Sie sind auf Seite 1von 6

Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 11, No.

2 Juli 2016

RELAKSASI BENSON DAPAT MENURUNKAN NYERI PASKA TRANS-URETHRAL


RESECTION OF THE PROSTATE (TURP)

Sueb, Cecep Triwibowo

Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Medan


email: cecep_triwibowo@yahoo.com

ABSTRACT
Surgical intervention of transurethral resection of the prostate can cause pain and trauma.
The use of non-pharmacological and pharmacology therapy can be used to reduce pain
intensity in patients post-surgery. Benson Relaxation is a non-pharmacological therapy
involving patient confidence factor for achieving health and welfare conditions is higher. The
purpose of this study is to determine the effect of Benson relaxation to pain intensity in
patients with TURP intervention. The experiment study with randomized pretest-posttest
control group design was conducted. Total sampling technique obtained 14 patients TURP
divided into 2 groups. The control group was administered with analgesics and the treatment
accepted analgesics and Benson relaxation. Data were analyzed using paired t-test and
independent t-test. The results showed that administration of analgesics cannot reduce pain
intensity (p 0.156), while the combination of Benson relaxation and analgesics can reduce
pain intensity among TURP patients (p 0.002). Independent t-test confirmed that the
combination therapy of relaxation Benson and analgesics can reduce pain intensity in
patients TURP compared analgesic administer only (p 0.0170. The conclusion is the
combination of Benson relaxation and analgesics can reduce pain intensity among TURP
patients.
Keyword: Pain intensity, Benson relaxation, transurethral resection of the prostate

ABSTRAK
Tindakan pembedahan transurethral resection of the prostate (TURP) dapat menyebabkan
nyeri dan trauma. Penggunaan terapi non-farmakologis dan farmakologis dapat digunakan
untuk mengurangi intensitas nyeri pada pasien paska bedah. Relaksasi benson merupakan
terapi non-farmakologis yang melibatkan faktor kepercayaan pasien untuk mencapai kondisi
kesehatan dan kesejahteraan yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengetahui efek relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri pada pasien dengan TURP.
Teknik total sampling medapatkan 14 pasien dengan tindakan TURP yang dibagi menjadi 2
kelompok. Kelompok kontrol diberikan analgesik dan kelompok perlakuan diberikan
analgesik dan relaksasi benson. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent
t-test. Hasil penelitian menunjukkan pemberian analgesik tidak dapat mengurangi intensitas
nyeri pada pasien TURP dengan nilai p 0,156, sedangkan kombinasi terapi relaksasi Benson
dan analgesik dapat mengurangi intensitas nyeri pasien TURP dibandingkan dengan
pemberian analgesik saja (p 0,017). Kesimpulannya terapi kombinasi relaksasi Benson dan
pemberian analgesik dapat mengurangi intensitas nyeri pada pasien paska tindakan TURP.
Kata Kunci: intensitas nyeri, relaksasi Benson, transurethral resection of the prostate

17
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 11, No.2 Juli 2016

PENDAHULUAN relaksasi pasif dengan tidak


menggunakan tegangan otot sehingga
Benigna Prostat Hiperplasia (BPH)
sangat tepat untuk mengurangi nyeri
adalah pembesaran jinak kelenjar prostat,
paska operasi, karena tegangan otot
disebabkan oleh karena hiperplasi
akan meningkatkan rasa nyeri. Relaksasi
beberapa atau semua komponen prostat
Benson merupakan pengembangan
meliputi jaringan kelenjar atau jaringan
metode respon relaksasi dengan
fibromuskuler yang menyebabkan
melibatkan faktor keyakinan pasien, yang
penyumbatan uretra pars prostatika
dapat menciptakan suatu lingkungan
(Doenges, 2008). Prevalensi BPH
internal sehingga dapat membantu pasien
meningkat sesuai dengan bertambahnya
mencapai kondisi kesehatan dan
usia. 50 % dari pasien BPH berumur
kesejahteraan lebih tinggi (Benson &
antara 50-60 tahun, dan hanya 8% dari
Proctor, 2002).
pasien BPH yang berumur dibawah 30
tahun (Vuichoud C, 2015). Menurut Mahdavi et al. (2013),
relaksasi benson dapat mengurangi
Trans Urethral Resection of The
stress dan kecemasan pada pasien
Prostate (TURP) merupakan gold
hemodialisa. Selain itu, Solehati and
standard penatalaksanaan pada pasien
Rustina (2015) juga membuktikan bahwa
BPH. Prosedur pembedahan yang
relaksasi benson dapat mengurangi nyeri
dilakukan pada TURP untuk mengambil
pada pasien paska operasi cesar.
jaringan yang menyumbat uretra pars
prostatika. Tindakan ini akan berdampak Berdasarkan studi pendahuluan
pada nyeri yang muncul pada pasien. di Rumah Sakit Umum Daerah
Kerusakan dan inflamasi pada nervus Dr.Pirngadi Medan tahun 2009 dengan
akan memicu rasa nyeri. Rasa nyeri melakukan wawancara pada 5 pasien
pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor, paska operasi TURP diperoleh rata-rata
termasuk psikologi dari pasien (Reddi, intensitas nyeri berada pada level 7-9,
2016). Menurut Yin et al. (2015), 80% dan management nyeri yang diajarkan
pasien paska operasi mengalami nyeri oleh perawat hanya napas dalam, namun
dan menurut Kable et al. (2004), 41 % belum mampu mengurangi nyeri.
pasien paska operasi masih merasakan Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik
nyeri meskipun sudah pulang ke rumah untuk meneliti terkait pengaruh relaksasi
dan 20 % merupakan pasien yang benson terhadap penurunan nyeri pada
mengalami pembedahan TURP. pasien paska bedah TURP.
Menurut Yin et al. (2015), 60% METODE PENELITIAN
pasien yang mengalami nyeri pasien Penelitian ini merupakan penelitian
paska operasi tidak mendapatkan experiment dengan pendekatan
pengobatan secara maksimal. Menurut Randomized Pretest-Postest With Control
Good (1999), penatalaksanaan nyeri Group Design. Penelitian ini dilaksanakan
paska operasi yang tidak tepat dan akurat di ruang perawatan bedah RSUD Dr.
dapat menimbulkan resiko komplikasi, Pirngadi Kota Medan. Populasi dalam
memperlambat proses penyembuhan, penelitian ini yaitu pasien dengan
dan akan memicu respon stres. tindakan pembedahan TUR prostat
Relaksasi Benson merupakan berjumlah 14 orang. Teknik sampling
intervensi perilaku kognitif dengan teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu

18
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 11, No.2 Juli 2016

total sampling, yang dibagi menjadi dua HASIL DAN PEMBAHASAN


kelompok yaitu kelompok perlakuan Intensitas Nyeri Pasien dengan TURP
(pengobatan analgesik dan relaksasi pada Kelompok Pemberian Analgesik
benson) dan kelompok kontrol
(pengobatan analgesik), dengan jumlah Berdasarkan tabel 1 intensitas nyeri
sampel sebesar 7 pasien tiap kelompok. sebelum pemberian terapi analgesik pada
Teknik random dengan cara penomeran kelompok kontrol sebesar 5,14±2,5, dan
ganjil untuk kelompok kontrol dan intensitas setelah pemberian analgesik
penomeran genap untuk kelompok pada kelompok kontrol sebesar 4,00±1,0.
perlakuan. Adapun kriteria inklusi pada Nilai P menunjukkan 0,156 berarti tidak
penelitian ini yaitu a) Pasien dengan TUR ada perbedaan yang signifikan intensitas
prostat, b) Minimal dirawat 2 hari paska nyeri sebelum dan sesudah pemberian
bedah, c) Kesadaran compos mentis dan terapi analgesik pada pasien dengan
kooperatif, d) Usia diatas 40 tahun, e) TURP.
Pasien mendapatkan terapi analgesik, f) Hasil penelitian ini berbeda
Bersedia melakukan Relaksasi Benson. dengan penelitian sebelumnya, yang
Pengumpulan data dengan menyatakan bahwa penggunaan
menggunakan lembar skala pengukuran analgesik dapat menurunkan intensitas
nyeri dengan Numeric Rating Scale nyeri pada pasien paska operasi TURP
(NRS). Semua kelompok akan dilakukan (Kara et al., 2010). Analgesik yang
pengukuran nyeri dua jam paska operasi digunakan pada penelitian ini yaitu jenis
TURP, setelah efek anastesi berkurang. ketorolac dosis 30 mg/8 jam tidak mampu
Pada kelompok intervensi dilakukan menurunkan intensitas nyeri pada pasien
relaksasi benson dengan tahapan yaitu a) TURP. Hasil ini tidak sesuai dengan
ambil posisi senyaman mungkin, b) penelitian sebelumnya yang menyatakan
pejamkan mata, c) tenang dan bahwa ketorolac dosis 30 mg dapat
relaksasikan tubuh, dari kepala sampai menurunkan intensitas nyeri pada pasien
kaki, d) napas dalam dengan menghirup paska operasi (De Oliveira et al., 2012;
dari hidung dan membuangnya melalui Patrocínio et al., 2007; Perez-Urizar et al.,
mulut setiap menghembuskan napas, e) 2000). Menurut Gorji et al. (2014)
ucapkan ekspresi kata atas nama Tuhan intensitas nyeri sangat dipengaruhi oleh
atau kata-kata yang menenangkan beberapa faktor seperti usia, kecemasan,
seperti dzikir untuk yang beragama islam stress, persepsi individu terhadap nyeri.
secara berulang ulang, f) lakukan selama
15 menit, dan setelahnya bisa membuka
mata secara pelan-pelan. Relaksasi Tabel 1. Rerata Intensitas Nyeri Pasien
benson dilakukan 2 kali dalam sehari pada Kelompok Kontrol dan Kelompok
selama 4 hari. Setelah perlakuan selesai, Intervensi
dua kelompok dilakukan pengukuran Kelompok A B p
nyeri. Data yang diperoleh dalam bentuk
Kontrol 5,14 4,00 0,156
data numeric dan analisis data
(±2,5) (±1,0)
menggunakan paired T-test untuk
Intervensi 5,57 1,43 0,002
mengetahui perbedaan perlakuan pada (±2,07) (±0,53)
masing-masing kelompok dan
independen t test untuk mengetahui Ket: A: sebelum perlakuan
B: sesudah perlakuan
perbedaan dua kelompok.

19
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 11, No.2 Juli 2016

Efektivitas Kombinasi Analgesik dan pasien dengan TURP. Dari kedua tabel
Relaksasi Benson tersebut membuktikan bahwa relaksasi
benson berpengaruh terhadap penurunan
Intensitas nyeri sebelum pemberian terapi
intensitas nyeri pada pasien dengan
analgesik dan relaksasi benson pada
TURP.
kelompok perlakuan sebesar 5,14±2,5.
Intensitas nyeri terapi analgesik dan Hasil penelitian ini sesuai dengan
relaksasi benson setelah pada kelompok penelitian yang dilakukan oleh Solehati
kontrol sebesar 4,00±1,0. Nilai p sebesar and Rustina (2015) yang menyatakan
0.002 yang berarti ada perbedaan yang bahwa relaksasi benson berpengaruh
signifikan intensitas nyeri sebelum dan terhadap penurunan nyeri pada pasien
sesudah pemberian terapi analgesik dan dengan operasi cesar. Hasil serupa juga
relaksasi benson pada pasien dengan diperoleh dari penelitian Gorji et al. (2014)
TURP. dan Rambod et al. (2014) yang
menyatakan bahwa relaksasi benson
Tabel 2 menunjukkan bahwa
berpengaruh terhadap penurunan
penurunan intensitas nyeri pada
intensitas nyeri pada pasien
kelompok perlakuan (4,1±2.19) lebih
hemodialysis.
tinggi dibandingkan kelompok kontrol
(1,1±1.86), dengan p 0,017, hal ini berarti Relaksasi Benson dapat
terdapat perbedaan yang signifikan mengurangi stress, kecemasan, rasa
penurunan rasa nyeri antara kelompok tidak nyaman, menurunkan metabolisme,
kontrol (pemberian terapi analgesik) kontraksi jantung, tekanan darah, dan
dengan kelompok perlakuan (pemberian melepas hormone epineprin (Mahdavi et
terapi analgesik dan relaksasi benson). al., 2013), yang berpengaruh terhadap
Terdapat perbedaan yang signifikan penurunan intensitas nyeri. Nyeri paska
antara intensitas nyeri sebelum dan operasi biasanya diikuti dengan cemas,
sesudah pemberian terapi analgesik dan takut, dan depresi. Reaksi emosional ini
relaksasi benson pada pasien dengan akan meningkatkan respon simpatik yaitu
TURP (p 0,02). Hal ini berarti pemberian meningkatnya kadar katekolamin,
terapi analgesik dan relaksasi benson noradrenalin, dan norepinefrin yang akan
dapat mengurangi intensitas nyeri pada mempeparah intensitas nyeri (Day, 2000).
pasien TURP. Pada tabel 3 menekankan Teori Benson dan Proctor (2000) yang
terdapat perbedaan yang signifikan menyatakan bahwa relaksasi Benson
penurunan intensitas nyeri pemberian menghambat aktivitas saraf simpatik yang
terapi analgesik dengan pemberian mengakibatkan penurunan terhadap
analgesik dan relaksasi benson pada konsumsi oksigen oleh tubuh dan
selanjutnya otot-otot tubuh menjadi rileks
sehingga menimbulkan perasaan tenang
Tabel 2 Perbandingan Rerata Penurunan dan nyaman. Menurunnya aktivitas saraf
Intensitas Nyeri pada Kelompok Kontrol simpatik yang mengontrol rasa nyeri akan
dan Kelompok Perlakuan
berpengaruh terhadap penurunan
intensitas nyeri.
Kelompok Selisih p
Mean±SD Menurut Day (2000) relaksasi
Kontrol 1,1 (±1.86) 0,017 akan membuat pasien menjadi lebih
Perlakuan 4,1 (±2.19) focus, tenang, dan mampu mengontrol
diri, yang mana kemampuan ini

20
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 11, No.2 Juli 2016

dibutuhkan untuk manajemen nyeri. for surgical patients. ANZ Journal of


Menurut Rambod et al. (2014) Relaksasi Surgery, 74(3), 92-97.
Benson merupakan terapi non- Kara, C., Resorlu, B., Cicekbilek, I., &
farmakologi yang sederhana, mudah Unsal, A. (2010). Analgesic efficacy
untuk dipelajari dan tidak membutuhkan and safety of nonsteroidal anti-
biaya sehingga sangat mudah untuk inflammatory drugs after
diterapkan. transurethral resection of prostate.
International Brazilian Journal of
KESIMPULAN DAN SARAN
Urology, 36(1), 49-54.
Kombinasi terapi relaksasi Benson dan Mahdavi, A., Gorji, M. A. H., Gorji, A. M.
pemberian analgesik dapat menurunkan H., Yazdani, J., & Ardebil, M. D.
intensitas nyeri pada pasien paska (2013). Implementing benson's
operasi TURP secara bermakna relaxation training in hemodialysis
dibandingkan pada pasien paska operasi patients: Changes in perceived
TURP yang hanya diberikan analgesik. stress, anxiety, and depression.
Relaksasi Benson sangat mudah North American Journal of Medical
diaplikasikan, sehingga perawat bisa Sciences, 5(9), 536.
menggunakannya sebagai salah satu Patrocínio, L. G., de Oliveira Rangel, M.,
standar operasional prosedur manajemen Miziara, G. S. M., Rodrigues, A. M.,
nyeri di ruang perawatan bedah. Patrocínio, J. A., & Patrocinio, T. G.
Penelitian ini masih memiliki beberapa (2007). A comparative study between
hambatan seperti jumlah sampel yang Ketorolac and Ketoprofen in
terlalu sedikit, sehingga penelitian postoperative pain after uvulop
lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih alatopharyngoplasty. Brazilian
besar besar sangat dimungkinkan. Journal of Otorhinolaryngology,
KEPUSTAKAAN 73(3), 339-342..
Pérez-Urizar, J., Granados-Soto, V.,
Day, W. (2000). Relaxation: a nursing Castañeda-Hernández, G., Hong, E.,
therapy to help relieve cardiac chest González, C., Martı́nez, J. L., &
pain. The Australian of Advanced Flores-Murrieta, F. J. (2000).
Nursing,18(1), 40-44. Analgesic efficacy and bioavailability
De Oliveira Jr, G. S., Agarwal, D., & of ketorolac in postoperative pain: a
Benzon, H. T. (2012). Perioperative probability analysis. Archives of
single dose ketorolac to prevent Medical Research, 31(2), 191-196.
postoperative pain: a meta-analysis Rambod, M., Sharif, F., Pourali-
of randomized trials. Anesthesia & Mohammadi, N., Pasyar, N., & Rafii,
Analgesia, 114(2), 424-433. F. (2014). Evaluation of the effect of
Gorji, M. H., Davanloo, A. A., & Benson's relaxation technique on
Heidarigorji, A. M. (2014). The pain and quality of life of
efficacy of relaxation training on haemodialysis patients: A
stress, anxiety, and pain perception randomized controlled trial.
in hemodialysis patients. Indian International journal of nursing
journal of nephrology, 24(6), 356. studies, 51(7), 964-973.
Kable, A., Gibberd, R., & Spigelman, A. Reddi, D. (2016). Preventing chronic
(2004). Complications after discharge postoperative pain. Anaesthesia,
71(S1), 64-71.

21
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 11, No.2 Juli 2016

Solehati, T., & Rustina, Y. (2015). Yin, H. H., Tse, M. M., & Wong, F. K.
Benson Relaxation Technique in (2015). Systematic review of the
Reducing Pain Intensity in Women predisposing, enabling, and
After Cesarean Section. reinforcing factors which influence
Anesthesiology and Pain Medicine, nursing administration of opioids in
5(3). the postoperative period. Japan
Vuichoud, C., & Loughlin, K. R. (2015). Journal of Nursing Science, 12(4),
Benign prostatic hyperplasia: 259-275.
epidemiology, economics and
evaluation. Canadian Journal of
Urology, 22(5 Suppl 1), 1-6.

22