You are on page 1of 3

Nama : Shania Nurul Husna

Nim : 14160189M
Analisis Berdasarkan PSAK

TP-5
(a) Laba ditahan
Berdasarkan PSAK-
(b) Penjualan
Berdasarkan PSAK-23 menyatakan, penjualan barang meliputi barang yang diproduksi
perusahaan untuk dijual dan barang yang dibeli untuk dijual kembali seperti barang yang
dibe1i pengecer atau tanah atau properti lain yang dibeli untuk dijual kembali. Penjualan
jasa biasanya menyangkut pelaksanaan tugas yang secara kontraktual telah disepakati
untuk dilaksanakan selama satu periode yang disepakati oleh perusahaan, jasa tersebut
dapat diserahkan selama satu periode atau lebih selama lebih dari satu periode.
Sehingga penjualan masuk ke dalam kategori unsur laporan keuangan-NERACA
(c) Tambahan modal disetor
Berdasarkan PSAK-21 pargraf 12 Akun Tambahan Modal Disetor terdiri dari berbagai
macam unsur penambah modal,seperti; agio saham, tambahan modal dari perolehan
kembali saham dengan harga yang lebihrendah dari pada jumlah yang diterima pada saat
pengeluaran, tambahan modal dari penjualan saham yang diperoleh kembali dengan harga
di atas jumlah yang dibayarkan padasaat perolehannya, tambahan modal dari perbedaan
kurs modal disetor dan lain sebagainya.Akun Tambahan Modal Disetor tidak boleh didebit
atau dikredit dengan pos laba/rugi usahamaupun laba/rugi luar biasa.
Sehingga Tambahan modal disetor masuk ke dalam kategori unsur laporan
keuangan LABA RUGI
(d) Persediaan
Berdasarkan PSAK-14 mengatur bahwa persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau
nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah (paragraf 8). Dengan demikian, dalam
menentukan persediaan, baik biaya maupun nilai realisasi neto harus ditentukan terlebih
dahulu. Setelah dibuat perbandingan, nilai terendah dari keduanya digunakan sebagai nilai
persediaan. Persediaan perusahaan dagang terdiri atas barang yang diperoleh untuk dijual
kembali, sedangkan dalam perusahaan manufaktur, persediaannya terdiri dari barang jadi,
pekerjaan dalam proses, bahan baku dan perlengkapan pabrik. Persediaan merupakan aset
lancar. Aset tidak lancar tidak diperlakukan sebagai bagian dari persediaan.
Sehingga Persediaan masuk ke dalam kategori unsur laporan keuangan
(e) Penyusutan
Berdasarkan PSAK-17 penyusutan adalah alokasi umlah suatu aktiva yangdapat
disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Besarnya penyusutan
untuk p e r i o d e a k u n t a n s i d i b e b a n k a n k e p e n d a p a t a n b a i k s e c a r a
l a n g s u n g m a u p u n t i d a k langsung. Masa manfaatnya diukur dengan periode suatu
aktiva yang diharapkan digunakanoleh perusahaan atau jumlah produksi atau unit
serupa yang diharapkan diperoleh dariaktiva oleh perusahaan.Sedangkan jumlah
yang dapat disusutkan adalah biaya perolehan suatu aktiva, atau jumlah lain yang
disubtitusikan untuk biaya dalam laporan keuangan, dikurangi nilaisisanya.
Sehingga Penyusutan masuk ke dalam kategori unsur laporan keuangan
(f) Kerugian dari penjualan peralatan
Berdasarkan PSAK-13
(g) Utang bunga
Berdasarkan PSAP-9 Utang bunga atas utang pemerintah harus dicatat sebesar biaya bunga
yang telah terjadi dan belum dibayar. Bunga dimaksud dapat berasal dari utang pemerintah
baik dari dalam maupun luar negeri. Utang bunga atas utang pemerintah yang belum
dibayar harus diakui pada setiap akhir periode pelaporan sebagai bagian dari kewajiban
yang berkaitan. Pengukuran dan penyajian utang bunga di atas juga berlaku untuk sekuritas
pemerintah yang diterbitkan pemerintah pusat dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN)
dan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah (provinsi, kota, dan kabupaten) dalam bentuk
dan substansi yang sama dengan SUN.
Sehingga Utang bunga masuk ke dalam kategori unsur laporan keuangan
(h) Dividen
Berdasarkan PSAK-23 dividen yaitu distribusi laba kepada pemegang investasi ekuitas
sesuai dengan proporsi kepemilikan mereka atas kelompok modal tertentu, dividen yang
timbul dari investasi yang dicatat sesuai metode ekuitas, dividen diakui jika hak pemegang
saham untuk menerima pembayaran ditetapkan.
Sehingga Dividen masuk ke dalam kategori unsur laporan keuangan
(i) Keuntungan dari penjualan investasi
Berdasarkan PSAK-13 Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar
atas properti investasi diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan(penjualan) properti investasi
ditentukan dari selisih antara hasil neto dari pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui
dalam laba rugi (kecuali jika PSAK 30 (revisi 2011): Sewa mensyaratkan lain dalam hal
jual dan sewa-balik) dalam periode terjadinya penghentian atau pelepasan(penjualan)
tersebut.
Sehingga Keuntungan dari penjualan investasi masuk ke dalam kategori unsur
laporan keuangan
(j) Penerbitan saham biasa
Berdasarkan PSAK-56 Pada umumnya saham dimasukkan dalam penghitungan jumlah
rata-rata tertimbang saham sejak tanggal dapat ditagihnya (yang pada umumnya adalah
tanggal penerbitan saham), misalnya: (a) saham biasa yang ditempatkan melalui penjualan
dengan kas diperhitungkan sejak kas sudah bisa diterima; (b) saham biasa yang
ditempatkan atas reinvestasi sukarela dari dividen saham biasa atau saham preferen
diperhitungkan ketika dividen direinvestasikan; (c) saham biasa yang ditempatkan sebagai
hasil dari konversi instrumen utang menjadi saham biasa diperhitungkan sejak tanggal
utang tidak lagi berbunga; (d) saham biasa yang ditempatkan sebagai pengganti bunga
atau pokok dari instrumen keuangan lain diperhitungkan sejak tanggal utang tidak lagi
berbunga; (e) saham biasa yang ditempatkan dalam rangka penyelesaian liabilitas dari
entitas diperhitungkan sejak tanggal penyelesaian tersebut; (f) saham biasa yang
ditempatkan sebagai imbalan atas perolehan aset bukan kas diperhitungkan pada saat
tanggal perolehan tersebut diakui; dan (g) saham biasa yang ditempatkan sebagai
pembayaran atas jasa kepada entitas diperhitungkan sejak jasa diterima entitas.
Waktu diperhitungkannya saham biasa ditentukan oleh syarat dan ketentuan melekat saat
penerbitan saham. Perlu dipertimbangkan secara matang substansi setiap kontrak yang
berkaitan dengan penerbitan.
Sehingga Penerbitan saham biasa masuk ke dalam kategori unsur laporan keuangan
TP-6

TP-7
(a) Norfolk Southern Corporation menggunakan prinsip dasar akuntansi PRINSIP
PENGAKUAN PENDAPATAN, karena melaporkan pendapatan dalam laporan
keuangannya ketika pendapatan itu dihasilkan.
(b) Yahoo, Inc. menggunakan prinsip dasar akuntansi PRINSIP KONSISTENSI, Karena
selama 2 periode berturut-turut Yahoo, Inc. mengakui beban penyusutan mesin.
(c) Oracle Corporation menggunakan pronsip dasar akuntansi PRINSIP PENGUNGKAPAN
PENUH, Karena menggunakan menyajikan informasi yang lengkap termasuk tentang
tuntutan hokum didalam laporan keuangan.
(d) Eastman Kodak Company menggunakan prinsip dasar akuntansi PRINSIP BIAYA
HISTORIS, Karena menggunakan biaya perolehan untuk melaporkan tanah pada
neracanya menurut biaya perolehan, walaupun estimasi harga pasarnya jauh lebih tinggi.
TP-8
(a) Zip’s Farms, Inc mempunyai kendala informasi akuntansi dalam hal PRAKTEK
PRODUKSI, Karena melaporkan tanaman-tanaman pertanian dalam neracanya menurut
nilai pasar, dalam kendala praktek industry tanaman pertanian umumnya dilaporkan pada
nilai pasar Karena sulit untuk menentukan angka-angka baya yang akurat atas tanaman
individual tersebut.
(b) Crimson Tide Company mempunyai kendala informasi akuntansi dalam hal
MATERIALITAS, Karena mereka beranggapan pengabaian suatu item dalam hal akrual
tidak perlu diungkapkan.
(c) Wildcat Company mempunyai kendala mempunyai kendala informasi akuntansi dalam hal
HUBUNGAN BIAYA-MANFAAT, Karena tidak mengungkapkan informasi apapun
dalam laporan keuangan Karena mengganggap informasi harus ditimbang terhadap
manfaaat yang bias didapatkan dari pamakaian tersebut.
(d) Sun Devil Corporation