Sie sind auf Seite 1von 2

TERAPI FARMOKOLOGI

Patofis:
Pengerasan dan penyempitan arteri→aliran
darah ke otot jantung berkurang→otot
jantung kurang oksigen→nyeri dada, bila
arteri tertutup total→serangan jantung STEMI : NSTEMI :
Penanganan pertama bila tiba d rs Penanganan pertama bila tiba d rs
 Harus diberikan oksigen saat di RS, bila  Diberikan oksigen (intranasal)
saturasi oksigen rendah  Nitrogliserin (sublingual)
 Nitrogliserin/NTG(sublingual)  Aspirin
Faktor risiko:  Aspirin  Antikoagulan (heparin,bivalirudin)
Penuaan, merokok,obesitas, stress, kadar lipid  P2y12 inhibitor (klopidogrel, pasugrel)
tinggi, diabetes mellitus, hipertensi,  Antikoagulan( heparin, bivalirudin) TERAPI Obat tambahan

TERAPI Obat tambahan  P2y12 inhibitor (klopidogrel, pasugrel)


 Intravena b-blocker dan IV NTG
 Fibrinolitik( atlepase, streptokinase)  B-blocker oral
Gejala klinis :  Reseptor gIIb/IIIa inh (Abciximab)  Morfin
Nyeri dada, sesak nafas, infark miokard  Heparin/bivalirudin  B-blocker/CCB( Verapamil,diltiazem)
 Beta blocker ( metoprolol, bisoprolol)
(serangan jantung)
 CCB ( bila KI Beta blocker)
 Statin
 Nitrat

INTERAKSI OBAT NON FARMAKOLOGI


Obat A Obat B Efek
ACE-Inh antasida ↓absorbsi obat
spironolakton ↑level litium  PCI PRIMER ( STEMI/NSTEMI)
NSID ↓fungsi ginjal  ANGIOGRAPY KORONER
b-blocker verapamil, diltiazem ↓heart rate
 CABG( NSTEMI)
Warfarin Amiodaron, antibiotic ↑INR
( trimetroprim-sulfa,eritromisin),  Berhenti merokok
antidepresam b blocker, simetidin,  Latihan fisik
lovastatin,omeprazole, diabetes oral,
sivastatin
 Diet rendah kolesterol
NSID ↑ risiko pendarahan
Phenobarbital, rifampisin, kolestiramin, ↓INR
carbamazepine, phenytoin, spironolakton,
sukralfat Catatan ;
 CCB/ calcium channel blocker diberikan bila intoleransi
beta blocker
 Abciximab tidak diberikan bila sudah terapi klopidogrel