaitu alokasisumberdaya,
anakanfungsi aIo-
meIal<s stabilisasi,sertadistribusi.Fungsialokasiditerjemahkan dalambentuk
kasi, stabilitqsi, dan pengalokasian danamelaluianggaranbelanjanegarauntuk membiayai
distribusi. penyediaan barangdanjasapublik,sepeilipertahanan negara,ketertiban
dan keamanan masyarakat, sertapenyediaan saranadan prasarana dasar
khususnyayangtidak mungkindisediakanolehswastatanpacampurtangan
pemerintah. Sementara itu,pelaksanaan dilakukanmelalui
fungsistabilisasi
alokasianggamnbelanjanegarauntuk mendukungupayapemeliharaan
kestabiianharga,sertaperhlmbuhanekonomidan kesempatankeda yang
cukup memadai.Adapunpelaksanaanfrrngsidistribusi diupayakanunFlk
menjaminterjadinyaefisieusidan keadilandalamalokasisumb€rdaya
melaluiberbagaiunsurpengeluaran negfia dalamAPBN ulituk mengurangi
kesenjangandanpemerataan pendapatanantarwargamasyarakat.

36
TebelIIIJ
')
PERXEMBANGAN BELANJA NEGAXA, 2OOO.2OO2
(Dolrd Trlllur Ruphh)

2001 20021)
Uraian PAN % thd PAN % thd Reali- % thd
PDB PDB SASi PDB

I. BelanjaPemerintahPusat 188,3 t 9 , l 260,5 18,0 229,6 ta7

a. Bela[ja Rutir 162,5 16,5 2 r 8 , 9 l 5 , l 189,3 I 1 , 8


b. BelaqjaPembangunan 25,8 t6 41,6 2,9 40,3 ,)<

II. BelanjaUntuk Daerah 33,1 ?ll 8t , I 5,6 98,5 61

a. DanaPerimbangan 14 8l , l 5,6 94,8


c. DanaOtonomi K.husus

danPenyeimbang 0,2

221,4 22,5 341,6 23,6 328,1 2n,4


l) Dis€suaikandenganHasifikasi balu
2) Realis&sisementamsampaidengar 31 Desember2002

Sejalandenganupayapemberianstimulusfiskal, dalamduatahunteralihir, Ra$oanggaranbelulo


rasioanggarmbelanjanegaraterhadapprodukdomestikbruto(PDB)secara negaru terhadqp PDB
relatif cenderungmeningkat dali 22,5 persendalamtahun 2000 menjadi dalam duo tahun
23,6 persendalamtahun200I . Somentaraitu, seiringdenganupayauntuk terakhb cenderung
mengendalikandefisit anggaraagunamewujudkankesinambungan fiskal, meningkat,
dalamtahun2002rasioanggaranbolanjanegaraterhadapPDB realisasiflya
mencapai20,4persen,atau3,2porsenlebihrendahbila dibandingkandengan
rasiobelanjanegaraterhadapPDB dalamtahun2001. Sekalipundemikian,
secaranominal,alokasibelanjanegaratahun2002mencapaiRp328,I tiliun,
atau menurun4,0 persendari belanjanegaratahun2001. Perkembangan
volumebelanjanegaratersebutselainberkaitandengansemakinbesamya
boban anggaranbelanja pemerintahpusat, terutamauntuk pembayaran
bunga utang dan subsidi, juga berhubungandengansemakinbesamya
volume anggaranbolanjauntuk daerah,baik danaperimbanganmaupun
dana otonomi khusus dan penyeimbangberkenaandenganpelaksanaan
desentralisasi
fiskal.

ANGGARA N BELA NJA PEMERINT;TIH PU,SA T


Seiring denganpelaksanaandesenhalisasifiskal, rasio anggaranbelanja Rasioaagaran belanja
pemerintahpusatterhadapPDB dalam tiga tahunterakhir, secararelatif pemefintshpusst ler-
menunjukkankecenderunganmenurun.Apabila dalamtahun 2000 rasio hadapPDE dolan nga
realisasianggaranbelanjapemerintahpusatterhadapPDB mencapail9,l tqhu, terukhir cende-
persen,makadalamtahun2001hanyamencapai18,0persen.Demikian nprgmenunm.
pula, dalamtahun2002 rasio anggaranbelanjapemerintah.pusat terhadap

37
BabI Pe*embangan Anggara Pendapatan dan Belanja Negara

PDB menunjukkankecenderunganmenurunmenjadi 14,3persen,atau 3,7


persen lebih rendah bila dibandingkan denganrasio belanja negaraterhadap
PDB dalam tahun 2001. Begitu pula, secaranominal volume anggaran
belanjapemerintahpusatdalamtahun2002 tersebutmengalamipenurunan
I1,9 persendari tahun 2001, sehinggamenjadi Rp229,6 triliun. Anggaran
belanja pemerintah pusat dimaksud terdiri dari pengeluaran rutin dan
pengeluaran pembangunan.

PENGELUARAN RUTIN
Ratio pengeluaran rulin Perkembanganpengeluaranrutin dalam tiga tahun terakhir sangat
terhadap PDB dalam dipengaruhi oleh perkembanganberbagai variabel ekonomi makro,
tiga ttih n terakhir me- diantaranyanilai tukar rupiah terhadapdolar Amerika Serikat;suk'ubunga
nunjukkan penurunan
SBI (3 bulan); hargaminyak mentahIndonesia,volume konsumsidan /,1-
ing minyak; sertalaju inflasi. Selain itu, perkembanganvolume pengeluamn
rutin juga dipengaruhi oleh berbagai kebijakan pemerintah dalam rangka
menjaga kelancaran penyelenggaraanpemerintahan negara, kegiatan
operasionaldan pemeliharaankekayaan atau aset negala dari hasil
pembangunan,serta pemeliharaankestabilan harga dan perekonomian,
dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip efektivitas dalam alokasi
sumberdaya yang efisien dan berkeadilan.

GHtrK III.4
PEE(EM BANGAN PENGEU,ARAN RUTN, 2OOO' 2OO2
(oalAM PEEEN TEFTaDAP PDB)

Sebagianbesar dari komponen pengeluaran rutin merupakan pengeluaran-


pengeluaran yang bersifat wajlb (non-descreliondry expenditures),
sehinggakurang memberikan ruang gerak dan fleksibilitas dalam
pengelolaankebij akan fiskal. Sekalipun demikian, untuk mendukung upaya

38
mewujudkankesinambungan fiskal (/iscal sustainabiliy,),terusdiusahakaa
pengendalianpengeluaranrutin dengantetap memperhatikanefektivitas
kebijakanfiskal yangtelahdirencanakan.Dalamtiga tahunterakhir,rasio
pengeluaran rutin tohadapPDBsecararelatifterusmenunjukkanpenurunan
yangcukupsignifikan.Apabiladalamtahun2000rasiopengeluaran rutin
terhadap PDBmencapai16,5persen, makadalamtahun2001rasioitu turun
meqiadi15,1persen.Begitupula, dalamtahun2002,rasiopengeluaran
rutin terhadapPDB realisasinya hanyamencapaiI1,8 persen,atauturun
3,3persendarirasiobelanjarutin terhadap PDBdalamtahun2001.Secara
nominal, volume realisasipengeluaranrutin tahun 2002 dianggarkan
Rp189,3niliun, ataumengalamipenumnan13,5persendari anggaran
belanjarutin tahun200L
Salahsatukomponenpengeluranrutinyangmenyerapanggarancukupbesar Rasio pembayeren
adalahpembayaranbungautang,baik utangdalamnegeri maupunutang bungautqnEterhadap
luar negeri. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, secararelatif rasio PDB dalan htanwalau
pembayaran bungautangterhadap PDB mengalami peningkatan dari 5,1 dua lahun lerakhir
persendalamtahun2000menjadi6,0 persendalamtahun2001.Dalam men*aIamipeningkatan.
tahun2002,jumlah bebankewajibanpembayaran bungautangdianggarkan
Rp89,9niliun, atau5,6persendari PDB.Jumlahini secaranominil naik

utang dan obligasi negaradalam rangkarestrukturisasidan penyehatan


perbankannasionaluntuk memulihkalperekonomian nasional.Sampai
denganakhirJuli 2002,jumlahsuratuang danobligasinegarayangteiah
diterbitkandalamnominalmencapai Rp656,3triliun.Jumlahini terdiddari

Di lain pihak,dalamperiodeyangsama(2000-2001),
rasiopembayaran
bungautangluarnegeriterhadapPDB mengalami kenaikanyaitudari 1,9
persenmenjadi 2,0 persen.Sementaraitu, dalamtahun 2002 beban

39
BabIII AnggaranPendapatandan Belanja Negara
Perkembangan

Subsldl mengalami Sementara itu, komponenpengeluaranrutin yangdalamtiga tahuntoraklir


penurunon cukup bebannyamengalamipenurunancukup sigrifikan adalahsubsidi.Apabila
signiJikondalam tiga dalamtahun2000 bebanpengeluaranuntuk subsidimencapai6,4 persen
tuhunrerakhir- terhadapPDB, makadalamtahun2001 bebantersebutturun menjadi 5,3
persenterhadapPDB.Demikianpuladalamtahun2002'bebanpembayaran
subsidimongalamipenurunanhinggadiporkirakanmenjadi Rp40,0tiliun
atau2,5persenterhadap PDB.
Seoara umum,penurunan bebananggaransubsiditerutamaberkaitandengan
monurunnyabebansubsidiBBM dari 5,5 persenterhadapPDB dalamtahun
2000menjadihanya4,7persendariPDB dalamtahun2001dan 1,9persen
terhadapPDB dalamtahun2002.BebansubsidiBBM tahun2002tersebut
secdanominalmencapaiRp31,2hiliun, atau78 persendari total beban
subsidi,Selaindipengaruhioleh perkembangan hargaminyak,dan nilai
tukar fturs) rupiahterhadapdolar Amerika Serikat,porkembanganbeban
subsidiBBM juga berkaitandengankebijakanpenyesuaianhargaBBM
dalam negeri yang dilakukan secarabertahapmulai akhir tahun 2000.
Mekanismepenyesuaianharga BBM dalam negeri ini sonantiasa
disempumakan,terakhirdenganmengkaitkannyasecaralangsungdengan
hargapasarminyak intemasional(MOPS + 5%o)sebagaimana ditetapkan
dalamKeppresNomor 9 Tahun2002.
Rsrio subsidinon-BBM SejalandenganpenurunanbebansubsidiBBM, bebananggaf,ansubsidi
terhadapPDBdalamtrga non-BBM secararelatifjuga cenderungmengalamipenunmar,yaitu dari
tahun telakhir cen- 0,9 persenterhadapPDB dalamtahun2000 menjadi 0,6 persenterhadap
derung mengalami PDB dalamtahun2001. Bebansubsidinon-BBM dalamAPBN tahun2002
penurunan. realiasasinyamencapaiRp8,8 triliun atau0,5 persenterhadapPDB, atau
secaranominal menurun2,5 persendari tahun 2001. Ponurunanbeban
subsidi non-BBM dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terutama
Rssio beban subsidi berkaitandenganmenurunnyabeban subsidi listrik dari 0,4 persen
listrik terhadap PDB terhadapPDB dalam tahun 2000 menjadi 0,3 persenterhadapPDB
terus mengalami dalamtahun 2001 dan tahun 2002. Di sampingdipengaruhioleh
wnurunan. perkembangannilai tukar (kur$ rupiah terhadapdolar Amerika Serikat,
penurunanbebansubsidilistrik tersebutjugaterjadiFruama karenaadalya
kebijakanpenyesuaian tarifdasarlistrik (TDL), danperubahanmekanisme
perhittmgansubsidilistik dai cotporatecashflowsubsidynenjtdi targaed
subsidy.
Subsidibunga kredit Dunikian pulabebansubsidibungakreditprogrammenurundari 0'2 persen
program disediakan terhadapPDB dalamtahun2000menjadi0,1 persenterhadapPDB dalam
untukmembiayaiselisih tahur 2001, dan 0,01 porsenterhadapPDB dalamtahun2002. Secara
bunga pasar dengan nominal,bebansubsidibungakredit programtahun2002mencapaiRp0,2
bungayang diletopkqn triliun. Subsidiini disediakanuntuk menutupselisih bungapasardengan
pemeintah,

40
Perl<emb
anganAnggaranPendapalandan Belanja

demikian,dalamtahun2002,subsidipangandianggarkanRp4,5triliun atau
0,3 persenterhadapPDB. Jumlah ini, secaranominal menunjukkan
peningkatan84,4 persendari subsidipangantahun2001. Peningkatan
alokasianggaranuntukzubsidipangantersebutantaralain dipengaruhioleh
hrga pokokpembelianberas(HPB),dan(ii) meningkatnya
ft peningkatan
jumlah keluargamiskin sasaransubsididari 7,5juta keluargapadatahun
2000menjadi9,8juta keluargadalamtahun2002.
Di sampingbebananggaranunh* subsidi,perkembangan anggaranuntuk Porkembargan belanja
belanjapegawaipusat dalam dua tahun terakhirjuga menunjukkan p€gawaipusatdalamtiga
kecenderungan menuun, yaitu dari 3,0persenterhadapPDB dalamtahun tahun terakhir m€-
2000menjadi2,7persenterhadapPDB dalamtahun2001.Penurunan beban nunjukkanpenurunsn
belanjapegawaipusatdalamkurun waktu tersebutterutamaberkaitan dalampersentase ter-
dengantelahdilakukannyapengalihanpegawaipusatke daerahsekitar2,1 hadapPDB.
juta orang.Selainitu, perkembangan bebananggaranbelanja pegawaipusat
jugadipengaruhiolehkebijakanperubahanskalagaji pokokpegawainegeri
sipil sebagaimanaditetapkandalamPoaturanPemerintahNomor26 Tahun
2001,yang berlakusejak I Januari2001. Dalam tahun2002, alokasi
anggaran untukbelanjapegawaipusatrealisasinya Rp39,7triliun atau2,5
persendari PDB.
Sebagaimana halnyabelanjapegawaipusat,realisasibelanjabarangsecara Belanje berang dalam
relatifjugacenderungmengalamipenurunan,yaitu dari 1,0persenterhadap tahur2000nencapoi1,0
PDB dalamtahun 2000 menjadi 0,7 persenterhadapPDB dalam tahun persen terhsdap PDB,
2001, Penurunanini terutamaberkaitandengantelah dilakukannya dan menjadi0,7persen
pengalihanpegawai(personil),peralatan,pembiayaandandokumen(P3D) terhadap PDB dalen
dari pemerintahpusatkepadadaerah.Dalamtahun 2002,belanjabarang tahun2001.
dianggarkanRpl2,6 triliun atau0,8 persenterhadapPDB. Hal ini berarti
mengalamikenaikan0,1 persenbila dibandingkan denganrasiobelanja
barangtorhadapPDB dalamtahun 2001. Peningkatanalokasi anggaran
belanjabarangini terutamaberkaitandenganperkembangan jumlah dan
jenis kegiatanyangmembutubkandukunganpembiayaanoperasionaldan
pemeliharaan.
Dalampadaifi, realisasianggaran pengeluaran rutin lainnyasecararelatif Rssiopengehuranrutin
jugamengalamipenurunan, yaitu dari 1,1persenterhadapPDBdalamtahun lainnya terhadap PDR
2000 menjadihanya0,4 persenterhadapPDB dalamtahun 2001. cenderung turun.
Penurunan rasiopengeluaran rutin lainnyaini terhadapPDB tenrtama
berkqitandenganlebih rendahnyarealisasipengeluarandanakontinjensi
desentalisasifiskal dalamtahun200I dari yangsemuladianggarkansekitar
Rp6,0triliun menjadihanyaterpakaisebesar Rp3,l niliun. Dalamtahun
2002,alokasianggaranpengeluaran rutin lainnyarealisasinyaRp7,I triliun
atau0,4persenterhadapPDB.Rasioini berartitidakmengalamiperubahan
dibandingkandenganrasiopengoluaranrutin lainnyaterhadapPDB dalam
tahun2001. Dana ini dimaksudkansebagailangkahantisipasiterhadap
kemungkinante{adinya bencanaalam dan atau adanyaketidaksesuaian
antaft policy measuresyang telah direncanakansebelumnyadengan
pelaksanannya.
Bab III PerkembanganAnggaranPendapatandan Belanja Negara

T.b.l IIl.4
PERI(EMBA.!'GAN I)
PENGELUANANRUTIN.2OOO.2OO2
@rl.n lrllun RupLh)

2001 20022)
Unian PAN TotM PAN %thd Rcsli- % thd
PDB sasi PDB

I B€tarja pegswai 29,6 3,0 3E,7 2,7 39,7 2,5

2 Belanjabarang 9,6 1,0 9,9 0,7 t2,6 0,E

Pemba)'araflbungautang 50,0 5,1 87,t 6,0 89,9 5,6

8. UtangdalamncgEri 31,2 3,2 582 4,0 9s 4,0

b. Utangluar negeri r8,8 1,9 28,9 2,0 2sA 1,6

4. Subsidi 62,1 6,4 11 I <? 40,0 2,5

a. SubsidiBBM s 1I 5{ 68,4 4,7 31,2 1,9

b. Subsidinon-BBMr) 8,9 0,9 9,t 0,6 8,8 0,s

5, Pengeluaranrutin laimya 10,6 l,t 5,7 0,4 7,r 0A

Julnlrh lw 16,s 2189 1s,1 189J rr,t

l ) Disesuaikondengroklasifilcasibaru
2) Rcdlisa6i6cmcnbrrselpsi denggn3 I D€srmb€|r2002
3) Teffiauk daia PPDPSEpalrgorseb.B.rRp0,3tiliun.

PENGEL UARA N PEMEA NG UNA N


Real lsasI pengeluararl Perkembangan anggaranbelanjapembangunan dalamtiga tahun terakhir
penbargunoa dalam ti- tidak dapatdipisahkandari masatransisipengalihanEebagiantugasdan
ga tahun terukhir di- wewenangdari pemerintahpusat kepadapemerintah daerahberkaibn
pengaruhiolehsuosano denganpelaksanaan otonomidaerahdandesenhalisasi fiskal.Hal ini secara'
trqt,Jiii, langsungmaupuntidaklangsungbetpengaruh terhadappeicncanaan alokasi
anggaranbelanjapembangunan &n perkeinbangaflrealisasinya.
Apabila dalamtahun2000rasio r€alisasianggaranbelanjapembangunan
terhadapPDB baru rnencapai2,6 posen, maka dalarn tahun 2001 rasio
realisasi anggaranbelanjapembangunanterhadapPDB telab mencapai
2,9 persen. Sementaraitu, dalam tabun 2002 rasio realisasi
anggaranpembangunanterhadapPDB mencapai2,5 persen,atau Urrun
sekitar 0,4 persen bila dibandingkan dongan rasio realisasi
belanjapembangunanterhadapPDB dalam tahun 2001. Secara
nominal realisasianggaranbelanja pembangunantahun 2002 mencapai
Rp40,3 hiliun atauturun 3,1 persendari realisasibelanjapernbangunan
dalamtahun200I .
Bab III Perkemhangan Anggatan Pendapatan dan Belania Negara

Grank llI.5
Pcrkemb€ng{n
Pengeluara|| 2000- 2002
PeDrhngunen,

I,O
o 1.4
d
* ta
F .^
g l'u
E 0.8
!. ^.
f u.o
0,4
o'2:,--
0,0,'
2ooo 2oor
TahunAnggrrrn
2002
E PEM BIAYAAN RUPIAH I P E M B L A Y A A HP F Y E X

Dari perkembangan tersebut, porsi pembiayaan pembangunan rupiah Potsipem biayaan rupiah
(mumi) dalam keseluruhananggaranbelanjapembangunanmenunjukkan terhadap lotal penge
kecenderunganmeningkat, dan sebaliknyaporsi pembiayaanproyek luaran pembangunan
cendet'ung nefiingkat
menurun. Hal ini mencerminkan kesungguhan pemerintah untuk
melaksanakankegiatan pembangunannasional dengan sumber dana
yang bcrasaldari dalarn negeri sendiri. Sebagaigambaran,apabila dalam
tahun 2000 porsi pembiayaan pcmbangunan rupiah terhadap total
anggaranbclanja pernbangunanbaru mencapai34,3 persen,maka dalam
tahun 2001 porsi pembiayaan pembangunanrupiah terhadap total
anggaranbelanjapembangunantelah mcncapai51,4 persen.Selanjutnya,
dalamtahun2002realisasipenbiayaanpembangunanrupiahRp27,7triliun
a t a n m e n c a p a i 6 8 , 7 p e r s e n d a r i t o t a l r e a l i s a s i a n g g a r a nb e l a n j a
pembangunan.
Scmentaraitu, rasio pcmbiayaanpembangunanyang bersumberdari I' or si pembitryaattpr oyek
pinjaman proyek (luar negeri) terhadaptotal pengeluaranpembangunan terhodap total pen-
dalam rentangwaktu yang samajustru celdenrng menurun, dari 65,6 persen geluwan pembangunon
cenderwxgnrcnunn,
dalam tahun 2000 meqadi 48,6 persen dalam tahun 2001. Dalam tahun
2002, rcalisasipembiayaanpembangunanyang bersumberdari pinjaman
proyek mencapaiRp 12,6triliun atau sekitar31,3 persendari total realisasi
pengeluaranpembangunan.
Dengan berpegangpada prinsip efisiensi dan efektivitas anggaran, Prioritas pengeluarGn
prioritas alokasianggaranbelanjapembangunandiberikankepadaproyek- pembangunandalan tiga
proyek produktifyang berdampakluasbagi masyarakat.Dengankebrjakan talun terakhir dtberi kan
tersebut,maka dalam tiga tahun terakhir, alokasi anggaranbelanja pacla penyedtaun pra-
pembangunandiprioritaskan untuk penyediaanprasaranadan saranadasar, sar,anadatitt

baik yang langsungmaupun tidak langsung,bergunauntuk mendorong

+J
Bab III PerkembahganAnggaranPendapatandan BelanjaNegara

berkembangnya kegiatanekonomi masyarakat,sepertipembangunan


prasarana
perhubungan,pengairan,kelistrikan,telekomunikasi,pendidikan,
perumahan,dan kesehatan.
Dana bogi Progrqm Selainitu, dalamrangkamemberikankompensasisosialataskenaikanharga
Penanggulangan BBM dan tarif dasarlistrik, sejak tahun 2001 Pemerintahjuga telah
Daftpak Peng rungan mengalokasikan danabagiProgramPenanggulangan DampakPengurangan
Subsidi Energi (PPD- SubsidiEnergi (PPD-PSE). Sejalandengankebijakanpenurunansubsidi
PSE)cenderungme- BBM dan listrik tersebut,jumlah danayang dialokasikanbagi PPD-PSE
ningkat. juga semakinmeningkat.Apabila dalamtahun2001, realisasidanaPPD-
PSE (di luar OPK beras)banr mencapaiRp2,0 triliun, maka padatahun
2002realisasidanakompensasisosialdiperkirakanmencapaiRp2,9tiliun,
atausecaranominalmeningkat45,0persen.Danatersobutmencakupdana
kompensaslsosialbidangpendidikan,bidangkesehatandankesejabteraan
sosial,bidang hansportasi,bidang saranaair bersih, bidang usahakecil,
danbidangpemberdayaan masyarakatpesisir.

TrbellILj
pEru<EMBANcANPENGELUARAN 2000- 2002r)
PEMBANGUNAN.
(Drlrm THIUDRupl.h)

2000 200I 2@24


Uraian PAN % thd PAN % thd Reali- 0z6
thd
PDB PDB $8i PDB

I. PemblayaanRupl|b 8p 0,9 21,4 1,5 2U l'7


a. PembiayaanDcpartemeni
Lembaga o,7 2t,l rA 1,6
l. Deparkmen4rmbaga 6,5 o,7 20,0 1,3 25,6 1,5
i Murni 6,5 0,7 18,1 r2 1,, 1 1,3
ii DanaKompomosi
Sosial 2,0 0,1 2,9 02
2. Hankan 0,8 0,1 0,8 0,t 0,5 0,0
3- KepdlisianNegara 0,0 1,3 0,1
b, LainJain Pembangunan 1,6 o,2 nl 0,0 0,3 0p

II. PembiayeenProyek l7,o 1,7 202 rA 12,6 qr

Jumlah 2,6 41,6 29 40J 26

l) Disesuaikanden8anklasifikasi baru
2) Realisasisqnent€Ir sBmpoidengan3 I Deserlber2002

44
Bab III Perkembangan Anggaratt Pendqpatan dan Belanja Negara

ANGGARAN BELANJA UNTUK DAERAH


Perkembanganalokasi anggaranbelanja unnrk daerahmengalzunisedikit Anggaran belatia Lnltuk
perubahan seiring dengan diberlakukannya Undang-undangNomor l8 daer.t h tahun 2002 tetdiri
dari dana perinbangan
Tahun2001 tentangOtonomi KhususBagi Daerahlstimewa Acch Sebagai
,getld aa a olot10 1t
Provinsi NanggroeAceh Darussalam(I.{AD), dan Undang-undangNomor khusus dan peaye-
2l Tahun 2001 tentangOtonomi Khusus Provinsi Papua.Jika pada tahun inbang.
2001 alokasi anggaranbelanja untuk daerah hanya mencakup dana
perimbangan,yang terdiri dari dana bagi hasil (DBH), danaalokasiumum
(DAU), dan dana alokasi ktrusus(DAK), maka pada tahun 2002 alokasi
anggaranbelanja untuk daerahjuga mencakupdana otonomi khusus dan
penycimbang.

Grlfik IIl.6
Perkembrrgs|l Anggarrr BelatrjsUltuk Drcrah,2000 - 2002

45

4,0

s 3.0
F ,)<

tn
0,5

?000 200t 2002


Trhun Anggarar
E DaM B^cr HastL I DaNAAroK^sr UM uM
E DAM AroKAsr KHUsus D OAM OEI{OM I KHI'€U9 DA PEWEIM EANG

Sejalandenganpelaksanaan otonomi daerahdan desentralisasifiskal, Realisdsi anEgaran


alokasianggaranbelanjauntuk daerahmengalamipeningkatan yang belanja uttuk daerah
sangatsignifikan,Sebagaigambarandapatdikemukakan,apabilapada 2001 tnencapai 5,6
persen terhctdapPDB.
tahun2000,alokasianggaranbelanjauntukdaerah,
berupadanarutindaerah
(DRD) dan danapembangwran daerah(DPD) barumencapai3,4 persen
terhadapPDB,makapadatahun2001 realisasianggaranbelanjaunhrk
daerahtelahmencapai5,6persenterhadapPDB.Lebihtingginyarealisasi
anggaranbelanjauntuk daerahtersebutberkaitandenganpembedakuan
Undang-undang Nomor22 Tahun1999tentarigPemerintahan Daerah,serta
Undang-undang Nomor 25 Tahun1999tentangPerirnbangan Keuangan
antaraPemerintah Pusatdan Daerah.Pelaksanaan peraturanperundang-
undangantercebutmembawakonsekrrensi'.Pertama,ditetapkannyaalokasi
DAU sekurang-kur angnya25 persendaripenerimaandalamnegeri(neto).

45
!!-.j": i''.' '.':ir: I

. rir!
l . ; . . . .
\ , . . . 1 ' . : ' .

:; .._

BabIII PerkembanganAnggaranPendapatandan Belanja Negara

Kedua,lebih lvsnya cakupanpenerimaanyangdibagihasilkanke daerah,


dari semulahanyamencakuppenerirnaanPBB dan BPHTB menjadijuga
mencakuppenerimaanSDA (minyakbumi, gasalam,pertambimgan rrlnum,
kehutanan,dan perikanan)dan penerimaanPPh perseorangan,Ketiga,
dianggarkannya danaalokasikhususyangbersumberdari penerimaandana
reboisasi.
Aggaran belaniaunnh Selanjutnya,dalamtahun2002 alokasianggaranbelanjauntuk daerah
'drerah
tahun 2002 meningkatmenjadi5,9persenterhadapPDB atausecaranominalmencapai
dtperdra*4t lebih tingi Rp98,6triliun. Jurnlahini, apabiladibandingkandenganrealisasialokasi
2I,6penen dai ralisosi anggarannya dalamtahun200I menunjukkanpeningkatan2 I ,6persen.Hal
anggorannya dalam ini antaralain berkaitandengandialokasikannyadanaotonomikhususdan
tahun 2001. penyeimbang,yang pada tahun 2001 tidak dianggarkan.Selain itu,
peningkatanalokasianggaranuntuk daerahdimaksudjuga berkenaan
denganlebih tingginyapenerimaandalamnegeri,yang membawa
konsekuensi padalebih tingginyaDBH, DAU, dan DAK danareboisasi
(DR).
Pengalokosian DAU Pengalokasian DAU ke daerahpadadasamyabertujuanuntukmenutupi
berdosarhanKeppres kesenjangan fi skalantardaerah, olehadanyaperbedaan
yangdisebabkan
NomorI3I Tahun2001, antarakebutuhanfiskal (liscal need)dengankemampuanfiskal (/iscal
sedatgkan DBH ber- capacity) suatudaerah.PengalokasianDAU ke daerahsebagaimana
desarksr Kepxtusan ditetapkandalamKeppresNomor 131Tahun2001,pencairannya dapat
MenreriKeuangarL dilakukansebesarsatuper duabelassetiapbulannyadari total bagian
daerahyang telah ditetapkan.Adapun penetapanDBH baik DBH
perpajakanmaupun DBH SDA ditetapkan berdasarkanKeputusan
Menteri Keuangansetelahadanyapenetapandari departementeknis
terkait.
Dana Olononti Khusus Dana otonomi khusus disediakanhanya untuk propinsi Papua.
hLrryo untuh Propin|i Penyediaandanatersebutsejalandenganmulai diberlakukannyaUU
Papua,sedotgktnDarc Nomor 21 Tahun 2001, yang besarnyasetaradengan2 persendari
Penyeimbangdialoka- jumlah DAU. Dalamtahun2002,alokasidanaotonomikhususmencapai
sikan unluh deerah- Rp1,4triliun atausekitar0,1persenterhadapPDB. Sementara itu, dana
daerahyang menerima penyeimbangdialokasikanuntuk daerah-daerah yang menerimaDAU
D.tU 2002 lebih kecil 2002lebihkecil daripadaDAU 2001ditambahdanakontinjensi.Dengan
daripada DAU 2001 adanyadanapenyeimbangini, maka dalamtahun2002 tidak ada lagi
dilonwtdat akontijerci daerah,baik propinsi maupunkabupaten/kotayang menerimaDAU
don menampungpem- ditambahdanapenyeimbang lebihkecil dari DAU tahun2001ditambah
beriantunjangat leper- dana kontinjensi. Selain daripada itu, dalam tahun 2002 dana
didihan untuk guru penyeimbangjuga dialokasikanuntuk menampungpemberiantunjangan
sebe,ssr
50Yo,
kependidikanuntuk guru sebesar50 persen,yang berlakusejakbulan
Oktober2002.Mekanismepenoairandanaotonomikhususdiaturdalam
KMK Nomor 47 Tahun2002, sedangkanmekanismepencairandana
penyeimbangmengikuti mekanismepencairanDAU. Adapun
perkembangandana yang dialokasikanke daerahsejak tahun 2000
sampaidengantahun2002 dapatdiikuti dalamTabel III.6.

4
DOK'J}IEWTAsI
BADAN AF.{!IS.' FISKA,L
DEP'ARTEME N KEU{.YOAII

Trb€l IIL6
PERKEMBANCANANC,CARANBELANJA UNTUI( DAERAH, 2OOO
- 2OO2I)
(DalsmTrlllutr Rupiah)

2000 200t 2002r)


PAN %thd PAN %thd Reali- %thd
PDB PDB sasi PDB
L Data Pcrimbangan 33,1 3,4 8l,l 5,6 94,8 5,9
a. DaneBagiHasil 4,3 0,4 20,0 t,4 25,0 1,6
IPajakrr 4,3 0,4 9,'7 0,7 12,0 0,7
i PajakPerorangan
(PPh) 3,2 0,2 4,1 0,3
ii PajakBumi dan
Bangunan 5l 0,4 6,2 0,4
iii BeaPerolehan Hak atas
TanahdanBangunan t,4 0,1 r,7 0,1
2. SumberDayaAlam 1 0 , 3 0,'1 13,0 0,8
i MinyakBumi 6,0 0,4 6,4 0,4
ii GasAlam 0,2 5,3 0,3
iii PertambanganUmum 0,4 0,0 0,6 0,0
iv Kehutanal 0,3 0,0 0,6 0,0
v Perikanan 0,1 0,0
b, DanaAlokasi Umuma) 28,8 ?o 60,4 4') 69,2 4,3
L Propinsi 6,0 0,4 6,9 0,4
r. Kaoupaten 3,8 62,3 3,9
c, DanaAlokasiI(husus 0,7 0,0 0,6 0,0
L DanaReboisasi 0;7 0,0 0,6 0,0
2, Non-danaReboisasi
IL DanaOtonomiKhusus
DanPenyeimbang 3,'t o,2
a. Da[a OtonomiKhusus I,4 0,1
b, Dam Penyeimbang 2,3 0,1
JumlAh 33,1 81,1 5,6 98,s 6,1

Disesuaikandengarklasifi
kasibaru
Realisasi
sementsm sampaidenganll Desember 2002
3 ) Untuk tahun2000,borupadanapembsnguDan daemhdari pBB dan BPHTB
4) Untukuhua 2000,berupad€narutir daenhda-ndsnapembangunan claemhnon-pBBdln BPHTB

Dalam tiga tahua


1nggaranteral:]tiI defrsiI
qngggron mencapai
kisaran 1,6 persen
sampai dengqn 2,8
percealerhadapPDB,

47
(periode1 April -31 Desember 2000)belanjanegaramencapaiRp22l,4
triliun (22,5persenterhadapPDB), sedangkan pendapatan negarapada
tahuntersebutsebesar Rp205,3triliun (20,7persenterhadapPDB),sehingga
terdapatdefisitanggaransebesar RpI 6,I triliun ( 1,6persenterhadapPDB).
Padatahun2001 belanjanegaramenjadiRp34l,6 triliun (23,6 person
terhadapPDB),sedangkan pendapatan negarabe{'umlahRp301,l triliun
(20,8 persenterhadapPDB), sehinggaterjadi defisit anggaransebesar
Rp40,5triliun (2,8persenterhadap PDB).Sementara itu padatahun2002
belanjanegaradiperkirakan sebesar Rp328,ltriliun (20,4personterhadap
PDB), sedangkan pendapatannegerahanyamencapaiRp300,2riliun (18,6
persente.rhadapPDB) sehinggaterdapatdefisit anggaransebesarRp27,9
triliun (1,7persenterhadap
PDB).

PSMB IA YA N D EFTsf T A NG GARA N


Pembiayaand{uit ang- Pembiayaandefisit anggaranselamatiga tahun terakhh diarahkanuntuk
garan lebih diarahkan mengoptimalkanpemanfaatan sumber-sumber pembiayaandari dalam
kepada pemanlaatan negeri.Namun,dalampelaksanaannya hal tersebutbelum sepenuhnya
sumber-sumber pem- tercapaisebagaimana yang diharapkan.Dalamtahun2000,pembiayaan
bioyaanyangbersumber dalam negeri mencapai0,6 persenterhadapPDB, sementarapada tahun
dari dalemnegeri, anggaran2001meningkatmenjedi2,1 persenterhadapPDB. Sedangkan
padatahun2002 pernbiayaantersebutmenurunmenjadi1,3persenterhadap
PDB.
Demikianpulahalnyadenganpembiayaan defisit anggaranyangberuumber
dari luar negeri yang terus diupayakanuntuk dikurangi, Dalam
pelaksanaannya rasio pembiayaanluar negeri (neto) terhadapPDB
berkembang mulaidari 1,0persendariPDBpadatahun2000,menjadi0,7
persenterhadapPDBparJatahun2001, dandiperkirakanakannrun menjadi
0,4persenterhadap PDB padatahun2002.
Dalan ts.hun 2000 Realisasi pembiayaan defisitanggaran dalamtahun2000mencapai Rp29,l
terdapat sisa lebih' fiiliun atau3',0persenterhadapPDB, sedangkan defisit yangharusditutup
pembiayaananggaran mencapaiRp16,l triliun atau1,6persenterhadapPDB.Dengandemikian
(SILPA)rcbesarfu13,0 hal ini mengakibatkan terdapatnyasisalebihpembiayaananggaran(SILPA)
triliun atau 1,3percen berjumlahRpl3,0 triliun yang berartiterdapatpenambahan saldokas
terhadopPDB. pernerintah padaBankIndonesia sebesarjurillahitu.Realisasipembiayaan
defisit tersebutantaralain bersumberdaripembiayaandalamnegerisebesax
Rp5,9triliun danpeflibiayaan luarnegeri(neto)Rp10,2triliun.
Pembiayaandalamnegeri sebesarRp5,9 triliun tersebutberasaldari
perbankandalamnegerisebesarnegatifRpl3,0 triliun dan pembiayaan
yang berasaldari nonperbanken dalamnegeri sebesarRpl8,9 triliun.
Sedangkan pembiayaanyangberasaldari luar negerl(neto)sebesarRpt 0,2
triliun berasaldari penarikanpinjamanRpl7,8 triliun dikurangi dengan
pcmbayaran cicilanpokokutangluu negerisebesar Rp7,6triliun,
Dalam tahun 2001 Sementaraitu, pada tahun 2001, defisit anggaranyang dibiayai dari
lerdapatSILPAsebuar pembiayaan dalamneg€risebesar
Rp40,5tiliun atau2,8pers€nterhadap
PDB.
Rpl,2 triliun atau 0,1 Jumlahtersebutberasaldari dalamnegerisebosarnegatifRpl,2
penentrhadap PDB. triliun (0,1 persenterhadapPDB) atau terdapatpenambahansaldo kas

48
Bab III Perkembangan Anggatan Penclapatan dan Belanja Negara

pemerintahyangdituqiukkanoleh pos SILPApadaAPBN danpembiayaan


yangberasaldari nonperbankan dalamnegeriRp3l,4 triliun (2,2 persen
terhadapPDB). Sedangkan pernbiayaan defisitanggaranyangbersurnberdari
luarnegeri(neto)urencapaiRp10,3triliun atau0,7persenterhadap PDB.Jumlah
tersebutbersumber daripenarikanpinjamanluarnegerisebcsarRp26,2triliun
( 1,8persenterhadapPDB) dikurangidenganpembayaran cicilanpokokutang
luarnegcriyangjatuh temposebesar Rp15,9triliun( 1,1penenterhadap PDB).
Mengenaiperkcmbangan pembiayaandefisit anggaransecamringkasdapat
diikuti dalamTabelltr,7 dan Grafik trL7.

TabelIII.7
PERKEMBANGAN PDMBIAYAAN DEFISIT ANGGARAN, 2O(|O- 2OO2
(DalamTriliun Rupiah)

2000,) 2001 2002,1


Uraian PAN % thd PAN % rhd Reali- % thd
PDB PDB sasi PDB
PembiayaanDalamNcgeri 5,9 0,6 3D,2 2 , 1 20,8 1,3
L PerbenkarDalamNeg€rir) -13,0 -1,3 - 1 , 2 -0,1 -4,5 -0,3
2, Non Perbankan
DalamNeged 18,9 1,9 1t,4 2,2 2s,3 r,6
PembiayaonLuar Negeri(Bersih) 10,2 1,0 10,3 '1,1
0,7 0,4
1 PinjamanLuarNegeri(Bruto) 1?,8 1,8 26,2 1,8 19,3 1,2
2. Pembayaran
CicilanPokok
UtangLN -'1,6 -oR -t5 q -1 , 1 -t2,2 -0,8

PembiayaanBerslh l6,r 1,6 40,5 2,8 21,9 1,7

PcriodeI Aprit 2000sampaidengan31 Desernber


2000.
2) Re{lisasr
sementam sanpaidengan3 I Desember
2002.
3) TaMa negatifmeounjukkan adanyaSILPA(SisaLebibPembiayMnArggaran),tandapositif
menunjukkan adaryaSIKPA(SjsaKurangPembiayaaD Aiggaran).

G RAHK III,7
PEFKEH EAr{CAN PE}I BIAYAAN DEF|SftANGG^F^N 2OO(} 2OO2

TAIIUH
BabIII PerlrembanganAngaran Pendapatandan Belanja Negara

Trb€l III.t
RINGXASANPERIQMBANGANPELAXSANAAN
oPEnASIONATFISKATPEMERTNTAT!lmo - 2002r)
(DrlrD Tr lr|r RlpLh)

2met 2001 20mtl


PAN %thd PAN % thd Regli- o/otbd
PDB PDB sEsi PDB

Pendapaton Negaradan
Hibah 205,3 20,7 30r,1 20,r 300: 186
I. Pendapatan Dalam
Negeri 20s,3 20,7 300,6 20,1 2999 18,6
1. Perpajakan 115,9 I I,t 1t5,5 t2,4 2flp t3,t
a. Pajak,DalamNegeri r08,9 I 1,0 176,0 I1,8 2003 tz{
b, Paial(Perdagangan
mtcmasional 7,O 9,5 0,6 toJ 0:l
2. BukanPaja& 89,4 9,1 115,1 7,9 888 5J
a. Sumbq DayeAlafll 76,3 11 85,7 5,9 6s2 4p
b. BagianLabaBLJMN 4,0 0,4 t,E 0,6 9,t 0,6
c. PNBPLainnya 9,1 0,9 20,6 lJ 13,9 0,9
II. Hibah 0,5 0,0 0,3 00
,)t <
Belanjs Negara 22t,4 34t,6 23,6 328,1 20A
I. BelaujaPemerintahPusat lEt,3 l9,l 2ffi,5 I t,0 229,6 14,3
l. BetanjsRutin t62,5 t6 t 2t8,9 15,1 189,3 I I,E
2. B€lanjaPenba[gun8n 25,8 2,6 41,6 2,9 /t0,3 2,5
a. Pembial'aanRupiah t,8 0,9 21,4 I,5 21,1 t,7
b, PembiayaanProyek l7,0 1,7 20,2 1,4 12,6 0,E
II. Belanjaurtuk Daerab 33,1 3,4 8l,l 5,6 98,5 5,r
l. DanaPerimbangan 33,t !,4 ,l 5,6 94,E 5,9
2, DanaOtonomi Khusus
dan Pcnyeimbang !,7 02
c. SurpluVDefisit(A - B) - 16,1 - 1 , 6 40,5 -2,8 -27,9 -t,7
D. PombiayaanAnggaran 16,t t,6 40,5 2,8 27,9 t,7
L DalamNegeri 5,9 0,6 30,2 2,1 20,8 r,3
l. PerbankanDalanNegeri -t3,0 - 1 , 3 -t,2 -0,t 4,5 -{t,3
2. NonpedanlcanD N 1t,9 1,9 3t,4 22 25,3 |,6
IL Luar Negeri t0,2 1,0 r0,3 0J 7,t 0J
l. PenarikanPirjaman L N 17,8 1,8 262 r,8 r9,3 r2
2. Pembayaran Pokok Utang
Luar Negeri (Amortisasi) -1,6 -0,8 -15,9 -l,l -r22 4,6
Memorandum:
ProduhDomeattkBrulo 986,j 1.419,1 1.610,0
l) Dis6uaikrndangan klosifikrsibrlu,
2) PcriodcI April sampaidEngsn 3I D.scEbll 2000.
3) Rc-rlisosi
srncnlllr sanrpaidcrurd3I Dc3snbcr2002.

50
Attggttran Pewlapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

BAB IV
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
NEGARA TAHUN ANGGARAN 2OO3

PENDAHULUAN
Sebagai piranti kebijakan fiskal, APBN 2003 disusun dengan APBN 2003 tlitusun
mempcrtimbangkankondisi ekonorni,sosial,dan politik, yang berkembang dengan memle ttinl
dalam beberapatahunterakhir,sertaberbagaikebijakanyang diperkirakan bangkan kortttisi eka'
akan ditempuh dalam tahun 2003. Selain itu, APBN 2003 juga diwarnai ttonti,sositl, t*ut politik,
oleh berbagaitantangandalamrangkapenanggulangan pennasalahanyang serra kebijakatt fiskal
ditimbulkanoleh krisisekonomi beberapawaktu yang lalu. Hal tersebut yang telah diteupuh.
tercermin pada pola alokasi belanja negarayang scbagianbesar bersifat
tidak bisa dihindarkan (nontliscretionaryl, sehingga menyebabkan
sempitnyaruanggerakpengelolaankebijakanfiskal dalam tahun 2003. Di
s a m p i n g i t u , A P B N 2 0 0 3 j u g a h a r u s m a m p u m c n a n g g u n gb e b a n
pernbiayaandefisit anggaran.Defisit yang direncanakanharusdidasarkan
lebih pada kemampuanpernbiayaandalam negeri, sementarapembiayaan
luar negeri dalam bentuk pinjaman luar negeri hanya digunakan sebagai
pelengkap,
Kebijakan keuangannegaradalam tahun 2003 tetapdiarahkanpadaupal a Kebijakan kekutlELt,
konsolidasi fiskal yang ditujukan untuk meringankan beban utang egdra tahufi 200a
pemerintahsecaracepatdalamjangka menengah,mewujudkanketahanan diarahkart hnt! J
fiskal yang berkelanjutan(71scalsastainability)dan sekaligusmendukung nrcncapai tryt vtsara't
prosespemulihanekonomi melalui pemberianstimulus fiskal dalam birtas
kemampuankeuangannegara.Di sampingitu, APBN 2003 diarahkanpula
agar nnmpu memantapkanprosesdcsentralisasifiskal yang herdasarkau
pemerataar) kemarnpuanantar daelah sesuaiasaskeadilan,khususnya
berkaitandenganbesamyakewenanganyang diterima oleh daerahdalam
kerangkaNegaraKesatuanRepublik Indonesia.
Berdasarkanberbagai kondisi tersebutrsasarandalam APBN 2003 Sasaran AP:t '\ lahn,
diharapkandapatdicapai melalui berbagaikebijakanyang akanditernpuh, 21fr3 dilwupku ttup, '
baik di bidang pendapataunegara,belanja negararmaupun pembiayaan dicupai nrelalui L,era,.
anggaran.Di bidangpendapatannegara,khususnyadi bidang perpajakan, gat kebijakatrdi hit)aru
arah yang akan ditempuh adalah memacu laju peningkatanpenenmaan petldepalart tt.lrttl
pajak. tlntuk itu, akan terus dilakukan kebijakan intensifikasi dan belunje neg&rd, (i..'
ekstensifikasiperpajakandan peningkatanpelayananwajib pajak, antara pemb[ayaan atgga;t
lain melalui pemanfaatantbknologi informasiberbasiskomputer.Demikian
pula, berbagaikebijakanlainnyayangtelahberhasilmendorongpenerimaan
perpajakanpadawaktu sebelumnyaakan tetapdilanjutkan.
Selanjutnya, di bidang penerimaannegara bukan pajak akan ditempuh
kebijakan pemberantasanpenebanganliar (iLlegal logging), penurunan
jumlah tebangansecarabertahap(soJi landing policy), evaluasitarif serta
peningkatanpengawasan.

-5i
llab lV Anggaran Pendapalandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

Di bidang bela ja ne- Di bidangbelanjanegara,


dalamrangkamendukung upayakonsolidasi fiskal
gara dilakukan upaya untukmengendalikan defisitanggaranmenujuterciptanya ketahanan fiskal
konsolidasi jiskal untuk yangberkesinambungan, dalamtahun2003kebijakanbelanjanegaraakan
nengendalika dertril diarahkanunhrkmeningkatkan efisiensidan ponghematan pengeluaran
angSarun menulu tet rutin, mempertajam prioritasalokasipengeluaranpembangunan, serta
ciptanya ketaha an memantapkanpelaksanaan fiskalmelaluioptimalisasi
desentralisasi alokasi
lkkal. belanja bagidaerah.
Di bi.leng pengeluat atl Di bidangpengeluaran rutin,dalamtahun2003antaralain akanditempuh
rttlin akan ditenpuh langkah-langkah (y'penghematan bebansubsidimelaluipenyesuaianharga
penghemattn subsicli, BBM dan tarif dasarlistrik secarabertahap, disertaipenyediaan dana
penurunun beban bunga kompensasi sosialbagimasyarakat miskinyangditampungdalamanggaran
uta g, dan perbaikan pembangunan; (il) penurunanbebanpembayaran bungautang;serta
keseialteraa n apara tur (iii) perbalkan kescjahteraan aparaturpemerintahdalam batas-batas
pe erintdh. kemampuan fiskal.
Anggarun pemban2ynan Sementara itu,kebijakanalokasianggaran pembangunanakandiprioritaskan
akd diprioritoskun terutamauntuk (i/ kegiatan-kegiatanyang pentingdanbersifatmendesak
unt uk l,,e
gi aI dn-kegi at..m untuk segeradilaksanakan; (lrJproyek-proyekyang cepatbefungsi dar
ya g PenI)ng, 4an menghasilkan manfaatbagi masyarakat, sertaberdampakluas dalam
proyek-proyek yang penciptaan kesempatan kerja; sefia(iii) penanggulangan
berbagaiakibat
cepat nenghasilkun. bencana alamdankemsuhan sosial.
Alokav anggaran untuk Dalamkaitannyadenganalokasianggaran untukdaerah,akandiupayakan
daerah diupayakan langkahJangkah (y' penyempurnaanformulaperhitungandanaalokasi
utltuk penlempurnaan umum (DAU); (ii) penyediaan danaalokasikhusus(DAK) di luar dana
tbrmula DAU, penye- khususnyauntuk
reboisasi, bidangpendidikan,
kesehatan,
daninfrastruktur
diaan DAK non-DR, dan sefiaprasaranapemerintahan daerahpemekarantahun2002; serta(iii)
penyediaan tamhahan penyediaantambahandanapenyeimbangyang bersifatad hoc untuk
dana penyeinbangyang mengantisipasikebijakanpemberiantunjanganperbaikanpenghasilan,
beBiJAtdd hoc penyesuaiantunjangantcnaga kependidikanuntuk guru! serta rencana
penambahan pegawaidaerahuntukguru,dokter,danparamedis.
Dalampadaihr, kebgakanpembiayaan allggarzndalamtahun2003akan
diarahkanpadabeberapa kebgakanpcnting,antaralain berupaupaya-upaya:
(r) pencrbitansuratutangnegara,(ii) restrukturisasi
suratutangdanobligasi
pemerintah, (llf optimalisasi
pembiayaan yangbersumber dariprivatisasi
dan
penjualanasetBPPN,(lvl pembeliankembaliftuy back)obligasinegara,dan
fvl pengusahaan pinjamanluarnegerigunamenutupkekuanganpembiayaan.
Berdasarkankondisiobjektifdan langkahlangkah kebijakansebagaimana
diuraikandi atas,dalamAPBN 2003 anggaranbelanjanegaradapat
ke tingkatl9,l persenterhadap
dikendalikan PDB darisebesar 20,4penen
terhadapPDB dalamrealisasiAPBN 2002,atauhrun 1,5persenterhadap
PDB. Sementara itu, rasiopenerimaan perpajakanterhadapPDB (tar ratio)
APBN 2002samadenganAPBN 2003sekitarl3,l persen.
dalamrealisasi
Dengandemikian,sckalipunrasiopenerimaan negarabukanpajak terhadap
PDBnllun 1,3persen, yaitr-rdari5,5persendalamrealisasi
APBN2002menjadi
4,2persendalamAPBNtahun2003,namunrasiopendapatan negaraterhadap
PDB hanyaturun 1,5 persen.Kecenderungan ini menyebabkan defisit
anggarandalamAPBN2003dapatdikendalikanmenjadi1,8persenterhadap
PDB,sedikitlebihtinggidaridefisitdalamrealisasi APBNtahun2002yang

52
BabIV Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

[,7pe6enterhadap
sebesar garisbesar,
PDB,Secara APBN2003direncanakan
sebasai
benkut.
Tabcl IV,l
RINGI(ASAN REALISASI APBN 2()()2DAN APBN 2OO3
(Dslflm Triliun Rupiah)

2002,)
Reali- % drd APBN % thd
sasi PDB PDB

A. Pendapatan
Negaradan Hibah 300,2 18,6 336,2 t7,3
I. Perpajakan 210,9 1 31, 254,2 13,1
2. BukanPajak RRq 82,0 4,2
3. Hibah 0,3 0,0
B. BelanjaNegara 328,1 20,4 370,6 19,1
l. BelanjaPemerintah
Pusat 229,6 2s3;7 13,1
2. BelanjaUntukDaerah oRs 6,1 r 16,9 6,0
C. DefisitAnggaran(A-B) -)1 A - 1,7 - 34t4 - 1,8
D, Pembiayaan
Anggaran ?'7 0 1,7 34,4 1,8
l. DaiamNegeri 20,8 1,3 22,5 |,2
2. LuarNegeri,Neto 7,1 0,4 I1,9 0,6

l) Realisasi
sementara
sampaidengan3l Desember
2002.

PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH


Dalam tahun 2003, pendapatannegaradan hibah diperkirakan mencapai Pewlapatannegaradttn
Rp336,2hiliun, yang berarti mengalarnikenaikanRp36,0triliun atau 12,0 hibah tahun 2003
persendari realisasiAPBN tahun 2002 yang mencapai Rp300,2 triliun. diperkirakan mencapoi
Pendapatannegara dan hibah tersebutdirencanakanbersumberdari Rp336,2triliwt atau
penerimaandalam negeri,dimana 75,6 persennyaberupapenerimaan 17,1persendari PDB
perpajakandansisanyasebesar24,4persenberupapenerimaannegarabukan
pajak.Bila dibandingkandenganproduk domestikbruto (PDB) yang dalam
tahun 2003 diperkirakan mencapaiRpI.940,0 triliun, maka penerimaan
dalamnegerimenunjukkan rasioyangmenurun,yaitu dari 18,6persendalam
tahun2002 menjadi17,3persendalamtahun2003.Penurunanrasiotersebut
utamanyabersumberdari turunnya rasio penerimaanriegarabukan pajak
dan 5,5 persendari PDB dalamtahun2002 menjadi4,2 persendalamtahun
2003.

PENERTMAAN PERPAJAKAN
Sebagai komponen penerimaan yangdiharapkan menjaditulangpunggung Penerimaanperpajakatl
penerimaandalam negeri,penerimaanperpajakandalam tahun 2003 tahun2003dipcrkirala n
diperkirakan mencapaiRp254,2triliun, yang berartimeningkatRp43,3 Rp254,2 triliun alau
triliun atau20,5persendari realisasipenerimaan
perpajakantahun2002, 13,1persendari PDB.

53
Anggaran Pendapatan dtn Belanja Negara Tahun

yangmencapai Rp2l0,9triliun.Sejalandenganitu,rasionyaterhadapPDB
samayaitu 13,1persen.Kenaikannominalpenerimaan perpajakan sebesar
20,5persendibandingkandenganrealisasiAPBN tahun2002tersebut,selain
dipengaruhi olehperkembangan beberapavariabelekonomimakroseperti
pertumbuhan ekonomidanperkembangan tingkatharga,juga ditentukan
olehberbagai kebijakanperpajakan yangakanditempuhdalamtahun2003.
Jumlahpenerimaan perpajakantersebutdiharapkanmampumembiayai 68,6
perscndariseluruhbelanjanegara.
Sasaran pe eri aan Penerimaanpajak penghasilan(PPh),yang merupakankomponen
I'Ph l.ihun 2003 sebesat fiama (47,6 persen)penerimaanperpajakan,dalam tahun 2003
Rpl20,9 lriliun atau 6,2 direncanakan sebesarRp120,9hiliun atau6,2persendariPDB.Darijumlah
persen dai PDB tersebut,sekitar87,8persenberupapenerimaan PPhnonmigas, dansekitar
12,2persenberupapenerimaan PPh migas.Selanjutnya, apabila
dibandingkan denganpenerimaan PPhdalamrealisasiAPBN tahun2002
yangmencapaiRp10l,7 hiliun, atau6,3 persendari PDB, makarencana
penerimaan PPh tahun2003 tersebutmenunjukkan peningkatanRpl9,2
triliunatau18.9persen.
Sasaran penerimaan Sejalandenganitu, sasaran penerimaan PPhnonmigasdalamtahun2003
PPh nonntgas t|hun direncanakan sebesar Rpl06,1 triliun, atau5,5persendari PDB. Apabila
2003 sebesar Rp106,1 dibandingkan denganrealisasipenerimaan PPhnonmigasdalamAPBN
tiliun dlau 5,5 persen tahunsebelunnyayarg mencapai Rp84,5triliun atau5,2persendariPDB,
dari PDB. Hal tersebut sasaran penerimaan tersebutmenunjukkan kenaikanRp2l,6 triliun atau
terkait dengatt per- 25,6persen.Tingginyasasaran penerimaan PPhnonmigastersebut,selain
kembangan vatiabel berkaitandenganperkembangan ekonomimakro,juga terkait dengan
ekonoml da berbagai berbagaikebijakanadministratifyang akan ditempuh,seperti(d.)
kebiakan qdministatif pengembangan komputerisasisistemperpajakankhususnyadalamhal
yang akan dilempuh. pembayaran, pelaporanpajak,sertakonfirmasifaknrrpajakdansuratsetoran
pajak(SSP)secaraonline,(ii) ekstensifikasi wajib pajak (WP)orangpribadi
melaluipcndaftaran WPbagiorangyangberpenghasilan di ataspenghasilan
tidakkenapajak(PTKP),(ilf peningkatan efektivitaspengawasan atasWP
besaruntuk meningkatkan kepatuhandan penerimaan, (iv,)peningkatan
kegiatanpenagihan pajak,dan(r,/peningkatan kualiks petugaspajakmelalui
internaI controI pegawaL
Policy ueasures di Untuk mencapaisasaran tersebut,dalamtahun2003juga akanditempuh
bida g PPh nounigas kebijakan@olicymeasures)berupa (y'kenaikantarifPPhataskeuntungan
yang akan ditemplth dari revaluasiasetdari 10 persenmenjadi20 persenyang diperkirakan
dip er ki ra kan menghasi I- menghasilkan penerimaan PPhsekitarRpO,75triliun, (lr,)penyempumaan
l.an penerimaan sekitar peraturanunfi.rkmencegah penghindaran pajakakibatadanyaperbedaan
Rp2,0 triliun. perlakuanPPh ataspendapatandari modal (round tripping) yang
diperkirakanmenghasilkan penerimaan PPh sekitarRp0,25triliun, dan
(iir) pengenaanPPh atascqpitalgain dai' pengalihanhak penambangan
minyakolehsuatuperusahaan minyak kepadaperusahaan laimya (farm
in/farmouil,yangdiperkirakan akanmenghasilkan penerimaan PPhsekitar
Rp1,0triliun.
Sasardn penerindan Sementaraitu, sasaranpenerimaanPPh migas dalam tahun 2003
PPh nigat tahun 2003 direncanakan mencapaiRpl4,8 triliun, atau0,8 persendari PDB. Jumlah
sebesar Rpl4,8 triliutl tersebutlebihrendahRp2,4triliun atau14,0persendibandingkan realisasi

54
Anggaran Peiclapatan dan Belanja Negaru Tahun

penerinaan PPh migas dalam tahun 2002 yang mencapaiRpl7,2 triliun atau 0,8 persen dari
ataul,l persendariPDB. Lebih rendahryasasaran penerimaanPPhmigas PDB.
tersebut terutama disebabkan olch lcbih rendahnyaperkiraan produksi
minyak mentahIndonesiadalamtahun2003dibandingkankondisinyadalam
tahun2002.
PenetimaanPPN dan
PPnBM diturgetkan
Rp80,8r liun atau 4,2
persen dat,i PDts

diperkirakan sebagaiakibat meningkabryanilai transaksi ekonomi yang


mempakanobyekPPN danPPnBM, selarasdcnganmeningkatnyakegiatan
ekonomi dal berbagaikenaikan hatga utnutn yang tetcermin dari angka
inflasi.
Untuk mendukung tercapainya sasaranpenerimaan PPN dan PPnBM, Kebijokan edninistt.lliJ
akan ditempuh beberapakebijakan administratif di bidang PPN dan di bidang PPN dan
PPnBM, seperti (r./ peningkatan pelayanan seperti pengurusanrestltusl PPIBM yang akan
secaracepat dan sesuaidengan ketentuan yang berlaku, (it penagihan ditempuh ddlam tahun
kcmbali PPN yang tertunda,fii, penghitungaukernbaliataspajakmasukan 2003.
yang tidak dapat dikreditkan, (iv) penelitian kembali atas WP yang
menrperolehfasilitas pembayaranpendahuluan,dan (v) pengcnaanPPN
seca.i l"bih efektif atasjasa kena pajak, khususnyajasa-jasayang terkait
dengane-commerce.
Selain itu, beberapakebijakan Qtolicy measures)yang akan ditempuh di Policy measures di
bidang PPN yang akan
ditempuh diperkirakan
nenghasilkan tambahan
penerimoan sekitar
Rpl,0 tiliun.

diperkirakanakal menghasilkansekitarRpO,24triliun-
Dalarn tahun 2003, penerimaanpajak bumi dan bangunan(PBB) dan bea Sasaranpenerimaan
PBB dan BPHTBlahun
200j sebesarRp9,9
triliun olat 0,5 persen
dari PDB.

Rp9,9triliun dalamtahun2003.
Selain karena pengaruhpositif dari perkembanganbeberapavariabel Kebijakan yang di-
e k o n o m i m a k r o , s a s a r a np e n e r i m a a nP B B d a n B P H T B t e r s e b u t tempuh dalam rangka
diharapkan tercapai sejalan denganditempuhnya berbagai kebijakan dalam meningkolkanpenei a-
tahun 2003 sepertipengembangankomputerisasisistemperpajakan,dan an PBB dan BPHTB.

55
BabIV Anggaran Perulapatan dan Belanja Negara Tahun Anggsrqn 2003

peningkatan kualitaspetugas pajakmelahi internalcontrolpegawai.Upaya


intensifikasiobyek PBB yang akan ditempuh diantaranya adalah
penerapane-government dalamf atrrylamengoptimalkan penggunaan sisten
manajemen informasi obyek pajak (SISMIOP) dan subsistem
pendukungnya. Selainitu, akandilakukanpenerapansistemteknologi
lainnyasepeftipayment on linesystem(POS),pelayanan informasitelepon
(PIT),sisteminformasigeografis(SIG),danaplikasiadministrasi BPHTB
denganmempcrgun akanjaringanframe relay danYSAT. Dalamkaitannya
denganekstensifikasi PBB akar ditcmpuhupayapeningkatan coverage
ratio darlassessment saleratio.
Policy measures di bi- Selainitu, tingginyasasaranpenerimaanPBBtersebutterkaitpuladengan
clang PBB yang akan akanditempuhnya kebijakanQtolicymeasures) berupapeningkatan
ditenpuh tliperkirakan persentase nilai jual kenapajak (NJKP)dari yang semuladitetapkan
menghasilkaa peneti- antara20 persensampai40 persenmenjadiantara20 persensampai
maan sekitar Rpl,0 50 persenyangdiperkirakanakanmenghasilkan penerimaan PBB sekitar
Rp1,0triliun.
Sasaran penerimaan Di bidangcukai,penerimaannya dalamtahun2003diperkirakan mencapai
cukai Rp28,0 tillun atau Rp28,0triliun atau 1,4 persendari PDB. Hal ini berartimeningkat
1,4 persen dari PDB. Rp4,7 triliun dibandingkan realisasinya padaAPBN tahun2002
yangmencapai Rp23,3triliun atau I,4 persendari PDB. Peningkatan
rencanapenerimaancukai tersebut,selain didorong oleh naiknya
produksibarangkenacukaisejalandenganperkembangan ekonomi,juga
disebabkan olehberbagaikebijakanyangakanditempuhdi bidangcukai
dalamtahun2003.
Beberapa kebijakan di Berbagaikebijakantersebutdiantaranya adalahperubahan strataindustri
bidang cukai yang akan rokokyangdirencanakan berubahdaritiga stratamenjadiduastrata,yaitu
dilempuh .lala tahun industrikecil dannonkecil,sertaperubahan tarif ad valorernmenjaditarif
2003. semispesdicyangdiperkirakan akanmenghasilkan penerimaan cukaisekitar
Rp5,0triliun.Di sampingitu, akandilakukanpulakebijakanpeningkatan
pelayanan dalamrangkapenyediaan dan distribusipita cukai.Jugaakan
ditempuhbebcrapa kcbijakanlain yangterkaitdenganpenegakan hukum
di bidangcukaiseperti(rJpemberantasan peredaranrokok polos,rokok
yangdilekatipita cukaipalsudan rokok yangdilekatidenganpita cukai
bukanhaknya,ftf pemantauan secaraintensifterhadaphargajual eceran
(HJE)barangkenacukaidi peredaran, dan(iiy'pengujiantingkatkepahrhan
terhadap peraturancukaimelaluiaudit.
Penerintaan pajak Selanjutnya,penerimaan pajak lainnyadalamtahun2003 diperkirakan
lainnya ditargetkan mencapaiRp2,2triliun atau0,1 persendari PDB. Sasaran tersebutlebih
Rp2,2 triliun atau 0,1 tinggiRpO,7triliun atau46,7persendibandingkandenganrealisasiAPBN
persendari PDB. tahun2002.Peningkatan penerimaan pajaklainnyatersebutdiperkirakan
bersumber darimeningkatnya jumlahdannilaitransaksi
yangmembutuhkan
beameteraisejalandenganperkembangan ekonomi,yangtercerminpada
tingkatperhrmbuhan ekonomidannaiknyatingkatharga.Di sampingitu,
berbagaiupayajugaakandilakukanuntukdapatmeningkatkan penerimaan,
pengenaan
antaralain melaluiekstensifikasi beamaterai.
Peneritnaen pajak pajakperdagangan
Penerimaan intemasional,terdiri daripenerimaan
bea
perdagdngafl lnler- masukdanpajak/pungutan
ekspor,Penerimaankeduajenispajaktersebut

56
Bqb IV Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

dipengaruhioleh perkembanganimpor dan ekspor,besamyatarii dar nilai nastonal direncunakan


tukar rupiah tcrhadapmata uang asing(dolar Amerika Serikat).Sementara Rpl2,4 tttliun atdu 0,6
itu, pada sisi lain nilai impor dan ekspor berhubunganerat dengan pe$e dari PDB
perkembangankondisi perekonomian,kebijakan kepabeananseperti
fasilitas pembcbasanbea masuk, dan kebijakan di bidang ekspor_
Berdasarkanberbagai hal yang mempengaruhiterscbut,penerimaan
paJakperdaganganinternasionaldalamtahun2003 diperkirakanmencapai
Rp12,4 triliun atau 0,6 persen dari PDB. Jumlah ini berarti mengalami
peningkatanRp 1,8triliun atau 17,0persendari realisasidalamAPBN tahun
2002yang mencapaiRp 10,6triliun atau0,7 persendari PDB.
Dalam tahun 2003, penerimaanbea masuk yang dipungut berdasarkan Rencana pe eritt@a
Undang-undangNomor l0 Tahun 1995tentangKepabeanan,direncanakan bea fi.tsuk .lolan lahun
sebesarRp12,0 triliun atau 0,6 persendari PDB. Jika penerimaantersebut 2003 nencapai Rpl2,0
dibandingkandengankondisinyadalamtahunsebelumnyayang mencapai lt iltun dlau 0,6 perset
Rpl0,4 triliun atau0,7persendari PDB, makaterdapatkenaikan15,0pcrsen. dati PDB.
Kenaikan tcrsebut selain disebabkanoleh meningkatnya impor sejalan
dengan perkembanganekonomi dalanr negeri,juga disebabkanoleh
ditempuhnyaberbagaikebrjakandi bidang kepabeanan.
Dalam langka mengoptimalkanpenerimaanbeamasuk,dalam tahun2003 Bei-bagdi kebijakan
akanditempuhupayauntuk meningkatkanpelgawasan,mempcrlancararus yang akan ditenpuh
barang, mcningkatkan perbaikan tatalaksanaimpor, menyempurnakan untuk mengop malkak
sistem dan prosedur kepabeanan,serla meningkatkanpelayanan.Selain penerimadn bea masuk.
i t u , d a l a m k a i t a n n y a d e n g a n p e n g a w a s a nd i t e m p u h k e b i j a k a n
pemberantasanpenyclundupan,penerapankriteria harga yang wajar
dalam pengujian nilai pabcan, peningkatankualitas data intelijen untr.rk
akurasi nota hasil intehjen dan nota informasi, seda pelaksanaanaudit
kepabeanan.
Sementaraitu, penerimaanpajak/pungutanekspor dalam tahun 2003 Pe erinadn pajak/
direncanakanRp0,4 triliun atau 0,02 persel dari PDB. Jumlah ini, berarti pu|gutq.n ekspor
RpO,2triliun atau 100,0persenlebihtinggi dari realisasinya dalamAPBN ditencanakan Rp0,4
l a h u n 2 0 0 2 . P e n e r i m a a np a j a k / p u n g u t a nc k s p o r d i p e n g a r u h io l e h lriliun atau 0,02 persen
beberapavariabelpenting antaralain nilai tukar rupiah terhadapmata dari PDB.
uang asing terutama dolar Amerika Serikat, volume dan narga
patokan ekspor,tarif, dan kebijakan lail di bidang pajak/pungutanekspor
dalamtahunbersargkutan.Unfuk mengamankan rencanapcncrimaanpajak/
pungutan ekspor tersebut, akan ditempuh langkah (y' intensifikasi
p e m u n g u t a nd a n p e n a g i h a nt e r h a d a pe k s p o r t i r y a n g m e n u n g g a k ,
lir) peningkatankoordinasimonitoringhar,gaintcmasional,(lll) pemantauan
d a n p e n g a w a s a nd a l a m p e m b a y a r a np a . j a k l p u n g u t aenk s p o r , s e r t a
fiu, peningkatankesadarandankepatuhancksportirdalammembayarpajak/
pungutanekspor.

PENERIMAAN NEGARA EUI<AN PAJAI( (PNBP)


Penerimaannegarabukan pajak (PNBP) meliputi penerimaannegarayang Target PNBP tahun
berasaldari penerimaansumberdayaalam(SDA), penerimaanlabaBUMN, 2003 direncanakan
danpenerimaanPNBP lainnya. Selamakisis berlangsung,penerimaanini sebesarRp82,0 tiliun

57
BabIV Anggatan Pendapatondan Belanja Negara Tahun Anggarun 2003

alau 4,2 persen ter- banyakdipengaruhioleh tingkathargadan tingkat produksi minyak mentah
hadap PDB. Indonesia,sertanilai tukal rlpiah, temtama karenasebagianterbesardari
jenis pencrimaanini berasaldari penerimaanSDA minyak bumi dan gas
alarn (migas).Sementalaitu, PNBP yang bcrasaldari bagian laba BUMN
kincrja pcnerimaannyarelatif rrellLlrun,terkait dengan melambatnya
aktivitasekonomikarenadampakkrisis,SedangkanPNBP lailnya, yang
terutamabersumberdari berbagaipungutanataspelayananyang diberikan
peme ntalr kepadamasyarakatoleh beberapadcpartemen-/lembaga, relatif
stabil.Dalam tahul 2003, dihalapkankondisi ekonomirclatif membaik,
sehinggaPNBP di luar SDA akan menjadi lebih baik. Sementaraitu,
penerimaanSDA akan dipengaruhi oleh asumsi harga minyak mentah,
produksi,dan nilai tukar rupiah tcrhadapdolar Amerika Serikatyang
diperkirakan akar.rterjadi dalam tahun 2003. Berdasarkanpertimbangan
tersebut, besarnyaPNBP dalam APBN 2003 direncanakansebesar
Rp82,0triliun atau4,2 pelsendari PDB.
l'eneritnaanSDA nigas PencrimaanSDA minyak bumi dan gas alam (migas)dalamtahun2003
didasarkan aktr bebe- masih mcrupakansumberPNBP yang cukup penting, dimana sumbangan
pcncrimaan SDA migas terhadapPNBP mencapai 68,5 persen atau
2,9 pcrscnterhadapPDB, Dalam tahun 2003 rencanapenerimaanSDA
migas didasarkanpada bcberapaasumsiyang meliputi f, harga rata-rata
minyak rnentahIndonesiadi pasarintcmasionalsebesarUS$22 per barel,
6, tingkat produksi minyak mentah termasukkondensatyang mcncapai
1,27jutabarelper h ari, dan(iii) rata-ratanilaitukar rupiahsebesarRp9.000,-
pcr dolarAmerika Serikat.Berdasarkan asumsiasumsitcrscbut,penerimaan
SDA migas dalam tahun 2003 direncanakan akanliencapaiRp56,2triliun,
m a s i n g - m a s i n gb e l s u m b e r d a r i p c n e r imaan SDA minyak burni
Rp39,9triliun (2,1 persen terhadapPDB), danpcnerimaanSDA gasalam
Rp 16,3triliLrn (0,8 persen telhadapPDB).
Penerinnon SDA ttot- PenerimaanSDA nonniigas,meliputi penerimaanSDA pcrtambangan
ntigas nlcliputi SDA umum, SDA kehutanar.r, danSDA pelikanan.Dalatntahun2003,kcbrjakan
pertatnbdng umt!tn, yangditcmpuhdalamrangkanengoptimalkanpenerimaanjenisini meliputi
5D.,1 kehulanan da (y' melanjutkanupaya penycmpurnaandan pengefektifanperaturan-
SDA perikonan. peraturanyang berlaku,(il) nelakukan pengawasandi lapangan,scrta
fill) rnelanjutkanupaya pcndelegasitrnsecarabertahapkewenanganpusat
kepadadaerahdalam rangkameu.ujudkanotonomi riacrah.
Rebijakan di biddng Di bidangpenerin.raan SDA perlarnbangan umum, dalamrangkamcngclola
SDA pettantbangan potensi penerimaannegarabukan pajak, Pemerintahtems melakukan
langkah-langkahguna mengoptitralkan penerimaanjenis pertambangan
umum. Berbagai kebrjakan yang diternpuh meliputi (rl merlingkatkan
langkah konservasidan diversifikasi sumber daya mineral dengantetap
mempelhatikankondisi lingkungan,(lf mengoptimalkanproduksi dan
penyediaanbahanbaku mineral, batubara,dan panasbumi dalam upaya
meningkatkandcvisa, serta (ill] mengembangkandan menciptakannilai
tambahdaribelbagaijenis SDA pertambangan umum.Selainitu,jugaakan
dilakukan langkah-langkahkegiatanlain, sepertipenertibanpefiambangan
tanpa izin (Peti), dan monyediakaninformasi yang lengkap dan mudah
diperolehdalamrangkamewujudkandayatarik investasidenganmelakukan

58
Bab IIt Anggdrc Pendapotqndan Belania Ncgara Tahun Anggaran 2003

upayainvcnlarisasidaneksploitastsunrberdayamincral,batubara,ganrbut,
dan bitumcn padat. Berdasarkanberbagai kebijakan lersebut dalarr
tahun2003,penerimaanSDA pertambangau umum direncauakanmencapai
Rp1,5tliliun atau0,1 perscn
dari PDB, meliputipencrimaan
Jumlahtersebut
iurantctap (landrent) Rp0,05tliliurr,daupcncrimaaniuraneksplolasidan
eksploitasi(royai4r)Rp 1,4triliun,
Di bidangpcnclrmaanSDA kehutanan,kebijakanyang akan ditempuh Penerrtnaan SI) 4
Calanrtahun2003 disamping diarahka untuk mengoptimalkanpcncrtmaan kehulanan mengalanli
dari sektorkehutanan,.1ugaditujukanuntuk meningkatkanpengelolaan penut'unatL disehultkun
hutanyanglestali,terutamadalamlangkamcngurangilaju kerusakatthutan pe erapdn kebijakatl
yangceuderungmeningkat.Dalamhubunganini, untuk mengoptilnalkan soJi landhg
pcnerirnaanSDA kehutanan,dan sekaligusdalam rangka menguraugi
dampakncgatif dari pemanfaatanhutan,berbagaikebijakanyang akan
ditempuh dalanr tahun 2003, antara lain neliputi at) penlberantasan
pcncbarrganliar, lif penanggulangankebakaranhulan, ftii) melakukan
reshukturisasisektorkchulanan,(ruJmelakukanrehabilitasi dankonscrlasi
kchulanan,serta fv, melaksanakan pcnguatandesenLralisasi kelrutanan.
Berdasarkan kcbijakandanlangkah-langkah yangakanditcmpuhtersebut,
penerimaan SDA kehutanan dalam tahuu 2003 direncanakan
mcucapaiRp1,3 triliun atau 0,1 pelsenterhadapPDB. Jumlah tersebut
mcliputi dana reboisasi (DIt) Itp0,9 triliul), provisi sumber daya hutan
( P S D H ) R p ( ) , 4t r i l i u n , d a l i u r a n h a k p e n g u s a h a a nh u t a n ( I H P H )
Rp3,5 miliar. Apabila dibandingkandengantalget APBN tahun 2002
sebesarRp3,0 triliun atau 0,2 pcrsen dari PDB, penerimaanterscbut
mcngalamipenumnanRp 1,7triliun atau 56,7 pcrsen.Penurunantersebut,
nrernpakanimplikasi dari penerapankebijaka:nsoft landing (pcngurangan
annual allowable cal secalabertahap).Kebijakan tersebutdipandang
penting dalam rangka mengurangi eksploitasi hutan, schingga mampu
mendukungpemulihan kcmbali (recovery)hutanyang rusak.Di samping
itu, kebijakan ini juga diharapkanakan mendorong pemanfaatansumbcr
dayahutanyang lebih realistis,sehinggamampumewujudkan pengelolaan
hutansecaralestari,
Di sektor perikanan,langkahyang akandrtempuhpemerintahdi samping Peneri\nan Sl)l
diarahkanuntuk mengoptimalkanpcncrimaannegara,juga ditujukanuntuk penkanan dIrencanakan
mcwujudkan pengelolaansumber daya alam yang bcrkclanjutan.Untuk mencapaiRp0,4 Lrilir r
itu, berbagailangkahakanditempuhdalamtahun2003,yangmeliputiantara
lain /r) mer.ringkatkan pemanfaatandanpcngclolaansumberdayaikan pada
wilayab perairanpotensial, sertamelakukan tasionalisasiupaya tangkap
pada perairan padat tangkap, (ir) melakukan pembiraan mutu hasil
perikanan menuju terwujudnya pengclolaansumber daya ikan yang
bertanggung jawab, (lly' meningkatkanpengawasandanpengendalianguua
menjamir pengelolaansumberdayakelautandanperikanansecaraefektif,
(iv) mengembangkansistem dan mekanisme hukum dan kelembagaan
nasional maupun intemasional, serta fv) meningkatkansistcm informasi
kelautan dan perikanan terpadu (SIKPT). Berdasarkanlangkah-langkah
kebijakan tersebut, penerimaan SDA perikanan dalam tahun 2003
direncalakanmencapaiRpO,4triliun.

59
Bsb IV Anggaran Pendapatantlan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

Dalam tahun anggarafi Di bidangpenerimaan labaBUMN, dalamtahun2003pemerintah bertekad


2003, Penet intah letus untuk terusmelakukanupaya-upayauntuk meningkatkankinerja dan
tte I akukattup aya-upaya kesehatanBUMN, sertameningkatkanpenerapanprinsip-prinsiptata
p enitryl,atan ki nelja datl pengelolaan perusahaan yangbaikdan sehat(goodcorporategovernance).
kesehatanBUMN. Berdasarkan hal tersebut,makapencrimaan bagianpemerintahataslaba
BUMN direncanakan sebesarRpl0,4 triliun atau0,5 persendari PDB.
Dengandemikian,dalamtahun2003penerimaan bagianpemerintahatas
labaBUMN diharapkan dapatmemberikan kontribusisebesar12,7persen
dari total rencanapenerimaan PNBPtahun2003.Jika dibandingkan
denganrencanapenerimaan dari labaBUMN dalamAPBN 2002,maka
targetpenerimaan bagianPemerintah ataslabaBUMN dalamtahun2003
tersebut sedikitlebihtinggi.Haltersebutantaralaindisebabkan (y'sebagian
dari dividentersebutsangatdibutuhkanuntuk mendukungkegiatan
investasi,mengingatpadatahun2002 sebagianbesardividen telah
digunakanuntuk menuhrpdefisit,(irl berkurangnya kepemilikansaham
Pemerintah padabcberapa BUMN, sepertipadaPT Indo Farmadan
PT KimiaFarma,sehingga dividenbagianPemerintah menjadiberkurang;
(i i i) b,erkwangnya penyertaan(shdre)Pemerintahpadabeberapa perusahaan
patungandan beberapa perusahaan y^ng sxdzhgo publtc (Tbk), seperti
PT SucofindodanPT Indosat.
PNBP lai nyo dalan Dalamtahun2003rencana penerimaan negarabukanpajaklainnya(PNBP
tahun 2003, direncana- lainnya)direncanakansebesarRpl2,2 triliun atau0,6 persendafi PDB.
kan scbesat Rpl2,2 Untuk mencapaitargetPNBP tersebut,pemerintahterus melanjutkan
h'iltun. berbagaiupayapeningkatanjenis penerimaanini denganmelakukan
peninjauankembaliberbagaitarif pungutandi berbagaidepartemen/LPND
agarsesuaidenganperkembangan kondisiperekonomian, peningkatan
upaya-upaya penarikantunggakan, sertapeningkatan
pengawasan dalam
pelaksanaanpemungutandanpenyetorannyake kasnegara.

FTTBAH
DalamAPBN tahun2003,penerimaan negaradalambentukhibahbelum
dapatdipastikanbesarpencairannya.
Walaupundemikian,diharapkan
selamapelaksanaanAPBN tahun2003penerimaannegaradalambentuk
hibahdapatdicairkansesuaidengan beberapakomitmenyang telah
disepakatioleh negara/lcmbagadonor pada tahun-tahunanggaran
sebelumnya.
Realisasihrbalt akan Realisasipenerimaan hibah selamaini sulit untuk diproyeksikan
dilaporkan dalam pencairannya, mengingathal ini sangattergantung
kepadanegara,/lembaga
Laporan Senesler dan donorpemberihibah,terutamaterkaitdenganwaktupencairan, besamya
APBN Perubahan. nilai hibah,sertapihakyangakanmenerimahibah.Dalamhal ini, hibah
yangdicantumkan dalamrealisasiAPBNterutamamerupakan hibahyang
ditedmapemerintahdalambentukhrnai (in-cash).Dalampelaksanaan
APBN tahun2003 apabilaterdapatsejumlahhibah yang diterimaoleh
pemerintah, makarealisasihibahtersebutakandilaporkandalamLaporan
Semester maupundalamAPBN Perubahan.

60
BabIV Anggaran Perulapatendan Beld ja Negdra Tahun Anggaran 200.1

T&belIV.2
PENDAPATANNEGAR{ DAN HIBAII
REALISASI APBN 2()()2DAN APBN 2()()3
(DalamTriliun Rupirh)

',
20Q2
Uraian Reali- Yothd APBN % thd
sasl PDB PDB

A PencrimaanDalam Negeri 299,8 18,6 336,2 77,3


l. PenerimaonPerpajakan 270,,9 13,1 254,2 13,1
1. PajakDalamNegeri 200,3 t2,4 241,7 12,5
a. Pajak Penghasilan tut,1 6,3 120,9 6,2
- Migas 1'7,2 l,t 14,8 0,8
- Nonmigas 84,5 5,2 106,1 5,5
b. PPN dan PPnBM 65,9 4,1 80,8 4,2
c. PBB 6,3 0,4 7,5 0,4
d. BPHTB 1,6 0,1 2,4 0,1
e. Cukai 23,3 |,4 28,0 t,4
I'. Pajak Lainnya t,5 0,1 2,2 0,1
2. Pajak Perdagangan
Intemasional 10,6 0,'7 12,4 0,6
a. Bea Masuk 10,4 0,6 t2,0 0,6
b. Pajak Ekspor 0,2 0,0 0,4 0,0

II. Penerirnaan Negara Bukan Pfljak 88,9 82,0 4,2


1, Sumber Daya AIam 4,0 59,4 3,1
2. BagianLaba BUMN 9,8 0,6 10,4 0,5
3. PNBP Lainnya l3,9 0,9 t2,2 0,6

B. Hibah 0,3 0,0

Jumlah 300,2 18,6 336,2 17,3

l) Realisasi
scmentara
sampai
dengan 2002.
3l Desember

ETELANJA NEGARA
A-nggaranbelanjanegaratahun2003dirancangdalarnkerangka konsolidasi
fiskal,dcnganlebihmemfokuskan padeupayauntukmewujudkansecara
bertahapkesinambungan fiskal, serayamemberikanstimulusfiskal
dalambatas-bataskemampuan keuangannegara.Hal ini dimaksudkan
untuk
mendorongterciptanya APBN yangsehat,sesuaidenganarahkebrjakan
fiskal yang digariskandalam GBHN 1999-2004.Dengandemikian,
disampingmemperhitungkankebutuhananggaranyang benar-benar
diperlukan,penlusunananggaranbelanjanegaratahun2003juga harus
memperhatikansecaraseksamakapasitasdan potensi sumber-sumber
pendapatannegara,sertakemampuan dalammemobilisasi sumber-sumber
pembiayaananggaranyangada,baik saatini maupundi masamendatang,
BabIV Anggaran Perulapatandan Belanja Negara Tdhun Anggaran 2003

tanpa menimbulkandampak dan beban yang berlebihan(excessburden)


padaAI'BN tahun-talrunberik'utnya.
AnpS4oranbelanja uega Berdasarkanpenclaahanterhadapberbagaiaspekdi atas,volume anggaran
ra lahun 2003 du cnca belanjanegaradalam APBN tahun 2003 direncanakanmelcapai Rp370,6
nakan Rp370,6 triltwl triliun, atau 19,1persendari PDB- Jurnlahini, secaranominal menunjukkan
dlau l9,l pefiet1 terha- peningkatan13,0persenbila dibandingkandenganvolume anggaranbelanja
dap PDB negarapada realisasiAPBN tahun 2002. Sekalipunderlikian, rasionya
terhadapPDB justru menunjukkanperurunan 1,3persenbila dibandingkan
denganrasioanggaranbelanjanegaraterhadapPDB dalamrealisasiAPBN
tahun 2002 yang sebesar20,4 pcrsen.
Penurunanrasio anggaranbelanjanegaraterhadapPDB ini sesungguhnya
menunjukkanbesarnyatekadpcmerintahdalammengupayakankonsolidasi
fiskal untuk mengendalikandefisit anggaranmcnuju ke arah tercapainya
ketahananfiskal yang berkesinambungan. Anggaranbelanjanegaratahun
2003 tersebutterdiri dari anggaranbclanjapemerintahpusatdan anggaran
belaniauntuk daerah.
'I abel
lV.3
DELANJA NECARA
REALISASI APBN 2OO2 DAN APBN 2()O3
(Dsl,n lriliun Ruplah)

2002"
Uraian Reali- % thd APBN % thd
sasl PDB PDB

I. Belanja PemerintabPusat 229,6 14,3 253,7 13,1


1. Belanja Rutin 189,3 I1,8 188,6 9,7
2. Bclanja Pembangunan 40,3 t5 6s,1 3A
a. PembiayaanRupiah 27,7 t,7 46,2 2,4
b. PembiayaanProyek t2,6 0,8 18,9 1,0

lI. Belanja Untuk Daerah 98,5 6,r 116,9 6,0


l. Dana Perimbangan 94,8 5,9 107,5 s,5
a. DanaBagi Hasil 75 O 1,6 2'7,9 |,4
b. DanaAlokasi Umum 69,2 41 77,0 4,0
c. Dana Alokasi Khusus 0,6 0,04 2,6 0,1
2. Dana Otonomi Khusus
dan Penyeimbang 3,1 0,2 9,4 0,s
a. Dana Otonomi Kiusus t,4 0,1 1,6 0,1
't,8
b. Dana Penyeimbang 0,1 0,4

Jumlah 328,1 20,4 370,6 19,1

l) Realisasi
sementala
sampaidengal3l Desember
2002.

62
BabIV Anggaran Pentlapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

ANGGARAN BELANJA PEMERTNTAH PUSAT


Anggaran belarja pene-
rinlah pusal tliperlukurt
utttuk pembiayaan pe-
nyelenggcro an kegiatan
pemefn ldh4nyallg netl-
jadi kewenangan penle-

pemberdayaan sumberdaya manusia,pendayagunaan sumberdayaalam


dan teknologi tinggi yang stlategis,sertakonservasidan standardisasi
nasional,
Dalam AI'BN tahun 2003, volume anggarallbelanjapemerintahpusat Angguran belatjapene-
dircncanakan sebesarRp253,7 triliun, atau l3,l persenterhadapPDB. rinlah pus7l direncL-
Jumlahini, secaranominalnaik 10,5persenapabiladibandingkandengan nakansehesarRp25J,7
volume anggaranbelanja pemerintahpusat dalam realisasiAPBN tahun triliu atau l3,l persen
tcrhadapPDB.

pengeluaranpcmbangunanmasih tetapdapatditingkatkan-

PENGELUARAN RUTIN
Dalam APBN tahun 2003, kebijakan alokasi anggaranbelanja rutin

masyarakatgolongankecil dan menengah.


Mengacukepadaarah kebijakan tersebut,alokasi anggaranbelanja rutin l/olume pengeluaran
dalam APBN tahun 2003 direncanakansebesarRp188,6 triliun, atau 9,7 rutin dalun APBN
pementerhadapPDB. Jumlah ini, secaranominal mengalami penurunan tahun 2003 mengalarti
scbesar0,rl persen bila dibandingkan denganvolume pengeluaranrutin pen runal dibanding
dalam realisasiAPBN tahun 2002 yang sebesarRp189,3 triliun. Begitu tolumenya dald
pula, rasionya terhadapPDB mengalamipenurunan 2,1 perscn bila rcalisasi APBN tahun
dibandingkandenganrasiopengeluaranrutin terhadapPDB dalamrealiasi 2002.
APBN tahun 2002 yang sebesar 11,8 perscn. Penurunan ini terutama
berkaitandenganmenurunnyabebananggaransubsidi, dan berkurangnya
bebankewajibanpembayaranbunga utang secaracukup signifikan.
BabIY AnggarunPendapatandanBelanja Negara Tahun Anggaran2003

Substdi daldn APBN DalamAPBN tahun2003,alokasianggfianuntuk berbagai jenis subsidi


tahun 2003, lurun dari direncanakanRp25,5triliun, atau 1,3persenterhadapPDB. Jumlahini,
beban subsidi dalam secaranominalturun36,3persenbila dibandingkan denganbebansubsidi
rcalisasi APBN tahun APBNtahun2002yangsebesar
dalamrealisasi Rp40,0triliun.Begitupula,
2002,yanE terutamd rasionyaterhadapPDB turun 1,2persenbila dibandingkan denganrasio
dipengeruhioleh betku- bebansubsiditerhadapPDB dalamrealisasiAPBN tahun2002yang
rangnyabebansubsidi besamya2,5 persen.Penurunan ini terutamaberkaitandenganberlftuangnya
BBM. bebansubsidiBBM,
Dalam APBN tahun Dari keseluruhan bebansubsididalamAPBN tahun2003, 51,8 persen
2003 akun dilakukan diantaranyaakandialokasikan untuk subsidiBBM, yangjumlahnya
kebijakan penyesuaian mencapaiRpl3,2 triliun, atau0,7 persenterhadapPDB. Jumlahini,
harga BBM dalam secaranominal turun 57,7 persenbila dibandingkandenganbeban
negeri tnenjadi 100 subsidiBBM yangdianggarkan dalamrealisasiAPBN tahun2002yang
persetldarl ha,Eapasar besamyaRp3l,2 triliun. Sementara itu, rasionyaterhadapPDB turun1,2
(MOPS + 5 penen) persenbila dibandingkandenganrasio bebananggaransubsidiBBM
terhadapPDBdalamrealisasiAPBNtahun2002yangbesamya1,9persen.
Adaduafaktorutamapenyebab turunnyabebansubsidiBBM dalamAPBN
tahun2003.Pertama,pengaruhhrunnyahargaminyakmentahintemasional
dari US$24,09per barelyang diasumsikan dalamrealisasiAPBN tahun
2002menjadiUS$22,00perbareldalamAPBN tahun2003,danperkiraan
menguatnya nilai tukarrupiahdariRp9.311,-menjadiRp9.000,-perdolar
AmerikaSerikat.Kedaa,kebijakanpenyesuaian hargaBBM dalamnegeri
menjadi100 persendari hargapasar (MOPS + 5 persen)dari
semula75 persendari hargapasarpadarealisasiAPBN tahun2002.
Kebijakanpenyesuaian hargaini berlakuuntuksemuajenisBBM, dengan
tetap memperhatikan kemampuankelompok masyarakatyang
berpendapatan rendah.
Kebijakanpenyesuaianharga BBM ini terpaksaditempuhdalam
rangkapenghematan anggarannegarayang masih sangatterbatas,
mengingatsubsidiBBM yang selamaini diberikandinilai kurangtepat
sasaran.Selain itu, hargaBBM yang terlalu rendahakan cenderung
mendorongterjadinyapenyimpangandan penyalahgunaan dalam
pemakaianBBM sepertipemborosanpemakaian,penyelundupandan
pengoplosan jenis-jenisBBM tertentu,sertamenghambat upaya
diversifikasidankonservasi
energi.
Kebijakanpenyesuaian hargaBBM tersebutpada dasamyamerupakatl
kelanjutandaripelaksanaan umum(grandstralegrr,)
rencana penghapusan
subsidiBBM padatahun2004sebagaimana diamanatkandalamUndang-
undangNomor25 Tahun2000tentangPropenas Tahun2000-2004.
Denganlangkahkebijakanini, pengeluaran negarauntuk subsidiBBM
dapatdihematsekitarRp10,0triliun, sehinggamemberikanruanggerak
yanglebih luasbagipemerintah untukmengalokasikananggarankepada
berbagaikebutuhan lainyanglebihpentingdanmendesak. Di sampingitu,
kebijakanpenyesuaian hargaBBM dalamnegeriyang lebih s€suai
dengannilai ekonomisnyaitu diharapkanakan dapat meningkatkan
efisiensiperekonomian. Hal ini diharapkanakanterjadi,karenatingkat
harga yang lebih sesuai dengankondisi pasar akan mendorong

64
Bab IV Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

pemakaianBBM secaralebihhemat,rasionaldanefisien.Selainitu, kebijakan


ini juga ditujukanuntLrkmemnimalkanterjadinyapemborosan danpraktek-
praktekpenyelundupan danpengoplosan BBM, mendukung upayadiversifrkasi
energi,serLa meningkatkanefisiensialokasisumberdayaalam.
Sementaraitu,alokasianggaran
untuksubsidinon-BBMdalamAPBNtahun Anggaran subsidi non-
2003direncanakan Rp12,3triliun, atau0,6 persenterhadapPDB.
sebesar BBM dqlam APBN
Jumlahini, secaranominaltebihtinggi 39,0persendari alokasisubsidi tahun 2003 diren-
non-BBMdalamrealisasiAPBN tahun2002yangsebesar Rp8,8triliun. canakan Rpl2,3 tiliun
Namundemikian,secararelatif,rasionyaterhadapPDB lebih tinggi dlau 0,6 perse ter-
0,1perscnbila dibandingkandenganrasio anggaransubsidinon-BBM hadap PDB.
PDBdalamrealisasiAPBNtahun2002yangmencapai
terhadap 0,5persen.
Kenaikanini terutamaberkaitan
dengan naiknyabebansubsidibungakedit
programdansubsidilainnya,
DalamAPBNtahLrn 2003,alokasianggaran rurtuksubsidibungakqlitprogrdrn Dalam APBN tahun
direncanakanRp1,7hiliun,atau0,I persendanPDB.Jurnlahini, secara nominal 2003 elokasi anggaran
naik cukuptinggi dari realisasibebansubsidibungakedit programdalam ntuk subsidi buttg.t
APBN lahun2002yangsebesar RpO,2triliun.Anggaranini akandialokasikan bedit program direaca-
untuk memenuhikewajibanpemerintahatasbebansubsidibungaberbagai nakat Rpl,7 tili n.
skim kredit p(ogram,sebagaikonsekuensiataskebijakanPemerintah
yangmenetapkansuku bmga yang lebih rendahdari tingkat bungapasar.
Subsidibungadimaksuddiberikan,baikataskedit yangpendanaannya berasal
dari eks-kreditlikuiditasBank Indonesia(KLBD danpencairansuratutang
pemerintahsebagaipenggaritipengembalian KLBI, yangdrkelolaoleh tiga
badanusahamilik negara(BUMN), yaitu PT Permodalan NasionalMadani
@NM), Bank TabunganNegara(BTN) dan Bank RakyatIndonesia@RI),
maupulyangberasaldaribank-bankumumyangikutsertadalampenyediaan
kedit ketahanan pangan(KKP).
Demikianpula,alokasianggaran untuksubsidilishik dalamAPBNtalun 2003 Subsidi listrik sebesar
direncanakansebesar Rp4,5triliun, atau0,?persenterhadapPDB.Jumlahini Rp4,5 niliun diberikan
secaranominalnaik9,8persendanrealisasibebansubsidilistrik dalamAPBN kepado kelompokpe-
tahun2002yangsebesar Rp4,l triliun. Kenaikanbebansubsidiini terutama langgan llstrlk adlara
disebabkanoleh rencanadilalarkannyarevaluasiassetPT PLN padatahun lain kelompoksosial,
2003. Subsidiini hanyaakandiperuntukkanbagipelangganlistrik tertentu rumah tangga, b[snis
yang menjadisasaransubsidi,diantaranyakelompoksosial,rumahtangga, dan industri di bdwah
bisnisdanindustridengzm penggunaan dayalistrik di bawah90Ovolt ampere. 900 volt ampere.
Subsididiberikan dalambentukpenetapan tarifdasarIistrik (TDL) di bawah
biayaproduksinya bagikelompoktersebut, sehingga akanlebihmencerminkan
keadilandanpemerataan.
Dalamupayauntukmengurangi bebansubsidilistdk,makasejalandengan
arahkebijakanpenghapusan subsidipadatahun2004sebagaimana yang
diamanatkandalam Undang-undangNomor 25 Tahun 2000 tentang
Propenas,dalamAPBN tahun2003akanditempuhkebijakanpenyesuaian
TDL secarabertahapftta-ruta 6 persensetiaptriwulan. Implementasi
kebijakanini akandilakukansecarakonsistendan berkesinambungan,
sehinggaTDL benar-benar mencerminkan hargaekonomisnya. Dengan
langkahkebijakanini, pengeluaran negarauntuksubsidilistrikdiharapkan
dapatdihernatsekitarRpl,l triliun.

65
B a bI V Anggaran Pendapalandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

Sebagiandari hasil penghematananggaransubsidienergitersebutakan


digunakansecaralangsung untukmembantumengurangi bebankelompok
masyarakatkurangmampuyallgterkenadampakpenyesuaian hargaBBIU
dan TDL, melaluipenyediaandanakompensasisosial(DKS) yang
dalamanggaran
ditan.rpung pembangunan.
Ddlatn APBN tahut) Selainih.r,Pemerintah juga masihakantetapmenyediakan subsidipangan
)003 untuk progrunl yang ditujukanuntuk menjamindistribusi dan ketersediaan beras
I?askin dialokasikan denganhargayang terjangkauoleh masyarakat miskin. Langkah ini
da d Rp4,7 u'iliun,yatlg dilakukanmelaluiprogramberasuntuk masyarakat miskin (Raskin).
alirenco okan untuk Progran ini berupapenyediaan berasmurahbagi pendudukmiskin
ntenjangkausektar 9,2 yangmekanismenya dilakukanmelaluioperasipasarkhusus(OPK)beras.
juta kelu gtt ntiskil Dalam APBN tahun2003, alokasianggaranyang direncanakan untuk
prograrnRaskinberjumlahRp4,7triliun,atau0,2 persen dari PDB. Selain
itu,jugadicadangkan anggaran subsidipangansebesar Rp133,9miliaryang
ditampungdalamdanacadangan umum,dan pencairannya menunggu data
per
jumlah pendudukmiskin penerimamanfaat Kabupaten/kota. Junilah
ini diharapkanmampumenjangkausekitar9,2juta kelumgamiskin.Masing-
masingkeluargayangmenjaditargetsubsiditersebutakanmenerima20
kilogramberasper bulanselama12 bulan.Selainsebagaiprogramyang
bersifatreguler,sebagiandari programini merupakansalahsatubentuk
kompensasilangsungkepadaniasyarakatkurangmampuyang terkena
dampakkenaikanhargaBBM danTDL.
Subsidi lai nya dalam Pospengeluaran subsidinon-BBMdalamAPBNtahun2003jugamenampung
APBN tahun 2003 bebansubsidilainnyayangdirencanakan sekitarRp1,4triliun, atau0,I persen
antara Lar4 tflenahrplltlg dari PDB. Jumlahini, sccaranominalmengalamipeningkatanyang cukup
subridi pupuk sekitar tinggidaribebansubsidilainnyayangditampungdalamrealisasiAPBNtahun
Fpl,3 triliuh. 2002yangsebesar Rp0,05trilirur.Hal ini terutamakarenadalamAPBN tahun
2003mendatang, perlu ditampungsubsidipupukyangbesamyadiperkirakan
sekitarRpI ,3triliun.Bebansubsidiini timbulsebagai konsekuensi dariadanya
kebijakan pemerintah dalam rangka penyediaan pupukbagi petani dengan harga
jual pupukyanglebihteiangkauolehdayabeli petani.
Pembayaran bunga Sementaraitu, alokasianggaranyang direncanakanuntuk memenuhi
utang dalan APBN bebankewajibanpembayaranbungautang dalam APBN tahun 2003
tahun 2003 turtn bila diperkirakan mencapaiRp82,0triliun, atau4,2 persendari PDB. Jumlah
.liba dingkan dengan ini, secaranominalmengalamipenurunan8,8 persenbila dibandingkan
bebannya .l.tlqm denganbebanbungautangyangdianggarkan dalamrealisasiAPBN tahun
rcalisasi APBN tahun 2002yangsebesar Rp89,9triliun,Demikianpula,rasionyaterhadap PDB
2002. mengalamipenumnan1,4persenbila dibandingkan denganrasiobeban
bungautang terhadap PDB dalamrealisasiAPBNtahun2002yangsebesar
5,6 persen.Dari keseluruhanbebanbungautangdalamtahun2003tersebut,
sekitar67persendiperunhrkkan bagipembayaranbungautangdalamnegeri,
sedangkan sekitar 33persenlainnya bagipembayaran
diperunnrkkan bunga
utangluarnegeri.
Pembayaran bunga DalamAPBN tahun2003, alokasianggaranuntukpembayaran bungautang
utang dalam negeri dalamnegeridiperkirakanmencapaiRp55,2hiliun, atau persendari
2,8
diperkirakan Rp55,2 PDB. Jumlahini, secaranominalturun 14,4persendari bebananggaran

66
pembayaran bungautangdalamnegeridalamrealisasiAPBN tahun2002 tiliun, atau 2,8 pe$en
yangsebesar Rp64,5triliun.Begitupula,rasionyaterhadap PDBmengalami dai PDB.
penurunanI,2 persenbila dibandingkan denganrasiopembayaran bunga
utangdalamnegeriterhadap PDB dalamrealisasiAPBN tahun2002yang
sebesar 4,0persen.
Perkiraanpembayaran brurgautangdalamnegeritersebut
dipengaruhioleh beberapafaktor. Pertama,pencapaiankebijakan
penguranganJum|ah(outstanding)utangdalamnegeriyang dilakukan
dalamtahun2002 melalui danahasil penjualanasetnegaradi BPPN
danhasilprivatisasi
BUMN.Kedza,efektivitas beberapa langkahkebijakan
(policymeasures) pengelolaan utangdalamnegeriyangakandilakukan
dalamtahun2003,Kebijakanini antaralain meliputirencanapenerbitan
T-bill danT-bondyangjumlahnya mencapai Rp7,7triliun,sertapembelian
kembali(buyback)obligasinegara.Ketlga,penurunan sukubungaSBI 3
bulandanrata-rata15,24persenper tahunyangdiasumsikan dalamrealisasi
APBN tahun2002menjadirata-rata13,0persenpertahunyangdiasumsikan
dalamAPBN tahun2003.
Sementara itu, alokasianggaran untukpembayaran bungauLang luarnegeri Pembayaran bunga
dalamAPBNtahun2003diperkirakan sebesarRp26,8triliunatau1,4persen utang luar negeri dalun
dari PDB.Jumlahini, secaranominalmengalamikenaikan5,5persenbila APBN tahun 2003
dibandingkandenganalokasi anggaranyang direncanakanuntuk diperkirakan Rp26 I
pembayaran bungautangluar negeridalamrealisasiAPBN tahun2002 tiliun ahu 1,4 perse^
yang besarnyaRp25,4triliun. Begitu pula, rasionyaterhadapPDB dan PDB.
turun0,2 persenbila dibandingkan denganrasiopembayaran bungautang
luarnegeriterhadap PDB dalamrealisasiAPBN tahun2002yangsebesar
1,6persen.Penurunan bebanpembayaran bungautangluarnegefitersebut
antaralain disebabkan(y' perkiraanlebih rendahnyasuku bunga
internasional,terutamaLondonInterbankOfferedRate (LIBOR), (ii)
perkiraan menguatnya nilai tukarrupiahdariRp9.3I l,- perdolarAS dalam
realisasiAPBN tahun2002menjadiRp9.000,-perdolarAS dalamAPBN
tahun2003, serta(iii) dampakpenjadwalan kembalipembayaran pokok
dan bungautangluar negeridari hasil perundinganParisClub III.
Pembayaran bungautangluar negeritersebutberasaldari beberapa jenis
pinjaman,antaralain bilateral,multilateral,fasilitaskredit ekspor,kedit
komersial,danleasing.Dari hasilParrs Club III, diperolehpenundaan
pembayaran (rescheduling) bungautangluar negerisekitarRp6,5hiliun
atauekuivalenUS$723jlta. Rescheduling bungautangluarnegeritersebut
dicatatpadasisipembiayaan luarnegerr(financing),bersama-sama dengan
reschedulingcicllan pokok utangluar negeri.
Selanjutnya,untuk menjagakelancaran penyelenggaraanpemerintahan, Alokssi Etgglra!!
sertamempertahankan danmeningkatkan kualitaspelayanan
publik,dalam belanja pegawai pue"t
APBN tahun 2003 dialokasikananggaranuntuk operasionaldan dalam APBN tar.!a
pemeliharaan,yangditampungdalambelanjapegawaidanbelanjabarang. 2 003 diperki ra lan nt i :,
DalamAPBN tahun2003,alokasianggaran untukbelanjapegawaipusat 26,4 persen dai alai:ct.:.'
direncanakan Rp50,2triliun, atau2,6 persenterhadapPDB. Jumlahini, sngga.an dalam .'eali-
secaranominalnaik 26,4persenbila dibandingkandenganalokasianggaran tosi APBN tshun 2 '12,
untukbelanjapegawaipusatyangdirencanakan dalamrealisasiAPBN tahun terulama disebsbk4r
2002yangsebesar Rp39,7triliun.Demikianpula,rasionyaterhadap PDB oleh naiknyo alokasi

Al
Bab IY Angara, Padrytaa dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

angaronu&gritM m}Qt persenbila dibandingkandenganrasiobelanjapegawaiterhadap


pensiuE PIB dahn r€alisasiAPBN hhur 2002yangsebemr2,5persen.Peningkatan
pegawaidalarnAPBN tahun2003tersebutterutamaberkaitan
bttan bel,anja
.lewnr naihya alokasimggaranuntukgaji danpensiun,sertauangmakan
dm huk paEk.
Ilalm APBN tahrm 2003, alakasi anggaranuntuk gaji dan pensiun
diracanakan Rp4l,4 triliun, atau 2,1 persendari PDB. Jumlah ini,
scra norninalnaik 281 persenbila dibandingkaldenganalokasianggaran
grji &'n p€nsilmdalamrealisasiAPBN tahun2002 yang sebesarRp32,3
tilirn- Begitu pnla, rasionyaterhadapPDB meningkat 0,1 persenbila
diMingke d€ngmrasioanq€arangaji danpensiunterhadapPDB dalam
rcelilasi AFBN labrm2fi)2 yangsebesar2,0 persen.Peningkatananggaran
gpji dan peosiun ini disebabkanoleh beberapa faktor. Perlama,
Abomaq"a lambahanmBgaranuntuk menampungrencanakenaikan
gaji pegawainegeri sipil, anggotaTNVPolri dan pensiunansebesarrata-
rala l0 persen;kenaikmtrmjangantenagakependidikanuntuk gurusebesar
50 persen;danpcnyesuaianbcberapatunjanganfungsionallainnya yang
selma ini belumdinaikkm. Kedua,danya rencanapenambahan pegawai
ncgerisipit pusatyangbdu khususnyaguru, tenagamediVparamedis, dan
alr+eda TNIlPolri selcitar5Enibuorang.Kenia, diperlukannyatambahan
n'ugum untukmenarnprmg kenaikanpangkaf/golongandankenaikangaji
l*.ftrlz (acress).Keempr, adanyaperubahansianng pembayaran pensiun
elfral perubahanskalagaji pokokyangdibiayaidari APBN danPT Taspen.
Shmcrtda it!4 &Im APBN 2003,alokasianggaranuntuk tunjanganb€ras
dircfcamakmRpI,6 tilirm atau0,I persenteftadapPDB.Jurnlahini, secara
minal naik 14,3 persendari beban anggarantunjanganberas dalam
APBN tahun 2002 yang sebesarRpl,4 triliun. Peningkatan
reatrisasi
allggsan ini tenrtarnaberkaitandenganadanyarcncanakenaikanharga
berassebagaidasarperhitunganbesarnyatunjanganberas.
Dalm AIBI{ 2fi}3, alokasianggafimuutuk uang makan dan lauk pauk
dir€mcilakm Rp3J triliun, atau 0,2 persenterhadapPDB. Jumlah ini,
eEsaranosinal nar](29,6perse,rdari bebananggaranuangmakandanlauk
pauk daliamrealisasi APBN tahun 2002 yang sebesarRp2,7 triliun.
Pedng&atarD mggaEn ini t€rutamaberkaitan dengan adanyarenoana
gmyesnaiaobemmyauang makandan lauk pauk bagi anggotaTNI dan
Pohi sekitar20 perse4yaitu dari Rp12.500,-menjadiRp15.000,-perorang
per-hari.
Dalanr pada itu, rasio anggaranuntuk lainlain belanja pegawai dalam
negeri daa belanja pegawai luar negeri terhadap PDB hampir tidak
nEnqalani perubahanbila dibandingkandengan rasio masing-masing
*orymen pcngeluom tersebutterhadapPDB dalarnrealisasiAPBN tahun
ffXY2,yailu nosing-masingsekitar0,1 persen.Dalam APBN tahun2003,
alolasi mggammtuk lain-lainbelanjapegaryaidalamnegoridanbelanja
pegre.ai hd dgcri a6ing-masing dircncanakan RP2,2 triliun dan
RplSfilim-

68
BabIY Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

Dalam APBN tahun 2003, alokasianggaranuntuk belanjabarang Eelanja barang dalant


direncanakansebesarRp 15,4triliun,atau0,8persendariPDB.Jumlahini, APBN tahun 1003naik
secaranominal naik22,2persendaribebananggaran belanjabarangdalam 22,2 persen dari vo-
realisasiAPBN tahun2002sebesar Rp12,6triliun.Sebagian besar(sekitar lutntnyd.dalqmrcalis&e!
92 persen)dari anggaranbelanjabarangtersebutdigunakan untukbelanja APBN tahun2002.
barangdalamnegeri,sedangkan sisanya(sekitar8 persen)digr'rrakan
untuk
belanjabarangluar negeri.
DalamAPBNtahun2003,alokasibelanjabarangdalamnegeridirencanakan
Rpl4,2 triliun atau0,7 persenterhadapPDB.Jumlahini, secaranominal
naik 20,3persendari bebananggaran belanjabarangdalamnegeridalam
realisasiAPBN tahun2002.Kenaikanalokasianggaranbelanjabarang
dalamnegeritersebutakandigunakanantaralain unhrkmenampung rencana
kenaikanbiayaperjalanandinaspadaseluruhdepartemen/LPND,pengadaan
saranakerja,biaya langganandayadan jasa,sertamemenuhibiaya
pemeliharaan berbagaiasetnegaradanhasilpembangunan.
Semcntaraitu, alokasianggaranbelanjabarangluar negeridalam
APBNtahun2003direncanakan Rpl,2hiliun atau0,1persenterhadap PDB.
Jumlahini, secaranominalnaik 50 persendari bebananggaranbelanja
barangluar negeridalamrealisasiAPBN tahun2002,Alokasi anggaran
tersebutakandigunakanterutamauntukmendukung kegiatanopcraslonal
kedutaanbesardan kantor-kantor perwakilanpemerintah RI di berbagai
negarasahabat.
DalamAPBNtahun2003,alokasianggatan untukpengeluaran rutinlainnya Pengeluaran rutitL
dircncanakan Rpl5,5 triliun,atau0,8persendariPDB.Jumlahini, secara lainnya delam APB!\I
norninalnaik 118,3persendari alokasipengeluaran rutin lainnyadalam tahun 2003 direncana-
APBNtahun2002yangsebesar
realisasi Rp7,l triliun.Begihrpula,rasionya kan Rp15,5 tiliun atuu
terhadapPDBmengalami peningkatan 0,4persen biladibandingkan dengan 0,8 persen terhad(t.
rasioanggaranpengeluaran rutin lainnyaterhadapPDB dalarnrealisasi PDB, antara lain unl,iir
APBN tahun2A02yangsebesar 0,4 persen.Pelingkatanbebananggaran menampung btalu
ini antaralain disebabkan, pertama,menampungbiaya persiapan persiapan Pe\tilu 20i)4
penyelenggaraan Pemilu2004sekitarRp2,3triliun.Xedtra,kenaikandana sekilar Rp2,3 tliliun
cadangan umum/tanggap daruratdari Rp3,2hiliun dalamrealisasiAPBN
tahun2002menjadiRp8,3triliun dalamAPBN tahun2003.Adapun
anggaran pengeluaran rutinlainnyaantaralain menampung pengembalian
danareboisasi(untukpelaksanaan pembayaran
reboisasi), jasa surveyor,
pembayaran tunggakandan klaim pihak ketiga,biayaperawatanberas
Bulog,tunjangankesehatan veterannontuvet,cadangan tunjanganberas'
bebasporto/jasaposdangiro, dankontribusipemerintah padaPT Askes.
Sementara itu, dana cadanganumum/tanggap daruratakan digunakan
untuk mengantisipasiterjadinyahal-hal yang beradadiluar perkiraan
normal,sepertibencanaalam, kerusuhan,dan tidak tercapainyarencana
tindak denganimplementasisepertiyang direncanakandalamAPBN
tahun2003.
Gambaran yanglebihrinci mengenai rencanaanggatan belanlarutindalam
tahunanggatan2003,disajikandalamTabelIV.4.

69
Bab IV AnggaranPendapatandan BelanlaNegara Tahun Anggaran 2003

TabelIV.4
PENGELUARAN RUTIN,
REALISASI APBN 2002dln APBN 2003
(Dolon Trluutr Ruphh)

2002'l
Reali- % thd APBN % thd
sasi PDB PDB

L BelanjaPegawai 39,7 ,{ 50,2 2,6


2 . BelanjaBarang 12,6 0,8 l5 4 0,8
3 . PembayaranBungaUtang 89,9 82,0 A)

a, DalamNegeri 64,5 4,0 55,2 2,8


')\ L
b. LuarNegeri 1,6 26,8 1,4
4. Subsidi 40,0 ?{ ,55 l1

a. BBM 1,9 t3,z 0,7


b. Non-BBM 8,8 0,5 tz,3 0,6
5. PengeluaranRutin Lainnya 1l 0,4 15,5 0,8

Jumlah 1E9J 11,8 188,6 9,1

sementara
l) Realisasi dengan
sarnpai 3l Desember
2002,

PENGEL UARAN PEMBANG UNA N


Angaran pembangunan Anggaranbelanja pembangunanpemerintahpusat diarahkanuntuk
yang dikelola peme- memenuhidua kebutuhan.Pertama,sesuaidengansemangatotonomi
intah pusat diarchl@n daerah,pengeluaranpembangunanyang dikelola pemerintahpusat
untuk memenuhidua digunakanuntuk membiayaipelaksanaantugas yang menjadi tanggung
kebutuhan. jawab dan wewenangpemerintahptsat. Kedua, anggaranpembangunan
yang dikelola oleh pemerintahpusatjuga digunakanuntuk pemerataan
pernbangunanantardaerahmelalui pelaksanaandekonsentrasidan tugas
pembantuan yangsecaragradualakanditingkatkanproporsinya,khususnya
dalampenyediaanpelayanankebutuhandasarmanusia.Dalam hal ini,
alokasidanayang dikelolapemerintahpusatditujukanuntuk mengisi
kesenjanganberbagaiproyek yang dilaksanakandi berbagaidaerah,
khususnyadaerahyang potensifiskalnyalebih rendah,supayasecara
bertahapdicapaikeserasian antarwilayahdalamwadah
tingkatkesojahtoraan
NegaraKesatuan RepublikIndonesia,
Pengehuranpembangu- Dalam tahun 2003, alokasi anggaranuntuk pengeluaranpembangunan
nan dalam tahun 2003 ditetapkan mencapai Rp65,ltriliun, atau3,4persenterhadap PDB.Jumlah
ditetapkan3,4 persen ini, secaranominalmenunjukkanpeningkaian'61,5 persenbila dibandingkan
terha.lapPDB. denganrealisasianggaranpembangunan tahun2002. Sedangkan secara
relatif, rasionyaterhadapPDB menunjukkanpeningkatan0,9 persenbila
dibandingkandenganrasio realisasipengeluaranpembangunantorhadap
PDB dalamtahun2002yangsebesar2,5persen.Sumberpembiayaanuntuk
memenuhikebutuhanpengeluaranpembangunan tahun 2003 tersobut

70
BabIV Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

direncanakan
berasaldaripembiayaan
rupiah7 1,0persendandaripinjaman
proyek29,0persen.
Alokasianggaran pembangunanyangbersumber dari pembiayaan rupiah Anggqlat pembiayaan
dalamAPBN tahun2003 ditetapkansebesar Rp46,2triliun, atausekitar rupiah ditetapkan
2,4persenterhadap PDB,Jumlahini, secara nominalmeningkat 66,8persen Rp46,2 t/iliun, qtsu
dari realisasianggaranpembangunan rupiah (murni) tahun2002 yang sekitar 2,4 petsen
berjumlahRp27,7triliun. Sementara ihr, secararelatif,rasionyaterhadap terhadapPDB.
PDB meningkat0,7 persenbila dibandingkan denganrasiopembiayaan
rupiahterhadapPDB tahun2002yangsebesar1,7persen.
Kebijaka pemberian
Pcningkatan alokasipembiayaan
rupiahyangcukupbesartersebut dimaksudkan
stimulusJiskal dalam
selainuntukmemberikan stimulusfiskalyanglebihbesarbagiperekonomian
jugasekaligus pengeluaranpemba-
Indonesia" untukmengimbangi turunnyainvestasiswastasebagai
ngunan2003.
akibatdari tragediBali Oktober2002.Stimulusfiskal tersebutakan
penggunaannya
diprioritaskan bagipembaagrman danpenanganan
infirashuktur
scktor-seklorekonomi,pengembangan sumberdayamanusia(SDM),serta
peningkatan pertahanandankeamanan dalamnegcn.
Bagianterbesardarialokasianggaran pembangunan rupiah(mumi)dalam Anggaran deparlemen/
APBN2003,yaitu98,9persenataumencapai Rp45,7triliunakandigunakan lenbaga nehingkat 67,0
untuk membiayaipelaksanaan proyek-proyekyang dikelola oleh persei ddi tahun sebe-
departemen/lembaga di berbagaisektoryangtersebardi seluruhwilayah lumnya-
Indonesia. Apabiladibandingkan denganrealisasianggaran pembangunan
departemer/lembaga tahun2002,jumlahini menunjukkan peningkatan67,0
persen.Alokasi pembiayaandepartemen/lembaga tahun2003 tersebut
mencakup puladanakeperluan pengungsi Rpl,9 triliun,yangakan
sebesar
ditampungdi bidangkesejahteraan sosialRp0,9triliun, kesehatan Rp0,1
triliun,pendidikanRpO,2tnliun,prasaranapermukiman RpO,4triliun,serta
tenagakerjadantransmigrasi Rp0,3triliun,
Di sampingitu,dalamtahun2003jugadialokasikan danakompensasi sosial Dana PPD-PSE me-
bagiprogrampenanggulangan dampakpengurangan subsidienergi(PPD- ningkat34,7pe*en dari
PSE)Rp3,9triliunatau0,2persenlerhadap PDB.Jumlahini, secaranominal, tahunsebelumnya.
mengalamipeningkatan34,7 persenbila dibandingkan denganrealisasi
anggaran untukdanakompensasi sosialtahun2002.Sedangkan, rasionya
terhadapPDB sebesar 0,2persen,atausamadenganrasiodanaPPD-PSE
terhadapPDB tahun2002 yangjuga sebesar0,2 persen.Pengalokasian
anggaranbagi danakompensasisosialtersebutdimaksudkan untuk
memberikanperhatiankhususkepadamasyarakat yangterkenadampak
langsungdari kebijakanpengurangan subsidienergi,Anggarantersebut
mencakup danakompensasi sosialuntukbidangpendidikanRp1,9triliun,
kesehatan dankesejahteraansosialRp1,1triliun,pangan(OPKberasuntuk
masyarakat miskin)RpO,5triliun yangakanditampungdalampengeluaran
rutin, transportasi
Rp0,l9 triliun, air bersihRp0,25triliun, kredit miko
RpO,l5 triliun, pemberdayaan masyarakat pesisirRpO,l2triliun,
penanggulangan pengangguran RpO,I triliun, pengadaan alatkontrasepsi
Rp0,l triliun, dan monitoringdan evaluasiUPM (Unit Pengaduan
Masyarakat) RpO,075hiliun.
Sementaraitu, alokasi anggaranpembangunanyang bersumberdari Anggaran pinjaman
pinjamanproyekdalamAPBN 2003ditetapkan
Rp18,9triliun,atausekitar proyek ditetspkan

7l
BabIV Anggaran Pendapatan da Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

Rp18,9triliun, atau 1,0 1,0persenterhadap PDB.Jumlahini, secaranominalmengalami kenaikan


persenterhadapPDB. 50,0persenbiladibandingkan denganrealisasi pembangunan
anggaran yang
bersumber dari pinjamanproyektahun2002yangsebesar Rp12,6triliun,
Begitupula,rasionya terhadap
PDBmeningkat 0,2persen
biladibandingkan
denganrasiopirlamanproyekterhadap PDB tahun2002yangsebesar 0,8
persen.
Prioritas kebijaka alo- Memperhatikan anggaranpembangunan
ketersediaan yang masihrelatif
kasi pengeluar.tn pen- terbatas, kebijakanalokasianggaranpembangunan tahun2003 akan
bangunantahun 200j diprioritaskanterutamaunhrkhal-halsebagaiberikut.Pertama,kegiatan-
kegiatanyangpentingdanbersifatmendesak unhrksegeradilaksanakan
dalamtahun2003.Kedua,proyek-proyek yangmempunyaidampakluas
dalanrupayaper)ciptaan dan peningkatan kesempatan kerja.Ketiga,
melanjutkan penyelesaianproyek-proyek yangsedangberjalan,sehingga
dapatsegera nremberikanmanfaatbagimasyarakat luas-Keempat,prcyek-
proyekyangdapatdengancepatberfungsidanmenghasilkan manfaatbagi
masyarakat. Kelima,penciptaankeseimbangan pembangunan antardacrah,
Keenam,penycdiaanbiayaoperasional dan peneliharaanbagi berbagai
prasarana dansarana umumyangtelahada,sehingga dapatterusberfungsi
denganbaik. Ketujuh,penyediaandanapendampingbagi pelaksanaan
proyek-proyek berpinjamanluarnegeriyangsedangbelalan,sehinggadapat
memberikanmanfaatdan sekaligusmeningkatkan penyerapan dana
pinjanan Iuar negeri yang sudahada dalampipeline. Kedelapan,
penanggulangan berbagaiakibatterjadinyabencanaalamdankerusuhan
sosial.
Alokasi pengeluaran Kebrjakanalokasianggaran pembangunan tersebutdiharapkanakandapat
petnba gunanjuga akan mendukung pencapaianprioritaspembangunan nasionaldalamtahun2003,
diupoyakanuntuk nrcn- yang meliputi:pertama,peningkatanpenanggulangar kemiskinandan
d k ng petlcapaian jarninanketahananpangan.Kedua,peningkatankualitassumberdaya
prioritas penbangufian mantsia.Ketiga,pemantapan stabilitasekonomidankerangan.Keenpat,
nasionol tahun 2003. percepatan utangdanprivatisasiperusaha
restrukturisasi annegara-Kelima,
perluasankesempatankela. Keenam,peningkatan penegakan hukumdan
sistemperadilanyang transparandan konsisten.Ketujuh,peningkatan
pembangunan daerahmelalui otonomi daerahdan pemberdayaan
nrasyarakat.Kedelapan,persiapanpelaksanaan Pemilu2004yang lebih
demokratis.Kesembilan,pemantapan persatuandan kesatuan,serta
ketertibanumum.Kesepuluh, pembangunan danpemeliharaan saranadan
prasaranadasarpenunjang pembangunan ekonomi.Kesebelas,penerapan
prinsip-prinsippembangunan berkelanjutan, Dalamimplementasinya,
kebijakantersebutakanditempuhdalambentukintervensianggarandi
berbagaisektor.
Sektor-sektor yang Berdasarkanarahkebijakandan skalaprioritasnasionalsebagaimana
nendqpatalokasiafig- diuraikandi atas,dalamtahun2003terdapatsektor-sektor yangmendapat
garan belanja pefi- alokasianggaran belanja pembangunan cukupbesar.Sektor-sektortersebut
bangunancukup besar antaralatnadalah(i) sektorpendidikan,kebudayaan nasional,pemudadan
dalam tahun2003 olahraga;(ir) sektorpertanian,kehutanan,kelautandan perikanan;
(llr) sektortranspoftasi,
meteorologidangeofisika;(lv) sektorpertahanan
dan keamanan;serta(v) sektor kesejahteraansosial, kesehatan,dan
pemberdayaan perempuan.

72
BabII/ danBelanjaNegaraTahunAnggaran2003
AnggaranPendapatan

DalamAPBN tahun2003,sektorpendidikan,kebudayaanlasional, pemuda Alokusi anggaran


dan olahragaditetapkanmemperolehalokasi anggaranpembangunan penbangunan seklor
Rp15.058,1miliar. Jumlahini, secaranominalmenunjukkanpeningkatan pendiclikan, kebudayaan
sebesar41,1 persenbila dibandingkandenganrealisasianggaransektor ini nasional, pemuda dan
tahun 2002, Anggaran tersebutakan dialokasikan masing-masinguntuk olah raga .litetapkan
subsektorpendidikanRp 14.138,8miliar, subsektorpendidikauluar sekolah Rp|5.058,1 niliar.
Rp634,6 miliar, subsektorkebudayaannasionalRpl13,7 miliar, serta
subsektorpemudadan olahragaRp 171,0miliar,
Di subsektorpendidikal, alokasi anggaranpembangunanakan diarahkan Prioritas pe ggunaaq
tcrutama untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan kesempatan pengeluaran penba-
memperolehpendidikan,khususnyadalam rangka melanjutkanupaya ngu\an subsekto, petr
penuntasanProgram Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun, Kegiatan didlkan.
pokok yang akan dilaksanakandalam tahun 2003 antara lain meliputi
rehabilitasi,revitalisasi,dan regroupingSD-MI, penambahanruang kelas
baru, trnit sekolah baru, pembangunansatuanpendidikan khusus seperti
SD Satu Guru dan SLTP/MTs Terbuka,sertapemberianbeasiswakepada
siswa yang berasaldari keluargakurang manipu. Di samping itu, dalam
upayapeningkatanpcmerataanpendidikan,anggaranpembangunanakan
digunakanantaralain untuk upayapenghapusanbutaaksara,terutamabagi
kelompok usia produktif dan pendidikanbagi anak usia dini. Sementara
itu, dalam rangka meningkatkankualitas dan relevansipendidikan untuk
semuajalur, jenis dan jcnjang pendidikan, anggaranpembangunanakan
digunakanantaralain untuk penyernpurnaan k-urikulum,pen)rusunan standar
pelayananminimal, pengadaanguru kontrak dalam rangka mengatasi
kekuranganguru di daerah,serta peningkatankualitas guru dan tenaga
kependidikanlainnya, Hal yang terakhil ini akan diternpuh dcngan
memberikanbcrbagaipendidikandanpelatihan,peningkatankesejahteraan,
penyediaanbuku pelajaran,alat peragadan pendidikanlainnya, serta
pengembanganpendidikan kecakapanlni&:p (life skill education).
Di sarnpingitu, anggaranpembangunansubsektorpendidikanjuga akan
digunakanuntuk memantapkandesentralisasi pendidikandan pengelolaan
pendidikanyang berbasissekolahdan masyarakatmelalui pengembangan
Dewan Pendidikan di tingkat kabupaterVkotadan komite sekolah di unit
pendidikan, menyediakandana bantuan dalam bentuk hibah atau imbal
s w a d a y ak e p a d a k a b u p a t e n / k o t ad a n u n i t - u n i t p e n d i d t k a n , s e r t a
meningkatkanpartisipasi masyarakatdalam menbangun pendidikan
nasional.
Di subsektorkebudayaannasional,alokasi anggaranpembangunanakan Priorita.' penggunaan
digunakanantaralain untuk meningkatkanapresiasibudayadann.rerekatkan pe getuarqn pentoa-
persatuanbangsamelalui pranata-pranatasosial yang ada di masyarakat, ngunan subseklot ke-
sertapenyuluhaukesadaransejarahdanbudayadi kalangangenerastmuda. budayaannosional.
untukpelestarian
Selainitu, anggaransubsektorinijuga akandialokasikan
peninggalansejarah,purbakala,dan cagarbudaya; pemberian bantuan
operasionalbagi museum-museum negafadan fasiliraskebudayaandi
daerah;serta pengembangal penasyarakatanperpustakaansekolah dan
perpustakaanmasyarakat,

t)
BabIV Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

Anggarufl pehbangunqn Sementara itu, sektorpertanian,kehutanan,kelautandan perikanan


sektor pertakian, ke- ditetapkanmemperoleh pembangunan
alokasianggaran Rp4.730,9miliar.
hutanan, kelautan dan Jumlahini, secara nominalmengalami peningkatan
sekitar67,2persenbila
perikanan ditetdpkan dibandingkan denganrealisasianggaran
untuksektortersebuttahun2002.
Rp4.730,9niliar. Anggarantersebutakan dialokasikanmasing-masinguntuk subsektor
pertanianRp3.300,1 miliar,subsektor
kehutanan Rpl94,3miliar,serta
subsektorkelautandanperikananRp1.236,5miliar.
Prioritas penggunaan Di subsektorpertanian,alokasianggaranpembangunan akandigunakan
petlgetuaran PemDa- terutamauntuk penyediaan dan pencadangan bahanpangan,khususnya
ngunan subscktor per- dalamupayapenyediaan kebutuhanpokokunhrkkeluargamiskin.Selain
ihr,dalamrangkapengembangan budayausahamasyarakat miskin,alokasi
anggaranpembangunansektor tersebutjuga akan diarahkanuntuk
mendukung kegiatanpengembangan pedesaan
agribisnisbagimasyarakat
dan masyarakatsekitarhutan,terutamahutankonservasi,sertakegiatan
pengembangan danpengelolaan sumberdayakelautan, danpengembangan
sumberdayaperikananbagimasyarakat nelayan.
Dalam rangkapeningkatanketahananpangan,anggaranpembangunan
pertanian
subsektol akandigunakan
antaralainuntukpenyediaan
kecukupan
panganmasyarakat,pengembBnganusahabisnispanganyangkompetitii
pengembangan kelembagaanpanganyangdibangundarimasyarakat,
serta
penanggulangankemiskinan.
Priorilas pengguhaaft Di subsektorkehutanan, alokasianggaranpembangunan akandiarahkan
pengeluaran pemba- terutamauntuk pembcrantasan penebangan liar (illegal logging),
ngunan subsektor ke- penanggulangan kebakaran hutan,pengendalian konservasi kawasan hutan,
restrukturisasi
industridankelcmbagaan kehutanan, rehabilitasihutandan
lahankitis, konservasikawasan lindung,desentralisasipengelolaan hutan,
sertapemantapan danpengukuhan kawasan hutan.Di sampingitu,anggaran
pembangunan subsektorini juga akandialokasikanuntuk pembangunan
hutantananan,hutankemasyarakatan, hutanrakyat,dan agroforestry,
pengembangan wanawisata, serlapeningkatan efisiensidalampembalakan.
Selanjutnya alokasianggaran pembangunan subsektorini juga akan
dimanfaatkaluntukpengembangan Ipteksumberdayahutan,peningkatan
profesionalisme sumberdayamanusia,fasilitasipenyuluhankehutanan,
peningkatanpenegakan hukumterhadappelanggaranperatuankehutanan,
sertaperencanaan pembangunan kehutanan nasional.
Priorilas penggunaan Sementara itu, di subsektorkelautandan perikanan,alokasianggaran
pengeluaran pemba- pembangunan akandiprioritaskanuntuk(y' meningkatkanpengendalian dan
ngunan s bsektor pengawasan pemanfaatan sumberdaya kelautandan perikanan;
kelautan dan per- (lr) pengelolaansumberdayalaut, pesisir dan pulau-pulaukecil; dan
ikanan (iii) pemberdayaan masyarakat nelayandanpembudidayaan ikan melalui
peningkatankegiatanekonomiproduktif yang ierkait langsungdengan
kehidupannya. Di sampingitu, anggaran juga akandimanfaatkan
tersebut
untuk f, pengembangan plasaranadan saranapenangkapanikan;
(lr) pengembangan balaidanstasiunkarantinaikan; serta(iii) pelaksanaan
risetdan rekayasateknologikelautandan perikanan.Demikianpula,
anggaranpembangunansubsektorkelautandan perikananjuga akan
digunakanuntuk(y' pengembangan sisteminformasikelautandanperikanan

74
Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

bagi dunia usaha,daerah dan masyarakat;(lf peningkatansumber daya


manusiadan penguatankelembagaanbaik di pusat dan di daerahmelalui
pendidikandan pelatihan;selta (ilr) pengkajiankebijakankelautan.
Dalam rangka menjamin ketahananpangan, pembangunanbidang Anggaran pembangunan
p e r t a n i a na k a n d i d u k u n g d e n g a np e n b a n g u n a nb i d a n g p e n g a i r a n . sektor pengalrdn di-
Berkaitandengan itu, dalam tahun 2003 sektor pengairanditetapkan letaplcan Rp4,763,6
memperoleh alokasianggaran pembangunan Rp4.763,6miliar,Jumlahini,
secaranominal mcngalami peningkatar sekitar 66,4 persen apabila
dibandingkandengan realisasianggaranpcmbangunansektor pengairan
tahun2002. Anggaran tersebutakan dialokasikan masing-masinguntuk
subsektorpengembangan danpengelolaanpengairanRp2.l8l,8 miliar, serta
subsektorpengembangan dan pengelolaarsumber-sumber air Rp2,581,8
miliar.
Alokasi pengeluaranpembangunansektorpengairanakandigunakanuntuk Prioritds penggunqan
membiayaikegiatan-kegiatanpokok, yang mcliputi: {rJpemeliharaandan pengeluaran pemba-
r e h a b i l i t a s ij a r i n g a n i r i g a s i / r a w a p r i m e r , s e k u n d e r d a n w a d u k ; ngunan sektor pe-
(lr) pengembanganjaringan irigasi primer, jaringan irigasi sekunderdan ngairan,
prasaranapengendalianbanjir; (il, pernbangunanjaringan irigasi barupada
arealsawahtadahhujan,dan arealyangtelah tersediaair irigasinyasebagai
hasil dari pembangunansebelumnya;scrta (iv) pelaksanaankegiatan-
kegiatanpengelolaansumber-sumberair.
S e l a n j u t n y a , u n t u k m e n d u k u n g p e l a k s a n a a np e m b a n g u n a nd a n Anggaran pembangunan
pemelihfiaansaranadanprasaranadasarpenunjangpembangunan ekonomi, seklor transporlasi,
sektor transportasi,meteorologi dan geofisika ditetapkan memperoleh meteorologi dan geo-
alokasianggaranpembangunansebesarRp9.052,1miliar. Jumlahinr secara fisika ditetapkqn
nominal meningkat77,1 persenapabiladibandingkandenganrealisasi Rp9.052,1niliar.
anggaranpembangunanuntuk sektortransportasi,meteorologidangeofisika
tahun 2002. Anggaran tersebutakan dialokasikanmasing-masinguntuk
subsektorprasaranajalan Rp4.593,7miliar, subsektortransportasidarat
Rp1.889,2miliar, subsektortranspofiasilaut Rp1.306,5miliar, subsektor
transportasiudaraRp I . I 75,2 miliar, seftasubsektormeteorologi,geolisika,
pencariandan penyelamatanRp87,5 miliar.
Alokasi pengeluaranpembangunansektor transportasi,meteorologi, dan Priofitas penggunaarl
geofisika akan digunakan antaralain untuk: (, nempefiahankantingkat pengeluaran pembo
pelayananuntuk memenuhi standar teknis pelayanantransportasi,baik ng\non sektor trsns-
tingkatkcsclamatan,kelancaran,keny.lmananrsertapeningkaunjangkauan portq,si, me!eorol ogi ddh
pelal anantransportasisecaraefisiendn meruta;(ii) melanjutkanprogram geoJisika.
rcformasi sektor transportasi,terutamauntuk meningkatkanakuntabilitas
kelembagaan,peraturan dan pendanaan,termasuk pendanaanyang
bersumberdaripinjaman luar negeri;(iiy' peningkatankapasitasprasarana
transportasiyang diprioritaskanuntuk daerah-daerahyangpermintaanjasa
transportasjnyameningkat,tanpamengorbankanupayapemeliharaandan
operasisaranadanprasaranatranspofiasi,agardapatmemberikanpelayanan
sesuaidengan standarpelayanandan keselamatantransportasi;serta
(iv) upaya peningkatan aksesibilitaspelayanan transportasikepada
masyarakatmclalui penyediaankcbutuhansubsidi hansportasiperintis di
wilavah temencil.

7:.
llrtb 1V Anggaran Pendapatan dan Belanja Negarq Tahun Anggaran 2003

4t tgganl It PeH DaI)gun4n DalamAPBN tahun2003,sektorpertahanan dan keamananditetapkan


:tektor pertahanan dan memperoleh pembangunan
alokasianggaran sebesar Rp7.191,1miliar.
kcontanan ditetapk0n Apabila dibandingkandenganrealisasianggaranpembangunan sektor
llpT 191 | nutiar perlahanandankeamanantahun2002,jumlahini, secara
nominalmengalami
peningkatansekitar170,7persen.Anggarantersebutakandialokasikan
masing-masing pertahanan
untuksubsektor Rp5.I66,5miliar,dansubsektor
keamanan Rp2.024,6miliar.
Prioritas pctlggunaon Di subsektorpetahanan,alokasianggaran pembangunan akandigunakan
Peltgetuatatl pentDa- terutamauntuk meningkatkankemampuanTNI dalam upaya
ngunun suDseKlotper mempedahankan kedaulatan seluruhwilayahNegaraKesatuanRepublik
IndonesiaQ,'JKRI).Kegiatan pokok yangakandilaksanakan dalamtahun
2003meliputiantaralain ft pen),usunandanpenyempumaan pirantilunak
untuk pembinaankekuatandan penggunaan kekuatanTNI seperti
penjabaranUU Nomor 3 Tahun 2002 tentangPertahanan Negara;
lii) pembangunan personil,baik untuk mempertahankan kekuatanyang
menumnakibal penyusutan,maupundalamrangkamengisi formasi;
fif pembangunan materiil,yangdiutamakan untukpemeliharaanmateriil
yang sudahada guna mewujudkankesiapanoperasionalsatuan;serta
(lul pembangunan fasilitasmelalui peningkatankelayakanfasilitas
pangkaladperkantoran,lembagapendidikan,sertafasilitasperalatandan
penduk'unglainnya.
Ptiot itas penggu aa Di subsektorkeamanan, alokasianggaranpembangunan akandimanfaatkan
pengeluaran pemba- antaralain untuk f, meningkatkanpenyelenggaraan fungsi-fungsi
ngullutt subsektor ke- operasionaldan fungsi pembinaanPolri dalampelaksanaan tugas;
(lr,)menatasikapmentaldanperilakuPohi;(iii) melanjutkanpembangunan
kekuatanPolri secarabertahapdalamrangkamemenuhikebutuhanpersonil,
materiil,danfasilitasyangmemadai;(lv) meningkatkan upayapenegakan
hukumdanmenindaktegassetiappelakutindakpidana;(v) meningkatkan
kerjasamadalammemerangiterorisme;(vi) mencegah, menindak,dan
menyelesaikan kasus-kasus fansrrdtiond.l
crime;serta(vry'
mempersiapkan
pengamanan penyelenggaraan Pemilu2004.
Anggdrdn pemDa gutlat1 Selanjutnya,sektorkesejahteraan dan pemberdayaan
sosialrkesehatan,
sektor kesejahleraan perempuanditetapkanmemperolehalokasianggaranpembangunan
sosial, kesehata , dan sebesarRp6.594,0miliar. Jumlah ini, secaranominal, mengalami
pentherdayaan perem- peningkatansekitar27,1 persenapabiladibandingkandenganrealisasi
puan ditetapka/l anggaranpembangunan sektorkesejahteraansosial,kesehatan,
dan
fu6.594,0 niliar. pemberdayaan perempuantahun2002.Anggaranini akandialokasikan
masing-masing untuk subsektorkesejahteraansosialRp1.732,4miliar,
subsektorkesehatan Rp4.800,3miliar, dan subsektorpemberdayaan
perempuanRp6l ,3 miliar.
Prioritas penggufidan Di subsektorkesejahteraansosial,alokasianggiuanpembangunan akan
pengeluaran pemba- diarahkanterutamauntukmeningkatkan pelayanankesejahteraansosialbagi
ngunan subsektor ke- penduduk miskin,anakterlantar,
anakjalanan,lanjutusia,penyandangcacat,
sejahteraan sosial. tunasosial,sertakorbanbencanaalamdan bencanasosial.Hal ini akan
dilakukanmelalui peningkatanprofesionalisme, perluasanpelayanan
kesejahteraan dan
sosial, peningkatan peranaktif masyarakat.

76
AnggaranPendapatandan Belanja Negara Tahun

Di subsektorkesehatan, alokasianggaranpembangunan akandigunakan Priorilss penggwlaqn


antaralain untuk meningkatkan mutu dan j angkauan pelayanan kesehatan pengeluaraa pemba-
dasardan rujukan, terutama bagi penduduk miskin. Kegiatanpokok yang ngunan subsektor ke-
akandilalrukandalamtahun2003meliputiantaralain peningkatan dalam sehslsa.
bidng (i) pemberantasan penyakit,baik menularmaupuntidak menular,
dan imunisasi; (ii) caktpandan mutu pelayanankesehatandasar;
(iii) marrajemerpelayanankesehatanrujukan; (iv) pengintegrasian
pelayananrumah sakit dalam sistemkesehatankabupate kota; serta
(v) penl,uluhangizi masyarakat.Di sampingitu, anggaranpembangunan
subsektorinijuga akandigunakanuntukpenanggulangan masalahgizi pada
balita;kekurangan energikronik pada usia suburtermasuk ibu hamil dan
ibu nifas;anemiagizi besi,terutamapada ibu hamil;gangguan akibatkurang

progam kesehatan.
Sebagaibagiandari upayapeningkatan kualitassumberdayamanusia,
perhatianjuga semakinditingkatkanterhadapsektorkependudukandan
keluarga,sektoragamarsertasektorilmu pengetahuandanteknologi.
DalamAPBN tahun2003, seltor kependudukandan keluargaditetapkan Angann pembangunad
memperolehalokasi anggaranpembangunan sebesarRp450,9miliar. sektor kependudukan
Apabila dibandingkandenganrealisasianggaranpembangunan sektor dsn kalus,geditelspkqt'
kependudukandan keluargatahun 2002, jumlah ini, secaranominal Rp450,9nilier.

advokasi,sertakomunikasi,informasidan edukasi(KIE) KB bagi


masyarakat.
Sementara itu, sektoragamaditetapkanmemperolehalokasianggaran Angann W bqngwurl
pembangunan Rpl33,5 miliar. Jumlahini, secaranominal,mengalami selaoragana ditetapkaz
peningkatansekitar9,6persenbila dibandingtandenganrealisasianggaran Rpl33,5 niliar.
pembangunansektor agamatahun 2002. Anggaran tersebut akan
dialokasikanmasing-masinguntuk subsektorpelayanankehidupan
beragamaRp75,4miliar, dan subsektorpembinaanpendidikanagama
Rp58,l miliar.
Alokasi anggaranpembangunan sektoragamaakandigunakanantaralain Priorths peryguaaa:,
untuk (, melingkatkan pelayanandan kemudahanbagi umat beragama pengeluaranpemba-
dalam melaksanakanibadah; /ir,l meningkatkanpartisipasi masyarakat nguua sefuoragona
dalampenyelenggaraan kegiatanpelayanankehidupanberagama;
BabIY AnggaranPendapatandan BelanjaNegara Tahun Anggaran2003

(dry'meningkatkanpemahamandanpengalnalanajaranagamabagi setiap
danpenyelenggannegam;fr, memperkuat
individu,keluarga,masyarakat
dasar-dasarkerukunanhidrrp inter dan antar umat beragama;serta
(v,)meningkatkankapasitasdan kualitas lembagasosial keagamaandan
lembagapendidikanhadisionalkeagamaan.
Angaran pembangwon DalamAPBN hhun 2003,sektorilmu pengetahuan danteknologiditetapkan
seklor ibnu peagelqhuan memperolehalokasianggaran pembangunan Rpl.I123 miliar. Apabila
dan telatologi ditetapk4n dibandingkandenganrealisasi anggaranpembangunansektor ilmu
RpI.l12,4 milior. pengetahuandan teknologi tahun 2002, jumlah ini, secaranominal
mengalamipeningkatansekitar 82,1 persen.Anggarantersebutakan
dialokasikanmasing-masinguntuk subsektorpelayanandanpemanfaatan
ilmu pengetahuan danteknologiRp2l6,2 miliar, subseltorpenelitiandan
pengembangan ilmupengetahuan danteknologiRp379,8miliar,subsektor
kelembagaan, prasaranadansaranailmu pongetahuan danteknologifu208,9
miliar,sertasubsektorstatistikRp307,5miliar.
Prioritas penggunqqn Alokasi anggaranpembangunansektor ilmu pengotahuandan t€Linologi
pengeluaran pe ba- akan digunakan terutamatntttk: Pertama, meningkatkanperanandan
nguna seklor ilmu pengembanganIptek dalam mendorongkegiatan dunia usaha,dan
penEetahuon don teloo- mempedelasaturanmain antarparapelaku Iptek, termasukdunia usaha.
logt. Hal ini akan dilakukan melalui programpeningkatanlptek dunia usaha
danprogramdiseminasiinformasiteknologi.Kedua,meningkatkanfokus
dan kualitaspenelitiandanpengembangan, meningkatkanpr.mata,$arana
danprasaranalptek, sertameningkatkankapasitassumberdayaIptek. Hal
ini akandilakukanmelaluiprogrampenelitian,peningkatankapasitasdan
pengembangan kemampuansumberdayalptek, sertaprogxampeningkatan
kemandiriandankeunggulanlptek.
Dalam upayapemantapankestabilankzuangandan okonomi, kebijakan
alokasianggaranpembangunanjuga akandifokuskanpadabeberapasektor,
diantaranyasektorindustri,sektorperdagangan,pengembangan usaha
nasional,keuangan,dan koperasi, serta sektor pariwisata,pos,
telekomunikasidaninformatika,
Angarat penbanguan Sektorindustri, dalamAPBN tahun2003 ditetapkanmemperolehalokasi
seldol industi ditetap anggaran pembanglnanRp1.068,1miliar. Apabiladibandingkandengaa
kan Rpl-068,1niliar. realisasianggaranpembangunansektor industi tahun 2002,jumlah ini,
secaranominal lebih tinggi sekitar242,2persen.
Priorilas penggunaon Pada sektor industri, alokasi anggaranpembangunanakan digunakan
pengeluaran pemba- terutamauntuk revitalisasidan pengembangan hdustri yang mondorong
ngunanseldo. industri. pemulihanperolehandevisadan penyerapantenagak€rja. Hal ini akan
dilakukan antaralain melalui pemulihankinet'a sektorproduksi andalan
ekspornonmigas,pengembangan industri berdayasaing tinggi yang
memanfaatkansumberdaya alam dan sumbetdaya manusialokal, serta
pengkajiankelayakandan rintisan fasilitasi pembiayaanalternatif untuk
menunjanginvestasidi sektorindustrimanufaktur.Di sampingitu, anggaran
pembangunan sektorini juga akandigunakanuntukpengembangan industri
pendukung(szpportingindusry), pen ta njaringankemitaanindusti kecil,
sertapenataansistemdan penguatankelembagaanstandardisasidan

78
BabIV Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

kemetrologiandalammendukung akeditasidansertifikasibarangdanjasa.
Selainitu, sebagianbesaranggaransektor ini akan digunakanuntuk
peningkatan produksipupukureadalammendukung
kapasitas ketahanan
pangan.
Sektorperdagangan, pengembangan usahanasional,keuangan dankoperasi, Aagaran pembangunan
dalamAPBN tahun2003 ditetapkanmemperolehalokasianggaran seklor perdagangan,
pembangunan sebesarRp1,597,0miliar. Apabila dibandingkandengan pengembangan usaha
realisasianggaran pembangunan sektorperdagangan,pengembangan usaha nasional, keuangan dan
nasional, keuangan, dankoperasilahun2002, jumlah ini, secaranominal kope/asi dilelapkdtl
mengalamipeningkatansekitar 55,6 persen.Anggarantersebutakan Rpl.597,0 niliar.
dialokasikan masing-masing untuk subsektorperdagangan dalamnegeri
Rp98,0miliar,subsektor perdagangan luarnegeriRp264,0miliar,subsektor
pengembangan usahanasional Rpl25,5miliar,subsektorkeuangan Itp 104,0
miliar, sertasubsektorkoperasidan usahamikro, kecil dan menengah
Rp1.005,5 miliar.
Dalamrangkamendukung peningkatanekspor,alokasianggaran sektorini Duhtngan terhadappe-
akanditujukanantaralain untuk (rJpeningkatankemampuandelegasi niagkatanel6por,
perdagangan; (ii) penataankelembagaan ekspordalamnegeri dan
pembukaan kantorpromosidi beberapanegara,/kawasan tujuan ekspor
utama;(iir) penyelarasan danpenyederhanaanprosedurdanfasilitasiekspor;
sertafvJ pembentukan kantorperwakilanpengembangan ekspordi beberapa
wilayah/negara potensial.
Selanjutnya,dalamrangkameningkatkanefisiensidistribusi,dengan Peningkats efsiensi
anggaran pembangunan tersebutakandilaksanakan: (y' sosialisasi
danuji disMbusi.
cobapedoman pelaksanaanimplementasisistemdistribusibarangdanjasa;
(ir,)pengembangan dan perluasanpusat distribusi regional;
(li;) implementasikegiatanpercontohansistemtandaresi gudang
(warehouse receiplsysten,WRS) di beberapadaerah;sertaftv) pengkajian
penyempumaan UU No. 32 TahunI997 tentangPerdagangan Be{angka
Komoditidalamrangkameresponkebttuhanduniausahadanpeningkatan
efisiensidistribusi.
Sementaraitu, dalamrangkamendukung pengembangan usahakecil dan Pengenbangan UKM
menengah (UKM) dan koperasi,anggaran pembangunan sektorini akan dan koperasi.
digunakanuntuk (r) penyederhanaanperijinan dan retribusi dalamrangka
meningkatkan kesempatan dan kelancaran usaha; ftt peningkatan akses
UKM dankoperasiterhadapsumber-sumber permodalan; (iii) peng)aIan
basisproduksidanj aringanpemasaran; serta(iv) peningkatan kemampuan
dandayasaingpengusaha kecilmenengah (PKM) dan koperasi.
Sektorpariwisata, daninformatikadalamAPBNtahun
pos,telekomunikasi Angoron pe bangunan
2003ditetapkanmemperolehalokasiangggaran pembangunan Rp437,6 rckor pariwisata, por,
miliar.Jumlahini, secaranominalmengalami peningkatansekitar101,7 telekonunikasi dan
persenbila dibandingkan denganrealisasianggaranpembangunan sektor itformqtika dtetqpksn
pariwisata,pos, telekomunikasi
dan informatikatahun2002.Anggaran Rp437,6milier.
tersebutakandialokasikanmasing-masing untuk subsektorpariwisata
Rp244,9miliir, sertasubsektorpos, telekomunikasidan infomatika
Rp192.7miliar.

79
Bab IV AnggaranPendapatandan Belanja Negara Tahun ,4.nggaran2003

Prioritos penggunaan Di sektorpariwisata,pos,telekomunikasidaninformatil4 alokasianggaran


pengeluaran pemba- pembangunanakan digunakanterutamauntuk memantapkanstrategi
tgunan sektor pari- pemasaran, terrnasukpenyelenggaraan promosipariwisatadi dalamdandi
wissts, pos, telekomu- luar negeri secaralebih efisien dan efektif; pengembangan produk wisata
nikasi dan i nformatika, yang berbasiskerakyatandan berwawasanlingkungan; serta penguatan
kelembagaandansumberdayamanusia.Di sampingitu, alokasianggar?n
pembangunansektor tersebutjuga akan diarahkan untuk mendukung
pelaksanaanprogam pengembangan jasa pos dan giro, khususnyaguna
penyusunankebijakanpemerintahyang berkaitandonganRUU Pos.
Demikianpula, alokasianggaranpembangunansektortersebutjuga akan
digunakanuntuk pengembangan jasa telekomunikasi,terutamadalam
rangka pengadaan dan rehabilitasi perangkatpengukuranspectrum
frekwensiradio,sertapembangunan danmodemisasimanajemenperUinan
frekwensiradio.
Angaran pembaagunan Dalam APBN tahun 2003, sektor pertambangandan energi ditetapkan
sektor pertamhongqn memperolehalokasianggaranpembangunan sebesarRp3.183,5miliar.
dan energi ditetapkan Apabiladibandingkandenganrealisasianggaranpembangunanuntuks€ktor
Rp3.183,5niliar. perhmbangandanenergitahun2002,jumlah ini, secaranominalmengalami
peningkatansekitar 105,2.persen.Anggarantersebutakan dialokasikan
masing-masinguntuk subsektorpertambanganRpl3l,0 miliar, dan
subsektorenergiRp3.052,5miliar.
Prioritas penggunaqn Di subsektorpertambangan,alokasianggaranpembangunan akandigunakan
pengeluaran pemba- untuk peningkatan usahapertambangan rakyatterpadudsn portambangan
ngunan subseldorper- skalakecil, peningkatanpemanfaatanmineral dan kandunganlokal, seda
tombangan. penyediaandatadaainformasipertambangan dalamrangkamaningkatkan
kemampuaninvestasi,sertakonservasisumberdayaalam.
Ptloritas pe\ggunqsn Di subsektorenergi,alokasianggaranpembangunanakan digunakan
pengeluaron pemba- terutamauntuk melanjutkankegiatanpembangunan kelistrikansecara
,tgunan subsektor nasional, dongantotBpmemprioritaskaapro8ram kelistikan podosaan,
energt. Boborapakegilian pokok yangakandilalaanakandalamtahun2003antara
lain meliputi pembangunan pembangkittenagalistrilq jaringan transmisi
dandistibusi, dangarduindu( sertridiversifikasipornanfaatan
energiuntuk
rumahtanggamelaluiporluasancakupandanjangkauanpelayanan.
Angaran petnbugwan Sementara itu, sektorperumahandanpednukimandalamAPBN tahun2003
sehor perumehan den ditotapkanmemperolehalokasianggaranpombangunan Rp 1,853,5miliar.
permukimanditaaplun Apabiladibandingkandbnganrealisasianggaran pembangunanuntukseldor
Rp1.853,5milisr- perumahandan permukimantahun 2002,jumlah ini, secaranominal
mengalami peningkatan sekitar 69,8 persen. Arggaran tersebut akan
dialokasikanmasing-masinguntuk subsektorperumahanRp836,l miliar,
dansubsellorpermukiman Rpl.017,4miliar.
Prioritas penggunaan Alokasi anggmanpembangunan sektorperum+handanpermukimanakan
pengeluoran pemba- diarahkan pemanfaatannyaterutama untuk femenuhan dan perbaikan
ngunatselaorpetwtah- pelayanankebutuhandasarprasarana/safana perumahandanpermukiman
an dan pennukimaL di perkotaandanperdesaan,sepertiair bersih,drainase,dansarftasi.S€lain
itu, alokasianggaranpembangunan soktorini juga akandigunakanuntuk
meningkatkankualitas lingkungan kawasankumuh, kawasanstategis,

80
Anggaran Pendapatandan Belanja Negaru Tahun Anggaran 2003

kawasan cagarbudaya,desanelayan,dandesatradisional. Demikianpula,


anggaran pembangunan sektorini juga akandigunakanuntukpemberian
fasilitaspembangunan dan kepemilikanrumahsederhana dan sangat
sederhana, sertarumahsusunsederhana sewa,melaluipengembangansistem
pembiayaan pembangunan dankepemilikan rumah,sertamekanisme
subsidi
bagimasyarakat berpenghasilan
rendah,
DalamAPBN tahun2003, sektortenagakerja ditetapkanmemperoleh Angafan pemDahgunan
alokasianggaranpembangunan sebesar Rp347,7miliar.Jumlahini, secara seklor lenaga ke a
nominalmengalamipeningkatan sekitar102,4persenbila dibandingkan ditetapkan Rp347,7
denganrealisasianggaranpembangunan untuksektortenagakerjatahun
2002. Dalam rangkamemperluaskesempatan kerja, alokasianggaran
pembangunan sektortenagakerja akan digunakanterutamauntuk
mendukung pelaksanaantigaprogramutama.Pertamaprogramperluasan
danpengembangan kesempatanke{a. Kedua,programpeningkatankualitas
dan produktivitastenagakerja. Ketiga, programperlindungandan
pengembangan lembagatenagakerja,
Di sampingitu, untuk menjagakesinambungan program-pro$amyang
selamaini telahdilaksanakan, perhatianyangsamatetapdiberikankepada
sektor-sektor lainnyayangbersifatnon-ekonomi,sepertisektorhukum,
sektorpolitik dalamnegeri,hubunganluarnegeri,informasidankomunikasi,
sertasektoraparaturnegaradanpengawasan.
DalamAPBN tahun2003 sektorhukumditetapkanmemperoleh alokasi aIggaran wmbangunan
anggaran pembangunanRp1.020,5niliar. Jumlahini, secaranominal seklor huh.tm di tetapkan
mengalamipeningkatansekitar79,1 persenbila dibandingkandengan Rp1.020,5niliar.
realisasianggaranpembangunansektorhukum tahun2002. Anggaran
tersebutakandialokasikanmasing-masing untuk subsektorpembinaan
hukumnasionalRp46,2miliar,dansubsektor pembinaan aparaturhukum
Rp974,3 miliar.
Alokasi anggaranpembangunan sektorhukumtersebutakandigunakan Prioritas penggunaan
antaralain untuk1, meningkatkan penyelesaian
tunggakan perkarakasasi pengeluaranpemba-
dan peninjauankembali(PK), sertaperencanaan, pengendalian dan tgunan seklor hukum.
pengalihanorganisasidalamsistemadministrasi; (lil meningkatkan
kapasitassisteminformasi,termasukrancangbangunmanajemen sistem
informasisecaraterintegrasi; (lil) meningkatkanpenegakan hukum;serta
(rv)melanjutkan sosialisasi
mengenai perundang-undangan
peraturan yang
terkait denganpenuntasanKKN dan HAM. Selain itu, anggaran
pembangunan sektorhukumjuga akandigunakanuntuk (y' rehabilitasi
berbagailembagapemasyarakatan, rumahtahanan(Rutan),dan rumah
penyimpanan barangsitaannegara(Rubasan); /ir) melakukanpenegakan
dan pelayananhukum di bidang keimigrasian;(lir) pembangunanKajati
dan Kajari baru,termasukpengadaan kendaraantahananKejaksaandi
daerah;serta(lu) pembangunan saranadanprasarana fisik di bidanghukum,
terutamadi daerahkonflik.
Sementara
itu, sektorpolitikdalamnegeri,hubungan
luarnegeri,informasi Angaran pembangunan
dankomunikasi, dalamAPBN tahun2003ditetapkan memperoleh alokasi sektor politik dalam
anggaranpembangunanRp326,7miliar. Jumlahini, secaranominal negeri, hubunganluar
BabIV danBelanjaNegaraTahunAnggaran2003
AnggaranPenclapatan

negeri, Idormasi datl mengalami peningkatan


212,3persenbila dibandingkan denganrealisasi
konunikasi ditetapkan anggarunpembangunan
untuksektortersebuttahun2002.Anggaran tersebut
Rpi26,7 niliar. masing-masing
dialokasikan untuksubsektor politik dalamnegeriRp35,0
hubunganluar negeriRp4l,3 miliar, sefiasubsektor
miliar,subsektor
informasidankomunikasiRp250,4miliar.
Prioritqr pettggunaan Alokasianggaran pembangunan sektorini akandigunakanterutamauntuk
pengeluaran pemba- (y'mendorong prosespenyediaanperangkat peraturan
perundang-undangan,
ngunan sektor politik peraturan-peraturan pelaksanaan dan sosialisasinya, dalamrangka
daIanr negeri, hubungan mendukungpelaksanaanPemilu 2004 yang lebih demokratis;
Iuar negeri, informasi 1iy'mendorong peningkatanbudayadanetikapolitikyanglebihdemokatis;
(lir) mendorongupaya-upaya diplomasidalamrangkamempertahankan
NegaraKesahran RI, mendukungpemulihanekonomi,dan memperbaiki
citra Indonesiadi dunia internasionaliserta fivJ mengoptimalkan
pemanfaatan teknologiinformasidankomunikasi.
Anggaran penbangunan DalamAPBNtahun2003, sektoraparaturnegaradanpengawasan ditetapkan
rektor apdralur negafa memperoleh pembangunan
alokasianggaran Rp2.719,3miliar.Jumlahini,
dan penEawasa secara sekitar146,4persen
nominalmengalamipeningkatan biladibandingkan
ditetapkan Rp2.719,3 dengan realisasi
anggaran sektoraparahrnegaradanpengawasan
pembangunan
tahun2002.Anggarantersebutakandialokasikanmasing-masing untuk
subsektoraparaturnegaraRp2.656,5 pendayagunaan
miliar,sertasubsektor
sistemdanpolaksanaan pengawasan
Rp62,8miliar.
Prioritas penggunaan Alokasianggaran pembangunan sektorapfiatur negaradan pengawasan
pengeluaran pentbo- akandigunakanterutamauntukmeningkatkan akuntabilitasdanpengawasan
ngunan sektor aparatur aparaturnegara,meningkatkan evaluasikinerjaaparaturpemerintah, dan
tlegafd dan pekEa- melakukan tindaklanjutpelaksanaan
hasilpengawasan. Selain itu, anggaran
wasan, pembangunan sektorinijugaakandigunakan untukmelakrrkan penyusunan
sisteminformasi pendayagunaan apataturnegara, melakukan kajian
kebijakandalamrangkapeningkatan kualitas pelayanan publik,
meningkatkankualitassumberdaya manusiamelalui pendidikandan
pelatihanaparaturnegara,sertamembangun budayakerjaaparaturnegara
sehinggadapatterlaksana pemerintahan
yangbersihdanbertanggung j awab
(goodgovernance).
Anggaran penbangunan Dalam APBN tahun 2003, sektorpembangunan daerahditetapkan
sektor pembangunan memperolehalokasianggaranpembangunan Rp2.978,7miliar. Apabila
daerah ditelapkan dibandingkandenganrealisasianggaranpembangunan untuk sektor
Rp2.978,7miliar. pembangunandaerahtahun2002,jumlah ini, secaranominalmengalami
sekitar11,4persen.
penurunan Anggaran tersebut
akandialokasikanmasing-
masinguntuk subsektorotonomi daerahRp182,9miliar, serta
subsektorpengembangan wilayah dan pemberdayaan masyarakat
Rp2.795,8
miliar.
Priorilas petrggu aan Alokasi anggaranpembangunansektor pembangunandaerahakan
petlSetuardn pemDa- digunakanantaralain untuk mernpercepat pelaksanaankebijakan
ngunLn seklor Pem- dan otonomidaerah,meningkatkan
desentralisasi dan mengembangkan
bangunun daerah, potensiwilayah,sertamemberdayakan yangkeseluruhannya
masyarakat,
ditujukanuntuk mempercepatpengembangan daerah.Percepatan
pelaksanaan dan otonomidaerahakandilakukan
kebijakandesentralisasi

82
BabIV Anggaran Pendaparandan Belanja Ncgara Tahun Anggttran )00J

melaluipeningkatandan pengenbangankapasitasdaerah,yang mcliputi


aparat,kelembagaandan keuangan,serla penerapanprinsip-plinsip tata
pemcrintahan yangbaik.Selainitu,juga akandilakukanupayapenerbitan
dan penyempumaanterhadapperaturanperundang-undangan sebagai
pendukungpclaksanaankebijakandesenhalisasidan otonomi daerah,
temasuksosialisasinya.Dalamrangkarrensinelgikankepentingan dacrah
dan nasional,akan dilakukan evaluasisecarakourplehensifterhadap
pclaksanaan danotonomidaerah,agarpennasalahan
kebijakandesenttalisasi
yang muncul dapatdipecahkanlebih dini sebelumpcrmasalahantersebut
menjadikompleks.
Selainifu, alokasianggaranpembangunansektorpcmbangunandaerahjuga Ilpdyu pe bangunen
a k a n d i g u n a k a nu n t u k p c m b a n g u n a nt r a n s m i g r a s di e n g a ns a s a r a n : oanSnugtasL
(rl tcrsedianyapelnukirran transmigrasiuntuk petani dan bumh tani,
termasukpengungsiyang tidak meuriliki lahan; (ii) terbangunnyajejaring
dalampengcmbangan usahaekonomi; filrJ teLlaksananya bantuanstin.rulan
rntuk pengembangan berusaha;sefla(lvl telsedianyaI'asilitasusahaberbasis
potensilokal, Adapun kegiatanpokok yang akan dilakukan dalam tahun
2003 antaralain meliputi/r) penempatan sekitar29.000KK transmigrasi
baru pada 133UPT; dan (il) pembinaanterhadaptransmigrasiyang sudah
adasebanyak167.571KK di 452 UPT.
Sementaraitu, dalamupayapengembangan wilayah khususdan tefiinggal, IJpata pengetnbangan
anggaranpembangunanakan digunakan untuk pcningkatan Kerjasrm:r wilayah khusus dun
Ekonomi Sub-subRegional (KESR); pengembanganstratcgi, sislem lerti ggaL
informasi,sumberdaya manusia,dan kerjasan.ra antarpelakudi kawasan-
kawasancepattumbuh;peningkatanpenyediaandanpelayanansaranadan
prasaranadi pintr.rmasukperbatasan;sertapengembanganekonomi lokal
di sepanjangdaerah perbatasan.Selanjutnya, dalam kaitannya dengan
penanganan khususdaerahNanggroeAceh Darussalam,Papua,danMaluku,
anggaranpenbangunansektor ini akan digunakanuntuk rehabilitasi
prasarana
dansaranapermukiman,pcndidikan,kesehatan,ekonomi,agama,
pcrkantoranpcmerintah,sertapeningkatanpcnerapanUndang-undang
Otonomi Khusus Nanggroe Aceh Darussalam,dan Undang-undang
Otonomi KhususPapua.
Selanjutnya,sektorsumberdayaalamdan lingkunganhidup, dantataruang Anggaran penbangunan
datam APBN tahun 2003 ditetapkan mempcroleh alokasi anggaran sektor sumber daya
pembangunanRp5 10,6 miliar. Jumlah ini, secara nominal mengalami a[ant dan lingkungan
peningkatansekitar34,8persenbila dibandingkandenganrealisasianggaran hidup, dan t(rta rua g
untuk sektorsumberdayaalamdal lingkunganhidup, dantataruangdalam dttetapkan Rp510,6
tahun 2002. Anggaran tersebutakan dialokasikan masing-masinguntuk
subsektorsumbcr daya alam dan lingkungan hidup Rp382,0 miliar, serta
subsektortataruangdanpertanahan Rp128,6miliar.
Dalam rangka meningkatkanpenerapanprinsip-prinsippembangunan Prior as penggullddn
berkelanjutan,alokasi anggaranpembangunansektor sumber daya alam p e n g e l u a r a np e n b a
dan lingkunganhidup, dan tataruang akandiprioritaskanuntuk perbaikan ngunan seklor sumbet
danpeningkatankualitaspengelolaansumberdayadan lingkunganhidup, dala alant tlat
sertapenyadaranmasyafakatakanarti pentingnyalingkunganhidup yang lingkungan hitlup, dan
akan dilakukan melalui penyebarluasaninfomrasi dan perbaikan sistem aata ru448.

83
Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

instrtusilingkunganhidup. Sementaraitu, dalam rangkamendukung


programpenataan ruang,alokasianggaranpembangunan sektorini juga
akandigunakanuntuk penyusunan peraturanperundang-undangan dan
kebijakandi bidangpenataan ruang;penJrusunanrencanatataruanguntuk
kawasan andalan, kawasanteftentu,kawasankhusus,danpulaubesar;serta
pemantapan kelelnbagaandanpeningkatan kapasitasaparatdaerahdalam
pengelolaan tataruang,

ANGGARAN EJELANJA UNTUI( DAERAI{


Kebijaksanaan perim- Alokasi anggaranbelanjauntuk daerahpada dasarnyamerupakan
hangdtr keuangan pencerminan perimbangan
darikebijakan keuanganpusatdandaerahdalam
antaf a p &tat dun daerall mendukungpelaksanaan otonomidaerahdandesentralisasi
fiskal sesuai
dilakukan dengan
nengikuti penbagiah
Ke\renangan (money
lolbwt junction)

penerimaan
sumber-sumber yangada,
Tujuan kebi akun.les en- Kebijakandesentralisasi fiskal,sesuaidenganUU Nomor22 Tahun1999
talisasi fskal atlalalt dan UU Nomor 25 Tahun 1999,pada dasarnyabertujuanuntuk
mengorel.,si ket impa ng- (y' menyelaraskandengan kebijakan ketahananfiskal yang
an bdik secara vertical berkesinambungan (fiscalsustuinablli4,Jdalamkontekskebijakanekonomi
mauputl horizonld!, ser- mako; (ii) memperkecilketimpangan keuanganantarapemerintahpusat
ta neni ngkatkan kuali Ia,, dandaerah(verticalimbalance); (iii) mengoreksi
ketimpangan antardaerah
pelayanan publik dan dalamkemampuan keuangan(horizontalimbalance),(iv) meningkatkan
pa isipasi masyarakut. akuntabilitas,
efektifitas,dan efisiensidalamrangkapeningkatan kinerja
pemerintahdaerah;(v) meningkatkankualitas pelayanankepada
masyarakat;serta(vi) mcningkatkanpartisipasimasyarakatdalam
pengambrlan keputusan di sektorpublik (demokratisasi),
Anggarctr belanja Dalamrangkamendukung pelaksanaan otonomidaerahdandesentralisasi
doer!h tahun 2 003 fiskaltersebut,
alokasianggaran
belanjauntukdaerah, cenderung mengalami
ditetapkdn Rp1l6,9 pcningkatandari tahunke tahun sejalandengansemakinbesarnya
kewenangan yangdiserahkan kepadadaerah.Dalamtahun2003,alokasi
anggaran belanjauntukclaerahditetapkansebcsar Rp116,9triliun atau6,0
persentcrhadapPDB. Jumlahini secaranominalmeningkat18,6persen
dari alokasianggaran belanjauntuk daerahdalamtahun2002.Lebih
tingginyaalokasianggaranbelanjauntukdaerahtersebut telutamaberkaitan
deugallebihtingginyapenerimaan perpajakan,yangmembawa konsekuensi
padalebihtingginyadanabagihasil(DBH),dandanaalokasiumum(DAU).
Dari jumlah tcrscbut,sebagianbesar,yaitu sckitar92 persenmerupakan
alokasiuntuk danaperimbangan, sedangkan sisanyasekitar8 persen
merupakan alokasiuntukdanaotonomikhususdanpenyeimbang.

84
Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

DANA PERIMBANGAN
Danaperimbangan,sebagaimanatelah diatur dalam UU Nomor 25 Tahun .4lokasi dana perirn-
1999 merupakansalah satu sumberpenerimaandaerahdalam rangka bangan tahun 2003
pelaksanaanazas desentralisasi.Kebijakan dana perimbangandalam diletapkan sebesar
tahun2003 diarahkanpada ft penyernpurnaan mckanisrnepenetapan Rpl07,5 Iriliun atau J,5
alokasi dan penyaluran dana bagi hasil, terutama yang berasal dari persen terhadap PDB.
s u m b e rd a y a a l a m ( S D A ) , ( l l ) p e n y e m p u r n a a nf o r m u l a D A U ,
(lli) peningkatanperananDAK, khususnyaDAK non-DR secaraselcktif
dan bertahapdalamrangkapeningkatanketerkaitanantaraAPBN danAPBD
dalam mencapaitujuan dan komitmcn nasional, serta (iv) perbaikan
pelaksanaanotonomi daerah dengan tetap mempcrhatikan ketahanan
fiskal yang berkesinambungan(fiscal sustdinability). Dalam tahun 2003,
alokasidanaperimbanganditetapkanscbcsarRpl07,5 trilirm, atau5,5pelsen
terhadap PDB. Apabila dibandingkan dengan rasio dana perimbangan
terhadapPDB dalam tahun 2002, rasio danaperimbanganterhadapPDB
dalam tahun 2003 tidak mengalamiperubahan.Namun demikian, Jumlah
ini secaranominal meningkat 13,4perscndari realisasidanaperimbangau
dalam tahun 2002. Dana perimbangantcrdiri dari dana bagi hasil (DBH),
danaalokasiumum (DAU), dan danaalokasikhusus (DAK).

DANA BAGI HASIL


Dana bagi hasil (DBH) merupakanhak daerahataspengelolaansumber- DBH terdiri dali DBH
sumber penerimaannegarayang dihasilkan dari masing-masingdaerah, perptlakan dan DBH
yang besarnya drtetapkan berdasarkanperaturan perundang-undangan SDll.
yang berlaku. Secaragaris besar,DBH terbagi atasDBH perpajakan,dan
DBH sumber daya alam (SDA). Sumber-sumberpenerimaanperpajakan
yang dibagihasilkanmeliputi pajak penghasilan(PPh) pasal 2l dan
pasal25129orang pribadi, pajak bumi dan bangunan(PBB), sertabea
perolchanhak atastanahdan bangunan(BPHTB). Sementaraitu, sumber-
sumber penerimaanSDA yang dibagihasilkanadalah minyak bumi, gas
alam, pertambanganumum, kehuxanan,dan perikanan.
BerdasarkanPeraturanPemerintahNomor I l5 Tahun 2000,bagiandaerah Besamyabdgiandaerah
dari PPh, baik PPh pasal 21 maupun PPh pasal 25129orang pribadi dari masing-mastng
ditetapkanmasing-masingsebesar20 persendaripenerimaarmya. Dua puluh konponen DBH di-
persenbagian daerahtersebut,terdiri dari 8 persenbagian propinsi, dan dasarkanalaspercfurm)
12 persen bagian kabupaten/kota.Pengalokasianbagian peneriniaan perundanganyang ber
pemerintahdaerah kepadamasing-masingdaerahkabupaten/kotadiatur lsku.
berdasarkanusulan gubernur dengan mempertimbangkanfaktor-faktor
jumlah penduduk, luas wilayah, sertafaktot-faktor lainnya yang relevan
dalam rangka pemerataan.Sementaraitu, sesuai dcngan Peraturan
PemerintahNomor 16 Tahun 2000, bagiar daerahdari PBB ditetapkan
90 persen,sedangkansisanyasebesar10 persenyang merupakanbagian
pemerintah pusat, juga selurubnya sudah dikembalikan kepada daerah.
Dari bagian daerahsebesar90 persentersebut,10 persennyamerupakan
upah pungut, yang sebagian merupakan bagian pemerintah pusat.
Berdasarkanperhitungan tersebut,maka bagian pemerintah daerahdari
penerimaanPBB diperkirakanmencapai95,7persen,Sementaraitu, bagian
BabIV Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

BPHTB,berdasarkan
daerahdari penerimaan Undang-undang Nomor25
Tahun 1999ditetapkansebesar80 persen,sedangkansisanyasebesar
20 persenyang merupakanbagianpemerintahpusat,seluruhnyaakan
tlikembalikanke daerah.Dalam Undang-undangtersebutjuga diatur
mengenaibesamyabagiandaerahdari penerimaanSDA minyak bumi
dangasalam(migas),yang masing-masing ditetapkan15 persendan
30 persendari penerimaannya setelahdikurangi komponenpajak.
Namun demikian,dengandiberlakukannyaotonomi khususbagipropinsi

masingsebesar
80 Persen.
DBH tahun 2003 tJi- Dalamtahun2003,alokasiDBH ditetapkan Rp27,9triliun atau1,4
sebesar
letdpkansebesarRp27,9
triliun atau 1,4 persea
lelhadap PDB.

dari DBH minyakbumiRp5,6triliun, DBH gasalamRp5,5niliun' DBH


pertambanganumumRp1,2triliun,DBH kehutananRp0,3triliun' danDBH
perikananRpO,4triliun.

DANA ALOKAST UMUM


Besarnya DAU se'
kurang-kurungnla 25
persen dari pe erit aan
ddlam negcn bersih.

(DAK DR).
DAIJ berpera untuk Alokasi DAU diharapkandapatmenciptakanpemerataankemampuan
nen gu lasi kesefiJangatl keuanganantardaerah berdasarkanpertimbanganbahwapotensifiskal
horizonlal (horizonlal fiskal dari masing-masing
danke-butuhan daerahberbeda'Dengankata
imbaIance) antar daera h.

Tahm2001.
Penyempurnaan
Jormula Dalamformulaliscalgap,kebutuhanDAU suatudaerahditurtulianatasdasar
DAU tahun 2003 daerah(fs calneeds)dmpotensidaerah(fscalcapaci4').Kebutuhan
kebutuhan

86
Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

daerahdicerminkanoleh variabeljumlah penduduk,luas wilayah, keadaan dilakukan dengan me-


geografi,dantingkat pendapatanmasyarakatdenganmemperhatikankelompok ningkatka akurasi dan
masyarakatniskin. Adapun potensi daerahdicermiukanoleh variabel verdikesi dah, nenper-
penerimaandaerahsepertipotensiindushi,potensisumberdayaalam(SDA), besar perunanfonnula,
potensi sunber daya malusia (SDM) dzurproduk domestikregionalbruto dan mengupayakanagar
(PDRB). Penyempumaanformula DAU pada tahun 2003 akan dilakukan tidak a.la daernh ya g
dergan(a) meningkatkanakurasidanverifikasi data,1b)memperbesarperanan menerina DAU lebih
f o r m u l a u n t u k m e m p e r k e c i lk e s e n j a n g a nf i s k a l a n t a r d a e r a hd, a n rendah dari DAU tahun
(cJmengupayakan agat tidak adadaerahyang mcncrirnaDAU lebih rendah 2002 ditattbah dengan
dari DAU tahun2002 ditambahdengandanapenyelmbang. clana penyetmbang.

BerdasarkanpenerimaandalamnegeribersihsebesarRp308,0tnliun, maka Bes.trnya DAU dalam


besamyaDAU dalamtahun2003 ditetapkansebesarRp77,0triliun atau4,0 tahan 200i ditetopkan-
pcrsenterhadapPDB. Jumlahini, secaranominalmemrrjukkanpeningkatan kan ,tebesarRp77,0
I1,3 persenbila dibandingkandenganrcalisasiDAU dalamtahun2002. triliu atau 4,0 persetl
I'eningkatanini berkaitandenganlebih tingginya penerimaandalamnegcri terhadap PDB
bcrsih dalam tahun 2003 dibandingkandenganrealisasipenerimaarrdalam
negelibersihdalamtahun2002.

DANA ALot(AsI I(HUsus


SesuaidenganUU Nomor 25 Tahun l999jo PP Nomor 104Tahun2000 Dana alokasi khusus
sebagaimana yang telahdiubahdenganPP Nomor 84 Tahun2001,dana (DAK) uerupakandana
alokasikhusus(DAK) dialokasikandari APBN kepadadaerahtertentuuntuk yang disediakankepadu
membiayai kebutuhan khusus dengan mempelhatikantersedianyadana daerah yang bersifut
dalam APBN. Kebutuhankhusustersebutadalah/y' kebutuhanyang tidak spesiJikuntuk memenuhi
dapat diperkirakandenganmcnggunakanrumus alokasi umum, dan/atau kebutuhankhusus.
(i l) kebutuhanyang mempakankornitmenatauprioritas nasional,dan/atau
{ilr) kcbutuhanuntuk membiayaikegiatanreboisasidan penghijauanoleh
daerahpenghasil.DAK ditujukan untuk mcngisi kesenjanganpenyediaan
kebuhrhanpelayanandasarsosialyang menjadikewenangandaerahsesuai
denganperaturanyang berlaku, khususnyabagi daerahyang kemampuan
hskalnya rendah,sehinggasecarabertahapkeserasiantingkat pelayanan
publik di berbagai wilayah dapat tercapai. Kebutuhan-kebutuhanDAK
tersebutpada dasamyadibedakanatasDAK non-danareboisasi(non-DR)
danDAK DR.
DAK non-DR merupakandanayangdisediakankepadadaerahyangbersifat DAK non-DR nerupa-
matchinggrant.Ilal ini berarti bahwa, untuk mendapatkanalokasi DAK kan dana yang disedia-
n o n - D R , d a e r a hm e m p u n y a i k e w a j i b a n u l t u k n e n y e d i a k a n d a n a kan kepada daerah yang
pendampingsekurang-kurangnyal0 pcrscndari nilai kegiatanyang akan beridat motching gt.nt,
dibiayai denganDAK non-DR, sebagaimanatelah diatur dalam Peraturan
PemerintahNomor 104 Tahun 2000, yangtelahdiubahdenganPP Nomor
84 Tahun2001.
Agar tidak terjadi tumpang tindih antarakegiatan yang dibiayai melalui
DAK non-DR dan kegiatanyang dibiayai melalui anggaranpembangunan,
makakcgiatar yang dapatdibiayai mclalui DAK non-DR adalahkegiatan-
kegiatandengankriteria sebagaiberikut :

87
BabIV Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

(i) kegiatan pembangunan,


investasi pengadaan, peningkatan,
dan/atau dan/
atauperbaikan
sarana fisik pelayanan
danprasarana masyarakat
dengan
umur ekonomisyang panjang,termasukpengadaan saranafisik
penunjang,dantidaktermasukpenyertaan modal;dan
(ii) kegiatanpengoperasiandanpemeliharaan saranadanprasaranayang
bermanfaatbagimasyarakatdalamkeadaan tertenhr.
DAK ion-DR tahutl Denganmemperhatikanketerbatasan keuangan
sumber-sumber negara,dalam
2003 di lelapkan sebesar APBN tahun2003DAK non-DRdiietapkansebesa.rRp2,3tnliun, atau0,1
Rp2,3 }iliun, yang di- persen
terhadapPDB,Prioritas urtukPropinsi
alokasiDAKnon-DRdiberikan
pt nrilarkan untuk men- Nanggroe AcehDarussalam(NAD)sesuai UU Nomorl8 Tahun2001
dengan
dukung penyediaan su- tcntangOtonomiKhususProvinsiNanggroeAcehDarussalam,danPropinsi
tana clan prasarano di PapuasesuaidcnganUU Nomor2l Tahun2001tentangOtonomiKhusus
bidang penclidika , ProvinsiPapua.
kesehatan dan ififra-
Sesuaidengan antaraPemenntah
kesepakatan denganDPR,prioritasalokasi
struktur, se a prdsa-
DAK non-DR dalamtahun2003 tersebulakanlebih diarahkanuntuk
runa pemeintah daerah
mendukungupayapenyediaan danpemelihanansaranadanprasaftnayang
pemekarantahun 2003.
menyangkut dasardi bidangpendidikan,
pelayanan kesehatan,
daninfi:astruktur
yangmenjadiwewenang dantanggungjawab daerah.Selaindaripadaitu, DAK
non-DRjugadiarahkan
unhrkmendukung pembiayaan prasaranapemerintahan
daerahpemekaranbarutahun2002.
AlokasiDAK non-DRuntuk bidangpendidikanditetapkan sebesar Rp0,6
triliun,yangakandialokasikan unhrkmerehabilitasi danataurevitalisasi6.947
gedungSD,MI yang kondisinyarusaktotal, yang tersebardi 287 kotal
kabupaten.Sementaraitu, alokasiDAK non-DR unhrk bidang kesehatan
ditetapkansebesarRp0,4triliun, yang akandialokasikanuntuk pengadaan
Puskesmas Keliling besertaperalatamya,dan/atau perbaikanfisik Puskesmas
ncgeri, dan/atau meningkatkan fisik PUSTU menjadi Puskesmas, dan/atrau
meningkatkan fisik PUSK menj adi PUSK Perawat,yang tersebar
di 287 kota/
kabupaten. Sedangkan alokasiDAK non-DR di bidang infrastrukhrditetapkan
sebesar Rpl,2triliun.Jumlahini akandialokasikan untuk(y'mempertahankan
tingkat pelayanan transpodasi sehingga mampumenunjang pertumbuhan
ekonomi,dan (ir) rnendukung programketahanan pangan.Dalamrangka
mempertahankan pelayanan transportasi akandialokasikan danasebesar RpO,8
triliun, yang diperunhrkkan bagi pemeliharaan jalan kabupaten dan jalan
propinsisepanjang 51.333 km,yang tersebar
di 291kota/kabupaten.Sementara
itu, dalamrangkamendukungprogramketahanan panganakandialokasikan
danasebesar Rp0,4triliun, yangdiperuntukkan bagi pemeliharaan serta
rehabilitasiareaingasiseluas458.888hektar, yang tetsebardi 214 kotal
kabupaten. Sedangkan untukmenduL:ung pembiayaan prasarana pemerintahan
daetahpernekaran bam tahun2002 sebanyak22 kota.,kabupaten akan
dialokasikan danasebesar Rp88,0miliar.
Besarnya DAK DR Berdasarkan UU Nomor 25 Tahun1999jo PP Nomor 104Tahun2000
dalah tahun 2003 sebagaimana telahdiubahdenganPPNomor 84Tahun200I , besamyaDAK
ditetapksn Rp1,3 Mliun. DR ditetapkan40 persendari penerimaan danareboisasi.Dalamkedua
peraturantersebutdinyatakan,
bahwaDAK DR digunakan unhrkmembiayai
kegiatanreboisasidanpenghijauan.
Dalamtahun2003,DAK DRditetapkan
RpO,3triliun,Jumlahini, secara
sebesar nominalmenunjukkan penurunan

88
BabIV Anggaran Pendapatandan Belonja Negara Tahun Angguran 200J

sekitar45 persendibandingkandenganrealisasiDAK DR dalamtahun


2002 yangmencapaiRp0,6triliun. Pcnurunantersebutberkaitandengan
lebihrendahnya penerimaan
DR dalamtahun2003dibandingkan dengan
realisasipenerimaan
DR dalamtahun2002.

DANA OToNaMI I(HUsus DAN PENYEIMBANG


Kebijakandanaotonomikhususdimaksudkan untuk membiayai
pelaksanaan
otonomikhusussuatrdaerah.Sementaraitu, danapenyeimbang
disediakan
untukmengantisipasiterjadinya
kekurangan danayangditerima
daerahsebagaiakibatlebih rendahnyaDAU yang diterimadaerahpada
tahun2003dibandingkan denganDAU yangditerimadaerahpadatahun
2002ditambahdanapenyeimbang.
Dalamtahun 2003,alokasidanaoionomi khususdanpenyeimbang ditetapkan Dana olonomi khusus
Rp9,4triliun alau0,5penenterhadap
sebesar PDB.Jumlahini, secaranominal clanpenyeimbungtahun
menunjukkan pcningkatan sekitarI 50persenbiladibandingkan denganrealisasi 2003ditetapkan
rcbesar
danaotonomikhususdan penyeimbang dalamtahun2002.Demikianjuga, Rp9,4tili n.
rasionyaterhadapPDBmengalamipeningkatan 0,3persenbila dibandingkan
denganrasiodanaotonomikhususdanpenyeimbang terhadapPDB dalam
tahun2002yangsebesar 0,2persen.Peningkatan ini terutamaberkaitandengan
meningkatnya alokasianggaranuntukdanapenyeimbang.

DANA OToNaMI I(HUsUs


Sepertihalnyadalamtahwr2002,alokasidanaotonomikhusustahun2003 Dana otonofi[ khusus
hanyadisediakan untukPropinsiPapua, yangbesamya dengan
setara 2 persen tdhun 2003 ditetapkah
darijumlahDAU, sebagaimana diaturdalamUndang-undang Nomor2l Tahun sebesarRpl,6 tiliun.
2001.Berdasarkan alokasiDAU tahun2003sebesar Rp77,0triliun, maka
alokasianggaranunhrkdanaotonomikhusus yangakanditerimapropinsi Papua
dalamtahun2003ditetapkan sebesar Rpl,6 hiliun,atau0,1persenterhadap
PDB.Jumlah ini, secaranominalmenunjukkanpeningkatan sebesar[ 1,4persen
apabiladibandingkan denganalokasianggaran danaotonomikhususdalam
tahun2002,Peningkatan ini berkaitandenganlebihtingginyaDAU dalam
tahun2003dibandingkan dengar.rDAU dalamtahun2002.

DANA PENYETMBANG
Danapenyeimbang tahun2003ditetapkansebesar Rp7,8triliun atau0,4 Dcna penlvimbang di-
persenterhadap PDB.Jumlahini, secara nominalmenunjukkan peningkatan sediakanuntukmengan-
lebih dari 2 kali lipat bila dibandingkan denganalokasianggaranuntuk tisipasi turu nya DAU
danapenyeimbang dalamtahun2002.Demikianpula,rasionyaterhadap lahun 2003di beberapa
PDB mengalami peningkatan 0,3 persenbila dibandingkandenganrasio daerah, menampung
adanya kenaikan gajl,
danapenyeimbang terhadap PDBdalamtahun2002yangsebesar 0,1persen.
tu jangan kependidika
Peningkatan alokasidanapenyeimbang yangcukupbesartersebut terutama
unak guru, dan adanya
berkaitandengan antisipasiterhadap rencanapemerintahunhJk memberikan

89
BabIV AnggaranPendapatan
tlan BelanjaNegaraTahunAnggaran2003

tambahan pegawai di kenaikangaji pegawainegeri sipil, penyesuaiantunjangantenaga


kependidikan untuk guru, sertamengantisipasi rencanapenambahan
pegawaidaerahsekitar50 ribu orang.Kebijakanini bersifatadfioc dalam
rangkamembantudaerahdalammasatransisi.Kedepan,keseluruhan
langkah penyesuaiankebijakanpemerintahpusat hanya akan
diakomodasikan melaluimekanismedanaperimbangan, sejalandengan
penyerahan kewenangan danpengalihan personel,peralatan,pembiayaan
dandokumen(P3D)ke daerah.Selainitu, alokasidanapenyeimbang tahun
2003jugadigunakanolehdaerah-daerah tertentuyangsangatmemerlukan
untuk menampung kekuranganDAU yang diterimadaerahtahun2003,
sehinggatidak lebih rendahdibandingkandenganDAU yang diterima
daerahtahun2002ditambahdanapenyeimbang.
Trbel IV.5
ANGGARAN BELANJA UNTUK DAER{H,
RIALISASI2002 dan APBN 2003
(DalamTrillun Ruplrh)

2002 D 2003
Uraian Reali- % t h d APBN % thd
sasl PDB PDB
I. DanaPerimbangan 94,8 5,9 107,5
a. DanaBagiHasil 25r0 1,6 21,9 t,4
l. Pajak 12,0 0,7 t4,9 0,8
i. PPhPerorangan 4,1 0,2 0,3
ii. PajakBumi danBangunan 0,4 1') 0,4
iii. BeaPerolehan
Hak atas
TanahdanBangunan t,7 0,1 2,4 0,1
2. SumberDayaAlam 13,0 0,8 13,0 0,7
i. MinyakBumi 6,4 0,4 5,6 0,3
ii. GasAIam 0,3 5,5 0,3
iii. Pertambangan
Umum 0,6 0,0 |,2 0,1
iv. Kehutanan 0,6 0,0 0,3 0,0
v, Perikanan 0,1 0,0 0,4 0,0
b. DanaAlokasi Umum 69,2 4,3 77,0 4,0
L Propinsi 6q 0,4 7,7 0,4
2. Kabupaten 62,3 1S

c, DanaAlokasiKhusus 0,6 0,0 2,6 0,1


L DanaReboisasi 0,6 0,0 0,3 0,0
2. Non-danaReboisasi 2,3 0,1
II. DanaOtonomiKhususdan
Penyeimbang 3,7 0,2 9,4 0,5
a, DanaOtonomiKhusus 1,4 0,1 1,6 0,1
b. DanaPenyeimbang 2,3 0,1 7,8 0,4

Jumlah 98,5 6,1 116,9 6,0

1) Realisasisementara
sampaidengan31 Dcsembcr
2002.

90
BabIV AnggaranPenclapatandan BelanjaNegara Tahun Anggaran2003

I(ESEIMEANGA N UMUM DAN DEFTSIT APBN


Denganadanyaperbaikanekonomidankondisikeamanan dalamnegeriyang Delisit APBN 2003
semakinkondusif,makadefisitAPBN 2003direncanakan sek.itar1,8peBen dltenconskLnsebesat
dari PDB.Hal ini berdasarkan pendapatan
atasperhitungan negaradanhibah 1,8 persen terhadap
yangmencapai Rp336,2triliunatau17,3persen dariPDBdanbelanjanegara PDB,
yangmencapai Rp370,6triliun ataul9,l persendari PDB.Dad segirasio
terhadapPDB,defisittersebut lebihbesardibandingkandengan defisitdalam
APBNtahun2002yangdiperkirakan
realisasi mencapai 1,7persendariPDB.

PEMBTA YAAN DEFTSIT A NG GARA N


Berdasarkan pengamatanterhadapperkembanganekonomimako dan Defitit anggaran
faktor-faktorlainyangberpengaruh,
pembiayaan
anggaranpendapatan dan sebesarRp34,4 tiuan
belanjanegara(APBN)dalamtahun2003diperkirakan masihmenghadapi diharapkan dapat
tantanganyangcukupberat.Beratnyatantangan tersebuttercermindari dibiayai dart pembis-
kebutuhan pembiayaan netoyangdirencanakan
mencapaiRp34,4hiliun yaan dalam negei dan
atau1,8persenterhadapPDB. pembiqtaanluar negeri
(4elo)
Terjadinyadefisittersebuttidakdapatdihindarimengingatmeningkahya
belanjanegarauntuk mendukungrencanakenaikangaji pegawainegeri
sipil (PNS),masihtingginyapembayaran bungautangpemerintahbaik
utangdalamnegerimaupunutangluarnegeri,sertameningkatryaalokasi
belanjadaerah,
Untuk menutupidefisit APBN 2003 sebesar1,8persendari PDB tersebut
dipandangperlu untuk menempuhkebijakanyang dapatmemungkinkan
peningkatanpemanfaatansumber-zumber pembiayaan daridalamnegerianara
lain pembiayaanyang bersumberdari perbankandalam negeri, sumber
pembiayaannonperbankan dalamnegeriyang berasaldari hasil privatisasi
BUMN, mempercepat penjualanasetprogramresrukhrdsasiperbankandan
pene$itansuratutangnegara.Sementara itu, pembiayaanyangberasaldari
luar negeridipandangmasihdibuhrhkan,karenapembiayaandalamnegeri
belumdapatmemenuhikebutuhandefisitanggaran.
Dalamtahun2003,pembiayaan dalamnegeriyangbersumber daripeftankan Dalan APBN 2003
dalamnegeriakanbersrmberdari penggunaan sisalebihpembiayaan anggaran di'encanoknnakan dl-
(SILPA) yang terakumulasidari tahun-tahunanggaransebelumnya" Dalarn gwakan SILPAsebesor
APBN 2003direncanakan penggunaan SILPAsebesar Rp8,5filiun atau0,4 Rp8,5triliun unu* ne-
persenterhadapPDB.Danatersebutdirencanakan akandigunakan
seluruhnya ngwangi jutnlah utang
unhrksecaraberlahapmengurangi jumlah utangdalamnegeri. Hal tersebut dalun negeri,
antaralaindimaksudkanjuga
untukmengurangi bebandanresikopembialaan
tahun-tahun yang
anggaran akandatang.
Dalamtahun2003,pembiayaan nonperbankan dalamnegeridiharapkan dapat
lebihditingkattansshinggaketergantmgan terhadappernbiayamluar negeri
dapatdikuangi.Pembiayaan yangbercumber darinonperbankan dalamnegeri
tersebutdirencanakan sebesarRpl4,0 triliun atau0,7 persenterhadapPDB.
Rendahnyapembiayaan yangbersumbeidarinonperbankan dalamnegoi ini
sebagai p€rnbelian
akibatdffi rsnoarra kembaliobligasinegaradan
pokoksuratutangyangjatuh tempodalamtahun2003.

9l
BabIY Anggaran Pendapatq dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003

Privatisosi direnca- Sebagaisalahsatukomponenutamadalan pembiayaanyang bersumberdan


nakanakan dilqnjutkan nonperbankan dalamnegeri,programprivatisasiuntuk tahun2003akanterus
pada APBN 2003 de- dilanjutkanmelalui metodepenjualanstategis (strategicrale) dan mclalui
ngan larget sebesal pasarmodal. BeberapaBUMN yang akan diprivatisasidalam tahun 2003
di san]pingmerupakankclanjutandari programprivatisasitahun2002 yang
belumsclesai,juga merupakanplogrambaru,antaralain meliputi privatisasi
PT Bank Rakyat hdonesia, PT AngkasaPura I (BandataNgurah Rai), PT
Adhi Karya,danPT Pcmbangunan Perumahan. Dariprosesprivatisasitersebut
direncanakandapatdiperolehdanatunai sebesarRp8,0triliun.
llosil penjuala asel Kon.rponenlarn dalampembiayaannonperbankandalam negeri,yaitu yang
lt ogt ant restruklutisasi bersumberdari hasil penjualanasetprogram restrukturisasiperbankan
perbankan direnca direncanakan sebesar Rp I 8,0 triliun atau0,9 persenterhadapPDB. Jumlah
nokon sehesarRpl8.0 tersebutberasaldari (i) assetmanagemenlinvestment(AMI) yangmerupakan
tt tltun LtlLtu0,9 peEen penyclesaian kewajibanpemegzurg sahamdanpenjualanasetyangdiserahkan
!erltadap PDB oleh petnegangsaham,0r) assetmanagetnentcredit (AMC) yang berupa
peljualan portofolio kcdit dan aset perusahaanyang direstrukturisasi, dan
(iii) bankrestructuringunit(BP'U) yalg berasaldari divestasiataspenyertaan
modal pemcrintahpada bank yang direkapitalisasi,Sementaraiht, untuk
memperolehhasilyangoptimal,penjualanaset-aset yangdikuasaiolehBPPN
akan diprioritaskanpada aselaset yang tidak bermasalahhukum dan
mempunyainilai jual tinggi. Dalam rangkamencapaitarget sasarandalam
tahun 2003 akan dilakukanbeberapakebijakanantaralain divestasiBank
IntemasionalIndonesia(BIl) danbank lain hasil merger.Hal yangsamaakan
dilakukanpada Bank Nraga dan Bank Danamonatas sisakepemilikan
pemerintahpadakeduahank tersebut.
Pembiayaan dari sural Sementaraitu, padatahun 2003 pembiayaandalam negeri yang bersumber
ulang negara (tleto) dari surat utang negara (neto) diperkirakan masih negatif yaitu sekitar
direncanakan negatif negatifRpl2,0 t liun atau0,6 persenterhadapPDB. Hal ini berkaitandengan
Rpl2,0 triliun rencanapembeliankembali obligasi negarasekitar Rpl3,6 triliun dan
pembayaranpokok suratutangdan obligasinegarayangjatuh temposekitar
Rp6,1 tnliun. Sedangkansuratutang negarayang diterbitkan padatahrm2003
direncanakansekitar Rp7,7 triliun, sehinggapembiayaan dalam negeri dari
suratutang negara(neto) direncanakannegatif Rp l2'0 triliun.
Pembiayaan yang Pembiayaandefisit anggaranyang berasal dari luar negeri (neto) pada
bersumber ddri luar tahun 2003 direncanakansebesarRpl1,9 triliun (US$ 1,3 miliar)' Jumlah
negerl ( eto) direnca- tersebutlebihbesarapabiladibandingkandenganAPBN 2002sebesarRp7,i
nakan mencapaiRpl l ,9 triliun (US$ 0,78 miliar). Hal ini berkaitan dengan rendahnya rencana
triliun atau 0,6 persen penarikan pinjaman, serta masih tingginya pembayaran cicilan pokok
terhadap PDB. yangjatuh tempo dalamtahun2003. Padatahun2003 pencairanpinjaman
direncanakansebesarRp29,2 triliun (US$3,25 miliar), yang berasal

rlrnitk WaterSectorLoan,Industrial Competitivenessand SME D*elopment


(ICSMED), Corporate Governanceand Reform of SOE's danFinancial
Governance and Social Security Reform. Sementara itu, sebesar

92
BabIV AnggaranPendapatandan BelanjaNegam Tahun Anggaran 2003

Rp5,0triliun (US$0,55 miliar) pinjamanprogrambarudiharapkanakan


dapatdiperolehdaridonordalamforumpertemuan CarsultaliveGroupon
Indonesia(CGI\.
Selanjutnyapinjamanproyek dalam APBN 2003 terutamaberasal
daripinjamanyang telah disepakaridengandonor yang direncanakan
akandicairkandalamtahun2003.Pinjamantersebut bercumber darill'orld
Bank,Asian Development Bank (ADB), Japan Bankfor International
Cooperdtion (JBIC),Multilateral,Bilateral,dan FasilitasKredit
Ekspor(FKE). Sementara itu, kewajibanpembayaran cicilanpokokatas
pinjamanyangtelahjatuhtempodirencanakan sebesar Rpl7,3 triliun
(US$1,9rniliar).Jumlahtersebuttelahmemperhitungkan penundaan
pembayaran cicilan pokok utangluar negeriyangjatuh temposebesar
Rp20,5triliun (US$2,3miliar),danpenundaan pembayaran bungautang
luarnegerisebesar Rp6,5triliun (US$0,7miliar)sebagai
hasilkesepakatan
dengan donordalamfor,lmPais CluD111. Perbandinganpembiayaan defisit
anggaran dalamrealisasiAPBN 2002denganAPBN 2003dapatdiikuti
oadaTabelIV.6.
Tabel Iv,6
PEMBIAYAAN DEFISIT
REALISASI APBN 2OO2I'ANAPBN 2OOJ
(Itrl.m Trlllun Rupl.h)

2002
Uraian Reali- % thd APBN o/othd
sasi PDB PDB

I. PemblayaanDalamNegerl 20,8 1,3 22,5 t,2


l. PerbarlkanDalamNegeri -4,5 0,3 tq') 0l
2. Nonperbankan
DalamNegeri t< 1 1,6 14,0 0,7
II. PembiayarnLuff Negeri 7,1 0,4 ll,9 0,6
l. PinjamanLuarNegeri(Bruto) ro 1 It 29,2
a. PinjamanProgram 7,0 0,4 10,3 n{
b. PinjamanProyek 1'' 1 0,8 18,9 1,0
2. Pembayaran
Cicilan Pokok
UtangLuar Negeri -t2,2 -0,8 -0,9
a. JatuhTempo -43,3 44,3 -t?

b. Penjadwalan
kembali 3l,l t,9 27,0 tA

27,9 1,7 34,4 1,8


') Borswnb.. dfii pcngsurEardan. akumulari Si6aL€bih P.tnbioyaln Angg.ran (SILPA) yang
disimpandi Bank Indon€siadolambentukSAL.

93
LampiranI

Lampiran 1
RINCIAN PEIIERIMAAN PERPAJAKAN,REALISASI APBN 2OO2
DAF{APBN 2OO3
@alamMiliar Ruplah)

Uraian Realisasl APBN 7o A thd.


APBN 2OO2 2003 APBN
(r) (2) (3) (4)

PajakDalamNegeri 200.t26,2 24t.742,4 20,7


L PajakPenghasilan (PPh) 701.675,9 t20.924,8 18,9
1. PPhMigas 77.275,3 14.775,8 - 14,2
a. PPhMinyakBumi 6.9n,0 4.744,5 - 28,1
b. PPhGasAlam 10.6133 10.0313
2. PPhNonmigas 84.460,6 t06.149,0 25,7
a. PPhPasal2l 203s7,6 2s.082A 232
b, PPhPasal22 7.428,7 8.214,4 10,6
b,l. PPhPasal22Nonimpor 2.486,0 l.Ez6,8 J)\
b.2.PPhPasal22 Impor 4.94',7 6.287
S n2
c. PPhPasal23 t0.2243 15.M5,0 55n
d,. PPhPasal25129 1? R55? 39.670,8 172
d.l. PPhPasal25/29
Pribasr 2.6992 L 168,2
d.2,PPhPasal25/29Badan 31.1565 38,502,6 2is
e. PPhPasal26 4.383,0 4.2%9 )l
f PPhFinaldanFiskalLuarNegeri 8.211"3 13.043,4 sq8
IL PajakPertambahan Nilai BarangdanJasa
danPajtrk PenjualanatasBarangM€wah
@PN/PPnBM) 65.855,3 E0.789,9 ,'t 1

lll PajakBumidanBangunan(PBB)danBee
PerolehanIIak atasTanahdanBangunan
(BPrrrB) 7.98s,4 9.925,3 24,3
I. PBB 6.356,5 7.93,6 18,4
t.628,9 z.40t,7 47,4
23,34t,4 27,645,6 18,4
V Pajaklainnya t.468,2 2.156,8 46,9

Pajak PerdaganganInternasional 70.629,3 12.397,8 76,6


I BeaMasuk 10.399,1 11.960,3 15,0
IL PajaldpungutanEkspor 230,2 437,5 90,1

JTJMI,{I 210.955,5 254.t40,2 20,5


Lampiran 2

I-ampiran?
RINCIAN PENI'RIMAAN BUKAN PAJAK R-EALISASIAPBN2OO2
DAN APBN2OO3
(DalamMiliar Rupiah)

Realisasi APBN % a thd.


Uraian
APBN 2()O2 2003 APBN 2OO2
(t) (2) (l) (4)

Penelimaan SDA 65.218,7 59.395,5 8,9


1. SDA Migns 6 0 . 0 1 1 , 0 56.195,0 _00,0
i. MinyakBurni 47.68s,9 39.910,5 _t6,3
ii. GasAlam IZ.3Z5,l 16.284,5 ??l

2. SDA Non Migas 5.207,7 3.200,s - 00,0


i. PertambanganUmum 1.850,0 1.482,6 - tq q
- Iulan tetap 120,6 4\1 - 62,1
- Iuran Eksplorasidan ekspoloitasi(Royalti) | .129,4 1.436,9 - 16,9
ii. Kehutanan 3.154,7 1.267,9
- Iuran hak pengusahaanhutan (IHPH) 28,5 -R1 7
- Provisi sumberdaya hutan (PSDH) 800,0 ?q{ 5 - 50,6
- Dana reboisasi 2.326,2 868,9 -6J 6

iii, Perikanan 203,0 450,0 t21,7


B . Bagian Laba BUMN 9.760,2 10.414,2 6,7
C . PNBP lainnya 1 3 . 9 s 1 , 1 72.205,6 - tz,s
L PendapatanPenjualan 134,8 947,6
603,0
2. Pendapatan Sewa _/.< 0
ll (

3. PendapatanJasa 3.013,3 2.538,8 - 17,4


4. PendapatanRutin Luar Negerr 4M,0 1 7 14
5. PendapatanKejaksaandan Peradilan 31,7 20,0 -36,7
6. PendapatanPendidikan 762,3 1.505,2 q1 4
7. PendapatanPelunasanPiutang 4.295,3 7.000,0 63,0
8. PendapatanLain-lain 5.896,I 9,0 - 99,8
9. PengembalianPNBP (667,6)

JUMLAH 88.930,0 82.015,3 - 7r8


Lttrttl,irtu 3

l,arnpilan
3
PENERIN'L{N DANPENCELUAILAN-
REKENINGDANA INVESTASI(RDD,REALISASIAPBN2OO2DAN APBN2t}()3
(DalamNtiliarRupiah)

Rcalisasi APBN % A rhd.


Urflia
APBN2()O2 2003 APBN 2OO2
(r) (2) (3) \4)

A . Pencrilraa
n 6.333,1 7.941,s 25,4
I. PenerimaanPinjamanRDI 1.482,1 t.541,4 4,0
a. Pokok 1.148,0 r.193,9 4,0
b. Bunga 333,1 346,5 4,0
c. BiayaKomitmen/denda 1,0 1,0 0,0
II. PenerimaanPinjarnan
Rekening
Daerah(RPD)
Penrcrintah 89,3 92,9 4,0
a. Pokok 4t,9 43,5 4,0
b, tsunga 47,l 49,0 4i
c BiayaKomihlen/denda 0,4 0! 0,0
I I I . PenarikanTunggakinPiniamanDaerah
MelaluiPemotonganDAU

IV. PenerimaanPinjamanSubsidiaryLoan
Agreement(SLA) 4.761,7 6.307,2 ?t <
a. Pokok ? oar4 2.775,1 37,1
b. Bunga 2.660,3 3.5ZI,7 1)4
c. BiayaKomitmen/denda 10,0 10,4 4,0
B . Pcngeluaran 2.232,9 941,5 57,8
I. Pengeluaran RDI 2.143,6 848,6 60,4
u. psmle1lan/pencairan
PinjamanRDI 2,048,8 ts0,o -63,4
b. Pencairan
JasaBank SLA 9,|,8 98,6 4,4
II. PengeluaranRPD 8903 92,9 4'0

Surplus disetarke APBN 4.zss$) 7.000,0 d3,0

* ' t T c m r a . uRk p l o 5 . m
l 'liarlnng
l a n g s u ndgi s e r okreB L t ' *mI e t a l uDi J A .

96
LamPiran4
RINCIANPENGELUARANRUTIN,REALISASIAPBN2()O2
DAN APBN2OO3
(DalamMiliflr Rupiah)

Rcalisasi APBN % A thd.


Uraian 20 0 3 APBN 2OO2
APBN 2OO2
(r) (ll ( ll (4)

BelanjaPegawai 3 9 . 76 , 8 50.240,6 26,3


l- Gaji dan Pensiun 323M.2 41.436,6 28,1
2 TunjanganBeras 1.393.0 1.574.9 t3.l
3. Uang Makan/LaukPauk 2.106,7 3.459,1 27.8
4, Lain-lainBelanjaPegawaiDalamNegeri 2.300,9 2.230,1 -.1.1

5. BelanjaPegawaiLuar Negeri L062,0 1.539,3 44,9


I Belanja Barang 12.s11,2 1s.421,1 71 1

L DalamNegeri r 1.8003 14.236,3 20,6


2. Luar Negeri 770,8 1.190,8 .s4.5
PembayaranBungaUtang 89.861,7 81.975,? -8,8

l. DalamNegeri &A6r,3 55.180,2 - 14,1

2. Luar Negeri 2s.406,4 26.79s,0 5.5


M Subsidi 40.006,3 2s.46s,3 -JO.J

I. BBM 3 1 . 1 ,67I 13.210.0 -51_6

2. Non-BBM 8.844,6 t2255,3 18,6


a, Pangan 4 . 50 7 , 4 4 696,9 1,2
b. Listtk 4 .1 0 2 . 7 4 . 5t 9 , 0 1 0 I,
c. Bunga Kredil Program 1 83 , 7 I644,4 795,2
d. Lainnya 50 , 8 1 . 3 9 5 , 0 2 646,I
PengetuaranRutin Lainnya ") 7.102,5 15.476.,r 117,9

JTJML{II 189.3r4,5 1 8 8 . 5 8 4 , 3 -0,4

*) Unluk APBN 2003lermasukdanacadanganumunvtarggapdaruratRp8.239,6miliar

q1
Lampiran 5

Lampiran5
PENGELUARANRUTIN BERDASARI(ANSEKTORDAI\ SUBSEKTOR.
REALISASI APBN 2OO2 DAN APBN 2OO3
(DalamMiliar Rupiah)
Realisasi APBN % a Thd.
Urrlan
Kode APBN 2()O2 2n02 APBN ! l)O2
(L) (2) (l) (4) (s)
'tt 1
0l Sektor Industri 22,9 42,8
01,l SubsektorIndustri 1)O \1 '1 a)L
02 Selrtor Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan 967,9 955,7 -1,3
02.1 SubsektorPertanian 2984 1d1){ 14,l
02.2 SubsektorKehutanan @22 581,1 -9,5
02.3 SubsektorKelautandan Perikanan ul )4q
03 Sektor Pengairan 27,4 34,2 24,8
03.I SubsektorPengembangandan PengelolaanPengairan 26,6 1',1, 24,8
01.2 SubsektolPengembangan dan PengelolaanSumber-
sumberAlr 0,8 1,0 ,so
04 Sektor Tenaga Kerja 116,9 197,3 r 1,5
04.l Subsektor TenagaKerla 176,9 t973 |{
05 Sektor Perdagangrn,PengcmbangarrUsahaNasional,
Keuangan,dan Koperasi 154,654!3 146.984,0 -5,0
05.1 SLrbsektor Pcrdugungan Dal.rrn)Jcgeri 8,8 I I,l 26,1
05.2 SubsektorPerdagangan Luar Ncgeri 722 u,6 t72
05.3 SubsektorPengcmbangan UsahaNasional
05.4 SubsektorKeuangan 154.532,8 146.837,6 -5,0
05,5 SLrbscktorKoperasi danUsalralVIikro.Kecildanl\4enengah q,5 50,7 1\)
06 SektorTransportasi,Meteorologidan Geofisika 426,s 519,1 27,7
06I SubsektorPlasarana Jalan t7,6 22,0 ?so
06.2 SrLbscktor TranspoltasiDarat q,9 lSt - 1 1q
06.3 SubsektorTlansportasiLaut 2t0,7 268,0 272
C)6.4 SubsektorTrarrspoltasi Udara 18,6 100,8 282
06.5 SubsektolNleteorologi, Geollsika,Pencaliandan
Penyclamatan 78:l 93,1 183
r)7 SektorPertambangandan Encrgi 383,3 366,0 -{,5
07 I SubsektorPerlambangan 36f,4 349,9
i1.2 Subsektor Lnclgi 16,9 l6,l a'7
08 Sektor Parirvisata.Pos,Tclckornunikasidan tnlbrmatika 128,6 209,0 62,5
08.I Subsektor Paliwisata 57,7 74,9 29,8
08.2 Subsektor Pos.felekonrunikas i danInfolmatika 109 134,1 89,1
09 ScktorPembanguuarr Daerqlr 48,4 90,4 86,8
01.l Subsektor OtonomiDaerah 455 ,so
w.2 SubsektorPcngcnrbangan WilayahdanPembcrdayaan
Masyarakat ?o 33,1 Lcr'.t,4
l0 SektorSumberDayaAlam dan LingkunganHidup,
danTata Ruang 506,3 569,9 12,6
10,1 SubsektorSumberDayaAlarndanLingkunganHrdup 12,8 152 18,8
)0.2 SubsektofTata RlLangdau Pcrtanahan 4q1 5 554,7 1)A
Lampiran 5

Lampiran5 0anjutan)
No tor ReslisrBl APBN v. L thd.
UralaD
Kode APBN 2OO2 2003 APBN 2O02
(l) (z) (3) (4) (5)

ll SektorPendidikan,KebudayaanNasional,Pemuda
danOlahRaga 4.699,r 5.377,7 14,4
l l.l SubscktorPendidikan 4.t&,1 4.7t3,6 tl,
1.2 Subsektor Pendidikan LuarSekolah 4r8A 537,l 281
I1.3 Subsektor Kebudayaan Nasional 88,s mA )l
I 1.4 Subsektor PemudadanOlahRaga 23,r 36,6 302
t2 SektorKependudukan danKcluarga 677,9 805,9 19,9
12.1 Subsektor Kepeududukan danKeluarga 67r9 805,9 r9,9
13 SektorKesejahteraan Sosial,Kesehatau,dan
Pembcrdayaan Perempuan 321,4 402,0 25,r
t3.l Subsektor Kesejahteraan Sosial 5q5 77,0 291
t3.2 SubsektorKesehatan 26t,? 32s,0 24,1
13.3 Subsektor Pemberdayaan Pelempuan
14 ScktorPcrumahandanPermukiman 44,1 55,1 25,0
l4.l Subsektor Perumahan 0,r0 0,t2 20,0
t4.2 Subscktor Pemtukiman 449 55,0 x9
TI SektorAgama 1.289,0 r.606,6 24,6
1 5I. Subsektor Pelayanan KehidupanBeragama t<l o 3134 uA
15.2 SubsektorPembinaan Pendidikan Agama r.037,1 I ?O1 t )tr1
l6 SektorIlmu Pengetahuan danTeknologi 603,1 755,8 25,3
16.1 Subsektor Pelayanan danPemanfaatan Ilmu
Pengetahuan danTeknologi )l 3p 259
16.2 Subscktor PenelitiandanPengembangan Ilmu
Pengetahuan danTeknologi 418,5 qt10 25,0
16,3 Subsektor Kelcmbagaan, PrasaranadanSarana
.,., I
llmu Pengetahuan danTeknologi 27,6 )49
t6.4 '253
Subsektor Statistik 160,1 2U2'
t7 ScktorHukum 1.425,0 r.76r,6 23$
t7.l Subsektor Pembinaan HukumNasional 1.227,l 1 5f7'l 245
t7.2 Subsektor Pembinaan AparahrHukum tn,9 )14 \ 18,4
18 SektorAparaturNegarad0nPeogswasan 5.610,5 5.960,1 6,2
l8.l Subsektor AparaturNegfia 5.217,7 5.451,0 4.1
18.2 Subsektor Pendayagunaan SistemdanPelaksanaan
Pengawasan 392,8 494'1
l9 SektorPolitikDglamNegerl,HubunganLuar
Negeri,InformesidanKomunikasi 1.934,0 3.139,8 62,3
19.l SubsektorPolitik DalamNegeri 868 93,8 79
19.2 SubsekiorHubunganLuar Negeri l.8llJ l anl 1 65,8
19.3 SubsektorInformasidanKomunikasi 35,8 471 193
20 SektorPeftrhanondan Keamanan 15.373,9 78.76r,4 22,0
20.1 SubsektorPertahanan 9.8748 12.021,9 zrJ
20.2 SubsektorKeamanan 5 400 | 6.739,5 ns
JUMLA H 189.314,5 188,584,3 -0,4
Lampiran 6

Lampiran 6
PENGELUARAN PEMBANGUNANBERDASARKAN
SEKTORDAN SUBSOKTOR,REALISASIAPBN 2O(}2
DAN APBN 2O()3
(DalamMillar Rupiah)

Reallsa8iAPBN 2002 APBN 2OO3


\onror
Sektor/Subsektor Pinremrn
Kode Plnlaman
Rupiah Jumloh Rupish Juml.h
Proyek Proyek
(r) {2) (!) (5) (6) o) (3)

01 SEKTOR INDUSTRI r60,7 15I,4 at2,l 392,s 675,6 1,068,1


0L.l Subsektor
Industri t60,7 t51,4 312,1 675,6 t.068,r
02 SEKTOR PtrRTANIAN,XtrHUTANAN,
KELAUTAN DAN PERIKANAN 2.126,8 702,6 2.829,4 3.63E,? t.092,2 4.730,9
O?L r.406,9 560,6 | 96',1,5 2 463,0 837,1 I 300,1
02z Subsektof
Kchuratran 58,4 t0,6 69,0 t22,',1 1t,6 194,3
023 SubsekLar
Kelau$ndanPerikanan 661,5 lll,4 792,9 1053,0 1E3,5 | 236,5
03 SEXTOR PENCAIR{N r.604,0 1.259,3 2.863J 2.490,0 2.273,6 4.763,6
03 I Subsehro.
Pengembangondan
P€ng€lolaan
Pcngairan 914,8 649,8 r.564,6 I 440,0 ?4r,8 2 181,8
032 Subsektor
Pengembanstrn
dsnPengelolaan
689,2 609,5 1.298,7 I 050,0 I 531,8 ?.581,8
04 Sf,KTOR TENAGA KERJA 166,2 r7r,8 347,7
04.1 SrbscktorTenagaKerja t66,2 5,6 )7t,8 323,5 74,2 347,7
05 StrKTOR PI]RI}AGANGAN,PENGEMBANGAN
USAHA NASIONAI,,KEUANGAN,
I}AN KOPER{SI 904,4 122,1 1.0265 r,s97,0 1.597,0
05 I Subscktor
PerdaganemDaLamNegeri 48,9 48,9 98,0 98,0
05_2 Subsektor
Perdagangan
LuarNcgcri 94,1 94,l 264,0 264,0
051 Subscktor
lengembr ganUsahaNasionaL 10,2 46,1 125,5
054 90,0 70,8 160,8 104,0 104,0
055 Subscklor
KDpensidm Us.rha
Miko,
634,9 4 1 ,L 676,0 t005,5 I 005,5
06 SEKTORTRANSPORTASI,METEOROLOCI
DAN Gf,OFISIKA 2.E43,8 2.261,4 5,111,2 5,216,6 9.052,1
06.1 Subscktor PEsannaJalan | . 4 77 , 3 878,8 2.356,1 3 298,6 1.295,1
062 S! bseklorTransportasi
Darar '787,)
465,9 32t,2 930,3 958,9 I 889,2
06.3 SrbseklorTranslon{xiLaul 326,3 lEl,2 707,5 516,0 790,5 1,306,5
06,4 SubsektorTrsnsportasi
Udam 134,4 686,2 I 020,6 465,0 710,2 1.175,2
06.5 SubsektorMel€orclogi,
Gcofisika,
Pcr)carian
dan
239,9 66,',] 2n,8 87,5
07 SI'KTOR PERTAMBANGANDAN ENIRGI 7 t9,2 832,4 1.551,6 1-453,5 1.730,0 3,1E3,5
07| SubsekLor
Pertambangan 37,4 3t,4 L3L,O l 3t , 0
012 SLtbseklor
Enefgi 6E1,8 rJl4,2 1.730,(r 1.052,5
08 SEKTORPARIWISATA, POS,
TELEKOMTJNIKASI,DAN INFORTI4ATTICA 101,6 115,4 2r1,n 281,5 150,1 437,6
08I ,0 231,5 13,4 244,9
08.2 Subseklor
Pos,Telckon)unika.si
danInfonnatika 29,3 104,4 133,7 56,0 136,7 t92,7
09 SEKTOR PEMBANGUNANDAERAH 2,648,0 3.360J r,077,2 1,901,5 2,918,7
091 Subsekror
OtoDomiDaerah 1,265,3 1.325,0 142,8 40,1 182,9
09,2 Subsektor
Pcngcrnlargan
wilayahdan
Penberdayann
Masyamkst 652,6 1,382,7 2 015,3 934,4 I861,4 2.195,8
l0 SEKTOR SUMBERDAYA ALAM DAN
LINGKUNGAN HIDUP, DAN TATA RUANG 223,8 318,9 388,1 5r0,6
l0.L SubscklorSumbe.DayaAlam danLidgkungan
Uidup 149,4 3,8 263,2 262,6 I19,4 382,0
')o2 SubseklorTata RuanBdanPenenahan 41,3 I t5,7 125,5 I,l 128,6

100
Lanrytan 6

Larnpiran6 (lanjutan)

Rcalisasi
APBN2002 APBN 2OO3
\omor
Scktor/Subscktor
Kode Rrpiah Rupiflh

(r) (r) 0l (3)

ll SEKTOR PENDIDIKd]\i, KEBUD.\YAA\


N,{,\ION,{I. PEMUDA DA.\"OLAH RA(;A 8.887,1 r,784,4 t0.61tJ 1?.816,2 2.241.9 15.058,1
l|l SLrbseklo.
I'endidikan 8,+[.7 1.t48,9 10.t62.6 9 1 5 . 5 2 223.3 E | ] 8 . 8
2 SubsehorPcrrdidikarLuir Sekol ld3..r 281 3i2,1 628,5 634,6
ltl SubschorKebudyMn Nosronrl +.5 6,5 51.0 10t,2 12.5 |1.7
lt+ SLrbslklor d.anOlrh llngfl
l,ennrd.a 85.1 0,1 ti6.0 l 7t . 0 171,0
t2 SEKTOITKEPENDUDUKAi\ DAN
KELUARCA 248.4 90,3 338,7 3t9,1 71,8 450,9
'179,1 ,1-50.9
t 2| Subscktor
KcpcndLduk1n
dm Kcluarga t{lr.t ]]8.7 7l.u
13 SEKIOR KL\E"I AH II]RAAIi SOEIAI.
KESEHATAN,DAN PEi\II]ERDAYAA:\i
PERE}IPUAN 1.85t,0 t,333J 5.186.1 5-703,7 890,J 6.s94,0
l:1.I Subsektor
KLrjcjahlenau
Sosial | 509.9 62,1 r.572.0 | 132,4 | 112.1
[2 KL\chrtnn
Subsektor 2Ir1.l I 211,2 3 585.5 3 9 1 0 , 0 890.J 4 ttfil,3
133 SLrbseklor
Pen$crdayan I'crcnrpuan 28.8 6t,3 6l,l
I4 SI]KI OR PERIJ]!IAHANDA\
PERilIT]KIMAN 914,8 t71,0 1.09r.8 r.4-14J 409.2 t.853,5
1 4I SubseklorPerunun i 82,6 311,9 510.1 296,0 816,1
142 Pcrmrkinlllr
SLrbscklor 6 t!r.5 94,4 7t 3 . 9 904.2 I 017.4
SEKTOR ACAJ\IA 95,2 766 121.8 133,5
1 5l PchyauantuhidrLpan
Subsektor B€raganu 19,5 15,4
t5.2 SubseklofPcnrbindan
l)endidikan
Agarna 55,7 76.6 58,I 581
l6 SEKTOR ILMU PE}"CD,IAHUAND]\N
TEKI(OL(X;I 610,9 963,4 r49.0 t,1n,1
l6.l Subsektc,rPelayanarr
danPcntnfharan llnnl
PengelalNandm Tcknologi 1.10.9 53,t t94,0 180,6 35,r) 216,2
r62 SubsEldor Pcnelilian
da Pe|gen$ ngdr
Iliu Pcngetahuan dan Tchrologi 206.9 2.4 209,1 )94,1) u5,8 379.8
163 Sub,scktorKelembaga$, Pr.rsar.rluddr stuona
Ilnnr PengehhuendanTcknologi 84r.0 2t.4 107,4 1 8t . 3 27.6 208.9
164 Sut6ekorStatisrik 98,9 t.l I(n,2 107,5 307.5
17 SEKToRIIUKUNI 560,1 s$ 5699 93?$ li29 1.0205
t'7.l SubsekorPembinaan
HLrknnrNasio,ral 20,8 20,11 46,2 46,2
t11 SubsckorPembinaan
Ap raturHukum 519,5 9.4) 519,1 89t,4 82.9 914,3
t8 SEKTOR APAMTUR NEGAI'A DA\
PENGAIVASAN 896,6 207,0 r,103,6 2,381.1 2,7t93
l8l Subsclftr Apaftfdr \ega$ 867.0 190,0 r.057,0 2 320.6 115,9 2 656.5
l 82 SubsehorPendryaguna.an Sislemdtur
PelaksanaanPengawr6En 29.6 17,0 46,6 62.8 62.It
l9 SEKTOR POUTIK DAL{}I NEGERI,
HUBLhCAN LUAR NEGERI,
INFORMASI DAN KOMUNIKCSI 86,1 18,5 l{t4,6 278,0 48,7 326,1
1 9I SubsekorPolilikD,i,nnr''eged l5,l 1,0 16,3 15,0
192 Subsekor Huhurgar t-uarNegerr lt,5 I 1.5 4t,3 41,3
t9l Subsekor Inlonnasi dnn Komunikasi I7.5 76,8 201,1 4E,7 250,4
20 SEKIOR PERTAHANAN
DAN KEAMANAN r..0019 654,3 2,656,? 4.2660 ?,l9t,l
20.1 SubsektorP€.l!}ane.l | 452,0 I 452,0 2 99r,0 2.115,5 5.166,5
20.2 Keanl1nan
SLrbseklor 549.9 654,1 t.2M,2 1.275,0 149,6 2.024,6

JLrrnl!h 27.6J9,1 12.638,5 41t.211,6 6,229,t r&900,0 65.t29,8

t01
Lampiran 7

Lampiran7
RINCIAN PEMBIAYAAN DEF'ISITANGGARA.N,REALISASI APBN 2OO2DAN APBN 2OO3
(DalamMiliar Rupiah)

Reallsasi APBN % A thd.


Uraian 2003
APBN 2OO2 APBN 2()O2

(1) (2) (3) (4)

Pembiayaan DalemNegcri 20.822,3 22.4s0,r 7,8


-4,451,8 8.500,0'' -290,9
1. PerbankanDalamNegeri
hggaran (SILPA)
a. Sisatebih Pembayaran -4,45
1,8 8.500,0 -?qo0
i. SILPATahunBe{alan -4.45
1,8 - 100
ii. SILPATahuntahunSebelumnya 8.500,0
b. KrediVPinjamanSektorPerbankan
2. NonperbankanDalamNegeri 75.274,1 13.950,1 - 44,8
a, Privatisasi 7.664,9 8.000,0 4,4
b. PenjualanAsetProgramRestrukhrrisasi '?) - 7 , 9
Perbankan 19.548,6 18,000,0
c. SuratUtangNegara(neto) -1.939,4 -t2.049,9 52t,3
i. Penerbitan 1 . 9 9 1t , 7,700,0 286,'7
ii. PembayaranPokok - 3.930,s - 6.t65,5 5K {)

Kembali
iii.Pembelian -13.584,4

PembiayaanLuar Negeri(neto) 7.12t,7 17.986,2 68,3


1. PinjamanLuar Negeri(Bruto) 19,380,4 29.250,0 s0,9
a. PinjamanProgram 7.042,3 10.350,0 47,0
b. PinjamanProyek 1 2 . 383, 1 18.900,0 51?

2. Pembayaran CicilanPokokUtangLN -12.258,7 -77.263,,8 40,8


a. JatuhTempo -43.327,8-44.279,1 )t

b. Penjadwalan
Kembali 3 1 . 0 6 9 , l 27.0ts,3 - 13,0
i. Pokok 24.523,7 20.508,3 - t 6 , 4
ii. Bunga ti 545 4 6.507,0 -0,6

JUMLAH 27.944,0 34,436,3 23?

daripenggunaan
l) Bersumber danaakunulasiSisaLebihPembiayaan Anggaran (SILPA)yangdisiDpardi BankIndonesia
dalambentukSAL,
s€luruhtargetBPPNadalahRp26,0triliun.
2) BPPNakanrnelalukanassetto bondswapRp8,0triliunsehingga
Lampiran 8

REPUBLIK IF{DOMSIA
TJNDANG-TJNDA}IG
NOMOR 29 TAIIIJN 2OO2
TENTAFIG
ANGGARANPENDAPATANDAN BELANJA NEGARA
TAHT]NANGGARAN2OO3

DENGANRAHMAT TT]HA}I YATIGMAIIA ESA


PRESIDENREPUBLIK INDONESIA-

Menimbang: a. bahwa Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003


merupakanpelaksanaandari dan satukesatuanyang tak terpisahkandengan
RencanaPembangunan Tahunan(Repeta)Tahun 2003 sobagaipenjabaran
dari ProgramPembangunan Nasional(Propenas) Tahun2000- 2004 yang
merupakanpelaksanaan Garis-garisBesarHaluanNegaraTahun 1999 -
2004, yang disesuaikandenganperkembangan situasiterakhir dalam dan
luar negeri;
b. bahwa AnggaranPendapatan dan Belanja NegaraTahun Anggaran2003
yang disusun berdasarkananggarandefisit, perlrr ditulup dengansumber-
sumberpembiayaan dari dalamnegeridanluar negeri;
bahwa Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003
merupakanrenoanakerja pemerintahannegara,yang berlaku selama12 (dua
belas)bulansejak I Januari2003 sampaidengan31 Desember2003,dalam
rangkamemeliharadan meningkatkanhasil-hasilpembangunan tahun-tahun
sebelumnya, sertapelaksanaandesentralisasi
fiskal;
bahwa untuk menjaga kelangsungan jalannya pembangunan,dipandang
perlu diatur sisa lebih pernbiayaan.anggarandan sisa kredit anggaran
proyek-proyekdalamanggaranpembangunantahun anggaran2003;
bahwa Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun Anggaran 2003
perluditetapkandenganUndang-undang.

Mengingat : l . Pasal5 ayat (1), Pasal20 ayat(2) dan ayat (4), dan Pasal23 ayat (l) dan
ayat (5) Undang-UndangDasar Negara Republik lndonesia Tahun 1945
besertaperubahannya;
2. KetetapanMajelis PermusyawaratanRakyatNomor IV/MPR/1999 tentang
Garis-garisBesarHaluanNegaraTahun1999- 2004;

103
Lampiran 8

3. Undang-undangPerbendaharaanIndonesia (Indische Comptabiliteitffi,et,


StaatsbladTahun 1925 Nomor 448) sebagaimana telah beberapakali
diubah, terakhir denganUndang-undangNomor 9 Tahun 196g (Lembaran
NegaraRepublik IndonesiaTahun 1968Nomor 53, Tambahantrmbaran
NegaraNomor 2860);
4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentangperimbanganKeuangan
antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik
IndonesiaTahun 1999 Nomor 72, TambahanLembaranNegaraNomor
3848)l
5. Undang-undangNomor 25 Tahun 2000 tentang program pembangunan
Nasional (Propenas)Tahun 2000 - 2004 (Lembaran Negara Republik
IndonesiaTahun2000Nomor 206);
6. Undang-undangNomor l8 Tahun 2001 tentangOtonoml Khusus Bagi
Provinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam;
Z Undang-undangNomor 21 Tahun 2001 tentangOtonomi Khusus Bagi
ProvinsiPapua.

Denganpersetujuan
DEWAI|IPERWAKILA}I RAKYAT REPT]BLIKINDONESIA.
MEMUTUSKAN:

Menetapkan : ui\DAl{G-UNDAI{c TENTAI{G ANGGARAN PENDAPATAN DAN


BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN2003.

PasalI
DalamUndang-undang
ini, yangdimaksuddengal :
1. Pondapatannegara dan hibah adalah semua penerimaan negara yang
berasaldari penerimaanperpajakan,penerimaannegarabukan pajak, ierta
penerimaan hibahdari dalamnegeridanluar negeri.
2. Penerimaanperpajakanadalah semuapenerimaanyang terdiri dari pajak
dalamnegeri dan pajak perdaganganintemasional.
3. Pajak dalam negeri adalah semua penerimaannegara yang berasal dari
pajak penghasilan,pajak pertambahannilai bamng dan jasa dan pajak
penjualan atas barang mewah, pajak bumi dan bangunan,bea perolehan
hak atastanahdan bangunan,oukai, dan pajak lainnya.
4. Pajak perdaganganintemasional adalah semua penerimaannegara yang
berasaldari beamasukdan pajalc/pungutan
ekspor.

104
Lampiran 8

5. Penerimaannegarabukan pajak adalahsemuapenerimaanyang diterima


negara dalam bentuk penerimaan dari sumber daya alam, bagian
pemerintahatas laba badanusahamilik negara,dan penerimaannegara
bukanpajaklainnya.
6, Penerimaanhibah adalah semua penerimaannegarayang berasaldari
sumbanganswastadalam negeri, dan sumbanganlembagaswastadan
pemerintahluar negeri.
7. Belanjanegaraadalahsemuapengeluaran negarauntuk membiayaibelanja
pemerintahpusatdan belanjauntukdaerah.
8. Belanja pemerintah pusat adalah semua pengeluarannegara untuk
rnembiayaipengeluaran rutin danpengeluaranpembangunan.
9. Pengeluaranrutin -adalah semua pengeluarannegarauntuk membiayai
tugas-tugas umum pemerintahan dan kegiatan operasional pemerintah
pusat,pembayaran bungaatasutangdalamnegeri,pembayaran bungaatas
utangluar negeri,pembayaran subsidi,danpengeluaran
rutin lainnya.
l0-Iengeluaran pembangunanadalah semua pengeluarannegara untuk
yang dibebankanpada anggaran
membiayaiproyek-proyekpembangunan
belanja pusat.
pemerintah
11. Belanjauntuk daerahadalahsemuapengeluaran
negarauntuk membiayai
danaperimbangan,dandanaotonomikhususdanpenyeimbang.
12, Dana perimbanganadalahsemuapengeluarannegarayang dialokasikan
kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka
pelaksanaan yangterdiri dari danabagi hasil, danaalokasi
desentralisasi,
umum, dan dana alokasikhusus,sebagaimana dimaksuddalam Undang-
undangNomor 25 Tahun 1999 tentangPerimbanganKeuanganantara
PemerintahPusatdanDaerah.
13. Dana bagi hasil adalahbagian daerahatas penerimaanpajak bumi dan
bangunan,bea perolehanhak atas tanahdan bangunan,dan penerimaan
sumberdayaalam,sebagaimana dimaksuddalamUndang-undang Nomor
25 Tahun 1999tentangPerimbanganKeuanganantaraPemerintahPusat
dan Daerah,sertabagiandaerahataspajak penghasilanpas l25129 orang
pribadi dan pajaL penghasilanpasal 21, sebagaimanadimaksuddalam
Undang-undang Nomor l7 Tahun12000tentangPerubahanKetiga atas
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983tentangPajakPenghasilan.
14. Dana alokasiumum adalahsemuapengeluaran negarayang dialokasikan
kepada daerah dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan
antardaerah,sebagaimanadimaksud dalam Undang-undangNomor 25
Tahun 1999tentangPerimbanganKeuanganantaraPemerintahPusatdan
Daerah.
15. Dana alokasikhususadalahsemuapengeluaran
negarayangdialokasikan
kepada daerah untuk membantu membiayai kebutuhan khusus,

105
sebagaimana dimaksud dalam Undang-undangNomor 25 Tahun 1999
KeuanganantaraPemerintahpusatdanDaerah.
tentangPerimbangan
16. Dana otonomi khususdan penyeimbangadalahdana yang dialokasikan
untuk membiayaipelaksanaan
otonomi khusussuatudaerah,sebagaimana
ditetapkandalamUndang-undangNomor 18 Tahun2001tentangOtonomi

17. Sisa kredit anggaran adalah sisa kewajiban pembiayaan proyek


pembangunan padaakhh tahunanggaran.
18. Sisa lebih pembiayaananggaranadalah selisih lebih antara realisasi
pembiayaan denganrealisasidefisit anggaranyangterjadi.
19. Sektoradalahkumpulansubselilor.
20. Subsektoradalahkumpulanprogram.
21. Pembiayaandefisit adalahsemuajenis pembiayaan yang digunakanuntuk
menutup defisit belanja negarabaik yang bersumberdari pembiayaan
dalamnegerimaupunpembiayaan luar negeribersih.
22. Pembiayaandalam negeri adalah semuapembiayaanyang berasaldari
perbankandan nonperbankandalamnegeriyangmeliputi hasil privatisasi,
penjualansuratutangnegara,dan penjualanasetperbankandalamrangka
programreshukturisasi.
23. Pembiayaan luar negeribersihadalahsemuapembiayaan yangberasaldari
penarikanutang/pinjamanluar negeri yangterdiri dari pinjamanprogram
dan pinjaman proyelg dikurangi dengan pembayarancicilan pokok
utang/pinjamanluarnegeri.
24. Pinjamanprogram adalahnilai lawan rupiah dari pinjaman luar negeri
dalam bentuk pangan dan bukan pangan,serta pinjaman yang dapat
dirupiahkan.
25. Pinjamanproyekadalahnilai lawan rupiah dari pinjamanluar negeriyang
digunakanuntukmembiayaiproyek-proyek pembangunan.

Pasal2
(l) AnggaranPendapatandan Belanja NegaraTahun Anggaran2003 yang
memuatpendapatan dan belanjanegaramerupakanpelaksanaandari dan
satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan Rencana pembangunan
Tahunan(Repeta)Tahun2003.
-(2) Rencana PembangunanTahunan (Repeta) Tahun 2003 sebagaimana
dimaksuddalamayat(1) menjadiLampiranUndang-undang
ini.

106
Lampiran 8

Pasal3
(l) Anggaranpendapatannegaradan hibah tahun anggaran2003 diperoleh
:
dari sumber-sumber
a. Penerimaanperpajakan;
b. Penerimaannegarabukanpajak;
c. Penerimaanhibah.
(2) Penerimaanperpajakal sebagaimana dimaksuddalam ayat (1) huruf a
direncanakansebesarRp254.140.200.000.000,00 (dua ratus lima puluh
empattriliun seratusempatpuluhmiliar duaratus juta rupiah).
(3) Penerimaannegarabukan pajak sebagaimana dimaksuddalam ayat (l)
huruf b direnoanakansebesarRp82.015.327.000.000,00 (delapanpuluh
duatriliun lima belasmiliar tiga ratusduapuluhtujuhjuta rupiah).
(4) Penerimaanhibah sebagaimanadimaksud dalam ayat (1) huruf c
Rp0,00(nihil).
sebesar
direncanakan
(5) Jumlah anggaran pendapatannegara dan hibah tahun anggaran 2003
sebagaimanadimaksud dalam ayat (2), ayt (3), dan ayat (4) dlrencanakan
sebesarRp336.155.527.000.000,00 (tiga ratus tiga puluh enam triliun
seratuslima puluhlima miliar lima ratusduapuluhtujuhjuta rupiah).

Pasal4
(l) Penerimaanperpajakansebagaimana dimaksuddalam Pasal 3 ayat (2)
terdiri dari :
a. Pajakdalamnegeri;
b. Pajakperdaganganinternasional.
(2) Penerimaanpajak dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam ayat (l)
huruf a direncanakan sebesarRp241.742.400.000.000,00 (dua ratusempat
puluh satu triliun tujuh ratus empat puluh dua miliar empat ratus juta
rupiah).
(3) Penerimaanpajak perdaganganintemasionalsebagaimana dimaksud
dalam ayat (l) huruf b direncanakansebesarRp12.397.800.000.000,00
(dua belastriliun tiga ratussembilanpuluh tujuh miliar delapanratusjuta
rupiah).
(4) Rincian ponerimaan perpajakan tahun anggaran 2003 sebagaimana
dimaksud dalam ayat Q) dan ayat (3) dicantumkandalam penjelasanayat
ini.

Pasal5
(1) Penerimaan negarabukanpajak sebagaimana
dimaksuddalamPasal3 ayat
(3) terdiri dari :
a. Penerimaansumberdayaalam;

r07
b. Bagianpemerintahataslababadanusahamilik negam;
c. Penerimaan
negarabukanpajaklainnya.
(2) Penerimaan sumberdayaalamsebagaimana dimaksuddalamayat(1) huruf
a direncanakansebesarRp59.395.500.000.000,00 (lima puluh sembilan
triliuntigararussembilan
puluhlima miliar limaratusjuta rupiah).
(3) Bagian pemerintahatas laba badan usaha milik negara sebagaimana
dirnaksud dalam ay^t (1) huruf b direncanakan sebesar
Rp 10.414.249.000.000,00(sepuluhtriliun empatratus empatbelasmiliar
dua ratusempatpuluh sembilanjuta rupiah).
(4) Penerimaan
negarabukanpajaklainnyasebagaimana
dimaksuddalamayat
(1) huruf c direncanakansebesarRp12.205.578.000.000,00 (dua beias
hiliun duaratuslima miliar lima ratustujuh puluh delapanjuta rupiah).
(s)Rincianpenerimaannegarabukanpajaktahunanggaran2003sebagaimana
dimaksud dalam ayat Q), ayat (3), dan ayat (4) dicantumkandalam
penjelasan
ayatini.

Pasal6
(1) Anggaranbelanjanegaratahunanggaran2003terdiri dari :
a. Anggaranbelanjapemerintahpusat;
b. Anggaranbelanjauntuk daerah.
(2) Anggaranbelanjapemerintahpusatsebagaimana dimaksuddalamayat (l)
huruf a direncanakansebesarRp253.714.075.000.000,00 (dua ratus lima
puluh tiga triliun tujuh ratus empat belas niiliar tujuh puluh lima juta
rupiah).
(3) Anggaranbelanja untuk daerahsebagaimana dimaksuddalam ayat (l)
huruf b direncanakansebesarFipl 16.877.704.567.000,00 (seratusenam
belastriliun delapanratustujuh puluh tujuh miliar tujuh ratusempatjuta
lima ratusenampuluh tujuh ribu rupiah).
(4) Jumlah anggaranbelanja negara tahun anggaran2003 sebagaimana
dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) direncanakan sebesar
Rp370.591.779.567.000,00 (tiga ratus tujuh puluh triliun lima ratus
sembilanpuluh satumiliar tujuh ratustujuh puluh sembilanjuta lima ratus
enampuluhtujuh ribu rupiah),

Pasal7
(1) Anggaranbolanjapemerintahpusatsebagaimana
dimaksuddalampasal 6
ayat(l) hurufa terdiri dari :
a. Pengeluaran rutin;
b. Pengeluaran pembangunan,

108
Lampiran 8

(2) Pengeluaranrutin sebagaimanadimaksud dalam ayat (l) huruf a


direncanakansebesarRpI88.584.275.000.000,00 (seratusdelapanpuluh
delapanhiliun lima ratusdelapanpuluh empatmiliar dua ratustujuh puluh
limajuta rupiah).
(3) Pengeluaranpembangunan sebagaimana dimaksuddalamayat (l) huruf b
direncanakansebesarRp65.129.800.000.000,00 (enam puluh lima triliun
juta
seratusduapuluh sembilanmiliar delapanratus rupiah).
(4) Rincian pengeluaranrutin dan pengeluaran
pembangunan tahun anggaran
2003 sebagaimana dimaksuddalamayat (2) dan ayat (3) ke dalam sektor
dan subsektordicantumkandalampenjelasan ayatini.

Pasal8
( 1 ) Rincian lebih lanjut dari sektor dan subsektorsebagaimanadimaksud
dalamPasal7 ayat(4) ke dalamprogramdan kegiatanuntuk pengeluaran
rutin, sertaprogramdan proyek untuk pengeluaran
pembangunan
dibahas
olehDewanPerwakilanRakyatdenganPemerintah.
(2) Rincian pengeluaranrutin dan pengeluaranpembangunansebagaimana
dimaksuddalam ayat (1) menjadi lampiranyang tidak terpisa,hkan
dari
ini.
undang-undang
(3) Rincian lebih lanjut dari sektor dan subsektorsebagaimanadimaksud
dalamPasal7 ayat(4) ke dalamprogramdan kegiatanuntuk pengeluaran
rutin, serta program dan proyek untuk pengeluaranpembangunan
ditetapkandenganKeputusanPresiden.

Pasal9
( 1 ) Anggaranbelanjauntuk daerahsebagaimana
dimaksuddalamPasal6 ayat
(1) hurufb terdiridari :
a. Danaperimbangan;
b. Danaotonomikhususdanpenyeimbang.
(2) Dana perimbangansebagaimanadimaksud dalam ayat (l) huruf a
direncanakansebesarRp107.490.527.080.000,00 (seratustujuh triliun
empatratussembilanpuluh miliar lima ratusdua puluh tujuhjuta delapan
puluh ribu rupiah).
(3) Danaotonomikhususdanpenyeimbangsebagaimana
dimaksuddalamayat
( l ) huruf b direncanakan Rp9.387.177.487.000,00(sembilantriliun
sebesar
tiga ratus delapanpuluh tujuh miliar seratustujuh puluh tujuh juta empat
ratusdelapanpuluhtujuh ribu rupiah).

Pasall0
(1) Dana perimbangansebagaimana
dimaksuddalamPasal9 ayat (l) huruf a
terdiri dari :

109
Lampiran 8

a. Danabagihasil;
b. Danaalokasiumum;
c. Danaalokasikhusus.
(2) Dana bagi hasil sebagaimanadimaksud dalam ayat (l) huruf a
direncanakansebesarRp27.895.943.600.000,00 (dua puluh tujuh triliun
delapanratussembilan puluh lima miliar ratuselnpatpuluhtiga
sembilan
juta enamratusribu ruPiah).
(3) Dala alokasi umum sebagaimanadimaksud dalam ayat (1) huruf b
direncanakan sebesar 850.000,00
Rp76.978.005. (tujuhpuhrhenarntriliun
sembilanratus tujuh puluh delapanmiliar lima juta delapanratus lima
puluhribu rupiah),
(4) Dana alokasikhusussebagaimana dimaksuddalam ayat (1) huruf o
direncanakan sebesarRp2,616.577.630.000,00 (dua triliun enam ratus
enambelasmiliar lima ratustnjuh puluh tujuh juta enamratustiga puluh
ribu rupiah).
(5) Pernbagianiebih lanjut dana perimbangandilakukan sesuai dengan
ketentuan dalam Undang-undangNomor 25 Tahun 1999 tentang
Perimbangan PusatdanDaerah.
KeuanganantaraPetnerintah

Pasalll
(l) Dana otonomikhususdan penyeimbang dimaksuddalam
sebagairnana
Pasal9 ayat(1) hurufb terdiridari :
a. Danaotonomikhusus;
b. Danapenyeimbang.
(2) Dana otonomikhusussebagaimana dimaksuddalam ayat (1) huruf a
direncanakansebesar Rp1.539.560.1 17.000,00(satutriliun lima ratustiga
juta
puluh sembilanmiliar lirna tatus enampulLrh seratustujuh belasribu
rupiah).
(3) Dana penyeimbangsebagaitnanadimaksLrddalarn ayat (1) huruf b
direncanakan sebesar Rp7.847.6I 7,370.000,00 (tujuhtriliun delapanratus
enipatpuluhtujuh miliar enamratustujuh belasjuta tiga ratustujuh puluh
ribu rupiah),yang terdiri dari danapenyeimbanguntuk kekurangandana
alokasiumum bagi beberapa daerahsebagaimana dimaksuddalamPasal1
butir (12) sebesar
Rp2.262.435.000.000 (duatriliun duaratusenampuluh
dua miliar empat ratus tiga puluh lima juta rupiah), dan dana bantuan
adhocuntuk kenaikangaji sebesar Rp5.585.182.370.000,00 (linta triliun
lima ratus delapanpuluh lima miliar seratusdelapan puluh dua juta tiga
ratustujuh puluhribu rupiah).
Lampiran 8

Pasal12
(1) Denganjumlah anggaranpendapatannegaradan hibah tahun anggaran
2003sebesar Rp336.155.527.000.000,00 (tigaratustigapuluhenamtriliun
seratuslima puluh lima miliar lima ratus dua puluh tujuh juta rupiah),
sebagaimana dimaksuddalam Pasal 3 ayat (5), lebih kecil dari jumlah
anggaranbelarla negara sebesarRp370.591.779.567.000,00 (tiga ratus
tujuh puluh hiliun lima ratussembilanpuluh satumiliar tujuh ratustujuh
puluh sembilanjuta lima ratusenampuluhtujuh ribu rupiah),sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4), nraka dalam tahun anggaran2003
terdapatdefisit anggaransebesarRp34.436.252.567.000,00 (tiga puluh
empattriliun empatratustiga puluh enammiliar dua ratuslima puluh dua
juta lima ratus enam puluh tujuh ribu rupiah), yang akan dibiayai dari
pembiayaan defisit anggaran.
(2) Pembiayaandefisit Anggaran Pendapatandan Belanja Negara Tahun
Anggaran 2003 sebagaimanadimaksud dalam ayat (1) diperoleh dari
sumber-sumber :
a. Pembiayaan dalamnegerisebesar Rp22.450.052.567.000,00 (duapuluh
dua triliun empatratuslima puluhmiliar lima puluh duajuta lima ratus
enampuluhtujuh ribu rupiah);
b. Pembiayaanluar negeri bersih sebesarRpl 1.986.200.000.000,00
(sebelastriliun sembilanratusdelapanpuluh enammiliar duaratusjuta
rupiah).
(3) Rincian pembiayaandefisit Anggaran Pendapatandan Belanja Negara
TahunAnggaran2003 sebagaimana dimaksuddalamayat(2) dicantumkan
dalampenjelasan
ayatini.

Pasall3
(1) Pada pertengahantahun anggaran2003, Pemerintahmenyusunlaporan
semesterI mensenai:
Realisasipendapatan
negaradanhibah;
b. Realisasipengeluaran
rutin;
Realisasipengeluaran
pembangunan;
A Realisasianggaranbelanjauntuk daerah;
Realisasioembiavaandefisit.
(2) Dalam laporan sebagainana dimaksud dalam ayat (l) Pemerintah
men)rsunprognosauntuk6 (enam)bulanberikutnya.
(3) Laporansebagaimana
dimaksuddalamayat (1) dan ayat (2) disampaikan
kepadaDewan PerwakilanRakyat selambat-lambatnya pada akhir bulan
Juli 2003,untuk dibahasbersamaantaraDewanPerwakilanRakyatdengan
Pemerintah.

111
(4) Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan
perkembangandan/atau perubahankeadaan dibahas bersama Dewan
PerwakilanRakyatdenganPemerintahdalamrangkapenyusunanperkiraan
PerubahanatasAnggaranPendapatandan Belanja NegaraTahun Anggaran
2003.

Pasal14
(1) Sisakredit anggaranproyek-proyekpadapengeluaran
pembangunan tahun
anggaran 2003 yang masih diperlukan untuk penyelesaianproyek,
dipindahkanke tahun anggaran2004 menjadi kredit anggarantahun
anggaran2004.
dimaksud
(2) Pemindahansisa kedit anggaranproyek-proyeksebagaimana
dalamayat(1) ditetapkandenganPeraturanPemerintah'
(3) Realisasi dari pemindahansisa kedit anggaranproyek-proyekyang
ditetapkandenganPeraturanPemerintahsebagaimana dimaksud dalam
aya!-(2) disampaikankepada Dewan Perwakilan Rakyat dan Badan
PemeriksaKeuanganpaling lambatpada akhir triwulan I tahun anggaran
2004.

Pasal15
Sisa lebih pembiayaananggarantahun anggaran2003 ditampung pada
pembiayaandalam negeri dan dapat digunakan sebagai dana talangan
pelaksanaananggaranpendapatandan belanja negaratahun-tahunanggaran
berikutnya.

Pasal16
PemerintahmengajukanRancanganUndang-undang tentangPerubahanatas
dan BelanjaNegaraTahunAnggaran2003 berdaserkan
AnggaranPendapatan
dimaksuddalamPasal13 ayat(4) untuk mendapatkan
perubahansebagaimana
DewanPerwakilanRakyatsebelumtahunanggaran2003berakhir.
persetujuan

Pasal17
(1) Setelahtahun anggaran2003 berakhir,Pemerintahmembuatperhifungan
anggarannegaramengenaipelaksanaananggarantahun anggaranyang
bersangkutan.
(2) PemerintahmengajukanRancanganUndang-undang tentangPerhitungan
Anggaran Negara setelah perhitungan anggarannegara sebagaimana
dimaksud dalam ayat (l) diperiksa oleh Badan PemeriksaKeuangan,
paling lambat12 (dua belas)bulan setelahtahun anggaran2003 berakhir,
untukmendapatkan persetujuanDewanPerwakilanRakyat

t12
Lampiran 8

Pasal18
Ketentuan-ketentuandalam Undang-undang PerbendaharaanIndonesia
(IndischeComptabiliteitswet,
StaatsbladTahun1925Nomor 448) sebagaimana
telah beberapakali diubah,terakhirdenganUndang-undang Nomor 9 Tahun
1968 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 53,
TambahanLembaranNegaraNomor 2860),yangbertentangan denganbentuk,
susunan,danisi Undang-undang ini dinyatakantidak berlaku.

Pasal19
ini mulai berlakupadatanggalI Januari2003.
Undang-undang
Agar setiap orang meFgetahuinya,
memerintahkanpengundanganundang-
undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik
Indonesia.

Disahkandi Jakarta
padatanggal24 Desember
2002
PRESIDENREPUBLIKINDONESIA,

trd

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Diundangkandi Jakarta
padatanggal24 Desember2002
SEKRETARISNEGARAREPUBLIKINDONESIA,

ttd

BAMBANGKESOWO

LEMBARAN NEGARAREPUBLIKINDONESIATAHI]N 2OO2


NOMOR 136

ll3
PENJELASAN
ATAS
U}IDANG-UNDAIIG REPUBLIK I]\IDONESIA
NOMOR 29 TAHUN2OO2

TENTANG

ANGGARAN PEIIDAPATAN DAN BELANJA NEGARA


TAHUN ANGGARAN 2(}O3

UMUM
AnggaranPendapatan dan BelanjaNegara(APBN) TahunAnggaran2003 disusunsebagai
pelaksanaanPasal 23 Undang-UndangDasar 1945. Sesuai yang digariskan dalam
KetetapanMajelis Permusyawaratan Rakyat Nomor IV/MPR/1999 tentangGaris-Garis
BesarHaluanNegara(GBHN) 1999-2004, APBN TahunAnggaran2003 berfungsipula
sebagaiimplementasiRencanaPembangunan Tahunan(Repeta)sektorpemerintah,yang
merupakan penjabaran Undang-undangNomor 25 Tahun 2000 tentang program
Pembangunan Nasional (Propenas).Selain itu, sebagaikelanjutandari kebijakan fiskal
tahun anggaran sebelumnya, penlusunan APBN Tahun Anggaran 2003 juga
mempertimbangkan kinerjaperekonomiantahun-tahunsebelumnya, dan prospekekonomi
Indonesia
tahun2003.
PelaksanaanAPBN, di samping berkaitanerat dengankinerja ekonomi nasional dan
kondisi sosialpolitik dalamnegeri,juga dipengaruhioleh perkembangan ekonomidunia.
Setelahmengalamiperbaikanyang cukup berarti dalam tahun 2000, kinerja ekonomi
Indonesia dalam tahun 2001 menunjukkan penurunan. Hal ini ditunjukkan oleh
melambatnyapertumbuhan ekonomi,meningkatnyainflasi,dan meningkatnyasuku bunga
sertifikat Bank Indonesia(sBI) 3 bulan. Laju pertumbuhanekonomiyang dalam tahun
2000 mencapai4,9 persen,melambatrnenjadi 3,3 persendalam tahun 2001. Inflasi
meningkatdari 9,4 persendalam tahun 2000, menjadi 12,6 persendalam tahun 2001.
Tingkat suku bungaSBI 3 bulandalamtahun2001 mencapaircta+atd16,4persen,lebih
tinggi dari yangdicapaidalamtahun2000yangmencapairata-rata12,3persen.
Memburuknyafaktor eksternalyang ditandai oleh melemahnyapertumbuhanekonomi
dunia dan menurunnyapertumbuhanvolume perdagangan dunia secarasignifikan,juga
telah memberikantekananterhadapkinerja ekspordan impor. Eksporbukanminyak dan
gasalam (nonmigas)yang tumbuhsebesar22,9 persendalamtahun 2000 yaitu mencapai
US$47,8 miliar, turun 8,6 persendalam tahun 2001 menjadi US$43,7 miliar. Imior
nonmigasyang tumbuh 35,5 persendalam tahun 2000 yaitu mencapaiUS$27,5miliar,
turun 7,3 persendalamtahun2001menjadiUS$25,5miliar.

114
Relatif stabilnya nilai tukar rupiah, cukup terkendalinyatingkat inflasi, serta semakin
menurunnyasuku bunga SBI 3 bulan dalam paruh pertamatahun 2002, memberikan
pengaruhpositif terhadapperkembangan berbagaibesaranAPBN 2002. Sementaraitu,
nilai eksporyang cenderungmenunjukkan penurtlnansejak semesterII tahun 2000,
sejak Januari tahun 2002 cenderungnenunjukkan peningkatan.Selain itu, Iangkah-
langkah strategisyang ditempuhdemi terjaganyaketahananfiskal, seperti pelaksanaan
kebijakan pengurangansubsidi dan penerapandisiplin dalam alokasi belanja negara,
rnemberikan pengaruhpositif terhadapupayapengendalian defisitdalambatasyangaman
Membaiknyakondisipolitik dankeamanansejakpertengahan tahLrn2001dan rnembaiknya
berbagaiindikatorekonomimakro sejakakhir tahun2001, diharapkandapatmemberikan
dampak positif terhadapkinerja perekonomiannasional dalam tahun 2002, sehingga
sasaranpertunrbuhanekonomi dalam tahun 2002 sebesar4 persendiharapkandapat
tercapai.
Membaikrryabeberapaindikatorekonomi,dan semakinkondusifnyasituasipolitik, sosial
dan keamanandi dalamnegeridalamtahun2002,diharapkandapatmemberikanpengaruh
positifterhadapperkembangan ekonomiIndonesiadalamtahun2003.Sementara itu di sisi
eksternal,pertumbuhanekononiidunia dan volume perdagangan dunia dalamtahun2003
diperkirakanakanlebih kuat dibandingkan dengantahun 2002. Peiekonomian tiga negara
tujuaneksporutamaIndonesia,yaitu AmerikaSerikat,Jepang,dan Uni Eropadiperkirakan
akan mengalamipertumbuhanyang lebih baik dalarntahun 2003, sehinggadiharapkan
dapatmemberikanlingkunganyangkondusifbagipeningkatan kinerjaekspordan investasi
Indonesia.Hal tersebutpadagilirannyaakandapatmemberikankontribusipositif terhadap
prospekekonomiIndonesia tahun2003,
Sesuaidenganarahkebijakandi bidangekonomidalan GBFIN 1999- 2004,kebijakan
fiskal dalamtahun 2003 diarahkanuntuk menyehatkan anggaranpendapatan dan belanja
negara, dengan mengurangidefisit anggaran melalui peningkatan disiplin anggaran;
pengurangansubsididan pinjamanluar negeri secarabertahap;peningkatanpenerimaan
pajak progresifyang adil dan jujur; sertapenghematan anggaranbelanjanegara.Sejalan
dengan arah kebijakan tersebut, kebijakan keuangan negara dalam tahun 2003
dititikberatkanpada:
l . Melanjutkanupayakonsolidasifiskal yangditujukanuntuk meringankanbebanutang
pemerintahsecaracepatdalamjangkamenengah;
z. MewujudkanketahananfiskalyangberkelanjutanUiscalsustainability);
kemampuankeuangan
3 . Mengupayakanpemberianstimulus fiskal dalam batas-batas
negara,gunamendukungprosespemulihanekonomi;
A
Memantapkan proses desentralisasi,dengan tetap mengupayakanpemerataan
kemarnpuankeuanganantardaerah, yang sesuaiasaskeadilandan sepadandengan
besarnyakewenanganyang diserahkanpemerintahpusat kepada daerah, dalam
kerangkaNegaraKesatuanRepublikIndonesia(NKRI).
Dalam rangka meningkatkanpendapatannegara, di bidang perpajakanantara lain
ditempuh kebijakan pemantapandan perbaikanadminishasi perpajakan,intensifikasi
perpajakan,ekstensifikasiperpajakanserta penyempumaankebijakan perpajakan(rar

115
policy reJbrm); penyiapan data base dan pengembangan jaringand,atasecaraon-line
denganinstansilain; sertakenaikantarif pajak penghasilan (PPh) atas keuntungandari
revaluasi aset dari 10 persen menjadi 20 persen. Selain itu, juga dilakukan
penyempurnaan peraturanuntuk mencegahpenghindaran pajak,akibat adanyaperbedaan
perlakuanPPh ataspendapatan dari modal (round tripping); pengenaan PPh atascapital
gtin dari pengalihanhak pertambangan minyak oleh perusahaanminyak (farm tn/farm
orl); pengenaanpajakpertambahan nilai barangdanjasa (PPN)atasjalan tol; pencabutan
pembebasan PPN atasbeberapajenis barangstrategis;peningkatanpersentase nilai jual
kenapajak G.UKP)pajakbumi dan bangunan(PBB); perubahanstrataindustrirokok yang
semulatiga stratamenjadi dua strata,yaitu industri kecil dan nonkecil,sertaperubahan
pengenaan tarifcukai dariad valoremmenjadisemispesifik.
Di bidang kepabeanan,akan ditempuh kebijakan reformasi di berbagaibidang yang
meliputi fasilitasi perdagangan;pemberantasanpenyelundupandan underinvoicing;
peningkatan integritas pegawai dan koordinasi antarpihak-pihakterkait; pengkajian
terhadapkemungkinandiberlakukannya sistempemeriksaanpra pengapalanatas barang
inpor Qreshipment inspection) secara selektif; serta penerapanr4anajemenresiko
transaksiimpor (MRTI) denganmenggunakan surveyorindependen.
Di bidang penerimaannegara bukan pajak (PNBP), akan ditempuh kebijakan yang
meliputi peninlauandan penyempurnaan peraturanPNBP; evaluasijenis dan tarif PNBP
yang berlaku;peningkatanpengawasan pemungutan,penyetoran,dan penggunaan PNBP;
serta penanggulangan penambangan tanpa ijin, penebanganhutan secaraIiar (illegal
Iogging) dan pencuriantkan (illegal fishing). Selain itu, untuk mendukungpemulihan
kembali (recovery)hutanyang rusak sertauntuk mewujudkanpengelolaanhutan secara
lestari,akanditempuhkebijakansa/ Ianding,yaitupengurangan kegiataneksploitasihutan
(annualallowablecur) secarabertahap.
Di bidang hibah akan diambil langkahJangkahagar hibah yang diterima oleh
departemen/lcmbaga pemerintahnondepartemen (LPND) dapatdilaporkan,sehinggaakan
memudahkan pengawasan penggunaannya.
Untuk mendukungpenerapankebijakan iiskal yang berkelanjutan,kebtjakan belanja
negaradalam tahun 2003 diarahkanpada upaya peningkatanefisiensi dan efektivitas
alokasi pengeluaran rutin, penajaman prioritas pengeluaran pembangunanguna
mendukungstilnulusfiskal, sertapenyempurnaan
alokasidanaperimbangandalamrangka
pemantapanprosesdesentralisasi.
Di bidangpengeluaranrutin, kebijakanbelanjanegaradalamtahun2003 diarahkanpada
upayarnemperbaikikesejahteraan aparaturpemerintahdananggotaTNI/Polri dalambatas-
bataskemampuankeuangannegara;mengurangibebanpembayaranbungautang dalam
negeri melalui upayamengurangijumlah pokok utang dalam negeri;menurunkanbeban
subsidirnelaluilangkah-langkah penyempurnaan sistemdan mekanismepenyesuaian harga
bahanbakarminyak (BBM) dalamnegeridantarifdasarlistrik (TDL) secarabertahap,dan
disesuaikandengan kemampuanmasyarakat;mengarahkanpemberiansubsidi secara
sangatselektif dan tepat sasaran;sefiamengalihkanalokasianggaransubsidike berbagai
Lampiran I

proglam-program sosial, pengentasankemiskinan, dan peningkatal kesejahteraan


masyarakat.
Mengacu kepadaamanatGBHN 1999 - 2004 yang dijabarkandalam Propenasdan
Repeta 2003, serta memperhatikan kondisi objektif, prioritas anggaran belanja
pembangunan dalam tahun anggaran 2003 akan dititikberatkan pada upaya mening-
katkan penanggulangan kemiskinan dan menjamin ketahananpangan; meningkatkan
kualitas sumber daya manusia; memantapkanstabilitas ekonomi dan keuangan;
memperoepatrestrukturisasiutang perusahaandan privatisasi perusahaannegara;
memperluaskesempatan kerja;sertameningkatkanpenegakan hukumdan sistemperadilan
yang transparan,adil dan konsisten.Selain itu, anggaranbelalja pembangunanjuga
diprioritaskanuntuk meningkatkanpembangunandaerahmelalui otonomi daerahdan
pemberdayaanmasyarakat;mempersiapkanPdmilu yang demokatis; memantapkan
persatuan,kesatuandan ketertiban umum; membangundan memeliharasaranadan
prasaranadasarpenunjangpembangunan ekoaomi;sertameningkatkanpenerapan pdnsip-
prinsippembangunan berkelanjutan.
Di bidangdanaperimbangan, kebijakanalokasianggaranbelanjatersebutdiarahkanpada
upaya penyempurnaan mekanismepenetapanalokasi dan penyalurandana bagi hasil,
terutamayangberasaldari sumberdayaalam(SDA); penyempumaan formuladanaalokasi
umum (DAU) dengantetap mengacu pada konsepkesenjanganfiskal, di manapenentuan
alokasi DAU suatu daerah didasarkan atas kebutuhan fiskal daerah (f;scal neefl dan
potensi fiskal daeralt(fiscal capactty);penetapanalokasi dana alokasi khusus @AK)
secaratransparandan sesuaidenganketentuanyang berlaku,disertai pemantauandan
evaluasi pelaksanaannya;serta penyempumzvmpelaksanaandesentralisasifiskal untuk
mempertahankankesinambunganfi skal Uiscalsustainability).
Di sampingdialokasikanmelalui danaperimbangan, anggaranbelanjauntuk daerahjuga
dialokasikanuntuk menarnpungdana otonomi khususdan penyeimbang.Alokasi dana
otonomi khususdan penyeimbangdalam tahun anggaran2003, selain diarahkanuntuk
menampungkebutuhandaerahsebagaiakibat dari pemberianotonomi khususpadadaerah
tertentu,juga diarahkanuntuk menampungkenaikan belanja pegawai daerah sejalan
dengan kebijakan yang dilakukan pemerintahpusat berupa kenaikan gaji pokok dan
tunjangantenagakependidikanbagi guru, serta penambahantenagaguru, dokter, dan
paramedis.
Lebih rendahnya perkiraan pendapatannegara dan hibah dibanding dengan perkiraan
kebut'.rhanbelanja negara"mengakibatkanterjadinya defisit anggarandalam APBN Tahun
Anggaran2003. Untuk itu, diperlukanpembiayaan,baik yang bsrasaldari dalam negeri
maupun luar negeri. Namun, sejalan dengan upaya menciptakankebijakan fiskal yang
sehat,dalam tahun 2003 rasio pembiayaaadefisit anggaranterhadapPDB direncanakan
lebih rendahdibanding denganrasio defisit anggaranterhadapPDB dalam tahun anggaran
2002.
Di sisi pembiayaan
dalamnegeri,dalamtahunanggaran2003,sebagiandari akumulasisisa
lebih pembiayaananggaran(SILPA) akandigunakanuntuk mengurangiposisi utang dalam

llt
negeri. Hal ini dimaksudkanuntuk mengurangib€ban dan resiko anggaranatas utang
dalamnegeripadatahun-tahunanggaranmendatang.Sementaraitu, kebijakanprivatisasi
BUMN ditempuh langkah-langkahyang meliputi pemilihan metoda dan penentuan
waktu privatisasiyangtepat,baik untuk kepentinganBUMN maupunkepentingannegara
secaralebih luas;sertamempertimbangkan kondisipasardankebijakanregulasisekloral.
Di bidang penjualan aset program restrukturisasiperbankan(asset recovery) akan
ditempuhlangkah-langkah kebijakansepertimengupayakan hasil penjualanyangoptimal,
termasuk langkah-langkahrestrukturisasiNPL (non performing /oan); memberikan
kesempatan yangsamadengancara-carayangterbuka,dalamrangkamemeliharaintegritas
proses penjualan;mempertahankan prinsip-prinsipkeadilan,transparan,dan akuntabel
dalam prosespenjualan;sertamempercepat pengembalian aset-asetBppN kepadasektor
swasta.
Di bidangpembiayaan yangbersumberdari suratutangnegaraditempuhlangkah-langkah,
antara lain mengurangistock utang akibat dari penerbitanobligasi untuk program
rekapitalisasiperbankan;membiayaikembali (refinancing)utang dalam negeri melalui
mekanismepasar denganmengembangkan instrumenobligasi jangka panjang maupun
jangka pendek yang sesuai dengan kemampuan dalam memenuhi kewajibannya;
mengurangi beban pembayaran pokok utang dalam negeri dengan melakuktu-r
restrukturisasisuratutangkepadaBank Indonesiadan pembebasan pembayaransebagian
DUnganya.
Di bidang pembiayaanluar negeri, dalam tahun 2003 pinjaman luar negeri masih
dibutuhkan, mengingatkemampuandalam negeri belum cukup memadai.pinjaman-
pinjamantersebutterutamabersumberdari kornitmenpinjamanlama yang masih efektif,
dan pinjaman baru antara lain berupa kredit ekspor. Sementaraitu, kesempatan
penjadwalankembali (rescheduling)pembayaranpinjaman luar negeri sebagaimana
disepakati dalam Paris Club III, harus dimanfaatkanuntuk terus menata kembali
perekonomiannasionaldan pengelolaankeuangannegaradengansebaik-baiknya,agar
tidak terusbergantungpadapenjadwalanutangyangpadaakhimyatidak rnengurangistocft
utang.
Dalam upaya memperlambatpertumbuhanstock \tang luar negeri, pembiayaanyang
bersumberdari pinjaman luar negeri harus disesuaikandengan kebutuhannyata dari
proyek-proyekyang akan dilaksanakan.Untuk itu, proyek-proyekyang dibiayai dengan
pinjamanluar negeri akan makin diseleksidan diatokasikanterutamauntuk penyediaan
prasarana yangdapatmendukunginvestasidan akselerasiekonomidalamjangka panjang.
Di sampingitu, perlambatanpertumbuhanutangluar negerijuga akandiupayakandengan
melakukan pertukaran utang dengan program-programpembangunan(debt swap).
Pertukaranutang denganprogram-programtersebutjuga diharapkandapat mendukung
terjadinyapembangunan ekonomiyangberkelanjutan.
Sejalan dengan upaya meningkatkanketertibandalam pengelolaananggarannegara.
pengawasan terhadappengelolaananggarannegaraterusditingkatkan,rnelaluipeningkatan
transparansidandisiplin anggaran.

118
Selanjutnya,dalam rangka menjagakesinambungan kegiatanpembangunan,sisa kredit
anggaranproyek-proyekyang masih diperlukanuntuk penyelesaian proyek dalamtahun
anggaran2003dipindahkanmenjadikredit anggarantahunanggaran2004.
Denganmemperhatikan hal-haltersebutdi atas,maka AnggaranPendapatan dan Belanja
NegaraTahunAnggaran2003disusunberdasarkan asumsisebagaiberikut:
a. bahwa keadaan ekonomi global dalam tahun 2003 diperkirakan mengalami
pertumbuhanlebih baik dibandingkan dengankeadaannya dalamtahun2002;
b, bahwaprosespemulihanekonomiIndonesiadalamtahun anggaran2003 diharapkan
didukungoleh situasipolitik, sosial,dan keamananyangsemakinkondusif, sehingga
diperkirakan dapat mengalami pertumbuhanyang lebih baik dibanding dengan
pertumbuhan ekonomidalamtahun2002;
c. bahwa harga minyak bumi di pasar internasionaldiperkirakan lebih rendah
dibandingkandenganyangdiasumsikandalamtahun2002;
d. bahwauntuk menciptakankebijakanfiskal yangsehatdan berkelanjutan (sustainable),
sekaligusmenjaga kemantapan dan kestabilanpendapatan negara, pengerahan dan
penggaliansumber-sumber penerimaan perpajakan,perlu terus ditingkatkan;
e. bahwauntuk memeliharastabilitasmoneter,perlu didukungoleh tersedianyabarang-
barangkebutuhanpokok sehari-hariyang cukup dan tersebarsecaramerata,serta
denganhargayangstabildanterjangkauoleh rakyatbanyak;
f. bahwadalarnrangkapemantapan kebijakandesentralisasi fiskal, perlu didukungoleh
adanya kepastian sistem pembiayaandaerah yang adil, proporsional, rasional,
partisipatif,danbertanggung
transparan, j awab(accountable)

II. PASAL DEMI PASAL

PasalI
Cukupjelas

Pasal2
Cukunielas

Pasal3
Ayat(1)
Cukupjelas

Ayat(2)
Cukupjelas

Ayat(3)
Cukupjelas

1i9
LamPiran 8

Ayat (4)
Mengingat perencanaanpenerimaan hibah belum dapat dipastikan..besaran
jumlitrn-ya, dalam ApBN Tahun Anggaran 2003 perencanaanhibah ditetapkan
sebesarRp 0,00(nihil).

Ayat (5)
Cukupjelas

Pasal4

Ayat(1)
Cukupjelas

Ayat(2)
Cukupjelas

Ayat (3)
Cukupjelas

Ayat (4)
PenerimaanperpajakansebesarRp254.140.200'000'000'00
terdiri atas:
(dalamrupiah)
a. Pajak dalam negeri 241.742.400.000.000,00
01i0 Pajakpenghasitan(PPh)nonmigas 106.149.
100.000.000,00
0lll PPhPasal 21 25.082.445.000.000,00
0l l2 PPhPasal22 nonimPor 1.926.800.000.000,00
01l3 PPhPasal22 imPor 6.287.600.000.000,00
0114PPhPasal23 15.844.990.000.000,00
0115PPhPasal25129orangPribadi 1.168.225.000.000,00
0116 PPhPasal25129 badan 38.502.646.000.000,00
0117PPhPasal 26 4.292.970.000.000,00
0118 PPhfinal danfiskal luar negeri 13.043.424.000.000,00
0120 PPhminYakbumi dan gasalam 14.775.700.000.000,00
012| PPhminYakbumi 4.744.400.000.000,00
0122 PPh gasalam 10,031.300,000.000,00
0130 Pajakpertambahannilai barangdanjasa
danpajakpenjualanatasbarangmewah
(PPNdanPPnBM) 80.789.900.000.000,00
0140 Pajakbumi danbangunan(PBB) 7.523.600.000.000,00

t20
Lampiran I

0150 Beaperolehanhak atastanahdanbangunan


(BPHTB) 2.401.700.000.000,00
0160 Pendapatan
cukai 27.945.600.000.000,00
pajaklainnya
0170 Pendapatan 2.156.800.000.000,00
b. Pajakperdaganganinternasional r2397.800.000.000.00
0210 Pendapatanbeamasuk r 1.960.300.000.000,00
0220 Pendapatanpajalc/pungutanekspor 437.500.000.000,00

Pasal5
Ayat(1)
Cukupjelas
Ayat(2)
Cukupjelas

Ayat(3)
Bagianpemerintahataslaba badanusahamilik negara(BUMN) secararata-rata
50 persendari keuntungan
dihitungberdasarkan bersihBUMN setelahdikenakan
pajak,termasuk
PT.Pertamina.

Ayat(4)
Cukupjelas

Ayat(s)

Penerimaannegarabukan pajak sebesarRp 82.015.327.000.000,00


terdiri atas :
(dalamrupiah)
a, Penerimaansumber daya alam 59.395.500.000.000,00
03l0 Pendapatanminyakbumi 39.910.500.000.000.00
031I Pendapatanminyakbumi 39.910.500.000.000,00
0320 Pendapatangasalam l 6.284.500.000.000,00
0321 Pendapatangasalam I 6.284.500.000.000,00
0330 Pendapatanpertambangan umum 1.482.600.000.000,00
0331 Pendapataniurantetap 45.700.000.000,00
0332 Pendapatanroyalti L436.900.000.000,00
0340 Pendapatankehutanan 1.267.900.000.000,00
0341 Pendaoatandanareboisasi 868.900.000.000,00

121
0342 Pendapatan
provisi sumberdayahutan 395.500.000.000,00
0343 Pendapatan
iuranhak pengusahaanhutan 3.500.000.000,00
0350 Pendapatan
perikanan 450.000.000.000,00
035I Pendapatan
perikanan 450.000.000.000,00
Bagian pemerintahatas laba BUMN 10.414.249.000.000,00
0410 BagianpemerintahataslabaBUMN 10.414.249.000.000,00
Penerimaannegarabukan pajak lainnya 12.205.578.000.000,00
0510 Peqjualanhasilproduksi,sitaan 913.466.422.000,00
051I Penjualanhasil pertanian,kehutanandan
perkebunan 1.391.734.000,00
0512 Penjualanhasilpetemakandanperikanan 8.386.74s.000,00
05l3 Penjualanhasiltambang 897.531.767.000,00
0514 Penjualanhasilsitaan/raurpasan danharta
peninggalan 3.010.000.000,00
0515 Penjualanobat-obatan danhasilfarmasilainnya 1g4.000.000,00
0516 Penjualaninformasi,penerbitan,film, danhasil
cetakanlainnya L672.400.000,00
0519Penjualan lainnya |.289.776.000,00
0520 Penjuafanaset 34.172.544.000,00
0521Penjualan rumah,gedung, bangunan, dantanah 110.500.000,00
0522 Penjualankendaraan bermotor 999.279.000,00
0523 Penjualansewabeli 32.202.444.000,00
0529 Penjualanasetlainnyayangberlebih./rusak/
dihapuskan 97L322.000,00
0530 Pendapatan sewa 1l.493.395.000,00
0531Sewarumahdinas,rumahnegeri 2.756.586.000,00
0532 Sewagedung,bangunan,gudang 6.827.251
.000,00
0533 Sewabenda-benda bergerak 428.000.000,00
0539 Sewabenda-benda tak bergeraklainnya L481.558.000,00
0540 Pendapatan jasa I 2.112.987.571.000,00
0541 Pendapatan rumahsakitdaninstansi
kesehatan lainnya 54.034.766.000,00
0542 Pendapatan tempathiburaMaman/museum 1.553.785.000,00
0543 Pendapatan suratketerangan,visa,/paspor
dan SIIWSTNK,TBPKB 370.178.000.000,00
0545 Pendapatan hakdan perijinan 603.120.040.000,00
0546 Pendapatan sensor/karantina/pengaw.rsar/
pemeriksaan r0.950.948.000,00
0547 Pendapatan jasatenaga,jasa pekerjaan,jasa
informasi,jasa pelatihandanjasateknologi 952.000.000.000,00
Lampiran I

0548Pendapatan jasaKantorUrusanAgama 65.000.000.000,00


0549Pendapatan jasabandar udara,kepelabuhanan,
dankenavigasian 56.150.032.000,00
0550PendapatanjasaII 425.852.888.000,00
0551Pendapatan jasalembaga keuangan (asagiro) 7.920.288.000,00
0552Pendapatan jasapenyelenggaraaa
telekomunikasi 165.354.920.000,00
0553Pendapatan iuranlelanguntukfakirmiskin 3.471.880.000,00
0555Pendapatan biayapenagihan pajak-pajak
negaradengansurat paksa 2.s0s.000.000,00
0556 Pendapatanuangpewarganegaraan 500.000.000,00
0557 Pendapatanbealelang 65.000.000.000,00
0558 Pendapatan biayapengurusan piutangnegara
dan lelangnegara 45.000.000.000,00
0559 Pendapatan jasa lainnya 136.100.800.000,00
0560 Pendapatan rutin dari luar negeri r73.392.34s.000,00
0561 Pendapatan dari pemberiansuratperjalanan
RepublikIndonesia 23.792.34s.000,00
0562 Pendapatan dari jasa pengurusan dokumen
konsuler 149.600.000.000,00
0610 Pendapatan kejaksaandanperadilan 20.033.000.000,00
061I Legalisasitandatangan 100.000.000,00
0612 Pengesahan suratdi bawahtangan 50.000.000,00
0613 Uang meja (leges)dan upahpadapanitera
badanpengadilan 1.068.000.000,00
0614 Hasil denda,/denda tilang dansebagainya 10.000.000.000,00
0615Ongkosperkara 8.030.000.000,00
0619 Penerimaan kejaksaandan peradilanlainnya 785.000.000,00
0710 Pendapatan pendidikan 1.505.187.344.000,00
0711 Uangpendidikan l.241.561.969.000.00
0712 Uangujian masuk,kenaikantingkat,dan
akhirpendidikan 4.427.575.000,00
0713Uangujianuntukmenjalankan
praktek 2.477.450.000,00
pendidikan
0719Pendapatan lainnya 256.720.350.000,00
Penerirnaanlain-lain 7.008.992.491.000,00
0810Pendapatan daripenerimaankembalibelanja
tahunanggaran berjalan L132.008.000,00
0811 Penerimaan kembalibelanjapegawai pusat L051.200.000,00
0814Penerimaan kembalibelanjarutinlainnya 27.500.000,00
0815Penerimaan kembalibelanjapembangunan
rupiahmuini 53.308.000,00

123
0820 Pendapatandari penerimaan kembalibelanja
tahunanggaranyanglalu 513.871.000,00
0821 Penerimaan kembalibelanjapegawaipusat 432.697.000,00
0824 Penerimaan kembalibelanjarutin lainnya 47,400.000,00
0825 Penerimaan kembalibelanjapembangunan
rupiahmurni 33.774.000,00
0840 Pendapatanpelunasan piutang 7.000.000.000.000,00
0841 Pendapatan pelunasanpiutang 7.000.000.000.000,00
0890 PendapatanlainJain 7.346.612.000,00
0891 Penerimaan kembalipersekoVuang muka gaji 755.000.000,00
0892 Penerimaan dendaketerlambatanpenyelesaian
pekerjaan 3.917.000.000,00
0893 Penerimaankembali/gantirugi ataskerugian
yangdideritaoleh negara l .807,546.000,00
0899 Pendapatan anggaranlainnya 867.066.000,00

Pasal6

Cukupjelas

Pasal7

Ayat (1)
Cukupjelas

AyaIQ)
Cukupjelas

Ayat (3)
Cukupjelas

Ayat (4)
Pengeluaranrutin sebesarRp 188.584.275.000,000,00
terdiri atas :

(dalamrupiah)
OI SEKTORINDUSTRI 32.712.199.000,00
0l.l Subsektor
Industri 32.712.199.000,00
SEKTORPERTANIAN,KEHUTANAN, KELAUTAN
DAN PERIKANAN 955.727.219.000,00
02.1 Subsektor
Pertanian 340.475.457.000.00
Lampiran 8

02.2 SubsektorKehutanan 581.097.013.000,00


02.3 SubsekiorKelautandanPerikanan 34.154.749.000,00
03 SEKTORPENGAIRAN 34.160.23s.000,00
03.1 SubsektorPengembangan
danPengelolaan
Pengairan 33.146.431.000,00
03.2 SubsektorPengembangan
danPengelolaan
Sumber-
sumberAir L013.804.000,00
04 SEKTORTENAGAKERJA r97.301.019.000,00
04.1 SubsektorTenagaKerja 197.301.019.000,00
05 SEKTORPERDAGANGAN,PENGEMBANGA}I
USAHA NASIONAL, KEUA}IGAN, DAN
KOPERASI 146.984.062.092.000,00
05.1 SubsektorPerdaganganDalamNegeri I 1.101.369.000,00
05.2 SubsektorPerdaganganLuar Negeri 84.635.053.000,00
05.4 SubsektorKeuangan 146.837.582.1
1L000,00
05.5 SubsektorKoperasidanUsahaMikro, Kecil
danMenengah 50.743.559.000,00
06 SEKTORTRANSPORTASI,METEOROLOGI
DAII GEOFISIKA 519.141,960.000,00
06.1 SubsektorPrasarana Jalan 22.061.886.000,00
06.2 SubsektorTransportasi Darat 35.233.43
8.000,00
06.3 SubsektorTransportasi Laut 267.986.301.000,00
06.4 SubsektorTransportasi Udara 100.787.202.000,00
u b . ) SubsektorMeteorologi,Geofisika,Pencarian
dan
Penyelamatan 93.073.133.000,00
07 SEKTORPERTAMBANGANDANENERGI 366.003.313.000,00
07.1 Subsektor
Pertambangan 349.950.846.000,00
07.2 Subsektor
Energi 16.052.467.000,00
08 SEKTORPARIWISATA,POS.TELEKOMT]MKASI
DAN INFORMATIKA 208.987.657.000,00
08.1 Subsektor
Pariwisata 74.941.964.000,00
08.2 Subsektor
Pos,Telekomunikasi
danInformatika 134.045.693.000,00
09 SEKTORPEMBANGI]NANDAERAH 90.415.007.000,00
09.1 Subsektor
OtonomiDaerah 57.298.582.000,00
09.2 Subsektor
Pengembangan
Wilayahdan
Pemberdayaan
Masyarakat 33.116.425.000,00

r25
LAmprran 6

10 SEKTOR SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN


HIDT]P, DATI TATA RUANG 569.878.995.000,00
10.1 SubsektorSumberDayaAlam danLingkungan
Hidup 15.197.860.000,00
10.2 SubsektorTataRuangdanPertanahan 554.681.135.000.00
11 SEKTORPENDIDIKA]\,KEBUDAYAAN
NASIONAL, PEMUDA DAN OLAHRAGA s.377.688.445.000,00
I 1.1 Subsektor
Pendidikan 4.713.619.139.000,00
11.2 SubsektorPendidikanLuar Sekolah s37.066.774.000,00
11.3 SubsektorKebudayaan Nasional 90.385.679.000,00
I 1.4 SubsektorPemudadanOlahRaea 36.616.853.000,00
12 SEKTORKEPENDIJDUKANDAN KELUARGA 805.883.887.000,00
12.1 Subsektor
Kependudukan
danKeluarga 805.883.887.000,00
13 SEKTORKESEJAHTERAANSOSIAL,KESEHATAN,
DAN PEMBERDAYAAN PEP.EMPUA}I 401.978.882.000,00
13.1 Subsektor
Kesejahteraan
Sosial 76.942.410.000,00
13.2 Subsektor
Kesehatan 32s-036.412.000,00
14 SEKTOR PERUMAIIAN DAN PERMUKIMAN 55.073.677.000,00
14.1 Subsektor
Perumahan 120.018.000,00
14.2 SubsektorPermukiman 54.953.659.000,00
15 SEKTORAGAMA 1,606.562.163.000,00
15.1 Subsektor
Pelayanan
Kehidupan
Beragama 313.342.300.000,00
15.2 Subsektor
Pembinaan
Pendidikan
Agama 1.293.219.863.000,00
16 SEKTORILMUPENGETAIIUANDAN
TEKNOLOGI 755.E24.673.000,00
16.1 SubsektorPelayanan danPemanfaatanIlmu
PengetahuandanTeknologi 3.042.128.000,00
16.2 SubsektorPenelitiandanPengembangan Ilmu
PengetahuandanTeknologi 522.947
.549.000,00
16.3 SubsektorKelembagaan Prasarana
dan Sarana
Ilmu PengetahuandanTeknologi 27.597
.910.000,00
16.4 SubsektorStatistik 202.237.086.000,00
I7 SEKTORHIJKUM 1.761.547.988.000,00
17.I SubsektorPembinaanHukumNasional 1.527.293.660.000,00
17.2 SubsektorPembinaanAoaraturHukum 234.254.328.000,00

126
Lampiran 8

18 SEKTORAPARATI]RNEGARADAII
PENGAWASAN 5.960,131.773.000,00
18.1 Subsektor Negara
Aparatur s.461.045.826.000,00
18.2 Subsektor Sistemdan
Pendayagunaan
Pensawasan
Pelaksanaan 499.085.947.000,00
19 SEKTORPOLITIK DALAM NEGERI, HUBI]IIGAN
LUAR NEGERI,INFORMASIDAN KOMT]NIKASI 3.139.789,928.000,00
PolitikDalamNegeri
19.1 Subsektor 93.757.907.000,00
Hubungan
19,2 Subsektor LuarNegeri 3.003.286.080.000,00
Informasi
19.3 Subsektor danKomunikasi 42.745.941.000,00
20 SEKTORPERTAHANAIIDANKEAMANAN 18.761.403.888.000,00
20.1 Subsektor
Pertahanan 12.021.944.315.000,00
Keamanan
20.2 Subsektor 6.739.459.573.000,00

Pengeluaran pembangunan Rp65.129.800.000.000'00


sebesar
terdiriatas:
(dalamrupiah)
Nilal Rqiah
Rupiab PhJaDfi ProJrck Jun ah

01 SUflORINDIFIRI 39L500.mmn0 6/5610rmm00 1.06&1109m00000


01.1 Slsddqlrd*i 392jm.0m.0m,m675,6109m.0m,m
l.06&l10900.m0!o

M SUfiORPffiTA]\IAN,KU{NANAN,
KEI-{UTANDANPMIKAMN 3.6386flm00qm 1.0yt2rl.2mooqm4A)86r.mo.@m
ALI S$sddcrPqhim 2463.mn00,000,ma7l329m.m,m 3.3m.132900.m,m
UL? alal
Sr.bEd(C.Kd 122650.ffi.m,00 715455m0m,00 1911955m.m0,m
mi $h*hKdaiar&tPeri@el 1.63,m0.m0,0m,m
183$28m0mJ0 r2365328m.m,m

m SNfiORPBIGAIMN 14olmfl0m0 2tt361gn@m 47616t&mom,m


03.1 SrhdcnPog{nbeop<hrPard0laDcEai'@1.440.m0.m0,@m 74l,8l2lmmJo zl8l.8lzrm.m,m
m2 SftdlaPelg{nboggldarPaErlolet
Sunbim.rnberAn 1,050,mm0,0fl1m 1J31.806200.0m,m
2581.8062m.000,m

IX SUflORTEMGAKM.IA 3'3sm0mmm ?AJ06.mflnm 347.7K9mmJ0


04.1 SisdfirTetEgaI(€lja 3235000m.m,m 2206.9m.@00 347t06Jmm,m

(F SFIfiOR PMDAGAI\GAN,PB{GB{.
BAI.IC{NUSAIIANASIOMI.I(EUANG
AN DAITKOPmAStr r,g/mmomfl fi97.m0mm00
05.1 SlsdcoPg&eEr8arhlsnNegci 98.000.m0.000,00 9&000.000.000,m
052 $lFdd(rMg?ogmhnN€ed 264,m0.m0,m,m 264.000.000.mq00
05.3 SlxdccrPoesnb@FusalBNcirEl l2j5m0m.m0,m 125500.000.@00

127
Lampiran 8

05.4 SdxdccrKeLargao rM.ff)0.0m.0c0,0i) rM.fin m0.000,00


05.5 $hddcrK(fq6r darUsatbMisq Keci!dan
MerEngatr 1,0055r.m0.uj0,m 1.0055m.000.0fli,m

06 SEflOR'II{4NSIIORTASI,MEIEORG
Lfi]I, DAN GEOTISIKA 5276.@2300ffin 17547E 8000m,m 9.051101.100.0fl),fi)
06.1 Srftdfirk;er.rsJalar 3.298.622j00.fin
m 1,295,0462m.000,00
4593.6685m.000,m
62 SdrsddtrTnuwc(l6ih 930250.trn.U[,00 958.9l6Jm.Cm,m L889.186300.m0,m
06.3 Sul6ddaTrar$c(hi l-al1 5r6fi10.0lm,m 790.484.200.0m,m
I 306.4A1.2m.000,00
06.4 S*cddcrTrdrqrndiudaa 465.000.0m.0.10,00710240.?m
ur,00 I t'75244;tcfcijfJ)
65 Sd:cdtr MdecrcloglCeoftle
Puxrian&nPegelaraizn 661$fl10.0m,m 207l /00.000,m & 52t.400.000,m

fi SEKMRPERTAMBANGANDAIIEN'RGII.{$5N.MO.{Xtr'm t.??ggflqx).finm 3.183/6rL9mfil0,m


07.1 Sfiddc.ItdarilB€ar l3lmo.om.m,m 13l 000.000.000,00
07.2 SrfudtcrErtgi r322500.m0.0m,m l1a.qto.qD0qm l052.160.900,000,m

M SBKTORPARIWISATAs POIiTELD
KOMUNTKASI DANII$ORT'ATIKA. 28'7sm.0m,m#l 150.69.0mm,m 437589.0m.00q00
08.1 $tEddc.I'eiwisala 231500,0m,0m,ml3.3s
l ,000
000,00 244851,000.000,m
082 Sdsd<trP<4Teldcanurilosi
&Dlfonrdrka 56.Ct0.000000,m 136.13
&m0.000,00 1%738.Un.000,m

D SF]KTORPEMBANGIJMNDAERAH l.fifl.r$,Unfinm 1.901s4s.m.fl)O,m


2978595,Un-ml,m
()9.l SuhddrrOdrrni LbE:atl r42t50.0m,000,m 40.137.9i10.Cm,m18288?.900,000,m
@2 SdsddrrPsg3ntcngsoWilBt3hd!(r
Pem@narMep-aka 934400.0m.m0,m 1.861.407,100.000,00
2795807100,m0,m

IO SU(ORSUMBERDAYAAL,\MDAN
I,INGKTNGANHIDUP,DANTATARUANG 38A1s).OM(m,O ln$flmffifi 5r0.64saxlfium
l0.l SL*ddx.SEriBDajaAlandarljnd$'SrHidp 262650.fiLct0,m 11937q400.m0,00
382029.400.0ffm
t0.2 SLdxdd.rTalaRErgdalPohahal 1255r.m0.000,m 3.115.8m.Ur,m128.6
t5.800.0m,m

SEKIUR PEMIDIIC\N, KFTIIDAYAAN


NASIONIJ PENIUDA DANOLAIIMGA U8l62').tm.m'm L241j$irm.{xtrm 1505&1{Rlfir.flD,m
l l.1 Sdr6dddl'crdiilar l19155m000,c{I,c02n33)1.000,000,00
14131r.804.m0.000,00
ll.2 $hddcr lbdifl(dt lur Sd@lah 628J00,t]to.m,m 6.111300,m0,m 634.6113m001,m
ll.3 Sd:rddrKerda)aelNdidtal 1012j0.000.ffn
m t2A4Lgn.Wn 3.692.800.UD,00
ll4 S\kddcrPorn]dadanolAR ga l71m.000.m0,m . t?t.m.t00,m0,m

12 SF-KIORKEPENDUDUI{ANDAN
KILUARGA 3?9rmm.m0,0o 7l&21m0m,m 4504721m0000
12.I Sdndd(r:
Kqrerxhrnrkm
danKelunga 450.872.1m.000,00
379.0500r.m1,00 71,822100.000,m

13 SEKIORKESEIAIIIERAANSOSIAII
KESEHA.TAN, DANPH\,|BMDAYAAN
PFRB{PUAI{ 1m.7$Imm0,m 402960fl m,m 65*t0460C0.0fi1J0
t3.l SrhddcKlsqdtna€ns6iBl 1.7t.4m.m0,0t0,m 1.Rz4m.000.000,00
132 Sdsdcql(esdrdar 3,910.m0.m0.000,m890296fir.m0.m 4800296.0m.000,m
133 $tnd<qPentodqarPesqrrr 61350.000.0m,m 61.350.000.fln
m

14 SEKK'RPERIJMAIIANDAN
PETMTIfl\'AN l.4443D.8mom,m 40.155(mfin00 ffi53.{641{X}.0m.m
l4.l Sftda(fPcunatm 540,115.m000,m296.0172m000.m$6.132.900.000.m
142 SftdaqPcma*inar 904.194.1mm,m 113.137800.m.01
1.017331.900.000.m
15 SUCORAGAMA 133-S0.0m.m,m 1335X).m0.mqm
I5.l SdroddarPelAallrlf'd'idFE[rBq4am ?5.445.000.0m,m ?5.445.000.m0,00
15.2 SrJ:edcaPernbinaanPadidf<atfuana 58.055.000.0(]0,m 58.055.00ff10,m

16 SEKTORITMT]PENGEIAIIUANDAN
TEKM)ITGI 963An0m{nqm 149$33nm$ Llrz$3snmfl
16.1 S'l6ddc.Pelalann
dalPesrmfier
ImuPorgdaluar darTeL:rnl%i
0$ek) r80550,000,000,m35.622ffiWn 216.
1714$.000,00
379.857.2m.fl4m
D4.050.000.0m,m85.807200,000,00
16.2 Sr.trsddcrPcrEliti4ndtnPorggnbcmgpnlpld<
163 SuhEddc KelsnbgaanRffiEB dn &rdu tld( mO.ml,m 208.m3.900.000,m
181300.000.0ffI0027.603
16.4 SuhdftrSHiEi< ]v5m.fitO.0m,00 3m.5m0m.0m,00

I? SE(T0RHUI€M 9375 0mm,m 82910r00@m 1.m0.460.2ln000,m


l'l.l SdtrddcrPonbiramh atnNrsiural 46200.0m.000,m 462m.0m.000,00
11.2 SLisddcrPcnbiiaalAp6fi[ hrtarn 891350.000.000,m82910200.0$,m 9742602m.om,m

r8 SEKTORAPARATT]RNEGAMDAN
PENGAWASAN 2ia-1963XI0m00 33590.0m.m,m 2"?t93r6J00.{m00
l8.l Ap6'd|[N€gFd
Sub6ddcr 2656J
23205%300.000,m335,920.000,000,00 16300.fl}}00
182 del
Sdr6ddcrPada)€gLuraalsic€fl
PeldsaramPurga\,rert (t.800.rn1.0m,m 62.800.0r.000,00

19 SU(MRPOI,ITIKDAI-AMNF4ERJ,
HIIBTJNGAN LUARNEGERI,INFOII,I\{ASI
DANKOMUNIKASI ?7&t21.6m-m,m n6769.rm.000,00
l9.l Sdsdd.rPolitik
I}lam Needi 35.flt0.000.000,m 35.000.000.000,00
frarNegftt
19,2 Sut6ddrHLix-r8itrt 4l3000m.010,m 41300.000.000,m
19.1 S\hddc.lrfcrnf6idnK{rnLnkai 201 25t.469.1m.0m,m
.21.600.0m,m 48.747,500.0m,m

M SFXTORPERTATIANANDAN
KEAI\{ANAN 4166,m.m.0m,m 2|IXrHr.4ru qm 7.r9r.sr,{00.000,00
n.l Sut6*LrPElallalar 2991,m0fi0,001,m2175.,165sDfi}),m 5 r66.,r655m000,00
n.2 $hd&rKe{na)m r.275.000.m0.000,m
749575,9C1.000,m 2@45?5.9m.0m,m

Pasal8

Ayat (1)
Cukupjelas

Ayal (2)
Cukupjelas

Ayat (3)
yang dimaksuddalam pasal ini ditetapkanpada
KeputusanPresidensebagaimana
bulanJanuari2003.
Setiap perubahan kegiatan untuk pengeluaranrutin dan perubahan proyek untuk
pengeluaranpembangunan disampaikankepadaDewanPerwakilanRakyat'

129
Pasal9

Cukupjelas
Pasall0

Cukupjelas
Pasalll

Cukupjelas
Pasal12
Ayat(1)
Cukupjelas
Ayat(2)
Cukupjelas
Ayat(3)
Pembiayaan dalamnegerisebesar
Rp22.450.052.S67.000,00
terdiri atas:
(dalamrupiah)
l. PerbankanDalam Negeri 8.500.000.000.000,00
Sisaanggaranlebih tahun-tahunanggarar
sebelumnya 8.s00.000.000.000,00
2. NonperbankanDalam Negeri 13.950.052.567.000,00
a. Privatisasi 8.000.000.000.000,00
b. Penjualanasetprogramrestrukturisasl
perbankan I 8.000.000.000.000,00
c. Suratutangnegala(neto) -12.049.9
47.433.000,00
- Penerbitan 7.700.000.000.000,00
Dikurangidengan:
- Pembayaranpokok
6.16s.500.000.000,00
- Pembeliankembali 13.s84.447.433.000,00

Dari hasilpenjualan
asetprogramresfukturisasi
perbankan, di sampingjumlah
penyetorandalambentukkas sebagaimana huruf (b), juga terdapattumUatun
setoran sebesarRp8.000.000.000.000,00 (delapantriliun rupiah) untuk
pembeliankembalisuratutangnegaradanatauprogampertukaranasetdengan
obligasi.
Pembiayaan Rp l1'986.200.000'000'00
luar negerinetosebesar
terdiri atas:
(dalamrupiah)
pinjaman
a. Penarikan luarnegeribruto 29.250.000'000'000'00
- Penarikan pinjaman program 10.350.000.000.000'00
- Penarikan pinjaman proyek 18.900.000'000.000'00
Dikurangidengan :
b. Pembayarancicilanpokokutangluarnegeri 17'263.800.000'000,00

- Jatuhtempo 44.279.100.000.000,00
Dikurangidengan:
- Penjadwalankembali 27015'300'000.000,00

Pasal13

Cukupjelas

Pasal14

Cukupjelas

Pasal15

Cukupjelas

Pasal16

Cukupjelas

Pasal17

Cukupjelas

Pasal18
Pasal-pasal.Izdrsche Comptabiliteitswety^ng dinyatakantidak berlaku adalah:
l. Pasal 2 Ayat (1) tentangsusunananggaranyang terdiri dari belanja pegawai,
belanjabarang,dan belanjamodal;

131
Lampiran I

Pasal 2 Ayat (3) tentang kewenanganGubemur Jenderalmenetapkanperincian


lebih lanjutpos;dan
J. Pasal 72 yang mengatur bahwa pengajuanPerhitunganAnggaran Negara (PAN)
kepada Dewan Perwakilan Rakyat paling lambat 15 (lima belas) bulan setelah
tahun anggaranyang borsangkutanberakhir.

Pasal19

Cukupjelas

TAMBAIIAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIANOMOR 4249