Sie sind auf Seite 1von 8

PENELITIAN

Pengaruh Metode Token Economy Terhadap Aktifitas


Perawatan Diri pada Pasien Defisit Perawatan Diri
Heppi Sasmitaa,Rizka Mahdairtab Asterinac
a
Poltekes Kemenkes Padang
b
Mahasiswa PSIK Keperawatan
c
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
E-mail : heppisasmita@yahoo.com

Abstract : Self-care deficit is an impaired ability to perform self-care activities. Lack of self- care
the result of changes in thought processes so that the ability to perform self-care activities
declined. Token economy method is a modification of behavior by giving one sign/ gesture as
soon as possible after each target behavior appears. This study used a pre-experimental design
with pretest-posttest one group approach to patient self care deficits in the Prof. HB. Sa’anin
Mental Hospital, Padang, a total of 15 people on 19 November to 9 December 2011, which aimed
to determine the effect of token economy method to self-care activities. Sampling was conducted
with a total sampling technique. Variable research was method token economy and self-care
activities. The data collection is done by measuring the activity of the respondents self-care before
and after treatment by using the observation sheet. The data analysis performed using SPSS with
the Wilcoxon test. Results showed no effect of method of token economy to increase self-care
activities with the results of statistical tests p < 0,05. Prof.HB.Sa’anin Mental Hospital, Padang is
expected to be able to use the method of token conomy as a means used to handling the problem
of self-care deficit.

Key words: method of token economy, self-care activities

Abstrak : Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas
perawatan diri. Kurangnya perawatan diri terjadi akibat adanya perubahan proses pikir sehingga
kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri menurun. Metode token economy
merupakan modifikasi perilaku dengan pemberian satu tanda/ isyarat sesegera mungkin setiap kali
setelah perilaku sasaran muncul. Tujuan dari metode token economy ini adalah untuk
meningkatkan perilaku individu yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-
eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest pada pasien defisit perawatan diri di
ruang Melati Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Sa’anin Padang, sebanyak 15 orang pada 19 November
– 9 Desember 2011 untuk mengetahui pengaruh metode token conomy terhadap aktifitas
perawatan diri. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data
dilakukan dengan mengukur aktifitas perawatan diri responden sebelum dan setelah perlakuan
dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil
penelitian menunjukkan ada pengaruh metode token economy terhadap peningkatan aktifitas
perawatan diri dengan hasil uji statistic p < 0,05. Pihak Rumah Sakit Jiwa Prof.HB.Sa’anin
Padang diharapkan agar dapat menggunakan metode token economy sebagai suatu cara yang
digunakan untuk penanganan masalah defisit perawatan diri.

Kata kunci: metode token economy, aktifitas perawatan diri

Kesehatan jiwa merupakan perasaan sebagaimana adanya serta mempunyai sikap


sehat dan bahagia serta mampu mengatasi positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
tantangan hidup, dapat menerima orang lain Kesehatan jiwa meliputi perasaan terhadap

23
2Sasmita Hepp,dkk.,Pengaruh Metode Token economy…

(2006) adalah 18,5%, yang berarti dari


diri sendiri, perasaan terhadap orang lain, 1000 penduduk terdapat sedikitnya 185
dan kemampuan dalam mengatasi persoalan penduduk dengan gangguan kesehatan jiwa
hidup sehari-hari. Kesehatan atau tiap rumah tangga terdapat seorang
jiwa merupakan bagian integral dari anggota keluarga yang menderita gangguan
kesehatan, sehat jiwa sangat dibutuhkan kesehatan jiwa. Jika hasil studi ini dapat
oleh semua orang baik dalam berperilaku dijadikan dasar, maka tidak dapat
maupun dalam bertindak. Seseorang yang dipungkiri bahwa telah terjadi peningkatan
mengalami masalah dalam berperilaku dan angka gangguan kesehatan jiwa/gangguan
bertindak dapat menyebabkan terjadinya emosional yang semula berkisar antara 20-
gangguan jiwa (Sulizah, 2007). 60 per 1000 penduduk (Yani, 2006).
Gangguan jiwa adalah gangguan Menurut Wartonah (2007) gangguan
dalam emosi (affective), tindakan jiwa dapat terjadi dalam bentuk halusinasi,
(psychomotor), berbagai penelitian perilaku kekerasan, isolasi sosial, harga diri
mengatakan bahwa gangguan jiwa adalah rendah, dan defisit perawatan diri sehingga
kumpulan dari keadaan keadaan yang tidak muncul masalah penurunan aktifitas
normal, baik yang berhubungan dengan fisik perawatan diri pada klien. Kebutuhan
maupun dengan mental. Keabnormalan aktifitas perawatan diri merupakan fokus
tersebut dibagi ke dalam dua golongan dalam asuhan keperawatan jiwa, sehingga
yaitu: gangguan jiwa (neurosa) dan sakit perawat harus memiliki kemampuan dan
jiwa (psikosa). Keabnormalan terlihat dalam pengetahuan cara pemenuhan kebutuhan
berbagai gejala yang terpenting, diantaranya aktifitas perawatan diri klien dengan
adalah ketegangan (tension), rasa putus asa memantau dan mengikuti perkembangan
dan murung, gelisah, cemas, perbuatan- kemampuan pasien dalam melaksanakan
perbuatan yang terpaksa (convulsive), aktifitas perawatan diri terutama pasien
hysteria, rasa lemah, tidak mampu gangguan jiwa yang mengalami defisit
mencapai tujuan, takut, pikiran-pikiran perawatan diri.
buruk (Iyus, 2009). Kondisi yang timbul pada saat
Menurut data World Health sekarang ini adalah pada umumnya pasien
Organization (WHO), masalah gangguan gangguan jiwa yang berada di jalanan,
kesehatan jiwa di seluruh dunia memang cenderung mengalami defisit perawatan diri.
sudah menjadi masalah yang sangat serius. Gejala yang tampak pada pasien tersebut
WHO (2006) menyatakan, paling tidak ada diantaranya : pakaian klien tampak kumal,
satu dari empat orang kulit klien berdaki, rambut klien acak-
di dunia mengalami masalah mental. WHO acakan, badan klien bau, makan klien
memperkira-kan ada sekitar 450 juta orang berceceran, klien BAB/BAK disembarang
di dunia yang mengalami gangguan tempat.
kesehatan jiwa. Sementara itu, menurut Defisit Perawatan Diri adalah
Uton Muchtar Rafei, Direktur WHO gangguan kemampuan untuk melakukan
Wilayah Asia Tenggara, hampir satu per aktifitas perawatan diri (mandi, berhias,
tiga dari penduduk di wilayah ini pernah toileting, makan). Dampak dari defisit
mengalami gangguan neuropsikiatri. perawatan diri secara fisik yaitu: gangguan
Buktinya, bisa kita cocokkan dan lihat integritas kulit, gangguan membrane
sendiri dari data survey Kesehatan Rumah mukosa mulut, serta gangguan fisik pada
Tangga (SKRT); tahun 2006 saja, di kuku, juga berdampak pada masalah
Indonesia diperkirakan sebanyak 264 dari psikososial seperti gangguan kebutuhan rasa
1.000 anggota rumah tangga menderita nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai,
gangguan kesehatan jiwa. kebutuhan harga diri, aktualisasi diri, dan
Prevalensi gangguan kesehatan jiwa gangguan interaksi sosial. Lebih jauh lagi
di Indonesia menurut hasil studi Bahar dkk masalah tersebut bisa menularkan berbagai

27
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8, No 1, Juni 2012 : 23-30

NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8, N .

macam penyakit kepada penghuni lain dan aktifitas perawatan diri pada pasien isolasi
juga tenaga kesehatan. sosial yang mengalami defisit perawatan
Ada beberapa terapi untuk merobah diri di Rumah Sakit Jiwa Mitra Menteng
gangguan perilaku klien defisit perawatan Abadi Jakarta Pusat menyebutkan bahwa
diri diantaranya: terapi kognitif, terapi 40,5 % responden dengan aktifitas
keluarga, terapi lingkungan, terapi perawatan diri kurang baik, 59,5 %
psikoreligius, terapi kelompok, terapi responden dengan aktifitas perawatan diri
individu, dan terapi perilaku. Salah satu baik, seiring dengan hasil penelitian Sarifah
jenis terapi perilaku yang dapat digunakan (2007) tentang pengaruh metode token
disini adalah metode token economy yang economy terhadap aktifitas perawatan diri
merupakan sebuah prosedur modifikasi pada pasien Skizofrenia yang mengalami
perilaku dengan menggunakan defisit perawatan diri di Rumah Sakit Jiwa
reinforcement positif yaitu pemberian satu Dharma Jaya Jakarta, menyebutkan bahwa
kepingan (isyarat / tanda) sesegera mungkin 40,15 % responden dengan aktifitas
setiap kali setelah perilaku sasaran muncul. perawatan diri kurang baik, 60,85 %
Kelebihan dari metode ini adalah dapat responden dengan aktifitas perawatan diri
langsung diberikan sesudah perilaku target baik.
terbentuk, dan dapat ditukarkan dengan Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Sa’anin
benda bila waktu dan tempat Padang merupakan rumah sakit tipe A yang
memungkinkan, cara ini akan efektif bila ada di kota Padang. Rumah Sakit ini
diberlakukan pada sekelompok orang. mempunyai 8 ruangan, 1 ruang IGD / PICU,
Menurut Depkes (2000), pasien gangguan 1 ruangan NAPZA dan 6 ruangan
jiwa yang mengalami masalah defisit diantaranya dengan pengembangan model
perawatan diri sudah dapat menunjukkan praktek keperawatan professional (MPKP)
perubahan perilaku dengan lama hari yaitu : Anggrek, dari 5 orang pasien yang di
perawatan 14 hari. rawat, 1 orang pasien (20 %) mengalami
Berdasarkan hasil penelitian masalah defisit perawatan diri, Flamboyan,
Sugianti (2005) tentang pengaruh metode dari 22 orang pasien yang dirawat, 6 orang
token economy terhadap aktifitas perawatan pasien (27,27 %) mengalami masalah defisit
diri pada pasien defisit perawatan diri di perawatan diri, Cendrawasih, dari 45 orang
Rumah Sakit Jiwa DR.Radjiman pasien yang di rawat, 19 orang pasien (42
Wediodiningrat Lawang, menyebutkan %) mengalami masalah defisit perawatan
bahwa 20,5 % responden dengan aktifitas diri, Melati, dari 25 orang pasien yang di
perawatan diri kurang baik, 79,5 % rawat, 20 orang pasien (55,55 %)
responden dengan aktifitas perawatan diri mengalami masalah defisit perawatan diri,
baik. Seiring dengan hasil penelitian Gelatik, dari 25 orang pasien yang di rawat,
Saryono (2008) tentang pengaruh metode 11 orang pasien (44 %) mengalami masalah
token economy terhadap aktifitas perawatan defisit perawatan diri, Merpati, dari 24
diri pada pasien defisit perawatan diri di orang pasien yang di rawat, 11 orang pasien
Rumah Sakit Jiwa Dharma Sakti Jakarta (45 %) mengalami masalah defisit
Pusat menyebutkan bahwa 35,5 % perawatan diri. Keenam ruangan dengan
responden dengan aktifitas perawatan pengembangan model praktek keperawatan
kurang baik, 64,5 % responden dengan professional (MPKP) tersebut, ruangan
aktifitas perawatan diri baik, juga dengan melati adalah ruangan yang paling banyak
hasil penelitian Fresa (2006) tentang memiliki pasien dengan defisit perawatan
pengaruh metode token economy terhadap diri.

28
2Sasmita Hepp,dkk.,Pengaruh Metode Token economy…

Berdasarkan hasil wawancara pengumpulan data dilakukan selama 3


peneliti dengan kepala ruangan melati pada minggu yaitu pada hari ke 1 peneliti
tanggal 16 September 2011, menyebutkan melakukan pretest dan pada hari ke 21
bahwa sudah dilaksanakan terapi generalis peneliti melakukan posttest. Analisa
untuk mengatasi masalah perilaku klien dilakukan dengan analisa bivariat
defisit perawatan diri, namun di ruangan ini menggunakan uji wilcoxon.
masalah defisit perawatan diri sangat Pengumpulan data dilakukan selama
menonjol. Hal ini disebabkan karena belum 3 minggu yaitu sejak tanggal 19 November
efektifnya pemberian terapi generalis yang hingga 9 Desember 2011. Pada awalnya
diberikan oleh perawat selama ini, adapun penelitian ini direncanakan akan dilakukan
sebuah terapi yang dapat digunakan dalam terhadap 25 orang responden. Selama
mengatasi masalah perilaku klien defisit pelaksanaan intervensi, 10 orang responden
perawatan diri yaitu terapi perilaku dengan menolak/mengundurkan diri karena pasien
metode token economy. Menurut Eugene mengalami halusinasi berat sehingga
(2007) metode token ekonomi ini sangat responden berjumlah 15 orang.
efektif digunakan mengubah perilaku klien Pengumpulan data baik pretest maupun
dengan masalah defisit perawatan diri. posttest dilakukan oleh peneliti sendiri
Survei awal yang dilakukan di tetapi pemberian perlakuan (intervensi)
ruangan melati pada tanggal 16 September dengan memberikan metode token economy
2011, gejala yang tampak pada pasien dilakukan oleh peneliti namun dibantu oleh
defisit perawatan diri diantaranya : badan petugas di ruang Melati Rumah Sakit Jiwa
klien bau, gigi klien kuning, rambut klien Prof.HB.Sa’anin Padang dengan terlebih
kotor dan berkutu, kuku klien panjang dan dahulu melatih dan memberikan informasi
kotor, rambut klien acak-acakan, klien tidak mengenai pedoman pelaksanaan intervensi.
mau mengganti pakaian, tidak berdandan. Setelah dilakukan Uji normalitas terhadap
Gejala tersebut menunjukkan bahwa data yang ditemukan dengan menggunakan
terganggunya aktifitas kebersihan diri dan uji normalitas Shapiro-Wilk dihasilkan nilai
berhias pada pasien. p value < 0,05 maka distribusi data aktifitas
Berdasarkan fenomena diatas, maka perawatan diri responden defisit perawatan
penulis merasa tertarik untuk mengetahui diri adalah tidak normal sehingga uji
pengaruh metode token economy terhadap hipotesis yang digunakan adalah uji
aktifitas perawatan diri pada pasien defisit Wilcoxon.
perawatan diri di ruang Melati Rumah Sakit Dari Tabel 1, dapat diketahui bahwa
Jiwa Prof.HB.Sa’anin Padang Tahun 2012. responden mengalami peningkatan aktifitas
kebersihan diri sebelum diberikan intervensi
METODE sampai setelah diberikan intervensi.
Jenis penelitian yang digunakan Responden yang mendapatkan nilai 0 pada
adalah rancangan Pra-Eksperimen dengan aktifitas kebersihan diri berarti responden
pendekatan One Group Pretest-Postest. yang tidak ada satupun melakukan aktifitas
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kebersihan diri, namun setelah diberikan
pasien dengan defisit prawatan diri di ruang intervensi responden mengalami
Melati Rumah Sakit Jiwa Prof.HB.Sa’anin peningkatan nilai menjadi 5 yang berarti
Padang. Sampel pada penelitian ini responden sudah melakukan lima point
berjumlah 15 orang. Cara mendapatkan data untuk aktifitas kebersihan diri meliputi:
dengan mengukur aktifitas perawatan diri mandi, menggosok gigi, mencuci rambut,
responden yang terdiri dari aktifitas menggunakan sabun di saat mandi, dan
kebersihan diri dan berhias sebelum dan memotong kuku.
sesudah diberikan intervensi. Waktu

27
2Sasmita Hepp,dkk.,Pengaruh Metode Token economy…

Tabel 1.
Distribusi frekuensi responden berdasarkan aktifitas kebersihan diri dan berhias pada pasien
defisit perawatan diri sebelum dan sesudah diberikan intervensi

Kebersihan Diri Berhias


No. Sebelum Setelah Perubahan Sebelum Setelah Perubahan
Responden Perlakuan Perlakuan Perlakuan Perlakuan
(Pretest) (Posttest) (pretest) (Posttest)
1 0 5 5 0 2 2
2 0 5 5 0 1 1
3 0 5 5 0 2 2
4 2 4 2 2 3 1
5 0 3 3 0 2 2
6 0 3 3 0 2 2
7 0 3 3 0 2 2
8 0 2 2 0 2 2
9 4 4 0 3 3 0
10 0 2 2 0 2 2
11 0 3 3 0 2 2
12 0 3 3 0 1 1
13 3 5 2 3 3 0
14 0 3 3 0 2 2
15 0 2 2 0 2 2

Pada aktifitas berhias diketahui bahwa berhias, namun setelah diberikan intervensi
responden mengalami peningkatan aktifitas responden mengalami peningkatan nilai
berhias dari sebelum diberikan intervensi menjadi 2 yang berarti responden sudah
sampai setelah diberikan intervensi. melakukan 2 point untuk aktifitas berhias
Responden yang mendapatkan nilai 0 pada meliputi: menyisir rambut, dan mengganti
aktifitas berhias berarti responden yang pakaian.
tidak ada satupun melakukan aktifitas

Tabel 2.
Pengaruh metode token economy terhadap aktifitas kebersihan diri dan berhias pada pasien
defisit perawatan diri di ruang Melati Rumah Sakit Jiwa Prof.HB.Sa’anin Padang Tahun 2012

Variabel Hasil N Z P
Posttest aktifitas Post < Pre 0 -3,358 0,01
Kebersihan diri- Post > Pre 14
Pretest aktifitas Tetap 1
Kebersihan diri
Total 15

Posttest aktifitas Post < Pre 0 -3,358 0,01


Berhias Post > Pre 13
Aktifitas Tetap 2
berhias

Total 15

27
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8, No 1, Juni 2012 : 23-30

NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8, N .

Dari Tabel 2, diketahui bahwa hasil diberikan pada pasien dapat membantu
uji statistik didapatkan nilai p < 0,05 (nilai p meningkatkan aktifitas kebersihan diri.
= 0,01) maka dapat disimpulkan terdapat Demikian juga dengan teori Eugene (2007)
perbedaan bermakna aktifitas kebersihan menyatakan aktifitas kebersihan diri dapat
diri pada pasien defisit perawatan diri dilakukan jika pasien mendapatkan pujian
setelah diberikan metode token economy dari perawat ataupun lingkungan sekitarnya.
dan diketahui bahwa hasil uji statistik Penelitian yang dilakukan oleh
didapatkan nilai p < 0,05 (nilai p = 0,01) Septiabudi (2006) menyatakan bahwa
maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan pasien mengalami peningkatan aktifitas
bermakna aktifitas berhias pada pasien kebersihan diri setelah diberikan reward
defisit perawatan diri setelah diberikan yang disertai dengan pujian untuk
metode token economy. melakukan aktifitas kebersihan diri.
Hasil penelitian yang dilakukan pada Meningkatnya kebersihan diri pada
klien yang mengalami defisit perawatan diri pasien bisa disebabkan oleh pujian berupa
di ruang Melati RSJ.Prof.HB.Sa’anin reinforcement positif yang diberikan oleh
Padang tahun 2012, didapatkan hasil bahwa perawat maupun keluarga. Pujian yang
pada tabel 1 responden mendapatkan nilai 5 diberikan pada pasien dapat memotivasi
pada aktifitas kebersihan diri. Hal ini klien dari dalam dirinya untuk melakukan
disebabkan karena telah terjadi peningkatan kebersihan diri. Selain itu pemberian reward
jumlah nilai aktifitas kebersihan diri dari pada pasien dapat meningkatkan kebersihan
sebelum diberikan intervensi sampai setelah diri pasien, dimana pasien merasakan
diberikan intervensi. Apabila dikaitkan perasaan senang setelah diberikan reward.
dengan karakteristik responden, pada Reward yang diberikan pada pasien dapat
umumnya responden berkerja. Orang yang mendorong klien untuk melakukan
bekerja lebih memperhatikan perawatan kebersihan diri.
dirinya dibandingkan dengan orang yang Hasil uji statistik dengan
tidak bekerja karena pada orang yang menggunakan uji wilcoxon didapatkan
bekerja lebih memperhatikan penampilan. aktifitas kebersihan diri sebelum dan
Peningkatan aktifitas kebersihan diri sesudah diberikan intervensi adalah nilai p =
pada pasien disebabkan karena klien 0,00 (p<0,05), maka dapat disimpulkan
diberikan pujian saat pasien melakukan terdapat pengaruh yang bermakna pada
aktifitas kebersihan diri. Pujian yang pemberian metode token economy terhadap
diberikan disertai pemberian reward pada aktifitas kebersihan diri pada pasien defisit
pasien. Adanya reward yang diberikan pada perawatan diri. Dengan demikian Ho
pasien dapat memotivasi pasien untuk ditolak.
melakukan kebersihan diri. Reward yang Metode token economy merupakan
diberikan berupa perlengkapan mandi suatu cara yang diberikan guna untuk
seperti sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi meningkatkan aktifitas kebersihan diri
sehingga membuat pasien termotivasi dari pasien. Metode ini diberikan segera setelah
dalam dirinya untuk melakukan aktifitas perilaku sasaran muncul. Token yang
kebersihan diri dan dapat meningkatkan diberikan di dalam penelitian ini berupa
aktifitas kebersihan diri pada pasien setelah tanda bintang (*). Dengan pemberian tanda
diberikan pujian disertai dengan reward. bintang (*), pasien merasakan senang
Naning (2009) menyatakan karena diberikan suatu penghargaan.
pemberian pujian dan reward yang Semakin banyak tanda bintang (*) yang

28
2Sasmita Hepp,dkk.,Pengaruh Metode Token economy…

terkumpul, pasien merasakan ada suatu Meningkatnya aktifitas kebersihan


kebanggaan dari dalam dirinya karena diri pada pasien bisa disebabkan karena
berhasil mendapatkan tanda bintang (*) pemberian metode token economy yang
tersebut dengan penuh perjuangan. Selain efektif digunakan untuk meningkatkan
mendapatkan tanda bintang (*) pasien juga aktifitas kebersihan diri yaitu dengan
mendapatkan reward setelah berhasil pemberian tanda bintang (*). Semakin
melakukan aktifitas kebersihan diri. Reward banyak tanda bintang yang terkumpul,
yang diberikan kepada pasien berupa pasien menjadi senang dan bangga akan
perlengkapan mandi. Dengan adanya kemampuan yang ada pada dirinya sehingga
perlengkapan mandi tersebut lebih dapat meningkatkan rasa percaya diri pada
menumbuhkan motivasi pasien untuk pasien untuk melakukan aktifitas kebersihan
melakukan aktifitas kebersihan diri. diri. Oleh karena itu metode token economy
Sulizah (2007) menyatakan metode sangat cocok digunakan untuk pasien rawat
token economy lebih efektif untuk inap dengan masalah gangguan aktifitas
meningkatkan aktifitas kebersihan diri. kebersihan diri.
Token economy dapat digunakan sebagai
penguat yang bertahan lama karena dapat KESIMPULAN DAN SARAN
diberikan segera sesudah suatu perilaku Berdasarkan hasil penelitian yang
yang diinginkan muncul. Dan dapat dilakukan tentang pengaruh metode token
ditukarkan dengan reward. Kemudian economy terhadap aktifitas perawatan diri
Tarwoto (2008) menyebutkan salah satu pada pasien defisit perawatan diri di ruang
cara untuk mengatasi gangguan aktifitas Melati Rumah Sakit Jiwa Prof.HB.Sa’anin
kebersihan diri adalah dengan melakukan Padang Tahun 2012 , maka dapat diambil
metode token economy. kesimpulan sebagai berikut: Setelah
Menurut Soetarlinah Soekadji dilakukan metode token economy
(2007) definisi token economy adalah didapatkan hasil bahwa responden yang
pemberian satu tanda / isyarat segera melakukan aktifitas kebersihan diri
mungkin setiap kali setelah perilaku sasaran sebanyak 14 orang dan responden yang
muncul. Tanda-tanda ini nantinya dapat melakukan aktifitas berhias sebanyak 13
ditukarkan dengan reward. Seiring dengan orang. Terdapat perbedaan bermakna antara
teori yang dikemukakan oleh (Sugianty, aktifitas kebersihan diri dan aktifitas berhias
2007) menyatakan bahwa token economy sebelum diberikan metode token economy
cocok diberikan pada pasien yang dengan sesudah diberikan metode token
mengalami gangguan aktifitas kebersihan economy
diri. Ada beberapa hal yang dapat
Seiring dengan teori yang disarankan dalam penelitian ini, yaitu: Bagi
dikemukakan oleh (Sadock, 2007) token Institusi Pendidikan Metode token economy
economy dapat membantu untuk cukup efektif untuk meningkatkan aktifitas
meningkatkan perilaku pasien yang perawatan diri karena memotivasi pasien
diharapkan terutama pasien rawat inap yang dari dalam dirinya untuk melakukan
mengalami masalah gangguan aktifitas aktifitas perawatan diri yang disertai dengan
kebersihan diri. pemberian pujian dan reward pada pasien,
Penelitian Stevi (2006) menyatakan Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan
bahwa pasien mengalami aktifitas Memberikan informasi khususnya untuk
kebersihan diri baik setelah diberikan ruangan rawat inap agar menggunakan
metode token economy. Demikian juga metode token economy untuk meningkatkan
dengan penelitian yang dilakukan oleh aktifitas perawatan diri pada pasien defisit
Jayanti (2007) setelah diberikan metode perawatan diri, namun ada hambatan dalam
token economy, pasien mengalami aktifitas melakukan metode ini yaitu keterbatasan
kebersihan diri baik. sarana dan prasarana untuk melakukan

27
NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8, No 1, Juni 2012 : 23-30

NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8, N .

metode token economy dan disarankan pada


institusi pelayanan agar dapat melengkapi
kekurangan sarana dan prasarana untuk
menunjang aktifitas perawatan diri pasien
yang terdiri dari aktifitas kebersihan diri
dan berhias, Bagi Riset Penelitian Sebagai
data dasar dan pembanding untuk peneliti
selanjutnya agar dapat mengembangkan
metode token economy ini pada kasus yang
lain yang lebih difokuskan pada masalah
aktifitas makan dan toileting pasien dengan
jumlah sampel yang berbeda disertai dengan
metode penelitian yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA
Sulizah, (2001). Pendekatan holistik pada
gangguan jiwa. Jakarta: FKUI.
Eugene & Klamen, D. (2007). Psyhiartry
therapeutics. New York: Raven Press.
Sadock & Kaplan. (2007). Synopsis psikiatri
jilid 2. Jakarta: EGC.
Sugianti. (2008). Kesehatan jiwa kurang
diperhatikan. Diakses pada tanggal 1
Agustus 2011 dari
http://syehaceh.wordpress.com
Yani. (2010). Synopsis of psychiatry.
Jakarta: EGC. Diakses padatanggal 1 Ag
ustus 2011dari
http://id.wikipedia.org/wiki
Iyus, Y. (2009). Keperawatan jiwa.
Bandung: RefikaAditama.

28