Sie sind auf Seite 1von 12

TUGAS PRA-PRAKTIKUM

ENDAPAN MINERAL

SIFAT FISIK MINERAL NON-LOGAM

Disusun Oleh:
Faris Nugraha
21100116120025

LABORATORIUM SUMBER DAYA MINERAL DAN


BATUBARA
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG
MARET 2018
1. Mineral Non-Logam dan Sifat Fisik nya
a. Asbes

Rumus Kimia :
Warna : Putih, Kelabu, Hijau
Kilap : Non-logam
Kekerasan : 6 Skala mohs
Cerat : Putih
Tenacity : Brittle
Berat Jenis : 1,7 – 2 gr/cm3
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : Transparan – translusen
b. Beryl

Rumus Kimia : Be3Al2Si6O18


Warna : Bening, Biru, Hijau
Kilap : Kaca – Damar
Kekerasan : 7,5 – 8 Skala mohs
Cerat : Putih
Belahan/Pecahan : Tidak Sempurna / Conchoidal
Tenacity : Brittle
Berat Jenis : 2,63 – 2,9 gr/cm3
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : Transparan – Translusen
c. Kuarsa

Rumus kimia : SiO2


Warna : Bening atau putih
Kilap : Kaca
Kekerasan : 7 Skala mohs
Cerat : Putih
Berat Jenis (BD) : 2,65 gr/cm3
Sistim Kristal : heksagonal
Transparansi : Transparant
d. Flourit

Rumus Kimia : CaF


Warna : Putih, Hijau, Ungu, kuning
Kilap : Vitreous
Kekerasan : 4 Skala mohs
Cerat : Putih
Belahan/Pecahan : Sempurna /
Tenacity : Brittle
Berat Jenis : 3,18 gr/cm3
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : Transparan
e. Grafit

Rumus Kimia :C
Warna : Hitam, Hitam keabu-abuan
Kilap : Metallic, Earthy
Kekerasan : 1 – 2 Skala mohs
Cerat : Hitam
Belahan/Pecahan : Sempurna / Flaky
Tenacity : Brittle
Berat Jenis : 2,09 – 2,23 gr/cm3
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : Opak
f. Gypsum

Rumus Kimia : CaSO4. 2H2O


Warna : Putih
Kilap : Vitreous - silky
Kekerasan : 2 Skala mohs
Cerat : Putih
Belahan/Pecahan : Sempurna / Uneven
Tenacity : Brittle
Berat Jenis : 2,2 – 2,4 gr/cm3
Kemagnetan : Paramagnetik
Transparansi : Transparan – Translusen
g. Kalsit

Rumus Kimia : CaCO3


Warna : Putih
Kilap : Kaca
Kekerasan : 3 Skala mohs
Cerat : Putih
Belahan/Pecahan : Sempurna / Even
Tenacity : Brittle
Berat Jenis : 2,6 – 2,9 gr/cm3
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : Transparan – Translusen
h. Sulfur

Rumus Kimia :S
Warna : Kuning
Kilap : Lemak
Kekerasan : 1,5 – 2,5 Skala mohs
Cerat : Kuning
Belahan/Pecahan : Tidak Sempurna / Even
Tenacity : Brittle
Berat Jenis : 1,9 – 2,1 gr/cm3
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : Opak
i. Intan

Rumus Kimia :C
Warna : Coklat, Kuning
Kilap : Adamantine
Kekerasan : 10 Skala mohs
Cerat : Colorless atau Tidak ada
Belahan : Sempurna
Berat Jenis : 3,4 – 3,6 gr/cm3
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : Transparan, Translucens
j. Korundum

Rumus Kimia : Al2O3


Warna : Coklat, Abu - abu
Kilap : Adamantine - Vitrous
Kekerasan : 9 Skala mohs
Cerat : Tidak ada / colorless
Berat Jenis : 3,9 – 4,1 gr/cm3
Kemagnetan : Diamagnetik
Transparansi : Transparan, Translucens

2. Genesa mineral non – logam


a. Asbes
Asbes serpentin terbentuk sebagai galian ubahan hidrotermal
(alterasi) dari batuan ultra basa yg kaya magnesia (peridotite, dunite).
Hanya sedikit yang terjadi karena pelapukan batugamping magnesia
(dolomit). Asbes dapat juga terjadi karena perubahan bentuk dan
proses transformasi dari batukarang. Batu ini termasuk olivin yang
disebut peridotite, tersusun dari besi magnesium & silikat yg
mengalami temperatur dan tekanan.
b. Beryl
Beryl (Be3Al2Si6O18) terbentuk sebagai kristal prismatik berukuran
besar (sistem heksagonal) di dalam batuan granitik dan pegmatitik juga
di dalam cebakan – cebakan hidrotermal bersuhu tinggi (greisen);
berasosiasi dengan kuarsa, spodumen, kasiterit, kolumbit, tantalit dan
mineral-mineral jarang lainnya. Beryl juga ditemukan pada urat-urat
kalsit hasil segregasi metamorfisme dan sekis biotit berfasies
menengah-tinggi. Karena kekerasan (7,5 – 8) dan resistan terhadap
proses kimiawi, maka beryl tetap tidak terubah di dalam endapan
aluvial.
c. Kuarsa
Mineral Kuarsa terbentuk dari proses pembekuan magma. Pada
bouwen reaction series kuarsa terbentuk paling akhir dengan suhu
sekitar 600 – 800 º C.
d. Flourit
Terbentuk melalui proses hidrotermal, dan dijumpai dalam urat-
urat, baik sebagi mineral utama maupun sebagai mineral geng bersama
mineral-mineral bijih metalik, khususnya timbal dan perak. Umumnya
dalam dolomit dan batugamping ; dan dapat pula terbentuk pada
lingkungan batuan beku dan pegmatit. Berasosiasi dengan beberapa
mineral, antara lain kalsit, dolomit, gipsum, selestit, barit, kuarsa,
galena, sfalerit, kasiterit, topas, turmalin, dan apatit.
e. Grafit
Terbentuk pada lingkungan batuan metamorf, baik pada metamorf
fisme regional, atau kontak. Dapat dijumpai pada batu gamping
kristalin, genes, sekis, kuarsit, dan lapisan batubara termetamorf.
f. Gypsum
Gypsum merupakan mineral sedimen kimiawi (evaporit) yg khas,
terbentuk melalui pengendapan langsung dr air garam/ merupakan
hasil hidrasi/alterasi anhidrit selama proses diagenesa. Gipsum dpt
juga terbtk oleh sublimasi langsung dr fumarola/diendapkan mata air
panas. Juga diagenesa sebagai Galian block-block konkresi
dlm lempung dan napal, sedang anhidrit merupakan hasil dehidrasi
gypsum.
g. Kalsit
Dapat terbentuk pada lingkungan batuan beku, sedimen, metamorf
dan melalui proses hidrotermal. Merupakan mineral utama dalam
batugamping, atau pulam/marmer (marble). Dapat juga diendapkan di
sekitar/di sekeliling mata air, atau aliran air, berupa travertin, tufa, atau
sinter-gamping.
h. Sulfur
Sulfur dapat terbentuk di daerah gunungapi aktif, di sekitar mata
air panas, dan hasil aktivitas bakteri yang memisahkan sulfur dari
sulfat.
i. Intan
Sebagian besar berlian yang telah ditemukan dikirim ke permukaan
bumi oleh letusan vulkanik. Letusan ini dimulai di mantel, dan dalam
perjalanan mereka merobek potongan-potongan batuan pada mantel
dan mengantarkannya ke permukaan bumi tanpa mencair. Blok dari
mantel ini dikenal sebagai xenoliths yang mengandung berlian yang
terbentuk pada suhu tinggi dan kondisi tekanan mantel.
j. Korundum
Corundum ditemukan sebagai mineral utama di batuan beku seperti
syenite, nafteline syenite, dan pegmatite. Beberapa deposit ruby dan
safir paling penting di dunia ditemukan dimana permata telah
melewati arus basalt dan sekarang ditemukan di tanah dan sedimen
bawah tanah. Corundum juga ditemukan di batuan metamorf di lokasi
di mana serutan alumina atau bauksit telah terpapar pada
metamorfosis kontak. Schist, gneiss, dan marmer yang diproduksi
oleh metamorfosis regional terkadang mengandung korundum.
Beberapa safir dan batu rubi dengan kualitas, warna, dan kejelasan
terbaik terbentuk di marmer di sepanjang tepi badan magma bawah
permukaan.
3. Kegunaan
Asbes dipakai sebagai bahan kain tahan panas dan isolator juga
digunakan sebagai penyekat. Sumber yang penting dari serat asbes adalah
sejenis serpentin yang disebut krisotil. Beryl membentuk kristal bersisi
enam, berbintik-bintik hijau biru atau kuning. Mineral silikat ini selain
sebagai sumber metal beril juga banyak dipakai sebagai batu perhiasan
seperti jamrud (hijau) dan aquamarin (biru muda). Kuarsa murni sangat
bening, disebut kristal batu. Kuarsa yang bening mempunyai sifat listrik
tertentu sehingga banyak dipakai dalam industri elektronika. Kuarsa
berwarna seperti ametis (ungu) sitrin (kuning) dan kuarsa berasap (hitam)
banyak dipakai sebagai perhiasan. Flourit dipakai dalam industri kimia,
peleburan besi baja, gelas, Kaca-serat (fiberglass) dan tembikar. Grafit
terdiri dari unsur Karbon, merupakan mineral paling lunak, berwarna
hitam dengan struktur pipih, sehingga berguna sebagai pelumas, secara
kimia Grafit sama dengan Intan, grafit digunakan sebagai bahan pembuat
pensil dan wadah untuk melebur logam. Gipsum (Kalsium sulfat)
merupakan endapan pejal yang menyerupai batu kapur. Banyak digunakan
sebagai bahan cat dan papan tempel. Bentuk kristalnya disebut selenit.
Alabaster adalah bentuk gipsum yang paling padat. Kalsit merupakan
sumber senyawa CaO, yang digunakan untuk membuat semen, campuran
adulan semen, pupuk, kapur tohor, industri kimia, industri besi baja dan
pembenah tanah. Sulfur digunakan untuk membuat senyawa-senyawa
sulfur, seperti asam sulfat (H2SO4); dalam pembuatan insektisida, pupuk
buatan, vulkanisasi karet, sabun; dalam industri tekstil, kulit, kertas, cat,
pencelupan dan penggilingan minyak. Intan digunakan dalam industri
sebagai alat pemotong kaca, pengasah, dipasang pada mata bor untuk
eksplorasi; dan dijadikan batupermata. Korundum digunakan sebagai
bahan penggosok. Amril adalah jenis yang merupakan percampuran
dengan magnetit dan hematit. Beberapa jenis Korundum membentuk
kristal yang indah sehingga dijadikan perhiasan seperti nilam (biru) dan
merah/delima(merah).
DAFTAR PUSTAKA

http://ekogeo-ekogeo.blogspot.co.id/2015/12/jenis-jenis-mineral-bukan-
logam.html
http://maribelajarbersamasulfikar.blogspot.co.id/2013/10/mineral-1.html
http://www.amuzigi.com/2015/11/Mineral-beryl.html
http://kampungtambang.blogspot.co.id/2011/09/gypsum.html
http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/mtg/article/view/225