You are on page 1of 9

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)

Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)


http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

ANALISIS RESPONSIVENESS PELAYANAN KESEHATAN DI


INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT NASIONAL DIPONEGORO
SEMARANG

Dian Febrina Hutauruk1, Septo Pawelas Arso2, Putri Asmita Wigati3


Bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Diponegoro
Email: dian.febrinah@gmail.com

One of the goals of health systems according to WHO is to increase the


responsiveness of the health system, which responsiveness is fulfillment of non-
medical aspects related to how people are treated and how the environmental
conditions in which the person being treated. Low utilization rates of health care
in inpatient, and based on a questionnaire completed by the patient hospitalized
complaints were still found on some aspects responsiveness be the background
for the assessment of the responsiveness of health care in Inpatient RSND. This
study aimed to describe the eight domains of responsiveness as well as
determine the level of responsiveness of health care in inpatient care unit RSND.
This study design was a cross sectional study with a quantitative approach and
supported by qualitative approach. The results of the research found
Responsiveness level of health care in Inpatient RSND was 81.1%. Percentage
value of responsiveness from the eight domains is greatest consecutive patient
convenience of 99,4%, confidentiality 98.3%, 90% visited the conveniences, the
choice of service provider 86.7%, 88.3% hospitality officer, patient involvement
88.3%, prompt to attention 83.3%, and the clarity of information 65%. The
conclusion of this study is the responsiveness of health care in inpatient care
RSND Installation is good, and has met the target set by the Ministry of Health.
However, there are still some respondents who are less responsive because
there are still health workers are less friendly, patient feels health information
obtained is less clear than health workers, patients can not get access to health
services (lab) easily, his old time use patients to get a visit from the doctor, the
patient has not been able to choose their own health officers, and not the
presence of reading materials in the treatment room.

PENDAHULUAN dalam kerangka mewujudkan


Undang-Undang No 36 Tahun kesejahteraan rakyat sebagaimana
2009 tentang kesehatan dimaksud dalam Undang-Undang
menyebutkan bahwa setiap orang Dasar 1945.
berhak atas kesehatan.1 Sistem Menurut World Health
Kesehatan Nasional adalah bentuk Organization (WHO), sistem
dan cara penyelenggaraan kesehatan mempunyai empat fungsi
pembangunan kesehatan yang pokok yaitu: stewardship regulator
memadukan berbagai upaya bangsa yaitu memberikan arahan leadership
Indonesia dalam suatu derap untuk promosi dan mengembangkan
langkah guna menjamin tercapainya strategi visi, melakukan pemantauan
tujuan pembangunan kesehatan dan evaluasi terhadap kinerja sistem
50
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

kesehatan secara keseluruhan, Rumah Sakit Nasional


pembiayaan kesehatan dimana Diponegoro merupakan salah satu
jumlah dana yang dikeluarkan untuk rumah sakit pendidikan milik
menyelenggarakan dan Kementerian Riset, Teknologi, dan
memanfaatkan pelayanan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)
kesehatan, creating and sustaining dibawah naungan Universitas
resources yang berarti membangun Diponegoro.Rumah Sakit Nasional
kapasitas baik fisik dan non fisik ini resmi berdiri pada tahun 2014
penyelenggaraan dan pemanfaatan berdasarkan SK Rektor Univesitas
penelitian kesehatan, delivering Diponegoro No
service yang berarti meningkatkan 2303/SK/UN7/KP/2014 Rumah Sakit
pemerataan dan satatus kesehatan Nasional Diponegoro memiliki empat
individu dan masyarakat serta pelayanan yaitu pelayanan rawat
pengembangan program dan jalan, instalasi rawat inap, instalasi
kebijakan kesehatan dari empat penunjang medis, instalasi gawat
fungsi sistem kesehatan tersebut darurat.6
mempunyai tiga tujuan yaitu Berdasarkan tabel BOR, LOS,
meningkatkan derajat kesehatan TOI, dan BTO rawat inap RSND
yang ditunjukkan oleh parameter bulan Januari-April 2016 didapati
umur harapan hidup berkualitas, bahwa pemanfaatan pelayanan
keadilan kontribusi pembiayaan rawat inap di RSND belum dapat
kesehatan, dan tingkat ketanggapan dikatakan efektif, karena belum
(responsiveness).2 memenuhi standar yang ditetapkan
Responsiveness merupakan oleh Depkes (2005).Hal ini juga
bagian penting dalam sistem sesuai dengan penelitian yang
pelayanan kesehatan karena sangat dilakukan oleh Fathiah Azzahra
berhubungan dengan derajat tahun 2015 mengenai Faktor-Faktor
kesejahteraan pasien dan untuk yang mempengaruhi minat
mengevaluasi sistem pelayanan masyarakat dalam penggunaan
kesehatan dengan memperbaiki dan layanan Kesehatan di Rumah Sakit
memelihara kesehatan masyarakat. Nasional Diponegoro menyebutkan
Responsiveness merupakan satu bahwa 55% dari jumlah sample
Berdasarkan literatur yang sudah penelitian mengaku tidak tertarik
ada mengenai kepuasan pasien dan dalam menggunakan pelayanan
kualitas pelayanan, menjadi kesehatan di Rumah sakit
pedoman WHO mengidentifikasi Diponegoro dan hal ini dipengaruhi
delapan aspek mengenai oleh persepsi masyarakat mengenai
responsiveness.Aspek tersebut yaitu akses ke RSND, persepsi
keramahan petugas, kerahasiaan masyarakat mengenai pemasaran
pasien, keterlibatan pasien, waktu RSND, dan persepsi masyarakat
tunggu, mudah dikunjungi, mengenai pelayanan kesehatan
kenyamanan, pilihan terhadap yang diberikan oleh provider di
pemberi pelayanan, kejelasan RSND.7
informasi. Jadi responsiveness suatu Selain itu, penerapan
sistem kesehatan akan lebih responsiveness pelayanan
mengakui harapan penduduk kesehatan yang masih kurang yang
mengenai bagaimana mereka diberikan penyedia pelayanan
diperlakukan, menjadi bagian yang (provider), masih merupakan
penting dari pelaksanaan sistem masalah yang dijumpai oleh para
kesehatan itu sendiri.4 pengguna pelayanan kesehatan
51
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

terutama di Rumah Sakit Nasional satu bagian dari Sistem Kesehatan,


Diponegoro. Berdasarkan angket yang diantaranya terdapat aspek
yang disebarkan oleh rumah sakit responsiveness. Sehingga perlu
kepada pasien rawat inap pada saat dilakukan penelitian akan hal ini agar
dilakukan studi pendahuluan yaitu rumah sakit dapat mengetahui
pada bulan januari-mei, masih bagaimana perkembangan
dijumpaipermasalahanketidakpuasa pelayanan kesehatan yang selama
n pasien yakni pada waktu tunggu ini diterapkan. Sehingga petugas
pasien lama saat proses sebagai pemberi pelayanan
administrasi berlangsung, petugas kesehatan dapat mengetahui
administrasi dan security yang perkembangan pelayanan mereka,
belum ramah dalam melayani, mengevaluasi, serta memperbaiki
perawat masih belum ramah dalam kinerja pelayanan mereka, dan
merawat pasien, masih ada dokter pasien sebagai konsumen
yang tidak ramah dalam menangani mendapatkan pelayanan kesehatan
pasien dan masih ada dokter yang yang lebih responsif dari rumah sakit
jarang melakukan visite kepada provider. Dan pada akhirnya Rumah
pasien atau kedisiplinan petugas Sakit Nasional Diponegoro bisa ikut
pelayanan, fasilitias seperti toilet meningkatkan derajat kesehatan
masih kotor, lahan parkir yang masih masyarakat, memberikan pelayanan
belum efektif, dan lain-lain.8 yang responsif dan berdaya saing
serta menjadi pelayanan kesehatan
Dari data diatas dapat diketahui yang lebih efektif.
bahwa beberapa unsur dari
responsiveness pelayanan belum
dapat dipenuhi oleh Instalasi Rawat METODE PENELITIAN
Inap Rumah Sakit Nasional Penelitian ini menggunakan
Diponegoro. Walaupun status jenis penelitian cross
Rumah Sakit ini sebagai rumah sakit sectionaldengan pendekatan
pendidikan tipe C yang baru saja kuantitatif deskriptif dan didukung
berdiri, rumah sakit ini juga harus pendekatan kualitatif.Populasi
mampu meningkatkan mutu subjek dalam penelitian ini adalah
pelayanannya baik secara medis rata-rata pasien rawat inap bulan
dan non-medis, sehingga RSND januari-april 2016 sejumlah 145
mampu bersaing dengan rumah pasien.Cara pengambilan sampel
sakit milik pemerintah, rumah sakit menggunakan cararandom
swasta ataupun klinik swasta dan sampling. Jumlah sampel pasien
Rumah Sakit Nasional Diponegoro Kelas I sebanyak 10 orang, kelas II
mampu meningkatkan jumlah sebanyak 20 orang, dan kelas III
kunjungan pasien dan menjadi unit sebanyak 30 orang, yang minimal
pelayanan kesehatan yang efektif, sudah dirawat selama dua hari.
yang berorientasi kepada kebutuhan Untuk sample penelitian kualitatif,
setiap pelanggannya dan lebih informan utama adalah pasien rawat
responsif. inap minimal 1 dari setiap kelas yang
Selama ini belum ada penelitian menjawab pertanyaan kuantitatif
yang menunjukkan apakah Rumah tidak puas, dan informan triangulasi
Sakit Nasional Diponegoro telah adalah Kepala Instalasi Rawat Inap.
memberikan pelayanan Kesehatan Data primer dalam penelitian ini
yang responsif sebagai salah satu diperoleh dari hasil wawancara
Layanan Publik dan sebagai salah pasien dengan menggunakan
52
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

kuesioner.Data sekunder berasal terendah adalah usia 80-89 yaitu


dari data yang diperoleh dari rumah sebesar 5%. Dan persentase jenis
sakit dan jurnal-jurnal penelitian kelamin responden sama rata, yaitu
sebelumnya.Analisis univariat 50% responden dengan jenis
dilakukan untuk memperoleh kelamin laki-laki dan 50% responden
gambaran dari masing-masing dengan jenis kelamin perempuan.
variabel, disajikan dalam bentuk Persentase responden berdasarkan
deskriptif dalam bentuk tabel status pembiayaannya terbesar
frekuensi dan persentase. Analisis adalah BPJS Kesehatan yaitu
data kualitatif dalam penelitian ini sebesar 41,7%, responden dengan
adalah menggunakan metode status pembiayaan umum sebesar
analisis data deskriptif, karena 36,7% dan responden dengan status
bertujuan untuk mendeskripsikan pembiayaan oleh asuransi
pelaksanaan responsiveness di kesehatan lainnya sebesar 21,6%.
instalasi rawat inap RSND.
Penyajian data dalam bentuk uraian Tabel 4.2 Distribusi Responden
singkat, dan menggunakan teks penelitian Kualitatif Berdasarkan
yang bersifat naratif. Kelompok Umur, Jenis Kelamin,
Kelas Perawatan, Pekerjaan, dan
HASIL DAN PEMBAHASAN Status Pembiayaan.

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Kelompok


Jumlah %
Umur
Responden berdasarkan Kelompok
Umur, Jenis Kelamin, dan Status 0-19 3 18,75
pembiayaan. 20-39 5 31,25
40-59 5 31,25
Kelompok 60-79 3 18,75
Jumlah %
Umur Jenis
Kelamin
0-19 13 21
Laki-laki 4 25
20-39 20 33
Perempuan 12 75
40-59 13 21
Status
60-79 12 20
Pembiayaan
80-89 3 5
Umum 6 37,5
Jenis
BPJS 9 56,25
Kelamin
Kesehatan 1 6,25
Laki-laki 30 50
Asuransi
Perempuan 30 50
lainnya
Status
Kelas
Pembiayaan
Perawatan
Umum 22 36,7
Kelas I 5 31,25
BPJS 25 41,7
Kelas II 6 37,5
Kesehatan 13 21,6
Kelas III 5 31,25
Asuransi
Total 16 100
lainnya
Total 60 100
Dari Tabel 4.2 menunjukkan bahwa
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa informan inti sejumlah 16 orang, dan
persentase terbesar dari kelompok lebih banyak berusia 20-39 dan 40-59
umur responden adalah usia antara tahun. Rata-rata merupakan pasien
20-39 tahun sebanyak 33% dan

53
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

BPJS dan lebih banyak merupakan kurang dilibatkan dalam


pasien kelas II. pengambilan keputusan. Hasil
analisis tersebut sesuai dengan
1. Domain Keramahan Petugas yang diungkapkan oleh Valentine
Tabel 4.3 Distribusi Penilaian responden yang mengemukakan bahwa domain
terhadap responsiveness berdasarkan keterlibatan pasien dalam
domain keramahan petugas. pengambilan keputusan kesehatan
erat kaitannya dengan kekuatan
No Keramahan Frekuensi %
Petugas atau kesempatan untuk memilih unit
1 Kurang kesehatan rujukan atau penyedia
7 11,7 pelayanan kesehatan. Pilihan juga
Ramah
2 Ramah 53 88,3 termasuk pada kemampuan pasien
Jumlah 100,0 100,0 untuk memastikan pengobatan yang
paling tepat diperoleh.2
Pada tabel 4.3 domain keramahan
petugas didapati bahwa pasien yang 3. Domain Lama Waktu tunggu
menilai petugas kesehatan kurang Tabel 4.5 Distribusi Penilaian
ramah adalah sebesar 11,7% dan Responden terhadap
responsiveness pelayanan
sebesar 88,3% menilai sudah ramah.
kesehatan berdasarkan domain
Setelah dilakukan wawancara
Lama Waktu Tunggu
mendalam dengan informan inti dan No Lama Waktu Frekuensi %
informan triangulasi didapati memang Tunggu
masih ada petugas kesehatan seperti 1 Lama 10 16,7
perawat dan petugas kebersihan yang 2 Cepat 50 83,3
belum ramah, namun informan Jumlah 100,0 100,0
triangulasi menambahkan bahwa
mereka sudah melakukan evaluasi Berdasarkan tabel 4.5, didapati
terhadap hal ini dengan memberikan bahwa sebesar 83,3% responden
teguran kepada petugas yang bersikap merasa pelayanan kesehatan yang
kurang ramah tersebut. diberikan oleh petugas kesehatan
sudah cepat baik dalam keadaan
2. Analisis Responsiveness darurat maupun dalam keadaan
Berdasarkan domain Keterlibatan tidak darurat, dan sisanya sebesar
Pasien dalam pengambilan 16,7% responden menilai bahwa
pelayanan kesehatan di Instalasi
Keputusan
Rawat Inap RSND belum cepat atau
Tabel 4.4 Distribusi penilaian masih lama.
responden berdasarkan domain Menurut Anderson at al, lama
keterlibatan Pasien waktu tunggu berkaitan dengan
No Keterlibatan Frekuensi %
penurunan kepuasan pasien. Waktu
Pasien
yang dihabiskan dengan dokter
1 Kurang Dilibatkan 7 11,7
2 Dilibatkan 53 88,3 adalah prediktor terkuat dari
9
Jumlah 100,0 100,0 kepuasan pasien. Senada dengan
pernyataan sebelumnya, Stoop et
al., (2005) menunjukkan bahwa data
Berdasarkan tabel 4.4 didapatkan
waktu tunggu sebagai indikator
hasil bahwa sebesar 88,3%
kinerja organisasi dalam pelayanan
responden merasa sudah dilibatkan
kesehatan.11
dalam pelayanan kesehatan, dan
sebesar 11,7% responden merasa
54
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

2 Nyaman 59 99,4
Jumlah 100,0 100,0

4. Domain Kejalasan Informasi Dari tabel 4.7, didapati bahwa


Tabel 4.6 Penilaian Responden terhadap sebesar 99.4% responden yang
responsiveness pelayanan kesehatan menilai bahwa instalasi rawat inap
berdasarkan Kejelasan Informasi RSND sudah cukup nyaman, dan
No Kejelasan Frekuensi % sebesar 0.6% lagi menjawab belum
Informasi nyaman. Ruangan bersih dapat
1 Kurang Jelas 21 35 mereduksi kemungkinan infeksi di
2 Jelas 39 65 ruang perawatan pasien. Ruangan
Jumlah 100,0 100,0 rawat inap pada dasarnya harus
bersih mulai dari kamar mandi
Berdasarkan tabel 4.6 didapati sampai dengan pintu keluar ruang
bahwa sebesar 65% responden rawat inap.2 Selain itu, de silva
menilai informasi yang disampaikan (1999) menyatakan bahwa suatu
oleh petugas kesehatan sudah jelas, kenyamanan yang diberikan kepada
dan sisanya sebesar 35% pasien dan keluarganya akan
responden menilai informasi memberikan kepuasan kepada
kesehatan yang diberikan oleh mereka, karena membuat pasien
petugas kesehatan masih belum dan keluarganya merasa dihargai,
jelas. diperhatikan, dan dapat mengurangu
Menurut Gross et al., bahwa kecemasan.
ada hubungan positif antara lama
kunjungan dan kepuasan pasien, ini 6. Domain Pilihan Terhadap
menunjukkan bahwa percakapan Pemberi Pelayanan
santai menciptakan suasana yang Tabel 4.8 Distribusi penilaian
hangat untuk pertukaran yang lebih responsiveness pelayanan
jelas tentang informasi medis kesehatan berdasarkan domain
selanjutnya. Petugas seharusnya pilihan pasien terhadap pemberi
menjelaskan secara jelas berkenaan pelayanan.
dengan kondisi kesehatan pasien,
pengobatannya dan implikasi No PIlihan Pasien Frekuensi %
kesehatannya pada masa 1 Kurang 8 13,3
Diberikan
mendatang. Juga dimaksudkan
Pilihan
bahwa petugas mendengarkan 2 Diberikan 52 86,7
secara hati-hati dengan menjelaskan Pilihan
kepada pasien atas pertanyaan dan Jumlah 100,0 100,0
jawabannya.2
Berdasarkan tabel 4.8, didapati
5. Domai Kenyamanan bahwa sebesar 86,7% responden
Tabel 4.7 Distribusi penilaian menilai bahwa mereka sudah cukup
responden terhadap responsiveness diberikan pilihan terhadap pelayanan
pelayanan kesehatan berdasarkan kesehatan yang mereka inginkan,
domain Kenyamanan dan sisanya sebesar 13,3% menilai
belum diberikan pilihan untuk
No Kenyamanan Frekuensi %
memilih jenis pelayanan kesehatan
Pasien
1 Kurang 1 0,6
yang mereka inginkan. Dari
Nyaman penelitian yang dilakukan oleh WHO

55
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

(2005), kebanyakan negara 2 Mudah 54 90


berkembang masih menganggap Jumlah 100,0 100,0
pilihan terhadap penyedia pelayanan
kesehatan masih merupakan Berdasarkan tabel 4.9, maka
sesuatu yang mewah dan mahal, didapatkan sebesar 90% responden
dan masih kurangnya sumber daya merasa mudah untuk dikunjungi oleh
manusia yang kompeten dibidang keluarga / kerabat / teman, dan
kesehatan.12 sisanya yaitu 10% merasa sulit
untuk dikunjungi selama
7. Domain Kerahasiaan mendapatkan pelayanan di instalasi
Tabel 4.9 Distribusi penilaian rawat inap RSND. Hasil penelitian
responsiveness pelayanan responsiveness pasien kesehatan
kesehatan berdasarkan domain yang dilakukan oleh Hsu et al.
Kerahasiaan Informasi. (2006) menunjukkan bahwa domain
resopnsiveness pelayanan
No PIlihan Pasien Frekuensi % kesehatan yang berhubungan
Terhadap signifikan adalah domain
Kerahasiaan kemudahan akses ke pelayanan
1 Kurang 1 1,7 kesehatan dan kerahasiaan
Dirahasiakan % informasi pasien.12
2 Dirahasiakan 59 98,
3%
Jumlah 100,0 100
9. Tingkat Responsiveness
,0 pelayanan kesehatan di
Instalasi Rawat Inap Rumah
Sakit Nasional Diponegoro
Berdasarkan tabel 4.8, maka
didapatkan sebesar 98,3% pasien Semarang
Tabel 4.10 Distribusi penilaian
informasi tentang kesehatan mereka
responden terhadap delapan domain
dirahasiakan oleh rumah sakit, dan
responsiveness pelayanan
sisanya sebesar 1,7% pasien
kesehatan di Instalasi Rawat Inap
merasa bahwa informasi
kesehatannya tidak dirahasiakan Rumah Sakit Nasional Diponegoro
Semarang
oleh pihak rumah sakit. Lockwood
(2005) menyatakan bahwa
No Kategori Persentase (%)
hubungan dokter-pasien dapat
1 Kurang Responsif 12.6%
diartikan sebagai suatu kesepakatan 2 Responsif 87.4%
dimana dokter menjamin Jumlah 100,0
kerahasiaan (kerahasiaan dan
kebijaksanaan) dalam pertukaran
Secara keseluruhan responsiveness
untuk kepercayaan dan kejujuran
pelayanan kesehatan di instalasi
pasien.13
rawat inap Rumah Sakit Nasional
Diponegoro sudah bisa dikatakan
8. Domain Kemudahan Dikunjungi
baik dengan nilai 81,1% yang sudah
Tabel 4.9 Distribusi penilaian
memenuhi standar yang ditetapkan
responsiveness pelayanan
oleh Kementerian Kesehatan dalam
kesehatan berdasarkan domain
tujuan rencana strategi 2015-2019
Kemudahan Dikunjungi
yaitu sebesar 8,0.14 Sehingga
berdasarkan pencapaian pada
No Kemudahan Frekuensi %
DIkunjungi
penilaian aspek responsiveness di
1 Kurang Mudah 6 10 instalasi rawat inap RSND, RSND
56
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

sudah siap untuk bersaing dengan 2. Dokter dan perawat di Rumah


rumah sakit milik pemerintah lainnya Sakit Nasional Diponegoro
dan dengan rumah sakit swasta. harus selalu berkoordinasi
KESIMPULAN dalam memberikan pelayanan
1. Tingkat responsiveness dan pengobatan agar tidak
pelayanan kesehatan di instalasi terjadi miss komunikasi baik
rawat inap Rumah Sakit terhadap pasien maupun
Nasional Diponegoro adalah keluarga pasien, dalam bentuk
sebesar 87,4% sehingga dapat memberikan cek list pada
dikatakan bahwa pelayanan catatan perawatan pasien
kesehatan di instalasi rawat inap apabila obat yang sudah
di RSND sudah responsif dan diberikan.
sudah memenuhi standard baku 3. Dokter dan perawat di Rumah
responsiveness pelayanan Sakit Nasional Diponegoro
kesehatan yang ditetapkan oleh harus selalu berkoordinasi
Kementerian Kesehatan yaitu dalam memberikan pelayanan
sebesar 8,0. dan pengobatan agar tidak
2. Domain responsiveness terjadi miss komunikasi baik
pelayanan kesehatan yang terhadap pasien maupun
sudah dicapai oleh instalasi keluarga pasien, dalam bentuk
rawat inap Rumah Sakit memberikan cek list pada
Nasional Diponegoro catatan perawatan pasien
Semarang, rata-rata sudah di apabila obat yang sudah
atas 50%. Domain yang tertinggi diberikan
berturut-turut adalah 4. Pasien mengharapkan agar
kenyamanan (99,4%), visite dilakukan oleh dokter yang
kerahasiaan pasien (98,3%), bertanggung jawab atas pasien
kemudah dikunjungi (90%), tersebut, apabila memang tidak
pilihan terhadap pemberi memungkinkan maka diwakilkan
pelayanan (86,7%), keramahan oleh dokter lain dan
petugas (88,3%), keterlibatan dikomunikasikan dengan pasien
pasien (88,3%), lama waktu dan keluarga pasien.
tunggu (83,3%), dan domain 5. Bagian pelayanan medis
yang paling rendah adalah berkoordinasi dengan kepala
kejelasan informasi (65,0%). ruang rawat inap dalam
pengadaan buku atau bahan
SARAN bacaan bagi ruangan
1. Petugas kesehatan di Instalasi perawatan, sehingga kekuarga
Rawat inap Rumah Sakit atau kerabat yang membantu
Nasional Diponegoro Semarang menjaga tidak merasa bosan.
mempertahankan 6. Untuk rencana jangka panjang
responsivenessnya, agar bisa memasukkan untuk
menjadi Rumah Sakit yang rencana pengadaaan kantin
memenuhi harapan masyarakat atau koperasi yang lengkap
sehingga dapat meningkatkan sehingga pasien dan keluarga
kepuasan pasian. Dan pasien pasien yang membutuhkan
akan menggunakannya sebagai sesuatu bisa segera
word of mouth, sehingga dapat mendapatkannya, mengingat
meningkatkan jumlah akses RSND ke minimarket atau
kunjungan.
57
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)
Volume 5, Nomor 1, Januari 2017 (ISSN: 2356-3346)
http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

warung cukup jauh dan harus 10. M. Agus, Made, Asri. Analisis
diakses dengan kendaraan. Delapan Domain
7. Responsiveness pasien pada
pelayanan kesehatan rawat inap
Daftar Pustaka di puskesmas. Buletin Penelitian
1. Undang-Undang Republik Sistem Kesehatan – Vol. 14 No.
Indonesia No. 36 tahun 2009 4 Oktober 2011: 399-410,
tentang Kesehatan Surabata. 2011
2. Valentine NB, Silva AD, 11. Rorie, Priscylia A.C, Pondang,
Kawabata K, Darby C, Murray Hamel. Hubungan komunikasi
CJL, Evan DB. Health System Terapeutik Perawat dengan
Responsiveness: Concept, Kepuasan Pasien di Ruang
Domain and Operationalization Rawat Inap Irina A RSUP Prof.
in: Murray CJL, Evans DB, DR. R. D kandou Manado. 2006
Health System Performance 12. Hsu CC, Chen L, HU YW, Yip
Assesment: Debates, Method W, Shu CC. The domains of
and Empiricism, WHO, Geneva. Responsiveness of a health
Ch.43. 2003. system: A taiwanese
3. Darby, Charles, et al. Strategy perspective. BMC Public Health,
on Measuring Responsiveness. 6: 72. 2006.
WHO. 1995 13. Lockwood GM, Confidebtiality.
4. Lemeshow, Stanley, et al. Medicine, 33(2): 8-12. 2005.
Adequacy of Sample Size in 14. Rencana strategi Kementerian
Health Studies. World Health Kesehatan 2015, Jakarta
Organization, 1990.
5. Dwiyanto, Agus. Mewujudkan
Good Governance Melalui
Pelayanan Publik. Yogyakarta;
Gadjah Mada University Press.
2006
6. http://rsnd.undip.ac.id/profil/
diakses tanggal 02 Mei 20016
7. Azzahra, Fathia. Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Minat
Masyarakat Dalam Penggunaan
Layanan Kesehatan Di Rumah
Sakit Nasional Diponegoro
Semarang Tahun 2015. Skripsi.
2015
8. Data Keluhan Pasien Rawat
Inap Rumah Sakit Nasional
Diponegoro bulan Maret-Juni
2016
9. Anderson RT, Samacho FT, dan
Balkrishmam R. Willing to wait?:
the Influence of patient wait time
on satisfaction with primary
care. BMC Health Services
Researches, 7;31;2007

58